Beberapa kali saya mendapat pertanyaan, baik dari teman-teman anak saya, teman keponakan, juga teman lain, yang ingin menanyakan, bagaimana caranya menilai sebuah usaha layak dibiayai atau tidak. Ibaratnya kita menjual produk atau jasa, maka konsumen berhak menilai dan kemudian memilih membeli apa tidak barang atau jasa yang kita jual. Demikian juga sebuah usaha, maka pihak ketiga berhak menilai, apakah usaha yang sedang dijalankan tersebut layak dibiayai. Pihak ketiga bisa berupa investor, yang ingin ikut serta sebagai pemegang saham, bisa juga Bank yang akan membantu memberikan pinjaman. Seringkali, di awal pertanyaan selalu diembel-embeli….jaminan saya sekian..bla..bla..bla…cukup untuk mengcover pinjaman. Nah, disinilah letak kekeliruannya, karena Bank ataupun investor, berbeda dengan Pegadaian dalam hal menilai. Bank atau investor, menilai berdasar apakah usaha tersebut akan sustainable, dan akan menilai dengan berbagai segi, yang dimaksud sebagai agunan oleh Bank prioritanya adalah First Way Out, yaitu cash flow dari usaha tersebut.
Apakah usaha saya layak dibiayai?
Cerita ringan tentang pasar tradisionil dan para pedagangnya
Bagi para ibu, adalah hal yang biasa pergi berbelanja ke pasar, karena jarang seorang perempuan yang tidak pernah pergi ke pasar. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak dari kaum perempuan yang tak pernah menginjak lagi pasar tradisional, namun berbelanja di supermarket, karena alasaan waktu, juga belanja ke supermarket yang semuanya sudah tertata rapih serta harga tak perlu menawar, lebih memudahkan tanpa proses tawar menawar yang alot. Namun belanja di pasar tradisionil, tetap menyisakan sensasi tersendiri, karena kita bisa berdiskusi dengan penjual, bahkan kalau sudah akrab bisa menjadi pelanggan, karena dia berani mengeluhkan masalahnya kepada kita.
Ditulis dalam opinion
Wisata Kuliner, jalan-jalan ke Pasar Segiri dan Pasar Pagi, di Samarinda
Perjalanan saya ke Samarinda bersama tim adalah untuk ke empat kalinya, saat mau ke Kaltim, yang terbayang adalah rasa es kopyor gula aren di RM Amado, yang berlokasi di km 20 ke arah Samarinda. Sebetulnya, jika menuruti jam makan yang pas adalah di RM Tahu Sumedang, yang terletak di tengah-tengah antara kota Balikpapan dan Samarinda. Rombongan kami sampai di restoran Amado sekitar jam 2 siang wita, atau jam 1 siang wib. Rasanya semangat langsung turun, saat pelayan bilang kalau kelapa kopyor lagi nggak musim. Akhirnya kami memilih kelapa muda dengan gula aren… ternyata rasanya….sungguh sedap, tak kalah dengan kelapa kopyor. Teman saya memesan ayam goreng yang ternyata habis, akhirnya memilih soto Banjar dengan kupat. Temanku akhirnya mengakui, baru kali ini merasakan soto Banjar yang tak bikin eneg (spicy), seperti yang selama ini dinikmatinya kala makan soto Banjar di kota Banjarmasin.
Ditulis dalam T& W (Tugas dan Wisata)
Jika para Eyang tindak-tindak ke Malang
Jika saudara sekandung sudah menikah, serta anak-anaknya sudah besar, dan sudah punya cucu, maka untuk bisa bepergian bersama merupakan suatu kesempatan yang langka. Bahkan saya, suami, dan kedua anak, sulit sekali mencari waktu untuk bepergian bersama, sejak anak-anak telah menjadi mahasiswa. Minggu yang lalu adalah kesempatn yang kami tunggu, karena pada akhir Maret, isteri adikku yang bungsu ujian sidang terbuka untuk disertasi Doktor di Fakultas Hukum UB (Universitas Brawijaya). Di saat yang sama, saya baru saja keluar dari rumah sakit karena serangan vertigo parah, sampai semua makanan keluar terus, sehingga terpaksa dibawa ke UGD dan di rawat 3 (tiga) hari. Adik bungsuku sendiri, tahun lalu operasi jantung, dan setiap minggu harus cek INR di laboratorium RS Harapan Kita. Adik nomor 2 (dua) menjadi dosen di UNDIP, dan sibuk membimbing mahasiswa, sehingga dia tak bisa datang ke Jakarta lebih dulu, kemudian baru berangkat ke Malang rame-rame.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
Apa peran “Culture Capital” dalam meningkatkan Corporate Culture? (bag.2)
Apa yang dimaksud dengan budaya organisasi?
Moeljono (2005), mendefinisikan budaya organisasi sebagai sistem nilai-nilai yang diyakini semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Budaya organisasi dimanakah yang dapat memberikan kontribusi?
- Fungsi ke-1: Budaya organisasi memberikan identitas-identitas yang khas terhadap anggota organisasi. Identitas ini membuat berbeda dengan anggota organisasi yang lain, sekaligus memberi pola identifikasi pada orang dimanapun berada.
- Fungsi ke-2: Budaya organisasi merekatkan anggota organisasi satu sama lain, kepada institusi dan sistem organisasi. Perekatan ini membangun trust dari organisasi.
- Fungsi ke-3: Budaya organisasi memberikan standar yang tepat untuk apa yang harus dikatakan dan dilakukan oleh karyawan. Budaya organisasi merupakan nilai-nilai yang menentukan perilaku dari individu manusia dalam organisasi.
Apa peran “Culture Capital” dalam meningkatkan Corporate Culture?
Catatan:
Tulisan ini, yang saya sarikan dari buku karangan bapak Dr. Djokosantoso Moeljono, juga dari tulisan di Kompas, dibagi dalam 2 (dua) bagian. Bagian pertama mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan “budaya” dan “budaya organisasi”, fungsi dan dinamika budaya organisasi, serta tujuh variabel yang mempengaruhi kesuksesan sebuah organisasi.
Selanjutnya pada bagian kedua, akan mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan budaya organisasi itu sendiri dan mengapa hal ini sekarang sangat penting, kemudian menceritakan bahwa budaya organisasi yang mapan dan sukses dapat menjadi modal untuk meningkatan kehidupan masyarakat dalam organisasi tersebut.
Semoga bermanfaat, karena bagaimanapun kita perlu meningkatkan budaya yang positif di masyarakat kita.
—————————————————————————————————————-
Perusahaan komersial pada umumnya mempunyai tujuan jangka panjang yang dilandasi oleh motif untuk menghasilkan nilai tambah bagi stakeholders. Untuk itu, perusahaan membutuhkan 4 (empat) pilar utama untuk mendukung, yaitu: 1) SDM yang bermutu, 2) IT yang terpadu, 3) Strategi yang tepat, 4) logistik yang memadai. Dalam pengelolaaan operasional perusahaan jangka panjang, peran SDM mempunyai kedudukan sentral yang strategis, karena: “asset make possibility, people make it happen.”
Ketindihan
Pernahkah anda mengalami “Ketindihan”? Pernahkah anda tidur, kemudian anda merasa terjaga dari tidur namun tidak memiliki kemampuan untuk bergerak? Itu yang disebut dengan istilah “Ketindihan”. Ketindihan adalah kata yang seringkali diungkapkan untuk menjelaskan, suatu keadaan ketidakmampuan bergerak atau ketidakmampuan kontrol terhadap otot-otot tubuh kita pada saat terjaga (atau merasa terjaga) dari tidur. Namun cerita saya disini, tak ada hubungan dengan ketindihan saat tidur, namun ketindihan atas kebaikan orang lain. Mungkin istilah ini hanya dikenal oleh keluarga saya saja. Seringkali ibu alm bilang, “kita mesti datang ke undangan pernikahan putrinya bapak ANU, karena sudah ketindihan,” yang dimaksudkan ibu, adalah bahwa kami telah banyak mendapat kebaikan dari keluarga bapak ANU, sehingga tidak pantas jika tak bisa menghadiri undangan yang dikirim oleh bapak ANU.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience, my life
Padang: Hotel Alana, Pantai Air Manis dan wisata kuliner
Pesawat paling pagi yang kami tumpangi menuju Padang pagi itu sangat lancar. Ingatan saya menuju ke beberapa tahun lalu, saat punya waktu bersama anak-anak wisata ke kota Padang, dan menyempatkan diri bepergian melihat danau Singkarak, Air terjun Lembah Anai, Danau Maninjau, jam Gadang … juga berbelanja di pasar Atas dan Bawah, Bukittinggi. Acara kali ini agak mendadak, membuat temanku yang sebelumnya mau ikut mengajar di Padang berhalangan. Waduhh, sudah terbayang deh mengajar dua hari terus menerus…semoga kaki ini kuat. Di pertengahan jalan, cuaca agak jelek, sehingga penumpang disarankan kembali ke kursi masing-masing dan memasang sabuk pengaman. Inilah kondisi yang paling tidak saya suka, dimana pesawat terguncang-guncang, dan perut terasa diaduk. Syukurlah akhirnya pesawat bisa mendarat dengan sempurna dan saya bisa bernafas lega.
Ditulis dalam T& W (Tugas dan Wisata)
Woo…. Kementerian Agama telah mem publish laporan keuangan “Biaya Penyelenggaraan Haji Tahun 1432H/2011M
Senin yang lalu saya mendapat surprised saat membaca harian Kompas tanggal 5 Maret 2012 halaman 8, pada publikasi yang berjudul : “Kementerian Agama Republik Indonesia: Biaya Penelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1832H/2011 M” . Publikasi ini memenuhi 1/2 halaman Kompas, dengan tulisan dan angka yang mudah terlihat. Memang kita tak bisa menganalisis secara akurat, karena laporan pada halaman Kompas hanya menampilkan Neraca dan Laba Rugi, dan sebagaimana pada catatan kolom dibawahnya, yang menyatakan bahwa, Laporan Keuangan tersebut secara lengkap terdiri dari:
- Laporan Keungan BPIH Tahun 1432H/2011 M, terdiri dari Laporan Operasional, Neraca dan Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
- Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432H/2011M dilengkapi supplemen Laporan Keuangan berupa Informasi Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji, Pelaksanaan Anggaran Operasional Haji (dalam IDR), Kantor Misi Haji Indonesia Jeddah (dalam SAR dan IDR).
- Laporan KeuanganBPIH Tahun 1431H/2011 M belum diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
- Laporan Keuangan BPIH Tahun 1432H/2011M telah disampaikan kepada Presiden RI dan DPR RI pada tanggal 23 Februari 2012.
Ditulis dalam Keuangan
Ketika Ara pertama kali pergi sekolah
Saat anak pertamaku masuk TK umurnya 4 (empat) tahun, si bungsu sekolah TK sejak berumur 2,5 tahun. Ternyata telah berlalu 23,5 tahun sejak si bungsu pertama kali masuk TK, dan sekarangpun masih terus sekolah. Jadi, kapan ya berhenti sekolahnya? Zaman saya dulu, namanya sekolah Froebel, letaknya di dekat kantor polisi di kota kami. Saya masih ingat, jika jam istirahat, ibu guru akan bertanya, “siapa yang mau ke kamar kecil?” Kami yang ingin ke kamar kecil, dikumpulkan, dipisahkan antara yang perempuan dan laki-laki, dan diantar ibu guru sampai ke dalam kamar kecil. Dulu, kamar kecil biasanya menjadi satu kesatuan dengan kamar mandi, yang luas sekali, sehingga muat untuk 5 (lima) anak sekolah Froebel untuk buang air kecil dipandu ibu guru. Dan tugas ibu guru pula untuk membersihkannya. Sepulang sekolah, karena sekolah Froebel letaknya jauh dari rumah, sering kaki-kaki kecil saya tak cukup kuat untuk berjalan sampai rumah, jadi biasanya langsung digendong memakai kain panjang oleh simbok dan tertidur, bangun-bangun sudah di atas kasur. Sekolah Froebel ini awalnya dikenalkan oleh Friederich Wilhelm August Fröbel, yang lahir di Jerman, merupakan salah satu tokoh pendidikan, yang karya dan pemikirannya masih dijadikan acuan bagi dunia pendidikan modern hingga saat ini (Wikipedia).
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
Komentar Terakhir