Posted by: edratna | Juni 4, 2007

Account Officer Bank, ujung tombak untuk membangun sektor riil

Tulisan ini diilhami perdebatan tentang “financial hub” tulisannya Andjar. Wajar bagi suatu Bank, agar tumbuh dan berkembang, saat ini tak dapat hanya mengandalkan pada penerimaan interest margin. Walaupun Perbankan nasional di Indonesia 60% masih mengandalkan pendapatan dari hasil kredit, Bank saat ini perlu meningkatkan kualitas pelayanan, juga perbaikan IT, agar bisa memperoleh peningkatan pendapatan yang berasal dari fee. Sebetulnya pendapatan dari fee, akan meningkatkan sektor riil, jika fee yang diperoleh berasal dari transaksi devisa, yang berarti adanya peningkatan ekspor.

Tulisan ini, akan membahas mengenai bagaimana peran Account Officer (AO) di bank untuk ikut membangun sektor riil di Indonesia. Bank mempunyai fungsi intermediary….mencari dana (giro, tabungan, deposito), kemudian menyalurkan dalam bentuk pinjaman (kredit). Bagaimana jika terjadi missmatch, dana lebih banyak dari kredit yang disalurkan? Ukuran yang wajar, apabila 90% dari dana bisa disalurkan dalam bentuk kredit atau pinjaman. Disinilah peran Treasury Bank, agar uang yang ada tak menjadi idle, dan tetap menghasilkan.

Account Officer(AO) adalah orang yang bertugas sejak mencari nasabah yang layak sesuai kriteria peraturan Bank , menilai, mengevaluasi, mengusulkan besarnya kredit yang diberikan. Untuk mendapatkan seorang AO yang berkualitas, diperlukan pendidikan yang memadai dan jam terbang, agar bisa mengenali usaha yang layak dibiayai. Sebelumnya AO akan membuat perencanaan, usaha apa saja yang layak dibiayai di wilayahnya , dan berapa kira-kira dana yang diperlukan untuk menyalurkan kredit tersebut. Kemudian AO akan melakukan kunjungan ke usaha nasabah, melakukan wawancara, menggali sebetulnya apa yang diperlukan oleh nasabah tersebut.

Banyak sekali dijumpai, nasabah sebetulnya hanya tahu bahwa dia perlu pinjaman, tapi belum jelas berapa dan untuk apa. Disini diperlukan keahlian seorang AO untuk melakukan probing, agar kebutuhan pinjaman memang sesuai dengan keperluan nasabah (ada unsur tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran).

AO juga sekaligus menjadi konsultan, karena bagi nasabah kecil, tak jarang mereka bisa bercerita, menunjukkan bon-bon, bukti penjualan atau pesanan, tetapi tak bisa membuat laporan keuangan. Disini AO memandu nasabah agar dapat membuat neraca perkiraan usaha nasabah, serta cash flow kemampuan membayarnya. AO juga harus sensitif, apakah nasabah mengatakan yang sebenarnya (disinilah perlunya melakukan probing, cek dan re cek), kemudian melakukan analisa. Selanjutnya AO akan mengusulkan dalam bentuk memorandum analisis kredit kepada atasannya…dan atasan akan meneruskan kedalam komite kredit (loan Comittee) untuk mendapat putusan, apa berupa persetujuan maupun penolakan.

Hubungan AO dan nasabah dapat diibaratkan sebagai hubungan yang mirip dengan suami isteri. Jika AO memilih usaha yang tepat, maka usaha berjalan lancar, dan usaha akan meningkat/membesar, serta Bank tempat AO bekerja akan memperoleh laba. Namun jika usaha nasabah mengalami penurunan, sama seperti seorang isteri yang jatuh sakit, akan mempengaruhi kelangsungan hidup suami, karena suami akan sibuk mengupayakan penyembuhan. Demikian juga seorang AO, jika usaha nasabah turun, maka AO yang baik akan segera mengevaluasi apa yang menjadi penyebabnya, apakah persaingan yang ketat sehingga kalah bersaing di pemasaran. AO akan menjadi seperti seorang dokter, mendiagnosis penyebab sakitnya usaha nasabah dan berusaha menyembuhkan. Disini diperlukan kerjasama dari kedua belah pihak.

Apabila portfolio nasabah yang dibina oleh AO semua dalam kondisi lancar, maka perusahaan akan memetik laba dari interest margin. Namun sebaliknya kegagalan pembinaan AO terhadap nasabahnya juga dapat menyebabkan pendapatan Bank menurun.

Apa hubungannya dari sektor riil? Saya akan membuat ilustrasi, berdasarkan cerita sebenarnya. Seorang AO di Kantor Cabang XX membiayai usaha peternakan ayam petelur kecil-kecilan, kredit yang diberikan Rp 5 juta rupiah pada tahun 70 an. Pengusaha(sebut Qq) tersebut tidak memahami laporan keuangan, sehingga AO mengajarkan dan membuatkan laporan keuangan berdasarkan wawancara dan bukti-bukti pembukuan yang sangat sederhana. Usaha nasabah berkembang, dari peternakan ayam kecil-kecilan di daerah selatan Jakarta, dia membangun toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Toko ini berkembang, menjadi mini market dan kemudian berkembang menjadi super market. Karena merasakan sulitnya mendapat sayuran segar untuk mengisi supermarketnya, maka Qq melakukan kerjasama dengan petani sayuran di Puncak …yang nantinya berkembang menjadi usaha khusus pengumpul sayuran. Saat ini, setelah berjalan di atas 30 tahun, usaha Qq telah meningkat pesat, jumlah pinjaman > Rp.50 miliar dan pekerjanya lebih dari 500 orang. Qq saat ini berperan sebagai komisaris, karena telah menunjuk Direktur yang memimpin perusahaan, yang awalnya juga mulai bekerja di perusahaan Qq sejak dari bawah.

Ini adalah contoh hubungan antara AO dan pengusaha yang akhirnya sukses. Apabila AO di seluruh Indonesia bisa berperan seperti ini, mulai mengajarkan bagaimana agar Qq memahami laporan keuangan ( agar dia bisa mengontrol jalannya perusahaan), serta bagaimana tata cara melakukan ekspor (usaha Qq saat ini juga merambah ekspor asinan dari terong ke Jepang, serta makanan lain), maka kita akan memperoleh wirausaha handal yang juga akan menyerap banyak tenaga kerja.

Jadi menggalakkan kemampuan AO agar berkualitas merupakan kebutuhan Bank, agar dapat menyalurkan pinjaman sesuai sasaran, serta di lihat dari sisi debitur (nasabah) pinjaman tadi dapat meningkatkan usahanya, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Pembinaan terhadap nasabah, dapat dimulai dari nasabah kecil, yang secara pasti akan meningkat kemampuan usahanya, dan juga meningkat jumlah pinjamannya, dan pada saat nasabah menjadi besar maka akan terjalin hubungan timbal balik yang positif antara Bank dan nasabah, serta diperoleh nasabah-nasabah yang loyal bagi Bank tersebut.

Tak dapat dipungkiri, banyak pelajaran berharga yang diperoleh saat terjadi krisis ekonomi, Bank-Bank yang cepat recovery nya adalah Bank yang mempunyai nasabah potensial dan loyal. Kalaupun usaha nasabah mengalami kemunduran, maka nasabah tadi akan berusaha sekuat tenaga, dibantu oleh AO Bank untuk segera memperbaiki usahanya. Keberhasilan restrukturisasi/penyehatan usaha nasabah, faktor terpenting adalah kemauan atau itikad baik dari nasabah untuk menyelamatkan usahanya. Tanpa kemauan dan itikad baik nasabah, usaha apapun yang dilakukan bank akan sulit berhasil. Oleh karena itu, faktor adanya AO yang berkualitas sangat berperanan dalam menunjang perkembangan Bank, dan di satu sisi dapat meningkatkan kemampuan sektor riil dalam penyerapan tenaga kerja.

Responses

tulisan yg menarik bu Enny, sedikit agak OOT setelah saya baca dari job desc AO diatas (menganalisa nasabah, menganalisa kredit, business feasibility study, kemampuan komunikasi/interpersonal, dll) maka spertinya background ekonomi/accounting saja tidak cukup. tidak heran dari jaman2 dulu itu banyak sarjana pertanian/sarjana teknik yg sukses jadi AO karna selain memiliki daya analisis tinggi mereka juga sedikit banyak tentunya menguasai aspek bisnis yg akan didanai oleh bank semisal perkebunan, peternakan, pabrik, perikanan, otomotif, dll. sehingga sembari belajar ilmu perbankan (learning by doing) banyak AO-AO ini di kemudian hari menjadi top manager di bank-bank besar.

Osinaga,

AO memang harus memahami segala macam ilmu, makanya latar belakang pendidikan bisa dari mana saja. Yang jelas dia minimal paham tentang hukum (karena penuh risiko), dan memahami accounting…segala sesuatu harus dianalisis, sehingga siapapun yang membaca approval (baik auditor, pengawas, pembina, pemutus) harus mempunyai persepsi yang sama. Bagi nasabah, AO adalah teman dekat, untuk menerima keluhan, dan membantu segala macam persoalan. Oleh karena itu, rekruitmen AO, harus benar2 mendapatkan orang yang integritas nya tinggi, karena tiap saat mendapat cobaan, dari yang senang (godaan menerima sesuatu, yang harus berani tegas menolak), juga cobaan menghadapi aparat (jika nasabah ada masalah, AO yang pertama kali dipanggil sebagai saksi).

Memang menarik pekerjaannya, kita belajar memahami bagaimana usaha perkebunan sawit (yg dulu cuma belajar di sekolah), sampai dengan menilai pabrik rokok (tembakau harus ditanam saat musim hujan tapi panen saat kemarau panjang, disimpan minimal 2 tahun dsb nya), pabrik kertas, pabrik garmen dll…sampai kepada pertanian untuk petani kecil (kredit mikro). AO mempunyai grade /tingkat yang berbeda, yang dibedakan dari kemampuan menganalisa, jam terbang…ada juga walaupun sudah dididik tak cocok jadi AO, karena tak pernah berani memutus (takut risiko, mirip dealer yang tak pernah deal).

Memang benar pendapat Osinaga, yang diterima adalah orang yang memiliki daya analisis tinggi, tahan bekerja di bawah stress (pulang jam 9 malam masih sore lho)…..dan keluarga harus mendukung, karena sering dapat tugas mendadak walaupun hari libur (termasuk dipanggil BI…hehehe). Tapi semua bisa dipelajari kok, yang penting kompetensi dasar nya sudah match… yang lain tinggal dilatih dan diceburkan kelapangan.

wah, ada informasi ga bu untk jenis2 usaha yang masuk kategori untuk peminjaman modal trus syarat2nya apa aja..btw bisa minta email ibu ngga ya :)
saya di ghoose_04(at)yahoo.com atau baguskd(at)gmail.com
thanks b4

Bagus,
Udah saya jawab lewat email. Emailku: edratna (at)yahoo.com
Jika belum jelas, kita bisa diskusi….siapa tahu makin banyak teman-teman alumni ITB yang mau berwirausaha, memberi peluang penyerapan tenaga kerja.

AO ini untuk kredit mikro kan bu ? Biasanya istilah untuk SME dan Corporate adalah Relationship Manager tapi saya kira prinsip kerjanya sama saja. Di beberapa bank kerjaannya gabungan antara sales dan credit analyst, tapi ada juga yang memang dipisah antara sales dan credit analystnya.

Andri,

Sebetulnya AO adalah istilah umum, dari kredit mikro sampai korporasi. Seorang Direktur juga AO, tapi tentu dengan kewenangan lebih besar.

Memang sejak setelah krisis, Bank diwajibkan menggunakan Four Eyes Principles, yang memperkenalkan pemisahan antara Relationship Manager (RM) , yang berhubungan langsung dengan nasabah…serta CRM (Credit Risk Manager), yang nasabahnya adalah RM. Tugas CRM adalah melihat dan menganalisa dari sisi risk. Pemisahan ini dimaksudkan agar Bank makin prudent, terutama untuk menganalisa kredit besar (menengah dan korporasi).

Dulu, tahun 80 an, pemisahan sebatas antara FA (Financial Analyst) dan AO (Analis Kredit). Jadi pengertian AO memang berkembang, sejalan dengan perkembangan bisnis, juga pengalaman Bank-bank dalam menghadapi krisis.

Jika kredit menjadi bermasalah (kurang lancar s/d macet), maka pengelolaan dipindah ke CRM, sehingga terpisah antara pemrakarsa awal dan penyelesaian/restrukturisasinya. Hal ini dimaksudkan, agar AO/RM lebih fokus untuk mengembangkan bisnis…kriteria/kualifikasi orangnya akan berbeda pula antara RM dan CRM.

Bu Enny,

Salam kenal!
Mo bertanya nih, kalo di Indonesia, biasanya yang berperan sebagai AO (Account officer) dalam penalangan penyaluran kapital untuk “IPO”, perusahaan yang go public untuk pertama kali, itu siapa ya? Siapakah orang yang mengevaluasi neraca perusahaan, melakukan proses due diligence, yang menentukan harga saham untuk di pasar (karena pertama kali di issue maka tidak ada harga pasar buat saham tsb) itu pihak dari mana biasanya ya, dari bank apa akuntansi publik?

Terus, untuk saham2 yang sudah di jual belikan pasar modal,(secondary market) siapa yang memberikan opini peringkat (rating) saham tsb (contoh “blue chip” ato Junk)?

terima kasih,

wah sama deh bu nanyanya..sampe saat ini masi bingung penentuan nilai IPO, atau NAB itu ditentukan oleh siapa? yg menjadi nilai penentunya apa?

makasi jg :D

Mas Jono dan Bagus,

Jawabannya disatukan ya. Mungkin perlu dibedakan, yang dimaksud AO di tulisan saya adalah orang yang bertanggung jawab mengelola account debitur (menilai, mengevaluasi, memonitor, dan menganalisis serta mengusulkan jika ada permintaan tambahan pinjaman). Disini tak ada kaitan dengan apabila perusahaan akan melakukan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdana.

Apabila perusahaan A akan mendapatkan tambahan modal dengan jalan IPO, maka yang harus dilakukan perusahaan A adalah menunjuk:
- Perusahaan Appraisal….untuk menilai Fixed Assets perusahaan
- Legal Consultant…untuk meneliti apakah semua persyaratan hukum telah dipenuhi
-Audit Akuntan…untuk menilai, dan due diligence terhadap laporan keuangan perusahaan (karena untuk IPO harus benar-benar transparan)
- Penjamin emisi…untuk menjamin bahwa IPO dapat berlangsung, serta ada pembeli dari saham yang akan diterbitkan/dijual oleh perusahaan A. Penjamin emisi lah yang membuat dan mengatur road show, mempertemukan para pialang, investor, dengan pihak perusahaan, agar diperoleh informasi dari pihak pertama. Investor biasanya ingin tahu, apa dan siapa perusahaan A, kualitasnya seperti apa, dan uang hasil IPO akan digunakan kemana…bagaimana kemungkinan perolehan deviden.

Setelah ini, yang paling penting adalah “timing”…..jika semua bagus, perusahaan A adalah perusahaan sehat, going concern, dan prospektif…..maka saat IPO diharapkan nilai saham akan mendapatkan harga yang bagus. Jadi penentuan NAB telah dihitung saat analisis laporan keuangan… namun harga saham setelah IPO sangat ditentukan oleh pasar. Jika memang fundamental perusahaan A kuat, timing tepat…diharapkan nilainya akan tinggi.

Dalam secondary market, memang ada perusahaan rating, juga ada Badan Pengawasan Pasar Modal……namun kadang situasi pasar saham juga sangat ditentukan oleh sentimen pasar.

Terus terang, jika telah masuk pada pasar saham , ini merupakan keahlian tersendiri, mungkin Bahar lebih pandai dalam menjawab pertanyaan, Kalau saya, kebetulan ikut serta dalam beberapa kali pertemuan (investor meeting), dan ikut road show ke seluruh Indonesia saat perusahaan tempat saya bekerja go public, juga diajak diskusi saat beberapa nasabah akan go public. Namun secara detail setelah itu, merupakan bidang lain (investment banking).

Saya mau bertanya, apa saja tugas dan tanggung jawab Account Officer, costumer service, teller pada perbankan?

Account Officer (AO), bisa disebut juga Analis Kredit, atau Relationship Manajemen (RM), pada dasarnya adalah menganalisa, mencari nasabah baru, mengelola, sampai dengan menyehatkan kembali jika pinjaman bermasalah. Mengapa disebut Account Officer, karena bertanggung jawab terhadap pengelolaan account pinjaman yang berada dibawah wewenangnya, jadi AO mempunyai wewenang ikut memutus pinjaman.

Sedangkan Customer Service menjembatani kebutuhan nasabah, melayani/memberikan informasi tentang kebutuhan nasabah atas produk perbankan. Apabila nasabah ingin menyimpan dana, Customer Service akan menghubungkan nasabah dengan petugas yang berwenang.

Sedangkan teller adalah perpaduan antara tugas Deskman (pelayanan di counter) dengan kasir. Teller akan membantu nasabah yang akan menyetor atau menarik dana dari Bank, tapi prosedur persetujuan untuk penarikan dan penyimpanan mengikuti peraturan tertentu yang telah ditetapkan oleh Bank ybs.

Wah, ternyata seru juga jadi AO ya Bu. Sebetulnya saya dulu juga sudah keterima di salah satu bank BUMN besar sebagai analis kredit. Pada saat wawancara, salah seorang pejabat Bank tersebut sempat memuji atas kuatnya daya analisis saya, meski saya juga tidak tahu mereka menilai darimananya. (Sempat juga mereka bilang”Dari IPB ya, pantesan”.
Tapi karena pertimbangan asmara, saya tidak jadi ambil dan mengambil pilihan lain yang domisilinya lebih dekat dengan pacar saya.
Sempat dikritik rekan-rekan saya waktu itu, bahkan olah keluarga besar saya, tapi tekad saya sudah bulat untuk mengambil pilihan yang satunya.
Tapi membaca apa yang ibu tulis di atas, sepertinya pekerjaan analis kredit seru banget.
Wah, nyesal juga nih gak diambil…. :-)

Nyaris AO,
Tak perlu menyesali, dimanapun kita bekerja pasti ada enak dan nggak enaknya. Dan yang jelas, bisa berdekatan dengan pacar, atau malah sudah jadi isteri? Kalau dulu jadi AO, mungkin ditempatkan di luar pulau, yang selalu berjauhan dengan keluarga, walaupun hal ini menjadi hal biasa untuk saat sekarang.

Yang penting, buatlah pekerjaan sekarang nyaman dan menyenangkan (ini hanya bisa kalau kita memang suka dengan pekerjaan ini), dan tetap “marketing yourself”…sehingga karir ditempat sekarang bisa meluncur terus keatas.

artikel yg sangat bagus ^_^ , menarik , jadi pingin coba apply jadi AO. terima kasih bu ratna.

Randi,

Semoga berhasil, dijamin tak akan menyesal untuk orang yang menyukai tantangan. Tapi tingkat stresnya juga tinggi, jadi harus bisa mengelola gaya hidup, dan dapat pasangan yang memahami.

salam kenal bu enny..

saya lagi cari2 info mengenai AO, kebetulan besok mau tes wawancara AO di BRI. eh ketemu blog bu enny, dan setelah saya baca2 ternyata bu enny tetangga saya juga dulu rupanya :) saya kakaknya elmanna temen SD nya ani buk :) sempat juga kok temenan sama ari :) gimana kabar mereka bu?
thanks infonya ya bu, sangat membantu bagi saya :)

Salis,

Kakaknya Elmana? Benar-benar internet membuat kita semakin dekat. Semoga test nya sukses ya.

Saya sudah lama sekali tidak mberkecimpung dg perbankan
Dulu saya pernah bekerja di salah satu bank di indonesia.
Sekarang saya ada persoalan dg ingin membuat analisa ne-
raca perusahan yg mau saya mulai dg meminjam uang dari
pemerintahan disini utk memulai usaha. Saya pernah bekerja
pada salah satu bank di indonesia dahulunya dibagian kredit.
Karena masalah pribadi maka surat2 saya tertinggal semua-
nya di indonesia. Itu kira2 10 th yg lalu.
Saya mohon ibu bisa memberikan gambaran kembali bagaima-
na utk memulainya dari awal sebagai pemula utk berbisnis di-
toko kelontong. Dari neraca awal, perputaran modal kerja, sam-
pai kemampuan membayar kembali kredit. Yang saya perlukan
adalah belangkonya. Tanpa angka2. Dan yg lainnya bisa saya
sesuaikan dg keadaan usaha yg akan saya mulai nantinya yaitu
membawa barang2 import dari indonesia ke tempat saya ini.
Dan laporang tentang program saya ini harus masuk secepatnya.
Atas kebaikan ibu saya ucapakan terima kasih. Dan ibu bisa mem
balasnya melaui email saya. Sambil menunggu jawaban, saya u-
capkan terima kasih. Ruslan.

IbuK….. edratna
Saya sekarang diluar negar, tiba2 ingin menukar usaha di bisnis. Sedanagkan bank menanyakan
proposal usaha yg akan saya usulkan. Utk ini saya
membutuhkan tambahan modal kira2 10.000 uero
Saya ingin menjual barang2 suvernir indonesia disini. Dg asumsi O modal. Asset yg baru diborgka
Peralatan yg saya butuhkan adalah bus angkutan transportasi membawa barang2 dari kota ke kota
lainnya. serta pengurusan surat2 1.500 uero. bus
3.500 uero. Selebihnya utk pembeli barang dan bi
aya opersionil lainnya. Seperti pinjaman KIK-BRI.
Pembayaran utk 3 th. Pengeluaran bulanan 1.000.
Saya mengharapkan bantuan ibu secepatnya kare
na proposal ini diperlukan secepat mungkin ( da-
lam satu minggu ). Sedangkan saya kelupaan utk
membuatnya karena saya pernah kerja di bank indon. 20 th yg lalu bagian perkriditan.
Saya harapkan ibu bisa mengolah info ini dari utk
pengolahan dari neraca sampai cash-flow. karena
inilah yg diminta oleh bank tsb.
Saya harap ibuk bisa mengirimkan saya pemecah
an masalah saya ini melalui e-mail saya.
Saya ucapkan ribuan terima kasih jika ibuk mau meringankan permasalahan ini. See ya… london

Bu’ apa bedanya Account officer di perusahaan swasta dengan yang di BUMN, thx.

Sebuah artikel yang cukup menarik dan komprehensif untuk memahami “ruang kerja” seorang account officer.Dari sini saya bisa meraba kemampuan apa yang harus saya persiapkan untuk bisa menjadi occount officer yang handal.Thanks Bu Edratna!Saya berharap ini bisa menjadi bekal saya untuk maju dlm interview Corporate Occount Officer di BRI bsok.

Ruslan,
Maaf saya baru datang mengajar di Papua 10 hari, kapan-kapan akan saya jawab melalui tulisan. Thanks telah mampir.

Deniez,
Saya kurang jelas apa yang dimaksud. Perusahaan swastanya Bank juga? Jika sama-sama Bank, tentu jenis pekerjaannya akan sama, yang berbeda penerapannya dalam Risk Management, yaitu pemisahan Relationship Management dan Credit Risk Management.

Tapi jika perusahaan swasta umum, saya tak bisa menjawab, sebelum tahu job descriptionnya.

Wiwied,
Semoga berhasil

Bu, apakah ada standart baku approval suatu proposal pengajuan kredit di seluruh cabang bank umum nasional, dilihat dari jenis bidang usaha, limit plafond kredit, maupun collaterall coverage, ataukah ada adjusment tersendiri disetiap wilayah?
Terima kasih.

Ibu saya mewakili teman2 petani mau menanyakan tentang standarisasi persyarata kridit itu apa ya ? Kami saat ini sedang mengajukan kridit program Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian ( SP3 ) dari Deptan namun seprtinya pihak bank enggan untuk merealisasikan kridit program ini, padahal kami sudah perusaha memenuhi persyaratan yang ada. Tolong ibu bantu kami informasi tentang standarisiasi kridit itu apa saja… trimakasih

Dex,

Bank harus “prudent”, karena uang yang diberikan untuk pinjaman ke pihak lain, harus bisa kembali dan tepat waktu. Mengapa? Karena dana tersebut berasal dari para penabung, termasuk Dex, jadi bukan milik Bank, karena fungsi Bank hanya sebagai Financial intermediary.

Bank harus tunduk pada undang-undang perbankan, dan peraturan Bank Indonesia sebagai regulator. Jadi setiap Bank mempunyai Kebijakan Umum Perkreditan (KUP), yang dikirim dan mendapat persetujuan BI. Juga Bank harus punya PPK (Prosedur Pelaksanaan Perkreditan), semacam Standar Operasional Perkreditan, yang menginduk pada KUP yang telah disetujui BI tsb.
Jadi setiap petugas Bank harus mengikuti aturan standar, karena risiko bekerja di Bank sangat tinggi. Misal, saya menganalisa pemberian pinjaman, yang ternyata hasilnya tak memuaskan…pinjaman tersebut pembayarannya tersendat-sendat..maka saya akan kena sangsi dari perusahaan. Dan jika hasil pemeriksaan auditor ternyata ada unsur kelalaian (harus diingat auditor Bank terdiri dari: BPK, audit intern, BI, BPKP dan auditor independent)…maka pegawai yang menganalisa tadi akan kena sangsi sesuai pasal-pasal dalam KUHP.

Bank benar-benar harus hati-hati, karena begitu pinjaman diberikan, Bank harus mencadangkan sebesar 1 % dari pinjaman tsb yang masih kategori lancar. Jika perusahaan menurun, padahal pinjaman masih dibayar lancar, maka kategori pinjaman telah menjadi “Dalam Perhatian Khusus” dan membentuk cadangan lebih besar. Bayangkan jika pinjaman dalam kategori macet, maka cadangan 100%, jadi Bank sudah rugi karena nasabah tak membayar, masih harus membentuk cadangan sebesar jumlah plafond pinjaman yang macet…Oleh karena itu analisa harus dilakukan secara prudent.

Syaidi,

Harus dilihat lagi, jika mengajukan kredit program Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian ( SP3 ) dari Deptan….maka penilaian adalah dari Departemen Pertanian, dan bukan Bank. Disini fungsi Bank harus dilihat sebagai apa…sebagai executing kah, atau Chanelling? Kalau executing, maka prosedur pengajuan langsung kepada Bank, dinilai kelayakannya oleh Bank (ingat..seperti tulisan di atas, pemberian kredit harus memenuhi unsur layak, sesuai uu perbankan)…dan jika tak layak tentu Bank tak akan berani meneruskan. Mengapa? Risiko bukan saja pada Bank nya, tapi pada orang yang bertugas menyalurkan pinjaman tsb, dan mereka akan terkena risiko yang langsung kepada pribadi.

Jika chanelling, maka Bank hanya membantu menyalurkan, tanpa ada pertanggung jawaban kelayakannya, karena unsur kelayakan yang menilai pihak lain (mis. Deptan). Seperti Kredit Usaha Tani, Bank hanya sebagai chanelling, yang menilai kelayakannya departemen terkait…dan dana dari pemerintah.

Kalau melihat bahwa pengajuan kredit melalui Deptan, berarti penilaian kelayakan pada Deptan, dan bukan pada Bank. Dalam hal ini Bank tak bisa disalahkan.

interesting job, mo apply jg ah jdi AO. ;-)

Kebetulan sekali, saya besok mau test AO di Bank Swasta di Bandung, mohon bantuannya ke Ibu kira-kira pertanyaan yang muncul untuk wawancara dalam test Tulis atau Lisan apakah selalu berhubungan dengan apa yang dilamar dalam hal ini AO atau memang ada unsur pertanyaan lain, karena memang saya adalah hal ini merupakan pengalaman baru dalam bidang AO selama ini mengajar dalam statistik di Sebuah PTS di Jawa Barat. Trims.

Osep,
Biasanya pewawancara telah diberi panduan, kompetensi dasar apa yang harus dimiliki oleh seorang AO. Nanti dari hasil obrolan, yang tentunya pewawancara harus bisa memancing/menggali obrolan, dapat menunjukkan kemampuan /kompetensi dari calon. Dari obrolan yang terlihat biasa ini, pewawancara yang kualified sudah bisa menilai, bagaimana kompetensi seorang calon, misal: achievement to drive, daya analisis, keinginan untuk terus belajar dll.

Saran saya, jadilah diri sendiri…karena sebetulnya yang penting adalah kita bisa bekerja sesuai kompetensi kita.

ibu ratna…. mohon penjelasan lagi mengenai AO. salah satu tugas AO adalah menganalisis kelayakan usaha karena menentukan prospek usaha dan kelancaran suatu usaha dalam pelunasan pinjaman debitur kepada pihak bank. yang saya tanyakan bagaimana cara menganalisis kelayakan usaha calon debitur?

Cetik,

Pada prinsipnya kelayakan suatu usaha dapat dinilai dari Five C’s,yaitu: Character, Capacity, Capital, Condition dan Collateral. Selain itu juga diadakan mitigasi risiko, kemungkinan risiko apa saja yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan tsb.

Khusus untuk Character, saya sudah pernah membahas dalam blog…lihat di http://edratna.wordpress.com/2006/12/15/
menilai-karakter-bisakah/.. jadi untuk satu point, dinilai dari segala segi. Demikian juga penilaian C lainnya, untuk analisa keuangan juga digunakan analisis sensitivity, dan juga dilihat juga bagaimana kondisi makro dapat mempengaruhi perusahaan tsb. Yang tak kalah penting, adalah melihat perusahaan dibanding dengan usaha sejenis, pada skala yang sama.

ternyata peran AO penting juga. baru tahu kerjaannya AO ya baru sekarang ini. Padahal sepupu saya juga ada yang jadi AO BRI.

Munggur,

Jabatan AO sangat penting bagi perbankan, karena AO adalah ujung tombaknya Bank dalam memasarkan, menilai kelayakan usaha, membangun jejaring dengan debitur….namun pekerjaan AO juga berisiko tinggi, karena kalau tidak hati-hati bisa mengakibatkan kerugian finansial secara langsung.

ibu ratna, mohon penjelasan lagi.
terkait dengan tugas AO sebagai konsultan,, bagaimana cara memberikan saran positif kepada debitur agar dapat memanfaatkan kreditnya dan usahanya dapat berjalan lancar dan tentu saja “pulang dengan tersenyum”.

Alhamdulilah Bu saya Lolos untuk tahap wawancara seleksi AAO dI BRI.Pada sesi diskusi kelompok saya percaya diri karena sebelumnya saya telah banyak belajar dari tulisan Ibu.Test IQ dan Psikotest sudah kelar,tinggal menunggu hasilnya. Mhon doanya Ibu.

Wiwied,
Semoga berhasil.

Pagi bu, salam kenal ya.
saya sebenarnya sering banget ditawari jadi AO, tapi karena belum tau job desknya jadi saya urung mencoba. karena istilah AO yang dulu saya tau hanya sekedar mencari nasabah dan kemampuan itu yang saya belum punya, karena basic pendidikan saya bukan marketing/manajemen/akunt, basic saya adalah mipa biologi. sekarang aja saya dapet info disalah satu bank untuk posisi AO.
Menurut ibu apakah pekerjaan AO cocok dengan saya?

Jifun,
Untuk menjadi seorang AO, test nya adalah kompetensi, apakah anda mempunyai analisis thinking yang kuat, juga beberapa kompetensi lainnya….. karena lainnya akan dididik minimal 9 bulan…secara klasikal (in house training) dan job training di Kantor Cabang Bank. Dan sistem gugur, ini yang sering tak disadari oleh teman-teman, jadi setiap bulan ada test/evaluasi….karena jabatan AO risikonya sangat tinggi, baik bagi perusahaan maupun ybs. Karena risiko pada Bank bisa menimbulkan risiko sistemik.

Jifun bisa menilai sendiri, apakah tahan bekerja dibawah tekanan, stres nya sangat tinggi karena mempunyai target yang jelas, dan penilaian kinerja didasarkan atas target ini. Juga harus tahan bekerja lembur, sering pulang malam, bepergian ke berbagai tempat…bahkan kadang hari Sabtu dan Minggu terpaksa kerja karena dikejar dead line. Jika cocok, jabatan AO sangat “hidup” dan menantang.

Alhamdulilah IQ dan Psikologi test saya lolos Bu…Rabu besok saya wawancara akhir.Sekali lagi mohon doanya!

Wiwied,

Saya doakan, semoga berhasil

Makasih bu atas sarannya. Saran ibu sangat membantu saya mengenali pekerjaan ini. Bu saya mau tanya lagi. Kalo Account Executive (AE) apakah sama saja dengan AO ga?

Jifun,

Setahu saya, AE adalah untuk usaha periklanan. Kemungkinan tugasnya mirip, bertanggung jawab atas account iklan, ada targetnya, dan memanage para pemasang iklan.

Saya tahunya dari calon Staf yang pernah diwawancara…tapi tolong koreksi jika salah.

Alhamdulillah saya lolos seleksi AAO di BRI Bu, terima kasih atas doa dan sharing ilmunya selama ini. Akhir oktober ini saya diklat di sendik BRI Jakarta. Sekali lagi terima kasih…..

Wiwied,
Tetap semangat dan rajin belajar, karena sistem gugur. Banyak juga yang gugur karena tak mencapai nilai minimal (<70). Jadi tetap harus banyak membaca, dan saat job training buat jadual agar bisa mempelajarai semua yang ada di buku panduan sebagai prakteknya, dan jangan terpengaruh oleh teman lain yang tidak serius.

Menjadi AO adalah tugas yang sangat berat, kita harus kokoh seperti batu karang, tetapi bisa lembut dalam menghadapi klien untuk mendapatkan informasi. Juga setiap langkah harus sesuai hukum, karena risikonya tinggi.
Selamat berjuang, semoga sukses.

referensi yang TOP abizz!!! sayangnya ak telat bacax, 24 okt kmrin ak tes wawancara AO BRI.
Makasih y bu ilmunya dibagi…

Sury,
Kan masih bisa digunakan test di tempat lain.

thx atas referensinya bu eny…
saya adalah seorang pegawai baru di sebuah bank swasta sebagai AAO ( asisten account officer ) saya sangat antusias dengan apa yang ibu paparkan, mungkin kalo ada buku yang mengulas bagaimana menjadi account officer yang baik dan berkualitas saya ingin sekali beli, ada referensi bu?
selain itu ada yang ingin saya tanyakan. yang pertama, mengenai character debitur, bagaimana kita dapat menilai apakah debitur tersebut merupakan debitur yang mempunyai caracter baik dan berkomitmen untuk mempergunakan pinjaman dalam rangka memperbesar usahanya atau tidak? yang kedua, bagaimana menilai sebuah usaha, apakah itu masih dapat berkembang atau sudah jenuh selain dengan pendekatan sales? yang ketiga, bila suku bunga bank lebih besar dan jaringan yang kita miliki lebih sempit, bagaimana AO menyikapi hal ini agar tetap dapat survive? ( terutama di sektor UKM ) dan yang terakhir apakah pengetahuan transaksi L/C merupakan menu yang harus dipelajari oleh seorang AAO sektor UKM ? terima kasih

Adi,
Pertanyaanmu banyak banget, sebetulnya untuk belajar khusus perkreditan minimal 40 sesi, dan harus ada job training.

Seorang AO, juga harus memahami ilmu Hukum, karena setiap langkah bisa berakibat hukum, juga komunikasi, selain harus bisa menilai…termasuk menilai karakter. Dalam pelatihan, semuanya diberikan, namun tetap harus mendapatkan pengalaman di praktek. Pengalaman inilah yang akan membuat insting atau feeling kita lebih tajam, sehingga kita tahu apakah seorang debitur bersikap baik dan bagaimana karakter aslinya dibalik tutur kata yang manis, sopan santun dsb nya.

AO harus bisa memahami kebutuhan debiturnya, harus tahu ekspor impor, agar dapat melayani transaksi L/C, juga harus tahu tentang hedging. Menjadi AO harus terus belajar, dan secara bertahap akan mampu menyerap pengalaman di dunia nyata dibanding dengan pelajaran yang diperoleh secara klasikal.

Buku refernnsi untuk jadi AO yang baik jelas tak ada dipasaran, karena AO yang baik harus mendapatkan pelajaran dikelas dan praktek dilapangan. Sama seperti menyetir pesawat terbang, pilot tetap harus mendapatkan pendidikan tersendiri.

Minta aja di usulkan ke bank yang memperkerjakan, agar mendapatkan pelatihan, biasanya ada pendidikan basic AO, intermediate dan advance. Pelatihan yang bagus bisa dilaksanakan secara in house training, dan lembaga yang mampu adalah Lembaga Pengembangan Pendidikan Perbankan, karena pengajarnya adalah orang-orang Bank, yang telah kenyang bertugas di Bank dan menjadi AO.

salam kenal bu,

Bu, sy mo tanya, apa AO yg deskripsi pekerjaannya di bidang asuransi jiwa sama tugas nya dengan AO yg di BANK? mohon penjelasan y bu..tks..

Hafid,
Saya belum pernah bekerja di asuransi, tapi kalau melihat bahwa Asuransi harus menjamin seseorang, tentunya melalui penilaian tentang kemampuan orang yang menjaminkan. Seperti asuransi mobil, saya asuransi mobil sejak awal membeli di Astra, sehingga mereka udah bisa meneliti kelayakan saya (karena kan ada daftar gaji suami isteri, pengeluaran dsb nya), juga nilai mobilnya. Untuk asuransi jiwa, tentu juga ada kriterianya, apakah orang yang diasuransikan tak menderita sakit parah, dll. Jadi prinsipnya cara penilaiannya mestinya “agak mirip”, dan disesuaikan dengan jenis asuransi yang dipilih.

saya baru melamar pekerjaan berhub. dengan FINANCE. Posisi (AO). Cara Kerjanya gimana yah. apa lowongan ini cocok untuk saya yang pemula.

Alik,
Finance sangat luas, apa yang anda maksud dengan finance disini? Finance bisa berarti bekerja dibidang yang berhubungan dengan keuangan, bisa di Bank, Lembaga Keuangan non Bank, bisa juga di perusahaan leasing dll.

Cocok apa tidak sangat ditentukan oleh kompetensi seseorang, seorang psikolog akan mengetahui hal ini karena pada saat test biasanya juga melibatkan psikolog.

Bu, sebelumnya saya sempat membaca page ini sebelum melakukan interview dengan pihak perusahaan securities yang akan merekrut saya menjadi Account Officer. dan saya sangat terbantu atas apa yang sdh saya bc. bu kalo boleh bertanya, menurut Ibu berapa gaji yang akan ditawarkan oleh perusahaan securities (broker saham) pada posisi Account Officer seperti saya yang freshgraduate?. mohon dibalas secepatnya ya bu, berhubung saya akan mengikuti interview lanjutan.

bu, saya mohon informasinya yakni sebagai account officer pekerjaan (job desk) secara riil pada hari pertama kerja itu seperti apa? apakah akan mencari nasabah door to door (mdh2an saja tidak seperti itu) atau bagaimana bu?
terima kasih sebelumnya

Pipit,
Jawabannya, adalah sangat tergantung pada perusahaan yang bersangkutan. Sebetulnya bagi bank yang telah memiliki lembaga pendidikan, AO yang telah lulus test harus melalui job training dan ujian beberapa tahap lagi, yang semuanya sistem gugur…jadi tak langsung kerja.

Gaji? Juga sangat tergantung pada kob desc nya…semakin besar tanggung jawabnya, semakin tinggi gajinya.

Untuk perusahaan sekuritas, baca blognya http://ihedge.wordpress.com

bu saya pendatang baru,
saya mau tanya kalo tes AO tu apa aja?
karna saya di panggil tu tes pada posisi AO.
backgroud pendidikan saya teknik Industri, apakah background pendidikan saya tersebut nyambung dengan AO?
terima kasih bu

Urwa,
Saya tak jelas yang dimaksud AO, apakah AO untuk perbankan?
Biasanya tesnya ada 5 tahap:
Pengetahuan umum (termasuk bhs Inggris)
General Psychotest
Individual Psychotest
Test Kompetensi
Wawancara
Test Kesehatan

Tapi bisa juga berbeda…
Latar belakang bisa dari mana-mana, yang penting kompetensinya memang match dengan yang diinginkan perusahaan (tidak berarti kalau pandai, pasti match….)

bu…sy mau tanya lagi…….untuk diperbankan, kalo bedanya AO dengan Marketing Officer (MO) dan Sales Officer (SO) apa….?
soalnya ada info untuk jadi SO Bank Mandiri, tapi ga tau desc jobnya seperti apa…apakah menawarkan kredit dari rumah ke rumah atau seperti apa…..?

mohon pencerahannya…..
makasih penjelasannya ya bu…..

Jifun,
Kadang masing-masing menggunakan istilah berbeda…..

Ada Bank yang menggunakan 2 istilah untuk AO, sesuai Manajemen Risiko, yaitu Relationship Manager (RM) dan Credit Risk Management (CRM). Disini yang disebut AO adalah jajaran RM dan bosnya di sebut Marketing Officer (untuk di Kantor Cabang). Sedangkan CRM menilai dari segi risiko, dan antara RM dan CRM merupakan partner yang saling independen dalam menilai kelayakan usaha debitur…..jika dua pihak yang menilai kelayakan, dan saling independen, inilah yang disebut sebagai Four Eyes Principle.

Sales Officer, saya tak terlalu jelas…ada beberapa bank yang yang menempatkan SO sebagai pimpinan atau koordinator dari Fund Officer…yang bertugas mencari nasabah penyimpan dana untuk mau menempatkan dana nya di bank ybs. …sedangkan AO dari sisi nasabah penerima dana (atau debitur)

berarti lebih berat tugasnya yg mana bu, SO atau AO…?
kalo produk yg ditawarkan apa aja bu…? atau tergantung dari Bank nya itu sendiri…?
saya mau tanya lagi bu…, kalo posisi bancaassurance specialist tugasnya untuk asuransi jiwa ya bu…?

makasih penjelasannya bu…

Jifun,
Berat mana? Saya kira kita melihat pada kompetensi orangnya, karena untuk marketing pinjaman dan dana, sifatnya berbeda.
Bankasurrance adalah produk asuransi yang terkait dengan produk bank…..jadi tergantung pada banknya…apa aja yang mau di link.

Sebetulnya kalau bekerja, nggak usah berpikir terlalu berat, dengan test kita akan memahami apakah kita cocok apa tidak dengan posisi yang ditawarkan…kalau tak lulus, bukan berarti bodoh, tapi kompetensinya tak sesuai…walaupun sama-sama di posisi perbankan, kompetensi masing-masing jabatan sangat berbeda. Inipun juga tergantung dengan jenis usaha bank tersebut.

Hallo Ibu,
Salam Kenal dari saya. Thx BGT yah Bu atas infonya. Artikelnya sangat membuka wawasan saya. Kebetulan kamis besok saya interview untuk posisi AO di Panin Bank. Doain sy yah Bu…
Smoga sy bs ditrima jg spt Wiwied. :)

dita_smile,
Semoga berhasil

haloo Ibu,
hari ini saya baru saja interview u/ posisi AO di panin bank. doakan ya bu smoga lolos, dan bisa ke tahap slajutnya. amiiiiiiin…
kalau blh saya jujur, saya lebih menyukai pekerjaan yg di dalam kantor, yang tenang, dengan suasananya kondusif yg saya sukai, dibandingkan pkrjaan lapangan yg menguras banyak hal. sebagai contoh saya lebih menyukai pkerjaan sbagai customer service..
yg mau saya tanyain, dengan karakter saya sperti itu apakah saya bisa diterima dalam posisi AO. walaupun terlepas dari karakter saya diatas, sbenarnya saya mau dan tertarik mencoba /mempelajari hal baru (learning by doing).
trimaksii buuuu..

Kuri,
Santai aja…kalau diterima berarti Kuri cocok atau match dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan tersebut. Jika tidak, berarti memang bidangnya yang tak sesuai, bukan berarti tak bagus….

trimaksi bu..saya bharap taun ini saya sdah bsa bkarir di perbankan..karna obsesi saya adalah bekrja di dunia perbankan..saya sgt menyukai sektor perbankan..mudah2an kalaupun posisi AO tidak sesuai dengan kompetensi saya, masi banyak posisi lain yg sesuai..

trimaksi bu, sukses trus buat ibu..

Kuri,
Sama-sama…semoga Kuri sukses mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya

Menarik artikel mengenai AO, bagaimana saya dapat berhubungan dengan AO Profesional / Senior Account Manager yang dapat membantu mencairkan dana pinjaman skala milyar dengan agunan serta memberikan ide usaha yang bagus. Hubungi saya di icangr@yahoo.com, Terimakasih

alhamdulillah alloh beri kemudahan buat saya mendapat artikel yang sangat menarik dan sangat membantu saya dalam menghadapi tes yang akan saya jalani untuk posisi ao…matur nuwun ilmu yang ibu enny berikan takkan saya lupa…slam kenal dari saya panji email p_for168@yahoo.co.id…..

Panji,
Syukurlah jika bermanfaat….

Halo teman2 disini ada yang ikutan nglamar AO di BRI ga? Sharing donk? ini situs pengumumannya kok ga bisa dibuka ya? http://www.lppm.ac.id/bri/
mohon pencerahan. Terima kasih

PENGUMUMAN PESERTA LOLOS SELEKSI ADMINISTRASI
REKRUTMEN & SELEKSI CALON ACCOUNT OFFICER
BRI KANWIL JAKARTA 2

Chayo…..Salam hangat.Waduh lama banget ga maen keblog Ibu.Alhmdllh Bu saya lolos seleksi dan pndidikan AO dan skrg sdng OJT di Jogja.Banyak dari artikel-artikel Ibu yang sangat relevan sekali dgn jobdesk saya sekarang bahkan selama pnddikan kmrin saya sudah familiar dgn analisis SPD,recasting,spreadsheet,probing skill dll sehingga paling ga saya sudah ada pemahaman dasar ttg materi2 tsb.Mohon bantuan ya Bu barangkali bsok2 saya “curhat” masalah kerjaan ke Ibu toh saya rasa saya “berguru” pda orang yang tepat hehehe…..

Wiwied,
Selamat…akhirnya berhasil lulus. Tapi ingat, lubang-lubangnya masih banyak, karena kalau pendidikan gagal, bisa drop out. Juga saat setelah diterima bekerja penuh, setiap tahun tetap ada test untuk mengkinikan kemampuan pegawai..dan inipun harus lulus juga…jadi belajar memang tiada akhir.

wah akhirnya nemuin juga blog untuk tempat belajar,…bu edratna, penjelasan tentang AO n uraian sangat menarik,…yg mau saya tanyakan agak menyimpang dari topik,..tapi ada hubungannya bu,…apa yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang analis risiko? khususnya analis risiko kredit?

