Oleh: edratna | Desember 24, 2007

Bagaimana pengelolaan keuangan anda pada tahun 2007?

Untuk mengetahui apakah anda telah mengelola keuangan dengan baik, diperlukan evaluasi terhadap apa yang telah anda lakukan selama setahun ini. Apabila hasil evaluasinya jelek, nggak usah kawatir, anda masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki pengelolaan di tahun yang akan datang.

Apa saja yang mesti dievaluasi? Tentu saja, anda harus membuat pembukuan secara sederhana, berapa pendapatan yang anda peroleh, berapa pengeluaran, serta investasi apa saja yang telah anda lakukan, dan apakah anda masih mempunyai sisa untuk menambah tabungan?

Secara singkat, anda bisa membuat laporan keuntungan/kerugian seperti dibawah ini. Misalkah gaji anda berdua adalah Rp.5 juta per bulan dan tambahan lain-lain rata-rata Rp. 1 juta per bulan, maka total pendapatan anda adalah Rp.6 juta per bulan.

tabel-keuangan.jpg

Dari tabel di atas anda masih mempunyai sisa untuk tabungan (sebagai cadangan) Rp.12 juta, berarti anda telah melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, karena jumlah biaya masih dapat di tutup oleh pendapatan.

Sekarang, marilah kita melihat apakah pengelolaan anda memang sudah baik, dilihat dari cara pengelolaan hutang dan pengelolaan investasi.

a. Pengelolaan hutang

Ada waktu tertentu dimana anda mengalami defisit aliran kas, artinya mengeluarkan pengeluaran yang lebih besar dibanding dengan pendapatannya, karena anda perlu mengganti mobil lama anda yang telah banyak mengeluarkan biaya maintenance per bulan, dengan membeli mobil baru secara cicilan. Untuk menutup kekurangan ini, karena anda tak mungkin membeli dengan harga tunai, anda berhutang pada perusahaan leasing, selama jangka waktu 3 tahun dengan pembayaran bulanan. Disamping itu, anda juga mulai mencicil rumah dengan mengambil pinjaman KPR (Kredit Pemilikan Rumah) selama 15 tahun.

Pengelolaan hutang anda termasuk baik, apabila cicilan hutang anda setiap bulan tidak melebihi 30% dari total pendapatan. Dari tabel di atas, cicilan anda bulanan mencapai 33%, berarti anda sebaiknya tidak menambah hutang baru, kecuali anda mendapat kenaikan gaji yang membuat anda masih punya room untuk menambah pinjaman.

b. Pengelolaan investasi.

Dai pendapatan anda, sebagian telah anda sisihkan dalam bentuk tabungan atau deposito. Apabila hasil pendapatan dari tabungan atau deposito anda melebihi tingkat inflasi (misalkan 7% di tahun 2007), maka pengelolaan investasi anda termasuk baik.

Apakah anda sebaiknya melakukan investasi yang lebih menantang, seperti saham dan obligasi? Ini tergantung dari kemampuan anda menanggung risiko, hasil yang tinggi dari investasi saham, juga mengandung risiko yang tinggi bahkan merugikan jika harga saham menurun drastis.

Dari hasil analisa di atas, anda bisa mengevaluasi dan merencanakan pengelolaan keuangan di tahun 2008. Selain gaji bulanan, jika anda bekerja di beberapa perusahaan tertentu, anda masih mendapatkan uang Tunjangan Hari Raya sebesar satu kali gaji, insentif pada awal tahun, serta bonus bilamana target bisnis perusahaan dapat dicapai. Tambahan uang ini hendaknya tidak anda gunakan untuk menambah konsumsi, tapi sebaiknya untuk menambah investasi atau untuk membayar sebagian hutang, sehingga pada saat anak-anak memerlukan biaya untuk uang sekolah, anda telah siap. Apabila anda mendapat kenaikan gaji, hendaknya juga jangan langsung merubah gaya hidup anda mengikuti kenaikan gaji tersebut. Dengan disiplin diri, maka anda akan menikmati kehidupan yang tenteram, serta dapat mengelola hutang sesuai kemampuan anda.

About these ads

Responses

  1. nebak, bakal nulis tentang Resolusi 2008 :D

    have a nice new year, bu.

  2. wah, ini penyakit klasik: makin nambah penghasilan, biasanya pengeluaran juga makin gede. yang tadinya gak harus ada, biasanya tiba2 jadi kebutuhan, padahal kalo ga ada juga gpp ya?

    *pengen lebih serius nabung dan gunting2in credit cards, heheheh…*

    makasih diingetin, bu.

  3. Trian,
    Hmm.. untuk tahun 2008, biasanya didiskusikan dulu dengan suami dan anak, karena harus saling mendukung…dan rasanya kurang sesuai untuk konsumsi publik.

    Selamat Tahun Baru 2008…semoga Trian makin sukses….jangan lupa undang-undang

    Venus,
    Nggak apa-apa kok menikmati hidup karena adanya kenaikan gaji, tetapi tetap ada yang harus disisihkan untuk menambah tabungan.

  4. Wah, nggak pernah dihitung bu :D tapi rasa-rasanya sih defisit banget :))

  5. Bu, kalau mengelola uang yang unpredictable itu gimana yaa .. sebab banyak sekali pengeluaran yang itu… misalnya kondangan tetangga sekampung sekematan dan sedaerah… huuh menguras dompet bu…

    btw, dari sini saya bisa belajar yang lainnya untuk memilki ilmu “kudu” … kudu hemat, kudu alocated dan kudu rajin nabung heheh .. Tq diingetin :)

  6. Pembukuan di rumah masih acakadut,bu.
    Oya bu, di rumah mau buka usaha.sama bang leksa saya disuruh minta saran ke ibu.

  7. Donny Reza,
    Waduhh jangan defisit dong, mungkin masih terlalu boros….atau perlu mencari kerjaan sampingan untuk sekedar mencari uang saku.
    Falsafah teman saya (China), berapapun kecilnya penghasilan, kita harus mempunyai sisa untuk ditabung. Ini yang menyebabkan mereka sukses, karena pengelolaannya yang baik.

    Mas Kurt,
    Biaya sosial di Indonesia memang masih mahal, apalagi akhir-akhir ini, banyak sekali kondangan. Dan ini lebih berat kalau kita tinggal di daerah (zaman ibu saya alm), udah gaji kecil, undangan bererot, akibatnya gali lubang tutup lubang. Buat orang Jakarta, pemikiran udah lebih praktis, mereka hanya mengundang orang tertentu aja…tapi tetap biaya sosial ini mahal ya….:P

    Sekarang saya juga memilah-milah, hanya datang jika yang mengundang benar-benar orang yang kita kenal dari dekat.

    Evan,
    Pembukuan bisa dibuat sederhana, seperti contoh di atas. Evan bisa menghitung sendiri apa yang masuk biaya tetap (biaya yang nyaris sama setiap bulannya), serta apa yang masuk biaya variabel. Sederhana kok, nanti pendapatan yang diperoleh juga dicatat, dipelajari, siapakah konsumen kita, seperti apa kesukaannya…nanti dari sini kita bisa meraba seperti apa konsumen kita, seleranya bagaimana. Dicoba dulu ya? Salam manis, semoga berhasil.

  8. [...] melintang. Melalui metoda ketat, pelit atau medit! (bakhil). Dengan cara ini anggaran harus ketat, dianggarkan setiap bulan, dibajetkan, dibuat semacam anggaran pemasukan dan pengeluaran pribadi/keluarga. Konon, dengan cara [...]

  9. pembukuan..hmm…

    ngerti sih Bu,..
    tapi nerapinnya ini yang susah… :(

    blom lagi “kisah klasik bujangan”,
    awal bulan nyicil macem2,..
    tengah bulan banyak maen, banyak nongkrong, dll..
    tiba2 pas akhir bulan sadar, “walahh.. blom nabung..”

    sepertinya kasus umum tuh, Bu..

  10. kalau gaji UMR seperti saya mau diapain juga susah… :D

  11. Kapucino,
    Karena bujangan, tanggung jawab masih untuk diri sendiri, dan kalau kepepet masih bisa kembali ke ortu…itulah yang menjadi penyebabnya. Jadi, kalau belum terpaksa, sulit untuk menabung…

    Goyangan.
    Gaji UMR dan untuk sendiri masih cukup untuk hidup dan sisa sedikit untuk tabungan, kecuali jika boros.

  12. Wah, buat mahasiswa semester awal yang baru merantau kayak saya ini, pengelolaan uang penting Bu…

    Jujur, saya masih kagok ngelola uang kiriman dari mama. Kayaknya saya harus mulai pembukuan yang serius nih. Makasih telah berbagi, bu. :D

  13. Rozenesia,
    Justru itu kesempatan untuk mulai belajar mengelola uang. Dulu saya sempat dipesan oleh bude…”kalau nanti udah menikah, jangan pernah mengeluh uang nggak cukup. Upayakan agar berapapun uang yang dikasih oleh suami cukup, agar tak mendorong suami berbuat diluar ketentuan…”

    Upayakan uangnya cukup ya, walaupun mama nggak keberatan untuk menambah.

  14. Paling “merampok” itu kalau ada extraordinary expense atau biaya tak terduga, memang sih biasanya terjadi pada satu titik waktu saja tapi ya itu, kebanyakan orang sering kali tidak siap.
    Kalau di atas itu buat perorangan, itu biaya variabel terkait dengan apa ya?? Maksudnya naik turunnya terkait dengan apa ya biasanya?? Saya malah bingung hehehe….. :D

  15. 2008 mau beli rumah, tante :-) Hohoho…. Tapi suka diledekin temen-temen, belum punya “ikan” kok dah beli “aquarium”-nya duluan.

    Dulu-dulu saya termasuk rajin nyatetin pengeluaran tante, tapi 3 bulan belakangan pengeluaran yang besar juga tak tercatat. Tabungan ada beberapa, sengaja saya sebar. Alhamdulillah sekarang dah bisa belajar mandiri, lepas dari tanggungan ortu.

  16. Terima kasih, Bu. Walah saya kacau balau, mana pengangguran pula sekarang ini. Tahun ini gak terima dua kali THR seperti dulu. Bonus dan gaji kagetan juga gak ada. Tapi ikhtiar jalan terus. :)

  17. Yari NK,
    Biaya variabel untuk keluarga, adalah biaya yang naik turunnya lumayan banyak. Memang sih sebetulnya bisa aja digolongkan semua dalam biaya operasional rumah tangga, sedang Spp, biaya kursus (entah musik atau bahasa) dan lain-lain adalah biaya untuk investasi kedepan. Itu untuk memudahkan aja. Dan pembukuan untuk rumah tangga sangat sederhana…dulu saya mengaturnya malah pake model amplop (maklum saat itu Tabanas hanya boleh diambil maksimal dua kali sebulan). Dan gaji saya (awal kerja), bagian transportasi, hanya cukup naik bajay sebulan dua kali, sisanya harus naik bis… sedihnya …tapi kan memang seperti itu, kita harus meniti tangga kehidupan dari bawah.

    Za,
    Wahh hebat tuh, kalau udah bisa mencicil rumah. Biasa lah teman-teman kan suka nya meledek….maju terus. Bilang Narpen tuh, supaya mulai menabung juga…dia kan…hehehe (tahu sendiri)

    Paman Tyo,
    Sejak Nopember saya juga mulai mengetatkan ikat pinggang, karena beda dengan sebelumnya dimana gaji merupakan pendapatan tetap, sekarang harus ditambah side job, yang belum tentu ada. Kalau hanya mengandalkan gaji pensiunan, hanya pas-pas an aja, apalagi kami membiayai dua rumah tangga (suami dan si bungsu di Bandung, saya dan sulung di Jakarta)….Kita saling berdoa ya paman Tyo, semoga Tuhan memberikan rejeki yang cukup buat keluarga kita….

  18. Tahun 2007 sebentar lagi berlalu…..
    Muga2 hutang2 baik uang, janji, maupun pinjaman buku (paling banyak nie) segera terlunasi

  19. Nurussadad,
    Semoga harapanmu terkabul.

  20. Seneng baca tulisan Ibu, tapi mengapa sangat sulit diterapkan? Saya working mom w/ 11 months old baby. My husband gak kasih pendapatan krn punya lots credit card bill. (amien bukan credit card saya) So, i manage my own money to run the house. Alhamdulillah mengusahakan terus nabung…Tulisan Ibu menginspirasi saya to not give up easily…(Capek deyyyyy)

  21. Lunari,
    Semoga berhasil, saya dulu juga pusing kok…..perlu kedisiplinan diri sendiri, ketegasan dalam bersikap untuk mengelola keuangan. Bahkan kalaupun ada tamu, makanan yang tersaji adalah sama seperti hari-hari biasa, ini agar uang mencukupi sampai akhir bulan

  22. 2007 tahun yang berat bu :) tapi bisa nyisihin dikiiiiiiiiiit buat investasi, alhamdulillah anak yang baru lahir selalu sehat jadi gak ada expense kagetan buat ke dokter. mudah2an tahun 2008 bisa punya penghasilan yang lebih baik, biar bisa napas dikiiiiiiiiiit :)

  23. Alin,
    Yang penting bisa menyisihkan….dan sayapun tetap percaya kadang Allah swt memberikan rejeki yang tak terduga. Bagaimana kita menyiasati hal itu, karena ada yang rutin dan non rutin…minimal hasil akhirnya tak defisit….
    Semoga tahun 2008 makin baik

  24. aku mau beli sapi bu, bentar lagi…..

    Frater Telo,
    Semoga berhasil….

  25. waduh dah setaun kerja di jakarta blm nabung jg…klo gak hati hati mah bisa “tekor”

    2008 mulai rajin nabung ah

    Retno,
    Menabung memang harus dipaksakan…..saya biasanya menyisihkan saat awal terima gaji….kadang memang ga di utak-atik, namun seringnya berkurang….tapi tetap ada sisa walau sedikit yang masuk tabungan.

  26. gimana sech cara ngitung harga pokok jasa salon,,
    saya butuh buat tugas akhir saya..
    tolong yah..

    Thalitha,
    Thalitha dari latar belakang ilmu ekonomi? Kalau iya, berarti lebih mudah…coba baca bukumu lagi, apa yang dimaksud dan yang termasuk dalam harga pokok penjualan. Kemudian, apakah Thalita meneliti sendiri usaha salon yang akan dibuat Tugas Akhir tadi? Karena tanpa diteliti, hasilnya jelas akan kacau, karena Tugas Akhir didasarkan atas hasil riset atau penelitian, yang nantinya dicocokkan dengan teori yang ada, sehingga akan diperoleh kesimpulan dan saran.

    Jadi saya sarankan untuk magang pada salon yang akan dijadikan obyek TA tadi, dengan begitu akan diketahui mana yang masuk harga pokok, mana yang masuk biaya operasional, mana yang masuk biaya modal dsb nya. Jika masih bingung, bukankah ada dosen pembimbing, karena fungsi dosen pembimbing adalah memberi jalan keluar jika ada pertanyaan dari mahasiswa yang dibimbingnya. Dia akan senang jika mahasiswa bimbingannya sering konsultasi Pengalaman saya dulu, dosen pembimbing saya sampai bosen, karena hampir tiap hari saya datang konsultasi….jadi pas ujian beliau malah yang mensupport saya, karena benar-benar mengerti dan tahu latar belakang sampai sekecil-kecilnya apa yang saya tulis.

  27. perekonomian sekarang ini sangat menunjang pada keadan yang tentunya pada keluarga miskin kuharap tahun yang akn datang pemerintah harus melihat keadaan prekonomian sekarang ini


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 221 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: