<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Membiasakan anak membaca sejak dini</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: devi  wulandari</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-9856</link>
		<dc:creator>devi  wulandari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 13:09:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-9856</guid>
		<description>saya sedang mencari inspirasi bu, inspirasi untuk skripsi. Diantara tema yang terpikirkan untuk diteliti adalah &quot;adakah hubungan antara kebiasaan mendengarkan dongeng sebelum tidur dengan kemampuan membaca pada anak?&quot; dan mesin pencarian google menunjukkan blog istimewa ini. Semoga kita bisa Sharing bu. 

http://specialclassmates.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sedang mencari inspirasi bu, inspirasi untuk skripsi. Diantara tema yang terpikirkan untuk diteliti adalah &#8220;adakah hubungan antara kebiasaan mendengarkan dongeng sebelum tidur dengan kemampuan membaca pada anak?&#8221; dan mesin pencarian google menunjukkan blog istimewa ini. Semoga kita bisa Sharing bu. </p>
<p><a href="http://specialclassmates.wordpress.com" rel="nofollow">http://specialclassmates.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2225</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 03:37:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2225</guid>
		<description>Axireaxi,
Iya mengasuh anak seperti main layangan...kadang diulur dan kadang ditarik. Sebetulnya juga mirip mengelola perusahaan, dilihat dari sisi SDM nya.

Yang jelas, serepot apapun, melakukan kegiatan bersama anak sangat menyenangkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Axireaxi,<br />
Iya mengasuh anak seperti main layangan&#8230;kadang diulur dan kadang ditarik. Sebetulnya juga mirip mengelola perusahaan, dilihat dari sisi SDM nya.</p>
<p>Yang jelas, serepot apapun, melakukan kegiatan bersama anak sangat menyenangkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: axireaxi</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2222</link>
		<dc:creator>axireaxi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 01:26:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2222</guid>
		<description>hehehe.., ternyata mengasuh anak itu gampang2susah ya bu?

saya blom mengalaminya tapi bisa merasakan dari hal yg saya lihat

dan benar bahwa anak kecil kadang menjengkelkan,
namun juga sangat menyenangkan (^_^)

oya, dari satu tulisan ini, saya mendapat banyak hal.
terima kasih banget...


salam kenal utk ibu enny ratnawati,
(smoga.tdk.salah.tulis.nama)

--
adi.nugroho</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe.., ternyata mengasuh anak itu gampang2susah ya bu?</p>
<p>saya blom mengalaminya tapi bisa merasakan dari hal yg saya lihat</p>
<p>dan benar bahwa anak kecil kadang menjengkelkan,<br />
namun juga sangat menyenangkan (^_^)</p>
<p>oya, dari satu tulisan ini, saya mendapat banyak hal.<br />
terima kasih banget&#8230;</p>
<p>salam kenal utk ibu enny ratnawati,<br />
(smoga.tdk.salah.tulis.nama)</p>
<p>&#8211;<br />
adi.nugroho</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2220</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 23:06:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2220</guid>
		<description>Barry,
Setuju...senang baca sangat penting,  di Indonesia mudah2an semakin banyak perpustakaan atau taman bacaan, yang kalaupun bayar bisa sangat murah.

Utaminingtyazzz,
Adiknya masih SD kan? Mungkin karena dia jaraknya jauh dengan kakaknya, .....pelan-pelan kakak harus mencadangkan waktu minimal satu atau 2 jam sehari untuk sekedar ngobrol ringan dengan adik....nanti pelan-pelan kita bisa mempengaruhi sedikit demi sedikit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Barry,<br />
Setuju&#8230;senang baca sangat penting,  di Indonesia mudah2an semakin banyak perpustakaan atau taman bacaan, yang kalaupun bayar bisa sangat murah.</p>
<p>Utaminingtyazzz,<br />
Adiknya masih SD kan? Mungkin karena dia jaraknya jauh dengan kakaknya, &#8230;..pelan-pelan kakak harus mencadangkan waktu minimal satu atau 2 jam sehari untuk sekedar ngobrol ringan dengan adik&#8230;.nanti pelan-pelan kita bisa mempengaruhi sedikit demi sedikit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: utaminingtyazzzz</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2211</link>
		<dc:creator>utaminingtyazzzz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 14:21:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2211</guid>
		<description>Buku udah jadi menu santapan tiap hari bagi saya dan adek-adek. ketularan Papa sih, Bu, hehehe.. apalagi Papa juga rajin beli buku anak-anak. Jaman masih kecil, apapun yang berlabel majalah anak-anak, pasti Papa beli. Mulai dari Komik Buncil, Bobo, Ananda, Donald Bebek, Si Kuncung, Siswa, Sisipan Koran Kedaulatan Rakyat, wah lengkap.

Sayangnya, adek bungsuku ga punya minat baca yang sama. Pengaruh TV dan PS terlalu besar :(.  

Dan lagi dia ga punya lawan rebutan bacaan. Ga kayak saya dulu, satu majalah direbut bertiga sampai dimarahin Mama, hihihi

Sekarang kami sekeluarga sedikit &#039;memaksa&#039; dia baca apapun. Kompas Anak.. Bobo..satu bab di novel. Apapun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buku udah jadi menu santapan tiap hari bagi saya dan adek-adek. ketularan Papa sih, Bu, hehehe.. apalagi Papa juga rajin beli buku anak-anak. Jaman masih kecil, apapun yang berlabel majalah anak-anak, pasti Papa beli. Mulai dari Komik Buncil, Bobo, Ananda, Donald Bebek, Si Kuncung, Siswa, Sisipan Koran Kedaulatan Rakyat, wah lengkap.</p>
<p>Sayangnya, adek bungsuku ga punya minat baca yang sama. Pengaruh TV dan PS terlalu besar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .  </p>
<p>Dan lagi dia ga punya lawan rebutan bacaan. Ga kayak saya dulu, satu majalah direbut bertiga sampai dimarahin Mama, hihihi</p>
<p>Sekarang kami sekeluarga sedikit &#8216;memaksa&#8217; dia baca apapun. Kompas Anak.. Bobo..satu bab di novel. Apapun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BARRY</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2210</link>
		<dc:creator>BARRY</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 13:57:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2210</guid>
		<description>Saya mendukung kegiatan anak-anak untuk belajar membaca sejak dini.  Saya pribadi seperti yang pernah saya ceritakan di blog saya selalu menyempatkan ke perpustakaan setiap sabtu pagi sebagai rutinitas yang membangkitkan semangat mereka untuk membaca.   Disana mereka dapat mengambil buku apa saja untuk dipinjam tanpa dipungut biaya.  Mungkin saat ini mereka hanya dapat berpartisipasi dengan mendengarkan saya membaca, namun mereka belajar untuk mulai terpesona dengan halaman-halaman cerita yang mereka buka sendiri. 

Sekarang setiap malam mereka tidak mau tidur kalau belum dibacakan satu buku cerita.  Tidurnya jadi tidak nyenyak kata anak saya yang pertama :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mendukung kegiatan anak-anak untuk belajar membaca sejak dini.  Saya pribadi seperti yang pernah saya ceritakan di blog saya selalu menyempatkan ke perpustakaan setiap sabtu pagi sebagai rutinitas yang membangkitkan semangat mereka untuk membaca.   Disana mereka dapat mengambil buku apa saja untuk dipinjam tanpa dipungut biaya.  Mungkin saat ini mereka hanya dapat berpartisipasi dengan mendengarkan saya membaca, namun mereka belajar untuk mulai terpesona dengan halaman-halaman cerita yang mereka buka sendiri. </p>
<p>Sekarang setiap malam mereka tidak mau tidur kalau belum dibacakan satu buku cerita.  Tidurnya jadi tidak nyenyak kata anak saya yang pertama <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2192</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 23:05:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2192</guid>
		<description>Triwahjono,
Benar, TV acaranya tak selalu jelek, anak bisa memilih acara yang disukai dengan panduan orangtua (disini ortu tak boleh acuh)

Saya ingat, saat udah SMP ibu mulai mendongeng untuk kedua adikku yang masih SD, walaupun lagi belajar, saya ikut juga ketempat tidur mendengar dongengan ibu. Dengan mendongeng kita bisa menyelipkan budi pekerti dan etika yang secara tak langsung mengajarkan berperilaku baik.

Betapa bahagianya, jadi seorang ibu, saat si kecil mendengarkan dongengan kita sambil matanya yang bulat bersih itu berketip-ketip, bergerak-gerak mengikuti emosi yang ada di dongengan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Triwahjono,<br />
Benar, TV acaranya tak selalu jelek, anak bisa memilih acara yang disukai dengan panduan orangtua (disini ortu tak boleh acuh)</p>
<p>Saya ingat, saat udah SMP ibu mulai mendongeng untuk kedua adikku yang masih SD, walaupun lagi belajar, saya ikut juga ketempat tidur mendengar dongengan ibu. Dengan mendongeng kita bisa menyelipkan budi pekerti dan etika yang secara tak langsung mengajarkan berperilaku baik.</p>
<p>Betapa bahagianya, jadi seorang ibu, saat si kecil mendengarkan dongengan kita sambil matanya yang bulat bersih itu berketip-ketip, bergerak-gerak mengikuti emosi yang ada di dongengan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tridjoko</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2184</link>
		<dc:creator>tridjoko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 14:53:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2184</guid>
		<description>Ibu-ibu di jaman dulu seperti ibu saya di tahun 1960-1963 waktu saya masih TK sampai kelas-kelas awal SD, suka sekali mendongeng sebelum kami bertiga, putra-putrinya, tidur. 

Jadi kami tidur berempat di ranjang ukuran Queen&#039;s size lalu sebelum tidur ibu mendongeng, dari &quot;Kancil Mencuri Ketimun&quot;, &quot;Timun Emas&quot; sampai &quot;Ajisaka dan Buaya Putih&quot;..

Hipotesis saya, &quot;Ibu yang suka mendongeng sejak anak berusia balita pada akhirnya akan membuat si anak kalau sudah gede jadi seneng membaca&quot;..

Anak-anak di tahun 1960an dulu seneng sekali membaca. Mengapa ? Habis textbook wajib di kelas I SD judulnya &quot;Gelis Pinter Maca&quot; (Cepat Pandai Membaca)..

Kalau anak sejak kecil sering dibacakan dongeng oleh ayah dan ibunya, maka si anak akan cenderung kalem dan lebih mementingkan olah otak daripada olah gerak (walaupun olah gerak nggak selalu berarti jelek, ingat &quot;men sana in corpore sano&quot;, di badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, tapi setelah sehat..so what gitu loh....)..

Cerita anak kecil di KA yang selalu rewel yang nggerecokin ayah ibunya sepanjang perjalanan tersebut, membuktikan bahwa kita orangtua Indonesia jaman sekarang sudah melupakan apa yang pernah diajarkan oleh para londo-londo Belanda jaman dulu..

Saya pernah lihat dua anak kecil usia sekitar 3-4 tahun, satu laki satu perempuan. Waktu itu saya dalam penerbangan antara Tokyo-Los Angeles dan waktu penerbangan malam, lampu pesawat sudah dimatikan. Ternyata kedua anak tersebut tidak bisa tidur dan merengek minta dibacakan dongeng. Saya lihat si Bapak bule sudah menyiapkan buku-buku kesenangan dua anak tadi. Setelah 15 menit si Bapak membaca, tidak lama kemudian kedua anak tersebut sudah tenang dan jatuh tertidur...zzzz... zzzz.. zzzz...

Jadi intinya, orang-orang Barat yang pernah menjajah kita dulu tidak sepenuhnya brengsek tapi juga mengajarkan hal-hal yang baik. 

Sayangnya, setelah 40 tahun merdeka kita cenderung melupakan ajaran-ajaran yang baik tersebut dan &quot;mencari rumus sendiri&quot;..dan akhirnya kebingungan.. he..he...

(Saya paling seneng kalau melihat orang bingung...hik..hik...)

p.s.: anak sulung saya dulu waktu kecil suka sekali nonton acara Sesame Street versi bahasa Inggris (dengan teks Indonesia) di RCTI di awal tahun 1990an, dan pelan-pelan ia menirukan cara pengucapan bahasa Inggris yang benar :
&quot;one&quot;..&quot;two&quot;.. &quot;blue&quot;.. &quot;orange&quot;..&quot;kite&quot;..&quot;bright&quot;..&quot;might&quot;..&quot;tight&quot;...

Setelah SMP anak saya punya english pronouncation yang hampir mendekati native speaker, dan pada suatu hari gurunya nanya &quot;Kamu les bahasa Inggris dimana ?&quot;. Anak saya menjawab, &quot;Saya tidak les bahasa Inggris, saya hanya senang melihat Sesame Street di TV dan menirukan ucapan bahasa Inggris tokoh-tokohnya...&quot;

Nah lho kan ? Ternyata acara-acara yang bagus di RCTIpun banyak yang hilang dan semuanya diganti dengan sinetron yang gak bermutu bagi pendidikan tapi punya &quot;rating&quot; dan &quot;share audience&quot; yang tinggi...

Siapa yang salah ? Tanyalah pada rumput yang bergoyang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu-ibu di jaman dulu seperti ibu saya di tahun 1960-1963 waktu saya masih TK sampai kelas-kelas awal SD, suka sekali mendongeng sebelum kami bertiga, putra-putrinya, tidur. </p>
<p>Jadi kami tidur berempat di ranjang ukuran Queen&#8217;s size lalu sebelum tidur ibu mendongeng, dari &#8220;Kancil Mencuri Ketimun&#8221;, &#8220;Timun Emas&#8221; sampai &#8220;Ajisaka dan Buaya Putih&#8221;..</p>
<p>Hipotesis saya, &#8220;Ibu yang suka mendongeng sejak anak berusia balita pada akhirnya akan membuat si anak kalau sudah gede jadi seneng membaca&#8221;..</p>
<p>Anak-anak di tahun 1960an dulu seneng sekali membaca. Mengapa ? Habis textbook wajib di kelas I SD judulnya &#8220;Gelis Pinter Maca&#8221; (Cepat Pandai Membaca)..</p>
<p>Kalau anak sejak kecil sering dibacakan dongeng oleh ayah dan ibunya, maka si anak akan cenderung kalem dan lebih mementingkan olah otak daripada olah gerak (walaupun olah gerak nggak selalu berarti jelek, ingat &#8220;men sana in corpore sano&#8221;, di badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, tapi setelah sehat..so what gitu loh&#8230;.)..</p>
<p>Cerita anak kecil di KA yang selalu rewel yang nggerecokin ayah ibunya sepanjang perjalanan tersebut, membuktikan bahwa kita orangtua Indonesia jaman sekarang sudah melupakan apa yang pernah diajarkan oleh para londo-londo Belanda jaman dulu..</p>
<p>Saya pernah lihat dua anak kecil usia sekitar 3-4 tahun, satu laki satu perempuan. Waktu itu saya dalam penerbangan antara Tokyo-Los Angeles dan waktu penerbangan malam, lampu pesawat sudah dimatikan. Ternyata kedua anak tersebut tidak bisa tidur dan merengek minta dibacakan dongeng. Saya lihat si Bapak bule sudah menyiapkan buku-buku kesenangan dua anak tadi. Setelah 15 menit si Bapak membaca, tidak lama kemudian kedua anak tersebut sudah tenang dan jatuh tertidur&#8230;zzzz&#8230; zzzz.. zzzz&#8230;</p>
<p>Jadi intinya, orang-orang Barat yang pernah menjajah kita dulu tidak sepenuhnya brengsek tapi juga mengajarkan hal-hal yang baik. </p>
<p>Sayangnya, setelah 40 tahun merdeka kita cenderung melupakan ajaran-ajaran yang baik tersebut dan &#8220;mencari rumus sendiri&#8221;..dan akhirnya kebingungan.. he..he&#8230;</p>
<p>(Saya paling seneng kalau melihat orang bingung&#8230;hik..hik&#8230;)</p>
<p>p.s.: anak sulung saya dulu waktu kecil suka sekali nonton acara Sesame Street versi bahasa Inggris (dengan teks Indonesia) di RCTI di awal tahun 1990an, dan pelan-pelan ia menirukan cara pengucapan bahasa Inggris yang benar :<br />
&#8220;one&#8221;..&#8221;two&#8221;.. &#8220;blue&#8221;.. &#8220;orange&#8221;..&#8221;kite&#8221;..&#8221;bright&#8221;..&#8221;might&#8221;..&#8221;tight&#8221;&#8230;</p>
<p>Setelah SMP anak saya punya english pronouncation yang hampir mendekati native speaker, dan pada suatu hari gurunya nanya &#8220;Kamu les bahasa Inggris dimana ?&#8221;. Anak saya menjawab, &#8220;Saya tidak les bahasa Inggris, saya hanya senang melihat Sesame Street di TV dan menirukan ucapan bahasa Inggris tokoh-tokohnya&#8230;&#8221;</p>
<p>Nah lho kan ? Ternyata acara-acara yang bagus di RCTIpun banyak yang hilang dan semuanya diganti dengan sinetron yang gak bermutu bagi pendidikan tapi punya &#8220;rating&#8221; dan &#8220;share audience&#8221; yang tinggi&#8230;</p>
<p>Siapa yang salah ? Tanyalah pada rumput yang bergoyang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2181</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 13:08:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2181</guid>
		<description>Pak Sawali,
Kebetulan saya tinggal di kompleks rumah dinas, yang  sebagian ibu rumah tangganya bekerja, dan yang tak bekerja rata-rata juga lulusan S1. Jadi di setiap rumah banyak bacaan, akibatnya anakku keluyuran ke tetangga nebeng bacaan yang ga ada dirumah.

Tapi sebetulnya minat baca anak sangat tergantung pada lingkungan,  saya dan teman2 sepakat, bahwa kalau anak kita nakal pas main dirumahnya harus ditegur dan ortu dikasih tahu, sehingga anak juga terlatih ber etika. Juga kalau Magrib harus pulang, karena waktunya untuk  belajar.

Athaya,
Saya dulu juga sering pulang malam, kantor saya di jl. veteran sebelum pindah ke Semanggi, tapi pas anak-anak kecil karir saya flat, jadi kalaupun pulang malam ga setiap hari. Anak-anak memang sering molor waktu tidurnya, dulu setiap jam 9 malam  anak-anak harus masuk ke kamar, lampu mulai diredupkan, jadi kalaupun main berupa mainan yang di atas tempat tidur. Pura-pura jualan dawet, sate, jadi ayam berkotek dll yang  jadi alat mainan adalah boneka dari kain (jadi boneka anak-anak ga ada yang beres, karena buat perang2an). Lama-lama anak akan lelah.....sebetulnya anak akan mudah tidur kalau didongengi....dan kadang malah yang mendongeng yang udah ngantuk, jadi dongengnya jadi kacau. Setelah anak agak besar, dia sering koreksi...ibu kok jadi cerita lain sih, kan tadi timun emas...hahaha.

Semua ada risikonya kok, kalau sesekali tidur malam gak apa-apa, atau jam tidur siangnya yang dikurangi, agar dia lebih cepat mengantuk.

Silahkan kalau mau di link, thanks.

Winnie,
Sepupunya main PS karena lingkungannya main PS, juga karena ortunya suka nonton TV. Di rumah, saat anak-anak masih kecil, jam TV ada batasnya, setelah anak mengerjakan PR. Inipun sesuai kesepakatan dengan anak, acara apa yang ingin ditonton dalam satu minggu ke depan.

Juga  anak saya nggak dibelikan PS, tapi dibelikan komputer dan dibujuk kalau dengan komputer malah bisa bikin program dan ada game nya juga.

Walaupun demikian, saya tahu anak saya suka curi waktu main PS di rumah tetangga, tapi kan jam nya terbatas, dibanding jika punya sendiri, karena telah ada kesepakatan dengan tetangga, ada jam tidur siang, dan setelah Magrib harus pulang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Sawali,<br />
Kebetulan saya tinggal di kompleks rumah dinas, yang  sebagian ibu rumah tangganya bekerja, dan yang tak bekerja rata-rata juga lulusan S1. Jadi di setiap rumah banyak bacaan, akibatnya anakku keluyuran ke tetangga nebeng bacaan yang ga ada dirumah.</p>
<p>Tapi sebetulnya minat baca anak sangat tergantung pada lingkungan,  saya dan teman2 sepakat, bahwa kalau anak kita nakal pas main dirumahnya harus ditegur dan ortu dikasih tahu, sehingga anak juga terlatih ber etika. Juga kalau Magrib harus pulang, karena waktunya untuk  belajar.</p>
<p>Athaya,<br />
Saya dulu juga sering pulang malam, kantor saya di jl. veteran sebelum pindah ke Semanggi, tapi pas anak-anak kecil karir saya flat, jadi kalaupun pulang malam ga setiap hari. Anak-anak memang sering molor waktu tidurnya, dulu setiap jam 9 malam  anak-anak harus masuk ke kamar, lampu mulai diredupkan, jadi kalaupun main berupa mainan yang di atas tempat tidur. Pura-pura jualan dawet, sate, jadi ayam berkotek dll yang  jadi alat mainan adalah boneka dari kain (jadi boneka anak-anak ga ada yang beres, karena buat perang2an). Lama-lama anak akan lelah&#8230;..sebetulnya anak akan mudah tidur kalau didongengi&#8230;.dan kadang malah yang mendongeng yang udah ngantuk, jadi dongengnya jadi kacau. Setelah anak agak besar, dia sering koreksi&#8230;ibu kok jadi cerita lain sih, kan tadi timun emas&#8230;hahaha.</p>
<p>Semua ada risikonya kok, kalau sesekali tidur malam gak apa-apa, atau jam tidur siangnya yang dikurangi, agar dia lebih cepat mengantuk.</p>
<p>Silahkan kalau mau di link, thanks.</p>
<p>Winnie,<br />
Sepupunya main PS karena lingkungannya main PS, juga karena ortunya suka nonton TV. Di rumah, saat anak-anak masih kecil, jam TV ada batasnya, setelah anak mengerjakan PR. Inipun sesuai kesepakatan dengan anak, acara apa yang ingin ditonton dalam satu minggu ke depan.</p>
<p>Juga  anak saya nggak dibelikan PS, tapi dibelikan komputer dan dibujuk kalau dengan komputer malah bisa bikin program dan ada game nya juga.</p>
<p>Walaupun demikian, saya tahu anak saya suka curi waktu main PS di rumah tetangga, tapi kan jam nya terbatas, dibanding jika punya sendiri, karena telah ada kesepakatan dengan tetangga, ada jam tidur siang, dan setelah Magrib harus pulang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Winnie</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2178</link>
		<dc:creator>Winnie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 06:55:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/11/11/membiasakan-anak-membaca-sejak-dini/#comment-2178</guid>
		<description>Ibu, klo saya sudah bisa baca sejak TK. Yang dibaca majalah BOBO, sampe sekarang klo jalan-jalan ke Gramedia, pasti mampir sebentar buat nebeng baca BOBO..hehehehe. Dan waktu jaman saya kecil belum ada acara TV yang bagus-bagus, paling banter si Unyil, jadi memang saya dan adik lebih senang membaca. Mama saya juga sering mendongeng sebelum tidur. Klo sekarang, sepupu-sepupu saya yang masih balita, gak seneng baca.. Lebih senang main PS dan nonton TV :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu, klo saya sudah bisa baca sejak TK. Yang dibaca majalah BOBO, sampe sekarang klo jalan-jalan ke Gramedia, pasti mampir sebentar buat nebeng baca BOBO..hehehehe. Dan waktu jaman saya kecil belum ada acara TV yang bagus-bagus, paling banter si Unyil, jadi memang saya dan adik lebih senang membaca. Mama saya juga sering mendongeng sebelum tidur. Klo sekarang, sepupu-sepupu saya yang masih balita, gak seneng baca.. Lebih senang main PS dan nonton TV <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
