Oleh: edratna | Oktober 18, 2007

Rasa kesepian, bagaimana mengatasinya?

a. Merasa sepi di tengah keramaian?

Apakah anda pernah merasa kesepian, padahal anda sedang di tengah keramaian, sedang berjalan-jalan di Mal, menghadiri suatu seminar, atau sedang sibuk bekerja dikejar dead line? Pernahkah anda merasa sendiri, tak ada teman untuk berbagi, atau betul-betul ingin lari dari situasi saat ini yang terasa menekan? Jika anda mempunyai perasaan seperti tersebut, berhati-hatilah, karena rasa kesepian dapat merusak kesehatan (Forum Keadilan, 2007).

Kesepian merupakan salah satu bentuk kesedihan. Kesepian menurut ilmu psikologi merupakan perasaan terkucil, penuh kesedihan karena merasa dirinya hanya hanya hidup seorang diri. Rasa sepi ini berasal dari hati, sehingga lingkungan pekerjaan yang sibuk dan teman-teman di sekelilingpun, tak akan mampu mengusir rasa sepi (Forum Keadilan, 2007). Selanjutnya dijelaskan pula, bahwa rasa kesepian ini banyak melanda wanita karir dan profesional muda.

b. Kesepian dilihat dari sudut kesehatan.

Dalam ilmu psikoterapi, hanya ada satu penyebab penyakit, yaitu gangguan dalam pergaulan. Dan pergaulan telah dimulai sejak bayi dilahirkan. Lukman, Berger menjelaskan bahwa menjadi tua merupakan beban bagi banyak orang, karena pertambahan umur disertai dengan kehilangan banyak peranan. Sedangkan Ruddock (dalam Roles and Relationship) berpendapat, bahwa hidup sosial merupakan aktivitas orang yang membutuhkan peranan, dan mencari orang yang bersedia memainkan peranan yang komplementer (Anna A., M.Sidharta, dan M.A.W. Brouwer, 1980).

Forum K. menjelaskan, bahwa penelitian di Inggris mengungkapkan, usia paruh baya adalah usia yang paling sering merasa kesepian. Lebih dari sekitar 75% orang dewasa merasa kesepian, dengan rata-rata usia 40 tahun an adalah usia yang paling mengalami kesepian. Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Clinical Nursing meneliti sekitar 1300 orang dengan kisaran usia di atas 18 tahun di Australia, menemukan bahwa rasa kesepian sangat jarang dijumpai pada usia remaja dan usia di atas 50 tahun. Hasil penelitian tersebut belum dapat dikatakan final, karena tak semua orang menganggap kesendirian atau kesepian itu sebagai hal yang negatif, bahkan ada beberapa orang yang memilih kesunyian sebagai bagian dari hidup mereka, seperti yang diungkapkan DR. Athur Cassidy dari Belfast Institute.

Survei tersebut menemukan bahwa mereka yang memiliki keyakinan iman yang kuat cenderung lebih suka hidup menyepi, tak peduli usia mereka. Dalam hal ini wanita yang menempati posisi paling banyak untuk memilih hidup membaktikan diri pada keyakinan mereka, dan sangat jarang sekali para wanita ini mengeluh dengan kesendirian mereka.

c. Bagaimana cara mengatasi agar tak merasa kesepian?

Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesepian tak hanya melanda orang yang telah berumur tua. Bahkan bagi orang tua, yang memiliki iman kuat, dan membaktikan diri pada keyakinan mereka untuk menyepi, jarang mengeluh tentang kesendirian mereka.

Apa artinya?

Bahwa rasa sepi sangat dipengaruhi oleh sifat seseorang, dan adaptasi terhadap faktor lingkungan. Jika seseorang mempunyai sifat yang selalu menginginkan adanya orang lain, keinginan untuk mendapatkan peranan, maka risiko untuk kesepian akan lebih tinggi. Hal ini berbeda dengan orang yang supel (mudah berteman), mandiri, mempunyai keimanan dan keyakinan kuat, sehingga ada atau tiadanya teman tak ada pengaruhnya. Apalagi jika orang tersebut mempunyai hobi dan bisa menyibukkan diri sendiri, seperti membaca, menulis, aktif pada kegiatan sosial, dsb nya. Hal ini terlihat, mengapa dari hasil penelitian, rasa kesepian sangat jarang dijumpai pada usia remaja dan di atas usia 50 tahun.

Usia remaja adalah masa-masa sangat senang bergaul bersama teman, sedang usia di atas 50 tahun, pada umumnya telah siap dengan apa yang akan dilakukan pada masa usia pensiun. Walau demikian tak berarti usia remaja dan usia di atas 50 tahun tak ada yang mengalami rasa kesepian.

Apa yang sebaiknya dilakukan agar tak terserang rasa kesepian?

  1. Melakukan kesibukan sesuai hobi, karena kesibukan yang dilakukan sesuai hobi akan mendorong rasa gembira.
  2. Melakukan aktifitas yang tak selalu tergantung ada tidaknya orang lain, seperti: membaca, menulis, berkebun dsb nya
  3. Ikhlas dalam melakukan sesuatu. Apabila sesuatu dilakukan secara ikhlas, apapun hasilnya, tidak akan membuat penyesalan.

Dari tulisan di atas, berhati-hatilah jika rasa sepi menyerang, karena dapat merusak kesehatan. Apa yang akan anda lakukan agar tak merasa sepi? Salah satunya adalah menulis di blog seperti ini.

Sumber bacaan:

  1. Anonymous. “Kesepian merusak kesehatan”. Majalah Forum Keadilan no.22 tanggal 23 September 2007 hal.70-71.
  2. Anna Alisyahbana, M.Sidharta, M.A.W. Brouwer. “Menuju Kesejahteraan Jiwa.” PT Gramedia, Jakarta, 1980.
About these ads

Responses

  1. wah bu .. saya kesepian … hihi .. :(

    selalu seperti itu…. meskipun banyak orang di sekitar tapi tetap aja merasa sepi…..

    sekarang saya sedang mencoba kembali menekuni hobi dan mencari banyak teman. sayang nya orang-orang di sini juga pada sibuk.

    oh iya.. hari ini saya mengikuti klub bahasa jepang. di klub ini saya belajar banyak bahasa jepang. dan coba tebak siapa teman ngobrol di klub bahasa jepang? ternyata pengajar adalah para ibu-ibu mungkin kalo di indonesia ibu2 pkk ato darma wanita. usianya saya tebak sekitar 50 tahunan ke atas.

    mereka sangat aktif dan sabar mengajari saya dan peserta lainnya berbicara bahasa jepang. dan kata senior mereka itu adalah volunteer ato tenaga sukarela. artinya mereka tidak dibayar…. wow….

    mungkin mereka juga mencari kesibukan untuk menghilangkan rasa sepi mereka. salut deh buat ibu-ibu itu!

  2. Sandy,
    Saya ngeblog juga agar tak kesepian, dan pikiran tetap terbuka, tidak pikun.
    Masalahnya kadang kita memang ga bisa dapat teman yang benar-benar seiring, karena masing-masing sibuk, jadi mesti pandai-pandai mencari akal bagaimana agar selalu ada kegiatan yang positif.

    Di tempat tinggalku sekarang, ibu-ibu yang sudah sepuh berkeliling ke rumah2 memeriksa jentik nyamuk…juga kegiatan lain yang bermanfaat….dan tanpa dibayar.

  3. ah terima kasih tips nya
    # masuk del.icio.us saya :-)

    http://del.icio.us

  4. Arie,

    Sama-sama…wahh saya buta nih tip-tip mu soal blog Kayaknya ntar kalau ketemu mesti bawa laptop dan cari yang ada Wifi nya, biar bisa belajar dari Arie.

  5. terima kasih, Bu :)

  6. Kesepian, wah sering bu, ini yg saya lakukan klo kesepian :
    Waktu Kuliah :
    1. Ke toko buku Gramedia Kertajaya Sby, puas disana.
    2. sewa VCD yg bagus, beli cemilan yg banyak + soft drinknya, tutup pintu, matiin lampu, nonton sampe ketiduran. (nonton bioskop termasuk barang mahal buat saya:) lagian klo nonton sendiri ditengah abg yg bergandengan tangan jadi tambah ngerasa kesepian)

    Klo sekarang :

    1. Kitik2 dan Gangguin si kecil sambil guling2 dikasur.
    2. Nelpon temen2, klo yg satu sibuk, jangan putus asa, dial yg lain. Ato buzz – buzz semua temen yg lagi onlen, klo ada yg respon berarti dia siap menanggung resikonya :D
    3. Nelpon suami yg lagi dikantor, klo ditanya kenapa, bilang aja : “I miss u”, pasti deh langsung rela digangguin sebentar, he.. he.. he..

  7. Utami,
    Sama-sama

    Puspa, Hati-hati anaknya ngambeg digelitiki terus …ehh malah seneng ya karena masih kecil. Kalau anakku, mesti terus teriak, habis cowok dan udah mahasiswa..makanya dia terus mendorong ibu ngeblog biar ga iseng kalau lagi ga ada kerjaan. Kalau yang cewek, biar udah lulus S1, masih suka dipeluk-peluk ibu…hehehe

  8. Sepi…ya sepi, apapun sebab dan obatnya. Saya pernah merasa kesepian sekitar Okt-Nop 2003 waktu anak terkecil ninggalin Jkt dan sekolah di ITB, anak yang besar sekolah di Undip Smg, dan isteri sedang sekolah Susfung selama 2 bulan, jadi saya di rumah sendiri selama 2 bulan. Bangun sendiri, mandi sendiri, masak sendiri, bersih-bersih rumah sendiri.

    Waktu kesepian itu yang saya lakukan adalah :
    1. Melafalkan dzikir keras-keras setelah sholat
    2. Bercanda dengan anak-anak kucing saya yang lucu-lucu, satu di antaranya saya beri nama “Kimi Raikonnen”
    3. Main mobil-mobilan remote control di dalam rumah antara jam 12.00 malam sampai ngantuk

    Anehnya, waktu saya sekolah di LN (US) saya tidak pernah merasa kesepian karena TV-nya ada 100 saluran dan full dengan program yang bagus-bagus, ada film, sport, special feature, dsb…

    Jadi, sebenarnya kesepian itu pasti ada. Obatnya ? Cari saja di sekitar rumah, pasti ada saja yang bisa ngusir sepi…alias killing the time…

  9. Yup, it’s okay to bring a laptop around since I can’t live without it either :-D so that I can show you “those toys” one day. However you’re not learning from me, I guess we’re just learning together then.

  10. Triwahjono,

    Wahh kalau ditinggal sendiri di rumah, itu benar2 yang artinya sepi…yang bebahaya adalah merasa sepi di tengah keramaian.

    Arie,
    Itu adalah salah satu usaha agar tak merasa sepi….berbuat sesuatu….

  11. Wah..kalau merasa kesepian di tengah keramaian, bukankah itu semacam perasaan “feel out of place” ?

    Perasaan FOOP ini bisa terjadi jika pada awalnya, sejak bangun tidur, things have gone wrong. Hal ini biasa disebut “sleep in the other side of the bed” (salah posisi atau bahasa Jawanya “tengengen”)..

    Siapapun, kalau sejak bangun tidur mood-setting-nya sudah salah, pasti di kantor maupun bersenang-senang di tengah keramaian, akan merasa FOOP..

    Merasa sepi di tengah keramaian selain masalah mood, juga masalah bagaimana caranya ybs menghandle stress. Kalau orang gampang stress, pasti dia akan cepat merasa kesepian di tengah keramaian..

    Orang Jawa bilang, “papan nggawa empan” (artinya seorang Jawa harus pandai-pandai membawa diri. Jika di mal ya jangan dibawa sedih, tapi jika di kuburan ya jangan nyanyi-nyanyi…)

    Saya perhatikan masalah mood ini lebih banyak menimpa kaum wanita. Ada teman-teman saya waktu enak-enak pesta, di antara saudara perempuan berantem hebat dan yang satunya sampai nangis. Setelah ditanyakan apa sebabnya, saudaranyapun tidak tahu, apalagi orang lain..

    Di kasus lainnya, enak-enak latihan nyanyi untuk suatu acara, tiba-tiba seorang penyanyi cewek ngambek tanpa sebab dan akhirnya nggak mau nerusin nyanyi. Ketika ditanya, dia tidak mau menjawab apa sebabnya…

    Kalau masalah menghandle stress, tirulah jam Tag Heuer, yaitu “don’t crack under presssure…”..

    Menurut saya yang bukan dokter tapi sering ngamatin orang ini, rasa kesepian mungkin sejenis penyakit jiwa ringan. Setelah agak berat, dia pasti akan merasa terancam walaupun tidak ada yang ngancam. Lalu merasa mendengar suara-suara, padahal tidak ada yang ngajak ngomong. Lalu tersenyum dan ketawa sendiri…

    Hii…ngeriiii….

    Amit-amit jabang bayi, jangan nimpa anak bojoku…Knock on wood….

  12. Tridjoko,

    Dalam ilmu psikoterapi, hanya ada satu penyebab penyakit, yaitu gangguan dalam pergaulan…

    Jadi kalau seseorang menikmati pergaulan dengan lingkungan sekitarnya, maka risiko kesepian dapat ditekan.

    Semoga kita semua aman dari rasa kesepian yang diluar normal….yang kemungkinan bisa menjadi penyebab gangguan jiwa (kesehatan)

  13. no comment

  14. Han,
    Thanks telah mampir

  15. Saya sering merasa kesepian di tengah keramaian. Begitupun sebaliknya, merasa ramai ketika sepi.

    Solusinya; melihat langit dan lantas merasa beryukur bahwa saya masih hidup.

  16. Bangaip,

    Solusinya udah bagus, malah dapat wangsit…dan ditulis di blog ya….

  17. Kalau disini ada istilahnya alone vs lonely.. dua hal yg tampaknya sama tapi sangat berbeda karena alone tidak selalu berarti lonely walaupun itu mungkin sebab terbesar. Yg berbahaya adalah perasaan lonely karena perasaan ini kalau berlarut2 bisa membuat seseorang salah langkah dalam mengatasi kesendiriannya.

    kalau sepi di tengah keramaian, aku setuju sama Om TriDjoko kalau itu lebih ke masalah mood atau sedih yg terlalu dalam.

    Kalau pengalamanku saat nonton film rame2 sama teman2 tapi sebenarnya merasa ‘sakit’ didalam karena homesick ya dinikmati aja, tarik napas, berdoa dalam hati dan jgn mengacaukan suasana kan kasian orang2 pada mau nonton, minimal kalo gak bisa membahagiakan suasana ya jangan mengacaukan..tetep harus senyum…

  18. Liswari,

    Saya dulu sering merasa kesepian, justru pas pekerjaan lagi peak…kalau udah begitu berhenti sejenak, dan ajak anak buah ngopi di Daily Bread..ehh sekarang dibelakang kantor malah ada Starbuck lho.

    Anehnya semakin berumur, saya semakin bisa mengendalikan rasa kesepian ini…..bahkan sekarang jadi pengin menyulam, buat kruistik dsb nya. Kalau lagi ga ada kerjaan, membongkar tanaman, menyiram obat2an, atau pupuk…dan seneng banget lihat tanaman yang dirawat berbunga. Atau membaca…dan menulis blog.

    Yang penting, kalau kita nggak bisa bantu menyelesaikan masalah, jangan jadi orang yang menyebabkan muncul masalah…hehehe

  19. Wah yang sering ngerasa kesepian bukan hanya orang-orang yang sudah berumur :-)
    walau masih kuliah dan dikelilingi teman-teman yang baik, kadang saya masih suka ngrasa kesepian, ga tau kenapa, tiba-tiba ngerasa sendiri n sedih :-(
    Klo dah gitu daripada pusing puter-puter ke mall, mending saya tidur aja yang lamaaaa, paling gak untuk beberapa jam, rasa sepi saya bisa hilang :-)

  20. Jengtris,
    Kesepian memang tak terkait umur, anak kecilpun bisa kesepian jika ditinggal pengasuh yang disayanginya.
    Saat mahasiswa saya juga suka kesepian, karena kekasih di luar kota….dan tinggal di asrama, yang kalau nonton TV rame-rame.

    Mungkin dengan pertambahan umur, semakin bisa mengelola rumah tangga, perasaan dan menyibukkan diri serta melakukan hal-hal yang disukai, menyebabkan jarang merasa kesepian.
    Thanks kunjungannya…kok saya tak bisa komentar di blognya Jengtris?

  21. maaf saya langsung komentar ya Bu… :)
    Saya setuju dengan cara masing-masing orang dalam mengatasi rasa sepinya, selama masih dalam batas-batas normal kewajaran. Namun menurut saya , adalah sangat penting bahwa orang yang dilanda kesepian menyadari keadaannya saat itu. Karena kesepian itu masalah hati, maka sebaiknya hatinya juga yang ditreatment. Memang kegiatan2 yang sifatnya “killing the time” sering kali bisa mengurangi rasa sepi, namun seringkali juga tidak mengobati akar masalahnya. Kadang kita perlu mengobati secara pribadi, misalnya dengan mengubah cara sudut pandang, merelakan/mengikhlaskan sesuatu dan tentunya ingat yang maha kuasa. Apa yang mungkin kita pikir buruk mungkin sebetulnya tidaklah demikian. Ada hikmah dari setiap moment.

  22. Iqbal,
    Saya sependapat, justru seringnya kita tak menyadari bahwa hati kita yang harus diobati, mengubah sudut pandang dan merelakan.

    Itu yang kadang menjelaskan, semakin bertambah umur, orang juga lebih tenang, mungkin karena sering berbenturan dengan hal-hal yang tak selalu sesuai dengan keinginannya. Namun bertambahnya umur paralel dengan kematangan, juga tak berlaku pada setiap orang.

  23. Aku punya teman,dia sangat merasa kesepian dimanapun dia berada.meskipun aku ada disisinya dan menemaninya,memang dia tidak mempunyai teman dan keluarga.dia lari dari keluarganya,krn dia takut kpd ayahnya.Bgaimn cara aku menghiburnya? Sdngkan aq jg kspian

  24. Temari,

    Untuk mengatasi kesepian harus dicari dulu akar permasalahannya, karena sering bersumber pada diri sendiri.

  25. kesepian……
    saya sering mengalaminya sejak suami saya meninggal. walaupun ada anak2 tp tetep aja rasa itu ada. kadang butuh temen buat berbagi….

    Leni,
    Semoga Leni dapat mengatasinya……memang harus ada sahabat buat berbagi….

  26. ada kalanya kesepian itu mengasyikkan, tetapi ada kalanya juga kesepian itu tidak mengenakkan. memiliki teman tidak selamanya dapat memberikan kita kenyamanan. teman lama kelamaan juga akan meninggalkan kita.

    Inos,
    Kesepian yang dimaksud di atas, justru kadang merasa sepi di tengah keramaian. Tapi kalau kita menyukai sepi, agar lebih tenang berpikir, maka kesepian tsb tak menjadi masalah.

  27. Ksepian memang tidak enak y. smnjak mnyelesaikn skrpsi pd bln agstus kmrn, sy sring di landa rs sepi. Apalg skrg d rmh sy jg sepi. Teman2 sy hampir smuany mmiliki ksibukan msing2 krn mrk bkrja. Sdangkn sy msh mncri2 krja. Mngkn itu jg yg mbuat sy ksepian. Dan saat sy mbuka blog ini, sy br mnydari bhwa sy tdk sndrian. Tnyta bnyk jg org yg mrasa kspian. Jd mngkn itu hal yg wjar sprti yg sy rasakn saat ini.
    Trima ksh buat tipsnya ya,…

    Mita,
    Nulis blog aja…ntar akan merasa punya banyak teman….

  28. Emang, ga cuman orang yg lagi jomblo ato lagi jauh sama keluarga aja yang bisa kesepian. Bahkan aku yang udah punya suami, yang tiap hari ketemu aja bisa kesepian. Jadi kesepian itu menurut aku pribadi bisa timbul karena adanya perasaan kecewa. Misalnya, kurangnya perhatian, tidak adanya pengertian, dan bisa banyak lagi penyebabnya.
    Jadi kalo aku lagi ngalamin yg namanya kesepian lebih baik sharing sama temen temen, kalo mereka lagi ga ada, ya lewat blog ini. Dijamin beban jadi berkurang dan bisa tambah temen…jadi ga bakalan ngerasa kesepian lagi. Asik kan?

  29. Saya juga suka kesepian .
    aneh nya saya masih sma dan punya lumayan banyak teman .
    tapi kalo malam minggu tetep aja ga ada yang ngajakin kemana-mana, malah temen yang sudah saya anggap teman baik atau teman dekat saya pun niggalin saya . padahal saya ga salah apa-apa.
    jadinya saya tiap malam minggu itu cuman maen internet aja di rumah, saya sendiri sadar kalo internet terus-terusan ga sehat. harus gimana ya ?

  30. saya disini juga sedang merasa kesepian.walaupun disini ada banyak saudara tetapi saya tetap saja seperti orang asing di tengah tengah mereka.saya sering mengatasi kesepian dengan bercanda dengan anak-anak yang saya ajar dalam bimbingan belajar,saya sangat membutuhkan teman untuk berbagi cerita dan menghapus rasa kesepian saya

  31. meskipun di temani banyak teman,,,,,,,,,,,,
    sayA selalu merasa sendiri..
    karena,,,
    kesendirianku ini hanya bisa teratasi dengan adanya sseorang yang special……..
    hehehe….

  32. aku wanita karir yang tinggal sendirian di jakarta, sering merasa sepi saat pulang kantor. begitu membuka web ini, aku tersadar bahwa aku adalah orang yang kurang bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan selama ini. aku seharusnya bersyukur telah mendapatkan pekerjaan yang tetap dan pacar yang setia terhadap hubungan kami. terima kasih aku ucapkan……salam kenal.

  33. aku merasa kesepian ketika aku lg bete………..bawaannya marah mulu……………

  34. saya merasa kesepian, karena orang tua saya bercerai dan mereka sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. saya juga baru saja gagal menikah.. dengan kehancuran dan keretakan keluarga saya, saya merasa minder bergaul dengan orang banyak. oleh karena itu saya merasa sangat kesepian. apalagi saya sangat tidak suka banyak bicara dengan orang lain, terutama menceritakan masalah saya kepada orang yang tidak begitu akrab. bagaimana menurut anda?

  35. ak kadang ngerasa kesepian kalo lg susah tdr,pulang kantor,karena ak tinggal sendirian di jakarta.kel smua tinggal di bandung,mama di tasik.ak suka sdh dan ngrasa sepi krn msh sndri

  36. Saya sering kesepian. Sejak usia batita sampai sekarang. Entah kenapa ya? ada teman yang mengajak jalan, kok rasanya hal itu tidak bisa mengobati kesepian saya, sehingga, saya tidak mengiyakan, ada saudara yang mengajak jalan, saya tetap merasa kesepian, ada orang tua yang menemani saya tetap saya merasa kesepian. Saya bekerja di kantor yang setiap hari rekan kantor selalu ribut bergosip dan bercanda, tetap saja saya merasa kesepian. Baru-baru ini saya diputus pacar saya, dan saya menangis hampir setiap hari selama 2 minggu. Sekarang, saya sudah melewati masa-masa itu, tetapi rasa kesepian kembali muncul…. Akhir-akhir ini saya menyadari dengan kondisi kesepian saya ini dan saya takut sekali, apakah saya menderita sesuatu? saya mencari-cari di internet, dan ketemulah blog ini…. akhir kata, saya adalah seorang tunarungu, dalam keluarga saya hanya saya seorang yang cacat

    Ervina,
    Bagaimana jika engkau mulai menulis? Kekurangan kita adalah karunia Tuhan, pasti ada hikmah yang tersembunyi dibaliknya. Melihat komentarmu, engkau terlihat punya bakat menulis. Cobalah, jika menulis di blog (seperti blogku yang tak bayar ini), nanti akan bisa punya banyak teman di dunia maya, tak terasa dunia ini terasa lapang dan indah.
    Semangat ya…

  37. terimakasih atas penjelasannya!!

  38. Terimakasih berat setelah membaca blog ini saya merasa tidak sendirian dalam sepi. Pasca kehilangan orang yang dicintai/ibu membuat saya sering merasa kesepian walaupun sedang bekerja.
    Mula2 saya berpikir hanya saya seorang di dunia ini yang merasakan sendirian. Thanks atas pembuat blog ini. Banyak tulisan disini yang memotivasi saya tuk bangkit dan punya semangat lagi dalam hidup.

  39. wahh bagus bu tipnya saya juga merasa begitu kadang-kadang tapi saya bisa mengatasinya karena saya tinggal di Bali jadi banyak tempat untuk melepas ketegangan atau kesepian, saya lebih suka ke toko dvd beli beberapa film atau ke pasar tradisional ke pantai wehh pasti semua orang bakalan betah tinggal disini…..hawanya lain…

  40. kok ngerasa sepi yah :(
    gimana caranya biar gag sepi
    gimana caranya buat agar temen selalu ada di deket kita
    ngibur kita slalu bikin seneng kita:?

  41. thanks tipsnya Bu, memang benar bahwa rasa kesepian dapat merusak kesehatan.
    saya mahasiswi semester 4 di Surabaya. Dulu saya sering merasa kesepian, padahal ada banyak teman-teman di sekitar saya. Tapi sekarang perasaan seperti itu sudah mulai berkurang sejak saya mengikuti berbagai organisasi di kampus.

    Saya berusaha merubah pola pikir saya, bahwa keberadaan saya ditengah-tengah orang lain bukanlah semata-mata mencari keuntungan/manfaat dari mereka, akan tetapi bagaimana saya bisa melakukan sesuatu untuk membuat mereka merasa gembira berada disekitar saya.
    saya selalu menancapkan ke dalam pikiran saya bahwa, ada saat dimana saya harus bekerja, dan ada saat dimana saya harus bersosialisasi dan berbagi dengan teman-teman saya.

    ada waktu-waktu tetentu dimana kadang-kadang rasa kesepian itu muncul, dan itu sangat membuat tidak nyaman, *bahkan kadang-kadang sampai bisa membuat menangis karena teringat hal-hal yang menyedihkan :D hehe
    kalau kondisi seperti itu datang, langsung saja saya ambil headset, nyalain laptop, lalu memutar lagu favorit saya keras-keras, sambil menyanyi dan menari-nari sendiri di depan cermin kamar. dan membayangkan bahwa saya adalah seorang superstar. hehe :D Setelah saya merasa lebih baik, saya kembali melanjutkan kegiatan.

  42. makasih bu artikelnya…:)

  43. siip,, nice tips… makasih bu… :-)

  44. Terimakasih bu tuk sarannya.. :)
    yang terpenting adalah bersyukur dan cara penyelesaiannya tergantung dari bagaimana kita bisa mengendalikan pikiran dan suasana hati kita.

  45. wahh terimakasih banyak sarannya bu :D, ketika rasa kesepian saya muncul, saya mulai untuk aktif di Blog, kadang juga saya sisihkan waktu untuk membaca, dan belajar.. sekali lagi maaksih bu :D


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 226 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: