<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Benarkah riset pasar tak selalu mencerminkan keinginan pasar?</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Adi Utama</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-14769</link>
		<dc:creator>Adi Utama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 07:42:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-14769</guid>
		<description>Pentingnya mengetahui perilaku orang dan kelas mereka, apakah mereka jenis konsumen tetap atau sesekali beli saja. Ini melibatkan askpek psikologis dan tidak semata-mata atas dasar brand. Kalo buyer berdasarkan brand lebih segmented yang susah ini kan buyer yang random.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pentingnya mengetahui perilaku orang dan kelas mereka, apakah mereka jenis konsumen tetap atau sesekali beli saja. Ini melibatkan askpek psikologis dan tidak semata-mata atas dasar brand. Kalo buyer berdasarkan brand lebih segmented yang susah ini kan buyer yang random.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: NFAN</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-10201</link>
		<dc:creator>NFAN</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 09:01:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-10201</guid>
		<description>DAS SEIN &amp; DAS SOLEN
APAKAH DENGAN DEMIKIAN KITA AKAN MENYALAHKAN TEORI RISET YANG SELAMA INI KITA AGUNGKAN DI MARKETING.MEMANG KUNCI MARKETING INTUISI DAN IMAJINASI TETAPI KEDUANYA TIDAK AKAN BERHASIL BILA TDK DENGAN RISET. DAN ITULAH FAKTA YANG ADA ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DAS SEIN &amp; DAS SOLEN<br />
APAKAH DENGAN DEMIKIAN KITA AKAN MENYALAHKAN TEORI RISET YANG SELAMA INI KITA AGUNGKAN DI MARKETING.MEMANG KUNCI MARKETING INTUISI DAN IMAJINASI TETAPI KEDUANYA TIDAK AKAN BERHASIL BILA TDK DENGAN RISET. DAN ITULAH FAKTA YANG ADA &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suharno</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6858</link>
		<dc:creator>suharno</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 11:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6858</guid>
		<description>Salam kenal. Saya, suharno, dosen progdi akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo. Terima kasih atas tulisan2 ibu yang banyak memberikan wawasan dan tambahan wacana bagi saya. Mohon ijin sebagian tulisan ibu saya gunakan untuk bahan pembelajaran. Nuwun.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Suharno&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Salam kenal juga....silahkan mas, saya malah senang jika bisa membantu, walaupun tulisan saya bukan dari segi ilmiah, tapi berdasarkan pengalaman saya selama ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal. Saya, suharno, dosen progdi akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo. Terima kasih atas tulisan2 ibu yang banyak memberikan wawasan dan tambahan wacana bagi saya. Mohon ijin sebagian tulisan ibu saya gunakan untuk bahan pembelajaran. Nuwun.</p>
<p><em><strong>Suharno</strong></em>,<br />
Salam kenal juga&#8230;.silahkan mas, saya malah senang jika bisa membantu, walaupun tulisan saya bukan dari segi ilmiah, tapi berdasarkan pengalaman saya selama ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tukang Ketik</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6194</link>
		<dc:creator>Tukang Ketik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 05:22:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6194</guid>
		<description>jadi kayak ini:

http://adiwirasta.blogspot.com/2008/04/brand.html

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tukang ketik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Memang sulit menebak keinginan pelanggan, dan penelitian atau survey benar-benar harus sesuai dengan produk/jasa yang akan dipasarkan.
Ada contoh, suatu perusahaan rokok mengeluarkan produk baru, iklan digenjot, diamati...kok penjualan naiknya pelan...akhirnya diubah iklannya, untuk segmen anak muda menengah atas yang gaul...dan karena segmen pasarnya disitu, maka harga dinaikkan (malu kan, kalau beli produk murah)...tahu nggak apa yang terjadi? Penjualan melesat....padahal cuma ganti iklan dan harga dinaikan, dan merubah &lt;em&gt;packaging&lt;/em&gt; sedikit...itulan konsumen dan ini kisah nyata (cuma &lt;em&gt;off the record&lt;/em&gt;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi kayak ini:</p>
<p><a href="http://adiwirasta.blogspot.com/2008/04/brand.html" rel="nofollow">http://adiwirasta.blogspot.com/2008/04/brand.html</a></p>
<p><em><strong>Tukang ketik</strong></em>,<br />
Memang sulit menebak keinginan pelanggan, dan penelitian atau survey benar-benar harus sesuai dengan produk/jasa yang akan dipasarkan.<br />
Ada contoh, suatu perusahaan rokok mengeluarkan produk baru, iklan digenjot, diamati&#8230;kok penjualan naiknya pelan&#8230;akhirnya diubah iklannya, untuk segmen anak muda menengah atas yang gaul&#8230;dan karena segmen pasarnya disitu, maka harga dinaikkan (malu kan, kalau beli produk murah)&#8230;tahu nggak apa yang terjadi? Penjualan melesat&#8230;.padahal cuma ganti iklan dan harga dinaikan, dan merubah <em>packaging</em> sedikit&#8230;itulan konsumen dan ini kisah nyata (cuma <em>off the record</em>)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bambosi</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6061</link>
		<dc:creator>Bambosi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 01:58:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6061</guid>
		<description>Riset maupun survey gak tepat sasaran, jadi gak menggambarkan keinginan pasar

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bambosi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Hmm ya, memang ternyata tak mudah untuk membuat riset pasar, harus tepat sasaran, agar hasilnya tak bias....teorinya mudah, tapi prrakteknya sulit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Riset maupun survey gak tepat sasaran, jadi gak menggambarkan keinginan pasar</p>
<p><em><strong>Bambosi</strong></em>,<br />
Hmm ya, memang ternyata tak mudah untuk membuat riset pasar, harus tepat sasaran, agar hasilnya tak bias&#8230;.teorinya mudah, tapi prrakteknya sulit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Akhmad Guntar</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6056</link>
		<dc:creator>Akhmad Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 15:43:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6056</guid>
		<description>Posting yg sangat dalam dan informatif. &lt;a href=&quot;http://akhmadguntar.com/wawasan/tingkatkan-kecepatan-penilaian/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Waktu saya dulu mbaca ttg blink&lt;/a&gt;, ndak sampe kayak gini nih ulasannya. Emg kesaktiannya udah beda kok :-P

Perihal bahwa kita tyt punya dua reaksi yg berbeda thd cola tu amat menarik. Tyt bukan subyektif ya sifatnya. 

Terkait bahwa familiaritas thd produk tu amat mempengaruhi preferensi, saya pikir ini nih yg baru amat subyektif. Untuk keperluan2 yg secara value atau tingkat kepentingan tidak dianggap terlalu penting, maka adl lebih enak bg seseorang utk ngikut pendapat orang lain yg sudah punya pengalaman. Hemat waktu dan effort riset. 

Tapi beda lagi klo barang yg dibeli masuk dlm kategori hobi atau yg dianggap amat penting. Misal saja penggemar fotografi, meskipun orang lain bilang gimana, tapi dia pasti akan lebih suka klo lakukan riset sendiri. Ndak keberatan bila harus belajar hal yg baru.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Akhmad Guntar&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Mungkin saya dan mas Guntar melihat dari sisi berbeda..tapi justru disini menariknya. Sebuah buku, bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda...bayangkan jika ini dijadikan riset pasar.
Hmm ya, untuk barang-barang tertentu, memang pasarnya berbeda...terutama barang yang merupakan hobi. Jadi sama kalau kita mau menilai suatu usaha barang antik, kita tak bisa menilai sama dengan usaha perdagangan lainnya...disini pasarnya sangat terbatas, tapi mereka adalah orang-orang yang sangat fanatik, yang akan mengejar kemana pun barang itu berada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Posting yg sangat dalam dan informatif. <a href="http://akhmadguntar.com/wawasan/tingkatkan-kecepatan-penilaian/" rel="nofollow">Waktu saya dulu mbaca ttg blink</a>, ndak sampe kayak gini nih ulasannya. Emg kesaktiannya udah beda kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perihal bahwa kita tyt punya dua reaksi yg berbeda thd cola tu amat menarik. Tyt bukan subyektif ya sifatnya. </p>
<p>Terkait bahwa familiaritas thd produk tu amat mempengaruhi preferensi, saya pikir ini nih yg baru amat subyektif. Untuk keperluan2 yg secara value atau tingkat kepentingan tidak dianggap terlalu penting, maka adl lebih enak bg seseorang utk ngikut pendapat orang lain yg sudah punya pengalaman. Hemat waktu dan effort riset. </p>
<p>Tapi beda lagi klo barang yg dibeli masuk dlm kategori hobi atau yg dianggap amat penting. Misal saja penggemar fotografi, meskipun orang lain bilang gimana, tapi dia pasti akan lebih suka klo lakukan riset sendiri. Ndak keberatan bila harus belajar hal yg baru.</p>
<p><em><strong>Akhmad Guntar</strong></em>,<br />
Mungkin saya dan mas Guntar melihat dari sisi berbeda..tapi justru disini menariknya. Sebuah buku, bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda&#8230;bayangkan jika ini dijadikan riset pasar.<br />
Hmm ya, untuk barang-barang tertentu, memang pasarnya berbeda&#8230;terutama barang yang merupakan hobi. Jadi sama kalau kita mau menilai suatu usaha barang antik, kita tak bisa menilai sama dengan usaha perdagangan lainnya&#8230;disini pasarnya sangat terbatas, tapi mereka adalah orang-orang yang sangat fanatik, yang akan mengejar kemana pun barang itu berada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6054</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 13:53:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6054</guid>
		<description>mestinya riset yang dilakukan dapat mencerminkan keinginan pasar. apa maunya pasar itulah sebenarnya yang harus dipikirkan oleh para industriwan. tapi ternyata memang ada variabel lain, ya, bu, sehingga produk2 industri tak melulu berdasarkan hasil riset tapi juga ada unsur psikologinya di situ. tapi sepertinya kalau yang melakukan riset saja masih gagal, lantas bagaimana yang sama sekali tdk melakukan riste, ya, bu?

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pak Sawali&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Justru disini menariknya, karena yang namanya manusia, keinginannya selalu berubah....untuk riset pasar harus dilakukan dengan hati-hati. Tujuan barang/jasa yang dipasarkan harus jelas, memenuhi kualifikasi untuk pasar yang mana...dan tentunya orang yang dipakai sebagai nara sumber riset pasar harus sesuai. Hehehe...baca &lt;em&gt;blink &lt;/em&gt;saya makin yakin, bahwa pengalaman seseorang sangat penting untuk bisa menilai..

Dan juga harus mengenal barang/produk yang hendak ditawarkan...seperti Coke dengan mentega...ada lagi cerita es krim (kapan-kapan di posting)....semuanya ternyata mempunyai karakteristik manusia yang menikmatinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mestinya riset yang dilakukan dapat mencerminkan keinginan pasar. apa maunya pasar itulah sebenarnya yang harus dipikirkan oleh para industriwan. tapi ternyata memang ada variabel lain, ya, bu, sehingga produk2 industri tak melulu berdasarkan hasil riset tapi juga ada unsur psikologinya di situ. tapi sepertinya kalau yang melakukan riset saja masih gagal, lantas bagaimana yang sama sekali tdk melakukan riste, ya, bu?</p>
<p><em><strong>Pak Sawali</strong></em>,<br />
Justru disini menariknya, karena yang namanya manusia, keinginannya selalu berubah&#8230;.untuk riset pasar harus dilakukan dengan hati-hati. Tujuan barang/jasa yang dipasarkan harus jelas, memenuhi kualifikasi untuk pasar yang mana&#8230;dan tentunya orang yang dipakai sebagai nara sumber riset pasar harus sesuai. Hehehe&#8230;baca <em>blink </em>saya makin yakin, bahwa pengalaman seseorang sangat penting untuk bisa menilai..</p>
<p>Dan juga harus mengenal barang/produk yang hendak ditawarkan&#8230;seperti Coke dengan mentega&#8230;ada lagi cerita es krim (kapan-kapan di posting)&#8230;.semuanya ternyata mempunyai karakteristik manusia yang menikmatinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: infogue</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6052</link>
		<dc:creator>infogue</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 06:41:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6052</guid>
		<description>Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel &amp; vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah &amp; singkat. Salam Blogger!

http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com
http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/benarkah_riset_pasar_tak_selalu_mencerminkan_keinginan_pasar_</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel &amp; vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah &amp; singkat. Salam Blogger!</p>
<p><a href="http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com" rel="nofollow">http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com</a><br />
<a href="http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/benarkah_riset_pasar_tak_selalu_mencerminkan_keinginan_pasar_" rel="nofollow">http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/benarkah_riset_pasar_tak_selalu_mencerminkan_keinginan_pasar_</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Taufik</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6051</link>
		<dc:creator>Taufik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 06:18:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6051</guid>
		<description>Wah, posting yg sangat bermanfaat.

Mungkin ini bisa menjelaskan kenapa pangsa pasar Apple Inc. meningkat belakangan ini

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Taufik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Kita bisa belajar dari kasus-kasus yang pernah terjadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, posting yg sangat bermanfaat.</p>
<p>Mungkin ini bisa menjelaskan kenapa pangsa pasar Apple Inc. meningkat belakangan ini</p>
<p><em><strong>Taufik</strong></em>,<br />
Kita bisa belajar dari kasus-kasus yang pernah terjadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/04/28/benarkah-riset-pasar-tak-selalu-mencerminkan-keinginan-pasar/#comment-6049</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:05:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=410#comment-6049</guid>
		<description>Sebenarnya maksud hati setiap riset pasar pasti adalah keinginan di pasar, namun karena terlalu banyaknya variabel2 yang terlibat di dalamnya dan variabel2 (yang mempengaruhi selera pasar) tersebut sangat dinamis dari waktu ke waktu, maka seringkali riset tersebut tidak mencerminkan riset pasar! Bahkan hal tersebut dapat terjadi di perusahaan2 besar seperti: Coca Cola dengan New Coke-nya, seperti yang digambarkan ibu di atas, juga Kodak dengan Disc Filmnya yang gagal total di pasaran dan masih banyak lagi..........

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kang Yari NK&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Memang sulit memahami pasar, sebagaimana sifat orang yang selalu berubah-ubah. Tapi justru disini menariknya kan? Dengan mempelajari kasus-kasus seperti Coke vs Pepsi dan yang lain, kita bisa belajar banyak, agar tak mudah puas, tak mudah menilai, dan membaca hasil riset dengan hati-hati.
Dulu di perusahaan, harus ada &lt;em&gt;job opening&lt;/em&gt; untuk jabatan tertentu, untuk wawancara sebelum dengan manajemen, semua dilakukan oleh psikolog. Saya termasuk yang diwawancara dan lulus...karena saya lulus, saya berani bilang pada manajemen, bahwa konsultan tadi sebetulnya tak sesuai...karena dia hanya tahu perilaku manusia secara umum...sedang bidang ilmu tertentu, seperti untuk perbankan, IT, teknik...haruslah wawancara dilakukan oleh orang yang ahli di bidang itu, kalau tidak banyak biaya terhambur percuma....apalagi ini untuk kelas &lt;em&gt;senior manager&lt;/em&gt;, yang job nya sangat spesifik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya maksud hati setiap riset pasar pasti adalah keinginan di pasar, namun karena terlalu banyaknya variabel2 yang terlibat di dalamnya dan variabel2 (yang mempengaruhi selera pasar) tersebut sangat dinamis dari waktu ke waktu, maka seringkali riset tersebut tidak mencerminkan riset pasar! Bahkan hal tersebut dapat terjadi di perusahaan2 besar seperti: Coca Cola dengan New Coke-nya, seperti yang digambarkan ibu di atas, juga Kodak dengan Disc Filmnya yang gagal total di pasaran dan masih banyak lagi&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><em><strong>Kang Yari NK</strong></em>,<br />
Memang sulit memahami pasar, sebagaimana sifat orang yang selalu berubah-ubah. Tapi justru disini menariknya kan? Dengan mempelajari kasus-kasus seperti Coke vs Pepsi dan yang lain, kita bisa belajar banyak, agar tak mudah puas, tak mudah menilai, dan membaca hasil riset dengan hati-hati.<br />
Dulu di perusahaan, harus ada <em>job opening</em> untuk jabatan tertentu, untuk wawancara sebelum dengan manajemen, semua dilakukan oleh psikolog. Saya termasuk yang diwawancara dan lulus&#8230;karena saya lulus, saya berani bilang pada manajemen, bahwa konsultan tadi sebetulnya tak sesuai&#8230;karena dia hanya tahu perilaku manusia secara umum&#8230;sedang bidang ilmu tertentu, seperti untuk perbankan, IT, teknik&#8230;haruslah wawancara dilakukan oleh orang yang ahli di bidang itu, kalau tidak banyak biaya terhambur percuma&#8230;.apalagi ini untuk kelas <em>senior manager</em>, yang job nya sangat spesifik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
