Oleh: edratna | Desember 13, 2007

Menanam bunga di lahan yang sempit

Pada saat masih tinggal di rumah dinas yang berhalaman luas, dan tingkat kesibukan tinggi, saya jarang merawat tanaman. Paling-paling hanya saat awal menanam, selanjutnya si mbak yang menyiram setiap hari, atau tukang kebun yang datang sebulan sekali. Hanya kalau lagi capek, maka saya mulai menyiangi rumput, dan ternyata ini menimbulkan rasa nyaman yang sukar dilukiskan. Namun menyiangi rumput juga tak bisa dilakukan setiap minggu, karena waktu yang ada lebih baik untuk bercengkerama bersama keluarga.

Pindah ke rumah milik sendiri, harus rela untuk mulai tinggal di lahan yang sempit, karena rata-rata perumahan di tempat saya tinggal hanya mempunyai luas 180-200 meter persegi. Namun rasanya kurang nyaman jika halaman tak ada warna hijaunya, karena membuat mata sakit, dan tak betah. Apa boleh buat, saya harus pandai-pandai mengatur bagaimana tanaman pot yang saya bawa dari rumah lama tetap bisa ditempatkan di rumah baru. Menanami halaman dengan pepohonan atau tanaman hias, juga akan memperbaiki lingkungan, dan ini disepakati oleh para tetangga, mereka menempatkan pot-pot di depan pagar rumah masing-masing sehingga jalan yang tak seberapa luas itu dikiri kanannya terlihat hijau. Saya bersyukur menempati rumah yang berada di jalan buntu, jadi situasinya tenang sekali. Di tempat tinggalku ini, udara masih nyaman, burung-burung gereja ramai dengan kicaunya, kupu-kupu dan kumbang berdatangan untuk mengisap madu dari bunga.

Agar halaman sekaligus dapat menjadi tempat parkir mobil, karena garasinya hanya cukup untuk satu mobil. maka halaman diberi paving blog, dan diantaranya ditanami rumput. Hal ini berfungsi ganda, bisa sebagai tempat parkir, tetapi penyerapan air tak terganggu, dan masih bisa hijau karena rumput bisa tumbuh di sela-sela paving blog tersebut. taman-bunga-di-halaman-sempit-resize.jpg

Kesibukan yang mereda membuat saya lebih banyak waktu untuk merawat tanaman, membongkar pasang tanaman, mencoba berbagai tanaman yang sekiranya tahan terhadap lingkungan rumahku. Di lingkungan rumahku, yang banyak adalah rayap, ulat gagak (berwarna hitam berbintik-bintik), serta tikus. Rayap sangat mengganggu, walaupun sudah diberi anti rayap, sedang ulat gagak suka berjalan-jalan yang kadang kadang masuk ke rumah. Sedang tikus suka menggigit batang tanaman, tidak dimakan, tapi mungkin untuk menguatkan giginya. Begitulah, akhirnya seminggu sekali saya menyemprot tanaman dengan curacron agar ulatnya mati dan tak merusak daun. Juga memberi pupuk agar tanaman anggrek dan tanaman berbunga lainnya mau berbunga terus. Dan seperti halnya manusia, tanaman juga bisa memberikan terimakasih, karena entah kenapa, sejak tinggal di rumah sendiri ini, bunga anggrekku bergantian berbunga.

anggrek-depan-rumah-resize.jpganggrek-di-rumah-cilandak-resize.jpg koleksi-kaktus-n-anggrek-diperkecil.jpg

Indriasari, L. menulis di Kompas tanggal 9 Desember 2007, bahwa tanaman bermanfaat memperbaiki kualitas udara melalui fotosintesis, yang mengubah Carbon dioksida (CO2) menjadi Oksigen (O2). Tanaman juga dapat menurunkan suhu udara disekitar rumah. Beberapa ahli lingkungan mengatakan, setiap 1 hektar lahan hijau dapat mengubah 3,7 ton CO2 dari aktivitas manusia, pabrik, dan kendaraan bermotor, menjadi 2 ton O2 yang dibutuhkan manusia.

Untuk lahan sempit, penanaman pohon dapat diganti dengan tanaman hias atau tanaman lanskap. Tanaman hias atau pohon sama pentingnya. ” Yang paling dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas udara adalah daunnya untuk fotosintesis”, kata Nurisyah, dosen Dept Arsitektur lansekap IPB. Nurisyah selanjutnya mengatakan, bahwa seleksi tanaman untuk tiap tempat penting dilakukan. Tanaman yang dipilih harus memiliki toleransi terhadap lingkungan sekitarnya agar bertahan hidup. Di Jakarta, misalnya, butuh tanaman yang mempunyai batas toleransi tinggi terhadap CO2 dan Pb. Pohon seperti manusia, ada yang tahan dan tidak tahan terhadap lingkungan dan kondisi tertentu seperti pencemaran, kata Nurisyah.

Mengingat penjelasan tersebut, tak ada alasan bagi kita untuk tidak menanami halaman rumah dengan pepohonan atau tanaman hias, betapapun sempitnya lahan yang kita punya. Minimal kita bisa sedikit menyumbang perbaikan kualitas lingkungan. Melihat halaman yang hijau, daun yang melambai tertiup angin, serta bunga yang mekar, membuat hati terasa damai.

Bahan bacaan:

Indriasari, L. “Mengurangi polutan udara dengan tanaman”. Kompas, Minggu, 9 Desember 2007, hal.22

About these ads

Responses

  1. di asrama Putra IPB yang baru sudah pada Hijau, apalagi di deket rektorat Bu, hutan….

  2. Manfaatnya memang banyak ya Bu, tapi saya gak betah melihara tanaman. Rasanya bosan gituh Bu, gak bisa diajak komunikasi, kalau dipanggil gak nyaut, gak bisa diajak jalan-jalan, gak bisa diajarin skill, dll. Akhirnya saya piara reagan aja deh Bu he3x.

  3. setuju, Bu!

    di rumah saya juga diusahakan ada ijo-ijonya. n diusahakan yang tanamannya agak tinggi karena sekaligus berfungsi untuk menghalangi pandangan orang lewat ke dalam rumah.
    berhubung ga ada yang telaten ngerawat, akhirnya di rumah saya ga ada bunga-bungaan. belakangan saya tau kalo yang paling ga rewel itu lidah buaya. istilahnya, dibiarin juga ga bakal mati.

    warisan dari mama di halaman depan itu sirih. kalo sirih agak minta perhatian. harus selalu disiram. karena dulu mama sayang sama sirih itu, jadi si sirih sering saya sebut ‘sirih mama’.

    kelak kalau saya punya rumah sendiri, saya juga pengen punya rumah yang ijo :p

  4. wooo … pada seneng tanem taneman. itu anggreknya boleh ditukar nggak sama bibit leci (lychee) punya saya
    *heh gak salah mbandingin enggrek dengan bibit leci … :) *

  5. Alam memang punya aura sendiri mbak….
    Anggreknya bagus-bagus, padahal bunga anggrek terkenal butuh kesabaran kan merawatnya?
    rapih sekali penataanya mbak

  6. Nurussadad,
    Kalau anak Faperta IPB harusnya senang dengan hijau2an. Dulu saya terlibat menanam bunga-bungaan di kampus Baranangsiang… kenapa ya sekarang kok kayaknya nggak terawat, atau karena udah pindah ke Darmaga?

    Edel,
    Kalau waktunya terbatas, tanamlah bunga yang perawatannya mudah, seperti cerita saya di awal. Jadi cuma sekedar menyiram….apalagi kalau kaktus, disiramnya seminggu sekali, dan cuma 5 sendok air per tanaman.

    Saya nggak berani piara hewan, anak-anak saya punya penyakit asma, disamping rumah dan halamannya sempit, jadi dirumah juga ga ada karpet atau yang berbulu-bulu. Masa kecilku, karena rumah besar dan halaman luas, saya punya piaraan ayam kampung, kucing, kelinci, dan terakhir angsa (tapi yang ini ribut banget).

    Utaminingtyazzzz,
    Iya, lidah buaya memang mudah merawatnya, sekaligus bisa digunakan untuk merawat rambut. Saya malah nggak punya sirih, itu bagus lho.

    Adipati Kademangan,
    Lahan rumahku sempit, jadi nggak bisa menanam tanaman pohon yang besar. Sebetulnya sekarang udah menanam pace, tapi masih kecil, buahnya bagus dibuat minuman, tapi baunya ga enak. Juga ada tanaman bunga, kata tukang bunga namanya Risota…bunganya merah kecil-kecil, ini bisa jadi tinggi dan besar…biar sekaligus jadi pelindung tanaman lain, yang tak tahan panas.

    Perempuan,
    Saya nggak tahu cara merawat anggrek yang pas, karena lahan sempit, jadi saya cuma menaruhnya didekat dinding biar nggak terkena panas langsung. Seminggu sekali disiram pakai air yang diberi pupuk (dibeli di penjual bunga), dan sehari disiram dua kali. Atau mungkin karena hati saya senang ya, merawat sendiri, sekarang malah yang bunganya ungu kecoklatan udah mau berbunga, dan yang kedua udah terlihat sulurnya yang mau berbunga juga. Rasanya senaaang begitu…kalau malam-malam dihalaman melihat tanaman, hati rasanya hangat dan perasaan tenteram.

  7. saya juga lagi mo berkebun bu, tapi kalo sekarang cukup di pot saja soale tanahnya sudah dibeton semua sama pemilik lama, enaknya hidroponik (media non tanah) apa pake media tanam (kompos) yang banyak dijual di tukang bunga ya??

  8. Iway,
    Beli aja kompos yang banyak dijual oleh tukang bunga (saya belum pernah menanam hidroponik, jadi ga ahli). Kalau sekalian mau belajar menanam yang benar, dan ada waktu, kunjungi Melrimba di Puncak (ada tulisan saya tentang ini)….nanti ajak mereka diskusi, dan tak selalu harus beli kok. Justru bunga anggrekku berkembang, setelah belajar dari mas-mas yang melayani di Melrimba.

    Baca juga disini:

    http://edratna.wordpress.com/2007/10/16/

    menikmati-keindahan-disela-kesibukan/

  9. sempat bertanam bunga, mengiasai kehijauan rumah di sela2 kesibukan kerja… hm satu keistimewaan wanita seperti ibu.

    Ah benar sekali kebanyakan wanita (ibu) memang mengagumkan…. :)

  10. Mas Kurt,
    Ibu-ibu kan emang suka mengurusi tetek bengek, makanya kalau Lebaran, suami malah yang sibuk mengatur agar ada salah satu mbak yang nggak pulang. Kalau nggak, saya akan muter terus, membereskan rumah…dan ujung-ujungnya masuk angin…hehehe…lupa kalau udah golongan sepuh.

    Tapi seeng lho. menikmati kebun hasil tangan sendiri, apalagi jika udah berbunga…dan melihat dari balik jendela pas hujan..duhh rasanya ayem banget.

  11. salam kenal
    http/www.aneomen.wordpress.com

    Aneomen,
    Salam kenal kembali. Thanks telah mampir.

  12. Bu… Mau tanya nih… Hmm.. Berhubung udah ahli dalam urusan taman-menanam hehe. Saya baru pindahin anak2 dari pohon lidah buaya ke pot2 kecil, tapi hujan 2 minggu berturut2, jadi kuyup deh, tanahnya diganti lagi sama tanah baru. Masalahnya, aloe veranya sekarang warnanya tetep coklat di ujung2 batangnya walaupun udah ada akar baru sih. Saya bingung aloe veranya harus dirawat seperti apa supaya bisa kembali seperti semula. Terima Kasih.

    Lauren,
    Saya bukan ahli tanaman, sekedar suka. Mungkin sebaiknya tanahnya beli yang sudah beruipa pupuk kompos di tukang tanaman. Dan risiko memindahkan tanaman memang seperti itu…padahal Aloe Vera biasanya sangat mudah. Tapi adikku yang tinggal di semarang juga mengeluh, setiap kali menanam Aloe Vera gagal.

  13. ^_^ Ok… Nanti saya coba beli tanah yang ibu sarankan. Thanks yah bu buat sarannya.

  14. Bu salam kenal ya
    Dirumahku sdh spt hutan semua tanaman ada termasuk anggrek

    Tanaman yg lain tumbuh subur apalagi adeniumnya seneng banget semua berbunga tanpa perlu perawatan yg telaten tapi aku tobat dng anggrek susah banget apalagi anggrek bulan & catelya

    Tolong dong bu apa sih resepnya biat anggrekku bunganya balapan dng adenium, ma kasih atas sarannya

    Rumi,
    Saya juga sekedar nanya sama tukang bunga, mereka biasanya menjual tanah kompos (ada untuk bunga biasa, ada yang untuk Miana, ada yang untuk anggrek)…kemudian pupuk pun bermacam-macam, ada pupuk daun, pupuk agar berbunga dsb nya.
    Saya sendiri tak ahli, tapi suka bertanya pada tukang bunga…dulu waktu masih sibuk, saya panggil tukang kebun sebulan sekali, tapi sejak pensiun dan pindah sendiri ke rumah pribadi (yang hanya sepertiga rumah dinas), saya lebih suka mengurus sendiri di antara kesibukan…malah bisa mengurangi stres. Katanya sih, jika diurus dengan benar, bunga juga akan memberikan kesenangan bagi pemiliknya….kenyataannya anggrekku berbunga terus, padahal mengurusnya ya begitu-begitu aja.

  15. Sebenarnya yang sering berkebun Ibu saya, namun turut senang juga melihat keasrian rumah dengan hijaunya daun dan mekarnya bunga.
    Lahan yang sempit memang bukan halangan untuk memelihara tanaman. Apalagi sekarang sudah banyak hidroponik yang mudah didapat. Kalau boleh tanya Bu, nama bunga yang daunnya panjang-panjang, warna bunganya kuning, kalau pagi dan petang tidak mekar, mekarnya siang hari saja, namanya apa ya Bu?

    Swamp,
    Kembali saya jelaskan, saya sekedar senang menanam bunga, tak tahu namanya…..cuma suka aja sama bunga yang berwarna warni. Jadi kalau beli bunga, saya belajar dari si abang penjual bunga, bagaimana merawatnya, diberi pupuk apa saja…ya cuma begitulah.

  16. bagus artikel2nya.
    mohon info bgm cara bertanam atau perbanyak sirih merah…

    tks,

    bastian

    Bastian,
    Saya sekedar suka menanam….kalau sirih, sama seperti halnya tanaman sirih lain yang merambat, menanamnya mudah. Tinggal dipotong batangnya sekitar 10-15 cm dan ditanam dalam pot (sebaiknya tanahnya beli di tukang tanaman, yang sudah ada campuran pupuknya sehingga tinggal menanam). Masalahnya ada orang yang tangannya dingin, apa saja tumbuh jika dia yang menanam, namun ada juga yang tak berbakat. Juga harus dirawat, disiram setiap hari……dipupuk minimal sebulan sekali….semuanya bisa dibeli dtukang tanaman.

  17. Seneng lho bu kalau punya hobi berkebun. Karena dengan berkebun kita bisa mengatur emosi. Saya juga punya kebun kecil, tapi karena saya sibuk n pulangnya malam-malam jadinya gak kerawat. Tapi alhamdulillah… sekarang saya bisa meluangkan waktu buat tanaman-tanaman saya, tapi ya itu bu… saya sering mutung kalo tau tanaman saya dirusak oleh tikus. Bagaimana bu ? Ibu punya saran buat saya ?

  18. Setelah baca blog ini, saya jadi ingin memulai bercocok tanam, namun sepertinya saya lebih condong ke arah hidroponik. Masalahnya bisa menggunakan sistim pompa yang bisa pake timer, sehingga bisa saya tinggal untuk kerja luar kota. Namun saya masih bingung harus mulai dari mana dan apa aja yang perlu saya persiapkan. Mohon ibu bisa memberikan masukan dan mengirimkan via email ke alamat saya. Atas perhatian dan sarannya saya haturkan terimakasih.

  19. bu, sy betul2 awam nih soal tanam menanam.baru sekarang punya niat menghijaukan rumah….rencananya pengen nanam keperluan dapur gitu.daun salam, sereh, daun jeruk, daun kunyit, daun pandan,daun bawang, cabe, tomat, sledri,*wah banyak bener yak*. sy tinggal di ruko lantai 3,pinggir jalan raya, jd panas sekali dan berdebu. kira2 cocok gak nanam semua itu?dan nanam aplg ya yang cocok dg “hujan cahaya matahari” gitu?.terima kasih bu atas sarannya.

    Lya,
    Saya bukan ahli tanaman, dan tanaman di rumah juga hasil mencoba. Jadi silahkan anda tanya pada orang yang lebih ahli…pada redaksi Trubus, misalnya?

  20. saya jg suka sekali menanam pohon dirumah, masalahnya sama kaya ibu, sy tidak punya halaman yg luas jadi semua tanaman sya taruh dalam pot dan di tempatkan pada rak besi, awal awal suami protes karena dia suka halan rumah yg lapang dan bersih, tapi lama kelamaan ketika pohon2 saya mulai berbunga dan bersemi suami malah hobi duduk lama di teras memandangi kebun mungil kami, malah sekarang dia jadi hobi bercocok tanam juga….

  21. saya sangat suka berkebun, akan tetapi sekarang saya tinggal di kosan yang tentunya tidak ada lahan sama sekali..
    bagaimana menyiasati keadaan ini?
    baru2 ini saya tau kalau ada media tanam jeli, apakah media ini bisa digunakan untuk berkebun?
    menanam tomat, cabai, dsb?
    terimakasih informasinya..

  22. kebanyakan org terutama akan kesulitan waktu untuk meluangkan waktu pada tanaman. tp itu maklum, saya sebagai pencita flora&fauna aja kadang keteteran ama waktu. tp 2 bln ini saya coba di belakang halaman rumah ukuran 2×1 lumayan sempit,,, awalnya beli 4 jenis tanaman anggrek, eh satunya mati, 3 lagi keknya belum keliatan tampang hidupnya.. penasaran akhirnya dikurangin pencahayaan eh sekarang 3 jenis udah muncul tunas baru,…maklum baru belajar,, tanaman hias lain saya tertuju Sansiviera (lidah mertua) eh ternyata banyak banget jenis bentuknya.. nah ini dia tanaman yg berguna penangkap polusi dan pembersih udara, selain cukup gampang dan tahan banting deh… sekarang saya lagi memburu jenis ini.. oh ya klu punya lahan sempit coba bereksperimen HIDROPONIK pasti serru….. yg punya info Sansiviera bagi bagi dongg…:)

  23. Benar kok klo menanam tuh banyak skali manfaatnya,palagi saya seorang ibu rumah tangga,slalu giat bercocok tanam dari aggrek,bunga hias lain,sayuran dan pelihara burung pula.saya merasa klo rumah tuh banyak tanamannya pastinya akan teduh dan asri tapi jika dirawat dgn baik.meskipun mungkin lahan kita gak luas kayak di desa,asalkan punya kemauan tuk mencintai alam pasti bumi ini kan mencintai kita juga.Ayo kita semua mulai mencintai alam sebelum alam menghukum kita.

  24. Menanam bunga sangatlah menyenangkan,…..berarti kita bisa menikmati indahnya ciptaan Tuhan. Dari situ kita bisa bersyukur…..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 220 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: