Petugas KA Stasiun Paledang-Cisaat, siap melayani penumpang

Petugas KA Stasiun Paledang-Cisaat, siap melayani penumpang

Sudah lama saya tak naik kereta api, dulu hampir dua minggu sekali naik kereta api dari Jakarta ke Bandung, menengok suami dan anak yang kuliah di Bandung. Sejak ada Tol Cipularang, dan banyak travel yang melayani perjalanan dari Jakarta ke Bandung pp, saya menjadi pelanggan travel, apalagi di rumah saya ada 3 pool travel yang melayani Bandung Jakarta, yaitu: CitiTrans, X-trans dan Baraya. Mendengar cerita teman, membaca Kompas dan media sosial lain, betapa nyaman nya naik kereta api sejak pimpinan PT KAI dipegang oleh pak Jonan, membuat saya ingin merasakan kembali perjalanan dengan kereta api. Jadi, saat teman-teman mengajak camping di Tanakita, dengan menggunakan kereta api,  saya sangat  bersemangat untuk ikut. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Oktober 30, 2014

Jalan-jalan: Dua malam di Padang

Jika kita mendapat tugas untuk ke suatu daerah, yang ada dipikiran adalah tidur dimana dan apa saja yang bisa dilihat di daerah tersebut. Kali ini saya mendapat tugas untuk mengajar, di kota Padang. Mendengar kata Padang, kenangan saya melayang ke beberapa tahun lalu, terakhir saya mengunjungi Padang dua tahun lalu. Saat itu saya menginap di hotel Alana, yang ternyata dulunya bernama hotel Ambacang (yang runtuh karena gempa). Sehari sebelum berangkat, Ian menanyakan pada saya, apa sebaiknya kita pindah hotel, kok saya baca di internet, hotel tersebut banyak hantunya? Saya agak bingung, karena nama hotel tempat kami menginap kali ini bernama Axana…..setelah saya membuka-buka halaman blog (ehh ternyata ada gunanya juga menulis di blog, seperti punya buku harian)…lho! kok gambarnya sama, cuma huruf “L” diganti dengan “X”. Karena sudah harus berangkat besoknya, saya cuma mengatakan pada Ian, ya dicoba saja, kalaupun tak bisa ya tidak apa-apa, karena saya pernah tidur di sana dan aman-aman saja. Padahal, selama tidur di hotel tersebut, saya selalu terbayang, bagaimana dulunya gempa bisa meruntuhkan hotel ini. Ian cuma bilang, “Ibu kan berdua dengan teman, saya sendirian”…hahaha. Saya menenangkan Ian, mengatakan kalau selama saya tidur di sana tak ada masalah apa-apa. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Oktober 21, 2014

Jalan-jalan: Dua malam di Medan

Restoran Jimbaran

Restoran Jimbaran

Setelah tahu akan mengajar di suatu instansi di Medan, yang ada di pikiran adalah, kemana saja selama di Medan?  Setelah turun dari pesawat, kami menuju kota Medan dengan naik kereta api. Dari stasiun kereta api kami menuju restoran Jimbaran untuk makan siang. Selanjutnya kami menuju istana Maimoon, sayang sekali istana sedang ditutup karena ada kerabat istana yang akan melaksanakan pernikahan pada hari Sabtu malam. Terpaksa hanya bisa mengambil foto-foto di halaman terbuka dengan latar belakang istana Maimoon.

Dan sayangnya cuaca di Medan kurang bersahabat, pengap dan panas, namun seperti berkabut, yang rupanya terkena debu dari gunung Sinabung. Syukurlah perjalanan kami dari Jakarta naik pesawat tidak tertunda, karena sempat beberapa pesawat yang terbang hari Kamis ditunda karena gunung Sinabung sedang erupsi. Baca Lanjutannya…

Airport Railway Station

Airport Railway Station

Ini pertama kalinya saya pergi ke Medan melewati bandara Kualanamu. Setelah bertanya kepada teman yang tinggal di Medan, bagaimana mencapai kota Medan dari bandala Kualanamu, saya dan teman memutuskan untuk naik kereta api dari bandara Kualanamu. Mengapa? 

Jika perjalanan dilakukan menggunakan kendaraan roda empat, jarak tempuh bisa dicapai antara 1,5 sampai dengan 2,5 jam, sedangkan jika naik kereta api, dapat dicapai dengan 45 menit (jika dari bandara Kualanamu ke Medan), namun jika dari Medan dapat lebih cepat (hanya 30 menit). Jalur kereta api dari bandara Kualanamu ke Medan hanya satu jalur, sehingga jika terjadi papasan dengan kereta yang dari Medan menuju Kualanamu, maka kereta yang diprioritaskan adalah kereta yang menuju bandara Kualanamu. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | September 12, 2014

Jagalah penglihatanmu

Biasanya, kita cenderung abai, jika tak merasa sakit. Sepanjang usiaku, saya tidak sering ke dokter mata. Misalkan: belekan (entah kenapa saat masih kecil acara belekan ini beberapa kali terjadi), mata merah, dan yang terakhir adalah keculek koran yang menyebabkan mata merah dan perih. Ada gunanya saya ke dokter mata, karena ternyata mata saya kelelahan (Nahh lho..matapun bisa lelah), serta mulai ada gejala katarak sehingga setiap hari harus diberi obat tetes mata, pengganti air mata. Gejalanya mata seperti “ngganjel” (apa ya bahasa Indonesia nya…seperti terganjal?), atau seperti berpasir.

Ketidak tahuan ini bisa berakibat fatal. Kejadiannya menimpa suami, karena selama ini jika merasa kurang enak badan, yang dikawatirkan adalah kemungkinan serangan stroke, karena suami pernah terkena stroke pada tahun 2000, serta dua kali lagi berupa “light stroke“.  Pada saat suami merasa badan tidak nyaman, dan pusing, yang dipikirkan adalah “serangan stroke“, karena tidak ada gejala mata terasa sakit.  Suami merasakan pusing kepala yang sangat hebat, dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta sempat muntah-muntah di jalan. Tak pernah terlintas di pikiran bahwa sakitnya karena glaukoma. Serangan ini terjadi pada bulan Juni tahun 2011, saat sampai di UGD RS Cikini, yang dirasakan masih sakit kepala…namun lama kelamaan makin terasa bahwa mata sebelah kiri sakit sekali. Dan sayangnya itu adalah hari Sabtu tengah malam, sehingga yang ada hanya dokter jaga. Jadi suami diberi infus dan obat pereda sakit. Pada hari Senin, saat diperiksa secara teliti oleh dokter spesialis mata, baru terlihat jelas kalau suami terkena glaukoma, saat itu tekanan matanya mencapai 60 (untuk yang normal antara 10-20). Baca Lanjutannya…

Taman di Pecel Madiun yang rindang

Taman di Pecel Madiun yang rindang

Ternyata susah juga mengumpulkan teman untuk reuni, walau rata-rata sudah pensiun. Teman seangkatan saya rata-rata sudah pensiun, kecuali yang berprofesi sebagai peneliti maupun dosen, yang usia pensiunnya dapat mencapai 70 tahun. Sebagian besar mempunyai kesibukan masing-masing, malah terkadang jauh lebih sibuk dibanding saat aktif bekerja. Akhirnya grup BB dan milis menjadi ajang untuk mengobrol, itupun tak semuanya aktif. 

Dari obrolan di BBM grup akhirnya disepakati untuk ketemu di Pecel Madiun BSD. Bagiku, yang lahir dan besar di kota Madiun, ketemuan di Pecel Madiun menjadi daya tarik tersendiri, jauh hari sudah membayangkan makan pecel di pincuk daun jati…wahh sedaap. Dan karena yang mengusulkan untuk ketemu di pecel Madiun adalah Nungki, juga karena tempat tinggalnya di BSD, maka Nungki pula yang ketiban sampur untuk pesan tempat di pecel Madiun. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 27, 2014

Mencoba ” Ikan Patin Bakar Bambu” di de’ Clan

Hari itu cuaca sungguh panas menyengat, saya baru saja keluar dari RS Setia Mitra, mengantar si sulung yang agak kurang enak badan. Saya sendiri mulai merasa meriang, jadi ingat kebiasaan alm ibu, jika badan merasa kurang sehat, makanlah yang sesuai kesukaanmu sehingga makan nya bisa banyak….yang akhirnya tak jadi sakit. Beberapa kali saya menerapkan resep alm ibu ini, dan lumayan berhasil, kecuali memang sakitnya sudah terlanjur parah. Sambil menunggu kendaraan umum lewat, saya menanyakan pada si sulung, “Bagaimana kalau kita makan siang bersama, mencoba restoran di jalan Cipete Raya, katanya ada masakan ikan patin bakar bambu yang enak?”

de' Clan

de’ Clan

Si sulung setuju, dan karena cukup dekat jaraknya, angkutan umum yang memungkinkan hanya angkot dan bajaj. Tak lama kemudian muncul angkot merah no.11, yang akan melewati jalur Cipete Raya, menuju Pasar Minggu. Kami menyetop angkot tersebut, dan ternyata penumpangnya cuma kami berdua. Ehh begitu sampai dipojok jalan Cipete Raya, si angkot berhenti, ngetem…maklum penumpang cuma berdua. Sabaar…hanya itu yang bisa saya lakukan, harga murah mana mungkin protes. Tak lama ada ibu-ibu masuk angkot dan angkotpun berjalan lagi…tak lama kami sampai di pojokan jalan, antara jalan Cipete Raya dan jalan ke arah SMP 68 dan sekolah Al Ikhlas. Dengan membayar Rp.6.000,- (enam ribu rupiah) kami berdua turun dan langsung menuju restoran de’ Clan. Baca Lanjutannya…

Mengapa Perbankan perlu melakukan Good Corporate Governance atau disingkat menjadi GCG? Hal ini, antara lain, adanya perubahan strategis di tingkat global, yaitu: a). Adanya globalisasi, akan menyebabkan borderless, persaingan yang semakin ketat di antara industri perbankan, efisiensi yang tinggi, spesialisasi, interdependensi yang tinggi yang akan menyebabkan systemic risk. b). Terjadinya krisis ekonomi global, terorisme, pemanasan global dan bencana alam. c). Terjadinya corporate actions, seperti merger & aquisitions, dan aliansi. d). Gelombang perkembangan teknologi dan sistem informasi, seperti: information high-ways, perubahan cara berbisnis, perkembangan berbagai produk dan layanan. e). Makin maraknya berbagai bentuk fraud dengan sindikat global.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 15, 2014

Bisakah Pelaksanaan GCG diterapkan di semua lini?

Good Corporate Governance atau disingkat GCG, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Tata Kelola Perusahaan, didefinisikan sebagai berikut: adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas (Wikipedia).

Pelaksanaan GCG dalam industri perbankan berlandaskan pada lima prinsip yang sering disingkat sebagai TARIF, yaitu: Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 13, 2014

ART infal, kenapa tidak?

Saya susah mencari arti kata infal, walau istilah ini populer digunakan untuk mendapatkan pembantu yang bekerja sementara waktu karena pembantu utama sedang mudik. Dari tulisan di kompasiana, disebutkan yang benar adalah inval,  yang berarti PRT (Pembantu Rumah Tangga) Pengganti/ Sementara/Pekerja Cadangan. Asal kata ini adalah “invaller” dari Bahasa Belanda. Menurut Kamus Bahasa Belanda-Inggris, kata invaller (de) berarti  substitute, replacement, person or thing that takes the place of another atau pengganti/ orang pengganti. Sayangnya saya belum menemukan kata inval atau infal ini dalam KBBI. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 223 pengikut lainnya.