<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Likuiditas ketat, saatnya mengevaluasi cash flow</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ira</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5696</link>
		<dc:creator>ira</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 05:49:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5696</guid>
		<description>Salam bu, 

Bu menurut ibu bagusnya gimana ya, u saat ini sudah coba membuat anggaran bulanan, dan coba terus konsisten, nah melihat kondisi sekarang, insya Allah setiap bulan ada sedikit dana berlebih, -ga banyak-. 

berhubung belum menikah dan kebutuhan belum terlalu banyak, kepikiran mau ambil rumah (heheh biar nanti ga susah), dan menurut ira cicilan bulanan insya allah masih terpenuhi (bisa terjamin) dari perhitungan casflow selama ini. Karena rasanya sayang kalo uang cuma baru produktif di deposito, malah nilainya turun terus.

Kira2 bagus ga, kalo sekarang saya mulai ambil rumah kredit, walaupun fungsinya belum dibutuhkan, tapi mengingat produktifitas uang dan nilai rumah yang makin lama-makin mahal.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ira&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Investasi rumah bagus, yang perlu diperhatikan adalah apakah Ira akan selamanya menetap di kota tersebut, jarak antara lokasi rumah dan kantor (ini jika Ira bekerja di luar rumah), bagaimana sarana transportasinya. Pikirkan juga apakah lokasi &lt;em&gt;marketable &lt;/em&gt;(mudah dijual), jika suatu ketika Ira punya uang lebih banyak untuk bisa pindah ke lokasi yang lebih baik.
Banyak kok teman-temanku dulu mengambil rumah sebelum menikah....paling tidak sudah merasa tenang dulu. Simpanan dalam bentuk depiosito, suku bunganya memang merosot, sedang dalam saham risikonya tinggi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam bu, </p>
<p>Bu menurut ibu bagusnya gimana ya, u saat ini sudah coba membuat anggaran bulanan, dan coba terus konsisten, nah melihat kondisi sekarang, insya Allah setiap bulan ada sedikit dana berlebih, -ga banyak-. </p>
<p>berhubung belum menikah dan kebutuhan belum terlalu banyak, kepikiran mau ambil rumah (heheh biar nanti ga susah), dan menurut ira cicilan bulanan insya allah masih terpenuhi (bisa terjamin) dari perhitungan casflow selama ini. Karena rasanya sayang kalo uang cuma baru produktif di deposito, malah nilainya turun terus.</p>
<p>Kira2 bagus ga, kalo sekarang saya mulai ambil rumah kredit, walaupun fungsinya belum dibutuhkan, tapi mengingat produktifitas uang dan nilai rumah yang makin lama-makin mahal.</p>
<p><em><strong>Ira</strong></em>,<br />
Investasi rumah bagus, yang perlu diperhatikan adalah apakah Ira akan selamanya menetap di kota tersebut, jarak antara lokasi rumah dan kantor (ini jika Ira bekerja di luar rumah), bagaimana sarana transportasinya. Pikirkan juga apakah lokasi <em>marketable </em>(mudah dijual), jika suatu ketika Ira punya uang lebih banyak untuk bisa pindah ke lokasi yang lebih baik.<br />
Banyak kok teman-temanku dulu mengambil rumah sebelum menikah&#8230;.paling tidak sudah merasa tenang dulu. Simpanan dalam bentuk depiosito, suku bunganya memang merosot, sedang dalam saham risikonya tinggi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5680</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 23:22:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5680</guid>
		<description>Wah dikirain saya, membahas masalah Cash Flow secara general nggak tahunya masalah Cash Flow keluarga hehehe... tapi ya nggak apa2... memang bagaimanapun juga pengeluaran kas memang harus direncanakan dan juga dievaluasi pengeluarannya agar siap menghadapi pengeluaran2 tak terduga...... Karena banyak memang bangsa kita masih berfikir &quot;sekarang ya gimana sekarang, besok ya gimana besok&quot; terutama mereka yang sudah terbiasa dengan pola hidup yg sangat konsumtif.........

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kang Yari&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,
Wahh kalau Cash Flow perusahaan kan sudah banyak yang membahas, kalau lagi situasi sulit mesti bagaimana dengan segala macam jalan keluarnya. Pilihannya sulit juga, karena kelihatannya&lt;em&gt; undisbursed loan&lt;/em&gt; juga makin meningkat, artinya pengusaha sangat hati-hati agar tak terseret dalam permasalahan hutang seperti zaman krisis moneter. Jadi kelihatannya, baik perbankan maupun pengusaha semakin &lt;em&gt;aware&lt;/em&gt; terhadap risiko suku bunga, inflasi dsb nya. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah dikirain saya, membahas masalah Cash Flow secara general nggak tahunya masalah Cash Flow keluarga hehehe&#8230; tapi ya nggak apa2&#8230; memang bagaimanapun juga pengeluaran kas memang harus direncanakan dan juga dievaluasi pengeluarannya agar siap menghadapi pengeluaran2 tak terduga&#8230;&#8230; Karena banyak memang bangsa kita masih berfikir &#8220;sekarang ya gimana sekarang, besok ya gimana besok&#8221; terutama mereka yang sudah terbiasa dengan pola hidup yg sangat konsumtif&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p><strong><em>Kang Yari</em></strong>,<br />
Wahh kalau Cash Flow perusahaan kan sudah banyak yang membahas, kalau lagi situasi sulit mesti bagaimana dengan segala macam jalan keluarnya. Pilihannya sulit juga, karena kelihatannya<em> undisbursed loan</em> juga makin meningkat, artinya pengusaha sangat hati-hati agar tak terseret dalam permasalahan hutang seperti zaman krisis moneter. Jadi kelihatannya, baik perbankan maupun pengusaha semakin <em>aware</em> terhadap risiko suku bunga, inflasi dsb nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: liswari</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5669</link>
		<dc:creator>liswari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 13:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5669</guid>
		<description>wah ternyata memang benar ya kalau ada yg bilang perempuan/ibu itu lambang perekonomian, yang mengatur roda perekonomian. Aku juga gitu di pikiran ku muter terus bulan depan ada asuransi mobil, trus asuransi kesehatan, nanti harus mencadangkan sekian setiap terima gaji supaya bisa ini itu wah macem2... tapi gapapa memang tugas dan tanggung jawab supaya bisa berjalan lancar semuanya...

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Liswari&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Makanya sekarang rumah di Bandung keuangan dikelola Poppy, dan tampak pusing....lha iya barang-barang harganya naik terus, padahal gaji nggak naik...malah turun....Asuransi juga naik, terkait peraturan baru dari Depkeu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah ternyata memang benar ya kalau ada yg bilang perempuan/ibu itu lambang perekonomian, yang mengatur roda perekonomian. Aku juga gitu di pikiran ku muter terus bulan depan ada asuransi mobil, trus asuransi kesehatan, nanti harus mencadangkan sekian setiap terima gaji supaya bisa ini itu wah macem2&#8230; tapi gapapa memang tugas dan tanggung jawab supaya bisa berjalan lancar semuanya&#8230;</p>
<p><em><strong>Liswari</strong></em>,<br />
Makanya sekarang rumah di Bandung keuangan dikelola Poppy, dan tampak pusing&#8230;.lha iya barang-barang harganya naik terus, padahal gaji nggak naik&#8230;malah turun&#8230;.Asuransi juga naik, terkait peraturan baru dari Depkeu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kris</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5657</link>
		<dc:creator>kris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 06:59:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5657</guid>
		<description>makasih bu enny buat sharingnya. sy masih harus banyak belajar mencari format yang sesuai bagi keluarga kecil saya.

Iya, saya bercita-cita supaya masa tua saya nanti tidak membebani anak-anak saya. Saya pengen mereka kelak tumbuh dan menikmati masa mudanya tanpa terkendala oleh berbagai &quot;beban hidup&quot; yang saya letakkan pada punggung-punggung mereka. 

Ini masih cita-cita bu, soalnya anaknya juga masih dalam dimensi &quot;iman dan doa&quot; kok bu :-)

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kris&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, 
Nanti formulanya akan ketemu yang sesuai untuk masing-masing keluarga. Boleh sih melihat keluarga lain sebagai bencmark, tapi tetap suami isteri yang menentukan mau seperti apa, supaya masing-masing anggota keluarga merasa nyaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih bu enny buat sharingnya. sy masih harus banyak belajar mencari format yang sesuai bagi keluarga kecil saya.</p>
<p>Iya, saya bercita-cita supaya masa tua saya nanti tidak membebani anak-anak saya. Saya pengen mereka kelak tumbuh dan menikmati masa mudanya tanpa terkendala oleh berbagai &#8220;beban hidup&#8221; yang saya letakkan pada punggung-punggung mereka. </p>
<p>Ini masih cita-cita bu, soalnya anaknya juga masih dalam dimensi &#8220;iman dan doa&#8221; kok bu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Kris</strong></em>,<br />
Nanti formulanya akan ketemu yang sesuai untuk masing-masing keluarga. Boleh sih melihat keluarga lain sebagai bencmark, tapi tetap suami isteri yang menentukan mau seperti apa, supaya masing-masing anggota keluarga merasa nyaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kris</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5649</link>
		<dc:creator>kris</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 01:05:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5649</guid>
		<description>Baca tulisan ibu, jadi memotivasi saya untuk ikutan mengevaluasi cashfow keluarga kecil saya. Trimakasih bu. Tapi hasilnya, saya jadi merasa belum bisa melakukan pengelolaan keuangan keluarga dengan baik. Sebenarnya, pengeluaran kami tidak lebih besar pasak daripada tiang bu, dan sudah bisa menabung minimal 30% dari pendapatan setiap bulannya, hanya pengeluaran untuk setiap pos sering diatas plafon rencana semula. kira-kira menurut bu enny, kriteria penggelolaan keuangan yang baik itu seperti apa ya bu? trimakasih banyak untuk sharingnya.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kris&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Saya barusan baca blogmu dan terkesan pada tulisan agar kita menjadi orangtua yang tak membebani keuangan pada anak. Saya sangat &lt;em&gt;appreciate&lt;/em&gt; pada Kris, yang telah mulai memikirkan hal ini....hanya dengan begini, maka pendidikan di Indonesia dan kesejahteraan  masyarakat akan meningkat. Karena berkeluarga, tetaplah harus merupakan bentuk tanggung jawab, apalagi jika punya anak, jangan hanya karena ingin, tapi mampukah kita memberikan kasih sayang dan juga pendidikan yang cukup untuk anak-anak kita?

Mengelola &lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt;, mudah-mudah susah, tetap harus dicoba, sampai ketemu rumusannya yang pas, dan biasanya masing-masing keluarga berbeda, tergantung dari keinginan dan kesepakatan suami isteri. Keluarga yang senang baca buku akan menyisihkan keuangan untuk membeli buku-buku, tapi keluarga yang lain mungkin lebih memprioritaskan untuk nonton. Kalau belum bisa, jangan kawatir, waktu yang akan menunjukkan bagaimana mengelola &lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt; yang tepat untuk keluarga kecil kita.

Kadang memang pengeluaran di atas anggaran.....perlu dianalisis lagi, anggarannya yang terlalu rendah atau kita terlalu boros. Kadang kita memang perlu untuk memanjakan diri sendiri....dan bagaimana agar kita mencari peluang untuk mendapatkan tambahan uang, agar keinginan kita terpenuhi? Jika belum, maka anggarannya harus dilihat lagi, prinsipnya jangan sampai pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Baca tulisan ibu, jadi memotivasi saya untuk ikutan mengevaluasi cashfow keluarga kecil saya. Trimakasih bu. Tapi hasilnya, saya jadi merasa belum bisa melakukan pengelolaan keuangan keluarga dengan baik. Sebenarnya, pengeluaran kami tidak lebih besar pasak daripada tiang bu, dan sudah bisa menabung minimal 30% dari pendapatan setiap bulannya, hanya pengeluaran untuk setiap pos sering diatas plafon rencana semula. kira-kira menurut bu enny, kriteria penggelolaan keuangan yang baik itu seperti apa ya bu? trimakasih banyak untuk sharingnya.</p>
<p><em><strong>Kris</strong></em>,<br />
Saya barusan baca blogmu dan terkesan pada tulisan agar kita menjadi orangtua yang tak membebani keuangan pada anak. Saya sangat <em>appreciate</em> pada Kris, yang telah mulai memikirkan hal ini&#8230;.hanya dengan begini, maka pendidikan di Indonesia dan kesejahteraan  masyarakat akan meningkat. Karena berkeluarga, tetaplah harus merupakan bentuk tanggung jawab, apalagi jika punya anak, jangan hanya karena ingin, tapi mampukah kita memberikan kasih sayang dan juga pendidikan yang cukup untuk anak-anak kita?</p>
<p>Mengelola <em>cash flow</em>, mudah-mudah susah, tetap harus dicoba, sampai ketemu rumusannya yang pas, dan biasanya masing-masing keluarga berbeda, tergantung dari keinginan dan kesepakatan suami isteri. Keluarga yang senang baca buku akan menyisihkan keuangan untuk membeli buku-buku, tapi keluarga yang lain mungkin lebih memprioritaskan untuk nonton. Kalau belum bisa, jangan kawatir, waktu yang akan menunjukkan bagaimana mengelola <em>cash flow</em> yang tepat untuk keluarga kecil kita.</p>
<p>Kadang memang pengeluaran di atas anggaran&#8230;..perlu dianalisis lagi, anggarannya yang terlalu rendah atau kita terlalu boros. Kadang kita memang perlu untuk memanjakan diri sendiri&#8230;.dan bagaimana agar kita mencari peluang untuk mendapatkan tambahan uang, agar keinginan kita terpenuhi? Jika belum, maka anggarannya harus dilihat lagi, prinsipnya jangan sampai pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dilla</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5646</link>
		<dc:creator>Dilla</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 19:09:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5646</guid>
		<description>Saat ini krn saya dg suami tinggal d kota yg terpisah,jadi agak deg2an jg dg pgeluaran. Apalg Juni nanti akan ada si baby.Suami kyknya tenang2 aja,saya yg mlh gelisah,hehe..apa mmg sudah bawaan sifat ya?

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dilla&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Perempuan memang lebih deg-deg an, lebih suka semuanya berjalan sesuai&lt;em&gt; planning&lt;/em&gt;. Kelebihannya adalah kita selalu siap jika terjadi hal-hal diluar dugaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini krn saya dg suami tinggal d kota yg terpisah,jadi agak deg2an jg dg pgeluaran. Apalg Juni nanti akan ada si baby.Suami kyknya tenang2 aja,saya yg mlh gelisah,hehe..apa mmg sudah bawaan sifat ya?</p>
<p><em><strong>Dilla</strong></em>,<br />
Perempuan memang lebih deg-deg an, lebih suka semuanya berjalan sesuai<em> planning</em>. Kelebihannya adalah kita selalu siap jika terjadi hal-hal diluar dugaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yoga</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5635</link>
		<dc:creator>Yoga</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 04:55:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5635</guid>
		<description>Memang Bu, disaat seperti ini,  &quot;Hemat&quot; harus jadi gaya hidup, perencanaan dan pencatatan harus berjalan baik, dan yang paling penting kedisiplinan menjalankan proses yang sudah direncanakan. Saya seringkali gagal pada bagian disiplin. Di-kuarter kedua tahun ini, saya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Terima kasih, tulisannya bermanfaat sekali.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yoga&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Kondisi alampun saat ini berubah, akibatnya penyakit juga sering muncul, ini mengakibatkan  biaya sakit meningkat. Baru saja terjadi hujan es di rumah saya, yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang merontokkan canopi (membuat lubang-lubang) dan kendaraan yang kebetulan diparkir dihalaman. 

Jadi, memang harus makin memperketat keuangan, semoga kita bisa melalui tahun ini dengan selamat tanpa berhutang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang Bu, disaat seperti ini,  &#8220;Hemat&#8221; harus jadi gaya hidup, perencanaan dan pencatatan harus berjalan baik, dan yang paling penting kedisiplinan menjalankan proses yang sudah direncanakan. Saya seringkali gagal pada bagian disiplin. Di-kuarter kedua tahun ini, saya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Terima kasih, tulisannya bermanfaat sekali.</p>
<p><em><strong>Yoga</strong></em>,<br />
Kondisi alampun saat ini berubah, akibatnya penyakit juga sering muncul, ini mengakibatkan  biaya sakit meningkat. Baru saja terjadi hujan es di rumah saya, yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang merontokkan canopi (membuat lubang-lubang) dan kendaraan yang kebetulan diparkir dihalaman. </p>
<p>Jadi, memang harus makin memperketat keuangan, semoga kita bisa melalui tahun ini dengan selamat tanpa berhutang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dimensi Kehidupan Manusia dalam Teks Sastra &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5617</link>
		<dc:creator>Dimensi Kehidupan Manusia dalam Teks Sastra &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 20:32:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5617</guid>
		<description>[...] ini sekaligus ingin mencoba untuk merespon komentar Bu Enny, Mas Tukang Kopi, dan Pak Slamet pada tulisan saya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ini sekaligus ingin mencoba untuk merespon komentar Bu Enny, Mas Tukang Kopi, dan Pak Slamet pada tulisan saya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5616</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 18:17:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5616</guid>
		<description>alur pemasukan dan pengeluaran agaknya memang sangat diperlukan agar diperoleh anggaran berimbang dalam lingkup keluarga. Yang jadi persoalan, Bu, bagaimana kita bisa menjaga alur cash flow itu agar tetap berjalan mulus kalau tiba-tiba saja ada faktor force major, seperti musibah, kerampokan, atau kejadian2 tak terduga lainnya. *maaf, bu, komennya nyambung ndak ya?*

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pak Sawali&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Situasi saat ini membuat semakin banyak terjadinya &lt;em&gt;force mayeur&lt;/em&gt;, hujan angin, cuaca yang tak bersahabat menyebabkan sakit flu bergantian diantara anggota keluarga, juga &lt;em&gt;force mayeur &lt;/em&gt;lainnya.  Jadi memang sebaiknya cadangan yang ditingkatkan, dan pengeluaran agak ditekan hanya sebatas yang memang diperlukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alur pemasukan dan pengeluaran agaknya memang sangat diperlukan agar diperoleh anggaran berimbang dalam lingkup keluarga. Yang jadi persoalan, Bu, bagaimana kita bisa menjaga alur cash flow itu agar tetap berjalan mulus kalau tiba-tiba saja ada faktor force major, seperti musibah, kerampokan, atau kejadian2 tak terduga lainnya. *maaf, bu, komennya nyambung ndak ya?*</p>
<p><em><strong>Pak Sawali</strong></em>,<br />
Situasi saat ini membuat semakin banyak terjadinya <em>force mayeur</em>, hujan angin, cuaca yang tak bersahabat menyebabkan sakit flu bergantian diantara anggota keluarga, juga <em>force mayeur </em>lainnya.  Jadi memang sebaiknya cadangan yang ditingkatkan, dan pengeluaran agak ditekan hanya sebatas yang memang diperlukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Luthfi</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/likuiditas-ketat-saatnya-mengevaluasi-cash-flow/#comment-5615</link>
		<dc:creator>Luthfi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 15:47:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=389#comment-5615</guid>
		<description>kadang semakin banyak pedapatan
pengeluaran makin banyak :D

doh, jd inget akuntansi jaman sma
kolom kanan ama kiri harus seimbang :D

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Luthfi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Kadang gaya hidup juga meningkat seiring perubahan tingkat pendapatan. Dan sulitnya lagi, peningkatan perubahan gaya hidup ini lebih cepat dibanding peningkatan pendapatan.

Jadi, sebetulnya jika ada tambahan pendapatan, sebaiknya diinvestasikan, dan hanya digunakan jika ada kebutuhan mendesak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kadang semakin banyak pedapatan<br />
pengeluaran makin banyak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>doh, jd inget akuntansi jaman sma<br />
kolom kanan ama kiri harus seimbang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Luthfi</strong></em>,<br />
Kadang gaya hidup juga meningkat seiring perubahan tingkat pendapatan. Dan sulitnya lagi, peningkatan perubahan gaya hidup ini lebih cepat dibanding peningkatan pendapatan.</p>
<p>Jadi, sebetulnya jika ada tambahan pendapatan, sebaiknya diinvestasikan, dan hanya digunakan jika ada kebutuhan mendesak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
