Oleh: edratna | Juni 28, 2007

Mengisi liburan anak sekolah, jika kedua orangtua sibuk

Pada umumnya liburan sekolah merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota keluarga. Sudah terbayang, kita mau liburan kemana kali ini. Namun bagaimana jika kedua orang tua bekerja di luar rumah dan tak mendapatkan ijin cuti, karena memang pekerjaan di kantor lagi padat? Tak perlu kawatir, anak-anak tetap dapat menikmati liburan walaupun orang tua nya sibuk. Yang penting, kita telah merencanakan jauh hari, dan disesuaikan dengan keinginan anak.

1. Berlibur bersama keluarga lain (om, tante, uwak, nenek/kakek)

Menikmati liburan bersama keluarga lain, dan masih ada hubungan keluarga, membuat orang tua tidak kawatir melepas anaknya untuk menikmati liburan. Akan lebih menyenangkan lagi, jika diantara sepupu ada teman yang sebaya.

Saya sulung dari tiga bersaudara, kebetulan adik yang nomor dua menjadi dosen PTN di Jawa Tengah. Kesanalah saya dan suami menitipkan anak-anak kami pada suatu liburan. Kebetulan pula, anak-anak mereka ada yang sebaya dengan anak kami. Justru disinilah anak-anak belajar melihat kultur keluarga lain, melihat daerah dan lingkungan lain, yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari.

2. Mengisi liburan dengan mengembangkan diri

Ini yang paling sering kami lakukan, dan sejak lama anak-anak sudah menyusun jadual, ingin menghabiskan liburan dengan kursus apa. Bisa kursus piano, renang, komputer, bahasa asing dan lain-lain. Namun karena hari libur, tetap diupayakan agar anak-anak menikmati kursus dengan situasi santai, dan diantara waktu kursus diajak ketoko buku, agar mereka bisa membaca sepuasnya dan memilih buku mana yang akan dibeli.

3. Rekreasi

Rekreasi tidak harus dilakukan pada tempat yang jauh, tetapi bisa dilakukan pada tempat-tempat wisata di sekitar kota tempat kita tinggal. Untuk kota Bandung, banyak tempat rekreasi yang jaraknya tak terlalu jauh, seperti Kebon Binatang, Taman Lalu Lintas.

Biasanya anak-anak kami ditemani “mbak” yang sudah seperti keluarga sendiri. Mbak udah menyiapkan makanan, yang terjamin kebersihannya, sehingga kami tidak kawatir melepas anak-anak ber rekreasi sendiri.

Bagaimana pengalaman anda?

About these ads

Responses

  1. Bukan hanya anak sekolah yang perlu berlibur,… orang kerja juga perlu liburan…

    Minggu depan jadi ingin cuti, menikmati liburan bersama ponakan…. pasti seru yaa?

    Ibu tidak ikutan berlibur juga?

  2. Ibu…Saya ingin anak-anak punya kegiatan yg positif nih.. mungkin kayak summer camp gitu, soalnya kalau dirumah saja.. lebih banyak nonton tv nya.. (mana acara TV sekarang.. aduhhhh mengerikan buat ditonton anak2).. lagi cari-cari nih.. kalau ada info nya mau yach Bu?

  3. Iko,
    Saya sekarang banyak liburnya…kan udah pensiun, makanya jadi ngeblog…hehehe.
    Memang masih ada pekerjaan, secara free lance, dan cukup mengasyikkan. Makanya justru sekarang menikmati hidup, masih ada gaji sedikit, kalau ada kerjaan tambah honor…waktu luang cukup untuk membaca, menulis, mengobrol dengan anak.

    Makanya kata anakku…ibu banyak menulis di blog tak berarti produktif, tapi karena lagi kurang kerjaan…hahaha. Karena dia membandingkan dengan saat saya masih aktif, boro2 nulis, kesempatan melihat matahari hanya Sabtu Minggu dan tanggal merah.

    Mbak Vitta,
    Kompas Minggu ini menulis tentang anak2 berlibur kepedesaan, dan lokasi tak jauh dari Jakarta, di Taman Buah Mekar Sari dan sebuah kampung di Bogor. Anak-anak camping, memandikan kerbau, memberi makan ternak, menanam padi di sawah. Cuma saya ga tahu nomor tilponnya, tapi mungkin bisa telepon ke Kompas.

    Atau anak-anak dibuat sibuk, dengan menambah wawasan, seperti kursus privat: musik, renang, menggambar, komputer, keramik (di museum keramik, saya pernah baca tapi belum pernah mencoba)…terus kayaknya ada didaerah Jagakarsa…untuk buat keramik, dan perabotan dari tanah liat (jadi ingat SD, saya dulu suka bermain lempung)

  4. mengisi liburan dengan mengembangkan diri?

    hiks hiks… masa-masa kecil indahku tercabut.. hi hi hi hi hi….

    Mana ada cerita liburan sekolah diisi dengan memasang stop kontak. :p

  5. Mungkin ini salah satu bentuk liburan untuk Ibu…. ngutak-ngatik blog… themenya ganti, lebih manis…

  6. Kalo sekarang belum terasa nih liburan bareng anak soalnya Fia masih kecil belum sekolah jadi nggak ada liburnya. Kalo pengalaman waktu kecil dulu sih paling senang liburan kalo pulang kampung ke tempat nenek atau nggak liburan ke Jakarta. Liburan jadi moment yang paling ditunggu-tunggu.

  7. Iko,
    Ini sentuhan anak bungsuku, saya udah mencoba sebelumnya tapi tetap aja gagal….Hmm setelah anak bungsuku selesai sidang dan berlibur 3 hari di Jakarta, baru deh dibeneri.

    Dhona,
    Saya dulu juga senang sekali diajak kerumah nenek, karena melewati sawah, rel untuk mengangkut tebu dari sawah ke pabrik, main di sungai (yang bikin senewen ortu)….walaupun rumah nenek masih dikota yang berdekatan.

  8. belum punya anak bu, baru calon anak di perut istri saya :-)
    pengennya sih besok anak-anak tetep ngerti kampung, dan bisa mbedain kerbau dengan sapi :-D

  9. kalau pengalaman saya dulu waktu masih kecil liburan malah sering diajak ke kampung ayah (di parbuluan) atau kampung ibu (di pulau samosir) untuk berlibur sembari menghadiri acara adat. maklum bagi orang batak masa-masa libur adalah masa paling pas untuk mengadakan acara-acara adat semacam pernikahan, mangadati, baptis, reuni keluarga, dll. tp buat kami anak2 waktu itu sudah pasti lebih senang rekreasi ke danau atau ke gunung/sawah/hutan ketimbang ikut acara adat yg buat anak-anak pasti sangat membosankan :) jadi sementara para orangtua mengadakan acara adat biasanya anak-anaknya udah pada cabut dari acara dan bikin acara sendiri di tepi danau/sawah/kebun/hutan ..he.he.he..

  10. Saya kecil dulu tinggal di Madura. Tiap liburan pasti pulang ke rumah kakek dari ibu di Ngebel ato kakek dari bapak di Jogja. Tapi kesan yang di Ngebel jauh lebih kuat. Hawanya yang dingin membuat duduk2 di pawonan (api-api) sangat nikmat sambil mbakar singkong atau jagung. Kalau agak siangan, main-main ke tegal metik kopi atau cengkih lalu makan siang pake nasi bawaan (mbontot). Sorenya maen ke telaga liat budheng (monyet hitam). Kalo pas lagi ada hajatan, nonton Reog yang heroik.

    Wah, tiada tempat terindah selain Ngebel. Kayak di syair2 lagu. Indonesah banget dahhh…

  11. Andri,
    Hmm…iya, anakku waktu kecil bilang…bu, pohon beras tuh seperti apa ya….hahaha

    Osinaga,
    Anak kecil memang tak suka acara2 adat….dulu saya juga suka kabur kalau ada pertemuan keluarga di rumah nenek…mendingan bersepeda dengan saudara sepupu keliling ke kampung2 lain.

    Saya baru sekali ke Danau Toba..hmm kapan ya sempat kesana lagi?

    Mas Suro Menggolo,
    Masih ada keturunan “warok”? Berarti tetangga dekat ya…sayang saya belum sempat ke Ngebel…baru sampai pemandian air panas di Dolopo. Hmm duriannya enak ya…dulu ayah suka beli durian di Dolopo, yang aslinya dipetik dari daerah Ngebel.

  12. hahaha.. dasar ibu, tetep aja ingetnya duren :p kolesterol bu..

  13. Hi…duren emang enak lho…apalagi duren yang asalnya dari sekitar Telaga Ngebel. Dulu mbah Kakung suka beli durian, sekali beli bisa 20 butir…dan ibu bisa habis di atas 5 buah…hahaha

  14. kalau kita yang cuma minggu libur, besok rencana mau ke kampoeng maen, hari biasa kasih kegiatan main basket di rumah, renang pakai bak renang, kasihan juga sih masih merasa jenuh juga,ide les2 bagus juga tuh di ikutin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: