<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Para asisten di keluarga ku</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 05:14:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-1305</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 12:09:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-1305</guid>
		<description>Mbak Tini, 

Kalau kita menganggap asisten seperti keluarga sendiri pasti mereka akan betah, walau kadang kita juga marah kalau mereka berbuat kesalahan. Tapi mereka bisa membedakan, marah yang wajar dengan yang memang &quot;galak&quot;.

Asisten saya yang baru berumur 15 tahun, walaupun &quot;agak bego&quot;...maklum masih baru, tetapi anak-anak sangat sayang kepadanya, apalagi setelah tahu dia anak bungsu dan ibunya meninggal saat dia masih kecil. Banyak sekali kelucuan yang terjadi, dan ini membuat rumah terasa segar karena kita ketawa melulu. Tapi saya kembali masak secara standar, karena tangan dia kuat sekali, gelas piring sering pecah, rice cooker rusak...jadi kembali memasak pake dandang...dan ternyata rasa nasinya lebih enak...hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Tini, </p>
<p>Kalau kita menganggap asisten seperti keluarga sendiri pasti mereka akan betah, walau kadang kita juga marah kalau mereka berbuat kesalahan. Tapi mereka bisa membedakan, marah yang wajar dengan yang memang &#8220;galak&#8221;.</p>
<p>Asisten saya yang baru berumur 15 tahun, walaupun &#8220;agak bego&#8221;&#8230;maklum masih baru, tetapi anak-anak sangat sayang kepadanya, apalagi setelah tahu dia anak bungsu dan ibunya meninggal saat dia masih kecil. Banyak sekali kelucuan yang terjadi, dan ini membuat rumah terasa segar karena kita ketawa melulu. Tapi saya kembali masak secara standar, karena tangan dia kuat sekali, gelas piring sering pecah, rice cooker rusak&#8230;jadi kembali memasak pake dandang&#8230;dan ternyata rasa nasinya lebih enak&#8230;hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tini</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-1304</link>
		<dc:creator>Tini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 11:51:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-1304</guid>
		<description>Betul bu.... asisten lebih manis dari pembantu.

Sama dengan ibu sayapun seringkali berganti asisten dan lulus apabila mereka menikah juga resign kalau sudah tidak betah.

Susah juga memanage mereka apalagi kalau kita tinggal serumah dengan orang tua yang notabene ikut ngatur asisten. wah ....repot bu ...ditambah pula ibu saya yang terlalu aktif berkomunikasi sehingga saya sering cuti ... karena gak ada asisten...

Alhamdulilah setelah 3 tahun berpisah dari orang tua agak lumayan si teteh betah dan sudah saya anggap seperti keluarga sendiri, saya senang, suami senang .... eh...si kakak jadi  punya adik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul bu&#8230;. asisten lebih manis dari pembantu.</p>
<p>Sama dengan ibu sayapun seringkali berganti asisten dan lulus apabila mereka menikah juga resign kalau sudah tidak betah.</p>
<p>Susah juga memanage mereka apalagi kalau kita tinggal serumah dengan orang tua yang notabene ikut ngatur asisten. wah &#8230;.repot bu &#8230;ditambah pula ibu saya yang terlalu aktif berkomunikasi sehingga saya sering cuti &#8230; karena gak ada asisten&#8230;</p>
<p>Alhamdulilah setelah 3 tahun berpisah dari orang tua agak lumayan si teteh betah dan sudah saya anggap seperti keluarga sendiri, saya senang, suami senang &#8230;. eh&#8230;si kakak jadi  punya adik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-108</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Feb 2007 11:37:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-108</guid>
		<description>Nggak apa-apa mas Luthfie, memang istilah tsb lebih halus daripada pembantu. Dan memang  mereka seperti asisten  kan? 

Mudah2an ketemu asisten yang cocok, yang nantinya bisa menjadi seperti keluarga sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nggak apa-apa mas Luthfie, memang istilah tsb lebih halus daripada pembantu. Dan memang  mereka seperti asisten  kan? </p>
<p>Mudah2an ketemu asisten yang cocok, yang nantinya bisa menjadi seperti keluarga sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: luthfie</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-104</link>
		<dc:creator>luthfie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2007 01:50:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-104</guid>
		<description>Maaf mbak, istilah asistennya saya pinjem di blog saya dengan ngelink kesini. Salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf mbak, istilah asistennya saya pinjem di blog saya dengan ngelink kesini. Salam kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-88</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 15:24:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-88</guid>
		<description>Papabon,

Thanks.
Saat anakku kena demam berdarah, si mbak ini pula yang bergantian dengan saya tidur di rumah sakit,  sedang si mbak satunya bagian mengatur rumah. Tak terbayangkan jika saya harus menjaga anak sendirian, dengan mengganti popok 3-5 menit sekali, memberi minum air putih 10 menit sekali,  bahkan untuk melakukan kegiatan sendiri pun harus selesai dalam rentang waktu 5 menit.
 
Saya bersyukur mendapatkan asisten seperti mereka, karena saya termasuk keluarga kecil, adik2 semua bekerja (suami isteri). Dan mereka telah seperti keluarga, kalau kami pulang ke kampung suami, selalu menengok orangtuanya. Dan si mbak ini sekarang merangkap menjadi sopir, membantu suami mengetikkan naskah, mengatur menu.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Papabon,</p>
<p>Thanks.<br />
Saat anakku kena demam berdarah, si mbak ini pula yang bergantian dengan saya tidur di rumah sakit,  sedang si mbak satunya bagian mengatur rumah. Tak terbayangkan jika saya harus menjaga anak sendirian, dengan mengganti popok 3-5 menit sekali, memberi minum air putih 10 menit sekali,  bahkan untuk melakukan kegiatan sendiri pun harus selesai dalam rentang waktu 5 menit.</p>
<p>Saya bersyukur mendapatkan asisten seperti mereka, karena saya termasuk keluarga kecil, adik2 semua bekerja (suami isteri). Dan mereka telah seperti keluarga, kalau kami pulang ke kampung suami, selalu menengok orangtuanya. Dan si mbak ini sekarang merangkap menjadi sopir, membantu suami mengetikkan naskah, mengatur menu&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: papabonbon</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-75</link>
		<dc:creator>papabonbon</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2007 07:24:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-75</guid>
		<description>tres bien, mbakyu ..!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tres bien, mbakyu ..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-72</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 07:08:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-72</guid>
		<description>Ade,

Memang diperlukan check and re check, dan harus selalu seimbang. Dalam bidang apapun, monitoring tetap diperlukan.

Kita bisa hidup bersama, apabila antar penghuni mempunyai  pemahaman yang sama, jika ternyata ada yang seperti dikatakan Ade, apa boleh buat memang harus diambil tindakan. Memberi kepercayaan terhadap orang lain  juga harus bertahap (ingat learning curve :D), karena kita tak bisa memberikan delegasi wewenang jika orangnya tak kompeten.

Dalam ilmu manajemen, gaya kepemimpinan disesuaikan dengan orang yang dipimpin dan situasi lingkungan, maka  kita menggunakan gaya S4 pada orang yang layak dipercaya, tapi bagi pemula sebaiknya pake S1 atau S2.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ade,</p>
<p>Memang diperlukan check and re check, dan harus selalu seimbang. Dalam bidang apapun, monitoring tetap diperlukan.</p>
<p>Kita bisa hidup bersama, apabila antar penghuni mempunyai  pemahaman yang sama, jika ternyata ada yang seperti dikatakan Ade, apa boleh buat memang harus diambil tindakan. Memberi kepercayaan terhadap orang lain  juga harus bertahap (ingat learning curve <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), karena kita tak bisa memberikan delegasi wewenang jika orangnya tak kompeten.</p>
<p>Dalam ilmu manajemen, gaya kepemimpinan disesuaikan dengan orang yang dipimpin dan situasi lingkungan, maka  kita menggunakan gaya S4 pada orang yang layak dipercaya, tapi bagi pemula sebaiknya pake S1 atau S2.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ade</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-71</link>
		<dc:creator>Ade</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 22:36:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-71</guid>
		<description>Saat membuat mereka menjadi keluarga sendiri, kadang ada beberapa masalah saat menghadapi mereka yang &#039;nglunjak&#039; dan tukang ngadu...
Bisa-bisa anak sendiri yang dimarahi gara-gara aduan mereka :( 
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat membuat mereka menjadi keluarga sendiri, kadang ada beberapa masalah saat menghadapi mereka yang &#8216;nglunjak&#8217; dan tukang ngadu&#8230;<br />
Bisa-bisa anak sendiri yang dimarahi gara-gara aduan mereka <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-67</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2007 07:17:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-67</guid>
		<description>Heru,

Hmm ya, apapun kita memang masih perlu bantuan  mereka. Dan keberhasilan karir kita adalah dukungan orang2 disekitar kita, baik keluarga (suami/isteri, anak, asisten/si mbak) maupun oleh anak buah,  peers dan atasan. 

Mereka juga manusia, yang wajib dihargai dan dihormati keberadaannya. Saya tak tahu, tanpa mereka anak2 saya tak bisa sekolah sampai di PTN, karir saya juga tak bisa mencapai seperti saat ini. Memang kita harus pandai-andai me manage mereka,  seperti halnya kita mengelola anak buah, agar tercapai target yang ditentukan.

Usulmu  saya terima dan udah diperbaiki. Trims ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Heru,</p>
<p>Hmm ya, apapun kita memang masih perlu bantuan  mereka. Dan keberhasilan karir kita adalah dukungan orang2 disekitar kita, baik keluarga (suami/isteri, anak, asisten/si mbak) maupun oleh anak buah,  peers dan atasan. </p>
<p>Mereka juga manusia, yang wajib dihargai dan dihormati keberadaannya. Saya tak tahu, tanpa mereka anak2 saya tak bisa sekolah sampai di PTN, karir saya juga tak bisa mencapai seperti saat ini. Memang kita harus pandai-andai me manage mereka,  seperti halnya kita mengelola anak buah, agar tercapai target yang ditentukan.</p>
<p>Usulmu  saya terima dan udah diperbaiki. Trims ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: heru</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-65</link>
		<dc:creator>heru</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2007 01:56:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/01/08/para-asisten-di-keluarga-ku/#comment-65</guid>
		<description>Andai para majikan bisa berlaku seperti anda mbak edratna, tentu tidak akan banyak mbak2 asisten yang disiksa oleh para majikan :-) seperti yang banyak diceritakan di tipi2. Lah wong pada dasarnya mereka juga pegawai sama seperti pegawai2 di perusahaan yang tentunya juga punya hak2 selain kewajiban bekerja, cuma mereka bekerjanya tidak diperusahaan. Sedih rasanya jika mengetahui cerita2 ttg perlakuan majikan yang semena-mena terhadap asisten/pembantu baik dari mbak2 TKW diluar negeri maupun yg dari bekerja di dalam negeri. :-(

Btw..boleh usul ngga ? Di halaman about sebaiknya tulisan asli dari wordpress (&quot;This is an example of a WordPress page, you...bla bla ) sebaiknya di hapus dan diganti dengan komentar yg anda tulis di bawahnya itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Andai para majikan bisa berlaku seperti anda mbak edratna, tentu tidak akan banyak mbak2 asisten yang disiksa oleh para majikan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  seperti yang banyak diceritakan di tipi2. Lah wong pada dasarnya mereka juga pegawai sama seperti pegawai2 di perusahaan yang tentunya juga punya hak2 selain kewajiban bekerja, cuma mereka bekerjanya tidak diperusahaan. Sedih rasanya jika mengetahui cerita2 ttg perlakuan majikan yang semena-mena terhadap asisten/pembantu baik dari mbak2 TKW diluar negeri maupun yg dari bekerja di dalam negeri. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw..boleh usul ngga ? Di halaman about sebaiknya tulisan asli dari wordpress (&#8220;This is an example of a WordPress page, you&#8230;bla bla ) sebaiknya di hapus dan diganti dengan komentar yg anda tulis di bawahnya itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
