Oleh: edratna | Mei 20, 2007

Ekspansi usaha dengan melakukan penyertaan modal

Penyertaan modal adalah suatu usaha untuk memiliki perusahaan yang baru atau yang sudah berjalan, dengan melakukan setoran modal ke perusahaan tersebut.

Misalkan Anda seorang Direktur Keuangan Dana Pensiun suatu perusahaan besar, dan menginginkan untuk menempatkan dana di bidang perhotelan. Karena Dana Pensiun belum mempunyai orang yang kompeten di bidang perhotelan, sebagai langkah awal adalah menempatkan sebagian dana sebagai pemegang saham dari hotel (misalkan hotel XXX) yang sudah ada. Apa yang harus diperhatikan?

Pertama-tama Anda harus menilai, hotel yang akan di bidik segmen pasarnya ditujukan pada siapa? Apakah hotel resort (yang pasarnya adalah turis), hotel bisnis, hotel butik dan lain-lain. Apakah hotel tersebut telah mempunyai chain dengan hotel yang mempunyai nama secara internasional? Apa persyaratan/perjanjian yang harus dipenuhi hotel XXX agar bisa tetap menggunakan brand image dari international tsb…misal Hilton Hotel, Westin Hotel, J.W Marriot. Sampai kapan perjanjian ini berakhir, dan apa sanksinya jika hotel XXX tak memenuhi standar sesuai perjanjian? Atau hotel yang bergerak secara nasional? Bagaimana occupancy rate selama ini, dan pada waktu-waktu apa hotel tersebut dipenuhi pengunjung? Apa yang menarik dari hotel tersebut dilihat dari sisi pengunjung? Apa pelayanannya, makanannya, fasilitasnya…atau karena lokasi di tengah kota yang memudahkan akses kemana-mana.

Apabila semua penilaian di atas telah memenuhi kriteria yang diinginkan, maka segala hal yang telah dilakukan oleh hotel tersebut akan tercermin dalam laporan keuangannya. Apa yang perlu diperhatikan dari laporan keuangan hotel tersebut? Bagaimana perputaran usaha hotel tersebut, bisa dilihat dari perputaran piutang, perputaran persediaan, dan perputaran hutang dagang. Hal lain , adalah apa hotel XXX mempunyai hutang pada pemegang saham? Jika ya, maka perlu dilihat perjanjian hutangnya, apakah hutang tersebut berlaku terus menerus, atau mendapatkan bunga, dan kapan harus dilunasi. Karena hutang pemegang saham, bisa menggelembungkan asset perusahaan, sehingga anda perlu melakukan recasting terhadap laporan keuangan, agar diperoleh hasil yang riel. Apakah hotel XXX mempunyai pinjaman pada Bank, bagaimana kolektibilitasnya? Jangan membeli hotel yang kolektibilitasnya tidak lancar, karena hanya akan mempersulit.

Apabila semua hal di atas telah lulus dari penilaian, maka mulai memperhatikan berapa modal disetor hotel XXX? Misalkan hotel XXX didirikan tahun 1990, dan pernah jatuh bangun saat krisis ekonomi. Namun saat ini hotel XXX telah menunjukkan performance yang menggembirakan sejak 5 (lima) tahun terakhir, dan laba usaha terus meningkat, diikuti kunjungan tamu hotel yang makin meningkat.

Dari modal hotel XXX dapat dilihat

  • Modal disetor Rp. 500 miliar
  • Laba di tahan (Rp. 300 miliar)
  • Laba tahun berjalan 10 miliar
  • Total Net Worth (modal sendiri) Rp. 210 miliar

Apa artinya data diatas? Hotel XXX mengalami kerugian saat krisis ekonomi, sehingga kerugian tersebut mengurangi modal disetor. Pada saat ini laba berjalan mencapai Rp.10 miliar. Hotel XXX sendiri menginginkan adanya investor yang ikut sebagai pemegang saham 50%. Apabila Anda tetap menginginkan masuk ke hotel XXX, maka yang perlu dibenahi adalah dibuat perubahan anggaran dasar, sehingga modal disetor hotel XXX yang sebelumnya Rp.500 miliar diturunkan menjadi Rp.200 miliar. Dengan demikian, maka apabila Anda menyetor Rp.100 miliar, maka Anda berhak untuk mendapatkan kepemilikan saham sebesar 50% yang dihitung dari Rp.200 miliar, dan bukan dari Rp.500 miliar.

Hal lain yang perlu diperhatikan, mengapa pemilik hotel XXX akhirnya menginginkan masuknya investor? Apabila hotel XXX meminta tambahan kredit dari bank, maka harus membayar bunganya, serta bila terjadi wanprestasi, bank berhak untuk melakukan restrukturisasi atau sampai melelang asset hotel. Sedangkan apabila ada investor baru, serta investor tadi belum berpengalaman dibidang hotel, maka pemilik lama berharap dia masih tetap sebagai pengendali hotel, serta tak perlu membayar bunga.

Sedang apa keuntungan Anda untuk ikut terjun ke usaha hotel? Apabila Anda telah meneliti dan menilai bahwa usaha itu layak, maka Anda bisa ikut belajar, dan nantinya akan memiliki dan mengembangkan usaha sendiri dibidang perhotelan. Namun jika hotel yang dibidik ternyata hasilnya mengecewakan, maka hasil investasi anda kemungkinan tidak akan kembali, karena sebagai investor Anda juga akan ikut sharing dalam keuntungan maupun kerugian atas investasi yang ditanamkan dalam hotel tersebut.

Kesimpulan:

Teliti sebelum membeli. Berhati-hatilah dalam melakukan investasi, karena setiap investasi yang Anda lakukan mempunyai risiko rugi, selain berpeluang mendapat keuntungan.

About these ads

Responses

  1. Good post.
    Tapi bu, Investasi yang kalo rugi bisa dikembalikan, ada ga?

  2. Tukang ketik,

    Sayangnya nggak ada tuh, maka hitung2an investasi selalu ruwet…kalau-kalau nya banyak sekali.

  3. Bu, ada yang mau kasih modal penyertaan tapi tidak menyetorkan uang. Cuma berupa kwitansi yang sudah dibelanjakan untuk keperluan perusahaan, karena pihak perusahaan tidak cukup uang untuk mengganti biayanya. Apakah ini yang disebut modal penyertaan juga. Trus bagaimana cara pembagian keuntungannya?
    Terima kasih bu…..

  4. Jika ada yang mau melakukan penyertaan, yang utama harus ada perjanjiannya (min. akta notaris dan kemudian ditingkatkan dalam akte perubahan setoran modal, yang kemungkinan juga dapat merubah AD perusahaan), dan ada bukti setorannya….dan ini benar-benar fresh money

    Saya agak bingung dengan istilah perusahaan tak bisa mengganti biaya…biaya apa? Dan mengapa dia mau mengeluarkan biaya untuk perusahaan? Hal ini harus diluruskan. Jika sekedar membantu, bisa masuk dalam hutang lain-lain (tak terkait dengan modal kerja ataupun pembelian aktiva perusahaan).

    Penyertaan yang dimaksud dalam artikel di atas adalah jika kita sebagai investor, dan ingin masuk sebagai penyertaan pada perusahaan, dapat melalui berbagai cara. Antara lain secara lagsung, dengan setoran modal (dan nanti akan merubah anggaran dasar perusahaan, dan terlihat berapa posisi saham masing-masing di neraca perusahaan tsb). Untuk mengamankan posisi pada perusahaan, umumnya investor meminta agar mereka ikut dalam penentuan memilih Direksi perusahaan tsb.

  5. Yuli,

    Mungkin yang dimaksud, adalah orang tsb ingin ikut ambil bagian dalam perusahaan. Masalahnya apakah pemilik lama mau? Harus dianalisa dulu keuntungan dan kerugiannya.

    Keuntungannya: perusahaan tak perlu mengganti biaya yang telah dipinjamkan oleh orang tsb.

    Kerugiannya: Orang tsb akan masuk dalam jajaran pengurus perusahaan, dan tentu berhak mendapatkan keuntungan. Bagaimana pembagian keuntungannya? Ini harus jelas, usahanya berbadan hukum? Bentuknya apa? PT? Udah berbadan hukum sempurna atau belum? Atau baru berupa UD atau malah perseorangan? Pertanyaan-pertanyaan ini harus diklarifikasi dulu, sebelum dapat menjawab pertanyaan Yuli.

  6. Berupa PT dan sudah berbadan hukum. Pengurusnya 2 orang, dan yang aktif cuma 1 orang. Jadi begini bu ceritanya, perusahaan mau ada proyek baru yang perlu adanya survey. Biaya untuk survey tersebut cukup besar sementara perusahaan tidak bisa mengganti, jadi yang melakukan survey minta dijadikan modal saja. Terima kasih bu.

  7. Mbak Yuli,

    Kalau masalahnya seperti itu, tinggal perusahaan bersedia menerima pemegang saham baru apa tidak. Jika bersedia, maka biaya yang dikeluarkan surveyor tadi dinilai, juga nilai perusahaan yang sudah ada, ……kemudian dihitung nilai perusahaan setelah biaya survey dikonversi kedalam modal perusahaan, nanti akan ketemu perbandingannya, berapa pemegang saham baru mendapat nilai sahamnya (yang berarti akan mendapatkan bagian keuntungan maupun bagian kerugian).

    Sebaiknya menggunakan jasa perusahaan penilai yang independent, yang telah disepakati oleh kedua pihak, agar tak terjadi masalah di kemudian hari. Hasil penilaian perusahaan penilai ini sebaiknya dipresentasikan di depan kedua belah pihak, dan harus dilakukan check dan recheck, serta adu argumentasi, agar semuanya terpuaskan. Biaya jasa penilai ini juga harus dipikirkan akan masuk pada biaya mana, apa dibagi pro rata oleh kedua belah pihak atau bagaimana. Biaya jasa penilai, tergantung dari nilai perusahaan, jika kompleks akan mahal, tapi kalau sederhana mestinya tak sampai puluhan juta.

  8. Terima kasih bu, jawaban ibu akan saya diskusikan dengan pimpinan.

  9. Sama-sama mbak Yuli

  10. Ibu saya ada yg mau ditanyakan, bagaimana kalau usahanya didirikan oleh perorangan, kemudian ada investor yg mau masuk sebesar 40% kepemilikan, dan pemilik sedang akan mendirikan perusahaannya (CV atau PT).
    apakah bisa masuk investor baru dgn status usaha perorangan tsb atau harus menunggu berdirinya PT/CV dulu?

  11. Navi,
    Usaha perorangan boleh didirikan oleh satu orang atau lebih. Sedangkan CV, ada yang disebut pesero aktif dan pesero diam…pesero aktif terlibat aktif dalam kepengurusan perusahaan (menjadi Direktur), sedang pesero diam tak terlibat aktif dalam perusahaan, dan hanya bertanggung jawab atas modal yang disetornya.

    PT, sesuai uu PT harus didirikan minimal oleh dua orang atau lebih. Investor bisa masuk kapan saja, tergantung pada kesepakatan.

  12. bu saya mempunyai bisnis hotel yang berasakan bisnis bersama alias bisnis keluarga besar. Saya berminat mendirikan hotel sendiri, yang mau saya tanyakan adalah apa memungkinkan meminjam dana/kredit dari bank untuk membeli tanah & sekaligus membangun gedung? (tanpa penyertaan modal)

    Dian,
    Bank melihat dari segi kelayakan usaha, jadi harus menganalisis dulu siapa manajemennya, apakah mampu mengelola, dsb nya. Karena Bank sendiri juga diperiksa, baik oleh audit internal maupun eksternal (BI<,BPKP, BPK dsb nya), sehingga kalau analisanya salah, pemberi keputusan dan analis Bank bertanggung jawab sampai ke harta pribadi dan terkena pidana (pasal dalam UU Perbankan).

    Saya sendiri tak bisa menjawab, sebaiknya Dian mencoba diskusi dengan pimpinan Bank di wilayahmu, apakah hal diatas mungkin?

  13. tempat saya bekerja perusahaan baru dimana investasi awal 1.000.000.000,-..laba ditahan awal tahunnya berapa ya bu yuli….

  14. nice post .. btw sebenernya ada yg mo ditanyakan mengenai hotel bu..
    kebetulan saya sedang berencana menjalankan bisnis hotel, namun sebelumnya saya ingin membuat dulu biz plan nya supaya lebih jelas proyeksi ke depannya. Kira2 ibu bisa bantu referensi apa saja yang mungkin saya perlukan, misal: yang akan menjadi profit centre bagi perusahaan itu apa?atau marketing plan apa yang bisa direkomendasikan. terimakasih sebelumnya.

  15. tks bagus artikelnya.. bu sy ingin bertanya, kalau laba ditahan yg 30m itu apa nanti harus dibagikan pada tahun2 berikutnya?

  16. saya hanya ingin menanyakan apa saja suatu ‘term and condition’ yang harus disertakan dalam perjanjian penyertaan modalnya supaya dalam hal ini pemegang saham lokal tidak tertelan oleh investor asing.. minimal mereka masih bisa ikut dalam menentukan suatu keputusan.. trima kasih

    Saya tak bisa menjawab disini, karena harus dipahami secara case by case….tak bisa digeneralisir.

  17. Saya ikut penyertaan modal usaha sebuah Franchise Tour n Travel yang dituangkan dalam Akta Notaris, saat ini perusahaan tsb. masih berjalan tetapi saya memutuskan untuk menarik modal saya kembali dan hal tsb diperkenankan dalam Akta Notaris, tetapi yang menjadi masalah adalah dalam Akta Notaris tidak disebutkan jumlah modal yang akan dikembalikan apabila Penyertaan Modal tsb. tidak kita teruskan. Bagaimana cara saya mengetahui berapa jumlah penyertaan modal yg bisa dikembalikan, apakah bisa 100% karena kita sdh tidak berminat lagi di bisnis tsb. Adakah peraturan hukum yang membahas masalah tsb. kalau ada di peraturan apa dan nomer berapa, tahun berapa. Trims, Bu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: