Ada sebuah ajaran yang perlu diperhatikan bagi seorang pimpinan, dari mantan Direktur saya dan sekarang beliau menjadi seorang CEO Bank Papan atas di Indonesia. Ajarannya sederhana, dan bisa diterapkan pada kondisi kita sehari-hari.
Ada 3 (tiga) hal yang harus kita pertimbangan dalam setiap langkah:
1.Hati-hati dalam membuat kebijakan
Sebuah kebijakan harus dibuat dengan hati-hati dan telah mempertimbangkan dari setiap segi, karena kebijakan yang salah akan sulit perbaikannya. Apalagi kalau kita bekerja di perbankan, yang selalu berhadapan dengan risiko dan uang, maka kebijakan yang keliru akan berakibat pada kerugian secara financial.
Sebagaimana kita ketahui, di dalam membuat kebijakan, pada umumnya kita melibatkan pakar-pakar, termasuk dari Divisi legal, namun dalam implementasinya ada saja kebijakan yang pada awalnya baik ternyata tak sesuai dilapangan. Oleh karena itu, dalam setiap kebijakan harus ada escape clause, yang akan memudahkan dilakukannya revisi. Namun kebijakan yang mudah dilakukan revisi akan membingungkan pelaksana dilapangan, dan hal ini bisa membuat terjadinya penyimpangan tak disengaja dilapangan karena kebijakan yang berubah-ubah akan sulit pelaksanaannya dilapangan.
2. Transparan dan rendah hati, sehingga menghindari fitnah
Transparan, istilah ini sangat penting terutama apabila jika kita bekerja dilingkungan yang berisiko tinggi . Bank termasuk lembaga atau perusahaan yang berisiko tinggi, oleh karena itu diatur secara ketat oleh Bank Indonesia, serta harus mengikuti peraturan internasional (Basel 2). Secara garis besar kita mengenal 3 risiko di Bank, yaitu; Risiko Kredit (risiko yang muncul apabila terjadinya keterlambatan pembayaran dari debitur), risiko pasar (terjadi karena adanya perubahan tingkat suku bunga), serta risiko operasional (yang diakibatkan oleh kesalahan sistem, teknologi dan manusia). Pada setiap posisi di perbankan, setiap harinya dihadapkan pada sebagian atau ketiga risiko tersebut. Oleh karena itu, sikap, tingkah laku, dan kebijakan yang dibuat harus dilakukan secara transparan, agar setiap orang memahami bahwa kebijakan tersebut dibuat untuk kepentingan organisasi/perusahaan, agar strategi bisnis perusahaan dapat dicapai sesuai target yang ditetapkan oleh pemegang saham. Di samping itu, sebagai pimpinan harus bersikap low profile, rendah hati, agar setiap orang yang berhubungan, baik secara profesional maupun secara personal merasa nyaman. Sebagai seorang pimpinan, setiap sikap dan perilaku sehari-hari akan membawa image perusahaan, oleh karena itu sikap dan perilaku ini perlu dijaga agar sesuai dengan kebijakan perusahaan. Seorang pimpinan yang kurang terbuka, atau kurang bisa membawa diri, memudahkan timbulnya fitnah, karena setiap kebijakan yang dilaksanakan akan menimbulkan polemik. Dengan terbuka, setiap orang yang berkepentingan dapat dengan mudah memahami dan menilai alasan dikeluarkannya kebijakan tersebut.
3. Baca dan bacalah…..agar selalu membaca
Membaca setiap peraturan, akan membuat langkah yang dilakukan telah sesuai dengan sistim dan prosedur yang digariskan. Namun berbuat sesuai prosedur saja tidak cukup, sebagai pimpinan perlu banyak membaca, dan memahami berbagai persoalan yang terjadi, karena hal ini akan memudahkan dalam pergaulan. Dalam setiap langkah, pemahaman akan pengetahuan, kondisi ekonomi dan profil bisnis perusahaan lain, akan memudahkan untuk mengetahui posisi perusahaan kita, sehingga kita tahu secara pasti apa yang terjadi di perusahaan.

wah, aku udah cocok jadi CEO dunk, pemikiranku udah sejalan tuh :p ntar qt bikin perusahaan yuk bu..
Oleh: narpen on November 22, 2006
at 12:47 pm
Setuju…dimulai dari yang kecil dulu…kayaknya bisa deh, ntar tunggu anakku lulus dan siap jadi CEO
Oleh: kunderemp on November 23, 2006
at 2:44 am
Kenapa komentarnya jadi dari kunderemp ya…..:P
Oleh: edratna on November 23, 2006
at 2:46 am
ngomong-ngomong soal CEO, istilah bahasa Indonesia dari CEO apa ya? direktur eksekutif ?
Oleh: rusiawan on November 23, 2006
at 8:22 am
CEO= Direktur Utama atau Presiden Direktur…..soalnya kalau CEO lebih ringkas, dan udah jadi bahasa umum
Oleh: edratna on November 23, 2006
at 9:30 am
Simple, inspiring, obvious yet mostly forgotten! thanks for sharing this Ibu.
Oleh: nduari on Desember 6, 2006
at 3:26 am
thanks, god bless_U
seem there’re subset_2 me
coz do’a ku/hari juga 3
1-mohon kekuatan untuk ber-sabar
2-mohon kecerdasan untuk bersyukur
3-mohon kebanggaan untuk ber-rendah hati
thanksagainz
Wawan Hermawan,
Thanks kunjungan dan sharing nya.
Oleh: wawan hermawan on Maret 25, 2008
at 11:43 am
saya sudah baca dan saya ingin menrapkan peraturan yang bapak buat kalu boleh saya ingin bertemu dengan bapak dimana ya?
Oleh: Nursahid on Januari 13, 2009
at 2:07 pm