<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bila orangtua tak bisa menjawab pertanyaan anak</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: avartara</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-5049</link>
		<dc:creator>avartara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 06:10:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-5049</guid>
		<description>wah begitu ya,....pelajaran baru neh,...tapi awas bu,..jangan sampai berselingkuh dengan pencuri waktu..

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Avartara&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Apa maksudnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah begitu ya,&#8230;.pelajaran baru neh,&#8230;tapi awas bu,..jangan sampai berselingkuh dengan pencuri waktu..</p>
<p><em><strong>Avartara</strong></em>,<br />
Apa maksudnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tri Djoko</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4891</link>
		<dc:creator>Tri Djoko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 17:24:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4891</guid>
		<description>Jadi inget salah satu comic strip di The Jakarta Post beberapa tahun yang lalu (saya sekarang nggak langganan lagi TJP)..

Nama comic stripnya : Rose, tokoh cewek yang rambutnya kayak duren itu.

Situasi shooting : kitchen..

Datanglah anak kecil lelaki Rose yang umurnya kira-kira 3 tahun nanya, &quot;Mommy, which one is better of these cars, the red one or the green one ?&quot; tanyanya sambil megang 2 mobil-mobilan kecil berbeda warna..

Rose sibuk masak mashed potatoes dan turkey, jadi dia cuman melirik kedua mobil anaknya, sambil bermuka sebel karena sibuk masak, Rose menjawab, &quot;I think the red one is better&quot;...jawab Rose asal-asalan...

&quot;Why is that so, mommy ?&quot;, tanya si kecil lagi..

(Ya kan, sebel jadi ibu ditanya terus sama anaknya ?)..

Message of this story, orangtua ibarat busur dan anak ibarat anak panah (minjem istilah Khalil Gibran), jadi mengapa anak panah nanya terus sama busurnya apa yang harus dikerjakan ?

Nah lho !!

&lt;em&gt;Tridjoko&lt;/em&gt;,
Dalam keadaan santai, saya sering mengobrol...dan terucap...&quot;Maaf ya nak, saat kalian kecil, kadang ibu nggak punya waktu untuk mengobrol dan menjawab pertanyaan kalian yang tak ada habis-habis nya&quot;. Jawab mereka,&quot;Ibu saya bersyukur punya ibu seperti ibu, dan kami tahu ibu memang sibuk, tapi ibu selalu ada jika kami memerlukan bantuan,&quot; jawab anakku.

Syukurlah mereka memahami, walau kadang ada perasaan menyesal dihati, kenapa pada saat ini, saya baru punya waktu banyak untuk mereka...saat mereka kecil, saya tak begitu mudah untuk mendapatkan cuti (ingat...dulu belum ada cuti bersama)......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi inget salah satu comic strip di The Jakarta Post beberapa tahun yang lalu (saya sekarang nggak langganan lagi TJP)..</p>
<p>Nama comic stripnya : Rose, tokoh cewek yang rambutnya kayak duren itu.</p>
<p>Situasi shooting : kitchen..</p>
<p>Datanglah anak kecil lelaki Rose yang umurnya kira-kira 3 tahun nanya, &#8220;Mommy, which one is better of these cars, the red one or the green one ?&#8221; tanyanya sambil megang 2 mobil-mobilan kecil berbeda warna..</p>
<p>Rose sibuk masak mashed potatoes dan turkey, jadi dia cuman melirik kedua mobil anaknya, sambil bermuka sebel karena sibuk masak, Rose menjawab, &#8220;I think the red one is better&#8221;&#8230;jawab Rose asal-asalan&#8230;</p>
<p>&#8220;Why is that so, mommy ?&#8221;, tanya si kecil lagi..</p>
<p>(Ya kan, sebel jadi ibu ditanya terus sama anaknya ?)..</p>
<p>Message of this story, orangtua ibarat busur dan anak ibarat anak panah (minjem istilah Khalil Gibran), jadi mengapa anak panah nanya terus sama busurnya apa yang harus dikerjakan ?</p>
<p>Nah lho !!</p>
<p><em>Tridjoko</em>,<br />
Dalam keadaan santai, saya sering mengobrol&#8230;dan terucap&#8230;&#8221;Maaf ya nak, saat kalian kecil, kadang ibu nggak punya waktu untuk mengobrol dan menjawab pertanyaan kalian yang tak ada habis-habis nya&#8221;. Jawab mereka,&#8221;Ibu saya bersyukur punya ibu seperti ibu, dan kami tahu ibu memang sibuk, tapi ibu selalu ada jika kami memerlukan bantuan,&#8221; jawab anakku.</p>
<p>Syukurlah mereka memahami, walau kadang ada perasaan menyesal dihati, kenapa pada saat ini, saya baru punya waktu banyak untuk mereka&#8230;saat mereka kecil, saya tak begitu mudah untuk mendapatkan cuti (ingat&#8230;dulu belum ada cuti bersama)&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4809</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 04:56:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4809</guid>
		<description>Dobelden,

Memang anak sekarang lebih pandai, karena ortu nya juga makin pandai, dan tahu bagaimana memberi gizi yang cukup bagi putra putrinya. yang harus diseimbangkan adalah bagaimana selain pandai juga menjadi anak yang santun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dobelden,</p>
<p>Memang anak sekarang lebih pandai, karena ortu nya juga makin pandai, dan tahu bagaimana memberi gizi yang cukup bagi putra putrinya. yang harus diseimbangkan adalah bagaimana selain pandai juga menjadi anak yang santun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dobelden</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4808</link>
		<dc:creator>dobelden</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 04:00:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4808</guid>
		<description>anak sekarnag umur 3 thn aja pertanyaannya dah susah dijawab :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anak sekarnag umur 3 thn aja pertanyaannya dah susah dijawab <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4807</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 04:00:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4807</guid>
		<description>Guntar,
Akhirnya kita tak pernah berhenti belajar ya? Itulah risikonya menjadi ortu zaman sekarang, yang informasi sedemikian terbuka.
Silahkan mas.

Edi Psw,
Memang harus hati-hati menjawabnya pak, dan saya melatih untuk setiap kali menjawab ada referensinya. Akibatnya anakku terbiasa pakai referensi...dan ini memudahkan saat anak semakin besar.

Saat anak saya kecil, panutan adalah ibu, setelah sekolah, semua pake...&quot;Kata bu Guru....&quot; Semakin besar, saya mengajarkan membaca buku, mencari referensi, melalui index di  halaman belakang buku..dan akhirnya anak terbiasa mencari, bahkan mendatangi perpustakaan kalau dirasa dia ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Guntar,<br />
Akhirnya kita tak pernah berhenti belajar ya? Itulah risikonya menjadi ortu zaman sekarang, yang informasi sedemikian terbuka.<br />
Silahkan mas.</p>
<p>Edi Psw,<br />
Memang harus hati-hati menjawabnya pak, dan saya melatih untuk setiap kali menjawab ada referensinya. Akibatnya anakku terbiasa pakai referensi&#8230;dan ini memudahkan saat anak semakin besar.</p>
<p>Saat anak saya kecil, panutan adalah ibu, setelah sekolah, semua pake&#8230;&#8221;Kata bu Guru&#8230;.&#8221; Semakin besar, saya mengajarkan membaca buku, mencari referensi, melalui index di  halaman belakang buku..dan akhirnya anak terbiasa mencari, bahkan mendatangi perpustakaan kalau dirasa dia ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Edi Psw</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4805</link>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 03:43:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4805</guid>
		<description>Waduh, orang tua sekarang juga harus belajar ya agar bisa menjawab pertanyaan dari anak-anaknya.

Jangan sampai jawaban yang kita berikan ini salah dan justru menyesatkan anak-anak, karena biasanya anak-anak akan menurut apa yang dikatakan orang tuanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh, orang tua sekarang juga harus belajar ya agar bisa menjawab pertanyaan dari anak-anaknya.</p>
<p>Jangan sampai jawaban yang kita berikan ini salah dan justru menyesatkan anak-anak, karena biasanya anak-anak akan menurut apa yang dikatakan orang tuanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Guntar</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4804</link>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 03:38:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4804</guid>
		<description>Klo anaknya cowok, dia mestinya suka ttg cara bekerja sesuatu, maka howstuffworks.com bisa jadi referensi yg bagus. Dan memang skr ini pertanyaan anak2 kecil bisa macem2. Yg merepotkan adl ketika referensi pertelevisian si anak lebih kaya ktimbang orang tua. Orang tua jadi terkesan kuper hingga akhirnya cuman bisa ngasih tanggapan yg ndak nyambung :mrgreen:

nice blog btw. saya ambil rss nya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Klo anaknya cowok, dia mestinya suka ttg cara bekerja sesuatu, maka howstuffworks.com bisa jadi referensi yg bagus. Dan memang skr ini pertanyaan anak2 kecil bisa macem2. Yg merepotkan adl ketika referensi pertelevisian si anak lebih kaya ktimbang orang tua. Orang tua jadi terkesan kuper hingga akhirnya cuman bisa ngasih tanggapan yg ndak nyambung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nice blog btw. saya ambil rss nya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4802</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 03:35:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4802</guid>
		<description>Dilla,
Seorang anak, terutama anak pertama (saya anak sulung), sering menjadi korban keinginan dan harapan orangtua. Jika  orangtua berhasil, maka ingin  keberhasilan anaknya melebihi ortunya. Sedang jika ada keinginan ortu yang tak tercapai, dia ingin anak mencapai target ortu itu. 

Yang dilupakan adalah anak adalah titipan Allah swt, kita hanya diberi amanah untuk mendidik, menyiapkan agar menjadi anak yang sholeh dan berbuat kebaikan bagi sesama.

Dan sulitnya tak ada job training untuk menjadi ortu...dan setiap anak beda.. walaupun dari orangtua yang sama. Bagaimana kita bisa membahagiakan anak, melindungi anak dari perbuatan tercela, serta menyiapkan mereka untuk mandiri, termasuk berani memutuskan sesuatu walau kadang keliru....ya, semua itu merupakan pembelajaran untuk menjadi dewasa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dilla,<br />
Seorang anak, terutama anak pertama (saya anak sulung), sering menjadi korban keinginan dan harapan orangtua. Jika  orangtua berhasil, maka ingin  keberhasilan anaknya melebihi ortunya. Sedang jika ada keinginan ortu yang tak tercapai, dia ingin anak mencapai target ortu itu. </p>
<p>Yang dilupakan adalah anak adalah titipan Allah swt, kita hanya diberi amanah untuk mendidik, menyiapkan agar menjadi anak yang sholeh dan berbuat kebaikan bagi sesama.</p>
<p>Dan sulitnya tak ada job training untuk menjadi ortu&#8230;dan setiap anak beda.. walaupun dari orangtua yang sama. Bagaimana kita bisa membahagiakan anak, melindungi anak dari perbuatan tercela, serta menyiapkan mereka untuk mandiri, termasuk berani memutuskan sesuatu walau kadang keliru&#8230;.ya, semua itu merupakan pembelajaran untuk menjadi dewasa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dilla</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4801</link>
		<dc:creator>Dilla</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 03:01:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4801</guid>
		<description>Ibu, saya suka kata2 kepala sekolahnya. Ternyata  kadang2 dibiarkan melakukan kesalahan adalah proses untuk mandiri juga.  Maklum, masih belajar untuk jadi orangtua, apalagi Dilla punya penyakit &quot;perfeksionis&quot; yg rada parah. Hehe.. takutnya anak jadi korban keinginan emaknya ini. Kagak mauuu... Makasih atas artikelnya yg mencerahkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu, saya suka kata2 kepala sekolahnya. Ternyata  kadang2 dibiarkan melakukan kesalahan adalah proses untuk mandiri juga.  Maklum, masih belajar untuk jadi orangtua, apalagi Dilla punya penyakit &#8220;perfeksionis&#8221; yg rada parah. Hehe.. takutnya anak jadi korban keinginan emaknya ini. Kagak mauuu&#8230; Makasih atas artikelnya yg mencerahkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4800</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 02:13:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/2008/01/18/bila-orangtua-tak-bisa-menjawab-pertanyaan-anak/#comment-4800</guid>
		<description>Hanna Fransisca,
Iya, jangan sepelekan anak kecil, mereka kadang lebih pandai dari kita. 
Dan menanam kebaikan sangat berguna, kita harus dekat dengan teman anak-anak, menganggap mereka anak kita sendiri....dan kalau ada anaknya orang yang tak punya, sebisa mungkin kita bisa membantu dengan memberikan buku pelajaran (biasanya ditipkan lewat guru, sehingga si anak tak malu).

Arie,
Hehehe....waduhh ...memang pertanyaan suka tak terduga....dan kalau kita bohong malah dikejar terus... Dan kalau mengaku..&quot;Maaf ya nak, ibu belum pernah dengar, nanti kita cari infonya ya...&quot; Tak lama, dia malah bawa majalah/buku nya (entah darimana pinjamnya).....dan kembali si ibu menjawab...&quot;Ibu pelajari dulu ya..&quot; Dan kalau tetap tak bisa jawab...&quot;Nak, ibu juga tak selalu mengerti, karena ibu pendidikannya bukan disini, kapan-kapan kita tanya pada teman bapak ya&quot;...barulah si anak berhenti tanya...(menunggu si bapak datang ke Jakarta)

Nurussadad,
Ga ada ruginya tahu kan? .....biar lebih tahu bagaimana sebaiknya mengahadapi anak.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanna Fransisca,<br />
Iya, jangan sepelekan anak kecil, mereka kadang lebih pandai dari kita.<br />
Dan menanam kebaikan sangat berguna, kita harus dekat dengan teman anak-anak, menganggap mereka anak kita sendiri&#8230;.dan kalau ada anaknya orang yang tak punya, sebisa mungkin kita bisa membantu dengan memberikan buku pelajaran (biasanya ditipkan lewat guru, sehingga si anak tak malu).</p>
<p>Arie,<br />
Hehehe&#8230;.waduhh &#8230;memang pertanyaan suka tak terduga&#8230;.dan kalau kita bohong malah dikejar terus&#8230; Dan kalau mengaku..&#8221;Maaf ya nak, ibu belum pernah dengar, nanti kita cari infonya ya&#8230;&#8221; Tak lama, dia malah bawa majalah/buku nya (entah darimana pinjamnya)&#8230;..dan kembali si ibu menjawab&#8230;&#8221;Ibu pelajari dulu ya..&#8221; Dan kalau tetap tak bisa jawab&#8230;&#8221;Nak, ibu juga tak selalu mengerti, karena ibu pendidikannya bukan disini, kapan-kapan kita tanya pada teman bapak ya&#8221;&#8230;barulah si anak berhenti tanya&#8230;(menunggu si bapak datang ke Jakarta)</p>
<p>Nurussadad,<br />
Ga ada ruginya tahu kan? &#8230;..biar lebih tahu bagaimana sebaiknya mengahadapi anak&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
