<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kenapa mesti malas ke dokter?</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: anastasia rajagukguk</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5886</link>
		<dc:creator>anastasia rajagukguk</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 20:26:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5886</guid>
		<description>Saya suka kecewa dengan dokter di sini bu :( Udah beberapa kali konsultasi ke spesialis blom juga sembuh :( Udah ganti spesialis juga, tetap aja penyakitnya kembali... 
Jadi males khan ke dokter?

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Anastasia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Pernah mendapat pelajaran kimia anorganik? Kalau kita diberi zat &quot;A&quot;, kemudian kita disuruh mencari zat A tadi sebetulnya apa? Maka ada berbagai kemungkinan, jika A diberi reaksi dengan zat lainnya, ada perubahan warna nggak? Kalau ada perubahan ada tiga kemungkinan...ini dicek lagi satu persatu. Kekeliruan membuat penelitian kita lebih lama...justru karena ini saya dulu senang dengan kimia.

Sama dengan dokter, dia mendengarkan keluhan dari pasien, pemeriksaan dilakukan melalui fisik dan lab. Jadi kalau dari fisik, jika tanda-tanda tak jelas, maka ada beberapa penyakit yang awalnya menunjukkan gejala yang sama. Jadi perlu dicek melalui lab...jangan lupa banyak penyakit baru terlihat jelas jika telah menunjukkan gejala yang spesifik, makanya pasien mengatakan dokter B lebih baik (karena dia datang saat setelah penyakitnya telah menunjukkan gejala spesifik)....sedang dokter yang awal didatangi, dianggap tak memuaskan karena saat datang masih gejala awal...

(maaf saya kok jadi sok tahu, karena sering diskusi dengan dokter). Jadi pasien mesti sabar.....dan menunjukkan kerja sama yang baik, karena pengobatan yang menyenangkan memerlukan kerjasama antara pasien dan dokter. Yang bikin malas waktunya kan, apalagi jika sibuk kerja, dan cuti bolak balik ke dokter bisa mempengaruhi &lt;em&gt;konduite&lt;/em&gt;, dan dapat mengurangi peluang lainnya.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka kecewa dengan dokter di sini bu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Udah beberapa kali konsultasi ke spesialis blom juga sembuh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Udah ganti spesialis juga, tetap aja penyakitnya kembali&#8230;<br />
Jadi males khan ke dokter?</p>
<p><em><strong>Anastasia</strong></em>,<br />
Pernah mendapat pelajaran kimia anorganik? Kalau kita diberi zat &#8220;A&#8221;, kemudian kita disuruh mencari zat A tadi sebetulnya apa? Maka ada berbagai kemungkinan, jika A diberi reaksi dengan zat lainnya, ada perubahan warna nggak? Kalau ada perubahan ada tiga kemungkinan&#8230;ini dicek lagi satu persatu. Kekeliruan membuat penelitian kita lebih lama&#8230;justru karena ini saya dulu senang dengan kimia.</p>
<p>Sama dengan dokter, dia mendengarkan keluhan dari pasien, pemeriksaan dilakukan melalui fisik dan lab. Jadi kalau dari fisik, jika tanda-tanda tak jelas, maka ada beberapa penyakit yang awalnya menunjukkan gejala yang sama. Jadi perlu dicek melalui lab&#8230;jangan lupa banyak penyakit baru terlihat jelas jika telah menunjukkan gejala yang spesifik, makanya pasien mengatakan dokter B lebih baik (karena dia datang saat setelah penyakitnya telah menunjukkan gejala spesifik)&#8230;.sedang dokter yang awal didatangi, dianggap tak memuaskan karena saat datang masih gejala awal&#8230;</p>
<p>(maaf saya kok jadi sok tahu, karena sering diskusi dengan dokter). Jadi pasien mesti sabar&#8230;..dan menunjukkan kerja sama yang baik, karena pengobatan yang menyenangkan memerlukan kerjasama antara pasien dan dokter. Yang bikin malas waktunya kan, apalagi jika sibuk kerja, dan cuti bolak balik ke dokter bisa mempengaruhi <em>konduite</em>, dan dapat mengurangi peluang lainnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mriza</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5877</link>
		<dc:creator>mriza</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 07:51:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5877</guid>
		<description>Hm..
Saya pernah 2 kali periksa mata ke dokter, saya yakin kalau saya datang dengan keluhan terhadap mata saya..
Ternyata dokter tidak menemukan indikasi adanya penyakit atau kerusakan mata saya.. saya bersukur.. tapi..
Kedua-dua dokter tersebut sepertinya melecehkan saya dengan mengatakan bahwa saya sebenarnya tidak sakit.. dan hanya kepengen menggunakan kacamata untuk keren-kerenan, dan dengan gaya sombong mereka mengatakan &quot;itu bisa di atur koq&quot;, saya tidak tahu mengapa seorang dokter bisa berkata seperti itu, apa karena saya menggunakan kartu &quot;ASKES&quot;..?
Sikap mereka yang sombong itu.. membuat saya malas untuk kedokter manapun sampai sekarang..
:D sorry .. numpang ngomel ..
Lam knal mba&#039;.. :D

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mriza&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Hmm...syukurlah saya belum pernah ketemu dokter yang aneh...dulu pernah sih saat masih SMP. Tapi setelah besar, dokternya cenderung baik, paling-paling pendiam, ngomong seperlunya, dan kalau ketemu dokter seperti ini saya ga bakalan balik lagi. Dokter yang suka saya kunjungi adalah dokter yang mau diajak diskusi, mau menjelaskan penyakit yang saya derita, dan menghargai saya sebagai pasien.
Pasien Askes? Suami aya selalu menggunakan Askes, memang saya belum pernah karena dapat ganti dari kantor....tapi biarpun tahu pasien Askes dokternya tetap baik kok.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hm..<br />
Saya pernah 2 kali periksa mata ke dokter, saya yakin kalau saya datang dengan keluhan terhadap mata saya..<br />
Ternyata dokter tidak menemukan indikasi adanya penyakit atau kerusakan mata saya.. saya bersukur.. tapi..<br />
Kedua-dua dokter tersebut sepertinya melecehkan saya dengan mengatakan bahwa saya sebenarnya tidak sakit.. dan hanya kepengen menggunakan kacamata untuk keren-kerenan, dan dengan gaya sombong mereka mengatakan &#8220;itu bisa di atur koq&#8221;, saya tidak tahu mengapa seorang dokter bisa berkata seperti itu, apa karena saya menggunakan kartu &#8220;ASKES&#8221;..?<br />
Sikap mereka yang sombong itu.. membuat saya malas untuk kedokter manapun sampai sekarang..<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  sorry .. numpang ngomel ..<br />
Lam knal mba&#8217;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Mriza</strong></em>,<br />
Hmm&#8230;syukurlah saya belum pernah ketemu dokter yang aneh&#8230;dulu pernah sih saat masih SMP. Tapi setelah besar, dokternya cenderung baik, paling-paling pendiam, ngomong seperlunya, dan kalau ketemu dokter seperti ini saya ga bakalan balik lagi. Dokter yang suka saya kunjungi adalah dokter yang mau diajak diskusi, mau menjelaskan penyakit yang saya derita, dan menghargai saya sebagai pasien.<br />
Pasien Askes? Suami aya selalu menggunakan Askes, memang saya belum pernah karena dapat ganti dari kantor&#8230;.tapi biarpun tahu pasien Askes dokternya tetap baik kok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Paman Tyo</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5858</link>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 10:35:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5858</guid>
		<description>Kalau dinalar, ke dokter itu perlu bahkan wajib. tapi kadang ngantrenya yang nyebelin. kita tertidur, urutan dilompati oleh suster. :D

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Paman Tyo&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Emang yang paling nyebelin sebenarnya antre nya. Kalau udah diperiksa sih tak masalah, dokternya baik dan bisa diajak diskusi,  pengetahuan kita tentang kesehatan bertambah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau dinalar, ke dokter itu perlu bahkan wajib. tapi kadang ngantrenya yang nyebelin. kita tertidur, urutan dilompati oleh suster. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Paman Tyo</strong></em>,<br />
Emang yang paling nyebelin sebenarnya antre nya. Kalau udah diperiksa sih tak masalah, dokternya baik dan bisa diajak diskusi,  pengetahuan kita tentang kesehatan bertambah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yoga</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5852</link>
		<dc:creator>Yoga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 03:57:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5852</guid>
		<description>Ada juga orang yang sedikit-sedikit ke dokter Bu, ada yang gak beres langsung aja ke dokter, super preventif dan cenderung freak.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Yoga&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,

Hehehe...saya juga punya teman seperti ini....kita nya ikut senewen.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada juga orang yang sedikit-sedikit ke dokter Bu, ada yang gak beres langsung aja ke dokter, super preventif dan cenderung freak.</p>
<p><em><strong>Yoga</strong></em>,</p>
<p>Hehehe&#8230;saya juga punya teman seperti ini&#8230;.kita nya ikut senewen.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5849</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 01:33:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5849</guid>
		<description>Mungkin si dokter &quot;mudah berbicara&quot; agar pasien merasa lebih nyaman dan tenang (walaupun mungkin ada juga pasien yang malah tegang diberi dokter yang &quot;mudah berbicara&quot;). Maklumlah penelitian2 terakhir banyak menunjukkan hubungan antara kesehatan dengan ketenangan, kebahagiaan dan kenyamanan walaupun mekanisme hubungan tersebut masih tetap misteri hingga kini.

Maklumlah, yang saya tahu, banyak dokter di luar negeri yang kini menerapkan sistem holistik yaitu di mana penyembuhan pasien dilihat dari berbagai macam sudut, tidak hanya sebatas pada penyembuhan fisik si pasien ataupun hanya sebatas pemberian obat2an kepada si pasien, tetapi juga sebisa mungkin &quot;memberikan&quot; energi positif kepada semangat, mood dan jiwa si pasien.

Dulu di tahun 1960an -1970an, pendekatan holistik ini masih belum banyak diterima oleh dunia kedokteran barat tapi kini keadaan sudah berubah bahkan banyak kini rumah sakit-rumah sakit di luar negeri menawarkan &lt;i&gt;alternative therapy&lt;/i&gt; yang non konvensional........

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kang Yari NK&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, 
Benar kang, pasien mesti percaya sama dokter. Suami saya malah parah, kalau ke dokter selalu membawa buku dan diskusi sampai detil. Jika dokternya tak bisa menjelaskan jangan harap dia mau kesana lagi.

Saya juga ketularan, jadi akhirnya teman-teman banyak yang tanya info dokter langganan saya (karena saya terkenal cerewet dan detail untuk hal-hal seperti ini). Malah pernah pas &lt;em&gt;medical check &lt;/em&gt;&lt;em&gt;up&lt;/em&gt;, seorang teman yang dokter kandungannya sama dengan saya bilang...En, kalau periksa dalam enakan dr. NK (bukan kang Yari lho) itu ya...nggak sakit, karena kita diajak ngobrol dan dialihkan perhatiannya...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin si dokter &#8220;mudah berbicara&#8221; agar pasien merasa lebih nyaman dan tenang (walaupun mungkin ada juga pasien yang malah tegang diberi dokter yang &#8220;mudah berbicara&#8221;). Maklumlah penelitian2 terakhir banyak menunjukkan hubungan antara kesehatan dengan ketenangan, kebahagiaan dan kenyamanan walaupun mekanisme hubungan tersebut masih tetap misteri hingga kini.</p>
<p>Maklumlah, yang saya tahu, banyak dokter di luar negeri yang kini menerapkan sistem holistik yaitu di mana penyembuhan pasien dilihat dari berbagai macam sudut, tidak hanya sebatas pada penyembuhan fisik si pasien ataupun hanya sebatas pemberian obat2an kepada si pasien, tetapi juga sebisa mungkin &#8220;memberikan&#8221; energi positif kepada semangat, mood dan jiwa si pasien.</p>
<p>Dulu di tahun 1960an -1970an, pendekatan holistik ini masih belum banyak diterima oleh dunia kedokteran barat tapi kini keadaan sudah berubah bahkan banyak kini rumah sakit-rumah sakit di luar negeri menawarkan <i>alternative therapy</i> yang non konvensional&#8230;&#8230;..</p>
<p><em><strong>Kang Yari NK</strong></em>,<br />
Benar kang, pasien mesti percaya sama dokter. Suami saya malah parah, kalau ke dokter selalu membawa buku dan diskusi sampai detil. Jika dokternya tak bisa menjelaskan jangan harap dia mau kesana lagi.</p>
<p>Saya juga ketularan, jadi akhirnya teman-teman banyak yang tanya info dokter langganan saya (karena saya terkenal cerewet dan detail untuk hal-hal seperti ini). Malah pernah pas <em>medical check </em><em>up</em>, seorang teman yang dokter kandungannya sama dengan saya bilang&#8230;En, kalau periksa dalam enakan dr. NK (bukan kang Yari lho) itu ya&#8230;nggak sakit, karena kita diajak ngobrol dan dialihkan perhatiannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ratna</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5848</link>
		<dc:creator>Ratna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 19:16:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5848</guid>
		<description>Wah, kalau saya justru paling semangat nanya-nanya  dokter (wong mantan pacar saya :D ) Cuma suamiku tuh yang suka males-malesan nanggapi keluhan (wong ngga dibayar)
Lagian jarang ngasih resep obat beneran. Yang penting sugesti, katanya. Kalau ngga perlu-perlu amat,ngga usahlah minum obat. Yang penting banyak istirahat&amp;makan makanan bergizi, trus bebas dari segala stress.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ratna&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Berarti dokternya suami Ratna ya. Hehehe...iya yang paling baik adalah menjaga pola makan, istirahat dan olah raga. Dokter yang ramah dan ganteng juga memberikan sugesti, pasiennya senang dan percaya sama dokternya....jangan-jangan saya kemarin juga sugesti ya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, kalau saya justru paling semangat nanya-nanya  dokter (wong mantan pacar saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) Cuma suamiku tuh yang suka males-malesan nanggapi keluhan (wong ngga dibayar)<br />
Lagian jarang ngasih resep obat beneran. Yang penting sugesti, katanya. Kalau ngga perlu-perlu amat,ngga usahlah minum obat. Yang penting banyak istirahat&amp;makan makanan bergizi, trus bebas dari segala stress.</p>
<p><em><strong>Ratna</strong></em>,<br />
Berarti dokternya suami Ratna ya. Hehehe&#8230;iya yang paling baik adalah menjaga pola makan, istirahat dan olah raga. Dokter yang ramah dan ganteng juga memberikan sugesti, pasiennya senang dan percaya sama dokternya&#8230;.jangan-jangan saya kemarin juga sugesti ya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: chatoer</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5847</link>
		<dc:creator>chatoer</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 16:10:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5847</guid>
		<description>Memang malas bu kalo medical check up, pengennya ke dokter pas sakit ajah

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Chatoer&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Padahal ada beberapa dokter yang harus rajin didatangi, seperti dokter kandungan (untuk perempuan yang sudah menikah), dokter gigi dll. walaupun kita tak ada penyakit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang malas bu kalo medical check up, pengennya ke dokter pas sakit ajah</p>
<p><em><strong>Chatoer</strong></em>,<br />
Padahal ada beberapa dokter yang harus rajin didatangi, seperti dokter kandungan (untuk perempuan yang sudah menikah), dokter gigi dll. walaupun kita tak ada penyakit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iman brotoseno</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5846</link>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 14:57:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5846</guid>
		<description>itu mungkin saja ada korelasi antara stress dengan sariawan . seperti ketombe dengan stress.
Logikanya panas dalam yang  disebabkan kurang istirahat, stress.
Ah penyakit orang modern ya..stress

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Iman Brotoseno&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Yup benar mas Iman...begitu selesai ketemu dokter kandungan, sariawan besoknya langsung sembuh. Apalagi setelah ke dokter gigi...dokternya malah ketawa...bu, lain kali kalau sariawan tidur, istirahat aja dulu...ntar sembuh sendiri. Wahh saya jadi malu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itu mungkin saja ada korelasi antara stress dengan sariawan . seperti ketombe dengan stress.<br />
Logikanya panas dalam yang  disebabkan kurang istirahat, stress.<br />
Ah penyakit orang modern ya..stress</p>
<p><em><strong>Iman Brotoseno</strong></em>,<br />
Yup benar mas Iman&#8230;begitu selesai ketemu dokter kandungan, sariawan besoknya langsung sembuh. Apalagi setelah ke dokter gigi&#8230;dokternya malah ketawa&#8230;bu, lain kali kalau sariawan tidur, istirahat aja dulu&#8230;ntar sembuh sendiri. Wahh saya jadi malu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Resi Bismo</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5844</link>
		<dc:creator>Resi Bismo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 14:15:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5844</guid>
		<description>Terakhir kedokter saya tahun 2001, sebenarnya sih gak mau bolak balik ke dokter stress bawaannya lihat orang sakit!!!  berhubung pundak saya waktu itu patah ya mau tidak mau, dioperasi 2x waktu pasang pen dan lepas pen. 

Kata dokter gigi, pemeriksaan berkala paling tidak 2 kali dalam setahun, padahal terakhir saya kedokter gigi itu 7 tahun yang lalu. :D

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Resi Bismo&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, 
Katanya kalau  di luar negeri, begitu ke dokter gigi, langsung harus di &lt;em&gt;rontgen&lt;/em&gt; semua, kemudian didiskusikan tahap perawatannya. Kemudian dokter tadi minta agar menghubungi dokter lain, untuk minta &lt;em&gt;second opnion&lt;/em&gt; dulu.Jadi kalau ke dokter di luar negeri (cerita teman di Amrik), menjadi sangat mahal, dan nggak bisa hanya untuk membersihkan karang gigi saja. Entahlah...mungkin Resi Bismo lebih tahu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terakhir kedokter saya tahun 2001, sebenarnya sih gak mau bolak balik ke dokter stress bawaannya lihat orang sakit!!!  berhubung pundak saya waktu itu patah ya mau tidak mau, dioperasi 2x waktu pasang pen dan lepas pen. </p>
<p>Kata dokter gigi, pemeriksaan berkala paling tidak 2 kali dalam setahun, padahal terakhir saya kedokter gigi itu 7 tahun yang lalu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Resi Bismo</strong></em>,<br />
Katanya kalau  di luar negeri, begitu ke dokter gigi, langsung harus di <em>rontgen</em> semua, kemudian didiskusikan tahap perawatannya. Kemudian dokter tadi minta agar menghubungi dokter lain, untuk minta <em>second opnion</em> dulu.Jadi kalau ke dokter di luar negeri (cerita teman di Amrik), menjadi sangat mahal, dan nggak bisa hanya untuk membersihkan karang gigi saja. Entahlah&#8230;mungkin Resi Bismo lebih tahu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: theloebizz</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/17/kenapa-mesti-malas-ke-dokter/#comment-5843</link>
		<dc:creator>theloebizz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 10:55:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=398#comment-5843</guid>
		<description>aroma klinik or RS or watever yg berhubungan dgn pengobatan memang mencekam jd wajar aja kita sering ketakutan, tp klo uda ga tahan mah mo gmn lg.. &quot;terpaksaaaa..&quot; :(

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Theloebizz&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;
Iya ya...bau karbol, biarpun sekarang karbolnya berbau wangi, tapi tetap aja senewen terutama kalau ada pasien yang di dorong-dorong.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aroma klinik or RS or watever yg berhubungan dgn pengobatan memang mencekam jd wajar aja kita sering ketakutan, tp klo uda ga tahan mah mo gmn lg.. &#8220;terpaksaaaa..&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Theloebizz</strong></em><br />
Iya ya&#8230;bau karbol, biarpun sekarang karbolnya berbau wangi, tapi tetap aja senewen terutama kalau ada pasien yang di dorong-dorong.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
