<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Setelah pensiun, malah harus membayar pajak lebih banyak?</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Mardiono</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-14219</link>
		<dc:creator>Mardiono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 05:02:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-14219</guid>
		<description>Menarik sekali Bu,
Terima kasih informasinya. Saya jadi terbuka sekali. Tapi ada satu hal yang mengganjal. Mengenai DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Bagaimana mungkin dana yang kita sisihkan untuk pensiun dari jerih payah kita masih juga dikenakan pajak sebesar 20%. Seharusnya pemerintah bisa melihat bahwa dana pensiun kelolaan masyarakat ini sudah dinikmati oleh pengelolanya. Bagaimana masyarakatnya bisa membangun jika diperas habis2an.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik sekali Bu,<br />
Terima kasih informasinya. Saya jadi terbuka sekali. Tapi ada satu hal yang mengganjal. Mengenai DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Bagaimana mungkin dana yang kita sisihkan untuk pensiun dari jerih payah kita masih juga dikenakan pajak sebesar 20%. Seharusnya pemerintah bisa melihat bahwa dana pensiun kelolaan masyarakat ini sudah dinikmati oleh pengelolanya. Bagaimana masyarakatnya bisa membangun jika diperas habis2an.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ANIKA</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-10571</link>
		<dc:creator>ANIKA</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 11:11:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-10571</guid>
		<description>Mav bu,
sya btuh pendapat ibu buat tugas paper saya,
jadi menurut pengetahuan dan pengalaman ibu suami dan tmen2 yang sering jadi masalah dalam masa transisi aktiv ke pensiun itu apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mav bu,<br />
sya btuh pendapat ibu buat tugas paper saya,<br />
jadi menurut pengetahuan dan pengalaman ibu suami dan tmen2 yang sering jadi masalah dalam masa transisi aktiv ke pensiun itu apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ucil</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-9609</link>
		<dc:creator>ucil</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 04:20:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-9609</guid>
		<description>bu, bukannya ngitung pajak tuh, dengan hitungan berlapis? jadi kalo PKP 100 juta rupiah, hitungannya : lapisan pertama 5% x 25 juta, lapisan kedua, 10% x 25 juta, lapisan ketiga 15% x 50 juta. jadi bukan 15% x 100 juta.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ucil&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Perhitungannya memang seperti itu...baca lagi tulisan di atas. Sebabnya yang menghitung dua instansi berbeda, sehingga kalau digabung menjadi ada kekurangan bayar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bu, bukannya ngitung pajak tuh, dengan hitungan berlapis? jadi kalo PKP 100 juta rupiah, hitungannya : lapisan pertama 5% x 25 juta, lapisan kedua, 10% x 25 juta, lapisan ketiga 15% x 50 juta. jadi bukan 15% x 100 juta.</p>
<p><em><strong>Ucil</strong></em>,<br />
Perhitungannya memang seperti itu&#8230;baca lagi tulisan di atas. Sebabnya yang menghitung dua instansi berbeda, sehingga kalau digabung menjadi ada kekurangan bayar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bambang triono</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-7896</link>
		<dc:creator>bambang triono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 07:26:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-7896</guid>
		<description>Apa ada tip menghadapi pensiun, bekerja sebagai apa sebaiknya

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bambang Triono&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Saya sudah memposting tulisan tentang &lt;a href=&quot;http://edratna.wordpress.com/2008/09/12/apa-yang-sebaiknya-dilakukan-setelah-pensiun/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;apa yang sebaiknya dilakukan setelah pensiun&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa ada tip menghadapi pensiun, bekerja sebagai apa sebaiknya</p>
<p><em><strong>Bambang Triono</strong></em>,<br />
Saya sudah memposting tulisan tentang <a href="http://edratna.wordpress.com/2008/09/12/apa-yang-sebaiknya-dilakukan-setelah-pensiun/" rel="nofollow">apa yang sebaiknya dilakukan setelah pensiun</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Cara merubah PBB menjadi atas nama pemilik baru &#171;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-7511</link>
		<dc:creator>Cara merubah PBB menjadi atas nama pemilik baru &#171;</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 07:45:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-7511</guid>
		<description>[...] adalah batas akhir pembayaran Pajak Penghasilan, dan untuk pertama kalinya saya harus membayar kekurangan pajak, sehingga prioritas pemikiran saya kearah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] adalah batas akhir pembayaran Pajak Penghasilan, dan untuk pertama kalinya saya harus membayar kekurangan pajak, sehingga prioritas pemikiran saya kearah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Terimakasih KPP Pratama Jakarta Selatan &#171;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-7358</link>
		<dc:creator>Terimakasih KPP Pratama Jakarta Selatan &#171;</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:59:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-7358</guid>
		<description>[...] KPP Pratama Jakarta&#160;Selatan    Pada postingan sebelumnya, saya menceritakan bagaimana pada saat pensiun, saya justru membayar pajak lebih besar. Hal tsb [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] KPP Pratama Jakarta&nbsp;Selatan    Pada postingan sebelumnya, saya menceritakan bagaimana pada saat pensiun, saya justru membayar pajak lebih besar. Hal tsb [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nindityo</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-7124</link>
		<dc:creator>nindityo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 08:51:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-7124</guid>
		<description>ini tho yang ibu ceritain waktu itu... :D makasih bu.. malah jadi humas buat ditjen pajak.

@ Tri Djoko
jadi malu pak.. tapi dah lama kok pak kejadiannya. istilah kita itu jaman jahiliah, sekarang dah jaman syariah. beda jauh.

@ all
pajak udah terbuka, bagaimana dengan kita?
(numpang iklan bu :D )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini tho yang ibu ceritain waktu itu&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  makasih bu.. malah jadi humas buat ditjen pajak.</p>
<p>@ Tri Djoko<br />
jadi malu pak.. tapi dah lama kok pak kejadiannya. istilah kita itu jaman jahiliah, sekarang dah jaman syariah. beda jauh.</p>
<p>@ all<br />
pajak udah terbuka, bagaimana dengan kita?<br />
(numpang iklan bu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Apa yang perlu diperhatikan oleh ahli waris, terkait dengan tagihan pajak, dan kartu kredit. &#171;</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-7115</link>
		<dc:creator>Apa yang perlu diperhatikan oleh ahli waris, terkait dengan tagihan pajak, dan kartu kredit. &#171;</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 06:18:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-7115</guid>
		<description>[...] SPT dan melaporkan kepada Kantor Pelayanan Pajak di Jakarta Selatan. Sebagaimana pernah saya tulis disini, bahwa karena pensiun saya per 1 Nopember 2007, maka untuk SPT tahun 2007 saya harus membayar [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] SPT dan melaporkan kepada Kantor Pelayanan Pajak di Jakarta Selatan. Sebagaimana pernah saya tulis disini, bahwa karena pensiun saya per 1 Nopember 2007, maka untuk SPT tahun 2007 saya harus membayar [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gus Tomo</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-5825</link>
		<dc:creator>gus Tomo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 07:02:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-5825</guid>
		<description>Boleh minta tolong gak???
Begini, misal saya mendapat pensiun Rp 289.352.557,- yang dibayarkan secara langsung dan itu sudah netto? Jadi pajak pensiun saya dibayarkan perusahan.
ah mohon dihitungkan beserta rumus/formulanya berapakah pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan atas pensiun saya?
Terima kasih

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Gus Tomo&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Maaf saya seorang ibu dan bukan bekerja di kantor pajak. Jika ingin menanyakan masalah perpajakan, lebih tepat pada mbak Triyani (http://triyani.wordpress.com)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Boleh minta tolong gak???<br />
Begini, misal saya mendapat pensiun Rp 289.352.557,- yang dibayarkan secara langsung dan itu sudah netto? Jadi pajak pensiun saya dibayarkan perusahan.<br />
ah mohon dihitungkan beserta rumus/formulanya berapakah pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan atas pensiun saya?<br />
Terima kasih</p>
<p><em><strong>Gus Tomo</strong></em>,<br />
Maaf saya seorang ibu dan bukan bekerja di kantor pajak. Jika ingin menanyakan masalah perpajakan, lebih tepat pada mbak Triyani (<a href="http://triyani.wordpress.com" rel="nofollow">http://triyani.wordpress.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: togarsilaban</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/27/setelah-pensiun-malah-harus-membayar-pajak-lebih-banyak/#comment-5754</link>
		<dc:creator>togarsilaban</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 06:28:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=388#comment-5754</guid>
		<description>Katanya di akhir tahun, pajak yang dianggap terbayar berlebihan pada setiap bulannya bisa direstitusi.
Prakteknya saya kurang tau, apakah restitusi itu gampang prosesnya atau mbulet. 

Karena saya belum pensiun, pph diurus kantor, ntar kalo udah pensiun ya ada masalah kaya ibu. Lihat ajalah nanti beberapa tahun lagi.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Togarsilaban&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Permasalahan disebabkan perbedaan prosentase pemotongan, yang setelah disetahunkan menjadi melebihi kriteria prosentase pemotongan pajak.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Katanya di akhir tahun, pajak yang dianggap terbayar berlebihan pada setiap bulannya bisa direstitusi.<br />
Prakteknya saya kurang tau, apakah restitusi itu gampang prosesnya atau mbulet. </p>
<p>Karena saya belum pensiun, pph diurus kantor, ntar kalo udah pensiun ya ada masalah kaya ibu. Lihat ajalah nanti beberapa tahun lagi.</p>
<p><em><strong>Togarsilaban</strong></em>,<br />
Permasalahan disebabkan perbedaan prosentase pemotongan, yang setelah disetahunkan menjadi melebihi kriteria prosentase pemotongan pajak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
