Oleh: edratna | Juli 16, 2007

Kecanduan “pijat”

Pernahkan anda merasakan nikmatnya pijat?

Pada awalnya, saya mengenal pijat karena almarhum ibu suka dipijat. Istilah dikampung dipijat oleh mbah dukun, karena awalnya yang berprofesi sebagai tukang pijat adalah dukun bayi. Entah kenapa istilahnya dukun bayi, padahal mereka ini tidak membantu kelahiran, tapi memang mempunyai keahlian “memijat bayi”. Apapun namanya, ibu saya gemar dipijat mbah dukun ini. Jika beliau lelah, pusing, maka mbah dukun inilah yang sering dipanggil kerumah.

Saya sendiri saat kecil tidak suka dipijat, karena pernah sekalinya dipijat, rasanya sakit semua. Namun karena almarhum ibu hobi pijat, maka ibu akhirnya mengetahui bagian-bagian pada tubuh mana yang sering merasa pegal dan bisa sembuh karena pijatan. Saat saya masih SMP, setiap habis olahraga badan rasanya pegal semua dan malamnya tak bisa belajar. Apalagi lokasi olahraga di stadion, yang “agak jauh” dengan lokasi SMP ku, kira-kira 3 km, dan sering ditempuh beramai-ramai dengan berjalan kaki. Ibu selalu memijat kakiku, sambil mendongeng atau bercerita apa saja, jadi saya menjadi kecanduan dipijat ibu.

Saat mahasiswa, dan harus pisah dengan orangtua, saya tak pernah merasakan dipijat lagi, tetapi temanku hobi kerokan. Akibatnya saya mulai mengenal kerokan ini, dan anehnya kalau saya merasa pusing, pegal-pegal, kemudian dikeroki rasanya menjadi lebih nyaman. Kebiasaan ini terbawa sampai saya menikah…dan suamipun ketularan. Padahal, kerokan yang terlalu sering juga tidak bagus bagi kesehatan, “konon” pori-porinya membesar, yang akan berakibat lebih mudah masuk angin. Saya punya uang “gembol” yaitu mata uang sejak zaman Belanda, yang diberikan ibu pada saat saya pertama kali diterima kuliah di PTN, dan mata uang gembol itu semakin menipis seiring semakin digunakannya untuk kerokan seluruh penghuni rumah.

Dan…ternyata alat kerokan ini sekarang ada yang menjual, dan pakai gagang. Dijual nya di “Yonas studio” Bandung….dan teman-teman banyak yang pesan untuk membelikannya jika saya pergi ke Bandung. Setelah tinggal di kompleks rumah dinas, ada tukang pijat langganan penghuni kompleks, orangnya sudah sepuh, namanya “Mbah Atmo”. Kalau dipijat mbah Atmo, teman saya bahkan sudah menyiapkan uang ke pembantu, karena seringnya tertidur saat dipijat, jadi nanti setelah selesai dan dia tertidur, tinggal diselimuti …dan bangun pagi-pagi sudah segar. Saat mbah Atmo meninggal, saya sering berganti-ganti tukang pijat, namun tak ada yang bertahan lama, sampai akhirnya dikenalkan ke seorang bapak-bapak yang ‘konon” katanya paham urat syaraf.

Pak N ini memijatnya sakit sekali, tapi anehnya banyak yang cocok. Pernah suatu ketika, saya belajar kelompok (kuliah lagi sambil bekerja), dan memanggil pak N ini. Sambil yang lain belajar, isteri teman saya menggelar kasur disebelah meja kami belajar kelompok, tempat kami bergantian dipijat sambil duduk. Maklum kami tetap ingin mendengarkan diskusi kelompok, sambil meringis kesakitan karena dipijat. Temen-temen saat dipijat bergantian saling teriak… ….aduhh…duh..aduhh…cukup keras gemanya, sampai pemilik rumah kawatir, nanti dikira ada apa-apa. Anehnya ada satu teman yang dipijat pak N ini, tenang-tenang saja, dia memang termuda dikelompok belajar kami, dan mungkin memang paling sehat. Sebetulnya kalau kita sehat, maka pijatan pak N tak terasa sakit.

Sekarang komunikasi semakin mudah, karena pak N sudah punya Hp. Kalau saya tugas keluar kota, sebelum pulang ke Jakarta sudah telepon lebih dahulu kepada pak N untuk siap dirumah saya pada jam tertentu, supaya besoknya saya bisa langsung bekerja kembali dengan segar. Risikonya pak N sekarang sulit dihubungi dan harus pesan dulu, karena teman-teman yang dipindahtugaskan juga masih berlangganan pijat dengan pak N. Akibatnya daerah operasi pak N semakin lebar, meliputi wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogya dan Surabaya.

Pekerjaan pak N memijat orang, telah memberikan penghasilan yang cukup bagi keluarganya, anak-anaknya sekolah semua, yang paling sulung di Akademi Perawat dan telah praktek kerja, dia bisa menengok keluarganya sebulan sekali dikampungnya. Apa yang membuat pijatan pak N laku? Selain memang pintar memijat, marketing hasil pijatan pak N dilakukan dari mulut ke mulut, dan pelanggannya kelas menengah ke atas, dan rata-rata setiap orang membayar Rp.75.000,- per jam. Apabila di kantor lagi musim pendidikan kelas manajer tingkat utama, maka banyak yang stres, karena harus belajar dan ingin mengejar mendapat nilai yang termasuk “The Big Five”. Disinilah antara lain pasar pak N, teman-teman berani membayar lebih mahal, dan bahkan mengongkosi taksi pulang pergi agar mereka tetap sehat selama pendidikan.

Dan bisnis pijat ini rupanya memang menguntungkan, didekat rumah ada “Frans”, yang juga punya lokasi di Kelapa Gading, buka setiap hari Senin s/d Sabtu. Di salon-salon kecantikan juga ada pijat refleksi, jika badan lagi kurang enak, bisa creambath sambil dipijat refleksi. Di Kontan no.41-x1, minggu kedua bulan Juli 2007 hal 16, membahas tentang “Pijat ala negeri samurai yang Bikin Kantong Sehat”, membuka waralaba klinik terapi kesehatan Nakamura The Healing Touch. Tawaran waralaba ini membutuhkan biaya investasi Rp.260 juta, dengan perkiraan laba bersih per bulan Rp.10.676.750,- dan akan balik modal dalam 24,4 bulan. Siapa yang berminat? Bagaimana dengan anda? Punyakah pengalaman dengan urusan pijat?

About these ads

Responses

  1. Waktu ke Thailand Maret kemarin saya di antar teman baru saya yang kebetulan orang Thailand, ke pijat shiatshu yang paling terkenal di sana diantara turis2, namanya HeartLand kalau tidak salah ingat…

    Sebenarnya saya tidak suka dipijat, karena geli… tapi karena teman2 yang lain (dan ce2 Japan itu hobbynya di pijit katanya…) akhirnya saya ngikut aje… hasilnya?… enak lho… saya mau lagi deh… hahaha… geli sih, saya masih ingat kebetulan kita sharing room (cuek ce2nya) yang lain bisa pada tidur, saya ngakak2 sendirian… yang laen juga pada ngakak gara2 ngelihatin saya… :p

  2. pijat kalo dilakukan secara benar…bisa merupakan fisioterapi…

    kalo saya gak suka…karena gak tahan geli-nya…
    kalo dipijet sering ngakak…en teriak-teriak.
    tukang pijetnya jadi takut.

  3. eh…gak kebaca. komen mirip ama yang di atas…ngakak lagi…

  4. Hmmm…. Pijit.

    itumah kesenengan istri dan keluarganya, gak enak dikit pijit, ngerasa masuk angin… kerokan.

    dan ini berdampak pada anak saya yang baru dua tahun, kalo dia liat neneknya atau ibunya lagi di kerok/pijit, dia bantuin mijit/kerok, setelah itu gantian dia minta di kerokin…..

    karena anak saya juga sejak umur dua bulan dah rutin di pijit sama pijat bayi…. mulai dari nangis-2 sampai sekarang keenakan … :D

    kalo saya gak terlalu suka di pijit soalnya saya kan kurus jadi kalo abis di pijit yang ada linu-2 di tulang :D. kalo refleksi lumayab biar sakit saya tahan-2 deh.

  5. saya juga suku dipijat. Tapi belum sampai kecanduan.

  6. hehehe…skarang aku jd tau bakat pijet si pepen dr siapa :D

  7. saya pengalamannya injak-injak bu. Biasa, dulu masih kecil biasa nginjak-injak bokap. Kira2, bisnis injak2 menguntungkan ga yah? ^_^

  8. kalo masih muda, mungkin sebaiknya tidak ‘kecanduan’ pijat.. kecuali kalo kerjanya mirip pemain bola. karena kesegaran setelah pijat itu kadang2 sugesti juga..

    *gmn kalo dipijat ‘pasangan’, sugesti lebih positif kayanya..hehe

  9. pijat yg ibu maksud beda dengan pijat refleksi bukan? sejak saya pake motor ke kantor pijat refleksi jadi menu dwimingguan di saat weekend :)

  10. Kalau saya suka banget dipijat (aduh, udah lama nih saya gak dipijat huhuhu).. tapi jangan pijat refleksi (itu ada yang kaki [atau tangan] kita dipencet saaakiiit banget, biar kata orang kalo sakit banyak penyakitnya kek pokoknya kalau sakit saya kapok, saya sukanya pijat yang enak-enak aja, apalagi sampai tertidur-tidur trus sampai terbangun trus sampai tertidur-tidur lagi saking keenakan dipijat lama), injak-injak juga pernah tapi tetap enakan pijat (tergantung siapa yang mijat / kalau memang tukang pijat handal pasti enak, FYI di Semarang dulu saya biasa dipijat sama Mbah Mbah bayarnya 20ribu itu sudah mouahal lho dan itu sudah sampai 4 jam houweeh segar banget habis dipijat). Tentu kalau di Jakarta, wajar kalau harganya jauh diatas itu, maklum apa-apa mahal di Jakarta.

    O iya, kalau dikerok, saya sudah kapok, gila, kalau saking merahnya bisa sampai hitam, trus warna kulit bisa jadi sampai biru biru gitu, malah jadi takut saya.

    Trus kalau pijat yang macem-macem (“aneh-aneh”) saya belum pernah, cuma lihat di TV aja itu ada dipijat pakai alat pahat lah, ada yang pakai lidah lah, ada lagi yang orang buta gitu.. macem-macem itu belum pernah nyobain saya (gak pengen nyobain).

    Kalo di komen ada cerita2x pijetan thailand, jepang, wah jadi pengen :-D

    Anyway… dulu saya pernah coba-coba observe soal “masuk angin” di Google, dan hasilnya banyak dari obrolan ilmiah itu adalah mitos, tapi saya juga bukan orang medis walau pro ke medis kalau ada apa-apa.. gini, kalau demam berdarah ada kebiasaan di masyarakat kita (pengalaman saya pribadi dan sudah terbukti sukses di banyak teman2x) kasih aja juice buah jambu klutuk pasti nanti trombosit nya naik, yang banyak, trus minum air putih yang banyak, jadi walau diinpus (duh, sori nulisnya gak tau istilah medisnya betul atau salah), jadi biarin deh korban rela ke toilet sering2x pipis, yg penting cepat sembuh, nah itu kalau diobrolin ke dokter juga bilang dokter pasti “Wah itu gak ada di buku”. Lha tapi kan bisa manjur toh?

    Begitu juga dengan “masuk angin”, kata hati saya yang paling dalam sangat berat menerima eksistensi kata “masuk angin” itu sendiri untuk menjelaskan kurang enak badan, pegal-pegal, mual, lemes, tapii… hm, andaikan ada kajian khusus tentang ini.

    Makasih banyak bu postingnya juga diujung2 posting yang ngebahas dari sisi keuangan yang menarik itu :-D

    Nanti kalau ada listing tukang pijat rekomendasi ibu saya akan sangat welcome lho. Saya coba dulu toh, kalau enak ya terus… semoga aja ya enak terus ya.

  11. Kalo saya mah, sebulan sekali dipijat neng. Kegemaran dipijat sejak setahun setelah bekerja. Dulu, waktu masih muda, ga pernah pijat. Tapi sekarang, malah rutin. Apalagi kalo pulang dari luar kota, sehabis nyetir, pasti langsung pijat. Dan tukang pijat langganan saya juga sudah pake HP. Mesti di booking lebih dulu. Maklum pelanggannya bos2 dan pejabat.

  12. Pijit memang enak. Kadang kalau sedang libur/cuti atau hari Sabtu dan Minggu ada ibu-ibu pemijit yang bisa dipanggil ke rumah. Nggak enaknya kalau ia sudah pijit beberapa orang sebelumnya, tenaganya sudah tidak ada :D pijatan jadi pelan/lembek…..

  13. Orangemood,

    Hmm…emang hasil nyata pijat adalah badan terasa segar (asal memang tukang pijatnya kompeten, dan tahu urat syaraf)

    Mas Mashuri,
    Teman saya ada yang bekerja sebagai ahli pijat, dulu sekolahnya di Akademi Fisioterapi (bener nggak nulisnya). Suami saya tahun 2000 terserang stroke, terus oleh saudaranya dianjurkan pijat di daerah Bintaro. Memang orangnya pintar, dan ternyata suami saya sembuh kembali dalam satu bulan…dipijatnya seminggu sekali.

    Mas gOeN,
    Hmm..emang yang hobi pijat biasanya ibu-ibu, karena sejak gadis udah dikenalkan pijat ini. Dan setelah 3 bln melahirkan disarankan pijat untuk mengembalikan kelenturan tubuh. Tapi harus hati-hati, kalau tukang pijatnya ngawur malah bisa keseleo.

    Ihedge,
    Bersyukurlah kalau nggak kecanduan….saya ke Malaysia ujung2nya sama temen diajak pijat refleksi di daerah Bukit Bintang.

    Angeli (Popy),
    Narpen memang punya bakat kayaknya, karena sejak bayi suka dipijat ibunya biar tidurnya nyenyak.

    Tukang ketik,
    Wahh saya nyerah deh, kalau diinjak-injak tukang ketik…tapi itu dulu saat masih kecil ya. Anak sulungku ga suka pijat, tapi minta dipijat ibu. Karena badannya gede, maka seringnya saya injak2 pake sebelah kaki.

    Trian,
    Dipijat oleh pasangan? Wahh itu paling asyik…karena pasti ada terusannya.

    Osinaga,

    Ada yang pijat enak (seperti cerita saya tentang mbah Atmo alm), juga pijat refleksi “Frans”, sedang pak N adalah pijat mirip fisioterapi. Dia pake tangan, tapi langsung kena urat syaraf dan katanya bisa melancarkan peredaran darah…kalau memang ada penyakit, sakiit sekali, tapi benar-benar sembuh. Waktunya 1 jam. Kalau bapak2 lebih enak, karena bisa buka baju…lha kalau ibu2 ya cuma dipijat kaki dan tangan…tapi kan kaki kalau dipijat udah menyembuhkan ketegangan dan pegal2.

    Arie,
    Pak N ini walau pijatnya bisa keseluruh badan (untuk bapak2), memijat selalu dimulai dari kaki….dan kalau kesakitan pak N suka kena tendangan saya, tapi dia tenang2 aja. Padahal kalau dilihat, kayaknya dia cuma nyenggol aja lho di kaki, tapi sakiiiit…pernah juga sih nggak terlalu sakit. Dipijat terasa sakit, kalau sakit maag lagi kambuh, pusing karena migren…jika cuma kecapekan dipijit nggak sakit.

    Ya, justru tertarik membahas pijat ini karena saya melihat bisnis ini menjanjikan, dibahas di Kontan…dan berdasar pengamatan saya (yang suka creambath sebulan sekali, biar pusing hilang), maka saat ini salon tak sekedar hanya perawatan wajah dan rambut, namun juga ada untuk pijat relaksasi. Dan ternyata dari omong2an dengan pemiliknya, bisnis tambahan ini menguntungkan.

  14. Mas Erander,

    Komunikasi pake Hp memudahkan kita, tukang pijat, tukang bakso, tukang jahit dll semua bisa dihubungi pake Hp. Dan ini menguntungkan, karena kita bisa pesan melalui Hp, cukup melalui sms, dan tak membuang waktu dijalan karena macet.

    Mas Thamrin,

    Rata-rata tukang pijat, hanya mampu memijat 6 orang per hari…3 orang di waktu pagi, istirahat…kemudian mulai lagi sore hari. Yang paling nggak enak kalau kebagian malam hari, tapi justru waktu kita longgar dimalam hari, setelah kerja, makan malam…pijat…dan tertidur…

  15. bagi saya pijatan orang lain ngga ada yang semantap pijatan Bapak saya …

    semuanya cemen!

  16. Sandy,
    Wahh seneng banget punya bapak pintar memijat. Anak-anakku juga nggak suka pijat, tapi maunya dipijat ibu.

  17. terakhir, hari minggu kemarin aku dipijit. pijit biasa, kalau yang syaraf ga kuat, kalau yang luar biasa belon pernah :-)

    biasanya manggil tukang pijat langganan (tinggal sms aja) kalau badan dah ga karuan.

  18. Saya dari SMA malah dah kecanduan pijat+kerokan, tapi beberapa bulan lalu pemijat langganan saya yg jg dah sepuh meninggal dunia, jd kehilangan bgt. Semoga beliau diterima disisiNya.

  19. Aku juga seneng dipijet….

  20. Aku suka dipijit walau jarang sekali,dan kata tukang pijit badanku keras meski aku seorang wanita…he….he

  21. Bumisegoro,
    Thanks sharingnya, memang biasanya penggemar pijat telah memiliki pelanggan masing-masing.

    Neen,
    Ikut berduka atas meninggalnya sang tukang pijat, semoga cepat dapat ganti tukang pijat yang enak.

    Mbelgedez,
    Hehehe..makin banyak aja temennya pencinta pijat. Thanks udah mampir.

    s1w1,
    Kalau badan keras, berarti mbak Siwi (benar ya??) sering olahraga.

  22. saya enggak suka dipijat bu, malah sakit-sakit (orang2 bilang kalo sakit itu berarti pijatannya mantap)
    btw, anak muda yang jadi tukang pijat kok makin jarang ya.. hehehe

  23. Bu salam kenal,
    tulisan2 ibu enak dibaca,
    Hampir semua orang yang pernah aku pijit pasti bilang tanganku enak lho kalo mijit, lembut tapi keras.
    Pernah terpikir untuk mengais rejeki dgn ujung tanganku, tapi suami hanya mengijinkan aku mijit dia aja, yo wis, aku hanya seorang istri biasa

  24. Wah saya udah lama ga ngerasain enaknya dipijat…

  25. duh.. koq gw kira “pijit” yang lain.. hahaha

    =)

  26. Hanang,
    Yang benar, setelah dipijit badan terasa segar…tapi memang ga semua suka dipijit.

    Mamaendang,
    Salam kenal, makasih udah dikunjungi. Blognya ibu juga bagus kok, ceritanya lucu2, jadi ingat anakku waktu masih kecil.

    Mathematicse,
    Makasih kunjungannya. Biasanya pijat dimana?

    Akonx,
    Pijit yang mana maksudnya? hahaha..kalau itu mah, yang tahu bapak-bapak

  27. hati hati kalo sering di pijat entar jadi pengen di pijit heheh s kalo saya punya pijatan khusus yaitu pijatan untuk membuka usaha yang jitu………. salam kenal dari bandung niii,,,,,,,,,,,,,,,,,

  28. kalo urusan pijat memijat memang banyak yang suka, tidak terkecuali ibu saya yang setiap pulang ke bandung minta dipijat SETIAP malam.
    endorfin itu memang bekerja ya..!!
    * oya bu enny, buku HIdden Face Of Iran nya udah saya upload di blog, biar ibu bisa beli someday..

  29. Agu,
    Salam kenal juga. Thanks telah mampir.

    Dika,
    Waduhh makasih ya, kapan-kapan saya down load ya….besok pagi mau ke Bandung, si bungsu wisuda di Sabuga hari Sabtu.

  30. wah, aku sih hobi bgt dipijat, kalo pas mudik, si mamah biasanya langsung memesan si tukang pijat langganan, sekarang si mbok itu sudah meninggal, alhasil yang jadi ‘tumbal’nya ya pembantu di rumah :P sekalian dilulur kasih 50rb, dia bisa seneng banget, seminggu mudik bisa dipijitin terus sama dia :D bayarnya padahal cuma sekali…
    tapi karena di bdg waktu terbatas dan sok riweuh, paling2 pijitnya refleksi yang sejam selesai, jadi dulu nih waktu masih jalan sama Manusia Laut, klo weekend dia ke salon creambath & facial, aku malah memilih pijat refleksi, hehehehe kebalik ya… salonnya aja kadang suka bingung… :D

  31. r

    Makasih telah mampir. Saya di Bandung belum tahu tukang pijat yang bagus, karena ke Bandung cuma sesekali, dan nggak hapal jalan.

    Kalau di Jakarta, di daerah Cipete, ada salon khusus ibu2 (sekarang juga buka untuk bapak-bapak, tapi tempat dipisahkan), yang kalau kita facial, creambath bisa sekaligus pijat refleksi…..dan bisa juga minta kerokan. Kalau adikku datang ke Jakarta, dia suka facial (tapi yang sistem totok…biar melancarkan peredaran darah), terus nanti pas creambath, dia minta dikeroki dan dipijat refleksi. Jadi lengkap seluruh badan, pulang bersih dan nyaman.

  32. ga begitu tertarik pijat bu, enakan berenang ato olahraga sampe cape, makan banyak trus tidur hehehehehe, terakhir pijat pake kursi pijat elektronik, pengen beli tapi mahal ya :D

  33. Sebetulnya kalau rajin olahraga, tak perlu pijat. Karena dengan olahraga, berkeringat, nanti setelah mandi dan makan, tidurnya akan nyenyak.

    Pijat untuk alasan tak sempat olahraga, habis tugas keluar kota berhari-hari, tak sempat olahraga karena pekerjaan baru selesai tengah malam.

  34. Udah lama nih ga dipijat lagi. Pindah rumah trus ga tau deh di daerah rumah yg baru ada yg pijatannya enak kayak di rumah yg lama ga ya? *sambil keinget sama mba & ibu yg pernah pijat aku*

  35. Mirna,
    Thanks kunjungannya.
    Kalau udah terbiasa pijat, memang jadi ngangeni…dan tak semua orang berbakat memijat.

  36. Benar lho kata Anda, kalo pijat itu bisa bikin orang kangen dan sehat krn saya sendiri sering melakukan pijat terapi ke orang2 tersebut. Dengan melihat wajah mereka yang merasa segar dan sehat saja, saya sudah senang lho.
    Boleh nggak cerita Anda, saya kutip ke weblog saya ? terima kasih

  37. Kalu aku sih cuman senang kalu pijat yang diinjak2, nggak tahu kenapa, abis udah dari dulu kali, dan abis itu enak rasanya. Aku rasa diinjak2 yang paling enak.

  38. pijat itu ngangeni, klau aku ga tau pijat, klau merasa capek , langsung aja duduk dilantai, kaki lurus sejajar dan badan ditekuk (membungkuk)sampai cium lutut beberapa kali dan kaki tetap lurus. Dijamin capek akan hilang dan badan segar kembali. silakan coba.

  39. Bagus,
    Silahkan. Blognya Bagus seru ya..tentang pijat semua…..hehehe

    Tony,
    Itu mirip dengan anak sulungku. Habis ibunya udah nggak kuat kalau disuruh memijat, jadi ya diinjak-injak. Kalau dipanggilkan tukang pijat nggak mau, katanya sakit dan geli.

    Supriyadi,
    Hi, apa kabar? Bikin blog mas, bisa saling kirim komentar. Masih di surabaya?

  40. saya mengenal pijit baru2 ini saja tapi kalo kerokan wah.. hobi banget.. semua mungkin disebabkan pengalaman masa kecil ya karena ibu saya (alm) juga tidak suka dipijat tapi sangat suka kerokan..

  41. Hallo Liza, thanks telah berkunjung.
    Kerokan relatif lebih mudah, namun ada juga yang berbakat ngeroki, yang dikeroki tak terasa sakit.
    Sedangkan jika pijat, kalau pemijatnya tak pandai, malah terasa geli.

  42. No telp tukang pijat yg enak di sby dong..

  43. Ary Endria,
    Mungkin ada pembaca yang tinggal di Surabaya bisa menjawabnya

  44. saya juga suka pijit/urut/refleksi orang, saya malah kalo ga pijit orang kadang ga betah, malah kadang badan lemes kalo ga mijit orang.
    saya ga tahu kadang tiba2 pgn pijit orang kalo lagi kumpul2 gt. dan mmg kdg yg saya pijit atau tekan bagian tubuhnya dia blg emang lagi sakit. ya ga tahu saya bis aitu dr mana.ya barangkali dr orang tua saya dulu, katanya mang bisa pijit.akhirnya saya pikir barangkali itu ada hikmah dan manfaat nya buat orang dan yg sakit.saya tinggal di bandung selatan.saya urut mempergunakan jari dan telapak tangan. pengurutan dilakuakan secara halus dan tekan kalo ada bagian urat yg barangkali ada gangguan.saya memepergunbakan hand body lotion dalam pengurutan. kaki tgn, punggung kepala.ya memeng kalo refleksi di kaki kdg sakit.tapi kalo wanita kebanyakan ga tahan ya metodanya di urut aja. terutama telapak kaki, betis tgn.punggung, kadang saya juga mempergunakan kaki untuk urut bagian paha belakang .rasanya sedikit sakit tapi kadang di rasakan oleh mereka ke bagian pinggul dan pinggang yang sakit. ya barangkali ini share aja.
    kalo ada yg mau coba silahkan hub saya untuk wilayah bandung di 085921549258.tnx

  45. wah emg enak dipijit ato diinjak2.saya malah sangat ketagihan dipijit n diinjak2. tp apakah ada ya pijitan yg membuat tahan lama (;-))…? uratx maksudx…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 221 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: