Hujan yang mengguyur Jakarta akhir-akhir ini membuat badan menjadi kurang sehat, terutama bagi orang seusia saya. Walau sudah pakai baju rangkap, tebal, namun tetesan air hujan sering membuat pusing kepala. Jadi, saat ke kantor dan waktunya makan siang, penginnya makan yang segar dan hangat. Tentang urusan makan sebetulnya tak ada masalah karena kantor saya menjadi satu dengan Mal, yang menyediakan berbagai jenis makanan, tinggal memilih sesuai selera dan uang yang ada di kantong. Makan di Eat & Eat sudah bosen, karena nyaris dua kali seminggu makan di situ, rasanya semua jenis makanan di Eat & Eat telah dijelajahi. Kemana ya? Kami bertiga menyelusuri Mal GC, dan mata ini langsung terarah pada makanan Korea. Saya bertanya pada teman, pernah coba makanan Korea? Dan yang jelas ada nasinya…jadi perut pasti kenyang deh.
Mencoba makanan Korea di “Chaesundang”
Ditulis dalam Ringan
Mengelola Sumber Daya Manusia yang berkesinambungan agar bisa mendukung strategi bisnis Perusahaan.
Manajemen SDM berhubungan dengan pengendalian sistem formal dalam organisasi, untuk menjamin penggunaan dan pengembangan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan perusahaan. Peran strategis Manajemen SDM, antara lain: a.Sebagai connecting role, menghubungkan peran antara SDM dengan bisnis, memahami tujuan bisnis hendak kemana dan membantu mendukung pencapaian kinerja bisnis, dan meningkatkan keterlibatan pada isu strategis perusahaan. b.Sebagai enabling role, yaitu menempatkan pihak lain (baik internal maupun eksternal perusahaan) sebagai customer yang harus dilayani kebutuhannya (customer first). c.Sebagai monitoring role, dengan cara memanfaatkan Human Resources Information System (HRIS). d.Sebagai inovating role, melalui pengukuran efektivitas dan efisiensi SDM. e.Sebagai adapting role, dengan menggunakan perannya yang fleksibel untuk mengurangi hambatan birokrasi pada perusahaan.
Ditulis dalam Manajemen
MENGELOLA PERUBAHAN AGAR PERUSAHAAN MAMPU BERSAING, DENGAN MEMPERHATIKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG DIMILIKINYA
Persaingan di Era Globalisasi
Perubahan teknologi, sistem informasi dan komunikasi, telah mengubah cara dan kecepatan berbisnis dan inovasi berbagai produk maupun jasa. Pola transaksi mengarah ke kecepatan, keamanan, dan kenyamanan dengan melalui berbagai saluran elektronik. Globalisasi ekonomi, memiliki karakteristik liberalisasi dan integrasi perekonomian (borderless world). Sedangkan globalisasi sistem keuangan, menuntut kesamaan cara pandang dan level of playing field. Persaingan yang semakin ketat (di level lokal, nasional, regional maupun global), membuat sumber daya terbatas, namun tetap harus banyak melakukan investasi, R & D, dan pemupukan human capital.
Ditulis dalam Manajemen
Kegiatan akhir tahun:Jalan-jalan bersama anak, menantu, cucu
Entah kenapa, biasanya pada bulan Desember kegiatan sudah mulai menurun, kecuali bagi orang yang masih aktif bekerja. Tahun 2011 ini sungguh merupakan tahun yang penuh kenangan, antara cobaan dan kenikmatan yang kami peroleh. Awal tahun saya masih ingat adik bungsuku didiagnosa sakit jantung, sampai awal bulan Mei, kami semua masih kawatir, apalagi pasca operasi terjadi perdarahan dua kali. Pada saat yang bersamaan, suami sempat masuk RSCM…lengkap sudah kelelahan dan kesibukan yang harus dijalani, bahkan saya sempat jatuh terpeleset di lorong RSCM, mungkin karena kecapekan. Dan awal Juni, kembali suami masuk rumah sakit, dan didiagnosa kena glaucoma. Rasanya badan babak belur, dan ternyata Tuhan memberikan cobaan namun juga memberikan karunia bagi kami sekeluarga. Tak disangka, saya dan suami termasuk yang bisa berangkat naik Haji tahun ini, dan Alhamdulillah perjalanan ibadah Haji berjalan lancar…….Tuhan benar-benar menyayangi saya dan suami.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
Blog, untuk relaksasi?
Barusan dari bertandang di blog teman, yang saya kenal sejak saya menulis di Blog. Teman main, teman ngrumpi meluangkan waktu, serta teman untuk membahas buku-buku novel yang kadang menurut orang lain tak penting. Saya sadari, makin sulit menyediakan waktu untuk menulis di Blog, teman-teman lama yang selama ini saya kenal, banyak pula yang membiarkan blognya terbengkalai, sayapun juga mulai tersendat-sendat. Wajar, jika akhirnya ajang Pesta Blogger kali ini menggunakan istilah on-off, dan sayangnya saya tak sempat mengikuti acara satupun. Bayangkan, jika dulu saya rajin datang, mengajak teman-teman, anak-anakku, tahun ini malah nyaris lupa. Kaget juga suatu hari, sehari sebelum acara on-off Pesta Blogger di gelar di Jakarta, menerima sms dari teman blogger dari Bandung, apakah saya akan datang di acara tersebut? Dan karena acara tersebut bersamaan dengan acara lain yang tak mungkin saya tinggalkan, saya terpaksa tak bisa hadir…sungguh sayang sekali.
Ditulis dalam my life
Serial Haji: Penutup…tip agar ibadah haji berjalan lancar
Perjalanan ibadah Haji sungguh merupakan perjalanan yang sulit untuk dilupakan. Saya sepakat dengan tulisannya Ustad Budi, dalam bukunya “Belajar Bahagia”, bahwa perjalanan Haji adalah sebuah ikhtiar menemukan kebahagiaan yang hakiki dalam penyerahan diri yang total kepada Allah. Belum pernah saya merasakan hati yang begitu tenteram dan damai, ibadah yang khusuk, membuat saya bisa memahami mengapa orang yang pernah berkunjung ke Tanah Suci Makkah untuk beribadah, selalu ingin kembali ke sana. Namun perjalanan ini tak sekedar perjalanan rochani, namun memerlukan fisik yang prima karena perpindahan dari satu tempat ke tempat lain terjadi terus menerus, tanpa memandang waktu, juga cuaca.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
3.Menunaikan Rukun Haji:g.Thawaf Wada-Jeddah dan kembali ke Jakarta
Di apartemen Aziziah, pagi-pagi sekali para jamaah sudah berebut kamar mandi, dan siap berangkat ke masjid Al Haram untuk melakukan thawaf Wada. Ketika jamaah haji atau umrah akan meninggalkan Makkah setelah selesai menunaikan ibadah haji atau umrah, wajib melakukan thawaf Wada. Bagi mereka yang sakit atau wanita yang sedang haid, boleh tidak melakukannya, cukup dengan mendatangi salah satu pintu Masjid Al Haram sambil berdoa.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
3.Menunaikan Rukun Haji:f.Melempar jumroh di Mina
Hari pertama melempar jumroh bagi rombongan kami adalah pada hari Minggu tanggal 6 Nopember 2011, atau 10 Dzulhijjah, pada sore hari sebelum Magrib. Rombongan diminta bersiap jam 16.30 waktu Mina dan mulai berjalan kaki. Iring-iringan dimulai oleh petugas Maktab yang membawa tanda Maktab 115 didampingi oleh Muntowif yang membawa bendera tempat travel kami bergabung, kemudian baru diikuti para pembimbing dan jamaah haji. Disepanjang jalan terlihat orang saling tidur-tidur an di jalan melepas lelah, ada yang antri di kamar mandi umum, sholat dan lain-lainnya.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
3.Menunaikan Rukun Haji:e.Muzdalifah-Masjidil Haram (Thawaf Ifadha)
Selesai wukuf, kami sholat Magrib dan Isya berjamaah, makan malam, kemudian sekitar jam 9 malam waktu Arafah, siap berangkat ke Muzdalifah untuk Mabit dan mengambil kerikil sebagai persiapan melempar jumroh di Mina. Muzdalifah, suatu tempat terletak sekitar 9 km di barat Arafah, di antara Arafah dan Mina. Tempat ini berupa padang pasir gersang tak berpenghuni. Berhenti di sini untuk mabit merupakan salah satu wajib ibadah haji, selain itu di tempat ini jamaah haji mengambil batu-batu kecil untuk melempar jumroh. Masing-masing orang mengambil 49 butir kerikil, tujuh kerikil untuk melempar jumroh Aqoba pada hari pertama, 21 butir untuk melempar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing-masing tujuh butir pada hari kedua, dan hari ketiga melempar ketiga jumroh dengan masing-masing 7 butir kerikil.
Ditulis dalam Keluarga & sharing experience
Mencoba Little Sheep Chinese Shabu-Shabu
Hmm…apakah anda pernah mendengar nama restoran ini? Saya baru sekali mendengar nama ini, saat seorang teman mengundang kami (berdua teman lain) untuk mencoba makanan ini, di Central Park BRI Semanggi. Makanan apa pula ini? Yang terbayang adalah mirip seperti Shabu-shabu yang pernah saya makan di restoran di puncak Wisma Nusantara. Tapi teman saya mengatakan kalau ini rasanya lain dari yang lain, pemiliknya seorang Chinese, seorang muslim. “Pokoknya enak deh bu, bahannya benar-benar asli (saya berpikir, memang ada bahan makanan yang tak asli?), cabenya betu-betul pedas (waduhh..mudah-mudah an perutku kuat), ” kata teman yang mentraktir. Tapi karena melihat semangatnya, dan biasanya promo dari teman ini kalau soal makanan memang sesuai aslinya, saya percaya.
Ditulis dalam Serba serbi


Komentar Terakhir