<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Perlukah menambahkan nama suami setelah menikah?</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4386</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 08:34:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4386</guid>
		<description>Tini,
Mungkin karena sebelum menikah sudah bekerja, sehingga namanya adalah nama sendiri. Dan setelah menikah, tak merasa perlu untuk mengubah atau menambah nama tsb, apalagi jika suami tak keberatan.

Kalau keberatan malah jadi aneh...karena kalau bekerja di kantor kan tanggung jawab pribadi...kecuali urusan di lingkungan kompleks perumahan , atau di luar kantor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tini,<br />
Mungkin karena sebelum menikah sudah bekerja, sehingga namanya adalah nama sendiri. Dan setelah menikah, tak merasa perlu untuk mengubah atau menambah nama tsb, apalagi jika suami tak keberatan.</p>
<p>Kalau keberatan malah jadi aneh&#8230;karena kalau bekerja di kantor kan tanggung jawab pribadi&#8230;kecuali urusan di lingkungan kompleks perumahan , atau di luar kantor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tini</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4323</link>
		<dc:creator>tini</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 05:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4323</guid>
		<description>Memang bu untuk wanita karir lebih jarang menggunakan nama suami, mereka lebih suka memakai namanya sendiri.

Pengalaman saya memakai atau panggilan dengan nama suami baru saya rasakan setelah saya pindah rumah sendiri pada saat saya masih tinggal di rumah ortu tapi status sudah menikah nama suami belum laku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang bu untuk wanita karir lebih jarang menggunakan nama suami, mereka lebih suka memakai namanya sendiri.</p>
<p>Pengalaman saya memakai atau panggilan dengan nama suami baru saya rasakan setelah saya pindah rumah sendiri pada saat saya masih tinggal di rumah ortu tapi status sudah menikah nama suami belum laku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4295</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 10:47:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4295</guid>
		<description>Qutilang,
Kapan ya berhenti pemberian nama seperti pada pasangan pengantin ini? Atau sejak nama anak-anak sekarang panjang?
Jadi kalau ditambah lagi nama baru, akan makin panjang......kayaknya hanya kerabat keraton yang masih diberi nama baru, dan nama inilah yang dipakai. Nama saat muda hanya sekedar riwayat atau catatan saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Qutilang,<br />
Kapan ya berhenti pemberian nama seperti pada pasangan pengantin ini? Atau sejak nama anak-anak sekarang panjang?<br />
Jadi kalau ditambah lagi nama baru, akan makin panjang&#8230;&#8230;kayaknya hanya kerabat keraton yang masih diberi nama baru, dan nama inilah yang dipakai. Nama saat muda hanya sekedar riwayat atau catatan saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: qutilang</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4237</link>
		<dc:creator>qutilang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 06:37:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4237</guid>
		<description>Kebiasaan orang jadul kalo sudah menikah akan mendapatkan nama tua (jeneng tuwo). Jadi  Seperti ortu saya, bapak namanya subardo,  ibu namanya sugiyem, setelah menikah namanya menjadi sujud purwoko, dan sampai sekarangpun dikampung selalu dipanggil/ di kenal dengan pak / bu pur ato pak / bu sujud. Untuk nama aslinya mungkin hanya orang2 tertentu yang tahu, dan tempat bapak saya bekerja dulu. Jadi ibu saya tidak pernah menambahkan nama suaminya dibelakang namanya, demikian pula dengan mertua saya. Tapi sepertinya sekarang sudah jarang ditemui bahkan tidak ada pemberian nama tua untuk keluarga baru. Saya sendiri setelah menikah juga tidak punya jeneng tuwo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan orang jadul kalo sudah menikah akan mendapatkan nama tua (jeneng tuwo). Jadi  Seperti ortu saya, bapak namanya subardo,  ibu namanya sugiyem, setelah menikah namanya menjadi sujud purwoko, dan sampai sekarangpun dikampung selalu dipanggil/ di kenal dengan pak / bu pur ato pak / bu sujud. Untuk nama aslinya mungkin hanya orang2 tertentu yang tahu, dan tempat bapak saya bekerja dulu. Jadi ibu saya tidak pernah menambahkan nama suaminya dibelakang namanya, demikian pula dengan mertua saya. Tapi sepertinya sekarang sudah jarang ditemui bahkan tidak ada pemberian nama tua untuk keluarga baru. Saya sendiri setelah menikah juga tidak punya jeneng tuwo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4203</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 12:40:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4203</guid>
		<description>Nel,
Bagi lingkungan murid, untuk memudahkan, guru atau wali kelas umum memanggil dengan nama anaknya...mama/papa nya + nama anak. Panggilan tsb tentunya untuk memudahkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nel,<br />
Bagi lingkungan murid, untuk memudahkan, guru atau wali kelas umum memanggil dengan nama anaknya&#8230;mama/papa nya + nama anak. Panggilan tsb tentunya untuk memudahkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nel</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4187</link>
		<dc:creator>nel</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 05:56:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4187</guid>
		<description>berbeda lagi dengan di sekolah playgroup anak saya, semua ibu2 wali murid disebut dengan panggilan mama+nama anaknya baik dalan keadaan informal maupun formal,
juga di kompleks kami yang banyakan pasangan muda, kita lebih dikenal dengan sebutan mama/papa+nama anak pertama</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berbeda lagi dengan di sekolah playgroup anak saya, semua ibu2 wali murid disebut dengan panggilan mama+nama anaknya baik dalan keadaan informal maupun formal,<br />
juga di kompleks kami yang banyakan pasangan muda, kita lebih dikenal dengan sebutan mama/papa+nama anak pertama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4112</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 23:51:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4112</guid>
		<description>Ratna,
Hahaha...betul juga...ada juga yang memanggil berdasar profesinya. Kalau di kompleks rumah dinas, karena profesinya sama...jadi kalau ada perbedan ya cuma pak RT (dan inipun 2 tahun sekali ganti, dan bukan jabatn yang menarik untuk diperenutkan).

Salam kenal juga, thanks telah mampir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ratna,<br />
Hahaha&#8230;betul juga&#8230;ada juga yang memanggil berdasar profesinya. Kalau di kompleks rumah dinas, karena profesinya sama&#8230;jadi kalau ada perbedan ya cuma pak RT (dan inipun 2 tahun sekali ganti, dan bukan jabatn yang menarik untuk diperenutkan).</p>
<p>Salam kenal juga, thanks telah mampir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4086</link>
		<dc:creator>Ratna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 06:24:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4086</guid>
		<description>Kalau di kompleks saya sih banyakan karena gelar/ profesi suami. Jadi panggilannya Bu RT, Bu Dosen, Bu Warung, Bu Dokter... Salam kenal!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau di kompleks saya sih banyakan karena gelar/ profesi suami. Jadi panggilannya Bu RT, Bu Dosen, Bu Warung, Bu Dokter&#8230; Salam kenal!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kadung Kecebur di Sumur Maya &#171; SANTRI BUNTET</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4051</link>
		<dc:creator>Kadung Kecebur di Sumur Maya &#171; SANTRI BUNTET</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 13:43:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4051</guid>
		<description>[...] Edratna, blogger yang banyak menginspirasikan akan sebuah kehidupan manajemen ini banyak ditemui dalam postingannya. Ibu ini banyak memberikan waktu untuk mengisi dan meluangkan dalam setiap tulisannya. Tidak satupun komentar dilewatkan untuk dijawab. Seorang ibu yang banyak pengalaman ini begitu low profile. Memang rupanya ibu Enny menganut filosofi padi. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Edratna, blogger yang banyak menginspirasikan akan sebuah kehidupan manajemen ini banyak ditemui dalam postingannya. Ibu ini banyak memberikan waktu untuk mengisi dan meluangkan dalam setiap tulisannya. Tidak satupun komentar dilewatkan untuk dijawab. Seorang ibu yang banyak pengalaman ini begitu low profile. Memang rupanya ibu Enny menganut filosofi padi. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4047</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 13:17:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2007/12/29/perlukah-menambahkan-nama-suami-setelah-menikah/#comment-4047</guid>
		<description>Utaminingtyazzzz,
Hehehe...iya...tinggal berdua dengan suami. Si mbak pamit jalan-jalan dengan sesama temannya di kompleks dulu. Si sulung udah berangkat ke Yogya hari Sabtu kemarin, ingin merayakan Tahun Baru di Yogya bersama teman-temannya. Si bungsu juga jalan sama temen cowoknya....jadi deh, tinggal berduaan aja, malas kemana-mana karena hujan, dan baru aja datang...tadi seharian udah jalan..

Happy New Year...semoga tahun mendatang lebih berbahagia dan sukses ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utaminingtyazzzz,<br />
Hehehe&#8230;iya&#8230;tinggal berdua dengan suami. Si mbak pamit jalan-jalan dengan sesama temannya di kompleks dulu. Si sulung udah berangkat ke Yogya hari Sabtu kemarin, ingin merayakan Tahun Baru di Yogya bersama teman-temannya. Si bungsu juga jalan sama temen cowoknya&#8230;.jadi deh, tinggal berduaan aja, malas kemana-mana karena hujan, dan baru aja datang&#8230;tadi seharian udah jalan..</p>
<p>Happy New Year&#8230;semoga tahun mendatang lebih berbahagia dan sukses ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
