Pada kesempatan mengajar di Papua, saya mendapat kesempatan mengunjungi daerah wisata sekitar kota Jayapura pada waktu hari Sabtu dan Minggu. Bagi anda yang tak mempunyai teman di Jayapura, anda dapat menginap di hotel bintang 3, antara lain hotel Matoa dan hotel Yasmin, serta menyewa kendaraan plus sopir Rp.500.000,- per hari, diluar bensin. Atau jika anda berkantong tebal, dapat tidur di Swiss Belhotel yang persis menjorok kelaut, didaerah Pacifik atau Dok II. Wilayah tempat lokasi Swiss Belhotel dulunya merupakan laut yang direklamasi, dan sekarang merupakan areal pertokoan, yang kalau malam dipenuhi penjual makanan dengan tenda-tenda.
Inilah daerah wisata yang sempat saya kunjungi:
1. Melihat dan melintas perbatasan RI-PNG
Perjalanan dari kota Jayapura melalui perkampungan transmigran yang telah ramai dan subur, berkelak kelok menyusuri perbukitan, serta menerobos hutan yang masih lebat. Jarak tempuh 1,5 jam, jalan mulus sekali. Apabila ingin dapat berkunjung ke kampung Putung di PNG, maka Anda harus menyiapkan paspor dan Visa (yang dapat diurus di Kantor Imigrasi PNG di Jayapura). Sayang saya tak menyiapkan kedua hal tersebut, maklum berpikir dapat melintasi perbatasan saja tak pernah, dan setelah tahu hanya 1,5 jam dan situasi aman maka barulah kami berpikir ingin melintas perbatasan. Jalan indah, mulus, dan lengang.
Sebelum masuk perbatasan kami melapor dulu pada tentara RI yang menjaga perbatasan, bahkan sempat berpose bersama mereka.
Kemudian kami juga mengajak mengobrol orang-orang PNG yang sedang melintas batas ke wilayah Indonesia, untuk bertransaksi.
Tak terbayangkan bahwa diperbatasan, dipuncak gunung dan pemandangan laut dibawahnya , banyak terjadi transaksi antara orang Papua dan PNG. Kamipun melapor ke Mr. Jeffrey Owen, Customs Border Operation untuk wilayah PNG dan diperbolehkan hanya sampai sebatas mengunjungi pasar PNG yang terdiri dari 10 tenda berwarna biru.
Dari sini kami bisa melihat desa Putung ditepi laut, dan kota terdekat (Vanimo) berjarak tempuh 2 hari dari perbatasan.
Kalaupun punya Visa, sebetulnya kami hanya bisa mengunjungi perkampungan Desa Wutung saja. Orang PNG menggunakan bahasa Inggris dengan dialek Fiji, dan mata uangnya Kina (1 Kina= Rp.3000,-)
2. Pura Agung Surya Bhuvana Jayapura.
Pura Hindu Bali ini terletak di perbukitan, dengan pemandangan Teluk Jayapura di kejauhan.![]()
3. Monumen Jendral Mac Arthur.
Monumen ini terletak di Ifar Gunung, yang kemudian dikenal dengan Bukit Makatur. Konon dulunya Jendral Mac Arthur saat PD II mendarat pertama kalinya di Papua, di pelabuhan Hamadi (sekarang menjadi markas AL Jayapura), kemudian berjalan mendaki melalui Sentani. Bukit Makatur terletak di atas danau Sentani, jarak tempuh dari kota Jayapura 45 menit, melewati jalan berkelak kelok menyusuri laut Jayapura, terus dilanjutkan berkelok kelok menyusuri Danau Sentani, kemudian terus naik ke bukit. Dari bukit Makatur kita disuguhi pemandangan Danau Sentani dan landasan lapangan terbang Sentani yang terlihat dari atas. Di bukit ini ada museum dan situs ini sekarang di bawah
perlindungan Dinas Purbakala.
Dalam perjalanan pulang, apabila anda merasa lapar, maka anda dapat singgah direstoran di tepi danau Sentani. Restoran yang banyak dikunjungi adalah “Yougwa Retaurant”,
menyajikan masakan ikan yang diambil langsung dari danau.
![]()
Ada lagi makanan khas yaitu tumis kangkung bunga pepaya, konon untuk mencegah sakit malaria karena gigitan nyamuk. Selama di Jayapura saya sering makan masakan ini, rasanya pahit dan pedas.
4. Melihat penangkaran buaya di Entrop, Jayapura
Jarak tempat penangkaran buaya ini 30 menit dari kota Jayapura, searah dengan pura Hindu dan Bukit Makatur. Pemilik “Bintang Mas” (nama tempat penangkaran buaya) konon juga pemilik bangunan PTC (Papua Trade Center).
Terdapat 40 kolam penangkaran, dan jumlah buaya yang ada di kolam saat itu sekitar 200 ekor.
Ijinnya diperoleh dari Ditjen Peternakan, yang akan diperbarui setiap tahunnya, berapa banyak buaya yang boleh dipelihara, serta buya yang diperdagangkan dalam kurun waktu satu tahun. Apabila melanggar, pengusaha dikenai sanksi. Makanan buaya diperoleh dari daging dan ikan, harga buaya didasarkan atas panjang tubuhnya, dan setiap inci harganya saat ini Rp.30.000,-. Yang boleh diperdagangkan adalah buaya yang telah memiliki panjang minimal 12 inci.![]()
Selain kulitnya, yang diminati adalah dagingnya, dapat dibuat berbagai makanan olahan seperti dendeng buaya, namun saya tak berani mencoba. Juga tangkur buaya, yang konon katanya dapat menjadi obat kuat kaum lelaki. Daging buaya maupun tangkur buaya dapat diperoleh di PTC.
5. Menikmati sunset di Polimak.
Polimak adalah nama daerah, yang mempunyai bukit tinggi dan diatasnya penuh antena TV, dari segala macam stasiun pemancar TV. Disitu juga ada tulisan “Jayapura City” yang sangat besar, terlihat dari laut dan kota Jayapura, dan kalau malam diterangi oleh lampu.
Sayangnya potensi wisata disini belum tergarap dengan baik, tiang beton pancang tempat tulisan Jayapura City dibiarkan begitu saja, mmbahayakan pengunjung terutama yang membawa anak-anak.
Padahal, jika saja diberi pembatas agar aman, atau diberi atap dan kaca, serta ada cafe, maka daerah tersebut dapat menjadi daerah yang sangat menarik banyak pengunjung.
5. Mencari souvenir di pasar Hamadi
Pasar Hamadi di kenal sebagai tempat menjual berbagai souvenir khas kerajinan tangan Papua, dari suku Asmat maupun dari Lembah Baliem, Wamena. Saat ini sedang dibangun pasar Hamadi, yang nantinya bertingkat, dan dibawahnya digunakan sebagai area parkir.
Di Hamadi saya membeli koteka dan berbagai gelang dari akar tanaman, teman saya membeli alat perang suku Lembah Baliem, serta lainnya membeli topi yang sering digunakan Kepala Suku terbuat dari bulu burung Kasuari.
Sayangnya saya tak bisa mendapatkan peta kota Jayapura di Gramedia. Namun untuk memudahkan saya lampirkan peta kota Jayapura secara kasar, yang saya foto dari hotel Matoa.![]()

Swiss Belhotel sudah bisa ditempati ya? horeeee, dulu cuman bisa di Yasmin
hiks, sering mati lampu lagi. Hmm wisata baharinya kurang bu, pantai2 di sepanjang papua.
Oleh: priandoyo on Agustus 13, 2007
at 9:38 am
Yasmin cukup bagus kan, juga dekat laut. Iya, wisata Bahari termasuk juga, tapi karena kalau di Jayapura, setiap gerakan berpindah wilayah selalu melewati pemandangan laut dikiri atau kanan jalan (tergantung posisinya), atau danau, maka nggak saya masukkan.
Yang jelas karena saya tak sempat berperahu, soalnya takut kecebur dan ga bisa mengajar. Awalnya mau ke Wamena, tapi cuaca kurang bersahabat, kawatir ga bisa balik ke Jayapura saat dipelukan, makanya hanya wisata sekitar kota Jayapura. Bagi saya, setelah kunjungan 12 tahun yg lalu, yang baru adalah pergi ke perbatasan.
Oleh: edratna on Agustus 13, 2007
at 9:52 am
Boleh tau alamat dan telpon penangkaran buayanya ngga bu? Kalau ada…. Terima kasih.
Oleh: Yohanes on Agustus 29, 2007
at 1:59 am
salam kenal ya Bu.. seneng banget baca tulisan hasil jalan-jalan di Jpr. cuma mo comment ini; Pura Agung Surya Bhuvana Jayapura, setau saya ada di Skyline. berarti pemandangan dari situ bukan ke Danau Sentani, tapi ke lautan Pasifik (klo gak salah). klo Ibu sempet jalan ke belakang Pura, dari situ keliatan pemandangan teluk yang bagus banget di bawahnya. Aniway, tulisan Ibu sedikit mengobati kerinduan saya akan Jayapura. Makasih lho Bu..
Oleh: Anya on Agustus 29, 2007
at 7:51 am
Yohanes,
Alamatnya di daerah Entrop, dari Jayapura dikanan jalan. Saya nggak sempat ketemu pemiliknya, hanya para karyawannya, namun katanya pemilik penangkaran buaya juga merupakan pemilik PTC (Papua Trade Center).
Anya,
Thanks, nanti saya koreksi. Saya memang setiap kali bingung, karena jalan-jalan di Jayapura, selalu ada pemangangan laut/danau dan bukit…akibatnya kacau.
Betul juga seingat saya, setiap kali berangkat mengajar, selalu melewati Pura tsb, padahal tempat mengajar di LPMP Kotaraja, berarti memang bukan danau Sentani ya. Pemandangan dari Pura memang bagus sekali, ada pemandangan lautnya (kali ini benar ya)…seperti di Hongkong.
Oleh: edratna on Agustus 30, 2007
at 2:00 am
halo..salam kenal…mw comment tentang Pura neh..skarang didepan Pura tsb dah ada tempat makan kelapa muda..wow..amazing bgt..dgn pmandangan yg indah bgt,makan kelapa muda pula…n slalu rame loh…pokonya the best lah..
Oleh: christie on Oktober 28, 2007
at 12:05 pm
Christie,
Betulkah? Wahh..pasti lebih menarik ya…semoga dapat kesempatan tugas ke Jayapura lagi.
Salam kenal juga..thanks telah mampir.
Oleh: edratna on Oktober 29, 2007
at 10:42 pm
saya dari malaysia, saya berminat nak membeli tangkur buaya dgn jumlah yg byk apa kah saudara bole uruskan .
Oleh: aliff on November 11, 2007
at 2:45 pm
sila email saya bagaimana cara2 ttg pengurusannya joezack78@hotmail.com
Oleh: aliff on November 11, 2007
at 2:48 pm
Aliff,
Saya domisili di Jakarta, ke Papua hanya dalam rangka tugas.
Mudah2an ada yang membaca pesananmu ini dan mengirim email kepadamu.
Btw, thanks telah mampir.
Oleh: edratna on November 11, 2007
at 10:19 pm
salam knal dr papua, km snagk kl ada yg mempromosikan kota kami thanks bangat yaaaaa, sapa pun datang ke kota jayapura pasti akan pulagk dgn kenangan yang manis deh, untuk edratna kami tunggu kdatangannya. jangan lupa kota jayapura juga terkenal akan keseblasannya yaitu PERSIPURA JAYAPURA.
Oleh: echon on Desember 4, 2007
at 5:52 am
Echon.
Pas di Jayapura saya sempat menikmati pertandingan persahabatan, tapi bukan Persipura.
Oleh: edratna on Desember 4, 2007
at 8:11 am
saya minggu ini berencana melakukan perjalanan ke jayapura. Mohon informasi rate hotel matoa dan yasmin serta berapa lama perjalanan dari airport ke hotel tersebut, maklum ini perjalanan pertama saya ke jayapura. terima kasih
Oleh: Endang Soesilowaty on Desember 10, 2007
at 7:51 am
Endang,
Perjalanan dari airport sekitar setengah jam. Kata sopir yang menjemput (saya dijemput sopir kantor), di bandara Sentani banyak mobil yang bisa dibayar untuk sampai ke kota, saya kurang tahu berapa biayanya. Sebaiknya ditanyakan ke information, begitu sampai bandara Sentani.
Hotel Matoa, kalau de luxe saat itu sekitar Rp.400.000 per kamar, cuma jangan dibayangkan dengan de luxe di Jakarta atau Surabaya ya….menurut saya kamarnya mirip hotel bintang dua, maklum udah tua. Hotel Yasmin lebih bagus sih kayaknya. jadi kemungkinan rate nya lebih tinggi.
Tapi kedua hotel tadi enaknya dekat dari mana-mana, setiap pagi bisa jalan-jalan ke pinggir laut, kalau malam lihat pasar kaget (persis depan hotel Yasmin) atau di sebelah kiri hotel Matoa. Sebaiknya minum pil kina dulu, juga siapkan obat2an, karena biaya di Jayapura dan kota-kota Papua lainnya sangat…sangaaat mahal.
Oleh: edratna on Desember 11, 2007
at 12:43 am
Mbak….saya pernah tinggal di Polimak, Jayapura selama 4,5 tahun……. kenangan Jayapura sangat membekas dihati saya yang besar di Jakarta. Jayapura merupakan kota pantai yang indah, banyak sekali kenangan saya disana bahkan kalo nanti saya pensiun saya mau tinggal di jayapura untuk mengabiskan masa tua saya.
Selamat tinggal jayapura kota yang penuh kenangan indah, nantikan saya 5 tahun lagi di Kotaraja.
Oleh: Danu on Desember 28, 2007
at 2:19 pm
Danu,
Sependapat, Jayapura memang indah sekali.
Oleh: edratna on Desember 28, 2007
at 2:31 pm
beri tau keadaan kabupaten2 yang lain dong…
coz mo dinas ke sana. alias kunjungan pertama ke sana
makasih…
Rizmel,
Mungkin bisa baca di blog teman lain…harus diingat, saya kesana juga karena tugas, dan ada waktu sedikit untuk jalan-jalan pas hari Sabtu Minggu.
Oleh: rizmel on Januari 23, 2008
at 2:12 pm
sa senank sekali sama kota jayapura karna jayapura adalh tmpt kelahiran saya dan kenangan bersama kelurga saya yang kini tlah tiada….hanya sisa kenangan masa kecil bersama mereka….jayapura..kotaku….dan…..kenangan ku….
Oleh: jefry on Februari 4, 2008
at 1:24 pm
kini ku berada di jawa tuk meraih masa depan yg penuh harapan yg Tuhan tlah sediakan buat ku…dan ku akan ttp bermain ke jayapura dan ttp mengingat kota jayapura..dan sy ttpmendukung PERSIPURA JAYAPURA…maju truz….raihlah juara…LIGA INDONESIA…..
Oleh: jefry on Februari 4, 2008
at 1:30 pm
JAYAPURA?! aku kagum padamu
Oleh: bradley on Februari 17, 2008
at 1:52 pm
udah lama bgt saya pengen ke jayapura
(impian saya sih sebenernya menginjakkan kaki di lima pulau besar di Indonesia yang udah sih sumatra, kalimantan dan jawa (kalo yang ini ga usah ditanya soalnya udah hidup di jawa:), insyaAllah ke sulawesi bulan april tinggal papuanya)
soalnya kesana kalo ga ada temen takut juga ha…ha…ha…
lagian setau saya biaya buat ke Jayapura dari Surabaya sama seperti Surabaya Singapore lewat Batam cuman bedanya yang satu ga pake passport
untuk ke Jayapuranya masih nyari2 temen yang seumuran (22-24 tahunan plus single juga)
Oleh: oze on Februari 22, 2008
at 5:11 pm
hello, saya erma di bali. saya tertarik utk mengunjungi jayapura krn keindahan alamnya. dan saya ingin sekali menetap di jayapura. oleh karena itu, saya butuh info lowongan kerja di jayapura dan lokasi dari abepura. bagi teman – teman yg bersedia membantu saya, uucapkan terima kasih banyak…..coz i love papua.
ERMA
Erma,
Ada beberapa situs yang mengkhususkan diri untuk lowongan pekerjaan, anda bisa mengunjungi situs tersebut, siapa tahu ada lowongan tentang pekerjaan di Jayapura.
Oleh: erma on Maret 16, 2008
at 1:32 pm
hallo, saya baru 3 tahun ninggalin jayapura, tapi rasanya uda hampir 30 tahun saja.
terus terang ku pengen bal;ik lagi kesana, coz banyak memori indah yang sulit untuk dilupakan.
Amma,
Jayapura….indah sekali
Oleh: amma on Maret 26, 2008
at 11:19 am
hai2, aku tanggal 11 April ini akan berangkat ke Jayapura. Sengaja surfing mau cari info tentang tempat2 wisata di sana. Dapetnya nginep di Matoa, kaget juga pas tau ada Swiss Bell Hotel. Info yang dikasih ke temen2ku, hotel nomor 1 di sana itu Matoa. Yah… mudah2an lumayan lah ya. Lagian, setelah kerja tanggal 12, ada waktu 2 hari penuh buat jalan2. Mudah2an bisa dapet kenangan yang indah. Soalnya jalan2 sendirian, temen2 yang lain berangkat ke Jakarta tanggal 13, gak mau ikut extend. Begitu banyak orang yang gak tau (or gak mau tau) keindahan di sana. Temen2ku bilang “mau liat apa di Papua????” Aku bingung sekali dengernya. Anyway, aku akan catet tempat2 yang direkomendasikan ya. Pulang dari sana, aku pasti bikin tulisan tentang pendapatku sendiri. Thanks a lot!!!
Riry,
Sama-sama. Hotel Matoa termasuk hotel tertua, yang lebih bagus Yasmin. Memang terbaik adalah Swiss Bell Hotel, terletak persis di tepi teluk Jayapura.
Oleh: riry on April 8, 2008
at 7:40 pm
Wah papua tercinta.. 15 tahun sy disana. Dulu di sentani 8thn. Di wamena 2thn. Di abepura 6tahun. What a beautiful memory…
Sayang ya tdk smpt k wamena. Pdhl kl ktnya k papua tdk k wamena blm afdol lho.
Ngajarnya apa d kotaraja dalam paling ujung itu?
Rinaihujan,
Mengajarnya di LPMD Kotaraja…..
Paling ujung? Iya mungkin, sebelum danau Sentani
Oleh: rinaihujan on April 8, 2008
at 9:59 pm
dear sodara/sodari
tengkyu yang banyak udah datang n berwisata di kota jayapura. saya pribadi bilang memang kota jayapura terlalu luar biasa sekali dan terlebih pada papua umumnya. Jujur saja mungkin yang mengatakan mau liat apa di papua..??, memang belum melihat apa-apa. karena yang dilihat hanyalah dari segi penataan kota yang sangat kurang baik, dan saya yakin itu. akan tetapi pasti semuanya itu akan ditutupi dengan panaroma alam yang saya lihat dalam room ini belum banyak dikunjungi oleh saudara semua ketika berkunjung di jayapura, padahal masih banyak skali.
bagi saudara yg butuh info bisa langsung ke email saya irwan@conservation.or.id atau yang membutuhkan berita terkini tentang lingkungan dan dunia konservasi bisa membuka di http://www.konservasipapua.blogspot.com
sekian
Oleh: irwan on April 11, 2008
at 3:13 pm
hello everybody…..
saya butuh situs ttg papua khususnya abepura city. saya benar – benar ingin tinggal di abepura city dan bekerja di sana. o ya, saya jg butuh situs lowongan kerja utntuk di abepura. bagi teman-teman yg mengetahui info terlengkap, please kirim email ke emma_nando@yahoo.com atau bisa sms ke 081337781069 / 085238081755. terima kasih, i love papua….
Oleh: erma on April 13, 2008
at 8:21 pm
Saya hanya pernah mampir di bandara Sentani belum pernah jalan-jalan di kota Jayapura. Wah, jadi kepingin deh. Ibu, kira-kira aman nggak ya kalo perempuan jalan-jalan sendiri di Jayapura dan sekitarnya? Ada rekomendasi tempat nyewa mobil yg safe? Thanks, infonya.
Oleh: Lina Zubaidi on April 16, 2008
at 5:24 pm
waw! makasii udah promosiin kota kita! hehe
gag nyangka ada orang berjiwa petualang spt ibu.hehe
tapi, kurang tuh..
ada pantai Hamadi, disitu ada tempat wisata buat maen bebek2an lho! hehe
ada pantai Base-G
ada pantai amai
wahh cantik2 dah! Ancol kalah.hehe
oya, cobain juga tuh ikan2 bakar disekitar Ruko.. trus ada kelapa muda di pinggir pura..
wah banyak deh!
aq lg kangen rumah papua nih coz skarang aq lg skolah dijogja. thx banget! GBU
Oleh: Gita on Mei 20, 2008
at 11:34 am
hallo ibu
indah sekali kenangan, pengalaman & perjalanan ibu di Jayapura sampai di batas RI-PNG.
Boleh saya koreksi sedikit?
Kampung di batas RI-PNG bukan Putung, tetapi Wutung. Mungkin ibu salah ketik ya?
Lalu jarak tempuh dari Wutung ke Vanimo, ibu kota provinsi Sandaun-PNG, bukan 2 hari, tetapi 45 menit dengan menggunakan mobil. Mungkin ibu benar, yaitu 2 hari, tetapi jalan kaki. thanks ibu. Gbu
Oleh: Fr.Susilo CP on Juni 11, 2008
at 8:21 pm
Thx mba atas informasinya..
Oleh: welkis on Juni 19, 2008
at 4:09 pm
salam kenal bu,
saya baru 1 minggu dijayapura, jadi mohon masukan dan saran bagaimana biar bisa survive hidup disini. kebetulan saya tugas paling lama 3 tahunan bu. seklai lagi rekan-rekan yang pnah ke jayapura beri masukan.
area saya meliputi Jayapura, merauke, timika, biak, nabire, serui, kaimana.
mohon info ya..
Oleh: rahandi on Juli 10, 2008
at 9:14 am
Bu, saya mau minta tolong informasinya nich, kalau dari airport jayapura (Irian jaya ) menuju airport vanimo ( PNG ) jarak tempuhnya berap jam ya ? dan dimana cari sarana transportasinya . terima kasih ya Bu, sangat menunggu jawabannya . thanks
nama saya : Lia
Oleh: lia on Juli 10, 2008
at 6:36 pm
oh iya bu lupa , terus pengurusan visa nya dimana ya… thanks
Oleh: lia on Juli 10, 2008
at 6:37 pm
Salam kenal Ibu. Saya sedang mencari peta kota Jayapura. Kami komunitas penggemar GPS sedang menggarap peta digital Indonesia dan saya kebagian tugas menggarap kota Jayapura. Pembuatan peta dilakukan dengan bantuan google map. Sekaragn saya kesulitan memberi nama jalan di kota tersebut. seFoto peta yang Ibu posting juga terlalu sederhana. Saya mencari peta kota Jayapura di gramedia juga tidak ada. Ibu pernah menulis bahwa kesulitan untuk mendapatkan peta Jayapura. Barangkali sekarang sudah tahu bagaimana mendapatkannya. Apakah Ibu (atau teman-teman di sini) bisa membantu saya, dimana saya untuk mendapatkan peta Jayapura tersebut? Terima kasih sebelumnya.
Eko (sekaligus menjawab yang lainnya),
Saya ke Jayapura hanya tugas, dan hanya 10 hari disana, jadi sebetulnya saya seperti turis. Tulisan di atas untuk membantu jika ada yang ingin jalan-jalan, daerah wisata mana saja yang layak dikunjungi….dan tentunya sejalan dengan pembangunan, ada kemungkinan daerah yang layak dikunjungi bertambah.
Dengan demikian, tentu saja saya tak bisa menjawab pertanyaan, yang jelas saya tak tahu jawabannya.
Oleh: Eko Budi Santoso on Juli 15, 2008
at 10:35 pm
halllo salam kenal bu makasih uda mau jalan2 ke kota jayapura ,memang kota jayapura pemandangan nya indah saya termasuk orang asli jayapura ,,bu,,,oya mengenai vihara itu letaknya di skaylan dan memang disekitar situ banyak terdapat penjual kelapa muda yang memang orang asli situ dan pemandangan ke bawah itu disebut teluk yotefa …sebetulnya masih ada pemandangan bagus lain nya lagi seperti angkasa tempatny indah seprti di polimak kalau malam2 lihat kota jayapura seperti hongkong ke2 ….setelah membaca artikel ibu saya sangat rindu dengan kota jayapura saya sudah 2 tahun lebih tidak pulang karena saya kuliah di jawa tepatnya di bandung mungkin natal besok baru pulang ……makasih bu ditunggu kedatangan nya kembali salam kenal jayapura city…….!!!!!
Oleh: adriana ireeuw on September 4, 2008
at 10:19 am
bu makasih banget atas infonya!
sedikit terobati rasa kangen saya akan kota jayapura, maklum bu sdh 2 tahun kuliah di tanah jawa dan gak pernah balik jpr!
waktu saya tinggalkan kota jpr blm ada yg namanya hotel swiss,dan jpr city! makasih bu.
Vz: )
Oleh: christivenza on September 5, 2008
at 3:11 am
aduh…. sayang bgt, aku baru liat info dr ibu hari ini. Padahal aku bulan juli kemaren ada di kota Jayapuara, jadi gak sempat ketempat yang ibu critain disini. Tapi untungnya, aku ada kenalan disana, namanya kapten Husein, Beliau orang dari P.Jawa yang sedang bertugas disana. dari beliau lah aku sempat jalan2 ke beberapa tempat yang terkenal disana. “Terimaksi kapten Husein, walaupn
Oleh: tofik on September 19, 2008
at 5:36 pm
lanjutan…….
“terimakasi Kapten Husein, walaupun, bapak pendatang di Papua, ttp bapak dgn ikhlas membantu saya dan mengenalkan “Papua” kepada saya.
kesan saya ttg Jayapura, adalah jayapura daerah yang “Cantik” dan banyak potensi Ekonomi dan Budaya yang dapat dikembangkan.
I LOVE JAYAPURA…..
someday I be there again….
Oleh: tofik on September 19, 2008
at 11:48 pm
hay…..bu…salam kenal aq caroline…,memang betul kota jayapura itu indah banget…..banyak kenangan terindah di sna ketika aq masih kuliah di jayapura.Kota yang sangat memberi arti karna disna aq di ajar hidup mandiri karna jauh dari or-tu waktu kuliah…aq paling senang duduk dipinggir pantai klo sore hari tepatnya di depan kantor gubernur karna distulah tempat melepaskan segala kepenatan,keletihan,dan segala masalah.. ibu jgn bosan yah…datang ke Papua msh byk t4 yang indah di Papua. Ok makacih…..di tunggu kedatangannya di Papua !!!
Oleh: Caroline on September 24, 2008
at 7:45 am
salam kenal bu, saya org Papua ygsejak kecil berdomisili di Jawa. sejak april kemarin saya kembali ke Jayapura. Kota ini memang benar2 indah. Saya senang menulis. beberapa waktu lalu novel saya sudah masuk meja redaksi fiksi gramedia, mudahan bisa diterbitkan. saya ajak orang untuk bisa membayangkan indahnya kota jayapura lewat novel itu.
selain di yasmin, sekarang ada hotel baru yang menghadirkan indahnya alam jayapura pada anda. namanya Beisji Inn, terdiri dari 4 lantai. dari lantai 4 yang berupa cafe (free OL internet), anda bisa menikmati keindahan kota jayapura secara utuh… kalau ke Jayapura, mampirlah ke Beisji Inn (di daerag Base G). Hehehe… agak promo nie…
salam
Oleh: minerva on Oktober 2, 2008
at 4:59 pm
hai!!!saya adl org asli papua skrg sy skul di jawa tengah,saya kangen banget sama jayapura krn itu tmpt kelahiranku sy dzn 14th dan sy ingin pulang
Oleh: gery samaduda on Oktober 19, 2008
at 7:00 pm
oh,lupa bu salam kenal.Makasihx bu sdh menunjukkan betapa indahx kota jayapura.
Oleh: gery samaduda on Oktober 19, 2008
at 7:13 pm
Saya pernah lihat di tv katanya bila mau ambil foto harus bayar itu benar apa ndak, kak matre banget tho. Apa segala sesuatu hurus di ukur dengan uang.
Oleh: d4niel on Oktober 23, 2008
at 8:26 am
saya sebagai penduduk papua.Walaupun saya bukan penduduk asli papua tapi saya senang dengan prafawisata yang ada di papua dari pantai ampe penemuan2 dan berbagai tuguh peninggalan
Oleh: ECHA on November 7, 2008
at 12:22 pm
Jayapura memang indah,saya 1,5 tahun di sana…sayang suami mutasi kerja ke daerah lain.Pernah jalan2 sampai ke koya daerah trans yang kebanyakan penduduknya orang Jawa.Bu…ga nyoba jalan2 ke pantai pasir dua,indah loh…Dulu saya tinggal di dok 8 atas,kalau malam kelip2 lampu kota terlihat dan tulisan JAYAPURA CITY jelas lurus terlihat dari teras depan rumah.Ah Jayapura memang eksotis,kapan ya bisa main ke sana lagi *mengkhayal*
Oleh: Agustina on November 8, 2008
at 7:21 pm
Hallo………
Salam kenal Ibu.
Saya orang Jayapura asli (cuman sekarang lagi kerja & tinggal di jakarta), Senang banget rasanya melihat cerita & tulisan ibu tentang jayapura paling tidak bisa mengobati kerinduan akan jayapura.
Thanks lo bu berbagi cerita tentang jayapura ku yg Indah.
Oleh: gea on November 19, 2008
at 9:08 pm
untuk informasi : peta jayapura bisa di dapat di bappeda kota jayapura, rencana tata ruang wilayah kotanya baru di perdakan, tahun 2008.
Oleh: lia on November 30, 2008
at 7:08 am
[...] belas bulan kemudian Lima belas bulan yang lalu saya menjejakkan kaki di Jayapura, dan tinggal disana selama 10 hari. Namun jangka waktu tinggal yang lama tak terasa karena [...]
Oleh: Lima belas bulan kemudian « on Desember 5, 2008
at 11:38 am
i love papua,macam….bgm ee… cinta yang tra butuh alasan tuu…
cita-cita saya menginjak tanah Papua sejak tahun 2002 baru dapat terwujud di akhir 2008 ini dan memang Papua sangat indah, khususnya Jayapura. membuat hati ini berat untuk meninggalkan namun tekad telah bulat di hati, i’ll back for my lovely Papua. salam kenal, senang bisa berinteraksi dengan orang-orang yang juga mencintai tanah Papua….
Oleh: priska on Desember 21, 2008
at 7:54 pm
, , ,akk rindu ma jayapura, , ,
, , tempat kelahiran akk, , ,
, , akk jg punya phutu yang sma kaiia di atas, ,
, , banyak malah !!
, , salam maniiz untuk anak” smanda dok.sem, ,
, , klz biogentwo, ,
, , angkatan 1991/1992, ,
Oleh: giitment on Januari 11, 2009
at 12:37 pm
Ok… trims tulisannya dan kunjungannya di kota jayapura. (www.jayapurakota.go.id)
Oleh: ertuk on Februari 5, 2009
at 10:53 am
salam kenal. saya senang skali untuk mengunjungi obyek-obyek wisata yang ada di kota jayapura tapi sayangnya saya belum kunjungi semua obyek wisata yang ada di kota tersebut. alasannya karena banyak retribusi yang di minta oleh masyarakat baik dari tiket masuk obyek wisata, tempat parkir kendaraan bahkan tempat duduk pun di bayar. saya harap hal disepakati bersama masyakat dengan pemerintah karna apabila hal ini dibiarkan maka obyek wisata yang di andalkan jadi primadona kota jayapura akan menjadi sepi dari pengunjung. untuk mengelola potensi wisata perlu adanya SDM yang handal sehingga pengelolaan obyek wisata dapat di kelola secara profesional. saya minta tolong kirim emainya Dinas Pariwisata kota jayapura dong karena saya sangat membutuhkan.
Oleh: Marice Urpon on Februari 11, 2009
at 12:58 pm
sy lahir di RSUP Jayapura DOK II, sekolah di TK IMBI, SD YAPIS, SMP MUHAMADIYAH ABEPURA, SMAN 1 ABEPURA, KULIAH DI YOGYA dan sekarang bekerja di JOGYA, terima kasih papua ku, terima kasih bu anda telah membuka mata orang2 bahwa papua adalah kota yg indah. sy rindu jayapura, suatu saat sy pasti akan berlibur ke PAPUA KU YG INDAH, salam buat teman2 SMAN 1 ABEPURA (92-95), anak2 peumahan BTN Kotaraja (dulu sy di Blok E), anak2 YAPIS, KOTARAJA, ABEPURA, SENTANI. Salam jg buat ibu.*KUMOHON JADILAH PAPUA YG PENUH DAMAI*
Oleh: wowox on Februari 17, 2009
at 9:12 pm
ZHAYAPOERA kotaku tercinta karena di sana aku menghabiskan masa sma aku tepatnya smun2 jayapura.SALAM RINDU BUAT SEMUA TEMAN2KU DISANA.walaupun aku sdh tdk disana tapi darah dan jiwaku tetap mengalir di tanah papuaku yang ku cinta dan akan ku jaga sampai akhir hayatku.SALAM UNTUK ARYANI DAN IIN DI PASIR 2………………..I MISS………YOU……..SO……..MUCH………………….
Oleh: hot sintong pahala sihombing on Februari 24, 2009
at 12:03 pm
PEACE BUAT SEMUA ANAK2 JAYAPURA DAN SALAM RINDU BUAT TEMAN2KU DAN ADEK2 KELASKU DI SANA
Oleh: TYO PANDAWA LIMA on Februari 24, 2009
at 12:08 pm
Halo Ibu Endratna,
senang sekali bisa baca artikel tentang jayapura. kenangan manis muncul lagi – saya ikut orang tua pada tahun 1962 s/d 1966 – sempat sekolah di smp dan sma gabungan dok 5 – saya sekarang domisili di jerman – ada kerinduan untuk datang mengunjungi dan melihat jayapura…
Oleh: Bobby Seba on April 3, 2009
at 3:35 am
Hallo Ibu Endratna, saya senang membaca tulisan ibu tentang wisata di kota jayapura, mohon info dan masukan tentang pariwisata di kota jayapura agar lebih maju lagi pengembangan pariwisata di kota jayapura…. thanks bu
Ane,
Lha saya kan cuma kesana tugas, dan tentu sudah saya tulis di tulisan blog itu
Oleh: ane on April 10, 2009
at 8:31 pm
Hallo Ibu Endratna…….apa kbr Bu…., saya senang baca artikel ibu…. mengingatkan saya kalo masih ada tempat wisata yang bisa saya kunjungi di kota saya saat ini, dari pada cuma melihat ruko – ruko yang berjejer sepanjang jalan sentani sampai jayapura…membosankan…, pemerintah kota sepertinya sudah lupa untuk membuat taman – taman kota..dan mengembangkan wisata dengan pemanfaatan SDA yang ada, sekarang justru mall dan ruko yang berjejer sepanjang kota jayapura sampai sentani…entah bagaimana bentuk wajah kota ini nantinya…, thanks..Bu
Oleh: ifan on April 15, 2009
at 12:23 pm
sepertinya daerah-daerah wisata yang di expose kurang bangettt. padahalkan banyak banget wisata yang lainya yang belum di jama’ oleh manusia….
jagan lupa di update ya.. daerah wisata yamg baru di papua…
thanks b4
Oleh: Dimas on Mei 15, 2009
at 5:43 pm
Hallo Ibu Endratna , apa khabar ,Saya lahir dan besar di Jayapura tepatnya di Abepura , Jayapura memang indah pariwisatanya ,tentu ikan bakarnya dan makanan khas Papua Papeda…bolehkan saya tahu email Ibu dan kalau bisa telepon Ibu…kaya nya saya kenal yang namanya Anya ..bolehkan tahu emailnya atau alamatnya ( telepon sekalian) saya juga alumni SMA negeri Jayapura 3IPA3 ..Than’s ..Fandun
Oleh: Fandun on Mei 27, 2009
at 2:38 pm
Halo ibu..!!
Saya asli Gorontalo ( Daerah Sulawesi )
Empat tahun lalu saya sempat berkunjung k jaya pura dalam rangka liburan.,
Dalam perjlanan sy terus terpikirkan tentang bagaimana suasana kota jaya pura.,????
Kira2 pukul 19.00 wktu jayapura.,saya tiba di Bandara Sentani.,sdkit terjawab rasa penasaran yg ada sejak berada dalam perjalan..
Pertama yg saya liat yg saya resa beda dengan Gorontalo yakni peraturan yg ada di bandara yg sebelumnya belum pernah saya liat di Bandara2 lain..Yakni DILARANG MAKAN PINANG.,He..he..
Kbtulan dsana sudah ada om+tnte yg mnjemput saya.,dan tanpa berlama2 kami lngsung beranjak menuju kota jaya pura tepatnya di daerah A.P.O tempat tgalnya om dgn tnte..
kurang lebih 2 minggu saya berada dsana dg mngunjungi tempat wsta yg ada dsana..
Tapi bagi saya 2 minggu adalah wktu yg sangat sedikit untuk bisa mengunjungi semua tempat wisata yang ada disana..,dan mau tidak mau setelah 2 minggu berada disana sya harus pulang k gorontalo dan meninggalkan jaya pura..,berhubung harus masuk Sekolah..
Berat hati meninggalkan jaya pura.,kota yang bagi saya memiliki banyak ke unikan..
MEMANG JAYAPURA TIADA DUANYA.
makanya BU klu bisa tolong di tampilkan tempat2 wsata baru yang ada di jaya pura..
Jadi walaupun saya tidak berada disan tapi setidaknya saya bisa meng Up Date sumua perkmbangan kota jaya pura..
maaf ya..terkesan CURHAT…
Oleh: taufik on Juni 2, 2009
at 8:45 am
boo…..jayapura yg pangaru k…tp dia pangaru krna ada kayu batu dan kayu pulau ha…..a….
Oleh: yordan.sibi on Juni 10, 2009
at 3:01 am
ibu..
up date foto terbaru jaya pura dong..???
kngen ma jaya pura..???
Pngen liat jayapura skrng gmana..??
kira2 apa saja yg berubah..
Oleh: taufik on Juni 17, 2009
at 2:49 pm
saya sekarang masih tinggal di jayapura, dinas kerja. daerah jangkauan saya mulai JAyapura, Merauke, Serui, Timika, Biak, NAbire dan Kaimana.
APa ada yang punya link disana, atau punya teman yang senang berpetualang, mungkin bisa kontak ke saya… jadi bisa berpetualang bersama..
Oleh: rahandi on Juli 22, 2009
at 2:43 pm
Ibu salam kenal, tulisan ibu mengingatkan saya pada kota yang sudah lama sy tinggalkan, lamunan sy jadi melayang ke Jayapura, Kotaraja, Abepura, Waena, Sentani, Nimbokrang……….
Saya mulai tinggal di Kotaraja th 1970, shg mulai SDN Kotaraja, SMPN 1 Abepura, SMAN 1 Jayapura menjadi tempat belajar yang indah. Th 1984 sy harus meninggalkan Jayapura untuk melanjutkan studi ke Surabaya, dan setelah itu kerja, berumah tangga. Saat ini sy bekerja di Jakarta, th 2005 lalu sy sempat melepas kerinduan bereuni dgn temen SMANsa 84, memang jayapura tetap indah, tetapi sekarang dgn kepadatan penduduk yg bertambah.
Sampai jumpa Jayapura aku merindukanmu…..
Oleh: wido samekto on Juli 29, 2009
at 11:58 am
manteb bu….papua emang manteb…
oiya bu..saya punya foto2 nihh tentang papua supaya bisa dinikmati oleh khalayak banyak.
http://www.facebook.com/album.php?aid=2017109&id=1090601855&page=3#/album.php?page=1&aid=2017109&id=1090601855
Oleh: agung sabtaji on Oktober 2, 2009
at 7:57 am
saya baru datang dari jawa tengah. sudah 4 bln saya tinggal dirmh ortu saya diangkasa. setiap kali keluar entah jalan2 saya selalu mengagumi pemandangan danau laut dibawah skyline terutama kalau lagi meti (surut). ada pulau timbul tenggelamnya. kalau liat danau sentani rasanya tenang sekali. seperti tidak ingin kembali kejawa. pokoknya papua pangaruh…….
Oleh: joana intan lestari werimon on Oktober 5, 2009
at 10:12 am
buat yang mau kongkow dan menikmati pemandangan alam kota dan laut Jayapura dari ketinggian, paling tepat datang ke CAFE-ATAP (lt.4) yang berlokasi di Besiji-Inn, dok 9.
Pemandangan sunset adalah penampilan spektakuler sebuah karya alam TUHAN yang indah.
Sambil menikmati minuman hangat dan camilan, anda akan betah menikmati tiupan lembut angin jayapura.
Kalau saya bilang ” heaven on earth”….pissssss
Oleh: H.C.Hetharia on Oktober 19, 2009
at 7:31 am
trima kasih bu…perkenalkan saya setyo nugroho panggil aj goho dari jawa tengah tepatnya desa purwodadi grobogan +- 64 KM arah ketimur dari kota semarang,,saya dpt penempatan dijayapura..mgkin bulan depan saya sudah menginjakkan kaki disana,,bs minta bantuan dan informasinya ngga,,tentang perjalanan menuju kejayapura..harga tiket dll..makasic banyak
Oleh: setyo nugroho on Oktober 20, 2009
at 11:15 am