Posted by: edratna | September 5, 2007

Apa yang perlu diperhatikan dari pemasaran produk/jasa Perbankan?

Kita tentunya telah mengenal Marketing Mix, yaitu bauran pemasaran yang terdiri dari 4 P: Product, Price, Promotion dan Place. Untuk perusahaan Jasa ditambah 2 P lagi, yaitu: People dan Process. Bagaimana penerapan bauran pemasaran pada pada produk dan jasa Bank? Serta apakah yang disebut dengan Triangle Marketing?

Dari berbagai sumber bacaan, dari seminar, mengikuti pelatihan, saya akan mencoba menjelaskan dan sharing tentang hal di atas.

a. Penerapan Bauran Pemasaran pada Produk dan Jasa Bank

Pembahasan penerapan bauran pemasaran pada produk dan jasa perbankan dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Product. Yang penting diperhatikan dalam desain dan produk jasa Bank adalah atribut yang menyertai, seperti : sistem, prosedur dan pelayanannya. Desain produk dan jasa Bank juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan ukuran bentuk, dan kualitas.
  2. Price. Pengertian harga dalam produk dan jasa Bank, berupa kontra prestasi dalam bentuk suku bunga, baik untuk produk simpanan maupun pinjaman, serta fee untuk jasa-jasa perbankan.
  3. Promotion. Kegiatan promosi pada produk dan jasa Bank pada umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi. Konsep kegiatan promosi secara menyeluruh meliputi advertising, sales promotion, public relation, sales trainning, marketing research & development.
  4. Place. Atau disebut juga saluran distribusi. Saluran distribusi produk dan jasa Bank, berupa Kantor Cabang, yang secara langsung menyediakan produk dan jasa yang ditawarkan. Dengan semakin majunya teknologi, saluran distribusi dapat dilakukan melalui saluran telekomunikasi seperti telepon dan jaringan internet.
  5. People. Ciri bisnis bank adalah dominan nya unsur personal approach, baik dari jajaran front office, back office sampai tingkat manajerial. Para pekerja Bank dituntut untuk melayani nasabah secara optimal.
  6. Process. Meliputi sistem dan prosedur, termasuk persyaratan ataupun ketentuan yang diberlakukan oleh Bank terhadap produk dan jasa Bank. Sistem dan prosedur akan merefleksikan penilaian, apakah pelayanan cepat atau lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang cepat, walaupun bagi Bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Penggunaan teknologi yang tepat guna serta kreativitas yang prima diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman.

b. Pemasaran produk dan jasa Bank menggunakan Triangle Marketing.

Di dalam memasarkan produk dan jasa Bank, maka Bank berusaha memuaskan nasabahnya, agar tidak berpaling pada pesaing. Di dalam konsep pemasaran produk dan jasa perbankan, dikenal istilah Triangle Marketing, yaitu meliputi berbagai kegiatan pemasaran, yang satu dan lainnya saling berinteraksi secara optimal.

Kegiatan pemasaran yang saling berinteraksi digolongkan menjadi tiga, yaitu:

  • Internal Marketing (IM)
  • Eksternal Marketing (EM) dan
  • Interactive Marketing (ITM)

Internal Marketing adalah garis yang menghubungkan antara employee dan Bank. Agar bisa memasarkan produk Bank, maka Bank tidak boleh melupakan para karyawannya, mereka harus diberikan sosialisasi tentang produk dan jasa Bank apa saja yang dapat dipasarkan kepada nasabah. Dengan demikian para karyawan dapat memahami semua produk dan jasa yang ditawarkan Bank nya, dan dapat membantu memberikan informasi kepada nasabah jika diperlukan.

Eksternal Marketing adalah garis yang menghubungkan antara nasabah dengan Bank. Hubungan langsung antara nasabah dan Bank pada umumnya melalui petugas front office atau Customer Service. Disini petugas front office akan berusaha memberikan penjelasan tentang prosuk dan jasa Bank secara terinci. Berhasil tidaknya nasabah membeli produk dan jasa bank, akan sangat dipengaruhi dari hasil pelayanan petugas yang berada di jajaran front office.

Interactive Marketing, adalah garis yang menghubungan antara employee dan customer (nasabah). Disini employee atau karyawan, harus memahami produk dan jasa Bank nya, agar dapat ikut serta membantu program pemasaran, dan menjelaskan dengan menarik dan benar bila ada pihak luar atau nasabah yang ingin mengetahui produk dan jasa Bank di tempat karyawan tadi bekerja. Bayangkan apabila seorang nasabah ingin mencoba produk dan jasa Bank, dan bertanya pada karyawan yang bekerja di Bank tersebut, namun karyawan tersebut malah memberikan efek yang negatif, tentu nasabah tidak akan membeli produk dan jasa Bank di Bank tersebut.

Ketiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri, dan saling terkait antara satu dan lainnya, agar terjadi layanan prima untuk mencapai tujuan dalam mempertahankan dan menarik para nasabah.

c. Pemasaran berbasis lingkungan

Pemasaran berbasis hubungan, tidak hanya memperlama jangka waktu nasabah dalam berhubungan dengan Bank, namun juga memperbesar aset nasabah yang ditanamkan pada Bank yang bersangkutan.

Persaingan yang makin ketat dalam pemasaran produk dan jasa perbankan, perlu fokus upaya pemasaran dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah lama, melakukan cross selling (penjualan silang), untuk mendapatkan tambahan aset yang ditanamkan pada bank.

Sumber bacaan:

Krisna Wijaya. Pemasaran Produk dan Jasa Perbankan. Bahan ceramah dan kuliah pada Sekolah Staf dan Pimpinan bank (Sespibank). Lppi, Jakarta.

Anonymous. Diperoleh dari berbagai sumber bacaan, dari seminar, mengikuti pelatihan, dsb nya.

Responses

Saya student di Cosmopoint Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Dalam Jurusan E-Secretaryship. Dalam semester ini saya dikehendaki mempelajari E-Marketing..saya setuju dengan maklumat yang di beri oleh edratna..tetapi ada segelintir yang saya perlukan tiada…jadi saya memerlukan pertolongan dari edratna mengenai..
1. Market concept
2. Produck concept
3. Demand Concept
4. Customer demand solveing

saya sedikit lemah di dalam pengunaan dalam bahasa english…tetapi saya selesa dengan pengunaan bahasa…ia mudah faham dan mudah diingat… terima kasih

Norlianie Ramli,

Thanks telah mampir…..untuk menulis permintaanmu, saya memerlukan waktu, apalagi akhir-akhir ini sibuk banget, bahkan belum sempat menulis artikel yang baru. Tapi banyak kok masalah tsb dikupas di buku-buku, kalau di Indonesia bisa dicari di toko buku Gramedia…mungkin bisa titip teman yang akan ke Indonesia.

bagaimana dengan STP-nya bu? karena tiap bank pasti mempunyai strategy, Target & Positioning sendiri yah :)

“Andy OrangeMood is Online advertising Consultant & Motivational Blogger”

Andy,
Tulisan di atas adalah konsep pemasaran produk dan jasa Bank secara umum, sedangkan masing-masing produk, tentunya ditelaah lagi lebih detail strateginya.

Misalkan jenis simpanan, targetnya siapa, apakah masyarakat perkotaan, apakah menengah ke atas, atau ritel….bagaimana strateginya dan bagaimana mencapai sasaran tsb. Kalau bicara marketing memang luas sekali, dan masing-masing bisa lebih diperdalam lagi.

Wahh…maaf, masih pake account anakku.

Marketing memang luas sekali. Mungkin bu edratna bisa menyambungnya lain kali dengan artikel mengenai STP perbankan? Bagaimana strategi pemasaran untuk preferred banking yang membidik highly affluent individual, misalnya, berbeda dengan retail banking untuk mass market? Contoh aplikasi konkret upselling, reselling dan crosseling dalam perbankan, dll, sesuai pengalaman, yang pasti banyak dan bermanfaat bagi kita.

Ditunggu ya, bu….

bu..
klo customer service itu apa ngga termasuk bauran pemasaran dalam jasa bank?
thanks before

Hendro,
Kapan-kapan kalau sempat ya…maklum kalau tulisan serius mikirnya agak lama…..jadi kalau lagi sibuk, menulisnya yang ringan-ringan aja.

Anggie,
Customer Service itu orang yang melayani, adalah petugas Bank yang fungsinya menerima klien, menjelaskan permasalahan yang ingin ditanyakan tentang Bank ybs. Karena dia fungsinya menjelaskan ke pelanggan, dia termasuk ujung tombak Bank dalam marketing…karena dia bisa mempengaruhi klien untuk lebih banyak menggunakan jasa Bank tsb.

Leave a response

Your response:

Categories