Oleh: edratna | Juli 13, 2007

Cuti wajib

Di kantor ada istilah cuti wajib, dan diatur dalam Surat Edaran Direksi. Lho kenapa cuti harus wajib? Karena para pekerja sering hanya mengambil uang cuti, namun tidak melaksanakan cuti secara efektif.

Untuk mendorong para pekerja melakukan cuti, diatur bahwa pekerja mempunyai hak mendapatkan cuti tahunan 12 hari kerja, dengan uang cuti 1 x take home pay. Cuti besar akan diperoleh jika telah bekerja 6 (enam) tahun, dengan masa cuti 3 (tiga) bulan yang akan hangus pada pengambilan cuti besar berikutnya. Uang cuti besar 2 x take home pay.

Mengapa para pekerja hanya mengambil uang cuti, tetapi tak mau melaksanakan cuti secara efektif? Ada beberapa alasan yang melatar belakangi keputusan tersebut, antara lain:

  1. Pekerjaan tak bisa ditinggal karena tidak ada yang menggantikan. Atau ada yang menggantikan, tapi bos lebih menyukai staf yang telah terbiasa sehari-hari melakukan pekerjaan tersebut.
  2. Belum tahu cuti mau kemana. Ini alasan yang klasik, karena melakukan cuti apalagi keluar kota, dan sekeluarga akan mengeluarkan biaya yang cukup besar, yang kadangkala melebihi uang cuti yang diperoleh.
  3. Masih banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas. Seringkali uang cuti digunakan untuk membayar uang sekolah anak, membeli baju seragam dan lain-lain, karena gaji bulanan hanya cukup membiayai hidup secara pas-pas an.
  4. Cuti digunakan sebagai cadangan untuk keadaan darurat. Bagi pasangan muda usia, yang mempunyai anak masih kecil, dan baru berhak mendapat cuti tahunan, maka cuti disediakan jika sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang sakit.

Namun cuti diperlukan bagi pekerja, dan oleh perusahaan hal ini dituangkan dalam peraturan yang harus dilaksanakan, misalkan cuti tahunan harus dilaksanakan minimal 6 (enam) hari kerja dan dapat digunakan sampai pertengahan tahun depan. Sedangkan cuti besar minimal harus digunakan 2 (dua) minggu sampai berakhirnya hak menggunakan cuti besar tersebut. Alasan perusahaan mengharuskan para pekerjanya menggunakan hak cuti, antara lain:

  1. Refreshing. Pekerja memerlukan refreshing, agar pikiran yang letih bisa istirahat, dan setelah bekerja kembali produktivitasnya meningkat.
  2. Mendekatkan diri pada keluarga. Para pekerja yang hubungan dikeluarganya baik, pada umumnya prestasi di perusahaan juga akan baik. Kesempatan cuti dapat digunakan lebih dekat dengan anak-anak, isteri/suami, karena kepada merekalah kita mau bekerja keras, agar bisa mendapatkan kehidupan yang layak.
  3. Agar sistem waskat berjalan. Apabila salah satu pekerja cuti, maka akan digantikan oleh pekerja lainnya. Dan apabila sistem berjalan baik, maka kelancaran pekerjaan tak ada masalah.
  4. Dapat digunakan menemukan penyelewengan. Sering terjadi penyelewengan ditemukan karena pekerja yang bersangkutan sedang cuti, dan digantikan pekerja lain. Pekerja pengganti ini, apabila menemukan sesuatu yang diluar sistem, akan segera melaporkan ke atasan, agar dia tak ikut kena getahnya.

Cuti ataupun mutasi pada umumnya dilakukan sebagai bagian strategi perusahaan, untuk memonitor apakah sistem pengawasan telah berjalan baik.

About these ads

Responses

  1. duh, cuti cuma 12 hari yah? untung saya cutinya 21 hari. Memang dianjurkan untuk mengambil cuti tsb. :D

  2. oh, kalo cuti buat single, enaknya buat apa ya bu??
    yang paling mungkin backpacking ke segala penjuru, atau yang ‘niat’, kursus.. :D

    kalo uang buat pendikan anak kan bisa pake unag Jaspro yang be**r itu bu.. hehe (eh, masih ada ga ya??)

    *kabarnya sejak ganti direksi fa ada ya bu?? :P

  3. oh, kalo cuti buat single, enaknya buat apa ya bu??
    yang paling mungkin backpacking ke segala penjuru, atau yang ‘niat’, kursus.. :D

    kalo uang buat pendikan anak kan bisa pake unag Jaspro yang be**r itu bu.. hehe (eh, masih ada ga ya??)

    *kabarnya sejak ganti direksi ga ada ya bu?? gmn niih.. :P

  4. waskat ya bu… mhhh… sudah lama tidak membaca/mendengar kata-kata itu, berbarengan dengan kata kelompencapir dsb hehehehehe

  5. Di tempat kerja dulu cuti saya cairkan jadi uang… 4 tahun bekerja tidak pernah cuti… :p

    Di tempat kerja sekarang cuti saya rencanakan… December 1 week or more, and maybe HK, karena janjian sama teman2 kelompok waktu seminar di Bangkok… so I must start saving now…

    Kenapa sekarang saya ngambil cuti?…
    -Lebih ingin menikmati hidup (balancing beetween work & pleasure)
    -Makin sadar the power of holiday (dari blogs ini, dari business week langganan saya, dari teman2)
    -Reward for ourself.
    -Explore more our vision about life / world.

    … can’t wait for that… hahaha…

  6. Dianjurkan cuti…mengandung 2 tujuan…agar anak buah “fresh” setelah cuti, dan produktivitas meningkat. Yang kedua, apakah pekerjaan selama ini diadministrasikan dengan baik, sehingga mudah diganti orang lain. Dan yang penting…apakah pekerjaan telah dilakukan sesuai prosedur. Dengan penggantian pejabat/staf saat cuti atau mutasi, dapat digunakan untuk mengetahui apakah terjadi penyelewengan atau tidak.

  7. Trian,
    Single? Malah enak kan bisa keliling Indonesia jadi backpacker…siapa tahu ketemu cewek manis diperjalanan. Hmm..jangan ketawa lho, adikku ketemu jodoh diperjalanan.

    Bonus? Apabila perusahaan laba akan dapat bonus atau jaspro, memang tergantung dari penilaian kinerja…kalau SB=3 atau 4 kali THP, jika istimewa akan lebih tinggi lagi. Ganti atau tidak Direksi, ini peraturan baku, karena telah dicadangkan dan dibawa ke RUPS. Kalau perusahaan laba, anak buah tak mendapat bonus, maka Direksi juga tak mendapat tantiem….ini aturannya. Dan tantiem Direksi jelas sangat b***r.

    Rezayazdi,
    Bagi perusahaan yang risikonya tinggi, maka cuti, mutasi menjadi bagian dari waskat…karena justru sering ditemukan permasalahan saat ybs cuti. Kadang memang bukan penyelewengan, tetapi kurang tertib administrasi. Tertib administrasi ini perlu, karena ini merupakan dasar jika ada pemeriksaan, dan agar tak kena tuduhan macam-macam.

    Orangemood,
    Justru itulah harus ada kewajiban melaksanakan cuti. Dulu bos senang sekali jika anak buah yang rajin tak ambil cuti, hanya ambil uangnya…agar selama masa jabatannya bos dinilai baik, dan bisa dipromosikan ketingkat yang lebih tinggi. Tapi manusia butuh refreshing, agar lebih produktif.

  8. Dapat digunakan menemukan penyelewengan. Sering terjadi penyelewengan ditemukan karena pekerja yang bersangkutan sedang cuti, dan digantikan pekerja lain. Pekerja pengganti ini, apabila menemukan sesuatu yang diluar sistem, akan segera melaporkan ke atasan, agar dia tak ikut kena getahnya.

    Sepertinya ini salah satu alasan orang gak ngambil cuti, biar berantakannya gak ketauan sama orang lain, hihihihi

  9. Andri,

    Coba perhatikan, ada kan anak buah yang ingin nya kerja sendiri. Mengapa? Karena dia tak pede, kawatir kalau orang lain tahu, dia nggak dipake lagi. Oleh karena itu, pimpinan dan perusahaan membuat sistem, untuk mengurangi ketergantungan semacam itu.

    Tapi ada juga karena atasan yang tak pede, kalau ditinggal anak buah yang rajin dan pintar. Enak lho jadi atasan, kalau punya anak buah pintar, baik, dan rajin…pekerjaannya akan menjadi lebih ringan.

  10. andai dikantorku ada cuti ya bu, disini gak ada cuti orang karyawannya cuma 3 orang ;) , boro2 yg wajib yg cuti biasa aja gak ada :) sakit aja harus masuk :)

  11. ***

    Jangan sedih, berarti tenaga bapak sangat dibutuhkan. Yang saya ceritakan adalah cuti untuk perusahaan yang karyawannya banyak. Kalau bapak pimpinan, dan karyawan sedikit, tetap aja cuti adalah sarana pengawasan, yang mudah2an kalau terjadi kesalahan hanya karena administratif aja.

    Dan bagi wirausaha, sering tak pernah bisa cuti, bahkan Minggupun harus bekerja…kita perlu salut pada orang2 seperti ini.

  12. hohoho, buat saya kok sama aja ya bu, habis cuti atau tidak habis cuti, kalo lagi fresh mah fresh aja, tahun kemaren cuti saya gosong beberapa hari, mungkin belum waktunya kali ya

  13. Salam kenal ibu Edratna. Senang baca blognya ibu. Pengalaman2 ibu jadi referensi saya.

    Sama Bu. Perusahaan saya juga kasih cuti 12 hari setahun, cuti besarnya 6 hari per 5 tahun. Sayangnya kami ggk dapet uang cuti.

    Bu, blognya boleh saya add di blogroll saya yah..?

  14. @bu edratna,

    Utk analisis ibu yang duitnya dipakai ke prioritas lain karna kendala ekonomi saya jadi heran kenapa gak perusahaan lebih concern menambah perhatian pada kesejahteraan karyawan saja?!

    Lalu untuk komentar ibu yg ini

    Dan bagi wirausaha, sering tak pernah bisa cuti, bahkan Minggupun harus bekerja…kita perlu salut pada orang2 seperti ini.

    kalau saya kurang setuju, karena badan kita ini juga perlu istirahat/refreshing, bukan robot, many other guys would say i’m such a workalcoholics but even so, I still disagree terhadap performance kerja orang yang selalu bekerja bahkan di hari libur itu lebih baik hasil yg didapatkannya daripada yang hari libur ya istirahat begitupula dengan cuti yang diambil untuk refreshing [pengalaman pribadi]

    @rezayazdi, kalo saya malah gak tau apa itu waskat (jujur/polos banget deh)

  15. Iway,
    Cuti saya juga sering gosong sejak jadi manajer. Tapi sekarang uang sisa cuti dapat dijual, diganti uang, tetapi minimal hari cuti harus dilaksanakan. Saat saya masih staf, anak kecil-kecil, dapat cutinya cuma 12 hari kerja, udah habis untuk nunggu anak sakit. Positive thinking aja, berarti Iway dibutuhkan oleh kantornya.

    Baginda,
    Salam kenal juga…silahkan di link. Dulu kantor saya tak ada uang cuti, namun karena semakin meningkat performance nya, maka ada uang cuti.

    Arie,
    Disadari tak semua orang beruntung. Banyak pekerja yang harus menanggung beban tak sekedar anak isteri, bahkan ortu, mertua dan adik2 sendiri maupun adik ipar. Karena kalau cuma menanggung keluarga inti, salary di kantor saya udah bagus sekali (ada uang cuti, uang THR yang kadang 2x THP, uang insentif awal tahun, jaspro atau bonus).

    Waskat adalah pengawasan melekat…setiap bidang operasional dibuat sistem yang mengandung pengawasan melekat atau build in control…misal ada maker, checker, signer yang tak bisa dirangkap satu orang. Untuk atasanpun ada sistem pengawasannya agar dia memimpin dengan baik…kapan2 saya tulis juga postingannya, biar bisa sharing dan dapat masukan.

  16. cuti……?sampai saat ini saya belon pernah memanfaatkannya. kayaknya enak ya, libur panjang. bikin otak kosong melompong.., salah-salah kantong juga bisa kopong…he…he…

  17. nggak ngerti :D –belum pernah kerja soalnya– jadi duit cuti itu dapetnya klo cutinya ga diambil, ato malah klo cutinya diambil??

  18. Mas Mashuri,

    Enak kok cuti, karena bisa refreshing…dan nanti kembali bekerja dengan hati lebih riang. Ada juga sih ga pengin cuti, karena tugas banyak, dan terutama hasilnya…tambahan uang. Sayapun pernah melakukan ini, tapi kalau terus menerus badan akan lelah …Kalaupun tugas banyak, bisa sekedar cuti 2-3 hari, ini udah cukup menyenangkan…walau kadang hanya dihabiskan dirumah saja dengan anak-anak.

    Narpen,
    Uang cuti bisa diambil kalau mengajukan uang cuti, dan kalau nggak pengin cuti (dan cuma ambil uangnya), atasan kita menulis surat ke SDM bahwa unit kerja sedang membutuhkan tenaganya, jadi pelaksanaan cuti efektif diundur. Atasan akan dengan senang hati membuat surat ini, apalagi kalau bawahan itu seorang pekerja yang rajin dan pintar.

  19. Ibu Enny,

    salam kenal. saya nyasar di blog ini dari link di blog seseorang. Kebetulan saya kerja di kantor Ibu tetapi beda divisi, hehehehe. Dan kebetulan juga saya pernah bertemu Ibu secara ga sengaja di KA jurusan Jakarta – Bandung. Waktu itu status saya masih trainee.

    Tentang cuti, saya bersyukur banget atas kebijakan kantor yang memberi kesempatan cuti plus uang sangu :). Buat lajang sih sangat menyenangkan. Walopun cuti ga ke mana-mana tapi uang sangunya bisa dibuat tabungan or investasi.

    Dan yang saya dengar dari beberapa teman, di kantor mereka ternyata ga ada kebijakan uang sangu pas cuti.

  20. Utaminingtyas,

    Maaf kalau saya lupa, maklum orangtua. Sekarang di divisi mana?

    Kita berdoa, semoga perkembangan perusahaan makin baik, sehingga tetap mampu memberikan uang cuti, THR, uang insentif maupun bonus. Tentu harus didukung para pekerjanya, dengan bekerja lebih giat…dan lebih giat lagi…

  21. Ibu Enny,

    saya pendatang baru di Divisi TSI. Masih banyak yang harus saya pelajari mengenai perusahaan ini walaupun ayah saya dulu juga dinas di sini (mungkin Ibu ingat dengan mantan Inspektur Makassar yang pernah ketemu di KA? Waktu itu beliau sedang bersama saya, hehehehe)

    Perusahaan ini sepertinya agak berubah ya, Bu… tapi saya tetap bersemangat untuk bekerja. Supaya bisa seperti ayah saya. Seperti Ibu juga.

    Mohon bimbingannya, Bu

  22. Utami,

    Berarti putranya mas Sediyanto? Wahh ya kenal sekali, kan dulu satu Divisi di Biro (Divisi) Kredit Umum, beliau senior saya dan yang mengajari saya tentang Bank.

    Beliau kan sekarang Ketua Komite Audit DP, saya salah satu Komisaris di anak perusahaan, jadi kalau saya pengawasannya kurang, bisa-bisa dijewer oleh beliau …hehehe

    Wahh, nggak nyangka melalui blog, ketemu putranya teman, sahabat, teman anakku, bahkan ponakan2…..

  23. Tolong dong penjelasan tentang ketentuan cuti di bayar karena di perus saya cuti tidak dibayar ???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: