Oleh: edratna | November 16, 2007

Langkah apa saja yang diperlukan untuk melakukan “uji tuntas” suatu perusahaan?

Apabila anda seorang Pimpinan perusahaan, atau General Manager, yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan perusahaan, atau anda seorang Pimpinan Bank yang berperan untuk menentukan apakah sebuah perusahaan masih berjalan baik apa tidak, maka biasanya anda meminta jasa perusahaan konsultan, untuk melakukan Due Diligence atau uji tuntas terhadap perusahaan tersebut. Namun demikian, anda harus mendiskusikan terlebih dahulu, area atau batasan yang anda inginkan untuk dikerjakan oleh konsultan tersebut, dan bagaimana langkah-langkah atau tahapan yang akan dilakukan.

Untuk memudahkan, konsultan yang ditunjuk dapat diminta untuk membuat proposal yang berisi rencana kerja beserta tahapan, dan langkah-langkah yang akan dilakukan, serta jadual pelaksanaannya. Pada umumnya konsultan memerlukan waktu dua atau tiga bulan untuk melakukan due diligence pada perusahaan yang cukup besar, agar menghasilkan laporan yang layak dan akurat sebagai dasar pertimbangan anda untuk menentukan langkah perbaikan.

Di bawah ini disampaikan contoh rencana kerja proses due diligence, yang bisa digunakan sebagai pembanding, apabila anda akan melakukan atau menilai tahapan due diligence tersebut.

Tahap 1: Menyusun rencana penelitian

Tujuannya adalah mempersiapkan prosedur yang akan dijalankan, karena hal ini akan memudahkan tim yang akan melakukan proses uji tuntas.

Kegiatan yang dilaksanakan, antara lain:

  • Memahami bisnis klien, dengan melakukan review atas semua dokumen pendukung, seperti: legal review, laporan audit, laporan keuangan selama beberapa periode, rencana bisnis perusahaan, dll.
  • Memahami sistem & prosedur perusahaan, struktur organisasi termasuk delegasi kewenangan memutus.
  • Menyusun rencana pemeriksaan/penelitian lebih lanjut.

Tahap 2 : Pelaksanaan pekerjaan

Melakukan penelitian dilapangan sesuai dengan tahapan program yang telah di susun, yaitu:

  • Mengumpulkan data yang dibutuhkan, antara lain: laporan keuangan, ledger, rincian hutang, daftar supplier, rekening koran dan sebagainya.
  • Akta pendirian perusahaan dan perubahannya, Anggaran Dasar Perusahaan, ijin-ijin perusahaan yang terkait dengan usahanya
  • Review pemeriksaan secara analitis, seperti: a) Analisa review penjualan, HPP, komisi, dan beban operasi untuk melihat hubungan antara cash flow dan operasional. b) Analisa saldo piutang dan hutang selama tahun berjalan.
  • Pemeriksaan secara substantif: a) Konfirmasi dan rekonsiliasi hutang usaha, b) piutang/hutang afiliasi, dan biaya yang masih harus dibayar. b) Pemeriksaan saldo hutang dan pembayarannya (pihak ketiga dan afiliasi) ke dokumen faktur pembelian, bukti penerimaan barang, faktur pajak, rekening koran, bukti transfer, buku kas kasir, korespondensi dan lain-lain.

Tahap3 : menyusun draft laporan keuangan.

Pada akhir penugasan akan dikeluarkan laporan atas hasil pemeriksaan uji tuntas. Untuk memudahkan perlu dibuat out line nya, dan didiskusikan antara pemberi kerja dan konsultan yang bersangkutan, sehingga tak ada kekurangan di masa akhir pemeriksaan.

Tahap 4: Mengevaluasi bisnis klien

Dari evaluasi diharapkan mendapatkan pemahaman mengenai kondisi bisnis saat ini dan prospeknya di masa yang akan datang.

Kegiatan yang dilakukan, antara lain:

  • Menganalisa rencana pengembangan yang telah ada, yang sedang, dan yang akan dilaksanakan.
  • Melakukan penelitian tentang prospek industri dan kompetitor yang bergerak di industri yang sama.
  • Evaluasi dan analisa (kualitatif dan kuantitatif) terhadap data dan informasi yang diperoleh.

Langkah 5: Evaluasi kondisi keuangan group

Hal ini sangat diperlukan apabila perusahaan yang diteliti merupakan holding company, dan memiliki berbagai bidang/jenis usaha. Dari sini juga perlu diteliti, bagaimana sistim dan prosedur, terutama dalam pendanaan, antara perusahaan holding dan anak perusahaannya. Ada holding company, yang mensyaratkan bahwa segala pendanaan harus dilakukan oleh holding, namun ada juga holding company yang membolehkan anak perusahaan yang bernaung di bawah group nya melakukan pinjaman langsung kepada pihak ketiga.

Kegiatan yang dilakukan, antara lain:

  • Analisa laporan keuangan baik vertikal, horisontal, dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan perusahaan, keuntungan, efisiensi, tingkat pengembalian investasi dan lain-lain.
  • Analisa risiko keuangan
  • Analisa investasi
  • Mengadakan survei lapangan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam atas kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan.

Langkah 6: Penyusunan proyeksi keuangan.

Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan cash flow untuk melunasi hutang-hutangnya, dan rencana penggunaannya di masa yang akan datang. Penyusunan proyeksi cash flow dengan mempertimbangkan berbagai variabel, antara lain:

  • Kondisi makro ekonomi Indonesia seperti tingkat bunga, deposito, pinjaman Bank, pertumbuhan GDB dll
  • Kewajaran dari asumsi-asumsi pertumbuhan yang digunakan (asumsi pendapatan, biaya dsb nya)
  • Rencana bisnis atau investasi perusahaan

Langkah 7: Pengembangan alternatif restrukturisasi hutang

Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan berbagai skenario dan alternatif restrukturisasi hutang, antara lain menggunakan:

  • Penetapan asumsi dasar dan operasional
  • Rencana pengembangan
  • Sustainable debt dan unsustainable debt
  • Kondisi pasar lokal/domestik

Langkah 8: Analisis dan alternatif perbaikan.

Tujuannya untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari sisi keuangan, dari masing-masing alternatif tersebut. Kegiatan yang dilakukan, antar lain:

  • Membuat financial model untuk menilai beberapa skenario/alternatif perbaikan struktur hutang dari sisi keuangan
  • Menyusun indikator keuangan untuk alternatif-alternatif perbaikan seperti; a) Risiko yang akan dihadapi oleh kreditur dan manajemen, serta penanggulangan yang tepat.b) Alternatif-alternatif pendanaan yang tersedia, yang dapat memberikan hasil optimal bagi kelangsungan usaha, seperti obligasi, pengeluaran saham, pendanaan dari LN, penjualan aktiva dsb nya. c) Implikasi terhadap value perusahaan.

Langkah 9: Penentuan alternatif perbaikan yang optimal.

Kegiatan yang dilakukan, antara lain:

  • Menyusun kriteria penilaian alternatif perbaikan yang mencakup, antara lain: a) Kesesuaian dengan kondisi perusahaan dan batasan dari kreditur.b) Kemampuan perusahaan melakukan peningkatan pendapatan dari strategi yang telah disusun.c) Evaluasi indikator keuangan.
  • Menentukan alternatif perbaikan struktur hutang yang optimal berdasar kriteria tersebut.

Tahap 10: Penyusunan laporan due diligence (uji tuntas)

Pada akhir pekerjaan, akan dilakukan penyusunan laporan perbaikan struktur keuangan perusahaan, yang berisi laporan hasil evaluasi keuangan dan struktur pendanaan atau hutang.

Agar hasil laporan bisa diaplikasikan dilapangan, bisa dilakukan minimal dua kali pertemuan, antara konsultan, perusahaan dan kreditur (bila perusahaan mempunyai pendanaan yang berasal dari Bank), sehingga langkah selanjutnya lebih mudah. Pada prinsipnya, diskusi yang lebih intens akan memudahkan pekerjaan, agar jangan sampai laporan selesai, namun tak dapat digunakan.

Permasalahan yang sering dihadapi jika selama ini pendanaan berasal dari pihak ketiga

  • Pada saat pengajuan pendanaan pada pihak ketiga, asumsi dan cash flow dibuat sangat optimis, sehingga apabila diadakan evaluasi, maka rencana investasi perusahaan sangat layak, bahkan setelah diadakan berbagai analisis sensitivitas.
  • Sedangkan pada saat pengajuan proposal perbaikan struktur hutang, alternatif jangka waktu perbaikan dibuat sangat panjang, dan rencana bisnis dibuat sangat pesimis. Akibatnya ada jangka waktu mencapai 20 tahun, hal yang setelah dinilai kembali berdasarkan Net Present Value, nilai NPV dari projected cash flow lebih kecil dari nilai likuidasi agunan, dan lebih lebih rendah dari nilai setelah pembalikan PPAP. Berarti perusahaan tidak termasuk kategori yang layak untuk dilakukan restrukturisasi. Untuk mengatasi hal ini, perlu ada pertemuan-pertemuan, guna menyusun asumsi yang dipahami semua pihak, serta hasil kerja selama ini tidak sia-sia.

(Catatan: tulisan di atas diambil dari pengalaman penulis)

About these ads

Responses

  1. wahh.. thx bu, atas infonya hihi.. jadi lebih teratur :-D

    *salam kenal*

  2. Mas Imam,
    Syukurlah kalau berguna. Thanks telah berkunjung

  3. Bu, perusahaan tempat kerja saya yang dulu sempat masukBPPN dan harus mengalami financial due diligence dan legal due diligence..
    Wah kita jadi repot setengah mati karena selain ngerjain kerjaan rutin juga ngelayanin konsultannya, kalo ga salah dulu masih ada A****r A******n (P*C) sama A**e H*******ng Law Office.
    Ada ga ya kalo due diligence itu ga ngerepotin karyawannya. :-)
    Tapi dari situ saya jadi tahu cara kerja konsultan,dan pernah jadi staf lepas di perusahaan konsultan waktu dampingi salah satu nasabah BPPN juga.
    Tapi waktu itu sayang, Bu ratna belum buat blog jadi belum seteratur itu. :-))

  4. Sayasaja,
    Bagi perusahaan yang sakit, dan mendapat pendanaan dari pihak ketiga (Bank), yang repot semuanya. Analis Bank juga repot, karena dikejar target untuk dapat memperbaiki. Karena kalau nggak segera diperbaiki cadangan yang dibentuk harus sebesar nilai dana yang dipinjamkan tsb.

    Tapi krisis kemarin ada manfaatnya, baik pengusaha, maupun Bank semuanya menjadi prudent, dan benar-benar menghitung kebutuhannya. Walaupun repot, adanya konsultan menjadi kita belajar apa sebetulnya yang dikerjakan mereka, karena setiap hari kita diskusi. Tentu pengalaman sayasaja sangat berguna untuk pekerjaan berikutnya.

  5. bu, ini artikel bagus sekali buat perusahaan besar… kapan2 ibu bisa membuat semacam guide untuk para pengusaha baru (belajar/rencana)…. TQ

  6. Mas Kurt,
    Memang saya berniat mengumpulkan serpihan pengalaman selama ini…cuma ya itu tadi menulisnya lebih sulit…di draft udah lama banget.

    Tapi saya akan coba, apalagi saya sekarang membantu mengurus anak perusahaan, terlibat langsung mengawasi, melihat kelemahan2 pengaturan SDM, bagaimana agar perusahaan berkembang yang tak sekadar berkembang, bisa menghasilkan yang dapat meningkatkan kesejahteraan para karyawan. Ternyata paling sulit adalah, membina SDM…mudah2an dalam satu tahun nanti kelihatan hasilnya. Kalau selama ini kan saya mirip konsultan…nggak terlibat langsung.

  7. lah… ini dia yang ingin saya konsultasikan ke ibu nih..
    ntar deh, sekalian kl ngga keberatan saya ini study cased usaha saya :)

  8. Edo,
    Semoga saya bisa membantu.

  9. ill contact you by mail for this :)

  10. salam kenal ibu,

    saya ingin bertanya, bagaimana suatu perusahaan dikatakan layak dalam hal keuangan berdasarkan laporan keuangan yang telah dibuat ?? lalu mengetahuinya bagaimana ?? maksudnya “how to analyze an annual report ??”

    thx.

    Yudhi,
    Untuk bisa menilai suatu perusahaan layak, didasarkan pada laporan keuangan, perlu ketrampilan tersendiri. Ini bisa dipelajari…bisa mengikuti kursus singkat, yang banyak dilakukan di lembaga pendidikan, seperti LPFE-UI, LPPM, Prasetya Mulya dll….Namun ini saja tak cukup, karena harus melihat perusahaan tadi secara keseluruhan.

  11. Halo bu Ratna .Lam Kenal ya,
    Bu saya mau tanya langkah apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat outline Due Diligence yahhh… Trs apakah Legal due Diligence and Technical Due diligent akan selalu ada pada penyusunan suatu due diligence trutama u/ suatu perusahaan yg mau take over sebuah pabrik milik perusahaan lain?

    thnkz

    Dhita,
    Yang saya tulis sudah merupakan outline nya. Dan untuk bisa melakukan due dilligence diperlukan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja untuk bidang-bidang yang bersangkutan, karena risikonya juga besar, selain biayanya bisa ratusan juta sampai miliar.
    Jika ingin belajar, Dhita bisa bergabung dengan perusahaan konsultan yang termasuk dalam “The Big Fives

  12. boleh saya bertanya, saya saat ini sedang disibukan untuk merancang perusahaan holding, saat ini pemilik perusahaan tempat saya bekerja memiliki beberapa perusahaan yang masing masing berdiri sendiri sendiri dan si boss adalah pemegang saham mayoritas..

    mohon petunjuk dan saran saranya mengenai :
    1. Bagaimana holding mendapatkan income ?
    2. Apasaja organisasi yang harus ada di holding ?
    3. bagaimana sistem laporannya ?

    terima kasih sebelumnya..

    Robertus,
    Maaf jika saya tak bisa memenuhi permintaanmu….karena itu memerlukan pemikiran yang mendalam, dan tentu saja perlu ada diskusi yang serius, membahas visi/misi dsbnya dengan pemilik perusahaan dan manajemennya. Kenapa nggak pake jasa perusahaan konsultan?

  13. bu, saya mau tanya donk, saya sedang melakukan due diligence … yg terbagi atas beberapa tim yaitu :

    a. keuangan,
    b. marketing n legal,
    c. SDM,
    d. operasional,

    saya berada di tim operasional ..
    itu apa saja yg harus dinilai ya ???

    thanx b4

  14. Artikel yang sangat menarik, Trims ibu, membuat wawasan saya bertambah.
    Saya tunggu artikel ibu lainnya.

  15. Salam Kenal Bu,

    Saya sangat terbantu sekali oleh tulisan Ibu ini, kebetulan sy sekarang bekerja di suatu holding company yang sedang melakukan perbaikan manajemen.

    Begini Bu, sekarang sy sedang melakukan analisa sensitivitas, khususnya terhadap perubahan bunga kredit, tetapi sy kesulitan mengawalinya, klu Ibu ga keberatan dan ada waktu … sy mohon bantuan Ibu memberikan petunjuk atau bimbingan …

    Terima kasih sebelumnya ….

  16. I’m often looking for recent articles in the internet about this topic. Thanks!!

    Sama-sama

  17. artikel ini sangat mencerahkan dan bermanfaat bagi saya sebagai awam, terima kasih sharing ilmunya..

  18. Ibu, saya pemilik perusahaan skala sedang yang Akan melahirkan akusisi perusahaan lain. Bisa kiranya kita diskusi lebih dalam?

  19. Ibu, terima kasih atas artikelnya yang sudah membuka langkah awal saya dalam menjalankan tugas saat ini.

    Salam Kenal,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: