Oleh: edratna | Januari 7, 2007

Tana Toraja nan indah permai

Sejak selesai mengunjungi Wamena, saya sudah ingin melihat Tana Toraja, dengan ibu kotanya Makale. Sepulang dari Wamena, kedua staf ku melanjutkan perjalanan ke Toraja, tetapi saya harus langsung pulang ke Jakarta, karena besoknya putri bungsuku ulang tahun.

Akhirnya kesempatan itu datang juga. Saat bertugas di Makasar, kebetulan permasalahan yang harus diselesaikan cukup banyak, sehingga kepulangan kami terlambat. Ternyata sehari setelah kami bisa menyelesaikan tugas, besoknya liburan hari Raya Paskah, dan jika digabung dengan hari Sabtu dan Minggu kami punya waktu cukup untuk melihat Tana Toraja, maklum perjalanan Makassar Tora memerlukan waktu 8 (delapan) jam.

Kami berangkat dari Makassar sore hari, dan perkiraan sampai Makale tak terlalu malam. Ternyata di jalan ada truk yang rusak pas di tengah jembatan, mengakibatkan jalan tak bisa dilalui. Kami akhirnya bisa memasuki kota Makale jam 22.00 WIT dan langsung ke hotel yang telah dipesan oleh teman di Makale.

Hotel tempat kami menginap dibuat seperti kehidupan di Toraja, dengan rumah adatnya, yang menurut saya agak mirip dengan rumah adat Batak.

Rumah adat Toraja

Setelah selesai sarapan, kami dijemput teman di Makale untuk melihat tempat pemakaman mayat. Keunikan adat di Tana Toraja, mirip dengan di Trunyan Bali, mayat2 tidak dikubur, tapi ditetakkan begitu saja di celah2 pegunungan.

Tempat penyimpanan mayat sebelum dimakamkanMayat disimpan, menunggu upacara pemakaman

Sebelumnya mayat disimpan pada suatu tempat, bentuk tempatnya bermacam-macam (lihat gambar atas), menunggu waktu pemakaman yang sesuai. Pemakaman mayat di Tana Toraja merupakan acara yang ditunggu-tunggu turis, dan memerlukan biaya mahal. Konon katanya, sang mayat bisa berjalan sendiri dan menaiki tangga di pegunungan untuk mencari rumah abadinya. Sayangnya saya belum mendapat kesempatan melihat acara ini.

Pemakaman di gunung batu….lihat celah2nya yang untuk menyimpan mayat

Mayat diletakkan pada gunung, yang dibuat sekat2 dan terdapat jendela, yang umumnya diisi dengan boneka sehingga seolah-olah seperti orang yang melihat dari balik jendela rumah.

Payung dan baju menyertai mayat yang dimakamkan

Pada saat mayat dimakamkan, dibawakan barang2 yang disukai selama hidupnya. Dapat dilihat pada gambar, di dalam pemakaman juga terdapat payung berwarna warni .

Kami makan siang di restoran di tepi sungai, ditemani oleh Pemimpin Cabang Makale. Menurutnya, jika tamunya muslim, harus ditemani saat mencari makan, karena makanan untuk muslim sangat terbatas di Tana Toraja. Selanjutnya, kami melihat pasar dikota Makale. Bentuk pasar tak berbeda jauh dengan pasar di kota2 lain di Indonesia. Disini kami membeli cindera mata, berupa batik khas Tana Toraja.

Malam itu kami kembali menginap di hotel. Pinca Makale sudah mengingatkan, bahwa agar tidak mabuk dijalan, sebelum berangkat ke Makassar harus sarapan. Sarapan tidak boleh banyak tapi secukupnya saja, dan dalam perjalanan disarankan istirahat di Gunung Nona (gunung yang berbentuk seperti buah dada seorang nona) sambil minum kopi dan menikmati pemandangan. Selanjutnya kami disarankan berhenti lagi di Pare-pare untuk makan siang, sesudah itu perjalanan boleh diteruskan ke kota Makassar tanpa henti. Saran ini disebabkan teman saya mendengar, bahwa saat berangkat ke Makale saya mabuk berat, untungnya perjalanan malam, sehingga tak banyak yang bisa dilihat.

Gunung Nona, antara Makale dan Enrekang

Di gunung Nona kami beristirahat, ke toilet dan menikmati secangkir kopi sambil melihat pemandangan yang indah permai.

Kami mampir di kantor cabang perusahaan kami di Enrekang, yang Pemimpin Cabang nya teman seangkatan stafku. Selanjutnya kami makan siang di Pare-pare. Restoran tempat kami makan siang berada di tepi pantai, sehingga kami bisa menikmati kapal laut yang berlalu lalang di pantai.

Dari Pare-pare kami terus menuju kota Makassar, dan sampai dihotel menjelang Magrib. Selesai sholat Magrib kami berjalan-jalan sepanjang jl. Somba Opu dengan naik becak. Jalan Somba Opu terkenal dengan toko emas, yang berbeda dengan emas di daerah lain, karena emas disini berwarna lebih kuning, berasal dari daerah Kendari. Saya membeli seperangkat perhiasan untuk kenang-kenangan.
Becak dikota Makassar, paling kecil dibanding becak2 di kota lain (Bandung, Madiun, Yogya, Solo, Surabaya, Sidoarjo dll)

Becak di Makassar sangat kecil, saya bersama teman cewek nyaris nggak bisa masuk dalam satu becak, padahal sama-sama kurus. Staf saya yang pria mencoba menjadi tukang becak, khusus untuk berpose disini. Malam ini kami tidur dengan nyenyak, karena besok pagi harus kembali ke Jakarta dengan penerbangan pagi.


About these ads

Responses

  1. Toraja memang sangat unik apa lagi dengan banyaknya tempat pariwisata meskipun saya tidak pernah pergi kesana tetapi orang tua saya lahir disana saya ingin sekali pergi kesana tapi gimana caranya kesana saya tidak punya dana dan waktu untuk kesana ntar aja kalau saya suda punya penghasilan saya akan menikmati pemandangan di sana apa lagi kalau digunung sesean kata orng gunungnya indah

  2. Sarah,

    Sekarang masih kuliah ya…nanti aja kalau udah bekerja, siapa tahu nanti ditugaskan kesana, jadi sambil menyelam minum air.

    Saya juga pergi jalan-jalannya karena tugas dari kantor, dan pada waktu senggangnya (malam hari, inipun sering nggak bisa kalau acaranya padat sekali) atau pagi-pagi sebelum bekerja, mencoba melihat-lihat kota yang saya kunjungi. Makanya sebetulnya belum puas, karena hanya tempat tertentu, karena terbatas oleh waktu. Kalau pergi ke Papua kemarin, tugasnya melalui hari Sabtu dan Minggu, jadi ada 2 hari untuk jalan-jalan…..tapi risikonya jadi terlalu lama, dan kangen rumah, ninggalin anak-anak (walau udah besar-besar)…..

  3. cok gambar batike endi

  4. Menurutku Toraja lumayan bagus, cuma sayang pada malam hari disana gelap.

  5. M^~^M,
    Saya ke Toraja sudah lama sekali, tahun kemarin pas tugas ke Makassar mau kesana, mendadak ada panggilan bos harus segera balik ke Jakarta, padahal cuti udah disetujui…terpaksa batal deh.

  6. hi bu Enny,,
    fotonya bagus2x.! kalo mau lihat lebih banyak photo Toraja silakan lihat di http://www.toraja-treasures.com/album

    salam hangat,
    ato’

  7. Ato,
    Jadi pengin kesana lagi….tapi waktu harus cukup ya, perjalanan Makassar-Toraja 8 jam.

  8. when i was born and grew up there until tenagers
    and i was remember toraja is a wonderfull place…
    too many memories story during i was living there…
    and toraja will always in my mind wherever and whenever i go and live….
    but now toraja going different……….
    i just pray to god to protect and keep kind mind every single torajanese…..

  9. Fico,
    Saya tak tahu kondisi Toraja saat ini…..tapi memang budaya dan lingkungan hijau Toraja layak dipertahankan. Tapi saat saya kesana tahun 1995, Toraja terlihat kurang hijau, saya kurang mengamati atau tanahnya kapur……dengan Toraja lebih hijau, saya kira suasana nya akan lebih indah.

  10. bu Enny,
    skrang sdh ada penerbangan langsung dari Makassar ke Toraja kok! Harga tiketnya +-Rp 210.000,- . Pesawatnya terbang 3 kali seminggu; Selasa, Kamis dan Jumat, pukul jam 10 pagi. Jadi ibu ga naik perlu naik bis 8jam lagi dari Makassar ;)

    salam hangat,
    ato :)

  11. Ato,
    Setahuku sejak dulu memang ada, tapi biasanya pesawat kecil….dan saya agak serem naik pesawat kecil. Sebetulnya saya suka perjalanan darat, sambil melihat panorama sepanjang jalan, tahu kota Pare-pare dengan kapalnya yang merapat di pelabuhan, dan singgah di kota-kota lainnya, mampir minum kopi di gunung Nona dll. Memang diperlukan waktu yang cukup untuk bisa menikmati keindahan tsb.

  12. pengen?????
    tpi gk pnya duit…

    heeeeheeeee

  13. Gerry,
    Menabung dulu, yang penting ada mimpi untuk suatu ketika sampai kesana….

  14. klu aq memang besar ditoraja jd sma objek wisata ditoraja saya tahu smp adat2x,tp skrg saya gak tinggal disana soalx saya ikut ortu keluar kota

  15. bw km yg blm pernah ksana maka buruan,saya jamin km gak bakal nyesal.

  16. halo ibu.. hehe.. mo ngoreksi dikiiiiittt… tentang gunung nona.. uumm.. seinget saya.. diberi nama nona sebenernya bukan karna bentuknya seperti buah dada seorang nona.. tapi seperti bentuk lain yang dimiliki oleh seorang nona.. eh.. wanita deh.. hihihi.. *haduhh.. meni gak pantes gini sih omongannya.. ^_^v.. maap ya bu.. :D

    Qnoi,
    Thanks koreksinya, saya dulu yang ngasih tahu guide…benar tidaknya walahhualam

  17. jd pengen kesana tp g’da duiiiiiiiit! Gmn dunkz?????????????????????????

  18. waaahhh, dari dulu cerita tentang Tator memang selalu menarik.

    Sayang sampe sekarang belum sempat bke sana.

    minta informasi tentang hotel yang ada apa saja dan berapaan? yang bagus, aman dan murah!

    thx.

    Didik Budiarto,
    Saya juga baru sekali ke sana. Informasi hotel, biasanya dapat dilihat di web site…..

  19. alowww saya orang toraja asli loh…
    sekarang lagi kuliah di bogor…
    bukannya membanggakan…tapi toraja memang indah…selalu membuat orang kangen…termasuk saya yang dah 2 tahun gak pulang ke sana…hehe…

    Sri,
    Yup….setuju….

  20. Salam kenal ‘Bu..,..mau ikut comment ah..ttg..Toraja..(abis membangkitkan kenangan sih;p).. mm.. cuma sekali kesana th ’86 or ’87..??..dah lama bgt yakk??.. lupa persisnya, pas liburan semester ganjil bareng temen2 kuliah di UNHAS.. Tapi wkt kesana momentnya tuh pas bgt, krn lg ada acara pemakaman Ne’ Reba, konon kt-nya setelah 6th baru dipestai-in (beliau ex ketua DPRD Toraja yg juga ayah or kakek..(lupa..gw )..dr Bpk. Jonathan Parapak Dirut Indosat wkt itu)..wah ruaaameeee bgt…wong sampai 7 menteri hadir kok…wah puas banget deh acranya 3 hr 3 mlm…semua acra gw ikutin paling menarik waktu acra tebas kerbau (dipotong lehernya dengan sekali tebas pakai parang Toraja yg konon tajam banget krn campur magic..)..sumpah!. sekali tebas kerbau yg guedee itu langsung terkulai kepalanya & berlarian gk tentu arah, hingga kami2 yg nonton disekitar situ sampai berlarian ketakutan… serruu..abis..deh.. pokoknya kalo mau kesana coba cari yg pas ada acra pemakaman, aplgi yg dimakamkan pas ex pejabat, atau org kaya..wah..pasti ..puas banget..oya selama disana kita dijamu di rumah2 panggung disekitar upacara mau makan, ngopie & camilan semua disediain..kok..padhal kita asli cuma turis lokal..he..he..

    Ninonk,
    Toraja indah, kelemahanannya untuk mencapai kesana perlu waktu lama , karena perjalanan dari Makassar ke Makale 8 jam, sehingga bagi kaum pebisnis sulit menyediakan waktu.

  21. AKu jadi teringat waktu kesana pas tahun 2004. Memang bagus tenannn. Jarang kan yg punya adat istiadat yg unik kek mereka.

    Pas perjalanan darat kesana, daerah2 yg disinggahi juga bagus. Udaranya masih segerrrr

    Jadi rindu mau ke sana lagi terutama mo ke Makassarnya. Ingat Makassar, ingat wisata kuliner. Hehehee…

    Luthfi,
    Memperhatikan nggak, rumah adatnya mirip rumah adat Batak…apakah dulunya pernah ada hubungan ya?

  22. Gilaaa, saya iri ma ibu

    Rachel,
    Iri kenapa? Saya jalan-jalannya sekalian karena tugas kantor, kemudian waktu yang tersisa (Sabtu Minggu) digunakan untuk jalan-jalan. Nanti Rachel juga bisa seperti itu, siapa tahu malah jalan-jalan ke luar negeri, yang penting harus punya mimpi….seperti menantuku, yang tak pernah membayangkan akan menginjak Amerika, dan malah bekerja disana.

  23. Jadi ingat rumah ini. Saya lahir dan dibesarkan disana. Kuliah di Makassar kemudian kerja di Jakarta. Pegungan hijau akan ditemui didaerah timur yang berbatasan dengan kabupaten luwu.

  24. pingn ke toraja lagi???…hm harus siapin waktu satu minggu minmal, itupun blum cukup puas…pesta orang mati aja ada yang satu minggu lebih. uda lihat tedong silaga?? (adu kerbau).we….we….we…azip.

  25. gambar-gambar batik sangat indah pa lg batik toraja

  26. Alam toraja memang indah dan budayanya sangat unik. Pada tahun 80-an hingga pertengahan 90-an jumlah turis ke toraja sangat banyak. Bahkan untuk wilayah Indonesia bag timur paling rame setelah Bali.Sayang semenjak bom bali dan kerusuhan poso jumlah turis makin menurun…
    Semoga kedepan pariwisata Indonesia bangkit lagi

  27. Tana toraja memang sangat bagus apalagi jika kita pergi ke tempat-tempat wisata yang lain.Saya adalah orang Toraja dan sekarang rumah saya ada di Rantepao.

  28. pokok e toraja apik tenan. alu juga baru pulang dari sana. gila lamnya indah banget dech

  29. HALOOOOOOOOOO FREND2 KOE NE ORG TORAJA ASLI.SKARANG DI PASIR TGT KALTIM.BARU 2 TAHUN G KE TATOR RASANYA UWE KIOYOK 25 ABAD.POKO’E TORAJA MUANTAP RE’.KALO LO KE SANA LO G BAKALAN NYESAL.

  30. KALO TEMAN2 KESANA JANGan lupa ajakin ya biar ama2 jalan.poko’nya toraja selalu di ahatiku(081334284352)

  31. klo orang lain suka ke toraja….
    pa lagi yang asli tator yang ada di rantau orang
    km semua punya keinginan ……
    kpn toraja bisa kayak bali….
    bisa banyak turisnya….!
    gmn caranya…….???

  32. jadi pengennnnn juga jalan2 ke toraja…

  33. gila aq baru balik dri toraja kemarin
    terxata toraja kerrrrrrrrrrren banget
    buat loe loe pd yg blm ke toraja psti nyesal d
    soalx bentar lg toraja beruba lo
    jd buruan jgn telat yah………..
    ko pada mo to
    salama nasang lako kita sang baraku
    na kamasei ki puang

  34. anak toraja bayak miskin di cina. apalagi disini d musim dingin.

  35. Halo Bu Enny,
    salam kenal…
    Papa saya sekarang lagi tugas di Makassar. Tahun kemarin kami sekeluarga Natalan di Makassar. Mama, Papa dan salah satu adik saya sudah pernah pergi ke Toraja. Sayang sekali waktu itu saya sedang di Jakarta.

    Nanti kalau ada waktu saya akan jalan-jalan ke Toraja. Sekalian jalan-jalan keliling Indonesia. Tapi karena masih kuliah, jadinya belum bisa terlaksana ^^

  36. Toraja alamnya sangat indah…saya harapkan dari pencinta lingkungan khususnya lembaga2 internasional agar dapat membantu didalam penataan lingkungan.

  37. Toraja? I orang Toraja n g pernah bosan untuk pulang ke Toraja, Toraja is a beautiful place
    buat sangmaneku orang Toraja ayo kita bangun kembali Toraja menjadi daerah tujuan wisata dengan cara apapun dengan comment beginipun adalah salah satu caranya

  38. wah sudah pada ke Toraja to…saya juga orang toraja,….to toraya kan…. di toraja itu banyak sesuatu yang bisa kita dapatkan…

  39. Sewaktu kecil sampai ketingkat sma saya sering ke toraja (ke kampung ibu saya) namanya desa pemanikan Rantepao, udaranya sejuk. Saat ini saya kangen ama toraja . Semoga wisatawan toraja dapat bangkit lagi amin…….

  40. Hmm.. tOraja !! Tagh bS d utarakn dgn kata2 !! bgt banyak kenagan ,, bgt banyak kisah ..

    ak org toraja asli,, papimamiku asli org TORAJA !! yah kmi mmg gg prnh tinggl d toraja ,, berlibur pun jarang .. tP skalix berlibur ,, BEUH !! bnr2 k plosok (scra kmpung bokap,,mmg d plosok,,)
    ak sneng bgt klo k toraja pd saat musim hujan,,naik turun gunug bner2 SERU!! knp ?! cOz Becekx mnta ampun! brasa maen prosotan gt dh!!hho!!tingglx d rmh panggung,,msakx mke kayu,,
    hmm,,bner2 natural.. blm d pngaruhi ma apapun..

    YEAH !! i LOVE TORAJA !! TORAJA widh Luv . MmUACHH ..

  41. aku jadi ingert sama kautsar tmn aku yang ngajakin aku maen ke Anrekang, Basui. aku sempet mampir di tana toraja, emang sih bagus, indah, nyaman dan enak dipandang tapi itu hari aku kecapean karena memakai kendaraan bermotor. yg lebih aku senangi bisa melihant peninggalan orang dulunya sulsel, dan mengerti siapa itu Kahar Muzakar.
    tanks y kautsar lo tmn aku yang baek bengat

  42. toraja…..

    sudah tidak se_sejuk dulu…

    tapi apa boleh buat.
    sudah hal yang lumrah terjadi.
    di tahun 90_an
    kita masih bisa menyaksikan gembiranya manusia-manusia tana toraja…
    bukan berarti sekarang tidak!!!

    tapi!!! tujuan dan sebab kegembiraan itu sudah beda dari yang dulu.

    bagaimana untuk mengembalikan semua itu???

    dengan persatuan??? mudah menyebutnya,

    tapi untuk mewujudkan???

  43. Tana Toraja….. mamali’. oia jgn lupa ke Sa’dan.. tau kan sungai sa’dan… Toraja peace

  44. aq lupa bilang klo aq orang Toraja Asli… cuma aq lahir sampai SMA di Nunukan Kaltim… Kuliah di Makassar… truz balik lagi di Nunukan tapi apapun…. Toraja… tetap ada di hatiku… n skedar info… nyesel lo klo nda’ ke Tana Toraja… salam… Tirsa Ponglabba

  45. sekedar informasi tentang rumah adat tana toraja
    Sumber: Konstruksi Indonesia, Teknologi Rumah Tahan Gempa. Departemen PU (2007).

    Rumah tradisional Toraja merupakan salah satu kebudayaan bangsa yang keberadaannya dipandang perlu untuk dipelihara agar tidak punah.
    Kabupaten Tana Toraja terletak di pedalaman Provinsi Sulawesi Selatan, 340 km ke arah utara dari Makasar, dengan ibukotanya Makale.
    Daerah Tana Toraja umumnya merupakan tanah pegunungan kapur dan batu alam, diselingi dengan ladang dan hutan, dilembahnya terdapat hamparan persawahan.
    Latar belakang arsitektur rumah tradisional Toraja menyangkut falsafah kehidupan yang merupakan landasan dari perkembangan kebudayaan Toraja.
    Dalam pembangunannya ada hal-hal yang mengikat, yaitu:
    1.Aspek arsitektur dan konstruksi
    2.Aspek peranan dan fungsi rumah adat
    Rumah tradisional atau rumah adat yang disebut Tongkonan harus menghadap ke utara, letak pintu di bagian depan rumah, dengan keyakinan bumi dan langit merupakan satu kesatuan dan bumi dibagi dalam 4 penjuru, yaitu:
    1.Bagian utara disebut Ulunna langi, yang paling mulia.
    2.Bagian timur disebut Matallo, tempat metahari terbit, tempat asalnya kebahagiaan atau kehidupan.
    3.Bagian barat disebut Matampu, tempat metahari terbenam, lawan dari kebahagiaan atau kehidupan, yaitu kesusahan atau kematian.
    4.Bagian selatan disebut Pollo’na langi, sebagai lawan bagian yang mulia, tempat melepas segala sesuatu yang tidak baik.
    Bertolak pada falsafah kehidupan yang diambil dari ajaran Aluk Todolo, bangunan rumah adat mempunyai makna dan arti dalam semua proses kehidupan masyarakata Toraja, antara lain:
    1.Letak bangunan rumah yang membujur utara-selatan, dengan pintu terletak di sebelah utara.
    2.Pembagian ruangan yang mempunyai peranan dan fungsi tertentu.
    3.Perletakan jendela yang mempunyai makna dan fungsi masing-masing.
    4.Perletakan balok-balok kayu dengan arah tertentu, yaitu pokok di sebelah utara dan timur, ujungnya disebelah selatan atau utara.
    Pembangunan rumah tradisional Toraja dilakukan secara gotong royong, sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga, yang terdiri dari 4 macam, yaitu:
    1.Tongkonan Layuk, rumah adat tempat membuat peraturan dan penyebaran aturan-aturan.
    2.Tongkonan Pakamberan atau Pakaindoran, rumah adat tempat melaksanakan aturan-aturan. Biasanya dalam satu daerah terdapat beberapa tongkonan, yang semuanya bertanggung jawab pada Tongkonan Layuk.
    3.Tongkonan Batu A’riri, rumah adat yang tidak mempunyai peranan dan fungsi adat, hanya sebagai tempat pusat pertalian keluarga.
    4.Barung-barung, merupakan rumah pribadi. Setelah beberapa turunan (diwariskan), kemudian disebut Tongkonan Batu A’riri.

  46. saya masih keturunan tana toraja

  47. introduce, saya iril, lahir besar dan sekolah mpe sma ditana toraja. kayaknya pada pengen ngunjungin toraja ya….
    satu saran kalau mau jalan2 kesana, usahakan pada bulan juni/juli atau desember karena akan banyak upacara2 adat dibulan itu.

  48. toraja………. namanya saja to-Taja tempat yang sangat menyenangkan buat raja2 he………
    salam buat teman ku di Toraja: Ibu Hermin, ita, Pa Kennang Tandipung………

  49. kalau mau liat foto foto yg belum ke sana monggo di http://www.batusura.de mungkin bisa jadi referensi

  50. Waduh Ibuuu…!!! Kalau denger kata Toraja, peristiwa lama tahun 89 bangkit kembali ketika nyasar di Gunung Bawangkaraeng, atau nyungsep terombang ambing di jeram Sungai Sadang. Sempet ngelongok mayat/jasad yang diawetkan diatas para sebelum upacara pemakaman ?..seru deh bu.
    Kemana lagi jalan-jalannya neh..! ditunggu ya..

  51. jangan hanya mendengar cerita tentang keunikan budaya eksistensi toraja buktikan …. sobat buktikan sendiri …. kalo ke toraja jangan lupa hubungi aku pasti puas … ok

  52. Aku pengen ke toraja lagi,lama rasanya gak menginjak kan kaki di tana toraja.Saat meliat situs ini aku tambah ingin ke sana,karena aku dh lama gak ke sana

  53. Toraja bagusss dan cantik. Apalagi budayanya yan unik . Tapi sayang pemerintah tak sadar akan hal tersebut u dapat di jual ke luar negeri sebagi alternatif dari Bali yang sudah terkenal….
    kusarankan agar toraja lebih ramai u di kunjungi oleh wisatawan bagainmana kalau Toraja di promosikan secara besar-besaran di Pulau bali ,jogja,dan bandung dan jakarta yang akan kita inginkan adalah orang indonesia banyak kok yang kaya2 .. jadi kita bisa menghemat biaya.

  54. toraja…… ngak tau deh bangus banget saya darah orang toraja lahir di kalimantan, baru 6 bulan yang lalu dari toraja kubur nenek saya.
    wah taun depan mau balik lagi.

  55. qe~rene .
    jadi pengen kesana ne .
    ntar bareng” ma tmend” jha deh .

  56. Saya asli dan besar ditoraja, walaupun sudah 12 tahun merantau belum pernah saya menemukan tempat yang seindah dengan masyarakat yang ramah seperti kampung halaman saya.

  57. taun 93-96 sy dulu sekolah d toraja… waktu itu toraja, teman2x sy gak tau pada dimana skr, mkin mrk dah sukses kali yaaaaaaa,,,,,
    skr sy dah d papua, ingat toraja pengenya pulang kangen buangattt tp blum ada waktu…….
    mau tanya nih….(bg yg br plg dr toraja tau yang msh tgl d toraja skr) Toraja masih kyak dl gak??, adem, sejuk, cantik, indah n ramah….???
    sbelumnya trim’s atas komenx…

  58. muikumale mambela but toraja always in my heart spaciall for my people to-king

  59. Toraja adalah warisan budaya dunia yang harus kita lestarikan. Siapa lagi yang akan melestarikannya kalau bukan kita orang Toraja sendiri.

    tabe’ lako indo’/ambe’/siulu’ la mengka tulung pa'; den tugasku dio mai kampus. di bengkan tugas menmbuat Essay tentang budaya; saya sudah membuat 2 essay tentang Rambu Solo’ dan masih harus menyusun 3 buah lagi. Sekarang ini saya lagi nyusun esssay “Rambu solo’ dalam prespektif dulu dan sekarang”
    dulu ==> sebelum kekristenan masuk ke toraja
    sekarang ==> setelah bertemu dengan kekristenan

    saya berharap ada masukan dari teman2 serta bapak ibu sekalian

    terimakasih

    beny-FIB Univ Indonesia

  60. oh ya alamat email saya beny_amin_mjn@yahoo.com

  61. toraja sangat menakjubkan. salah satu keunikan daerah diindonesia. budayanya harus dilestarikan.

  62. saya asli makassar, malah belum pernah ke toraja lo….hihihi, jadi malu… pulang ke makassar juga paling hanya setahun sekali. bener bu…untuk ke toraja tuh butuh prepare waktu dan juga musti pas ada event yang rame

  63. aku orang torja asli. pangala itu nama kampung saya di toraja. pengen si pulkam tp blm sempat. alnya ku lg kul. kangen banget dee ma kmpng halman yang bgtu indah..

  64. tanah toraja emang keren banget dengan pemandangan yang indah. saya pernah kesana klu gak salah tahun 2003. tapi, gak smpe sebln bntar aja.coz wktu itu msih sekolah jadi gak bisa lama-lama. o yach saat di toraja waktu mandi airnya dingin bnget…dan waktu itu saya senang bnget beberapa hari eh ada pesta orang meninggal saat pemakaman adatnya unik bnget…pokoknya keren , keren,

  65. Halo saya mau tanya2 neh soal TaTor. Saya asli Toraja tapi tidak tahu apa2 soal Toraja soalnya lama tinggal di Pulau Jawa. Saya mau tanya soal upacara pemakaman yang mayatnya bisa jalan sendiri ke kuburannya itu nama upacaranya apa? Trus parang Toraja dikasih magic apa? Magic nya lebih ngeri dari magic suku dayak yang pake mandau terbuat dari batu? Terima kasih.

  66. toraja nan indah dipandang mata,skali ke toraja pasti akan ingat toraja

  67. saya pernah KKN disana tahun 1990, tepatnya di nanggala sangpiak salu…..toraja sangat indah….masyarakatnya tamah…apalagi makanannya “pakpiong”,,…sederhana tapi wuihhhhhhh…punya sensasi tersendiri….aroma daun miana, daun bawang dan daging babi…..dibakar dalam bambu…wuihhhh….sensasinya luar biasa…..coba jalan2 ke batutumonga..dan nikmati secangkir kopi diatas sana…….mantaappppppppppppppp…yang suka ke toraja adalah wisatawan perancis…senang tracking dipegunungan……

  68. Torajaku,… kubangun, kubela, kujaga: keindahan, kemegahan dan keberagamannya.

  69. tanah toraja ibukotanya makale tempat saya lahir,saya bangga jadi orang toraja walaupun saya besar di ujung pandang (wkt itu namanya sebelum kembali jadi kota makassar) & skrg sy netap di sentul bogor tetapi sy tetap orang toraja asli, mamaliku sule tiro kuburuna papa’ku yo peniroan mengkendek toraya, ta lenduk opa…manasuh mo raka.

  70. Toraja memang indah

  71. toraja memang suatu daerah yang sangat indah

  72. Upacar menjalankan mayat itu klo tidak salah namanya Ma’ pamalingka to mate, skrng sdh tdk ada itu lgi karena skrng udah ada kendaraan dan biasanya yg digituin apabila tempatnya jauh banget, Kalau mau dpt wktu yg tepat buat liburan biasanya itu setelah panen terakhir antara bulan 6-8 atau liburan anak sekolah, krna skrng pesta di Toraja itu memperhatikan hari libur anak sekolah sebab mreka menunggu hadirnya semua keluarga. Saya orang Toraja-China tpi klo masalah adat saya hapal betul dan tahu betul silsilah keluarga saya, Kata Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sul-Sel saat ini) Jangan mati dulu sebelum kunjungi Toraja, Coba2 ke daerah Sangalla tepatnya di turunan kalian akan takjub melihat pemandangan dengan latar belakang gunung batu yg sangat indah ( Buntu Kandaure ). Saya kurang tahu klo masalah ada hubungan Batak dengan Toraja tpi yg jelas di Toraja itu membuat suatu Tongkonan atau Alang (lumbung) itu tdk asal-asalan harus memperhatikan arah selain itu ukiran yg terdapat pda dinding2 itu semua mempunyai makna dan melambangkan kasta seseorang. Duhhhh dah 8 tahun nih g ke Toraja, andaikata Canada-Toraja cuman 8 jam, tiap minggu kali aku ke sana, hehehehe

  73. uhm…mendengar nama Toraja…pasti dipikiran kita budaya yg unik dan menabjubkan..dan anda benar..toraja mmg luar biasa sebagai salah satu warisan dunia yg harus tetap kita lestarikan..maka itu perkenankanlah saya sebagai panitia “kombongan kalua’ sang torayan” mengundang semua anak titisan lepongan bulan matari’ allo untuk mengadiri kombongan kalua’ yg akan diadakan pada bulan oktober tahun 2009 di tongkonan lepungan bungin makale..buda mo tu aluk di aluk-aluk, budamo tu ada’ di ada’-ada’…saatnya kita angkat kembali budaya kita yg asli…mari sukseskan…atas nama panitia Kombongan kalua’ sang torayan.”TARONGKO

  74. saya orang toraja asli, papi mami ku disana, skrang saya di papua tapi saya tetap rindu toraja. membangun tana toraja memang harus mengandalkan pariwisata, krena itu adalah hal yang paling istimewa dari tana toraja. ayo mari tingkatkan perkembangan pariwisata di toraja baik di dunia nasional maupun di dunia internasional, dengan meperkenalkanya lewat medi cetak dan elektronik kususnya di situs-situs di intrnet.
    TANA TORAJA i miss U 4ever

  75. maju terus toraja dan kebangkanlah kebudayaan kita sampai ujung dunia

  76. Indah Toraja dgn pmandangan alamx, keunikan budaya membuat kmi slalu merindukan

  77. Tator memang indah….
    saya 2 kali kesana, terakhir tgl 29-30 September ini. kebetulan pas ada acara penguburan mayat. dan sempat melihat tradisi adu kerbau.

    Kalau beruntung, saat di tator, kita bisa melihat kerbau bule (tedong bonga) yang langka dan sangat mahal harganya. menurut kepercayaan, orang yang pertama kali melihatnya, langsung mengucapkan keinginan dalam hati (make a wis), dan konon, keinginan itu bisa terkabul. Untung saya kemarin melihat seekor tedong bonga langsung…entah benar atau tidak, semoga keinginan saya terkabul..
    Saya sendiri selalu ingin kembali ke sana dan menikmati keindahan alam dan keunikan budayanya.

    salam,
    nana

  78. Toraja memang indah….anak saya yang masih kelas satu aja minta pulang kampung….katanya enakan di toraja daripada di jakarta….apalagi yang udah gede pasti…mau ke toraja…kalau yang nggak suka toraja berarti anehhhhh

  79. hal yang membuat saya penasaran dengan pemakaman mayat di gua atau di pohon besar, Kebudayaan atau adat istiadat ini terus berlangsung sampai sekarang.

  80. Akhir tahun 2008 yll saya ke Tator, sampai ke Rantepao dan menginap di puncak gunung Batu Tumonga, disana ada hotel yang pengunjungnya kebanyakan turis asing. Dari puncak gunung ini, rasanya setengah daerah Tator kelihatan, Indah benar. Menurut saya banyak kemiripan adat dan budaya Tator dengan Batak. Kemungkinan ada kesamaan sejarah mereka para pendahulu. Sebagai orang Indonesia sebaiknya kita bisa melihat dan mempelajari adat dan budaya masing-masing daerah, sehingga kita bisa menerima kemajemukan dan menyadari bahwa kemajemukan itulah Indonesia.

  81. Oh…toraja tondok lepongan bulan Toraya tungka sanganna tontong nakamali’ tobuda na lendu’i to mambela.
    Waduuh jadi pengen pulkam nich apalagi udah dekat2 Natal & Tahun Baru udah kangen kumpul sama sangsiuluran

  82. setelah 6 thn yang lalu saya teringat tempat kelahiran saya yaitu tanah toraja yang indah alamnya. namujn apa dikata saya ga sempat pulang karena saya terikat dengan tugas saya sebagai abdi negara. apa lg sama ortu yang sudah kangen berat saa saya.

  83. Toraja tiada duanya…, senantiasa kurindukan, kemanapun kehidupan ini membawa saya.
    Tanah dimana saya dilahirkan dan dibesarkan.

    Toraya, Tondok tae’ susinna, tontong kukamali’, moi umba2 padang male kuola.
    Tondok kunai didadian, tondok lamunan loloku.
    Lili’na lepongan bulan, gontingna matari’ allo..

    Lestarilah Torajaku…Lestarilah Indonesiaku.
    I love you pulll

  84. saya salah seorang perantau dimana sangat menginginkan adat kita agar tetap berkembang sesuai aslinya

  85. Toraja (Sulawesi) – Batak (Sumatra) – Dayak(Kalimantan) sama-sama tergolong Melayu Tua, makanya ada kesamaan dalam beberapa hal.

  86. saya asli toraja…sekrang toraja uda gk kya dlu…skrang lebih bnyak permukiman dan bnyak dbngun perumhan..dan yg gw denger pngen dbngun stadion dan bandara…..kur’re sumanga

  87. oh toraja……aku rindu engkau udah 5 tahun aku tidak pulang,toraja memang indah aku tidak bisa melupakan engkau karena engkaulah tanah kelahiran saya tepatnya di Rantepao malango…….
    aku teringat akan masakan khas toraja yaitu pak piong bai tapi sayangnya aku terlalu jauh di rantau orang (samarinda).

  88. Rencananya saya mau ke Makasar 28 Juni ini, dan pengen ke Tana Toraja, kira2 berapa lama jalan darat nya? Atau denger2 bisa naik pesawat ya?
    Kami ber-10 dan berencana menginap 4 hari

    Coba anda baca baik-baik artikelnya, saya bukan bekerja di travel, cerita tentang Toraja adalah sekian tahun lalu saat saya bertugas di Makassar dan punya kesempatan untuk mampir kesana.
    Jadi, pertanyaanmu tak bisa kujawab

  89. hehhe,,,klu ada yang mengeluhkan masalah jarak Toraja dari makassar itu sgt disayangkan justru itulah keunikan dari Tana Toraja dan tantangannya,,perjalanan yg sangat mendebarkan dan menyenangkan kita bisa melihat” pemandagan” dari kebupaten” yg lein sebelum melihat “tana surga” yg bgt elok,,,kunjugin juga batutumonga slah satu tempat terelok di tatorr


Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 223 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: