Sebagai pengajar, tentunya kita menginginkan hasil evaluasi, bagaimana cara kita mengajar, apakah memang mudah dipahami, bagaimana pengaturan waktunya dan sebagainya. Sedangkan bagi pengelola program pendidikan, perlu juga mengetahui apakah para pengajar telah melakukan tugasnya sesuai yang diinginkan. Bagaimana cara kita mengetahuinya, adakah suatu instrumen yang dapat digunakan untuk menilai hal tersebut?
Pada umumnya, sebelum dilakukan suatu program pendidikan/pelatihan, maka tim pengajar dikumpulkan lebih dulu, kemudian penyelenggara pendidikan akan menjelaskan, apa tujuan dari pendidikan ini, siapa para pesertanya, latar belakang peserta, serta kedalaman dari materi yang akan diajarkan. Sekedar memahami, atau apakah nantinya harus bisa langsung dipraktekkan dilapangan atau seperti apa? Dari sini akan muncul diskusi, jika penyelenggara menginginkan kedalaman materi, yang pesertanya langsung dapat mengaplikasikan dilapangan, diperlukan kriteria para peserta yang dapat ikut pendidikan. Ketidak sesuaian pemahaman, akan membuat hasil pendidikan tak sesuai dengan yang diinginkan, apalagi jika peserta terdiri dari berbagai perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia, yang selain kendala budaya, juga ketidak seragaman pengetahuan dan kemampuan para peserta untuk menyerap ilmu yang diberikan.
Salah satu alat untuk memantau, apakah para tim pengajar telah memahami yang diinginkan pengelola pendidikan, maka pengajar sebelumnya harus menyerahkan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (disingkat GBPP), sekaligus dengan materi yang akan diberikan. Pengelola program pendidikan akan membaca dan menilai GBPP, untuk melihat apakah isi materi yang tercantum dalam GBPP telah sesuai dengan tujuan pendidikan yang akan diadakan.
Apakah GBPP itu?
GBPP atau Garis-garis Besar Program Pembelajaran, merupakan panduan pelaksanaan pembelajaran, yang menjelaskan apa judul materi pelajaran yang akan diberikan, apa nama pendidikannya, berapa jumlah sesinya, gambaran singkat tujuan pembelajaran, serta sub pokok bahasan dan alat atau metode yang digunakan.
Sebagai contoh:
Lembaga pendidikan XYZ berencana memberikan training dengan materi Credit Risk Management. Maka Lembaga XYZ tadi akan meminta pengajar profesional, yang selama ini telah banyak membantunya, untuk membuat ringkasan GBPP, dengan penjelasan sebagai berikut:
- Materi : Credit Risk Management
- Nama pendidikan : Branch Manager
- Jumlah sesi : 7 sesi (termasuk diskusi)
- Diskripsi singkat : Pada pelatihan ini, peserta akan diberikan pemahaman mengenai credit risk rating, credit evaluation process, serta frame work credit risk management secara umum
- Tujuan instruksional Umum/TIU : Peserta dapat mengidentifikasi dan menganalisis risiko portofolio, melakukan mitigasi risiko finansial untuk melindungi sumber-sumber pembayaran kembali dengan manajemen portfolio pinjaman dan collateral yang baik. Selain itu peserta diharapkan dapat mengembangkan portfolio yang terkait dengan pemberian pinjaman.
- Pendekatan: Metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pelatihan ini adalah active training method, yaitu dengan memilih aktivitas-aktivitas pendukung seperti ceramah interaktif, role play, permainan, alat bantu visual, diskusi, studi kasus, demonstrasi dan sebagainya.
- Soft kompetensi terkait : Berpikir konseptual, strategis, memiliki dorongan berprestasi, integritas, membina hubungan dengan konsumen.
Berdasarkan penjelasan tersebut, pengajar diminta untuk mengisi tabel, apa isi pokok bahasan yang akan diberikan, sub pokok bahasan, durasi yang diperlukan, metode yang akan digunakan, serta daftar pustaka yang digunakan sebagai referensi mengajar.
Bagaimana pengajar memberikan alokasi dan sub bahasan materi yang akan diajarkan?
Setelah menerima instruksi dari penyelenggara pendidikan, maka pengajar akan menuangkan isi materi yang akan diajarkan sebagaimana pada tabel di bawah ini:
Dari tabel tersebut penyelenggara akan bisa menilai, apakah kira-kira materi yang hendak disampaikan sudah cukup sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, maka paling tidak pengelola pendidikan bisa melihat dari isi materi yang diajarkan, pada proses sebelum pengajaran, kemudian dibuatkan form evaluasi untuk pengajar. Pengajar juga diminta membuat soal ujian dan tugas-tugas yang akan didiskusikan di kelas, tugas-tugas ini hendaknya juga dinilai oleh pengelola pendidikan, apakah memang sudah sesuai dengan yang diinginkan.
Selanjutnya pemilihan pengajar juga menentukan keberhasilan pembelajaran, apalagi jika pendidikan yang digunakan berupa short course, dan pesertanya adalah orang-orang yang telah bekerja, dan pada umumnya perusahaan yang mengirimkan pekerjanya untuk dididik, mengharapkan agar ilmu yang diberikan dapat langsung diaplikasikan dilapangan. Oleh karena itu pendidikan juga harus bersifat edutainment (education and entertainment), sehingga situasi belajar mengajar menjadi menyenangkan. Dan hal ini disadari, karena dengan materi yang sama, hasilnya akan berbeda, tergantung siapa yang membawakannya.
Bahan Bacaan:
Dari berbagai sumber, dan pengalaman penulis sebagai pengajar, serta pengelola program pendidikan
Categories:

