Oleh: edratna | November 21, 2007

Apa yang akan dilakukan jika dimutasikan ke tempat baru?

Apabila anda bekerja pada perusahaan, bukan hal yang tak mungkin untuk dimutasikan ke berbagai bidang dalam perusahaan tersebut. Mungkin selama anda bekerja, anda bisa mengalami mutasi dua tahun sekali, bahkan ada yang baru enam bulan, telah ada instruksi untuk pindah ke unit kerja yang lain. Hal tersebut adalah wajar, karena organisasi memerlukan orang-orang yang siap bekerja, dan mutasi ke berbagai jenis jabatan merupakan suatu pembelajaran, agar organisasi memperoleh orang-orang yang siap ditempatkan dimana saja.

Apa yang sebaiknya dilakukan pertama kali, jika suatu saat anda dipindahtugaskan menjadi pimpinan di tempat baru? Tentu saja anda harus mengenal lingkungan, budaya kerjanya, sifat dan sikap orang-orangnya. Walaupun perusahaan telah mempunyai budaya kerja perusahaan, bahkan telah tertulis, namun tak dapat dipungkiri bahwa setiap daerah mempunyai cara dan gaya hidup yang berbeda dalam melakukan langkah-langkah pelaksanaan budaya kerja perusahaan. Kesalahan yang dilakukan pada perkenalan pertama kali bisa memberikan akibat kurang menyenangkan, dan kurangnya dukungan atas kepemimpinan anda.

Langkah-langkah apakah sebaiknya yang dilakukan?

1. Perkenalkan diri anda.

Pada saat serah terima, biasanya pimpinan lama akan memperkenalkan anda pada para calon bawahan anda. Disini anda akan mendapat kesempatan memberikan sambutan, dan sampaikan agar para staf dan karyawan bersedia memberikan dukungan pada anda, sebagaimana halnya dukungan dan kerja sama yang pernah mereka berikan pada Pimpinan lama.

2. Pelajari Memori Serah Terima.

Pada umumnya saat serah terima, Pimpinan lama akan memberikan Berita Acara Serah Terima yang dilampiri dengan Memori Serah Terima, berupa pending matters, permasalahan yang harus segera diselesaikan dan ditindak lanjuti, kekuatan pegawai dsb nya. Pelajari juga hasil temuan audit, sebagai dasar apa saja yang masih harus diperbaiki sesuai saran auditor.

3. Pelajari Visi/Misi Departemen atau Unit Kerja.

Visi/Misi Departemen atau unit kerja pada dasarnya akan in line dengan Visi/misi Perusahaan. Pelajari proses bisnis unit kerja tersebut, struktur organisasi nya, serta key person yang berada di bawah tanggung jawab anda.

Setelah anda mempunyai gambaran secara komprehensip bagaimana proses bisnis di Departemen atau unit kerja tersebut, serta cara kerja karyawan di bawah pimpinan anda, maka anda dapat menilai bagaimana sebaiknya agar unit kerja yang anda pimpin lebih efisien dan efektif. Yang harus diperhatikan, apabila anda hendak melakukan perbaikan atau perubahan, ikut sertakan karyawan dalam merancang perubahan atau perbaikan tersebut, agar mereka merasa dilibatkan.

4. Jangan bandingkan dengan gaya kepemimpinan sebelumnya.

Jangan membandingkan apa yang telah anda capai dalam memimpin unit kerja sebelumnya dan mengecilkan arti Pimpinan lama, karena anda tidak akan mendapat dukungan. Pengalaman anda dalam memimpin unit kerja sebelumnya, dapat menjadi dasar untuk memimpin unit kerja baru.

Disadari, setiap unit kerja mempunyai etos kerja yang berbeda-beda, tergantung dari sifat dan interaksi kelompok dari orang-orang yang berada pada unit kerja tersebut. Ada unit kerja yang sering mengadakan makan siang bersama-sama, yang bertujuan mengakraban suasana, dan sambil makan bisa diskusi berbagai hal, dan seringkali kebuntuan permasalahan di ruang rapat dapat memperoleh jalan keluar saat terjadi obrolan dalam makan siang bersama. Bahkan kadang anda memperoleh informasi penting yang tanpa sengaja tercetus oleh salah satu anak buah anda, karena didorong oleh situasi yang informal.

Namun, apabila anda memimpin unit kerja yang profit oriented, ada kemungkinan setiap orang akan terlihat terburu-buru dikejar dead line, serta sukar mencari waktu untuk mendiskusikan permasalahan dengan seluruh staf, karena staf bergantian on the spot kelapangan. Apabila anda memimpin unit kerja seperti ini, anda harus pandai berimprovisasi demi tercapainya efektivitas pekerjaan. Mungkin anda bisa melakukan meeting jika minimal ada 50% staf hadir (memenuhi qourum), serta hasil meeting dicatat dalam agenda yang disebarkan ke seluruh staf, sehingga siapapun baik yang hadir ataupun yang berhalangan, tetap harus melakukan langkah-langkah yang disepakati dalam hasil meeting tersebut.

Pada saat anda telah merasa menjadi satu pada unit kerja tersebut, anda sudah harus siap untuk dipindahkan ke unit kerja baru lainnya. Perpindahan dari unit kerja satu ke unit kerja lain sangat diperlukan bagi suatu organisasi, agar para pimpinan unit kerja nantinya siap mendapatkan promosi untuk jenjang jabatan yang lebih tinggi. Dari berbagai pengalaman memimpin unit kerja yang berbeda-beda inilah akan terlihat kemampuan dan kompetensi seseorang, apakah seseorang cocok untuk jabatan operasional, ataukah sebagai pemikir dan sebagainya. Bahkan akan terlihat apakah seseorang bisa dipromosikan untuk mengganti pucuk pimpinan perusahaan jika waktunya telah tiba.

Jadi, kalau anda mendapat kesempatan memimpin di berbagai unit kerja, maka sebetulnya anda dilatih untuk menerima jabatan yang lebih kompleks, dan pengalaman tersebut sangat berguna untuk karir anda selanjutnya.

About these ads

Responses

  1. saya baru saja dipindahkan ke proyek baru di tempat yang baru pula, untungnya sebagian member adalah orang2 di proyek lama, tapi kebetulan site manager merupakan orang yg tottaly baru, di sini lah saya sdikit mendapat kesulitan krena perbedaan gaya pemimpin, sring saya banding2in tp habis baca artikel ini bsuk2 ga mau banding2in lagi deh.

    ma kasih bu..

  2. Aprikot,
    Setiap pimpinan punya gaya masing-masing, selalu ada plus dan minusnya. Sayapun kalau pindah ke tempat baru, calon anak buah udah sibuk menilpon anak buahku, mencari tahu sifatku seperti apa…dan konyolnya oleh anak buahku selalu ditakut-takuti, bahwa saya galak, disiplin dll (mereka ngaku juga).

    Satu s/d tiga bulan pertama adalah masa penyesuaian, baik untuk yang memimpin ataupun yang dipimpin. Kita ga bisa memilih anak buah, maupun pimpinan, pelajari gaya pimpinan, cari celahnya…maka kita bisa menjadi anak buah yang baik…dan ingat, harus loyal pada perusahaan, bukan pada pimpinan.

    Saya sendiri lebih memilih anak buah yang berani mengkritik saya, karena merekalah yang pantas suatu ketika memimpin….dan justru kritik merekalah yang membuat pimpinan bisa maju dan memperbaiki gaya kepemimpinannya.

  3. harus mampu beradaptasi dengan cepat, itu mungkin kunci sederhana-nya bu. termasuk juga kalo pindah2 kerja.

    btw, apa kabar bu?? :)

  4. Hi Trian,
    Kabar baik…ya pindah memang membutuhkan adaptasi yang cepat, supaya langsung bisa tancap gas, mengejar target yang telah ditentukan.

  5. wah kalo saya dimutasikan pasti saya tolak … repot harus banyak belajar dan saya akan memberikan argumen yang panjang lebar bahwa memutasikan saya akan sama dengan menerima seorang pegawai baru yang belum berpengalaman dan memecat seseorang yang sudah berpengalaman. padahal banyak pekerjaan yang masih belum selesai. dan atasan akan berpikir dua kali untuk memutasikan saya … huahahaha….

    tapi sering bekerja di banyak lingkungan ketika part time maupun kerja sambilan juga banyak memberikan wawasan. kita lebih banyak bekerja dengan banyak orang. dan dari situ saya selalu mengelompokkan orang berdasarkan sifat dan kelakuan dalam memimpin suatu grup.

    dan ketika sang pemimpin berbuat aneh ato nyleneh saya cuman bisa berpikir … “ah wajar saja .. dia memang kelompok orang yang seperti ‘itu’” :)

  6. Sandy,
    Kalau mutasi di perusahaan besar, yang di mutasikan tak ditanya, dan keputusan mutasi didasarkan untuk tujuan perusahaan…jadi bagi karyawan tinggal..take it or leave it…

    Sering bekerja di beberapa proyek, akan membuat kita belajar memahami hubungan antar personal, dan ini berguna untuk meningkatkan komunikasi. Dalam praktek, telah dikembangkan beberapa teori, bagaimana sebaiknya menjadi seorang pimpinan, dan gaya apa yang dipakai untuk mendorong anak buah berpartisipasi, salah satunya, dapat dlihat di http://edratna.wordpress.com/2007/09/16/
    bagaimana-gaya-pengambilan-keputusan-anda/

    Sebetulnya ada tulisan,bagaimana kita menjadi seorang follower yang baik….bukunya ditulis oleh mantan bosku (cuma sayang lupa ditaruh dimana…ntar kalau ketemu saya ringkaskan di blog)

  7. Yess.. dimutasi ke tempat baru? duh.. maklum bu, anakmu ini belom pernah dimutasi :-D baru jadi anak buah doank :-D

    tapi pengalaman dapet atasan hasil mutasi, hemm…. Pertama, liat sifatnya orangnya dalam beberapa hari, soale pan biasanya kalo orang baru, ga terlalu banyak bicara. Jadinya ga langsung tau :-D gitu aja dah.. pokoke dibawa asik ajah, biar atasan juga asik ke bawahan :-D

    nyari atasan yang ga terlalu mem”BOSS”kan. :-D atasan tapi ga mem”BOSS”kan? hualah.. namanya bukan boss. hehe :-D

    atasan belom tentu BOSS ya bu? *sambil ngayal kapan bisa jadi atasan*

  8. Imam,
    Dengan mempelajari cara atasan dalam memimpin, nantinya Imam akan lebih mudah jika menjadi atasan. Justru kita harus mulai belajar sejak masih jadi bawahan, dan harus berpikir kalau jadi atasan seperti apa.

    Hal-hal seperti ini yang biasanya dilihat oleh atasan, yang membedakan karyawan satu dengan lainnya…ada karyawan yang diberi tanggung jawab lebih, kayaknya memang jadi nggak adil, tapi sebenarnya dia mendapatkan kesempatan untuk suatu ketika dipromosikan, sudah siap.

  9. wekeke.. makasih bu.. soal siap tidaknya? hemm.. keknya belom :-D masih menikmati jadi anak buah :-D

    tapi kalo Allah udah mengharuskan Aku jadi atasan, Aku harus siap. wekeke.. :-D

    *makin menggila ngayalnya*

  10. allo bu, kita sealmamater nih,

    baik sebagai atasan atau staff biasa di tempat baru, tinggalkan kesan pertama yang membuat orang di sekitar kita senang dengan kehadiran kita,
    salah satu caranya dengan cepat mengingat nama orang-orang disekitar kita baik dari atasan sampai dengan office boy/girl.
    mereka akan senang jika kita menyapa dengan memanggil namanya, apalagi bawahan kita, artinya kita care pada saat kita berkenalan dengan mereka

    gimana menurut ibu?

  11. Nel,
    Setuju…walau saya sulit menghafal nama orang…karena takut salah, yang penting kita menegurnya, mengajak mengobrol…..
    Nel angkatan berapa ?

  12. aku statistik
    angkatan 31

    jauhhhhh ya bu

    btw ibu ini huebat banget deh,
    anak2nya sukses semua lagi

  13. Wuaaah… Ibu benar, kalau di perusahaan besar, pilihannya cuma terima mutasi atau angkat kaki. Ini yang sedang terjadi padaku. Setelah bekerja selama 4 th di divisi lama, dan mencapai hasil yang bagus, menurutku malah sedang dalam masa panen, secara tiba-tiba dipindahkan ke divisi yang baru berumur setahun dan belum menghasilkan, perpindahan yang cuma makan waktu selama 2 minggu. Sangat tidak menyenangkan ketika berada di masa transisi, serasa dibuang, belum lagi beberapa kesempatan untuk trip overseas yang tiba-tiba harus dicancel dan digantikan oleh teman lain, rasanya sangat tidak rela. Kalau menuruti emosi, lebih baik resign, tapi kalau aku resign, maka aku jadi orang kalah yang tidak berani menerima tantangan. Setelah mulai settle di divisi baru, sekarang dipindahkan lagi dgn basis kantor yang berbeda, tetap menjual produk yang sama hanya saja lokasi kantor dipindah. Ini sangat berat… bahkan sampai sekarang aku masih sering kangen untuk kembali pulang ke Bandung :( Lagi-lagi beberapa teman bertanya, kenapa tidak resign saja, dan.. lagi-lagi alasannya cuma satu, aku ingin memenangkan tantangan ini dulu baru setelah itu leaving with grace. Cuma memang… sangat nggak nyaman.
    Menurut Ibu, apakah aku sdh mengambil keputusan yang benar atau hanya memaksakan diri?

  14. Nel,
    saya angkatan 7….jauhhh pake banget ya…

    Ruth,
    Saya setuju putusanmu…jangan resign dikala marah atau hati panas, tunjukkan Ruth berhasil dimana saja ditempatkan, kadang kita tak tahu rencana Tuhan. Saya sering kok seperti itu, dan ternyata banyak hikmahnya, selalu ada hal yang dipelajari.

    Kalau nanti udah settle, udah tenang…baru pikirkan mau terus atau pindah perusahaan lain. Jangan2 malah digandoli dan ditawari tambahan gaji gede…yang penting jangan menyerah…

  15. Terimakasih bu… rada tenang nih sekarang… bolak-balik aku mikir, jangan-jangan aku yang terlalu ngoyo…
    semoga, nanti aku bisa sukses spt bu Enny ya…

  16. Ruth,
    Sama-sama…semoga sukses…kalau lagi suntuk, boleh kirim email japri.

  17. bu,saya numpang baca2 blog ibu ya, saya senang membaca postingan2 yang ibu buat :)

  18. mutasi atau promosi adalah hal yang wajar.. jangan sampe di mutasi karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan atau berindikasi diasingkan dalam skup lingkungan kerja. mutasi bisa berarti promosi atau penurunan jabatan.. gimana tuh???

  19. sejauh ini saya masih berperan sebagai anak buah yang mengamati para atasan yang dimutasi atau dipromosikan.
    sedih, iya.. tapi senang juga iya. berharap karier beliau-beliau akan lebih maju dan baik di tempat yang baru.

    sisi positif dari mutasi adalah: pekerja dapat mengetahui secara langsung kondisi unit kerja lain. jadi tidak akan meremehkan dan menuding unit kerja dengan sebutan ‘tidak bisa kerja’. dengan ‘diceburkan’ langsung ke dalam suasana kerja, ybs akan mengalami enak dan tidak enaknya ada di unit kerja itu.

    pernah ada kejadian (kata senior-senior nih), ada yang mencela divisi saya dan kemudian yang bersangkutan ditantang manajemen untuk memimpin divisi. beberapa waktu kemudian, beliau mengakui bahwa bekerja di sini memang tidak mudah.

    selain mengalami langsung situasi kerja, pendatang baru biasanya punya metode dan gaya kepemimpinan yang baru dan segar jadi ga bikin bosan.

    yang bikin bete kalo ada situasi seperti ikan yang sebelumnya di kolam kecil kemudian dimasukkan ke kolam besar. ada kalanya berperilaku seakan masih ada di kolam kecil. dia lupa bahwa kolam barunya jauuuuuuuh lebih besar

    :p

  20. Ika,
    Syukurlah jika bermanfaat.

    Alifaig,
    Mutasi bisa berarti promosi atau demosi, tergantung kinerja ybs sebelumnya. Tentu yang diharapkan adalah mutasi yang bersifat promosi atau enlargement, agar suatu ketika siap memimpin jabatan yang lebih tinggi.

    Utaminingtyaaaaz,
    Mutasi sangat diperlukan bagi organisasi, juga merupakan standar pengawasan. Jika seseorang dipindah, akan diketahui apakah dulu memimpinnya dengan benar….dan mutasi membuat orang mempunyai tantangan baru…karena orang yang terlalu lama di posisi tertentu, dapat menimbulkan “secure” yang mengakibatkan reluctant terhadap hal-hal baru.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: