<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Perlu &#8220;konsep yang matang&#8221; dalam suatu lomba</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 10:04:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: tini</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6309</link>
		<dc:creator>tini</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:55:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6309</guid>
		<description>menyenangkan ya bu punya atasan yang suka berargumentasi, karena jarang sekali bu, atasan yang punya goal setting untuk berdebat.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tini&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Kebiasaan diskusi memang harus dilatih...dulu saat awal masuk perusahaan, situasinya hubungan atasan bawahan jauh sekali...namun semakin banyaknya Sarjana baru yang masuk, lama kelamaan diskusi menjadi hal yang biasa, juga kritikan diterima dengan senang hati. Karena bawahan yang tukang kritik biasanya bawahan yang&lt;em&gt; care&lt;/em&gt;, pandai-pandailah atasan mengajak diskusi dan menjelaskan permasalahannya, dan kalau bawahan menerima penjelasan, mereka akan menjadi orang yang loyal pada perusahaan (bukan loyal pada atasan lho!).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menyenangkan ya bu punya atasan yang suka berargumentasi, karena jarang sekali bu, atasan yang punya goal setting untuk berdebat.</p>
<p><em><strong>Tini</strong></em>,<br />
Kebiasaan diskusi memang harus dilatih&#8230;dulu saat awal masuk perusahaan, situasinya hubungan atasan bawahan jauh sekali&#8230;namun semakin banyaknya Sarjana baru yang masuk, lama kelamaan diskusi menjadi hal yang biasa, juga kritikan diterima dengan senang hati. Karena bawahan yang tukang kritik biasanya bawahan yang<em> care</em>, pandai-pandailah atasan mengajak diskusi dan menjelaskan permasalahannya, dan kalau bawahan menerima penjelasan, mereka akan menjadi orang yang loyal pada perusahaan (bukan loyal pada atasan lho!).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Resi Bismo</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6117</link>
		<dc:creator>Resi Bismo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 14:09:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6117</guid>
		<description>Saya pernah mengikuti lomba bahasa inggris takkala duduk di SMP, formatnya story telling, kita bercerita ttg suatu kisah dengan  english dan menggunakan mimik yg berbeda2. Bagaimana membuat audiens menangis, tertawa dan tegang adalah faktor2 yg menentukan dalam lomba tersebut. Sayang saya tertahan hingga tingkat kota madya jakarta selatan, lumayan lah buat pengalaman.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Resi Bismo&lt;/strong&gt;,&lt;/em&gt; 
Saya belum pernah melihat lomba semacam ini, pasti seru ya....karena yang ikut lomba, harus bisa berakting bak seorang aktor. Terbayang deh serunya.....walau kalah, itu merupakan pengalaman menarik yang tak terlupakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah mengikuti lomba bahasa inggris takkala duduk di SMP, formatnya story telling, kita bercerita ttg suatu kisah dengan  english dan menggunakan mimik yg berbeda2. Bagaimana membuat audiens menangis, tertawa dan tegang adalah faktor2 yg menentukan dalam lomba tersebut. Sayang saya tertahan hingga tingkat kota madya jakarta selatan, lumayan lah buat pengalaman.</p>
<p><em><strong>Resi Bismo</strong>,</em><br />
Saya belum pernah melihat lomba semacam ini, pasti seru ya&#8230;.karena yang ikut lomba, harus bisa berakting bak seorang aktor. Terbayang deh serunya&#8230;..walau kalah, itu merupakan pengalaman menarik yang tak terlupakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ren2</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6053</link>
		<dc:creator>ren2</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 08:25:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6053</guid>
		<description>Wah jadi ingat waktu ikut IVED (inter varsity english debating) 2002 di USU ;-)

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ren2&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Pengalaman yang menyenangkan bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah jadi ingat waktu ikut IVED (inter varsity english debating) 2002 di USU <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Ren2</strong></em>,<br />
Pengalaman yang menyenangkan bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: realylife</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6038</link>
		<dc:creator>realylife</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 09:14:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6038</guid>
		<description>bener banget bunda
dan rasa-rasanya hal itu berlaku untuk semua hal yang kita kerjakan
setuju ?

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Realylife&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Yup...setuju</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener banget bunda<br />
dan rasa-rasanya hal itu berlaku untuk semua hal yang kita kerjakan<br />
setuju ?</p>
<p><em><strong>Realylife</strong></em>,<br />
Yup&#8230;setuju</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aries</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6033</link>
		<dc:creator>aries</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 05:27:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6033</guid>
		<description>Wah..., bisa kebayang serunya. Yang jelas banyak point plus yang kita dapat dari situ. SUKSES !!!

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Aries&lt;/strong&gt;,&lt;/em&gt;
Betul...banyak sekali manfaat yang diperoleh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230;, bisa kebayang serunya. Yang jelas banyak point plus yang kita dapat dari situ. SUKSES !!!</p>
<p><em><strong>Aries</strong>,</em><br />
Betul&#8230;banyak sekali manfaat yang diperoleh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Edi Psw</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6031</link>
		<dc:creator>Edi Psw</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:55:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6031</guid>
		<description>Debat, seru. Tapi kadang-kadang sampai terbawa emosi.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Edipsw&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Wahh jangan emosi....karena sebetulnya adu pendapat, yang nanti akan sama-sama mendapat manfaat. Di bidang pekerjaan, inilah yang harus dilatih dan di dorong untuk anak-anak, karena saat ini, tak ada lagi yang bekerja sendiri, semua dalam bentuk tim. Dan sebelum tim bergerak, selalu ada ajang diskusi, disini orang dilatih tak boleh menang sendiri, tapi juga harus mau mendengarkan pendapat orang lain. Orang-orang yang pandai komunikasi, itulah yang nantinya pantas untuk menduduki pimpinan, karena bisa mengelola tim dengan baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Debat, seru. Tapi kadang-kadang sampai terbawa emosi.</p>
<p><em><strong>Edipsw</strong></em>,<br />
Wahh jangan emosi&#8230;.karena sebetulnya adu pendapat, yang nanti akan sama-sama mendapat manfaat. Di bidang pekerjaan, inilah yang harus dilatih dan di dorong untuk anak-anak, karena saat ini, tak ada lagi yang bekerja sendiri, semua dalam bentuk tim. Dan sebelum tim bergerak, selalu ada ajang diskusi, disini orang dilatih tak boleh menang sendiri, tapi juga harus mau mendengarkan pendapat orang lain. Orang-orang yang pandai komunikasi, itulah yang nantinya pantas untuk menduduki pimpinan, karena bisa mengelola tim dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: FraterTelo</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6030</link>
		<dc:creator>FraterTelo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:54:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6030</guid>
		<description>jadi ingat dulu pernah ikut debat  model gini, format australasia. seneng bisa debat kayak gitu n setuju banget kalau bukan hanya kemampuan bahasa yang diasah tapi juga wawasan umum. salut untuk anak2 yang semangat ikut debat seperti ini.
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Frater Telo&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Betul...dan perdebatan adalah ilmu yang baik untuk dikuasai, dan jangan harus menang, dan tak mau mengalah. Debat yang baik, akan memberikan &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; pengalaman. Saya baru tahu, ternyata sulungku pernah juga lomba debat antar anak SMU di Jakarta, walaupun kalah (no.2), dia sangat menghormati lawannya, karena pengetahuan mereka benar-benar luas, dengan memberikan contoh-contoh nyata yang tak terbantahkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi ingat dulu pernah ikut debat  model gini, format australasia. seneng bisa debat kayak gitu n setuju banget kalau bukan hanya kemampuan bahasa yang diasah tapi juga wawasan umum. salut untuk anak2 yang semangat ikut debat seperti ini.<br />
<em><br />
<strong>Frater Telo</strong></em>,<br />
Betul&#8230;dan perdebatan adalah ilmu yang baik untuk dikuasai, dan jangan harus menang, dan tak mau mengalah. Debat yang baik, akan memberikan <em>sharing</em> pengalaman. Saya baru tahu, ternyata sulungku pernah juga lomba debat antar anak SMU di Jakarta, walaupun kalah (no.2), dia sangat menghormati lawannya, karena pengetahuan mereka benar-benar luas, dengan memberikan contoh-contoh nyata yang tak terbantahkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6027</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 23:37:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6027</guid>
		<description>Saya kebetulan adalah orang yang senang sekali berdebat tetapi letak kepuasan utama dari sebuah perdebatan untuk saya bukanlah masalah menang atau kalahnya. Kepuasan utama saya dari berdebat adalah saya selalu bisa belajar dan menambah wawasan dari perdebatan itu. Kalau kita kalah tentu kita bisa banyak belajar dari yang menang bahkan jikalau kita menangpun terkadang kita bisa mengambil sesuatu yang berguna dari yang kalah.......

Menurut saya perdebatan yang &quot;paling berat&quot; adalah perdebatan masalah antaragama atau kepercayaan, masalahnya dalam kasus ini hampir tidak ada referensi &quot;yang bisa dipakai bersama&quot;, karena masing2 &quot;hanya&quot; mengandalkan referensi dari apa yang dipercayainya atau minimal dari visi yang dipercayainya. Jadi topik2 perdebatan antaragama ini sangat bersifat subyektif dan hampir pasti tidak akan ada titik temu..........

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kang Yari NK&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Saya malah tak berani menyinggung masalah itu, karena ilmu saya sangat sedikit, justru saya banyak belajar dari si sulung tentang agama...entahlah anak itu seneng banget baca. Dan ternyata berdebat dengan anak menyenangkan, saya terkaget-kaget dengan perkembangan ilmunya, syukurlah mereka berkembang baik, dan mudah2an tetap baik untuk seterusnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kebetulan adalah orang yang senang sekali berdebat tetapi letak kepuasan utama dari sebuah perdebatan untuk saya bukanlah masalah menang atau kalahnya. Kepuasan utama saya dari berdebat adalah saya selalu bisa belajar dan menambah wawasan dari perdebatan itu. Kalau kita kalah tentu kita bisa banyak belajar dari yang menang bahkan jikalau kita menangpun terkadang kita bisa mengambil sesuatu yang berguna dari yang kalah&#8230;&#8230;.</p>
<p>Menurut saya perdebatan yang &#8220;paling berat&#8221; adalah perdebatan masalah antaragama atau kepercayaan, masalahnya dalam kasus ini hampir tidak ada referensi &#8220;yang bisa dipakai bersama&#8221;, karena masing2 &#8220;hanya&#8221; mengandalkan referensi dari apa yang dipercayainya atau minimal dari visi yang dipercayainya. Jadi topik2 perdebatan antaragama ini sangat bersifat subyektif dan hampir pasti tidak akan ada titik temu&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><em><strong>Kang Yari NK</strong></em>,<br />
Saya malah tak berani menyinggung masalah itu, karena ilmu saya sangat sedikit, justru saya banyak belajar dari si sulung tentang agama&#8230;entahlah anak itu seneng banget baca. Dan ternyata berdebat dengan anak menyenangkan, saya terkaget-kaget dengan perkembangan ilmunya, syukurlah mereka berkembang baik, dan mudah2an tetap baik untuk seterusnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ade</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6025</link>
		<dc:creator>Ade</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 16:45:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6025</guid>
		<description>Debat-mendebat yang paling susah biasanya dalam menghadapi orang yang lebih tua.
Ada percampuran antara keinginan mempertahankan argumentasi, tetap menghormati, pemilihan kata, dan sungkan.
Tidak bisa asal bantai walaupun sudah yakin benar, logis, dan siap bahan.
Apalagi dalam urusan meminta restu ^_^

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ade&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, 
Komentarmu kok menjurus terus kearah situ ya....kalau soal meminta restu, belajar sana sama Narpen, bagaimana dulunya meyakinkan bokapnya...hehehe...dalam hal apapun.
Justru dengan orang lebih tua, harus dipelajari....karena nanti kita akan banyak ditentukan atas bagaimana bisa mempresentasikan, meyakinkan atasan, lingkungan sekitar bahwa pendapat kita benar. Saya banyak belajar dari konsultan (mau ditulis, belum sempat), bagaimana mereka bisa mempresentasikan dan menjawab serangan tetap dengan santun. Latihan ini perlu Ade, untuk karirmu nanti, karena semakin tinggi karir seseorang, dia akan makin banyak ketemu orang, harus setiap kali meyakinkan orang lain, mempengaruhi agar mendukung ide kita.....saya merindukan masa-masa itu....:P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Debat-mendebat yang paling susah biasanya dalam menghadapi orang yang lebih tua.<br />
Ada percampuran antara keinginan mempertahankan argumentasi, tetap menghormati, pemilihan kata, dan sungkan.<br />
Tidak bisa asal bantai walaupun sudah yakin benar, logis, dan siap bahan.<br />
Apalagi dalam urusan meminta restu ^_^</p>
<p><em><strong>Ade</strong></em>,<br />
Komentarmu kok menjurus terus kearah situ ya&#8230;.kalau soal meminta restu, belajar sana sama Narpen, bagaimana dulunya meyakinkan bokapnya&#8230;hehehe&#8230;dalam hal apapun.<br />
Justru dengan orang lebih tua, harus dipelajari&#8230;.karena nanti kita akan banyak ditentukan atas bagaimana bisa mempresentasikan, meyakinkan atasan, lingkungan sekitar bahwa pendapat kita benar. Saya banyak belajar dari konsultan (mau ditulis, belum sempat), bagaimana mereka bisa mempresentasikan dan menjawab serangan tetap dengan santun. Latihan ini perlu Ade, untuk karirmu nanti, karena semakin tinggi karir seseorang, dia akan makin banyak ketemu orang, harus setiap kali meyakinkan orang lain, mempengaruhi agar mendukung ide kita&#8230;..saya merindukan masa-masa itu&#8230;.:P</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jarijariampuh</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/27/perlu-konsep-yang-matang-dalam-suatu-lomba/#comment-6024</link>
		<dc:creator>jarijariampuh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 14:55:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=409#comment-6024</guid>
		<description>ada satu hal bahwa budaya debat perlu di biasakan sejak dini di Indonesia. Kami generasi tua tidak terlatih untuk itu, karena budaya ABS atau komando dari atas. Harus nurut..
Bukan masalah winning atau loosing.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mas Iman&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Betul, agar anak-anak bisa berdebat secara sehat. Kebetulan saya dulu punya bos yang baik (pernah menjadi CEO di BCA), tiap minggu mendapat buku yang harus dibaca....untuk diperdebatkan minggu depannya. Walaupun seorang Direktur, beliau seminggu sekali mengajak pertemuan, dan ajang debat dengan anak buahnya. Hasilnya tim dibawah kepemimpinan beliau sangat kuat, bisa berargumentasi, dan ini sangat berguna dalam perkembangan karir anak buahnya, yang setiap kali harus berkomunikasi dengan pihak-pihak luar.

Anak-anak sekarang lebih beruntung, dan melihat situasi kemarin, serta banyaknya anak muda yang menulis di blog akan membuat anak-anak bisa menuliskan pemikirannya, dan bagaimana menanggapi komentar, dari berbagai orang, berbagai sifat serta temperamennya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada satu hal bahwa budaya debat perlu di biasakan sejak dini di Indonesia. Kami generasi tua tidak terlatih untuk itu, karena budaya ABS atau komando dari atas. Harus nurut..<br />
Bukan masalah winning atau loosing.</p>
<p><em><strong>Mas Iman</strong></em>,<br />
Betul, agar anak-anak bisa berdebat secara sehat. Kebetulan saya dulu punya bos yang baik (pernah menjadi CEO di BCA), tiap minggu mendapat buku yang harus dibaca&#8230;.untuk diperdebatkan minggu depannya. Walaupun seorang Direktur, beliau seminggu sekali mengajak pertemuan, dan ajang debat dengan anak buahnya. Hasilnya tim dibawah kepemimpinan beliau sangat kuat, bisa berargumentasi, dan ini sangat berguna dalam perkembangan karir anak buahnya, yang setiap kali harus berkomunikasi dengan pihak-pihak luar.</p>
<p>Anak-anak sekarang lebih beruntung, dan melihat situasi kemarin, serta banyaknya anak muda yang menulis di blog akan membuat anak-anak bisa menuliskan pemikirannya, dan bagaimana menanggapi komentar, dari berbagai orang, berbagai sifat serta temperamennya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
