Oleh: edratna | Februari 28, 2008

Foto-foto pernikahan

Setelah pernikahan tanggal 17 Februari 2008, menantuku pada tanggal 23 Februari 2008 harus kembali ke Miami, sehingga prioritas foto-foto diberikan pada pengantin putri. Dan karena lelah, maka banyak terjadi kekeliruan, yang sudah diupload pada laptop, dan CD nya bisa ditinggal, ternyata semua terbawa terbang ke Amerika.

Sedangkan untuk pesan kembali perlu waktu seminggu, agar albumnya bisa tertata dengan baik. Sambil menunggu, saya mencoba memilah-milah foto yang dibuat oleh teman, dan keponakan. Jika nanti foto lengkapnya telah ada mudah untuk di up date lagi. Foto-foto tadi dapat dilihat di account multiply saya di
http://edratna.multiply.com/photos

Saya sendiri tak terlalu memahami adat Jawa, walaupun saya lahir dan dibesarkan di kota kecil di Jawa Timur, namun diharapkan narasi yang saya tulis pada foto cukup memadai.


Tanggapan

  1. setelah lihat2 fotonya, memang suasana kultur jawanya sangat dominan bu enny. pakek beskap, jarik, dan blangkon. tapi salut abis deh bu, di tengah kota megapolitan masih ada juga resepsi pernikahan yang berbalutkan budaya jawa yang lumayan panjang dan melelahkan itu. yups, semoga foto2 itu bisa membangkitkan semangat kepada putra-putri ibu utk saling membangun komitmen dan menjaga sinergi *walah jadi ngelantur* dalam mewujudkan keluarga yang sakinah mawahdah warrahmah, amiin.

    Pak Sawali,
    Justru karena acaranya “Jawa banget”…anak-anak dan keponakan kesenengan, makanya malah banyak berfoto-foto lagi sebelum dan sesudah acara. Bahkan temenku bilang, sepulang acara mesti mengantar anaknya jalan-jalan melihat museum dan memanjat pesawat…gara-gara melihat foto pre wedding yang kedua pengantinnya duduk diatas pesawat.
    Fotonya masih kurang pak…acara siraman pengantin putri, nanti disusulkan kalau udah ada.

  2. Penasaran… pingin melihat foto2nya…. :D

    Ternyata lengkap sekali prosesinya….

    Semoga keduanya menjadi keluarga yang SaMaRa… ^_^

    Iko,
    Iya, lumayan lengkap…dan ternyata bule-bule di Amrik sana seneng banget…dan nggak bosan-bosannya minta diceritakan latar belakang tahapan yang dilaksanakan.

  3. selamat bu, atas hajatan mantunya.. sayang gak bisa hadir.. pengen sih mencicpi hidangannya.. kayaknya enak2 tuh hehehehe…

    maap, lama gak absen ke sini…

    Gempur,
    Terimakasih doanya….

  4. wah sebentar lagi punya cucu dong… selamat ya bu…

    Det,
    Makasih doanya. Punya cucu? Kayaknya masih jauh deh…karena masih banyak target dan harus settle dulu, kata menantuku.

  5. Selamat ya bu, bagus tuh gambar-gambarnya. Anak ibu sudah ikut ke Miami juga?

    Barry,
    Foto belum semuanya…masih ada acara siraman di tempat pengantin wanita.
    Anak saya masih bekerja di Jakarta, kontraknya belum habis……tergantung skenario mana yang diperkenankan Allah, apakah dia menyusul, atau bagaimana nantinya…..

  6. yah…
    kirain foto2nya ada disini…

    btw, foto saya ada ga yah?

    Tukang ketik,
    Foto di account multiply…nanti memenuhi blog dan bikin orang bosan. Belum semuanya selesai…karena CD terbawa ke Amrik…dan masih dipesan lagi.
    Saya tak berani menayangkan wajah para tamu, kawatir beliau-beliau tak berkenan…kalau cuma anak-anak dan keluarga tak masalah.
    Btw, kalau ketemu wajah tukang ketik, ntar saya kirim by email ya….

  7. Selamat Bu, saya sudah tengok foto-fotonya… Masih capek ya sekarang?
    Acara kacar kucur itu maksudnya apa ya?

    Isnuansa,
    Sudah agak lumayan sih…..
    Kacar kucur, maksudnya melambangkan seorang suami memberikan nafkah pada isteri…dan isteri menerimanya dijaga tidak bocor…melambangkan isteri harus bisa mengelola uang dari suami dengan hati-hati dan tidak boros. Adat Jawa memang penuh perlambang…bahkan di acara siraman juga demikian…ntar kalau sempat saya posting tersendiri…..

  8. wah selamat-selamat!!!

    Cewek tulen
    ,
    Terimakasih…..

  9. Foto-foto pernikahan itu walaupun hanya beberapa, juga ada di multiply saya yaitu di http://triwahjono.wordpress.com/photos

    Bule-bule dan orang Korea umumnya, suka mengamati “keanehan” dan “pernak-pernik” adat Jawa atau suku lain di Indonesia. Ada satu stasiun TV Korea yang 24-jam sehari selalu menayangkan prosesi perkawinan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Ternyata, kalau kita sabar nunggu, ada juga pernikahan adat dari Indonesia…

    Pernikahan ala Korea juga cukup njlimet, pengantin pria harus membawa ayam jantan yang dibalut kain warna merah, sedang pengantin wanita harus membawa ayam betina yang dibalut kain warna biru. Si pemimpin adat pernikahan selalu membawa “kipas” untuk memberi aba-aba. Halaaah, hopo tumon ?

    Tridjoko
    <,
    Sebetulnya setiap tahapan yang dilakukan mempunyai makna, yang sayangnya kita sendiri sering tak tahu persisinya.

  10. saya sudah lihat sebagian foto2nya, kelihatan bahagia sekali pengantinnya. acaranya bener2 njawani yo bu hehehe… banyak maksud dan perlambang yang mempunyai makna dan sebagai suri tauladan. :D

    Totok,
    Gara-gara menggunakan adat Jawa ini, saya membaca buku panduan, dan memang setiap tahapan mempunyai makna. Memang agak ruwet pelaksanaannya, sehingga yang melakukan adat secara lengkap sudah jauh berkurang.

  11. Bu Enny, wah saya jadi nambah wawasan lagi, belum pernah dapet jatah pernikahan adat jawa.
    Saya ada beberapa pertanyaan, kalau sudi ibu menjawab ya. :)
    1) Penyerahan pisang sanggan itu wajib? dan punya perlambang arti apa ya?
    2) Dawet kok malah dijual ke para tamu bu?
    3) Air dari 7 sumber maksudnya gimana ya?

    Door Prizenya unik juga ya.. hehe..
    Tapi saya salut, hebat juga ibu bisa ngurus pernikahan adat yg keliatannya cukup ribet dlm wkt singkat. *two thumbs up*

    Sakuralady,
    Saya mencoba menjawab pertanyaanmu ya.
    1. Penyerahan pisang sanggan
    Pisang sanggan biasanya dibawa oleh pengiring pengantin putra, oleh seorang ibu, berupa pisang ayu dan sirih ayu, sebagai simbol ungkapan sedya rahayu. Maksudnya dalam berumah tangga, keduanya diberkati dengan kesejahteraan yang lestari.
    (Namanya adat….tentunya kita dapat memilih apakah adat yang digunakan lengkap apa tidak. Untuk pengantin modern bahkan ada yang tak pakai adat…hanya akad nikah, langsung resepsi….).

    2. Acara dodol dawet.
    Ibu calon pengantin menjual dawet dengan dipayungi oleh ayah pengantin. Pembelinya para tamu, yang terdiri dari keluarga besar dan kerabat dekat, dengan menggunakan uang dari kreweng yaitu pecahan genteng. Uang kreweng hasil penjualan dawet dikumpulkan dalam kantong kecil terbuat dari kain, lalu disimpan di tempat beras. Ini sebagai simbol bahwa hasil penjualan dawet agar dijadikan modal oleh kedua pengantin. Maksudnya agar kedua pengantin dalam mengarungi bahtera kehidupan nanti rezekinya lancar dan tidak mengalami kesulitan.

    3. Air dari 7 (tujuh) sumber
    Air yang berasal dari tujuh mata air atau tujuh sumur. Air ini nantinya dicampur dengan kembang tujuh warna atau tujuh jenis. Maksudnya agar bersih dan wangi. Aturan tujuh ini juga berlaku untuk yang memberi siraman, dilakukan oleh tujuh sampai sembilan orang, dan oleh para sesepuh yang kehidupan perkawinannya mulus, tidak ada masalah dan telah sampai tahap mempunyai menantu.

  12. Maap bu, tadi baca lagi dawet ternyata perlambang pemberian nafkah terakhir buat CPP toh.. hehe..

    Sakuralady,
    Iya betul…sebetulnya dalam acara siraman, kalau disingkat maknanya adalah memberikan sangu bagi calon pengantin untuk terakhir kalinya, makanya diawali dengan sungkem minta maaf dan biasanya ayah ibu memberi maaf dan memberi restu…dodol dawet, selain yang saya baca di buku, menurut ki dalang juga pemberian nafkah terakhir, juga acara suapan, adalah suapan terakhir pada masa lajang. Pemotongan rambut untuk menghilangkan sukerta (hambatan atau kendala dalam menjalankan kehidupan)….

    Penuh makna…..walau ribet….

  13. @ sakuralady: setuju di bagian ribetnya,

    Nurussadad,

    Ribet? Iya…ribet bin sangat ribet…..mudah2an yang kedua lebih sederhana dan tertata…..

  14. samet ya bu semoga bahagia atas resepsi pernikaahan ya

  15. maaf ya bu saya tidak dapat hadir

    ulfa pratiwi,
    Nggak apa-apa, yang penting doanya….makasih.

  16. Cinta ibarat lautan yang tak bertepi luas dan dalamnya tak terjangkau oleh pandangan mata lahir,yang mengandung hasrat untuk lebih menjelajahinya.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori