<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Melatih Kemandirian anak</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 05:14:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: anie</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-13903</link>
		<dc:creator>anie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 02:07:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-13903</guid>
		<description>Ibu adalah sosok yang tegar dengan kelembutannya, tangguh dengan kelemahannya, dan kuat dengan kemanjaannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu adalah sosok yang tegar dengan kelembutannya, tangguh dengan kelemahannya, dan kuat dengan kemanjaannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-12210</link>
		<dc:creator>Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 15:01:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-12210</guid>
		<description>sebelumnya terima kasih atas masukkannya.  salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebelumnya terima kasih atas masukkannya.  salam kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wulan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-10979</link>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 05:25:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-10979</guid>
		<description>oh ya, Bu, saya lupa mengatakan bahwa tante saya ini adalah anak bungsu dari 4 bersaudara dg kakak laki2 (sulung) dan dua kakak perempuan. Semuanya berhubungan dekat, dan ia masih tinggal satu rumah dengan ibu, satu kakak perempuan (nomor 2), dan dua keponakan. Terimakasih.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wulan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Melatih kemandirian itu sejak kecil, dan terus menerus dibiasakan dalam lingkungan keluarga. Jika anak telah berumur di atas 10 tahun menjadi lebih sulit.
Karena yang diceritakan adalah orang yang telah dewasa, tentu perlu bantuan dari orang yang memang ahli di bidangnya, yaitu psikolog, atau psikiater.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oh ya, Bu, saya lupa mengatakan bahwa tante saya ini adalah anak bungsu dari 4 bersaudara dg kakak laki2 (sulung) dan dua kakak perempuan. Semuanya berhubungan dekat, dan ia masih tinggal satu rumah dengan ibu, satu kakak perempuan (nomor 2), dan dua keponakan. Terimakasih.</p>
<p><em><strong>Wulan</strong></em>,<br />
Melatih kemandirian itu sejak kecil, dan terus menerus dibiasakan dalam lingkungan keluarga. Jika anak telah berumur di atas 10 tahun menjadi lebih sulit.<br />
Karena yang diceritakan adalah orang yang telah dewasa, tentu perlu bantuan dari orang yang memang ahli di bidangnya, yaitu psikolog, atau psikiater.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wulan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-10978</link>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 05:17:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-10978</guid>
		<description>salam kenal Ibu.....
begini, saya ingin tanya saat ini tante saya (umur +/- 34 tahun) sdg mengalami depresi berat (dipicu kecemasan dan stress serta rasa inferior yang terakumulasi sejak kecil). 
Keluhan utama adalah ia sering dibilang tidak mandiri dan selalu tergantung pada orang lain (terutama keluarga). Masalah besar tjd saat ia dipindah ke bag kerja yang lebih rendah dan umumnya untuk karyawan baru (ia bekerja di sebuah travel agent yang lumayan besar di kota Solo, seblmnya ia ditempatkan di bagian pembukuan selama 8 tahun dari total 10 tahun masa kerja). Kdg ia sering bertanya jika mengalami kesulitan, namun jika kmd ia dikatakan tidak mandiri, maka ia tersinggung dan merasa tidak mau bertanya lagi pd orang lain apabila ia mendpt kesulitan walaupun sgt mendesak. 
Akhirnya ia sering dikirim ke pelatihan2/seminar, namun justru ia jadi semakin cemas dan mengalami insomnia karena terlalu mencemaskan mengenai apa yg hrs ia lakukan selama pelatihan berlangsung. Misalnya mengenai apakah ia bisa mengikuti pelatihan, bgm kalo ia gagal, dsb. Awal masalah inilah yang membuatnya hrs berhub dgn psikiater selama 4 tahun dengan terapi obat anti-depresan dan juga obat tidur. Merasa tidak ada perkembangan karena akhirnya justru ia ambruk (fisik terasa sakit dan tegang hingga tidak bisa bangun, pdhal ia rutin ke psikiater dan rutin jg mengonsumsi obat), ia memutuskan resign dari pekerjaan krn merasa sdh tidak bisa bekerja lagi dgn kondisi psikis demikian. 
Ini mgk jg imbas kompleks dari masalah usia dewasa awal dimana saat itu ia jg sdg berusaha menjalin hub khusus dengan seorang pria namun selalu gagal krn sifat idealisme dan perfeksionis tanpa diimbangi dengan rasa penerimaan diri yang seharusnya. 
Mnt keluarganya, sjk kecil ia mmg sudah menampilkan karakter yang selalu tergantung, jika ada PR yang tdk bisa ia kerjakan ia tinggal menangis dan ibunyalah yg mengerjakan tugas2nya. Saat ia merasa tersinggung thd orang lain, ia akan menangis dan menangis hingga beberapa lama smp ada anggota keluarga yg hrs turun tangan untuk membantu menenangkannya. Hal ini sering tjd berkaitan dg kesulitan dalam menghadapi tugas2nya. 
Ia sdh berkali2 ke psikolog, namun belum bisa mengatasi masalahnya yang serius tsb.
Nah, pertanyaan saya, bgm menangani masalah yang berurat akar dalam hal kemandirian ini, BU? 
Apakah kita masih bisa melakukan sesuatu yang bisa mengurangi beban psikisnya?
Saat ini ia masih sakit secara fisik (kelelahan kronis, ketegangan syaraf, maag kronis) yg mgk disebabkan kecemasan dan depresi krn ia selalu bingung memikirkan kesehatannya yang memburuk, masa depan, dan apakah ia sdh tdk dapat bekerja lagi?
Terimakasih sebelum dan sesudahnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal Ibu&#8230;..<br />
begini, saya ingin tanya saat ini tante saya (umur +/- 34 tahun) sdg mengalami depresi berat (dipicu kecemasan dan stress serta rasa inferior yang terakumulasi sejak kecil).<br />
Keluhan utama adalah ia sering dibilang tidak mandiri dan selalu tergantung pada orang lain (terutama keluarga). Masalah besar tjd saat ia dipindah ke bag kerja yang lebih rendah dan umumnya untuk karyawan baru (ia bekerja di sebuah travel agent yang lumayan besar di kota Solo, seblmnya ia ditempatkan di bagian pembukuan selama 8 tahun dari total 10 tahun masa kerja). Kdg ia sering bertanya jika mengalami kesulitan, namun jika kmd ia dikatakan tidak mandiri, maka ia tersinggung dan merasa tidak mau bertanya lagi pd orang lain apabila ia mendpt kesulitan walaupun sgt mendesak.<br />
Akhirnya ia sering dikirim ke pelatihan2/seminar, namun justru ia jadi semakin cemas dan mengalami insomnia karena terlalu mencemaskan mengenai apa yg hrs ia lakukan selama pelatihan berlangsung. Misalnya mengenai apakah ia bisa mengikuti pelatihan, bgm kalo ia gagal, dsb. Awal masalah inilah yang membuatnya hrs berhub dgn psikiater selama 4 tahun dengan terapi obat anti-depresan dan juga obat tidur. Merasa tidak ada perkembangan karena akhirnya justru ia ambruk (fisik terasa sakit dan tegang hingga tidak bisa bangun, pdhal ia rutin ke psikiater dan rutin jg mengonsumsi obat), ia memutuskan resign dari pekerjaan krn merasa sdh tidak bisa bekerja lagi dgn kondisi psikis demikian.<br />
Ini mgk jg imbas kompleks dari masalah usia dewasa awal dimana saat itu ia jg sdg berusaha menjalin hub khusus dengan seorang pria namun selalu gagal krn sifat idealisme dan perfeksionis tanpa diimbangi dengan rasa penerimaan diri yang seharusnya.<br />
Mnt keluarganya, sjk kecil ia mmg sudah menampilkan karakter yang selalu tergantung, jika ada PR yang tdk bisa ia kerjakan ia tinggal menangis dan ibunyalah yg mengerjakan tugas2nya. Saat ia merasa tersinggung thd orang lain, ia akan menangis dan menangis hingga beberapa lama smp ada anggota keluarga yg hrs turun tangan untuk membantu menenangkannya. Hal ini sering tjd berkaitan dg kesulitan dalam menghadapi tugas2nya.<br />
Ia sdh berkali2 ke psikolog, namun belum bisa mengatasi masalahnya yang serius tsb.<br />
Nah, pertanyaan saya, bgm menangani masalah yang berurat akar dalam hal kemandirian ini, BU?<br />
Apakah kita masih bisa melakukan sesuatu yang bisa mengurangi beban psikisnya?<br />
Saat ini ia masih sakit secara fisik (kelelahan kronis, ketegangan syaraf, maag kronis) yg mgk disebabkan kecemasan dan depresi krn ia selalu bingung memikirkan kesehatannya yang memburuk, masa depan, dan apakah ia sdh tdk dapat bekerja lagi?<br />
Terimakasih sebelum dan sesudahnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hendra</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-5168</link>
		<dc:creator>hendra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 09:07:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-5168</guid>
		<description>Benar, kami juga begitu?  bagaimana si anak 7-9 tahun sadar bahwa ia harus bangun pagi? ini yagn masih sulit saya tanamkan kepada mereka?

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hendra&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Harus sabar, dan beri pengertian. Paling mudah, memberi contoh nyata.
Jika beragama Islam, kan pagi-pagi harus sholat Subuh, secara tak langsung setiap anggota keluarga akan bangun pagi, dan selesai sholat, melakukan aktivitasnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar, kami juga begitu?  bagaimana si anak 7-9 tahun sadar bahwa ia harus bangun pagi? ini yagn masih sulit saya tanamkan kepada mereka?</p>
<p><em><strong>Hendra</strong></em>,<br />
Harus sabar, dan beri pengertian. Paling mudah, memberi contoh nyata.<br />
Jika beragama Islam, kan pagi-pagi harus sholat Subuh, secara tak langsung setiap anggota keluarga akan bangun pagi, dan selesai sholat, melakukan aktivitasnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1282</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 10:36:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1282</guid>
		<description>Mbak Yuli,
Saya tak tahu kondisi Bandung, walaupun suami lebih banyak tinggal di Bandung. Tapi kalau sulit bangun karena kurang tidur, saya kira itu wajar mbak...

Mbak Tini,
Iya, saya bersyukur karena guru-guru sekolah anakku baik semua, dan sering memberi masukan bagi kami. Terus terang, jika anak saya berhasil, itu atas dukungan orang-orang disekitar, guru-guru/dosennya, teman-temannya, juga mbak-mbak (pembantu) di rumah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Yuli,<br />
Saya tak tahu kondisi Bandung, walaupun suami lebih banyak tinggal di Bandung. Tapi kalau sulit bangun karena kurang tidur, saya kira itu wajar mbak&#8230;</p>
<p>Mbak Tini,<br />
Iya, saya bersyukur karena guru-guru sekolah anakku baik semua, dan sering memberi masukan bagi kami. Terus terang, jika anak saya berhasil, itu atas dukungan orang-orang disekitar, guru-guru/dosennya, teman-temannya, juga mbak-mbak (pembantu) di rumah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tini</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1281</link>
		<dc:creator>Tini</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 10:28:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1281</guid>
		<description>Salam kenal ya bu......
Senang rasanya mendapatkan pelajaran dari Ibu. Toh yang namanya belajar bukan hanya membaca buku, sekolah atau ikut training ya bu..., ternyata membaca blog ibupun saya mendapatkan hal yang berharga.

Saya tertarik pada point (e) memang saya tidak percaya apabila anak saya (red-kelas 3SD) mengerjakan PR sendiri, selalu ditemani entah itu oleh saya, papanya ataupun tetehnya (pengasuh) dan saya orang yang paling cerewet kalau dia tidak mengerjakan PR.

Betul juga kata Almarhum Kepala Sekolah bahwa punishment itu sometimes diperlukan untuk mendidik anak ya bu.......jadi selama ini saya &quot;overprotective&quot; ya bu...

Sekali lagi terima kasih atas pembelajarannya.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal ya bu&#8230;&#8230;<br />
Senang rasanya mendapatkan pelajaran dari Ibu. Toh yang namanya belajar bukan hanya membaca buku, sekolah atau ikut training ya bu&#8230;, ternyata membaca blog ibupun saya mendapatkan hal yang berharga.</p>
<p>Saya tertarik pada point (e) memang saya tidak percaya apabila anak saya (red-kelas 3SD) mengerjakan PR sendiri, selalu ditemani entah itu oleh saya, papanya ataupun tetehnya (pengasuh) dan saya orang yang paling cerewet kalau dia tidak mengerjakan PR.</p>
<p>Betul juga kata Almarhum Kepala Sekolah bahwa punishment itu sometimes diperlukan untuk mendidik anak ya bu&#8230;&#8230;.jadi selama ini saya &#8220;overprotective&#8221; ya bu&#8230;</p>
<p>Sekali lagi terima kasih atas pembelajarannya.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yuli</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1263</link>
		<dc:creator>Yuli</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 02:56:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1263</guid>
		<description>Bu Enny
Makasih ya..... sangat berarti sekali blog ibu ini, karena saya jadi bisa konsultasi sama ibu.
Anak saya putri dua-duanya. 
Tugas dari sekolah memang banyak, jadi tidurnya malam, kalau disuruh tidur katanya belum selesai. Resikonya pagi susah bangun. Kalau libur memang saya biarkan. Maunya saya karena mereka udah besar-besar ya sebaiknya pagi bisa bangun sendiri. Kalau saya keluar kota katanya mereka bisa bangun sendiri, jemputan datang udah pada siap. Kalau ada saya jemputan sampai nunggu. Akhirnya kalau pagi pasti heboh sampai malu sama tetangga, karena teriaknya cukup keras.
Di Bandung mungkin tes di RS Borromeus ya. Pengin juga sih periksa, mudah-mudahan nggak apa-apa. Trus ana ibu udah ketauan diatas rata-rata dikasih obat apa atau di terapi.

Hubungan saya dengan 2 putri saya cukup baik, terutama dengan si sulung dia banyak cerita tentang kejadian apapun baik di sekolah maupun ditempat lain. Tapi yang bungsu ini cukup susah untuk diajak bicara, katanya nggak perlu cerita, udah aku bujuk-bujuk tetap nggak mau crita. Saya sampai bingung bagaimana caranya supaya mau cerita.

Bu, udah banyak nih nulisnya, nggak apa-apa kan bu.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu Enny<br />
Makasih ya&#8230;.. sangat berarti sekali blog ibu ini, karena saya jadi bisa konsultasi sama ibu.<br />
Anak saya putri dua-duanya.<br />
Tugas dari sekolah memang banyak, jadi tidurnya malam, kalau disuruh tidur katanya belum selesai. Resikonya pagi susah bangun. Kalau libur memang saya biarkan. Maunya saya karena mereka udah besar-besar ya sebaiknya pagi bisa bangun sendiri. Kalau saya keluar kota katanya mereka bisa bangun sendiri, jemputan datang udah pada siap. Kalau ada saya jemputan sampai nunggu. Akhirnya kalau pagi pasti heboh sampai malu sama tetangga, karena teriaknya cukup keras.<br />
Di Bandung mungkin tes di RS Borromeus ya. Pengin juga sih periksa, mudah-mudahan nggak apa-apa. Trus ana ibu udah ketauan diatas rata-rata dikasih obat apa atau di terapi.</p>
<p>Hubungan saya dengan 2 putri saya cukup baik, terutama dengan si sulung dia banyak cerita tentang kejadian apapun baik di sekolah maupun ditempat lain. Tapi yang bungsu ini cukup susah untuk diajak bicara, katanya nggak perlu cerita, udah aku bujuk-bujuk tetap nggak mau crita. Saya sampai bingung bagaimana caranya supaya mau cerita.</p>
<p>Bu, udah banyak nih nulisnya, nggak apa-apa kan bu&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1259</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 01:01:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1259</guid>
		<description>Sama-sama mbak Yuli, semoga sukses. Tapi putranya diamati terus ya, apakah senangnya tidur keterusan...karena anak sulungku ternyata mempunyai masalah gangguan tidur (test nya di RS Mitra Keluarga di Kemayoran)...REM (Rapid Eye Movementnya pernah sampai 11, padahal rata-rata di bawah 2)...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama-sama mbak Yuli, semoga sukses. Tapi putranya diamati terus ya, apakah senangnya tidur keterusan&#8230;karena anak sulungku ternyata mempunyai masalah gangguan tidur (test nya di RS Mitra Keluarga di Kemayoran)&#8230;REM (Rapid Eye Movementnya pernah sampai 11, padahal rata-rata di bawah 2)&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yuli</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1254</link>
		<dc:creator>Yuli</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 07:12:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/#comment-1254</guid>
		<description>Terima kasih atas jawaban ibu, saran ibu akan saya jalankan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas jawaban ibu, saran ibu akan saya jalankan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
