Oleh: edratna | Juni 10, 2008

Persahabatan

Masing-masing kita tentunya pernah mempunyai sahabat, ada yang masih berhubungan sejak saat masih kecil, namun ada yang setiap kali jenjang kehidupan punya sahabat baru, sesuai dengan umur dan kegiatannya. Mengapa orang bisa bersahabat? Pada umumnya karena mempunyai minat sama, atau justru punya karakter yang berlainan, namun saling melengkapi.

Mempunyai seorang sahabat memang membuat kehidupan menjadi indah, ceria, ada teman tempat kita berbagi suka duka. Namun persahabatan ini juga bisa terganggu, jika antara sahabat tidak memberikan keseimbangan dalam hubungan persahabatannya. Saya ingin berbagi cerita, yang hal ini mungkin juga pernah dialami para pembaca.

a. Persahabatan berhenti karena berpisah kota

Elly dan Tati bersahabat sejak kelas 1 SMA dan persahabatan berlangsung terus sampai lulus SMA, bahkan seperti saudara, walaupun mereka berdua meneruskan ke Perguruan Tinggi yang berbeda kota. Awalnya masih saling berkirim surat, dan setiap kali Elly mampir ke kota tempat Tati kuliah. Saat ketemu, obrolan masih sesuai, namun lama kelamaan Elly merasakan bahwa hubungannya tak bisa dekat lagi, apalagi terlihat proritas Tati sudah berbeda sejak dia pacaran dengan seniornya, dan kemudian menikah. Sedangkan Elly masih semangat meneruskan sampai S1 selesai dan kemudian merintis karir dengan bekerja di luar rumah. Akhirnya surat menyurat berhenti dengan sendirinya, dan setelah sekian lama, mereka berhubungan lagi, sekedar mengirim sms menanyakan kabar.

b. Persahabatan yang awalnya berkembang, menjadi tak sesuai setelah mempunyai tempat kost yang sama

Endah dan Nani awalnya bersahabat semasa masih menjadi mahasiswa, kemana-mana selalu bersama. Kedekatan Nani pada seorang pria tak mengurangi persahabatn mereka, karena Endah bersedia dan rela menerima keluh kesah dari Nani. Kebetulan setelah lulus, kedua sahabat tadi diterima bekerja di sebuah BUMN, yang membuat mereka harus melalui masa tahapan job training bersama-sama. Persahabatan masih dapat berlangsung, walau lokasi kota tempat job training berbeda, paling tidak dua minggu sekali kedua sahabat ini ketemu, jalan-jalan melihat kehidupan sekitar mereka, nonton bersama dsb nya. Kemudian mereka ditempatkan di Kantor Pusat hanya berbeda unit kerja, dan karena merasa cocok, kedua sahabat memutuskan tinggal satu kamar dalam satu tempat kost, maklum sebagai karyawan baru gajinya sangat kecil.

Kesehatan Endah beberapa bulan belakangan menurun, batuk tiada henti, saat diperiksa ke dokter, dan di rontgen tak menunjukkan penyakit tertentu. Suatu ketika atasan Endah memanggilnya…”Coba Endah, kamu cari kost yang lain deh.”.Endah menjawab,”Kenapa pak?”……” Ya mungkin sakitmu karena kamu jenuh, dan tanpa terasa stres, setiap hari ketemu Nani dikantor walau berbeda unit kerja, selalu makan siang bersama, kemudian pulang kantor jalan-jalan bersama, dan di rumah mengobrol urusan kantor lagi, ” komentar bos. Endah berpikir, mungkin betul juga kata bos, karena sebetulnya sifat kedua sahabat ini berbeda. Nani senang jalan-jalan ke pertokoan, menonton TV, sedang Endah lebih pendiam, dan lebih menyukai membaca buku daripada nonton TV. Akhirnya Endah mencari kost baru, yang awalnya membuat Nani marah, syukurlah setelah dijelaskan tak masalah. Aneh bin ajaub, tak sampai sebulan di tempat kost baru, penyakit Endah sembuh dengan sendirinya.

c. Berhati-hatilah dalam memberikan rekomendasi sahabat kepada atasan

Djoko bersahabat dengan Budi, sejak awal kuliah. Pada saat krisis ekonomi, perusahaan Djoko dilikuidasi. Tak lama kemudian unit kerja tempat Budi bekerja memerlukan tambahan tenaga kerja baru, dan karena Budi merasa bahwa latar belakang Djoko sesuai untuk menempati posisi tersebut, maka Budi merekomendasikan sahabatnya, dan Djoko diterima bekerja pada perusahaan yang sama, bahkan di unit kerja yang sama dengan penempatan Budi.

Budi tak menyadari bahwa setelah mereka berpisah setelah lulus kuliah, walau Djoko dikenal pandai, namun sebetulnya kompetensi Djoko tak sesuai dengan budaya kerja di perusahaan Budi yang ketat disiplinnya. Djoko sering telat datang ke kantor, pekerjaan yang ditugaskan sering diselesaikan melewati dead line, sehingga atasan Budi menjadi sering marah-marah kepada Budi, karena Budi lah yang merekomendasikan Djoko pada posisi tersebut.

Pembelajarannya, sahabat belum tentu sesuai dengan bidang pekerjaan yang sama dengan yang kita geluti, walaupun punya latar belakang pendidikan sama. Memberikan rekomendasi dan memberi jaminan pribadi sangat berisiko. Jika ingin menolong teman, hendaknya hanya memberitahukan ada lowongan pekerjaan, dan silahkan teman tadi untuk mengikuti proses yang berlaku, sehingga kalau diterima tak dikaitkan dengan yang memberikan rekomendasi.

d. Berhati-hati jika akan melakukan kerjasama bisnis, atau menawarkan bisnis pada sahabat

Amin dan Burhan adalah dua sahabat, sering bekerjasama dalam BEM di universitas nya, dan setelah lulus mereka mencoba membuat usaha sendiri. Pada awalnya tak ada masalah, usaha berjalan lancar, bahkan perusahaan ini banyak merekrut para alumni dari tempat kedua sahabat tadi berasal. Namun setelah usaha mulai berkembang, terjadi perbedaan pendapat antara Amin dan Burhan, sayangnya perbedaan pendapat ini begitu besar, yang akhirnya mereka memutuskan berpisah dan menyelesaikan persoalan melalui pengadilan.

Apa yang terlupakan oleh Amin dan Burhan? Karena bersahabat, mereka lupa membuat rambu-rambu, dan berpikir mereka tahu sama tahu, dan akan bersahabat baik seterusnya. Padahal dalam membuat usaha, maka yang pertama kali dilakukan adalah membuat peraturan, dan setiap orang yang berada dalam perusahaan tadi harus taat pada aturan tertulis yang telah disepakati.

Cerita Kiki lain lagi, Kiki mempunyai usaha yang bergerak di bidang MLM. Selama ini Kiki hanya berhubungan dengan sahabat semasa SMA melalui telepon, dan betapa senangnya Riri saat Kiki menelepon ingin ketemu. Riri sudah membayangkan serunya ketemu sahabat lama, mengobrol lagi sambil ketawa-ketawa seperti dulu. Ternyata saat ketemu, setelah mengobrol sebentar, langsung Kiki dengan menggebu-gebu menawarkan bisnis MLM….bisa dibayangkan bagaimana wajah Riri. Andaikata Riri memang menyenangi bisnis ini maka tawaran Kiki akan mendapat sambutan hangat, sayangnya Riri tak tertarik. Sejak itu Kiki kehilangan sahabatnya, setiap kali menelepon, jawaban Riri selalu sibuk, karena Riri merasa dimanfaatkan oleh Kiki..

e. Tetap hormati privacy masing-masing

Karena merasa sudah bersahabat dekat, maka ada kecenderungan kedua sahabat begitu terbuka, bahkan mempercayakan rahasia sangat pribadi pada sahabatnya. Padahal bisa jadi persahabatan tak bertahan.

Karena begitu yakinnya dengan persahabatan yang ada, Arda selalu ingin tahu kemana Rima pergi, dengan siapa, serta melakukan apa saja. Awalnya hal ini tak terlalu berpengaruh, namun semakin berkembangnya usia mereka, Rima ingin mempunyai dan menjaga privacy nya sendiri. Sayangnya Arda masih menginginkan agar Rima selalu cerita padanya, sehingga Rima merasa tertekan, pada akhirnya persahabatan Arda dan Rima putus dengan akhir yang kurang menggembirakan.

Dari cerita di atas (nama fiktif), kita bisa melihat, betapapun kita bersahabat, tetap ada privacy yang tak boleh dilanggar. Masing-masing sahabat masih perlu mempunyai room, yang hanya dia sendiri yang tahu. Bersahabat artinya juga menghargai keputusan sahabatnya, dan selalu menanyakan apakah memang ingin dan bisa melakukan kegiatan bersama, dan apakah pacar/suami (jika telah ada pasangan) tak keberatan. Persahabatan juga berkembang sesuai perkembangan usia para sahabat tadi, yang pada akhirnya berkeluarga, beranak dan bercucu. Jika bisa merawat persahabatan, maka hasilnya akan indah, kadang malahan persahabatan masih dilanjutkan menjadi persahabatan antar keluarga.

About these ads

Responses

  1. Berhati-hati jika akan melakukan kerjasama bisnis, atau menawarkan bisnis pada sahabat

    betul sekali bu, hampir saja saya ingin bercerita tentang bisnis pertemanan ini. ada plus minusnya.. tapi lebih banyak ‘ga enak’ nya.

    gimana kalau persahabatan membawa cinta bu? :P

    Trian,
    Kadang persahabatan memang berlanjut menjadi cinta…kalau hanya diantara dua orang tak masalah, tapi jika berakhir pada kisah cinta segitiga, ini yang repot..
    Risikonya jika cinta tak berlanjut, hubungan persahabatan bisa terpengaruh.

  2. Uang adalah salah satu hal yang bisa membuat hubungan persahabatan jadi kritis.

    Yoga,
    Memang jangan pernah pinjam uang pada sahabat,….betapapun dekatnya…

  3. Saya punya pengalaman yang pahit Budhe. Persahabatan yang terjalin semasa kuliah akhirnya hancur gara-gara kita mendirikan perusahaan, namun ternyata visi yang dibawa berbeda-beda. Hingga saat ini, teman tersebut masih menganggap bahwa apapun yang terjadi dengan perusahaan itu, modal yang ida tanamkan harus balik seutuhnya. Sementara kami tetap bertahan dengan pendapat bahwa ada yang namanya risk sharing, bukan melulu profit sharing. Kan dia menanam modal dan ikut serta mengelolanya, bukannya meminjamkan modal dan ongkang-ongkang menunggu rentenya. Perusahaan itu akhirnya merugi, namun saya memperoleh pelajaran luar biasa tentang arti persahabatan sejati, tentang siapa sebenarnya sahabat yang senantiasa ada di saat kita perlu.

    Nayantaka,
    Memang pada awal membuat perusahaan, hak dan kewajiban harus dibicarakan secara terbuka, tertulis dan disahkan oleh notaris (pihak ketiga). Walaupun begitu, masih sering muncul persoalan, karena orang berpikir kalau usaha pasti berhasil…padahal risiko berhasil dan gagal sama besarnya.
    Yang penting lagi, dalam membuat usaha, partner haruslah orang yang mempunyai chemistry sama.

  4. ini tips yang bagus, bu enny, bagaimana membina hubungan persahabatan yang baik. dari beberapa sahabat yang pernah akrab, kebanyakan yang masih eksis membina komunikasi adalah sahabat2 sewaktu kuliah di S1. masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, justru malah kurang begitu akrab. mungkin sudah sibuk dg urusannya masing2 dan memiliki visi hidup yang berbeda. karena sebagian besar sahabat2 saya dari kalangan lembaga pendidikan, saya tak pernah memberikan informasi apa pun ttg pekerjaan atau bisnis, hehehehe :lol:

    Pak Sawali,
    Saya juga tak berani memberikan referensi, karena itu akan kembali pada kita, padahal kita tak mungkin mengontrol orang lain kan…apalagi manusia pada dasarnya selalu berubah?

  5. ehm.. banyak suka dan duka dalam bersahabat.. dan pada akhirnya.. good friends we have, good friends we lost.. hanya terbaik dari yang terbaik yang bertahan.. :)

    Yainal,
    Iya, akhirnya kita bisa menilai, siapa yang benar-benar menjadi sahabat….tapi kadang kita tak mungkin punya sahabat disegala kesempatan….apalagi jika kita mempunyai aktifitas yang berbagai macam.

  6. Buat Iko,…
    Sahabat adalah keluarga Iko yang kedua…

    Iko,
    Yup…setuju….

  7. Wadohh…mo sahabatan aja kok warningnya banyak banget yakk Bu..??

    Serdadu95,
    Cerita di atas berdasar pengalaman…..ada yang pribadi dan ada yang berasal dari pengalaman teman, dan saya coba merangkainya.

  8. Aku tak punya sahabat wanita.

    Juliach,
    Bukankah sahabat tak harus wanita?

  9. Persis seperti yang diceritakan Bu Enny, saya berkenalan dengan seseorang di airport. Ngobrol akrab, kontak via e-mail dan telepon, sms, pokoknya akrab banget. Suatu ketika dia datang ke Yogya, dan saya sambut dengan suka cita. Tapi saya jadi terpukul dan sangat kecewa ketika tahu bahwa ternyata dia ke Yogya untuk mengembangkan bisnis MLM, dan tak henti-hentinya mendesak saya untuk ikut bergabung. Saya merasa persahabatan dia ‘palsu’, mendekati saya hanya untuk dijadikan agen bisnisnya. Wah, rasanya kecewa banget deh …

    Sahabat memang macam-macam. Ada yang tiap hari ketemu, akrab, tapi nggak pernah ingat hari ulang tahun saya. Ada juga teman SMP, yang kontaknya cuma sekali setahun via sms, untuk mengucapkan selamat ulang tahun …. hehehe ….

    Yang mengharukan adalah ketika bertemu kembali dengan sahabat waktu sekolah, dan setelah berpisah sekian lama baru mengaku, bahwa sebetulnya sejak dulu sayang pada kita tapi nggak berani ngomong …. (whoaaa …. air mata bercucuran deh … hehehe)

    Tutinonka,
    Sebenarnya banyak ya pengalaman terkait dengan sahabat. Soal MLM saya juga pernah mengalami, mana saat itu saya masih kerja dan janjinya cuma sebentar….waduhh ngomong nggak selesai-selesai, saya jadi risih dan ga enak sama anak buah, akhirnya saya keluar dan pesan sekretaris agar pekerjaan tetap dimasukkan ruangan…dan saya terus bilang…”Maaf ya, saya sambil kerja…” Sejak itu kalau dia sms mau ketemu saya selalu alasan segala macam…maklum ketemu dikantor, kan saya jadi merasa korupsi waktu untuk ngobrol tak karuwan.
    Case mbak Tut pernah saya alami juga….. ternyata membuat keputusan untuk berani menyatakan cinta sulit ya…karena jika ditolak maka persahabatan ikut bubar, karena malu ketemu lagi.

  10. Di Indonesia ini…. kebanyakan persahabatan masih hanya berstandardkan nilai2 ‘tradisional’ yaitu berdasarkan nilai-nilai kesenangannya saja. Memang sih, kita tidak bisa menyalahkan seutuhnya, karena kita memang masih sangat terpatri pada kebudayaan timur. Namun, kalau saya pribadi persahabatan itu bukanlah masaslah timur, barat, utara atau selatan, tetapi juga masalah rasionalitas. Seperti halnya dalam artikel yang ibu buat di atas bahwasannya memang tetap ada rambu2 yang harus dipatuhi walaupun rambu2 itu sedikit fleksibel tergantung keadaan…..

    Namun yang jelas, persahabatan harus datang dengan tulus, boleh saja seorang teman misalnya mendesak kita untuk masuk MLM, namun tentu si teman tersebut tentu tidak bisa memaksa. Dan andaikan kita tidak mau, tentu kita tidak memutuskan tali silaturahim begitu saja, kita lihat juga apakah setelah kita menolak bergabung MLM-nya ia masih tetap bersahabat seperti sebelumnya?? Kalau memang ia tetap bersahabat seperti sebelumnya tentu kita tidak perlu kecewa bersahabat dengannya…….

    Persahabatan memang tidak selalu mulus, tak peduli apakah itu persahabatan lama atau baru. Wajar seseorang ‘minta tolong’ kepada sahabatnya seperti dalam kasus MLM tersebut, namun tentu dasar persahabatannya harus tetap tulus. Kita tidak tahu, siapa tahu nanti kita yang membutuhkan dia.

    Friksi2 dalam persahabatan memang dapat banyak sekali terjadi. Yang penting di sini di antara kedua belah fihak pandai2 untuk me-manage friksi2 tersebut agar tidak berkembang tidak terkendali namun juga tidak berpura2 untuk tidak mengetahuinya. Persahabatan yang sudah pernah melewati titik2 nadir dengan selamat itulah persahabtan yang sudah teruji dengan baik………

    Kang Yari NK,
    Memang yang namanya sahabat harusnya bersikap tulus, dan juga memahami posisi sahabatnya, jika ini dilanggar tentunya itu bukan seorang sahabat yang baik.

  11. Postingan ini mengingatkan saya kepada lagu That’s What Friends Are For karya Burt Bacharach and Carole Bayer Sager yang diperkenalkan pertama kali lewat Rod Stewart (1982).

    Bagi saya, dalam menjalani interaksi dengan siapa pun saya mempunyai pedoman untuk saling menghormati, saling berkorban dan saling menjaga. Insya Allah .. akan langgeng.

    Erander,
    Sahabat yang mau menerima teman apa adanya, saling menghormati, memahami kesulitan teman, ini biasanya akan langgeng.

  12. Semua yang Ibu sebutkan rasanya begitu lah yang kerap terjadi di dunia nyata. Bahkan nyaris banyak yang mengalaminya.

    Sahabat memang seperti laut: ada pasang ada surut. Hanya bagaimana agar kita tetap bisa berlayar bersama. Aih…

    Daniel Mahendra,
    Cerita di atas memang berdasarkan pengalaman, ada pengalaman pribadi, ada pengalaman teman, atau saudara….sekadar merangkai pengalaman yang pernah dialami dan didengar.

  13. Merawat persahabatan memang susah. Dan jika kita berhasil merawatnya dengan baik, hasilnya memang akan sangat indah… :)

    Kadang dengan bertambahnya usia dan pengalaman hidup, kita lagi tak sejalan pikiran dengan sahabat kita sehingga akhirnya tak bisa sedekat sebelumnya. Kadang juga terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan retaknya persahabatan itu.

    Yah, merawat persahabatan memang susah, Bu. :(
    Semoga saya bisa merawatnya dengan baik…

    Fairuzdarin,
    Saya punya sahabat untuk keperluan berbeda, karena memang minatnya suka berbeda. Kalau bagian reuni, jalan-jalan, belanja, saya punya sahabat yang memang pintar memilih bahan pakaian, dan asesoris lainnya….kalau belanja dengan teman ini. Jika ingin berbagi ilmu, berdebat, diskusi….atau berpikir menggapai mimpi yang dapat diwujudkan, saya ada juga sahabat yang lain.

    Jika diskusi keuangan, saya punya teman blogger…ada yang sudah ketemu, ada yang belum…juga tentang masalah psikologi manusia….yahh ternyata ngeblog juga menambah perbendaharaan sahabat.

  14. tentu… sebisa mungkin kalau kira kira sahabatnya tidak bisa diajak bisnisan bersama mending ga usah dibawa bawa ke hubungan profesional karena mengganggu yang formal… hormati privacy masing masing… dont be demanding… tetap gunakan kata tolong dan maaf juga terima kasih pada sahabat…. ga perlu ketemu setiap hari bahkan tidak sekota tapi tau bahwa kemanapun kita berada si sahabat akan tetap sama… hiks… kangen sekali saya sama sahabat saya….

    Natazya,
    Berbisnis dengan sahabat sebetulnya tak salah, asal benar-benar disepakati aturan mainnya, tertulis…dan memang jika chemistrynya sama. Karena bisnis memerlukan perhitungan yang lebih ke arah komersial, ada untung rugi……

  15. sip betul bu …. apalagi .. kalo dah ada bau² uang dan bisnis .. bisa merusak persahabatan tuh . :)

    Tintin,
    Yup betul…..apalagi jika tak seimbang. Persahabatan harus seimbang, tak ada yang merasa lebih dan yang lainnya merasa rendah.

  16. bner buuuu.. saiia si punya beberapa sahabat wanita yang pergi ^melupakan saiia^ karena lebih memilih setiap saat berduaan sama doi nyaaahhhh.. *sahabat bukan ya bu??

    Ratutebu,
    Iya, persahabatan menjadi renggang karena sang sahabat telah ketemu doinya…yang tentu saja lebih ingin melewatkan waktu bersama sang doi.

  17. aku suka bersahabat, aku juga punya banyak sahabat.. tp sekarang kok pada nglupain yah.. kl gak disms or telp duluan jrg bgt ngeduluin.. sahabat juga gak ya (kyk pertanyaan ratu tebu nih)..

    Nina,
    Mungkin sahabatmu sibuk…bukankah kita juga mesti melakukan kegiatan sehari-hari…apalagi jika sudah punya tanggung jawab. Jarang sms tak berarti melupakan persahabatan dengan kita.

  18. Aku menyukai persahabatan dan selalu ingin menjalin sahabat yang luas. Sahabat dan bisnis? Aku rasa kadang inilah yang bisa menimbulkan masalah bila tidak dipisahkan secara profesional. Pada saat berbisnis, persahabatan mungkin sudah dinomor duakan. Meski tak semua orang begitu sih. Tapi, umumnya mengecewakan. Semakin dekat kita dengan seorang sahabat yang menjalin bisnis dengan kita, semakin memudahkan ia mematikan kita. Mudah2an ini tidak terjadi pada persahabatan kita semua.

    Hanna,
    Sebagai orang timur, kita sering tak berani mengatakan sesuatu to the point. Pdahal dalam bisnis kita harus terbuka, membuat aturan tertulis yang tak boleh dilanggar. Jadi, sebaiknya dalam bisnis, aturan legalnya harus jelas, apa hak dan kewajiban masing-masing pemegang saham (founder), dan apa hak dan kewajiban pengurus. Sahabat bisa diajak bebisnis, jika chemistrynya sama, kompetensinya sesuai, serta benar-benar terbuka….bahwa dalam bisnis juga ada risiko rugi…

  19. Basicly saya suka bersahabat. sampai sekarang beberapa sahabat dari jaman SMP dan SMA masih akrab, meski jarang ketemu. Paling banyak sahabat dari jaman kuliah. Kalo ketemuan selalu “heboh dan rusuh” suasananya. Hehehe…

    Tapi saya pernah kecewa juga sama seorang sahabat. Pernah saya berniat menolong seorang sahabat yang mengalami kesulitan keuangan dengan cara “menghubungkan” nya dengan suami saya. Saya promosikan sahabat saya ini ke suami bahwa dia itu kompeten untuk diberi pekerjaan. Suami percaya dan merekrutnya untuk sebuah projek. Tapi ternyata sahabat saya ini kinerjanya mengecewakan. Ah… saya jadi merasa bersalah sama suami. hiks…

    Kris Tasrin,
    Emang seru ya kalau ketemu sahabat lama…..
    Penilaian kita terhadap sahabat sering tidak independent, jadi memang sebaiknya tak merekomendasikan pada orang lain…biarkan prosedur pemilihan rekanan/karyawan yang berjalan…

  20. wah ibu,diriku pernah merasakan yg B.
    Dan memang sangat terbukti..
    Penyakitku juga sembuh dengan sendirinya

    Hanggadamai,
    Orang lain lebih awas dibanding kita sendiri….atas nama sahabat, kita kadang tak enak mengungkapkan kekesalan, padahal akhirnya terkena pada fisik kita, menjadi sakit. Itu juga pengalaman yang baik bagi saya, sejak itu saya berani mengatakan tidak, bahkan pada seorang sahabat sekalipun.

  21. Tidak ada kisah putusnya persahabatan karena cinta ? Misalnya karena mencintai orang yang sama, atau karena saling jatuh cinta

    Andrias Ekoyuono,
    Hehehe….bisa ditambahkan….saya pernah kehilangan sahabat gara-gara itu, setelah tua dan ketemu lagi serta sudah punya pasangan masing-masing, jadi geli sendiri.

  22. “persahabatan itu seperti tangan dengan mata. saat tangan terluka, mata menangis. saat mata menangis, tangan menghapusnya.”

    (^_^)v

    tapi menurutku, sahabat adalah tubuh lain jiwamu.

    Farijs van Java
    ,
    Yup…betul….

  23. pengalaman pribadi, gara-gara uang persahabatan saya buyar… hiks..

    Gempur,
    Memang sebaiknya tak terjadi pinjam meminjam uang diantara sahabat…..karena nantinya ada yang selalu mengharapkan, yang berakibat lainnya jadi bosen….

  24. Persahabatan kadang dimulai dari suatu pertengkaran yang hebat

    Avartara,
    Setelah bertengkar hebat, jadi saling memahami…dan menjadi sahabat.

  25. Saya komen disini pengen banyak sahabat. Salam.

    Ubadbmarko,
    Semoga berhasil….

  26. oot, bu.
    pada batas apa kata sahabat boleh disematkan?
    dan apakah perlu persetujuan dari pihak yang disebut sahabat?
    boleh gak kita menolak disebut sahabat?
    maap bu.. cuma sekedar curhat. saya pernah membahasnya dikit, dengan alasan “sakit” bahwa orang yang kita sebut sahabat ternyata menganggap kita sebagai teman. :D

    Nindityo,
    Sahabat, sebetulnya tak perlu dikatakan atau disampaikan. Kita sendiri merasakan, bahwa si A kedekatannya melebihi dari teman yang lain dihati kita. Jika salah satu pihak hanya merasa teman, berarti memang belum benar menjadi sahabat….karena sahabat adalah melebihi teman biasa, yang chemistry nya sama, sehingga kita merasa nyaman untuk bercerita apa saja pada sahabat…bukankah kita tak bisa begitu terbuka pada teman yang lain?

  27. saya termasuk orang yang direkomendasikan sahabat saya ke atasan bu :)

    Anak TK MAWAR,
    Dengan berkinerja baik, kita akan menolong orang yang telah mau memberikan rekomendasi pada orang lain….sehingga apa yang dikatakan teman memang terbukti sesuai apa yang dikatakannya.

  28. saya termasuk orang yang direkomendasikan sahabat saya ke atasan bu :)

    itu saya bu… saya lupa belom ganti :) maap maap

  29. Salam kenal ibu.. Senang membaca tulisan2 ibu.
    Saya mungkin termasuk orang yang susah menjalin persahabatan. Kalau teman sih banyak, tapi untuk menjadi sahabat banyak syaratnya:)

    Wulan,
    Salam kenal juga…..memang untuk bersahabat tak boleh ada paksaan, akan berjalan dengan sendirinya jika ketemu orang yang cocok.

  30. Kala kita bersahabat haruslah jujur dan saling mengingatkan. 2 hal itu yang selalu saya jadikan landasan dalam bersahabat.

    Aminhers,
    Yup…benar…

  31. pengalaman saya,,, dari sahabat jadi pacar hihihihihihi :lol:

    Zoelchaniago,
    Hmm..akhir yang membahagiakan….

  32. sebrapa tipiskah beda sahabat dan teman ya bu?
    soale saya mrasa nggak punya sahabat, tapi kalok teman banyak :)

    Titov,
    Biasanya kita memang banyak teman…tapi yang namanya sahabat sangat sedikit, bahkan kadang hanya 1 atau 2 orang. Inipun juga bisa berubah, sejalan dengan perubahan usia, pernikahan, perpindahan tempat tinggal dsb nya. Sahabat biasanya hubungan yang melebihi teman biasa, bahkan kadang sahabat sudah mempunyai perasaan yang sama tanpa diberitahu dahulu, memahami jika temannya ada hal yang belum berani mengemukakan. Sahabat tak boleh memaksa, harus sabar menunggung, dan tak ada yang dominan…..jadi memang sulit ya…

  33. Jadi terimgat masa masa SMA yang penuh dengan canda tawa bersaing dengan para sahabat sahabat yang sekarang entah dimana.
    Jalan hidup yang kadang memisahkan kita dengan para sahabat dan teman teman.
    Setelah selesai SMA dan masing masing menentukan jalan hidupnya rasanya ada yang hilang namun tidak terasa oleh karena kesibukan.
    Bertemu teman baru juga menjadikan kita jarang melakukan kontak dengan teman lama.
    Wah jadinya saya kangen sama mereka , terimakasih Bu telah mengingatkan.

    FAD,
    Kenangan bersama sahabat memang menyenangkan…

  34. Saya siap menjadi sahabat untuk Bunda … emang bisa yah? menjadi sahabat didunia maya?

    Rindu,
    Sahabat di dunia maya juga menyenangkan. Melalui dunia maya, ikutan milis saya banyak berkenalan dengan teman yang minatnya sama, ada yang sempat kenalan di dunia nyata dan benar-benar menjadi sahabat keluarga. Ada yang sampai sekarang hanya saling berkirim email. Syaratnya hanya kita juga memahami di kala teman kita sibuk, sama halnya kalau kita sibuk dan tak sempat berkunjung ke blog teman-teman…

  35. wah posting yg bagus sekali. sy jadi teringat kawan kawan terbaik sy waktu masa SMA…sekarang kami sudah jarang bertemu bahkan saat lebaran pun belum tentu bertemu tapi kalau ditanya apa yg paling diinginkan setiap tahunnya : reuni.

    ah mau bagaimana lagi, masak mau pada numpuk terus di kota bandung…

    Uwiuw,
    Kita tak mungkin selalu bersama…..karena memang mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing. Reuni merupakan ajang yang menyenangkan….

  36. Sahabat sejati susah dicari…..

    Swamp,
    Memang sulit, bahkan dengan saudarapun kadang berbenturan kepentingan…..

  37. semoga yang membaca benar-benar membaca….

    Panda,
    Semoga…..

  38. blogger semuanya sahabat nggak sih ? kalau yang dikasih komentar terus nggak berkunjung balik, bukan sahabat deh :)

    Yoyo,
    Kita tak dapat mengharapkan, komentar kita mendapatkan kunjungan balik, mungkin teman kita membaca tulisan tapi ga meninggalkan komentar.
    Apa harus meninggalkan komentar? Saya jarang meninggalkan komentar pada tulisan yang saya sendiri bukan ahlinya, daripada asal komentar….kalau membaca mungkin ya.
    Saya sendiri seminggu ini sibuk banget, untuk menjawab komentar kadang memerlukan waktu berjam-jam…karena koneksi lelet. Sebaiknya kita menulis kalau ingin menulis, dan bersyukur jika ada yang mau menyediakan waktu untuk membaca tulsan kita.

  39. Jadi ingat zaman dulu ada majalah SAHABAT :) dulu aku suka baca juga.

    Ngomong2 belakangan kok banyak sahabat yang ada hanya karena ada keperluan ya.. ??… :(

    Coretanpinggir,
    Pernah dengar pepatah…”no free lunch?”….artinya semakin dewasa makin ada banyak kepentingan, tapi diantara mereka pasti ada satu dua yang betul-betul sehati dengan kita,

  40. Betul sekali. Sahabat ya memang sahabat. Tidak bisa lebih dari itu, dan tetap ada batasannya.

    Edi Psw,
    Yup setuju…sedangkan antara suami isteri aja masih ada batasannya…tetap harus ada ruang untuk mengekspresikan diri masing-masing.

  41. Bu Ratna,
    Aku mo pamit dulu dari pergulatan di dunia MAYA ini. Ada PEARJALANAN yang harus aku selesaikan Bu.
    Sepurone nek ono tindak-tandukku sing KURANG AJAR karo sampeyan yoh Bu..??.

    Nuwun..lanjut dan terusin olehmu MBABAR KAWERUH ” ASAH, ASIH lan ASUH ” karo sapodho-padhane makhluk yoh Bu.

    Wuuuuuuzzz…Plaaaaaaaazzz..Plaaaaaaaazzzz…

    Santri Gundul,
    Mau melanglang buana? Semoga perjalanannya menyenangkan…kalau udah pulang, ditulis ya pengalamannya. Saya juga mohon maaf jika ada kesalahan.

  42. aku rindu sahabatku

    Realylife,
    Kalau begitu…segera berkirim kabar….

  43. sampai sekarang, saya masih belum mengerti perbedaan antara sahabat dan teman
    atau sahabat dan teman adalah sama? cuma berbeda harfiahnya saja

    Sigit,
    Mungkin penilaian masing-masing orang berbeda…tapi bagi saya, seorang sahabat hubungannya melebihi teman biasa.

  44. Friend in need, a friend indeed.

    Kang Kombor,
    Yup…agree…

  45. duh .. kalo saya jadi autis gini gimana yah ? pergi jarang sama temen ,, sahabat2 pada sibuk2 sendiri huhuhu ..

    padahal sahabat adalah salah satu tempat buat kita curhat ato ngmg apa ajalah disaat lagi ada msalah ato apapun .. hoho sok bijak ah gw hahaa ..

    bena.

    Benazio,
    Sahabat adalah tempat kita curhat, tapi kita juga harus mau mendengarkan keluhan sahabat. Sahabat adalah teman berbagi…dan akan awet kalau kita bisa saling merawat persahabatan tsb.

  46. Kadang memang berawal dari sahabat kemudian menjadi keluarga entah itu suami/istri atau besan.

    Bu, privacy antara suami-istri bagaimana? bukankah masing-masing juga punya hak untuk ‘bebas’ bertanggungjawab? :)

    Dika,
    Antara suami isteri tetap harus ada privacy yang tak boleh dilanggar, tentu dengan persetujuan kedua belah pihak, apa yang bioleh dan yang tidak. Contoh: suami saya, tak pernah berkeinginan untuk membaca inbox di Hp saya, demikian pula sebaliknya,

  47. Wah .. bunda kemaren ikutan kopdar di Monas ya? pasti seru ya bunda .. trus, postingan kopdar nya ditunggu loh :)

    Erander,
    hehehe…peserta kopdar tertua, gara-gara penasaran dengan yang namanya Fertob, sudah sering diskusi lewat email tapi belum pernah ketemu. Kebetulan hari Minggu kosong ga ada acara, jadi bisa ikutan. Posting menyusul…..

  48. ibu, boleh tahu komunitas2 orang2 perbankan adar saya bisa membuka wawasan dalam memimpin BPR, terima kasih

  49. aku masih berkawan sama temen2 sma (seminari) sampai detik ini masih saling membantu satu sama lain.

  50. sy punya teman baru,cowok sih.kita sepakat menjalin sebagai seorang sahabat bukan teman.
    baru beberapa bulan bersahabat,dia meminta saya menceritakan segala sesuatu yang private saya ke dia.saya agak kaget dengan permintaan dia.katanya sebagai seorang sahabat harus Fair .saya jadi bingung.arti sahabat yang sebenarnya itu apa???????????


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 222 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: