Oleh: edratna | September 12, 2014

Jagalah penglihatanmu

Biasanya, kita cenderung abai, jika tak merasa sakit. Sepanjang usiaku, saya tidak sering ke dokter mata. Misalkan: belekan (entah kenapa saat masih kecil acara belekan ini beberapa kali terjadi), mata merah, dan yang terakhir adalah keculek koran yang menyebabkan mata merah dan perih. Ada gunanya saya ke dokter mata, karena ternyata mata saya kelelahan (Nahh lho..matapun bisa lelah), serta mulai ada gejala katarak sehingga setiap hari harus diberi obat tetes mata, pengganti air mata. Gejalanya mata seperti “ngganjel” (apa ya bahasa Indonesia nya…seperti terganjal?), atau seperti berpasir.

Ketidak tahuan ini bisa berakibat fatal. Kejadiannya menimpa suami, karena selama ini jika merasa kurang enak badan, yang dikawatirkan adalah kemungkinan serangan stroke, karena suami pernah terkena stroke pada tahun 2000, serta dua kali lagi berupa “light stroke“.  Pada saat suami merasa badan tidak nyaman, dan pusing, yang dipikirkan adalah “serangan stroke“, karena tidak ada gejala mata terasa sakit.  Suami merasakan pusing kepala yang sangat hebat, dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta sempat muntah-muntah di jalan. Tak pernah terlintas di pikiran bahwa sakitnya karena glaukoma. Serangan ini terjadi pada bulan Juni tahun 2011, saat sampai di UGD RS Cikini, yang dirasakan masih sakit kepala…namun lama kelamaan makin terasa bahwa mata sebelah kiri sakit sekali. Dan sayangnya itu adalah hari Sabtu tengah malam, sehingga yang ada hanya dokter jaga. Jadi suami diberi infus dan obat pereda sakit. Pada hari Senin, saat diperiksa secara teliti oleh dokter spesialis mata, baru terlihat jelas kalau suami terkena glaukoma, saat itu tekanan matanya mencapai 60 (untuk yang normal antara 10-20). Baca Lanjutannya…

Taman di Pecel Madiun yang rindang

Taman di Pecel Madiun yang rindang

Ternyata susah juga mengumpulkan teman untuk reuni, walau rata-rata sudah pensiun. Teman seangkatan saya rata-rata sudah pensiun, kecuali yang berprofesi sebagai peneliti maupun dosen, yang usia pensiunnya dapat mencapai 70 tahun. Sebagian besar mempunyai kesibukan masing-masing, malah terkadang jauh lebih sibuk dibanding saat aktif bekerja. Akhirnya grup BB dan milis menjadi ajang untuk mengobrol, itupun tak semuanya aktif. 

Dari obrolan di BBM grup akhirnya disepakati untuk ketemu di Pecel Madiun BSD. Bagiku, yang lahir dan besar di kota Madiun, ketemuan di Pecel Madiun menjadi daya tarik tersendiri, jauh hari sudah membayangkan makan pecel di pincuk daun jati…wahh sedaap. Dan karena yang mengusulkan untuk ketemu di pecel Madiun adalah Nungki, juga karena tempat tinggalnya di BSD, maka Nungki pula yang ketiban sampur untuk pesan tempat di pecel Madiun. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 27, 2014

Mencoba ” Ikan Patin Bakar Bambu” di de’ Clan

Hari itu cuaca sungguh panas menyengat, saya baru saja keluar dari RS Setia Mitra, mengantar si sulung yang agak kurang enak badan. Saya sendiri mulai merasa meriang, jadi ingat kebiasaan alm ibu, jika badan merasa kurang sehat, makanlah yang sesuai kesukaanmu sehingga makan nya bisa banyak….yang akhirnya tak jadi sakit. Beberapa kali saya menerapkan resep alm ibu ini, dan lumayan berhasil, kecuali memang sakitnya sudah terlanjur parah. Sambil menunggu kendaraan umum lewat, saya menanyakan pada si sulung, “Bagaimana kalau kita makan siang bersama, mencoba restoran di jalan Cipete Raya, katanya ada masakan ikan patin bakar bambu yang enak?”

de' Clan

de’ Clan

Si sulung setuju, dan karena cukup dekat jaraknya, angkutan umum yang memungkinkan hanya angkot dan bajaj. Tak lama kemudian muncul angkot merah no.11, yang akan melewati jalur Cipete Raya, menuju Pasar Minggu. Kami menyetop angkot tersebut, dan ternyata penumpangnya cuma kami berdua. Ehh begitu sampai dipojok jalan Cipete Raya, si angkot berhenti, ngetem…maklum penumpang cuma berdua. Sabaar…hanya itu yang bisa saya lakukan, harga murah mana mungkin protes. Tak lama ada ibu-ibu masuk angkot dan angkotpun berjalan lagi…tak lama kami sampai di pojokan jalan, antara jalan Cipete Raya dan jalan ke arah SMP 68 dan sekolah Al Ikhlas. Dengan membayar Rp.6.000,- (enam ribu rupiah) kami berdua turun dan langsung menuju restoran de’ Clan. Baca Lanjutannya…

Mengapa Perbankan perlu melakukan Good Corporate Governance atau disingkat menjadi GCG? Hal ini, antara lain, adanya perubahan strategis di tingkat global, yaitu: a). Adanya globalisasi, akan menyebabkan borderless, persaingan yang semakin ketat di antara industri perbankan, efisiensi yang tinggi, spesialisasi, interdependensi yang tinggi yang akan menyebabkan systemic risk. b). Terjadinya krisis ekonomi global, terorisme, pemanasan global dan bencana alam. c). Terjadinya corporate actions, seperti merger & aquisitions, dan aliansi. d). Gelombang perkembangan teknologi dan sistem informasi, seperti: information high-ways, perubahan cara berbisnis, perkembangan berbagai produk dan layanan. e). Makin maraknya berbagai bentuk fraud dengan sindikat global.  Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 15, 2014

Bisakah Pelaksanaan GCG diterapkan di semua lini?

Good Corporate Governance atau disingkat GCG, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Tata Kelola Perusahaan, didefinisikan sebagai berikut: adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas (Wikipedia).

Pelaksanaan GCG dalam industri perbankan berlandaskan pada lima prinsip yang sering disingkat sebagai TARIF, yaitu: Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 13, 2014

ART infal, kenapa tidak?

Saya susah mencari arti kata infal, walau istilah ini populer digunakan untuk mendapatkan pembantu yang bekerja sementara waktu karena pembantu utama sedang mudik. Dari tulisan di kompasiana, disebutkan yang benar adalah inval,  yang berarti PRT (Pembantu Rumah Tangga) Pengganti/ Sementara/Pekerja Cadangan. Asal kata ini adalah “invaller” dari Bahasa Belanda. Menurut Kamus Bahasa Belanda-Inggris, kata invaller (de) berarti  substitute, replacement, person or thing that takes the place of another atau pengganti/ orang pengganti. Sayangnya saya belum menemukan kata inval atau infal ini dalam KBBI. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Agustus 9, 2014

Bermain tidak harus memakai mainan yang mahal

Libur panjang ini, saya lebih banyak mengamati cucu bermain, dan ternyata mengasyikkan melihat permainan si kecil ini. Cucu saya yang berumur 3,5 tahun ini sudah sekolah di TK (PAUD), dan mulai diajarkan disiplin serta etika berperilaku sesuai norma sopan santun. Kami yang berada disekelilingnya harus mendukung program sekolah agar si kecil tidak bingung. Orangtua juga harus mulai mengajarkan kemandirian anak, sehingga saya merasakan betapa nyamannya melihat cucu berkembang, dia bisa asyik bermain sendiri, dan orangtua hanya mendampingi di dekatnya, sambil mengerjakan urusan masing-masing.

Apa saja permainan si kecil selama liburan ini? Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Juli 31, 2014

Lebaran

Saat ini kita sedang menikmati libur Lebaran, yang sejak beberapa tahun lalu kita mengenal adanya cuti bersama. Yang berarti, libur Lebaran tidak hanya dinikmati oleh keluarga muslim, namun juga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Saat saya masih kecil, libur Ramadhan adalah 40 hari, sehingga saat mulai bulan Ramadhan sampai dengan seminggu setelah Idul Fitri, yang ditandai dengan istilah “Lebaran Kupat”, kami bisa menikmati liburan. Dan karena ayah ibu bekerja sebagai guru, maka kami sekeluarga menikmati libur panjang ini. Dimulai dengan acara “megengan” berupa selamatan, serta berdoa, memohon agar kita bisa melalui bulan Ramadhan dengan penuh syukur dan khidmat. Selamatan ini diadakan dari rumah ke rumah, tak terkecuali tetangga yang bukan muslim, semua bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan. Selamatan kedua adalah “maleman” yaitu setelah tanggal ke-20 bulan Ramadhan, kemudian selamatan menjelang Idul Fitri, dan terakhir adalah selamatan seminggu setelah Idul Fitri. Makanan yang dimasak juga berbeda-beda, namun yang tak boleh dilupakan adalah apem, makanan yang berasal dari tepung beras, ragi, santan, telur, gula dan garam sedikit, diuleni (diaduk), dan didiamkan agar mengembang. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Juli 31, 2014

Bagaimana cara membuat perjanjian yang baik?

Sering kita membaca dan mendengar, ada dua pihak berperkara karena terjadi pelanggaran dari salah satu pihak atas perjanjian yang dibuatnya. Kita sering tidak membaca secara teliti apa yang telah dibuat dalam perjanjian, entah perjanjian kerjasama, perjanjian kredit, perjanjian jual beli properti dan sebagainya, karena kita menganggap sudah diserahkan kepada notaris. Yang perlu dipahami, bahwa kita sendiri yang akan rugi jika nanti terjadi masalah hukum di kemudian hari. Begitu kita menanda tangani sebuah perjanjian, maka sejak saat itu, risiko hukum terbuka, baik risiko karena terjadinya wan prestasi dalam kontrak atau karena sebab-sebab lain.

Syarat sahnya perjanjian menurut 1320 BW: 1) Adanya kesepakatan. 2) Kecakapan. 3) Suatu hal tertentu. 4) Suatu sebab yang halal. Akibat tidak memenuhi persyaratan tersebut, yang terjadi adalah: a) Jika tidak memenuhi syarat subyektif, dapat dibatalkan. b) Jika tidak memenuhi syarat obyektif, batal demi hukum. Baca Lanjutannya…

Oleh: edratna | Juli 12, 2014

Peran Eyang dalam pola pengasuhan si kecil

Saya merupakan ibu dari dua orang anak, yang sulung laki-laki dan yang bungsu perempuan. Keduanya sudah menikah, dan saya punya satu cucu perempuan yang lagi lucu-lucu nya dan ceriwis. Anak kedua saya tinggal di Jepang bersama suaminya. Agar pengasuhan si kecil aman karena si mbak di rumah telah ikut selama 17 tahun, maka anak pertama bersama isteri dan anaknya menemani saya, apalagi suami lebih banyak berada di luar kota. Walau serumah, ternyata tetap jarang ketemu, karena sama-sama sibuk. Anak dan menantu saya, sama-sama bekerja di luar rumah. Syukurlah karena sudah pensiun, saya hanya bekerja paruh waktu, sehingga pada sore hari bisa ikut terlibat dalam memantau pengasuhan si kecil. Disini peran Eyang bukan sebagai baby sitter, namun menemani cucu belajar, bermain dengan didampingi yang momong.

Yangti dan si kecil

Yangti dan si kecil melihat Ennichisai di Little Tokyo, Blok M

Saya melihat bagaimana si kecil belajar memasang balok-balok untuk menjadi aneka ragam bangunan, menggambar dengan krayon, menggunting kertas (yang ini masih harus ditemani), maupun meminta eyang mendongeng. Ternyata untuk usia  tiga tahun, si kecil baru bisa menyerap cerita dongeng dalam 5 halaman, karena si kecil banyak sekali pertanyaan nya, mengapa begini, mengapa begitu. Rasanya dulu anak-anak saya tak sebanyak itu pertanyaan nya. Dengan cucu ini benar-benar saya harus bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan umurnya. Dan dia termasuk hafal apa yang didongengkan, jadi jangan coba-coba mendongeng secara lisan dan “agak” mengarang, karena akan diperbandingkan dengan dongeng yang diceritakan oleh babe dan bunda nya.  Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.