<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Mengapa bekerja di perusahaan outsourcing sulit untuk naik gaji?</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 10:04:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Paul</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-8601</link>
		<dc:creator>Paul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 17:40:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-8601</guid>
		<description>Sedih sekali ya Bu jadi karyawan outsource karena selalu diperlakukan seolah-olah pembantu yang bisa disuruh-suruh.
Seperti saya oleh PT.A dipekerjakan di PT.W tapi para warga PT.w Seolah-olah mendapatkan keringanan tugas dengan adanya tenaga outsource yg padahal tidak banyak juga tugas mereka tapi semuanya itu dilimpahkan ke saya dengan alasan minta bantuan tapi pada kenyataannya mereka hanya sms-an chat antar komputer bahkan bertelfon ria, sedangkan saya tiada henti mengerjakan tugas mereka, pada hal dari awal tugas saya hanyalah seorang data entry tapi pada kenyataannya multitasking yg saya dapat sedangkan yg benar2 tugas data entry hanya 15%, Sisanya jadi pembantu mereka karyawan 2 permanent diperusahaan tempat saya bekerja sampai sekarang.
rasanya saya sudah sangat tidak betah karena perlakuan tidak adil mentang2 saya hanyalah orang luar yg menumpang cari makan di perusahaan mereka bekerja,,benar2 menyedihkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedih sekali ya Bu jadi karyawan outsource karena selalu diperlakukan seolah-olah pembantu yang bisa disuruh-suruh.<br />
Seperti saya oleh PT.A dipekerjakan di PT.W tapi para warga PT.w Seolah-olah mendapatkan keringanan tugas dengan adanya tenaga outsource yg padahal tidak banyak juga tugas mereka tapi semuanya itu dilimpahkan ke saya dengan alasan minta bantuan tapi pada kenyataannya mereka hanya sms-an chat antar komputer bahkan bertelfon ria, sedangkan saya tiada henti mengerjakan tugas mereka, pada hal dari awal tugas saya hanyalah seorang data entry tapi pada kenyataannya multitasking yg saya dapat sedangkan yg benar2 tugas data entry hanya 15%, Sisanya jadi pembantu mereka karyawan 2 permanent diperusahaan tempat saya bekerja sampai sekarang.<br />
rasanya saya sudah sangat tidak betah karena perlakuan tidak adil mentang2 saya hanyalah orang luar yg menumpang cari makan di perusahaan mereka bekerja,,benar2 menyedihkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: udin</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-8386</link>
		<dc:creator>udin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:31:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-8386</guid>
		<description>salam kenal bu, saya udin masih fresh graduate lulusan SMA
masih awam apa itu (os) outsourcing.
awalnya saya nglamar di sebuah perusaan IT sebagai operator produksi, alhamdulillah lulus seleksi akhir, tapi pas penjelasan oleh manager HRD ternyata saya bukan karyawan perusahaan tersebut, melainkan perusaan os yang telah bekerja sama mengikat kontrak.
langsung pas pulang saya googling nyari tau apa itu os, akhirnya sampe kesini dan alhamdulillah ada pencerahan, hanya saja ada beberapa pertanyaan dan salah satunya sudah terjawab pada jawaban anda pada komentator pertama (bapak Sawali) tentang bagaimana dg frash graduate.
kemudian yang saya bingungkan kenapa perusaan yang sala lamar melakukan rekruitment karyawannya sendiri dan tidak menyerahkannya langsung pada os yang ditunjuk?
mohon penjelasannya, n matur tenkyu he he he :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal bu, saya udin masih fresh graduate lulusan SMA<br />
masih awam apa itu (os) outsourcing.<br />
awalnya saya nglamar di sebuah perusaan IT sebagai operator produksi, alhamdulillah lulus seleksi akhir, tapi pas penjelasan oleh manager HRD ternyata saya bukan karyawan perusahaan tersebut, melainkan perusaan os yang telah bekerja sama mengikat kontrak.<br />
langsung pas pulang saya googling nyari tau apa itu os, akhirnya sampe kesini dan alhamdulillah ada pencerahan, hanya saja ada beberapa pertanyaan dan salah satunya sudah terjawab pada jawaban anda pada komentator pertama (bapak Sawali) tentang bagaimana dg frash graduate.<br />
kemudian yang saya bingungkan kenapa perusaan yang sala lamar melakukan rekruitment karyawannya sendiri dan tidak menyerahkannya langsung pada os yang ditunjuk?<br />
mohon penjelasannya, n matur tenkyu he he he <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: indra hidayat</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-8112</link>
		<dc:creator>indra hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 21:43:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-8112</guid>
		<description>terima kasih bu sbelumnya dengan adanya komentar2 dari rekan2 saya bisa tau apa yang harus saya lakukan.sebelumnya saya juga bekerja di perusahaan asing yang statusnya jg outsourcing setelah saya baca dari komentar ibu saya bisa mengambil kesimpulan memang pada dasarnya kita harus bersyukur atas pekerjaan yang sudah kita dapat dan menggali potensi yg qt miliki tentunya qt harus sadar kemampuan yang qt miliki,kalaupun ingin mendapatkan yang terbaik qt harus belajar dan belajar terus n usaha smaksimal mungkin untuk mendapatkan yang kita inginkan.trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih bu sbelumnya dengan adanya komentar2 dari rekan2 saya bisa tau apa yang harus saya lakukan.sebelumnya saya juga bekerja di perusahaan asing yang statusnya jg outsourcing setelah saya baca dari komentar ibu saya bisa mengambil kesimpulan memang pada dasarnya kita harus bersyukur atas pekerjaan yang sudah kita dapat dan menggali potensi yg qt miliki tentunya qt harus sadar kemampuan yang qt miliki,kalaupun ingin mendapatkan yang terbaik qt harus belajar dan belajar terus n usaha smaksimal mungkin untuk mendapatkan yang kita inginkan.trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aliya</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-7181</link>
		<dc:creator>Aliya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 04:24:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-7181</guid>
		<description>Hallo ibu membaca tulisan ibu2 saya benar2 mendapat pencerahan kalo kita jangan pernah merasa nyaman dengan apa yang telah kita miliki karena begitu sudah masuk zona nyaman kita terkadang malas untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Aliya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Sebaiknya memang kita belajar terus, dan selalu mengikuti arus informasi, sehingga bisa selalu mengikuti perkembangan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo ibu membaca tulisan ibu2 saya benar2 mendapat pencerahan kalo kita jangan pernah merasa nyaman dengan apa yang telah kita miliki karena begitu sudah masuk zona nyaman kita terkadang malas untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi</p>
<p><em><strong>Aliya</strong></em>,<br />
Sebaiknya memang kita belajar terus, dan selalu mengikuti arus informasi, sehingga bisa selalu mengikuti perkembangan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: cantik</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-7066</link>
		<dc:creator>cantik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 08:45:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-7066</guid>
		<description>kerja kontract outsourcing mang susah naek gaji, cause  susah nego. kalaupun bisa ya lama...

tapi kalo kerja dioutsourcingnya langsung weeeh enak bonus terus

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Cantik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Anda kayaknya belum memahami secara benar.....
Namanya kontrak, dari sisi hukum adalah perjanjian yang disepakati oleh dua pihak, dan keduanya sama-sama memahami apa hak dan kewajibannya.

Apa maksud kalau kerja dioutsourcingnya langsung enak dapat bonus terus? ...ini berlawanan dengan kalimatmu pertama.
Yang harus dipahami bagi siapapun, bekerja dimanapun, ada yang namanya kontrak kerja, bahkan untuk yang pegawai tetappun ada peraturan kepegawaian. Bonus sangat tergantung pada perkembangan perusahaan, jika untung dan manajemen memutuskan maka dapat dibagikan bonus...biar untung, namun jika uangnya diperlukan untuk mengembangkan perusahaan juga tak ada bonus. Dan juga jika perusahaan telah lambat, ada perampingan pegawai...semua ini tercantum dalam peraturan kepegawaian masing-masing perusahaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kerja kontract outsourcing mang susah naek gaji, cause  susah nego. kalaupun bisa ya lama&#8230;</p>
<p>tapi kalo kerja dioutsourcingnya langsung weeeh enak bonus terus</p>
<p><em><strong>Cantik</strong></em>,<br />
Anda kayaknya belum memahami secara benar&#8230;..<br />
Namanya kontrak, dari sisi hukum adalah perjanjian yang disepakati oleh dua pihak, dan keduanya sama-sama memahami apa hak dan kewajibannya.</p>
<p>Apa maksud kalau kerja dioutsourcingnya langsung enak dapat bonus terus? &#8230;ini berlawanan dengan kalimatmu pertama.<br />
Yang harus dipahami bagi siapapun, bekerja dimanapun, ada yang namanya kontrak kerja, bahkan untuk yang pegawai tetappun ada peraturan kepegawaian. Bonus sangat tergantung pada perkembangan perusahaan, jika untung dan manajemen memutuskan maka dapat dibagikan bonus&#8230;biar untung, namun jika uangnya diperlukan untuk mengembangkan perusahaan juga tak ada bonus. Dan juga jika perusahaan telah lambat, ada perampingan pegawai&#8230;semua ini tercantum dalam peraturan kepegawaian masing-masing perusahaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gadis</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-6882</link>
		<dc:creator>gadis</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 12:59:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-6882</guid>
		<description>menurut pengalaman temen aq, transfer gajinya ga transparan :(

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Gadis&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Temanmu kayaknya tak memahami masalah outsourcing. Apa yang dimaksud dengan transfer?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut pengalaman temen aq, transfer gajinya ga transparan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Gadis</strong></em>,<br />
Temanmu kayaknya tak memahami masalah outsourcing. Apa yang dimaksud dengan transfer?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: oty</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-6828</link>
		<dc:creator>oty</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 09:10:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-6828</guid>
		<description>Saya juga karyawan outsourcing di bidang IT yang ditempatkan di IT division sebuah bank. So far tidak ada masalah karena gaji yang saya terima memang diatas rata2 karyawan tetap itu sendiri, dan saya menyukai pekerjaan ini. Bagaimana saya bekerja? tentu saja tetap menjunjung tinggi profesionalisme tanpa mengingat status saya. It&#039;s Ok lah tidak terima tunjangan ini itu, toh saya juga bisa maintain sendiri dari gaji saya. 

Mungkin orientasinya berbeda ya bu, menurut saya karir tidak harus di&quot;build&quot; di satu perusahaan, asalkan kita konsisten dan tekad bulat mencapai our goal seharusnya engga masalah apakah status kita adalah karyawan tetap maupun outsource. Mungkin karena saya wanita?? 

Saat ini saya sedang menantikan kelahiran anak saya, jadi saya tidak memperpanjang kontrak setelah kurang lebih satu tahun bekerja di divisi ini. Malah ini suatu kebebasan menurut saya, nanti setelah saya siap kembali bekerja, perusahaan outsourcing saya akan kembali menempatkan saya di suatu perusahaan. Tentu saja saya ada kebebasan lagi untuk memilih mana yang akan menjadi &quot;tuan&quot; saya dan berapa imbalan yang saya terima.  

Hal-hal yang kurang mengenakkan di dunia kerja rasanya sama saja kok, mau status kita karyawan tetap atau bukan, perusahaan manapun rasanya engga ada yg ideal. Kalau mau ideal mungkin harus bikin sendiri kali ya........

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oty&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Thanks sharingnya....sebetulnya semua kembali pada kita. Anak saya pun hanya kerja kontrak dia hanya sekedar ingin punya pengalaman kerja, sebelum menyusul istrinya ke Amrik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga karyawan outsourcing di bidang IT yang ditempatkan di IT division sebuah bank. So far tidak ada masalah karena gaji yang saya terima memang diatas rata2 karyawan tetap itu sendiri, dan saya menyukai pekerjaan ini. Bagaimana saya bekerja? tentu saja tetap menjunjung tinggi profesionalisme tanpa mengingat status saya. It&#8217;s Ok lah tidak terima tunjangan ini itu, toh saya juga bisa maintain sendiri dari gaji saya. </p>
<p>Mungkin orientasinya berbeda ya bu, menurut saya karir tidak harus di&#8221;build&#8221; di satu perusahaan, asalkan kita konsisten dan tekad bulat mencapai our goal seharusnya engga masalah apakah status kita adalah karyawan tetap maupun outsource. Mungkin karena saya wanita?? </p>
<p>Saat ini saya sedang menantikan kelahiran anak saya, jadi saya tidak memperpanjang kontrak setelah kurang lebih satu tahun bekerja di divisi ini. Malah ini suatu kebebasan menurut saya, nanti setelah saya siap kembali bekerja, perusahaan outsourcing saya akan kembali menempatkan saya di suatu perusahaan. Tentu saja saya ada kebebasan lagi untuk memilih mana yang akan menjadi &#8220;tuan&#8221; saya dan berapa imbalan yang saya terima.  </p>
<p>Hal-hal yang kurang mengenakkan di dunia kerja rasanya sama saja kok, mau status kita karyawan tetap atau bukan, perusahaan manapun rasanya engga ada yg ideal. Kalau mau ideal mungkin harus bikin sendiri kali ya&#8230;&#8230;..</p>
<p><em><strong>Oty</strong></em>,<br />
Thanks sharingnya&#8230;.sebetulnya semua kembali pada kita. Anak saya pun hanya kerja kontrak dia hanya sekedar ingin punya pengalaman kerja, sebelum menyusul istrinya ke Amrik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Daniel Mahendra</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-6754</link>
		<dc:creator>Daniel Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 02:06:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-6754</guid>
		<description>@ Naning:
Ya-ya, menarik juga logika pemikirannya... tapi sepertinya tidak bisa diterapkan pada setiap orang. Orang yang bisa dapat kerja saja sudah syukur banget, akan berpikir cari aman, biasanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Naning:<br />
Ya-ya, menarik juga logika pemikirannya&#8230; tapi sepertinya tidak bisa diterapkan pada setiap orang. Orang yang bisa dapat kerja saja sudah syukur banget, akan berpikir cari aman, biasanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: naning</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-6753</link>
		<dc:creator>naning</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 01:50:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-6753</guid>
		<description>Ikutan nanggapi ya.. kalau saya lebih senang kerja kontrak baik lewat outsourcing maupun tidak. bisa jadi kutu loncat tanpa beban, artinya setelah dua tahun kontrak, dua tahun dapat ilmu dan jaringan baru, kita bisa bebas menentukan nasib kita.. mau stay atau leave. toh kita sudah penuhi kewajiban kontrak dua tahun ( misalnya). jadi ibaratnya inilah kesempatan untuk cari ilmu dan jaringan seluas-luasnya untuk develop kinerja dan pengalaman kita.. kita bisa melenggang pergi kalau tidak berkenan gabung lagi tanpa beban sungkan, segan atau apa.. enak kan?

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Naning&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, 
Setiap orang mempunyai tujuan dalam mencari pekerjaan yang sesuai. Kadang kita tak bisa memilih. Ada yang ingin kepastian walau gajinya kecil, ada yang ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dan bisa pensiun di umur 40 tahun, untuk mulai mendirikan usaha sendiri. Ada juga yang terterangkap tak punya pilihan. Apapun, kita harus mensyukuri apa yang telah kita peroleh sampai saat ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ikutan nanggapi ya.. kalau saya lebih senang kerja kontrak baik lewat outsourcing maupun tidak. bisa jadi kutu loncat tanpa beban, artinya setelah dua tahun kontrak, dua tahun dapat ilmu dan jaringan baru, kita bisa bebas menentukan nasib kita.. mau stay atau leave. toh kita sudah penuhi kewajiban kontrak dua tahun ( misalnya). jadi ibaratnya inilah kesempatan untuk cari ilmu dan jaringan seluas-luasnya untuk develop kinerja dan pengalaman kita.. kita bisa melenggang pergi kalau tidak berkenan gabung lagi tanpa beban sungkan, segan atau apa.. enak kan?</p>
<p><em><strong>Naning</strong></em>,<br />
Setiap orang mempunyai tujuan dalam mencari pekerjaan yang sesuai. Kadang kita tak bisa memilih. Ada yang ingin kepastian walau gajinya kecil, ada yang ingin mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dan bisa pensiun di umur 40 tahun, untuk mulai mendirikan usaha sendiri. Ada juga yang terterangkap tak punya pilihan. Apapun, kita harus mensyukuri apa yang telah kita peroleh sampai saat ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Daniel Mahendra</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/05/31/mengapa-bekerja-di-perusahaan-outsourching-sulit-untuk-naik-gaji/#comment-6751</link>
		<dc:creator>Daniel Mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 01:22:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=449#comment-6751</guid>
		<description>Biasanya mereka memiliki kuota jam kerja yang sama, bahkan lebih ketimbang karyawan tetap. Memang ada lembur, ada bonus, akan tetapi soal status yang terkadang membuat seseorang ragu untuk bekerja total atau setengah-setengah. Yang mereka pikirkan: sampai kontrak habis, apakah akan diperpanjang atau bagaimana (sementara hidup ternyata terus diperpanjang).

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Daniel Mahendra&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Jika saya pekerja &lt;em&gt;outsourcing&lt;/em&gt;, saya akan bekerja keras, menyerap pengalaman, ilmu sebanyak-banyaknya, dan memberikan yang terbaik. Saya percaya imbalan yang ada bagi pekerja keras, karena atasan, teman akan tetap melihat. Kalaupun tak diperpanjang, pengalaman ini sangat berguna untuk mencari pekerjaan baru, atau mulai ber wirausaha.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya mereka memiliki kuota jam kerja yang sama, bahkan lebih ketimbang karyawan tetap. Memang ada lembur, ada bonus, akan tetapi soal status yang terkadang membuat seseorang ragu untuk bekerja total atau setengah-setengah. Yang mereka pikirkan: sampai kontrak habis, apakah akan diperpanjang atau bagaimana (sementara hidup ternyata terus diperpanjang).</p>
<p><em><strong>Daniel Mahendra</strong></em>,<br />
Jika saya pekerja <em>outsourcing</em>, saya akan bekerja keras, menyerap pengalaman, ilmu sebanyak-banyaknya, dan memberikan yang terbaik. Saya percaya imbalan yang ada bagi pekerja keras, karena atasan, teman akan tetap melihat. Kalaupun tak diperpanjang, pengalaman ini sangat berguna untuk mencari pekerjaan baru, atau mulai ber wirausaha.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