Avartara,
Mau tak mau untuk analisa risiko kredit memang harus ikut kursus….biasanya Bank menyelenggarakan kursus ini (in house training) untuk para stafnya, bekerjasama dengan lembaga perbankan.

Saya baru 3 minggu diterima di Bank swasta sebagai RO (Relationship Officer) di Probolinggo. Saya berasal dari Kalimantan dan lulus kuliah di Malang. Saya agak merasa bingung untuk mencari nasabah, sementara target yang akan dicapai setelah tiga bulan training saya lihat sangat besar (500 juta untuk bulan pertama masa kontrak). Bagaimana cara mambangun relasi dengan cepat? Saya merasa kemampuan persuasif saya kurang memadai. Mohon saran dan tanggapannya. Terima kasih.

Rizky Mariyadi
,
Biasanya ada semacam magang atau job training, agar pegawai baru mengenal lingkungannya, dan tahu apa tugasnya. Training ini disesuaikan dengan tugas yang dibebankan pada pegawai baru, tapi tak semua perusahaan melakukan ini karena keterbatasan biaya dan waktu. Jalan satu-satunya, Rizky harus banyak bertanya terutama pada para senoir yang telah bekerja di bank tersebut, karena setiap Bank mempunyai standar dan prosedur yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhannya.

waow….banyak info disini….

smg dari yg saya baca dapat jadi bekal wat saya maju ke test wawancara untuk seleksi AO BRI selasa besok….

doain saya yah bu….smoga saya bisa diterima bekerja sebagai AO dan menerima tantangan ini….

Herri,
Semoga berhasil…

salam kenal bu

saya telah menjadi ao di bank bumn hampir 4 tahun .
Benar ibu bilang makin lama di ao makin banyak lubang lubang yang harus di pahami, di mengerti dan di pelajari dengan baik.

makasih bu artikelnya sangat bermanfaat bagi saya yang masih perlu pelajar tentang ao

Zikri Fuadi,
Syukurlah jika bermanfaat…semoga menjadi AO yang handal. Kuncinya, selalu hati-hati, jangan mudah terpengaruh pada pendapat orang yang belum dikaji baik buruknya.

Bu,…terima kasih atas info yang diberikan, saya harap banyak profesional di bidang lain yang bisa sharing ilmu bbuat fresh graduate seperti saya yang masih buta lika-liku dunia kerja….

Numpang tanya, mbak wiwied cantumkan alamat e-mailnya dong….! aku pengen tanya2 nich seputar test AO di BRI,mungkin nasehat dari mbk bisa ngebantu….Salam & Terima kasih…..

Alay,
Mudah-mudahan Wiwied membaca dan menjawab pertanyaanmu…

Setelah sy mmbaca artikel dan sesi tanya jawab rekan2, sy jd ragu ntu ikt tes AO bank BRI tahap selanjutnya……….

Saya takut gagal ditengah jalan, dan tentunya kalau gagal saya akan mengulang dr awal lagi ntu melamar krja dan proses seleksi……….

Sementara saya skrg sdh bkrja sbgai krywan tetap di salah satu BUMD…………

Saya butuh saran dr ibu, apakah sy melnjutkan tes ini atau tidak?
Terimakasih sebelumnya, atas sarannya

Faruq,
Keputusan harus ditanganmu sendiri, tak bisa dilakukan oleh orang lain. Kalau masih bingung, coba buat SWOT analysis…apa peluangnya, apa kendalanya, kekuatan dan kelemahannya.

Salam kenal..
Saya tertarik dg artikel ibu ttg AO. Sy daftar di bank BRI.. tp benaran saya bnr2 “blank” apa itu AO??tugas2 dan tanggungjawab seperti apa?
bwt teman2 yg daftar di bank BRI Kanwil Jakarta 2..mungkin kita bs berbagi ilmu. Bsk Rabu wawancara tahap awal. Trs gmn kita bs menikmati pekerjaan seorang AO??sedangkan Background pendidikan sy jg bukan dr akuntansi, dari Sastra… Tp apa salahny mencoba..smua jg perlu usaha!!

Wulan,
Jika telah lolos seleksi, nantinya akan ada pendidikan, tapi ini juga berupa sistem gugur. Yang memang match kompetensinya, yang akan diterima, karena jabatan AO adalah jabatan yang high risk, sehingga diperlukan orang-orang yang kuat, fight, teliti dan akurat, dan mau terus menerus belajar (peraturan baru susul menyusul, karena Bank adalah lembaga yang Highly regulated).

saya sangat tertarik dengan tanya jawab di atas, yang saya ingin tanyakan apakah AO juga sebagai PIC, yang mempunyai tanggung jawab sepenuhnya terhadap kliennya baik perusahaan ataupun individu..
tolong jawabannya ya bu
Tx b4

Ibenk,
Tanggung jawab, dan etika sebagai AO biasanya dinyatakan tertulis pada masing-masing perusahaan. Tanggung jawab ini juga berbeda bagi masing-masing Bank, tergantung definisinya. Ada AO yang hanya marketing, analisisnya oleh pihak lain (Financial Analyst), ada juga AO yang meliputi semuanya. Namun sejalan dengan ketentuan Manajemen Risiko, maka ada pemisahan antara tugas marketing dan analis

sorry bu saya mau bertanya lagi di dalam sebuah bank mungkin saya bisa menangkap fungsi dan tugas AO, bagaimana jika di dalam perusahaan jamsostek? apakah tugas dan fungsinya juga sama? tolong infonya ya bu…
seperti kata ibu kalau AO yang bekerja di bank haruslah bisa mempunyai analysa yang bagus, tehadap kliennya yang harus di selidiki latar belakang kerjaan, alamat rumah, dan untuk apa uang tersebut digunakan( misalnya nasabah mengajukan kredit di bank), tapi kalau untuk perusahaan yang bergerak di bidang asuransi sperti jamsosstek, tugas dan fungsi utama AO apa ya bu?
Tx y… :-)

Ibenk,
Bagi masing-masing Bank, struktur organisasi, dan job description berbeda, tergantung kompleksitas Bank tsb. Apalagi jika sudah berbeda lembaga….

ibu,.saya pngn sharing niih,.sy adalah seorang ao di sebuah ‘bank bumn’ sy baru saja menjadi ao sekitar hampir 2 tahunan,. dan ditempatkan di daerah yang terpencil namun persaingan antar bank nya sangat tinggi artinya,.bank2 tsb tidak berkantor di wilayah sy namun mereka expansi hingga ke wilayah kami sehingga persaingan sangat ketat sekali,.yang ingin saya tanyakan bgaimana caranya agar tetap eksist sebagai ao karena saya merasakan terkadang ada rasa takut dalam menjalankan pekerjaan ini,.padahal saya sdh bekerja sesuai prosedurnya,.terima kasih.,

Widya,
Bukankah hidup memang penuh dengan persaingan? Bekerja di Bank, bagi orang yang diluar terlihat nyaman, kenyataannya penuh dengan target, bahkan kadang waktu untuk keluarga pun tersita.
Inilah memang risiko yang harus dilalui jika bekerja di Bank….dan bukankah “high risk high return“…bekerja sebagai AO, karena risikonya juga tinggi, salary yang diperoleh juga lebih tinggi dibanding dengan yang ditempatkan di bidang administrsi. Namun tantangan tsb hendaknya menjadikan kita lebih kuat, karena memang hari-harinya lebih menarik.
Kenapa takut…kita harus percaya ada Allah yang selalu melindungi kita….dan kalaupun kita menghadapi masalah, kita anggap sebagai cobaan.
Btw, memang tak semua orang kuat untuk menjadi AO…Widya coba aja dulu, namun jika rasa takut terjadi terus menerus…kenapa nggak banting setir?

Bu, analisa ibu sangat menarik untuk terus dipelajari. saya sangat berkeinginan untuk menjadi seorang AO handal.kebetulan saya akan melewati tes psikologi minggu besok. kira - kira pertanyaan apa saja yang muncul dalam wawancara psikologinya.terima kasih ya bu.

Adam,
Yang penting jadilah dirimu sendiri….karena saat tes psikologi, semua akan terungkap, apalagi kalau wawancara, yang seperti obrolan biasa. Dengan menjadi diri sendiri, tak ada yang ditutupi, maka kita akan nyaman…ini terlihat dari raut wajah, gaya bicara, gerakan tubuh dsb nya.

Kalaupun nggak lulus, bukan berarti tak pandai, tapi yang dicari mungkin bidang yang kompetensinya tidak match. dengan kita. Ini yang saya lakukan jika ikut wawancara…biarkan Allah swt yang membuat keputusan bagi kita, karena keputusan Nya adalah yang terbaik bagi kita.

salam kenal bu edratna
penjelasan ibu tentang AO sangat mendetail sekali. ibu juga sering menyebut latar belakang pendidikan AO bisa dari mana saja. yang saya mau tanyakan, apa latar belakang non-eksak or ekonomi bisa diterima juga? seperti saya yang lulusan bahasa? sebab sudah sering saya lolos seleksi, namun pada tahap wawancara dengan user, mereka seperti bingung dengan jurusan saya. padahal kalau dia tidak menerima jurusan saya, mengapa tidak sedari awal mereka menolak. dan hal itu juga terjadi dengan teman2 saya satu jurusan, yang sangat tertari di dunia perbankan, terutama AO. terima kasih atas jawabannya bu.

Yuliana,
Wawancara dimaksudkan untuk mencocokkan apakah penilaian yang diambil dari data test psikologi, memang cocok dengan keadaan sebenarnya, jadi memang wawancara ini yang menentukan, karena umumnya dilakukan oleh para General Manager atau bahkan Direksi perusahaan langsung, tergantung jabatan yang akan dimasuki. Tim pewawancara juga telah melalui pendidikan, yang tak semua karyawan begitu saja dapat ikut menjadi tim. Wawancara memang dibuat untuk lebih menggali pemahaman para calon tentang bidang kerja yang akan dimasuki (tentu saja yang bidangnya sesuai lebih mudah), dan yang dilihat adalah kompetensinya, match apa tidak. Saya kira tak ada pe wawancara yang bingung, karena pe wawancara akan mengikuti dulu arah obrolan yang di wawancara, tapi secara pelan sambil diajak mengobrol di test kompetensinya. Jika setiap kali mengobrol, kompetensi yang diinginkan nggak muncul juga, mungkin mereka bingungnya adalah mau diajak ngomong apa lagi. Memang sulit kok, semakin yang di wawancara punya pengalaman kerja, bukti kompetensi akan semakin mudah terlihat, dan pekerjaan pe wawancara lebih ringan.

Ibu,.
terima kasih sekali sarannya, InsyaAllah sy akan lebih banyak belajar dan berusaha lebih keras lagi Bu,. semangat!!! :)

Widya
,
Semoga berhasil….

ibu,
salam kenal sebelumnya yah. saya mau tanya tentang pengertian dan jobdesc dari personal banking officer, sales officer, dan relationship officer. terima kasih atas jawabannya bu

Hanun,

Untuk memahami, tentu saja Hanun harus berdiskusi dengan masing-masing pemegang jabatan dari job desc tadi. Jangan lupa strategi setiap perusahaan berbeda, struktur organisasi berbeda, sehingga tak bisa disamakan antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Bahkan struktur organisasi perusahaan bisa berubah, karena sering terjadi reorganisasi agar perusahaan lebih ramping dan lebih cepat berkembang.

salam kenal,
penjelasan ibu di atas tentang AO menambah pengetahuan saya tentang seluk beluk dunia perbankan. namun, ada satu hal yang ingin saya tanyakan. apa perbedaan AO dengan marketing officer, baik dari segi tugas maupun peluang pengembangan karirnya. terima kasih atas penjelasannya.

Amel,
Kembali pada jawaban-jawaban sebelumnya, jangan dikacaukan dengan istilah, yang setiap Bank bisa berbeda.
Pertanyaan tsb jawaban bisa berbeda walaupun sama-sama Bank BUMN, karena struktur organisasi berbeda, strategi bisnisnya berbeda. Ada Bank BUMN, yang mendefinisikan, bahwa Marketing Lending Officer adalah koordinatornya para Account Officer di suatu unit. Namun dengan penggunaan Risk Management, maka saat ini ada fungsi pemisahan antara marketing dan analisis (menggunakan Four Eyes Principles).

oia bu, ada yang tertinggal, pada umumnya, dalam sebulan berapa target yang ditetapkan sebuah bank, baik kepada AO maupun MO.

Amel,
Tergantung dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan…yang di break down kepada masing-masing pekerja.

terima kasih bu atas infonya. dengan jawaban ibu saya semakin mantap untuk menjalani seleksi MO di sebuah bank. mohon doanya ya bu. semoga saya sukses berkarier di bank karna itu memang cita2 saya.

Amel,
Semoga sukses…

baru aja baca langsg tertarik gmana kl ketemu ibu di seminar pasti seru tuch bu

Purwadi,
Thanks telah mampir…

para pembaca ada yang tau kabar klanjitan lowongan AO kanwil 2 BRI..koq setelah tes psikologo dan wawancara psikologi gada kabarnya lagi yah dari LPPM???

tman2x ada yang tau??/

kty bis itu wawancara user ya?

sama kaya diet nich, gw juga masih nunggu berita dari LPPM, katanya mo ditelp langsung ma BRI-nya…katanya juga 2 minggu setelah wawancara ma psikolog…tapi sekarang udah lebih dari 2 minggu.

bikin pnasaran ga sech???

apa kita telepon ke LPPM??? atw BRI-nya mungkin…

ada yang udah dapet kabar baikkah????

biar ga harap2 cemas…

salam kenal,
saya besok ada interview user untuk posisi AO di Bukopin, saya merasa terbantu sekali dengan ulasan-ulasan ibu ratna tentang AO, ternyata AO perannya peting banget ya,..padahal awalnya saya taunya AO ya cuma nyari-nyari nasabah gitu..untung saya ketemu blog ini..
makasih banget ya bu, semoga saya bisa terbantu dengan penjelasan ini besok..wish me luck..

Raihana
,
Sama-sama..semoga berhasil

salam sukses selalu utk yg mampir di blog ini.
sy lulusan S1 teknik elektronika,dalam berhitung sy lambat 0.25detik,sy cm sedikit faham ttg portofolio,neraca,pembukuan,kredit,dll yg berhub dng ekonomi.itu sy dapat pd masa sma.
setelah mampir dan baca blog ini sy jd sangat tertarik utk jd AO(sebab menurut sy jadi AO=bikin hidup lebih hidup lagi:)). Menurut mbak/ibu ratna kira2 cocok apa tidak ya utk sy utk posisi ini?

Sonna,
Untuk mengetahui cocok tidaknya bisa melalui test kompetensi…biasanya dilakukan oleh psikolog.

@anti…

sy kmaren dah telpon bri kanwil 2…dibilang peserta ujian tahap 2 baru ,au diumumin…alkan ADA PEMBERITAHUAN lewat EMAIL DAN SURAT>>BAIK YANG LOLOS ATAU TIDAK LOLOS>>>>>>

TERUS BERDOA AJA>>>>>DAN PANTENGIN SURAT MA EMAIL….

BTW SALAM KENAL…..

Diet, makasih infonya ya…setidaknya bikin gw bisa nafas lega dikit…
kita terus sama2 berdoa ya…
oh ya salam kenal juga…
klu ada info lainnya diet bisa send email ke gw di fibriyanti_02@yahoo.com

thanks a lot…

saya baru pertama baca tulisan ibu dan saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. saat ini saya berusia 27 tahun,saya pernah bekerja sebagai AO di sebuah bank swasta di level mass market, itu terjadi sekitar 2 tahun yang lalu, setelah itu saya memutuskan menjadi kontraktor (berbadan hukum cv) dan berjalan sampai sekarang. meskipun begitu saya masih memiliki keinginan untuk kembali bekerja, tentunya sebagai AO karena saya menyukai pekerjaan tersebut dan saya pikir saya memiliki daya analisa yang kuat. saat ini saya mendapat panggilan panggilan untuk posisi AO di BRI. dan itu adalah panggilan atas lamaran pertama saya yang saya kirim dalam 2 tahun terakhir. apakah menurut ibu saya masih berpeluang untuk bisa diterima bekerja kembali sebagai AO. mengingat dalam 2 tahun saya berwiraswasta dan tidak pernah memasukkan lamaran kerja serta melakukan interview sedangkan semua kompetitor saya adalah para profesional?apakah yang menjadi dasar rekrutmen AO?terimakasih.

Dody,
Ada beberapa jenis test yang harus dilalui, namun sebenarnya adalah untuk mencari titik temu apakah kompetensi seorang pelamar match dengan kompetensi yang diinginkan oleh Bank ybs. Dody justru beruntung karena pernah menjadi AO, paling tidak sudah mempunyai gambaran bidang pekerjaannya seperti apa.

alhamdulillah….saya bs lolos tes pendahuluan calon AO BRI, tulisan ibu enny sangat bermanfaat bagi saya dan besok saya akan menjalani psikotes, doakan saya bisa lolos ya bu.

Dody,
Semoga sukses, saya ikut mendoakan.

ada teman2 yg dah dipanggil AO BRI jakarta 2 g?….
emang bener katanya temen gua yg sodaranya kerja di BRI Jkt2 emang aad yg udah dipanggil yg dapat rangking di psikotesnya …
katanya akan ada panggilan lagi dalam waktu dekat untuk wawancara akhir mengingat kemaran yg lolos psikotes masih 550 an..
keep contack aja yeee

bri yang gel 2 koq belum ada kabar yah…

@mas dody….

mas dipanggil lowongan AO bri berapa???

koq bisa siy masukin lamaran 2 tahun lalu baru dipanggil sekarang????

jangan2x bri kanwil 2 lagi hehehe…..

ibu enny….saya mendapat referensi dari seorang teman mengenai tulisan ibu dan saya merasa banyak manfaat yang saya dapatkan dari tulisan ibu. kemarin saya mengikuti psikotes calon AO di BRI wil jatim, dan saya mendapatkan pertanyaan strategi apa yang akan saya lakukan untuk memenuhi target pencapaian kredit yang Rp. 5 miliar bt AO. saya ingin meminta nasehat ibu enny mengenai strategi apa saja yang bisa ditempuh oleh para AO agar target bisa terpenuhi?cara seperti apa saja yang ditempuh agar terjadi deal dengan calon nasabah? mohon advice dan tips ibu….thank’s.

Rudy,
Untuk menjawab pertanyaan tsb, tentunya Rudy harus memahami lingkungan daerah yang ditanyakan. Sulitnya saya tak mungkin menjawab disini. Mengapa? pertanyaan pewawancara sangat tergantung dari jawaban Rudy, dan berkembang lagi dari tanya jawab antara pewawancara dan calon. Prinsipnya Rudy harus mengenal wilayah disana, kemudian memperhatikan bisnis apa yang sedang tumbuh….ini memang harus sering jalan-jalan, wawancara sama pedagang, serta mengembangkan ilmu yang pernah didapat saat kuliah. Semuanya berdasarkan logika, walau pertanyaan sama, jawaban dan tanya jawab bisa berkembang kearah berbeda. Itu sebabnya, pertanyaan yang sama dan ditanyakan berulang-ulang, ada yang lulus dan ada yang tidak, disini akan terlihat insting bisnis yang diwawancara, serta kompetensinya. Jadi, ini memang bagian dari penilaian.

gw jg sempet telp HRD BRI Kanwil 2 n nanyain masalah yang sama seputar kelanjutan AO BRI mreka bilang msh ad peluang smpe akhir bln mei bagi yang blm ditlp. karena mrka juga msh dalam tahap proses lbh lanjut. kalo seandainya mpe bln mei ga ditlp jg brarti emang blm rejekinya jd AO di BRI, mreka blg ga perlu nunggu lagi sampe batas waktu yang ud ditentuin td……!!!!!!!!!!!
tetep sabar ya guys, n terus bagi2 info terbaru ya klo ad yg dpt kbr dr BRI…!!!!!!!!!!
and jgn lupa ya email ke gw di v3rezq@yahoo.co.id

salam kenal ya bu…

aku dpt info byk dr yang ibu bahas disini
yang ingin aku tanyain hal paling prinsip yang harus dimiliki seorang AO itu apa? dalam artian sikap, mental, n kepribadiannya

trims bu…!!!!!

Pucha,
Yang harus dimiliki AO? Wah kuliahnya bisa berhari-hari. Jika sudah melalui serangkaian test, mesti job training , terus masuk kelas (Klasikal)…disini ujian lagi, menguji pemahaman dilapangan dan dikelas…dan tetap sistim gugur. Temanku ada yang udah 2 tahun, akhirnya harus keluar…hanya tak lulus 1 mata pelajaran.

Bila udah ditempatkan, targetnya besar, nggak bisa lagi pergi pagi pulang petang…karena risikonya tinggi (ada 8 risiko perbankan menurut PBI), dan yang paling berat adalah risiko hukum, kalau ga hati-hati bisa kena pasal dalam KUH Pidana. Risiko kredit tetap merupakan risiko paling tinggi di perbankan, terutama di Asia, padahal ini merupakan tanggung jawab AO.

Apakah selesai? Belum…karena ini tadi baru AO tingkat pertama…untuk menjadi AO yang handal, harus dididik terus menerus, ditempatkan di daerah yang menantang (kalau nggak bisa disebut risiko tinggi)…dan diperbankan banyak juga AO yang tak tahan stres, atau kena risiko hukum. Prinsipnya, walau sudah diterima, tak menjamin akan menjadi AO yang handal, banyak jalan terjal yang masih harus dilalui….jadi akan memahami benar suka dukanya AO, kalau memang sudah masuk menjadi bagian AO.

hallo bu….

pucha mo tanya lg nih, apakah menjadi seorang AO itu hanya didominasi oleh kaum laki-laki dan yang kuliah di bidang ekonomi saja krn berhubung latar belakang pendiddikan aku hukum ( hukum perdata ekonomi).

trims bu…!!!!

Pucha,
Zaman dulu aja tak ada perbedaan gender, apalagi sekarang. Yang penting kompetensinya match dengan yang dibutuhkan perusahaan. Juga latar belakang pendidikannya, tentu saja yang diluar bidang ekonomi memerlukan waktu lebih untuk belajar pada saat awalnya…jangan lupa banyak CEO Bank yang berasal bukan dari latar belakang ekonomi. Mantan Gubernur BI (Burhanudin Abdulah) alumni Fakultas Pertanian UNPAD.

alhamdulillah…saya lolos psikotes dan besok akan menjalani interview akhir calon AO di BRI..saya mohon doa ibu yaa….terimakasih!

Assalamualaikum…
Kebetulan saya juga ikut tes calon AO BRI Kanwil Jawa Timur. sudah lewat tes kesehatan hari ini, Selasa 22 April 2008. Saya sebelumnya belum pernah bekerja di bidang marketing, apalagi mencari nasabah kredit dengan target 5M per periode (entah 6 atau 3 bulan). saya ingin bertanya kepada ibu dan teman2 di forum ini, karena sepertinya saya yang paling muda dan belum berpengalaman di bidang ini.
1. Bagaimana cara kita mencari nasabah yang ingin dikucuri kredit dalam jumlah ratusan/milyaran (sementara saya sendiri paling banyak pernah memegang uang hanya sebesar 1 juta untuk bayar SPP di Brawijaya hehehehe)
2. Apakah nanti dari pihak bank sendiri biasanya akan memberi panduan dalam proses pencarian nasabah? karena berdasar kabar kabur dan kasak kusuk dari peserta ujian BRI kemarin, masa pendidikan yang biasanya 2 bulan, dipersingkat hanya menjadi 2 minggu saja sebatas pengenalan produk BRI. dan saya sendiri tidak mempunyai relasi dari kalangan pengusaha
3. Untuk siapapun yang tahu, apakah di BRI nanti jika telah BERHASIL melewati masa percobaan, akan diangkat jadi pegawai tetap?
Mohon tanggapan dari ibu dan teman-teman, sesuai dengan pengetahuan.

terima kasih
salam kenal, Resza Nandi Wardhana

Resza,
Pertanyaanmu lebih tepat ditujukan pada perusahaan yang bersangkutan, karena masing-masing perusahaan mempunyai peraturan tersendiri.
Justru karena rata-rata hanya punya uang sedikit, maka seleksi Bank seharusnya sangat ketat, karena nantinya banyak mengelola uang yang bukan miliknya sendiri…padahal gaji pegawai Bank jauh lebih rendah dibanding dengan risikonya (yang bisa dikenai unsur pidana…..lihat uu perbankan)

pertanyyan menarik, gw idem ama yg diatas..
anybody know?
1. kalo mau nyari tanpa pemetaan usaha yg ada di suatu kota terlebih dahulu susah bgt donk, apalagi tanpa referensi dr relasi qta.
spp 1 jt dl fak apa mas, ekonomi ekstnsi?
2. em cukup hny dgn two weeks? bgmn dgn belajar analisa SPD, Recasting, dsb apa ga da OJTnya dulu?
3. lha pihak BRInya sdr pa blm ngasi tau perihal itu? kira2 kl menurut ibu gmn bu?

Wakidi,
Jawaban sama dengan Resza…anda bisa menanyakan langsung pada perusahaan yang akan mempekerjakan.

salam kenal buat smua…
wah seru n ikt sng baca responnya temen2 ttg tulisan ibu edratna ;) sy baru buka2 tlsn ni (kasian ye) cz kpn hr sy nglamar jd AO di slh satu bank swasta di surabaya (cz mang sy tinggal di surabaya), ms nunggu panggilan,hehehe… stidaknya tulisan bu edratna sedikit banyak bermanfaat bgt buat sy. oya buat temen2 di surabaya yang dapat informasi low kerja emailin sy ja xantee_tiut@yahoo.com
sy lulusan hkm th 2006, unair. pa ja deh LEGAL, CS, TELLER, PERSONALIA/HRD, DESK COLLECTION… pa ja pkoke.

Assalamualaikum.

Salam kenal semua…..

Bu Edratna, thank so much atas artikel & jawaban2 Ibu pada pertanyaan teman2 tentang AO perbankan. Saya juga seorang fresh graduated yang sangat ingin berkarir di bidang perbankan. Jawaban Ibu benar2 sebuah pencerahan buat saya yang gak punya basic sama skali di bidang ini karena basic saya di bidang perencanaan wilayah dan kota.

Mohon doanya ya Bu, besok saya akan mngikuti wawancara awal sebagai calon AAO di BRI Kanwil Manado.

Buat teman-teman yang udah masuk di blog ini makasih ya…., saya banyak dapat ilmu dari pertanyaan2 kalian. Mohon doanya juga ya…..
Makasih…..

Assalamalaikum
apa kabar kabar semua?

terima kasih bu edratna

berkat posting yang ibu berikan serta comment dari teman2, saya menjalani wawancara untuk AAO di BRI Gorontalo tanpa halangan yang bearti.
oh ya bagi teman2 lain, bagi info dunk ttg proses rekrutmen AO/AAO khususnya di BRI.
bagi Deyen, gmn proses wawancara di kanwil manado kemaren.

SUKSES buat anda semua.

bagi calon AO BRI,
rangkaian tesnya kalo boleh sedikit memberi gambaran ya :
1. wawancara awal
2. tes psikologi, dibarengi juga dengan wawancara oleh tim psikolog
3. wawancara user
4. tes kesehatan
5. pendidikan di pusdik
6. ojt selama 6 bulan, hasilnya dievaluasi
7. jika lolos, akan dilakukan evaluasi tahap kedua dengan melihat performance kerja selama 6 bulan berikutnya.
mhn maaf kalo ada kekurangan,..

terima kasih wakidi..
that’s helpfull.

salam kenal bu.. saya senag sekali bisa menemukan blog ini setelah 2 hari mencari artikel mengenai credit officer. alhamdulillah bu saya lolos wawancara awal dan psikotest di sebuah bank swasta untuk posisi co tinggaltunggu panggilan test wawancara pihak user dan test kesehatan .. saya ingin lebih tahu apa itu co dan apa job discriptionnya… doakan saya ybu…