Apabila lagi stres, biasanya akan menyerang pada salah satu bagian tubuh kita. Jika yang lemah perutnya, maka sakit perut lah yang menyerang, Jika mempunyai asma, maka akan menimbulkan sesak nafas. Nahh kelemahan saya adalah di bagian perut, karena saya punya sakit maag. Entah kapan munculnya penyakit maag ini, seingatku belum ada sepuluh tahun terakhir.
Jika kerjaan banyak atau banyak pikiran, perut mulai terasa perih, dan sebetulnya bisa diatasi dengan makan teratur. Sulitnya, jika lagi capek, lelah, kerjaan banyak, saya menjadi malas makan, penginnya merasa kenyang tanpa harus makan. Ini berbeda dengan teman saya, yang dikala stres malah makan melulu, jadi badannya malah tambah subur. Yang menjengkelkan sakit maag ini akan diteruskan dengan sariawan, yang awalnya dimulai karena terkena sikat gigi atau kegigit saat makan. Nahh kenapa bisa tergigit? Karena makannya sambil mikir yang lain, jadi sebetulnya petuah orang tua zaman dahulu benar, jangan mengobrol sambil makan, karena sebetulnya saat makan kita harus menikmati yang tersedia di meja makan dan bersyukur masih mempunyai rejeki dan masih bisa makan.
Sakit sariawan ini baru 3 (tiga) hari, tapi rasanya menyengsarakan benar, karena semakin sulit bisa menikmati makanan. Apalagi makanan yang pedas, wahh..bukan main sakitnya. Dan kalau sudah begini, mau tak mau tetap harus disiplin…makan pada waktu jam makan, agar perut tak makin kembung yang menyebabkan sariawan tak mudah sembuh.
Adakah pembaca yang mempunyai pengalaman seperti saya?
