Oleh: edratna | September 29, 2007

Uang THR sebaiknya digunakan untuk apa?

Hari-hari ini sebagian besar karyawan telah mendapatkan uang THR (Tunjangan Hari Raya) yang besarnya minimal satu kali take home pay. Kalau beruntung, perusahaan anda sedang memperoleh laba yang menakjubkan, paling tidak anda membawa pulang 2 x take home pay. Sebelum mendapat THR, pasti masing-masing orang sudah mulai memikirkan, alokasi uang tadi digunakan untuk apa.

Sebelum diatur dalam peraturan pemerintah, maka THR hanya diberikan oleh perusahaan yang mampu…istilahnya uang yang secara sukarela diberikan oleh pimpinan atau manajemen perusahaan sebagai rasa syukur untuk para karyawannya. Saat pertama kali masuk bekerja, bahkan sampai belasan tahun kemudian, ditempat kerja saya masing-masing karyawan berhak mengajukan pinjaman Hari Raya, jadi bukan Tunjangan Hari Raya (THR) seperti sekarang. Masing-masing karyawan memperoleh opsi meminjam satu kali take home pay, yang akan diangsur tanpa bunga selama 10 bulan. Jadi, karena setiap tahun mengajukan pinjaman untuk Hari Raya, dan kemudian tiap bulan ada potongan untuk mengangsur pinjaman tersebut, pada bulan kesepuluh dan kesebelas gaji saya seolah-olah naik. Dan kemudian kembali turun pada bulan ke-12.

Cerita ini untuk mengingatkan agar kita bersyukur, karena masih banyak diantara teman-teman kita yang tak dapat menikmati THR karena menganggur, perusahaan terancam bangkrut dsb nya. Sebagai pasangan muda, yang gajinya sangat kecil, dan menanggung adik-adik yang banyak, jauh-jauh hari saya sudah mencicil untuk memberikan hadiah pada orang-orang yang kita sayangi. Caranya setiap bulan sudah menyisihkan uang, untuk membeli bahan di pasar Tanah Abang , yang jumlahnya diperhitungkan berapa orang yang akan saya berikan hadiah. Belinya maksimal dua potong setiap bulan, karena uangnya tak cukup. Dengan demikian, pada saat Lebaran maka saya telah mempunyai hadiah yang cukup.

Sejalan dengan perkembangan gaji yang meningkat, dan adanya peraturan pemerintah, maka perusahaan diwajibkan mencadangkan dananya untuk membayar THR para karyawan. Ilustrasi di atas merupakan pengalaman saya, dan untuk menunjukkan, jadi tanpa uang THR maka kita tetap dapat merayakan Idul Fitri dan Hari Besar lain dengan disiplin anggaran, yang telah ditrencanakan setahun kedepan.

Saat ini, setelah ada peraturan, bahwa perusahaan harus memberi uang THR untuk karyawannya, sudahkan kita memikirkan uang tersebut akan dialokasikan untuk apa saja? Bagaimana sebaiknya alokasi uang THR tersebut? Saya akan mencoba mengulas, berdasarkan pengalaman saya, yang kemungkinan berbeda masing-masing orang tergantung pada kebutuhannya.

1. Untuk biaya mudik

Bagi yang masih mempunyai orang tua, dan saudara di kampung, budaya mudik minimal setahun sekali dan saat Lebaran bersama orangtua adalah hal yang sangat di tunggu-tunggu. Persiapannya sudah harus jauh-jauh hari, jika mau pakai kendaraan umum, pastikan telah memesan tiket jauh hari sebelumnya. Jika menggunakan kendaraan sendiri, harus dilakukan servis sebelumnya ke bengkel langganan, agar saat mudik tidak menemui halangan. Disadari, bahwa mudik selain memerlukan biaya, juga memerlukan kondisi tenaga dan stamina yang prima, karena diperlukan waktu berjam-jam untuk mencapai tempat tujuan disebabkan jalanan macet. Sebaliknya kota Jakarta menjadi lengang, dan para penghuni yang tak mudik merasa nyaman mengendarai kendaraan tanpa hambatan berarti.

Pastikan bahwa biaya untuk mudik tidak menyedot sebagian besar uang THR anda, karena anda masih memerlukan untuk keperluan lain.

2. Untuk pengeluaran saat Hari Raya

Pengeluaran untuk Hari Raya, sebaiknya juga tidak boleh berlebihan, apalagi sampai menimbulkan hutang. Juga pikirkan setelah Idul Fitri, masih ada Hari Raya Idul Adha, dimana kita harus menyediakan uang untuk berkorban. Walaupun tak menyelenggarakan open house, tetapi rumah kita akan mendapat kunjungan tamu melebihi biasanya, apalagi kalau kita tinggal bersama orang tua. Karena saya anak sulung, dan ayah ibu telah tiada, maka rumah saya menjadi tempat pertemuan adik-adik baik dari keluarga saya maupun keluarga suami. Dan karena telah terbiasa, maka agar kita tak terlalu repot, ada beberapa makanan (umumnya kue-kue kering) yang bisa dipesan, sehingga kita hanya memasak makanan tertentu yang tak terlalu merepotkan. Pada umumnya si mbak dan si mas mudik semua, jadi anak-anak dan keponakan yang sudah besar, mempunyai tanggung jawab untuk ikut membantu mencuci piring gelas yang kotor sehabis digunakan untuk makan.

3. Untuk biaya tenaga kerja yang membantu anda

Tak dapat dipungkiri, rata-rata keluarga yang cukup mampu di Indonesia, mempunyai tenaga garis belakang yang mendukung kelancaran kita sehari-hari. Kita bisa berkarir dengan baik, anak-anak bisa sekolah dengan lancar, memakai pakaian bersih dan rumah cukup bersih, semua atas jasa si mbak dan si mas, yang membantu kita dalam menjalankan roda pengelolaan rumah tangga. Oleh karena itu, sebelum memikirkan orang lain, sebaiknya kita memikirkan mereka ini.

Dulu saya memberi hadiah selain berupa satu kali gaji (atau kalau mau tinggal di Jakarta, saat Lebaran dua kali gaji), di luar tranport pulang pergi ke kampung, saya memberikan baju ataupun hadiah lainnya. Lama-lama waktu saya tak memungkinkan, akhirnya saat awal Ramadhan atau paling lambat pertengahan Ramadhan, saya memberi uang untuk membeli oleh-oleh. Tahukan anda apa yang dilakukan oleh si Mbak dan si Mas ini? Ternyata mereka tidak membeli baju atau barang-barang lain untuk keperluan mereka sendiri, tetapi membelikan baju untuk orangtua, adik dan kakaknya. Saya terharu sekali, betapa kasihnya mereka pada keluarganya, agar keluarga dikampung bisa merayakan Lebaran bersama-sama dengan memakai baju baru. Salah satu pembantu saya, saat bulan Ramadhan sering diminta tetangga untuk menolong menjual kue-kue Lebaran bikinan adiknya, dan nantinya mendapat fee….berapa fee yang didapat? Lebih dari Rp.1.000.000,- karena tergantung dari besarnya kue yang dipesan orang melalui bujukan si Mbak ini. Dan sebagai majikannya, jelas saya wajib membeli kue promosi dari si Mbak ini.

4. Untuk beramal, sedekah, zakat

Jangan lupakan uang untuk beramal, mengerjakan Zakat dan bersedekah terutama di saat bulan Ramadhan, karena amal yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan mendapat imbalan yang berlipat kali, sebagaimana dijanjikan oleh Allah swt.

5. Untuk tabungan

Diharapkan uang THR masih menyisakan untuk menambah tabungan yang dapat digunakan sebagai cadangan jika terjadi sesuatu di luar dugaan kita. Uang tak cukup untuk menabung? Jika demikian anda harus mengevaluasi kembali cara mengelola keuangan anda, sebagaimana ilustrasi saya di atas, dulu tidak ada uang THR dan kenyataannya kita bisa merayakan Lebaran. Merayakan Lebaran tidak harus berlebihan, dan bila ada THR tetapi tak ada uang sisa untuk cadangan, berarti kita terlalu boros atau royal.

Apalagi jika kita mudik, sebaiknya kita tak melakukan hal-hal yang berlebihan, harus diingat masih banyak saudara kita yang tak dapat merayakan Lebaran dengan tenang, karena untuk makan sehari-hari saja tidak cukup.

Semoga kita bisa meneruskan ibadah puasa dengan baik, dan ditutup dengan merayakan hari kemenangan dengan tidak berlebihan.

Walau agak terlambat, perkenankan saya mengucapkan

“Selamat berpuasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt. Amien”.

About these ads

Responses

  1. THR saya Desember… PMA ikutannya natal, hahaha…

    btw sekarang tiap ada duit lebih pikirannya buat renov dan ngisi rumah… hehehe…

    Ibu sendiri buat apa thrnya?… :)

    >>>
    “Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant & Motivational Blogger”

  2. Andy,
    Pada umumnya (peraturan perusahaan), THR diberikan saat karyawan yang bersangkutan akan merayakan Hari Rayanya.

    Berarti THR Andi untuk investasi…bagus lho, berarti untuk memberikan nilai tambah. Kemarin sore, sebelum buka puasa, saya jalan-jalan ke Chitos… ada toko buku, nahh kalau nggak di rem, banyak sekali buku yang ingin dibeli. Saya bilang ke anakku..”Kan ibu dapat THR.” Komentar anakku…”Kan tak boleh dihabiskan bu, ada hal lain yang penting, dan kalau tak ada yang mendesak, ditabung aja…..”

  3. mungkin gara2 barusan pada dapat THR ya, kemarin jalan2 dan pusat perbelanjaan ruame sekali..

  4. Anang,

    Memang betul…. THR dibagikan akhir minggu kemarin.

  5. Komentar anakku…”Kan tak boleh dihabiskan bu, ada hal lain yang penting, dan kalau tak ada yang mendesak, ditabung aja…..”

    Padahal maksudnya.. siapa tahu nanti ada buku yang lebih menarik lagi untuk dibeli.. hihihihihi

  6. Betul itu kund. :P

    Eh, saya sih pengennya THR di buat beli rumah, tapi apa daya ndak cukup.

  7. Danalingga,

    Wahh…betapa senengnya kalau THR bisa untuk beli rumah…kayaknya ga mungkin deh….kecuali jabatannya CEO

  8. Jangankan buat beli rumah, THR bisa ditabung aja alhamdulillah.

    Tapi mana mungkin… secara kita keluarga besar, dan semua minta THR, jadi kadang kita malah mengalah lebaran nggak beli apa2, asal bisa lihat ortu dan adik2 senyum dpt THR dari kita.

    Nah sekarang malahan kita nggak dapat THR, tapi tetep aja harus bagi2 THR :)

  9. THR?
    Ehmm….dana tambahan yang kita tunggu utk keperluan hari raya, he..he..
    Alhamdulilaah…cukup, seperti item2 yang ditulis ibu dia atas. (tak lupa bikin list sebelumnya agar tidak membengkak di belakang, walaupun porsinya tidak terlalu besar)
    Kalo yang rutin selalu sdh dianggarkan tiap bulannya.

  10. Puspa,

    Di Indonesia rata-rata mempunyai keluarga besar, apalagi digabung keluarga pihak isteri dan pihak suami….jadi harus pandai-pandai membuat prioritas. Kalau THR untuk orangtua dan adik-adik, walau kita tak beli apa-apa, hati memang terasa bahagia. Susahnya lagi kadang kita tak mendapat THR, tetap aja diharapkan…sepanjang kita mampu tak ada masalah.

    Wienur,
    Alhamdulillah karena termasuk yang mendapat THR, karena banyak juga yang tak ada THR tetapi tunjangan pendidikan yang diperoleh bulan Juni. Jadi, selamat mudik, hati-hati dijalan, yang jelas pasti tambah macet.

  11. Bu THR ku baru dibayar hari Jumat ini..
    Jadi sabar deh..tahan belanjanya.
    Untung istri dah dapet THR duluan :-)

  12. thr saya dah widespread bu, smoga masih nyisa buat ditabung :D

  13. karena belum RT, jadi THR buat bagi2 sama adik aja, sisanya buat investasi dan ditabung

  14. Sayasaja,
    Kalau isteri juga dapat THR, yang dipakai THR salah satu aja…lainnya ditabung.
    Kadang sulit juga hidup di Indonesia, yang rata-rata punya keluarga besar…THR umumnya habis untuk mudik, belanja untuk orang-orang yang kita cintai….sepanjang tidak berlebihan, itu adalah hal baik karena berbagi untuk sesama.

    Iway,
    Saya yakin kalau THR dari perusahaan Iway pasti sangaaat besar, jadi harus ada yang sisa untuk ditabung.

    Jifun,
    Ide yang bagus, jangan lupakan untuk menabung…nantinya akan banyak diperlukan… untuk melamar seorang gadis juga perlu biaya lho!
    Peace..:D

  15. hehe… setuju bu.

  16. duh THR ku ..habis buat bayar hutang….
    tapi pikiran jadi ringan sih….but my hutang untuk hal yang bermanfaat..(bisa jadi rumah yang cukup luas..)

  17. Adji Karno,

    Justru itu yang benar kan, apalagi jika hutang tadi untuk keperluan investasi. Yang keliru adalah jika THR dihabiskan hanya untuk kebutuhan konsumsi.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 222 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: