<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Garis-garis Besar Program Pembelajaran, bermanfaat agar  suatu pelatihan mencapai sasaran yang telah ditetapkan</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 05:14:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: harlmupe</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/#comment-6306</link>
		<dc:creator>harlmupe</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 01:03:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=413#comment-6306</guid>
		<description>Mohon maaf, agak keluar jalur sedikit, karena pada artikel terdahulu ada mengenai Produk perbankan Syareah. Kalau tidak keberatan dan ikhlas, dapatkah ibu memberikan ilmu sedikit kepada saya, mengenai akuntansi untuk dana talangan haji. Semoga amal ibadah anda akan dibalas oleh ALLAH SWT dengan berlipat ganda.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Harlmupe&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Maksudnya akuntansi dari sisi Bank Syariah....untuk memahami ini, kita juga harus mengerti sistim keuangan yang digunakan di Bank tsb, SOP nya dsb nya. Dan tentu semua harus sesuai dengan PSAK...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf, agak keluar jalur sedikit, karena pada artikel terdahulu ada mengenai Produk perbankan Syareah. Kalau tidak keberatan dan ikhlas, dapatkah ibu memberikan ilmu sedikit kepada saya, mengenai akuntansi untuk dana talangan haji. Semoga amal ibadah anda akan dibalas oleh ALLAH SWT dengan berlipat ganda.</p>
<p><em><strong>Harlmupe</strong></em>,<br />
Maksudnya akuntansi dari sisi Bank Syariah&#8230;.untuk memahami ini, kita juga harus mengerti sistim keuangan yang digunakan di Bank tsb, SOP nya dsb nya. Dan tentu semua harus sesuai dengan PSAK&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibeth</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/#comment-6291</link>
		<dc:creator>ibeth</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 06:24:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=413#comment-6291</guid>
		<description>makasih  yah infonya   sangat berguna  bagi kami.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ibeth&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Syukrlah jika bermanfaat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih  yah infonya   sangat berguna  bagi kami.</p>
<p><em><strong>Ibeth</strong></em>,<br />
Syukrlah jika bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: FraterTelo</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/#comment-6098</link>
		<dc:creator>FraterTelo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 03:49:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=413#comment-6098</guid>
		<description>Sebagai Anak Didik, saya merasakan bosan ketika cara mengajar Sang Pengajar amburadul. Kendati topik yang diusung sebenarnya menarik, namun karena Sang Pengajar terlalu monoton maka tak banyak yang bisa diserap. Boro-boro nyerap! mendengarkan saja tidak.

Oleh karena itu, saya pikir selain persiapan materi juga harus ada persiapan metodologi. Penggunaan gambar-gambar visual dan hal-hal lain yang menarik dan menghibur menjadi perlu.

Satu lagi bu, selain transfer knowledge, tugas pengajar adalah transfer energy.
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Frater Telo&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Tugas pengajar juga harus menjadi motivator, makanya ada istilah &lt;em&gt;role play.&lt;/em&gt;..yang seperti bermain, sehingga tak ada yang mengantuk. Pengajar yang baik, umumnya juga motivator ulung, materi yang susah menjadi terasa mudah karena penyajiannya menarik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai Anak Didik, saya merasakan bosan ketika cara mengajar Sang Pengajar amburadul. Kendati topik yang diusung sebenarnya menarik, namun karena Sang Pengajar terlalu monoton maka tak banyak yang bisa diserap. Boro-boro nyerap! mendengarkan saja tidak.</p>
<p>Oleh karena itu, saya pikir selain persiapan materi juga harus ada persiapan metodologi. Penggunaan gambar-gambar visual dan hal-hal lain yang menarik dan menghibur menjadi perlu.</p>
<p>Satu lagi bu, selain transfer knowledge, tugas pengajar adalah transfer energy.<br />
<em><br />
<strong>Frater Telo</strong></em>,<br />
Tugas pengajar juga harus menjadi motivator, makanya ada istilah <em>role play.</em>..yang seperti bermain, sehingga tak ada yang mengantuk. Pengajar yang baik, umumnya juga motivator ulung, materi yang susah menjadi terasa mudah karena penyajiannya menarik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/#comment-6096</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 23:32:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=413#comment-6096</guid>
		<description>Betul bu.... bukan hanya anak kecil saja yang perlu edutainment tapi orang2 dewasa juga perlu tuh edutainment, mungkin karena kalau via edutainment, fikiran bisa lebih sedikit rileks sehingga orang bisa berfikir lebih jernih dan tidak cepat lelah. 

Edutainment sebenarnya bisa dalam bentuk yang lain loh bu, kalau kita lihat &lt;i&gt;textbook-textbook&lt;/i&gt; terbaru keluaran Amerika yang tebal2 itu, mereka secara tak langsung sudah memasukan unsur entertainment ke dalam buku2nya, sekarang buku2 teks pelajaran keluaran Amerika semuanya sudah &lt;i&gt;full-colour&lt;/i&gt; ditambah grafis2 dan gambar2 yang indah yang sangat memanjakan mata bahkan beberapa ada yang memasukkan kartun2 lucu yang berhubungan dengan topik2 dalam bab tersebut..... jadinya selain fikiran lebih rileks, kitapun jadi tertarik untuk membacanya terus.....
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Kang Yari NK&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Gejala memberikan pendidikan dengan &lt;em&gt;edutainment style&lt;/em&gt; ini telah terjadi 15 tahun belakangan ini.....karena ternyata daya serap peserta lebih tinggi. Kadang dipadu dengan &lt;em&gt;out bound &lt;/em&gt;dan sebagainya. Tapi kan tetap materinya harus disesuaikan, apakah berupa konseptual (biasanya untuk kelas manager ke atas), atau aplikasi, yang nantinya harus bisa diterapkan langsung dilapangan, atau seperti apa.
Iya, buku komikpun sekarang lucu-lucu, saya melihat dari koleksi anakku, gambarnya makin beragam....kemungkinan juga karena semakin majunya ilmu grafis....dan kreativitas orang yang semakin tak terbatas. Kalau sudah begini, kayaknya otak ini kayak deret hitung, dan ilmu yang hendak dikejar (padahal masih ilmu yang &lt;em&gt;in line&lt;/em&gt; dengan latar belakang pendidikan kita) seperti deret hitung. Tapi justru saya melihat disinilah tantangannya, apakah kita berani mengambil tantangan tsb?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul bu&#8230;. bukan hanya anak kecil saja yang perlu edutainment tapi orang2 dewasa juga perlu tuh edutainment, mungkin karena kalau via edutainment, fikiran bisa lebih sedikit rileks sehingga orang bisa berfikir lebih jernih dan tidak cepat lelah. </p>
<p>Edutainment sebenarnya bisa dalam bentuk yang lain loh bu, kalau kita lihat <i>textbook-textbook</i> terbaru keluaran Amerika yang tebal2 itu, mereka secara tak langsung sudah memasukan unsur entertainment ke dalam buku2nya, sekarang buku2 teks pelajaran keluaran Amerika semuanya sudah <i>full-colour</i> ditambah grafis2 dan gambar2 yang indah yang sangat memanjakan mata bahkan beberapa ada yang memasukkan kartun2 lucu yang berhubungan dengan topik2 dalam bab tersebut&#8230;.. jadinya selain fikiran lebih rileks, kitapun jadi tertarik untuk membacanya terus&#8230;..<br />
<em><br />
<strong>Kang Yari NK</strong></em>,<br />
Gejala memberikan pendidikan dengan <em>edutainment style</em> ini telah terjadi 15 tahun belakangan ini&#8230;..karena ternyata daya serap peserta lebih tinggi. Kadang dipadu dengan <em>out bound </em>dan sebagainya. Tapi kan tetap materinya harus disesuaikan, apakah berupa konseptual (biasanya untuk kelas manager ke atas), atau aplikasi, yang nantinya harus bisa diterapkan langsung dilapangan, atau seperti apa.<br />
Iya, buku komikpun sekarang lucu-lucu, saya melihat dari koleksi anakku, gambarnya makin beragam&#8230;.kemungkinan juga karena semakin majunya ilmu grafis&#8230;.dan kreativitas orang yang semakin tak terbatas. Kalau sudah begini, kayaknya otak ini kayak deret hitung, dan ilmu yang hendak dikejar (padahal masih ilmu yang <em>in line</em> dengan latar belakang pendidikan kita) seperti deret hitung. Tapi justru saya melihat disinilah tantangannya, apakah kita berani mengambil tantangan tsb?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Santri Gundhul</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/#comment-6092</link>
		<dc:creator>Santri Gundhul</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 16:57:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=413#comment-6092</guid>
		<description>Pengalaman saya neh Bu, beberapa kali ikutan Pelatihan ( Training ) guna menunjang maslah di Perusahaan, sayangnya para Instruktur KURANG menguasai LAPANGAN. Jadi terkesan malah KETINGGALAN dengan peserta Training yang sudah terbiasa praktek langsung di Lapangan. 

Materi yang disajikan KETINGGALAN baik dari sisi Peralatan maupun Teknologi.

Jadi....???. Pelatihan menjadi ajang REFRESING saja...

Bagus...bagus sekali Konsepnya bu Ratna

Salam
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Santri gundul&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Memilih lembaga training memang harus dilakukan secara teliti, sehingga hasil yang kita peroleh dari training bisa langsung diterapkan dilapangan. Saya dulu tugasnya antara lain meneliti Lembaga training mana yang layak dipakai untuk mendidik para pegawai...jika untuk kelas tertentu diselenggarakan secara internal (perusahaan tempat saya kerja punya lembaga pelatihan sendiri, untuk mendidik karyawannya), atau bisa melalui &lt;em&gt;in house training.&lt;/em&gt;..pengajar dari luar, tapi seluruh peserta dari satu perusahaan. Saat pemilihan memang ketat, siapa yang akan mengajar, materinya seperti apa, dan kedalaman yang kita minta, beserta &lt;em&gt;soft&lt;/em&gt; kompetensi apa yang harus dimasukkan.....dan kami boleh datang sebagai pengamat.Jika ternyata tak sesuai yang dipresentasikan, mereka tak pernah dipakai lagi.

Kita harus banyak belajar dari penyelenggara training di luar negeri, hanya dengan pengajar satu orang, bisa menguasai semuanya, dan bisa mengoperasikan semua alat yang ada. Memang menyebalkan kalau ternyata pengajarnya masih di bawah pengetahuan para peserta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman saya neh Bu, beberapa kali ikutan Pelatihan ( Training ) guna menunjang maslah di Perusahaan, sayangnya para Instruktur KURANG menguasai LAPANGAN. Jadi terkesan malah KETINGGALAN dengan peserta Training yang sudah terbiasa praktek langsung di Lapangan. </p>
<p>Materi yang disajikan KETINGGALAN baik dari sisi Peralatan maupun Teknologi.</p>
<p>Jadi&#8230;.???. Pelatihan menjadi ajang REFRESING saja&#8230;</p>
<p>Bagus&#8230;bagus sekali Konsepnya bu Ratna</p>
<p>Salam<br />
<em><br />
<strong>Santri gundul</strong></em>,<br />
Memilih lembaga training memang harus dilakukan secara teliti, sehingga hasil yang kita peroleh dari training bisa langsung diterapkan dilapangan. Saya dulu tugasnya antara lain meneliti Lembaga training mana yang layak dipakai untuk mendidik para pegawai&#8230;jika untuk kelas tertentu diselenggarakan secara internal (perusahaan tempat saya kerja punya lembaga pelatihan sendiri, untuk mendidik karyawannya), atau bisa melalui <em>in house training.</em>..pengajar dari luar, tapi seluruh peserta dari satu perusahaan. Saat pemilihan memang ketat, siapa yang akan mengajar, materinya seperti apa, dan kedalaman yang kita minta, beserta <em>soft</em> kompetensi apa yang harus dimasukkan&#8230;..dan kami boleh datang sebagai pengamat.Jika ternyata tak sesuai yang dipresentasikan, mereka tak pernah dipakai lagi.</p>
<p>Kita harus banyak belajar dari penyelenggara training di luar negeri, hanya dengan pengajar satu orang, bisa menguasai semuanya, dan bisa mengoperasikan semua alat yang ada. Memang menyebalkan kalau ternyata pengajarnya masih di bawah pengetahuan para peserta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: realylife</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/#comment-6090</link>
		<dc:creator>realylife</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 10:29:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=413#comment-6090</guid>
		<description>terima kasih infonya
semoga bermanfaat bagi kita semua ya bunda

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Realylife&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Sama-sama....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih infonya<br />
semoga bermanfaat bagi kita semua ya bunda</p>
<p><em><strong>Realylife</strong></em>,<br />
Sama-sama&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafidzi</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/garis-garis-besar-program-pembelajaran-bermanfaat-agar-suatu-pelatihan-mencapai-sasaran-yang-telah-ditetapkan/#comment-6085</link>
		<dc:creator>hafidzi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 06:25:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=413#comment-6085</guid>
		<description>waduuh berat2 nih...tapi salute dengan pemikirannya,
thanks yaa infonya, sangat membantu:))

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hafidzi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Berat??...mosok sih? Itu hal-hal yang dilakukan sehari-hari...seperti alm ibuku dulu, selalu menuliskan apa yang akan diajarkan besok pagi untuk murid-muridnya. Namun saya menuliskannya dari sisi yang lain, memakai tabel dsb nya....sebetulnya nggak berat kok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduuh berat2 nih&#8230;tapi salute dengan pemikirannya,<br />
thanks yaa infonya, sangat membantu:))</p>
<p><em><strong>Hafidzi</strong></em>,<br />
Berat??&#8230;mosok sih? Itu hal-hal yang dilakukan sehari-hari&#8230;seperti alm ibuku dulu, selalu menuliskan apa yang akan diajarkan besok pagi untuk murid-muridnya. Namun saya menuliskannya dari sisi yang lain, memakai tabel dsb nya&#8230;.sebetulnya nggak berat kok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
