<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sweetener ala Telkomsel?</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Tri Guna Adi Pribadi., S.AB., MBA</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-12186</link>
		<dc:creator>Tri Guna Adi Pribadi., S.AB., MBA</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 07:22:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-12186</guid>
		<description>Selama saya menjadi pelanggan Telkomsel lima tahun. Saya tidak mempermasalahkan soal tarif percakapan atau sms. Walaupun sekarang provider lain mulai gencar-gencaran perang tarif di berbagai media iklan di TV dan Lainnya. Jangan tertipu dengan tarif murah dan iming-iming dr provider tetapi apa yang kita dapat sering bermasalah, baik buat telpon dan sms sering trouble bahkan no tdk dpt digunakan sama sekali akibat operator menerapkan tarif murahnya tanpa mempertimbangkan kualitas jaringan dan ujung-ujungnya konsumenlah yang dirugikan. Buat apa kita menggunakan provider yang tdk jelas toh kita juga yang merasa dipermainkan. Cermati dulu sebelum memilih operator (jangan tergiur dengan tarif murah, bonus-bonus yang menggiurkan). Terimakasih..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selama saya menjadi pelanggan Telkomsel lima tahun. Saya tidak mempermasalahkan soal tarif percakapan atau sms. Walaupun sekarang provider lain mulai gencar-gencaran perang tarif di berbagai media iklan di TV dan Lainnya. Jangan tertipu dengan tarif murah dan iming-iming dr provider tetapi apa yang kita dapat sering bermasalah, baik buat telpon dan sms sering trouble bahkan no tdk dpt digunakan sama sekali akibat operator menerapkan tarif murahnya tanpa mempertimbangkan kualitas jaringan dan ujung-ujungnya konsumenlah yang dirugikan. Buat apa kita menggunakan provider yang tdk jelas toh kita juga yang merasa dipermainkan. Cermati dulu sebelum memilih operator (jangan tergiur dengan tarif murah, bonus-bonus yang menggiurkan). Terimakasih..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: counterpulsa.com &#187; Sweetener ala Telkomsel?</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5784</link>
		<dc:creator>counterpulsa.com &#187; Sweetener ala Telkomsel?</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 04:29:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5784</guid>
		<description>[...] Sumber http://edratna.wordpress.com [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sumber <a href="http://edratna.wordpress.com" rel="nofollow">http://edratna.wordpress.com</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bagus</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5612</link>
		<dc:creator>bagus</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 05:36:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5612</guid>
		<description>Telkomsel sebenernya sih udah menang dari segi jaringannya. Kan paling luas tuh se-Indonesia. Kayanya itu sudah jadi jaminan sih buat mereka. Kalo penawaran2 promo mungkin bisa di bilang strategi sampingan aja ato mungkin mereka sedang menganalisa karakter pelanggannya. 

Kalo saya pribadi setuju ama Andy OrangMood lebih baik kalo Telkomsel mengincar loyalitas pelanggannya yang unik, dalam artian pelanggan yang tidak dimiliki oleh provider lain, misalnya pelanggan kelas atas seperti yang di katakan oleh Andy OrangeMood ato mungkin pelanggan mereka yang merupakan pekerja pertambangan yang kerjanya di pelosok, setau saya sih kebanyakan pada make Telkomsel karena yang dapet sinyalnya kan cuma Telkomsel kl di pelosok

Just an opinion ;p

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bagus&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Telkomsel sebetulnya atas nama suami, tapi karena saya sering dapat tugas sampai dipelosok-pelosok, maka saya pake Telkomsel. Dan memang sinyal Telkomsel bagus, sampai ditengah kebun sawit daerah Kayu Agung ke selatan lagi, sampai ke Sorong (tahun 95) dan pegunungan Dieng, yang provider lain tak ada sinyalnya, Telkomsel tetap bagus. Risikonya menjadi tempat peminjaman telepon.....hehehe.
Melihat komentar teman-teman di sini, kayaknya benar perkiraan saya, bahwa pelanggan Telkomsel adalah pelanggan yang tak mudah tergoda dengan iming-iming.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Telkomsel sebenernya sih udah menang dari segi jaringannya. Kan paling luas tuh se-Indonesia. Kayanya itu sudah jadi jaminan sih buat mereka. Kalo penawaran2 promo mungkin bisa di bilang strategi sampingan aja ato mungkin mereka sedang menganalisa karakter pelanggannya. </p>
<p>Kalo saya pribadi setuju ama Andy OrangMood lebih baik kalo Telkomsel mengincar loyalitas pelanggannya yang unik, dalam artian pelanggan yang tidak dimiliki oleh provider lain, misalnya pelanggan kelas atas seperti yang di katakan oleh Andy OrangeMood ato mungkin pelanggan mereka yang merupakan pekerja pertambangan yang kerjanya di pelosok, setau saya sih kebanyakan pada make Telkomsel karena yang dapet sinyalnya kan cuma Telkomsel kl di pelosok</p>
<p>Just an opinion ;p</p>
<p><em><strong>Bagus</strong></em>,<br />
Telkomsel sebetulnya atas nama suami, tapi karena saya sering dapat tugas sampai dipelosok-pelosok, maka saya pake Telkomsel. Dan memang sinyal Telkomsel bagus, sampai ditengah kebun sawit daerah Kayu Agung ke selatan lagi, sampai ke Sorong (tahun 95) dan pegunungan Dieng, yang provider lain tak ada sinyalnya, Telkomsel tetap bagus. Risikonya menjadi tempat peminjaman telepon&#8230;..hehehe.<br />
Melihat komentar teman-teman di sini, kayaknya benar perkiraan saya, bahwa pelanggan Telkomsel adalah pelanggan yang tak mudah tergoda dengan iming-iming.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5608</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 18:00:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5608</guid>
		<description>saya juga sering mendapatkan sms dari telkomsel, bu enny. kebetulan saya masih setia pakai hallo. memamg agak mahal juga. kelebihannya kita hanya ngurus pascabayarnya sebulan sekali. tapi terus terang saja, saya ndak tertarik tuh, bu, iming2 seperti itu.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pak Sawali&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, 
Kayaknya memang pelanggan Telkomsel nggak butuh diiming-imingi ya pak....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga sering mendapatkan sms dari telkomsel, bu enny. kebetulan saya masih setia pakai hallo. memamg agak mahal juga. kelebihannya kita hanya ngurus pascabayarnya sebulan sekali. tapi terus terang saja, saya ndak tertarik tuh, bu, iming2 seperti itu.</p>
<p><em><strong>Pak Sawali</strong></em>,<br />
Kayaknya memang pelanggan Telkomsel nggak butuh diiming-imingi ya pak&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tri Djoko</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5604</link>
		<dc:creator>Tri Djoko</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 09:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5604</guid>
		<description>Bagi saya bonus percakapan 15 menit di hari tertentu amat sangat tidak ada gunanya...

Lebih saya diberikan bonus 15 sms yang bisa digunakan kapan aja !

Telkomsel, you are aya aya wae !!!

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tridjoko&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Mungkin Telkomsel  sudah menilai akan banyak yang berpikiran seperti itu, makanya bukan bonus sms yang ditawarkan. Lagipula kalau bonus telepon atau sms di hari tertentu, apa gunanya. Kita kan hanya sms atau menilpon jika memang dirasa perlu, ada atau tak ada bonus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi saya bonus percakapan 15 menit di hari tertentu amat sangat tidak ada gunanya&#8230;</p>
<p>Lebih saya diberikan bonus 15 sms yang bisa digunakan kapan aja !</p>
<p>Telkomsel, you are aya aya wae !!!</p>
<p><em><strong>Tridjoko</strong></em>,<br />
Mungkin Telkomsel  sudah menilai akan banyak yang berpikiran seperti itu, makanya bukan bonus sms yang ditawarkan. Lagipula kalau bonus telepon atau sms di hari tertentu, apa gunanya. Kita kan hanya sms atau menilpon jika memang dirasa perlu, ada atau tak ada bonus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Andy OrangeMood</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5600</link>
		<dc:creator>Andy OrangeMood</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 05:01:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5600</guid>
		<description>Saya juga beberapa kali menerima sms &quot;Bonus&quot; seperti itu dari Telkomsel, jujur, saya tidak pernah mempedulikannya bahkan membaca sampai selesai sms tersebut saja tidak.

Kenapa? buat pengguna langganan bonus 5 - 15 menit ngefeknya apa? terus memangnya kita sengaja inget2 &quot;oh hari sabtu saya dapat bonus 15 menit buat telepon ke sesama telkomsel...&quot; lagipula kalau di hari tersebut kita menggunakan handphone apakah kita tahu itu tidak di charge mengingat kita adalah pasca bayar?

Konsep dari marketingnya itu sendiri ngga jelas, objectivenya apa? meningkatkan loyalitas jelas tidak juga, memberikan bonus yang wow juga tidak... hehe

Dan untuk operator yang sekarang sedang perang tarif, kalau menurut saya seh untuk drive pertama kali sih ok, itupun untuk sekarang mungkin tidak terlalu tinggi lagi, tetapi untuk loyalitas tentu saja tidak efektif...

Kalau saya jadi bagian marketingnya di telco, mungkin saya akan buat 1 kartu yang malah sifatnya PREMIUM, tarif normal bahkan bisa lebih tinggi, tetapi SERVICE &amp; ADDED VALUE nya special, misal pengguna Telkomsel Premium mendapatkan space parkir di mall2 kelas atas jakarta, mendapatkan service 24 jam untuk keadaan darurat misal ambulance, rs, keamanan, dsb, dan masih banyak lagi service spesial.

Objectivenya? mengincar niche market kelas atas dengan loyalitas tinggi, dan saya yakin biasanya kelas atas tagihan teleponya bisa sampai berjuta2, entah itu buat ngomongin bisnis, telepon internasional karena familynya diluar negeri, dsb.

Yah let&#039;s see lah... toh kita sebagai konsumen harusnya semakin diuntungkan dengan persaingan2 mereka. :)

&quot;Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant&quot;

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Andy&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Memang bagi pelanggan yang sudah matang, seperti pelanggan nya Telkomsel, iming-iming gratis percakapan 15 menit nggak manjur. Karena sebagian besar pelanggan Telkomsel, komunikasi merupakan alat kebutuhan, mereka sudah tak memikirkan besarnya pulsa yang dihabiskan per bulan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga beberapa kali menerima sms &#8220;Bonus&#8221; seperti itu dari Telkomsel, jujur, saya tidak pernah mempedulikannya bahkan membaca sampai selesai sms tersebut saja tidak.</p>
<p>Kenapa? buat pengguna langganan bonus 5 &#8211; 15 menit ngefeknya apa? terus memangnya kita sengaja inget2 &#8220;oh hari sabtu saya dapat bonus 15 menit buat telepon ke sesama telkomsel&#8230;&#8221; lagipula kalau di hari tersebut kita menggunakan handphone apakah kita tahu itu tidak di charge mengingat kita adalah pasca bayar?</p>
<p>Konsep dari marketingnya itu sendiri ngga jelas, objectivenya apa? meningkatkan loyalitas jelas tidak juga, memberikan bonus yang wow juga tidak&#8230; hehe</p>
<p>Dan untuk operator yang sekarang sedang perang tarif, kalau menurut saya seh untuk drive pertama kali sih ok, itupun untuk sekarang mungkin tidak terlalu tinggi lagi, tetapi untuk loyalitas tentu saja tidak efektif&#8230;</p>
<p>Kalau saya jadi bagian marketingnya di telco, mungkin saya akan buat 1 kartu yang malah sifatnya PREMIUM, tarif normal bahkan bisa lebih tinggi, tetapi SERVICE &amp; ADDED VALUE nya special, misal pengguna Telkomsel Premium mendapatkan space parkir di mall2 kelas atas jakarta, mendapatkan service 24 jam untuk keadaan darurat misal ambulance, rs, keamanan, dsb, dan masih banyak lagi service spesial.</p>
<p>Objectivenya? mengincar niche market kelas atas dengan loyalitas tinggi, dan saya yakin biasanya kelas atas tagihan teleponya bisa sampai berjuta2, entah itu buat ngomongin bisnis, telepon internasional karena familynya diluar negeri, dsb.</p>
<p>Yah let&#8217;s see lah&#8230; toh kita sebagai konsumen harusnya semakin diuntungkan dengan persaingan2 mereka. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant&#8221;</p>
<p><em><strong>Andy</strong></em>,<br />
Memang bagi pelanggan yang sudah matang, seperti pelanggan nya Telkomsel, iming-iming gratis percakapan 15 menit nggak manjur. Karena sebagian besar pelanggan Telkomsel, komunikasi merupakan alat kebutuhan, mereka sudah tak memikirkan besarnya pulsa yang dihabiskan per bulan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: edy</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5597</link>
		<dc:creator>edy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 04:24:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5597</guid>
		<description>para provider emang &#039;membodohi&#039; masyarakat, entah dng perang iklan yg gila-gilaan atopun promosi lewat sms (istilahnya sms broadcast?) tanpa ngejelasin bahwa masih ada syarat yg harus dipenuhi untuk bisa dapet promosi bersangkutan. bahkan yg katanya tanpa syarat dan ketentuan itu...

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Edy&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
mungkin gara-gara banyak provider seperti itu, pelanggan Telkomsel yang nota bene pasca bayar, nggak mau ambil pusing. Mereka saya kira, memang menilpon jika ingin, tak peduli ada bonus apa tidak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>para provider emang &#8216;membodohi&#8217; masyarakat, entah dng perang iklan yg gila-gilaan atopun promosi lewat sms (istilahnya sms broadcast?) tanpa ngejelasin bahwa masih ada syarat yg harus dipenuhi untuk bisa dapet promosi bersangkutan. bahkan yg katanya tanpa syarat dan ketentuan itu&#8230;</p>
<p><em><strong>Edy</strong></em>,<br />
mungkin gara-gara banyak provider seperti itu, pelanggan Telkomsel yang nota bene pasca bayar, nggak mau ambil pusing. Mereka saya kira, memang menilpon jika ingin, tak peduli ada bonus apa tidak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: goop</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5596</link>
		<dc:creator>goop</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 04:17:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5596</guid>
		<description>[...]Wahh hebat nih bapak, sampai rumahnya dua….bagaimana mengatur waktunya, saya satu aja kadang lupa nengok…[...]
itu bukan punya saya ko bu :)
*maaf nyampah*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...]Wahh hebat nih bapak, sampai rumahnya dua….bagaimana mengatur waktunya, saya satu aja kadang lupa nengok…[...]<br />
itu bukan punya saya ko bu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
*maaf nyampah*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iway</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5595</link>
		<dc:creator>iway</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 03:34:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5595</guid>
		<description>saya dapet beberapa kali dan yang seneng ya istri saya, secara sodaranya banyak di luar kota dan pake telkomsel, lha saya paling banter sms aja, males ngomong soale **nunggu billing halo, beneran  ga bonusnya**
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Iway&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Iya sih...tapi saya jarang telepon ...jadi menganut paham, kalau tak ada berita artinya baik-baik saja. Akibatnya kalau nilpon ke Hp, dan saudara lagi sibuk...maka tak lama kemudian ada sms masuk...&quot;ada apakah...&quot; Penting?&quot;
Jadi malah tak berani nilpon kalau tak penting, kawatir menganggu konsentrasi disana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya dapet beberapa kali dan yang seneng ya istri saya, secara sodaranya banyak di luar kota dan pake telkomsel, lha saya paling banter sms aja, males ngomong soale **nunggu billing halo, beneran  ga bonusnya**<br />
<em><br />
<strong>Iway</strong></em>,<br />
Iya sih&#8230;tapi saya jarang telepon &#8230;jadi menganut paham, kalau tak ada berita artinya baik-baik saja. Akibatnya kalau nilpon ke Hp, dan saudara lagi sibuk&#8230;maka tak lama kemudian ada sms masuk&#8230;&#8221;ada apakah&#8230;&#8221; Penting?&#8221;<br />
Jadi malah tak berani nilpon kalau tak penting, kawatir menganggu konsentrasi disana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/03/28/sweetener-ala-telkomsel/#comment-5591</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 02:35:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=391#comment-5591</guid>
		<description>Saya juga beberapa kali mendapatkan sms seperti itu sebagai pelanggan kartu HALO, tapi tidak begitu saya indahkan, saya bertelepon seperti biasa saja, kalau perlu ya baru telepon, nggak peduli apakah itu ke Telkomsel atau operator lain, dan nggak begitu memperhatikan apakah &quot;gratis berbicara kepada sesama pelanggan TELKOMSEL&quot; sudah saya gunakan atau belum.

Menurut saya &lt;i&gt;saccharin&lt;/i&gt; macam ini memang banyak digunakan untuk &quot;meningkatkan&quot; pendapatan walaupun hasilnya perlu diteliti lagi, apalagi di sektor jasa atau produk yang sangat bersaing ketat. Dan &quot;celaka&quot;nya Telkomsel ini adalah produk jasa telekomunikasi yang dengan gampangnya melontarkan &lt;i&gt;saccharin&lt;/i&gt; seperti ini sewaktu2 ke pelanggannya langsung lewat fasilitas SMS-nya. Berbeda dengan produk kacang kulit misalnya (yang dulu pernah bersaing ketat antara &quot;Garuda Foods&quot; dengan &quot;Dua kelinci&quot; yang pernah &quot;saling menjatuhkan&quot; di iklan televisi) yang tidak bisa sewaktu2 melemparkan &lt;i&gt;saccharin&lt;/i&gt; tersebut langsung ke pelanggan.
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Yari NK&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Iya, sebagai konsumen memang kita sulit untuk protes, apalagi tawaran yang menyenangkan. Cuma dari sisi marketing, cukup efektifkah untuk mendongkrak pendapatan?

Menurut saya sih bu, yah, terima saja bu, sudah resiko kita ini dijejali promosi2 &lt;i&gt;saccharin&lt;/i&gt; seperti itu, mereka hanya menjalankan tugas2nya dalam rangka berusaha menaikkan pendapatannya, anggap saja sama dengan kita asyik2 nonton TV tiba2 diganggu iklan..... hehehe.... :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga beberapa kali mendapatkan sms seperti itu sebagai pelanggan kartu HALO, tapi tidak begitu saya indahkan, saya bertelepon seperti biasa saja, kalau perlu ya baru telepon, nggak peduli apakah itu ke Telkomsel atau operator lain, dan nggak begitu memperhatikan apakah &#8220;gratis berbicara kepada sesama pelanggan TELKOMSEL&#8221; sudah saya gunakan atau belum.</p>
<p>Menurut saya <i>saccharin</i> macam ini memang banyak digunakan untuk &#8220;meningkatkan&#8221; pendapatan walaupun hasilnya perlu diteliti lagi, apalagi di sektor jasa atau produk yang sangat bersaing ketat. Dan &#8220;celaka&#8221;nya Telkomsel ini adalah produk jasa telekomunikasi yang dengan gampangnya melontarkan <i>saccharin</i> seperti ini sewaktu2 ke pelanggannya langsung lewat fasilitas SMS-nya. Berbeda dengan produk kacang kulit misalnya (yang dulu pernah bersaing ketat antara &#8220;Garuda Foods&#8221; dengan &#8220;Dua kelinci&#8221; yang pernah &#8220;saling menjatuhkan&#8221; di iklan televisi) yang tidak bisa sewaktu2 melemparkan <i>saccharin</i> tersebut langsung ke pelanggan.<br />
<em><br />
<strong>Yari NK</strong></em>,<br />
Iya, sebagai konsumen memang kita sulit untuk protes, apalagi tawaran yang menyenangkan. Cuma dari sisi marketing, cukup efektifkah untuk mendongkrak pendapatan?</p>
<p>Menurut saya sih bu, yah, terima saja bu, sudah resiko kita ini dijejali promosi2 <i>saccharin</i> seperti itu, mereka hanya menjalankan tugas2nya dalam rangka berusaha menaikkan pendapatannya, anggap saja sama dengan kita asyik2 nonton TV tiba2 diganggu iklan&#8230;.. hehehe&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
