Entah lagi ingin menulis yang remeh temeh, yang mungkin tak ada artinya atau tak berguna bagi pembaca. Namun kadang yang remeh temeh ini bisa menyegarkan pikiran, mencoba relaks sejenak, dan esoknya semoga menemukan ide-ide baru. Judul tersebut sangat biasa, lha ya biasa, kan cuma jalan-jalan sama anaknya. Namun bagi saya, jalan-jalan sama si bungsu sejak lima tahun terakhir bukan hal yang mudah. Yahh sejak dia masuk ke Kampus Gajah, banyak sekali kesibukannya, dan agar bisa dekat dengan si bungsu, saya lebih sering mengalah dengan menjemputnya di kampus saat ada kesempatan ke Bandung. Kadang hanya sekedar mengajak makan bersama dengan teman-temannya, yang membuat saya lebih mengenal lingkup pergaulan si bungsu.
Selama ini saya lebih banyak jalan-jalan dengan si sulung, karena kuliah si sulung di Jakarta, sehingga masih ada waktu diantara kesibukannya yang bisa digunakan jalan-jalan bersama ibu. Kali ini saya ke Bandung menghadiri kondangan (kapan ya mulai longgar urusan kondangan ini?), dan agar bisa bersama keluarga lebih banyak, saya dan suami sepakat untuk hadir saat akad nikah nya. Jadi saya sudah sedia baju pengganti, agar selesai kondangan di daerah Geger Kalong Hilir, saya bisa berjalan-jalan dengan si bungsu, dan disepakati kami (saya dan si bungsu) akan di drop di Sukajadi, kebetulan saya belum pernah mengunjungi mal Paris Van Java, yang konon katanya kalau malam hari lebih indah karena lampu-lampunya yang gemerlapan. Saya bilang sama suami tak perlu dijemput, karena pulangnya ingin naik angkot.
Ya, kami mempunyai rumah di Bandung, dan sejak kuliah di Bandung tahun 70 an, suami akhirnya menjadi pengajar di salah satu perguruan tinggi di Bandung, jadi rumah pertama kami malah di Bandung. Namun saya hanya sesekali ke Bandung, menengok suami, atau saat libur sekolah, anak-anak lebih banyak bersama ayahnya. Dan saya nggak hafal jalanan di kota Bandung, maklum sejak turun dari kereta api sudah dijemput dan diantar lagi kemana-mana naik kendaraan pribadi. Kali ini saya ingin merasakan keliling Bandung naik angkot, jadi sepulang dari Mal ingin mencoba naik angkot…semoga ini berhasil, karena kalau sudah lelah, sering untuk mudahnya naik taksi.
Anak saya bilang, pak Budi juga punya gerai di mal Paris Van Java (PVJ) ini. Berkeliling di PVJ, ternyata menonton di Blitz Megaplex menggunakan kartu kredit tertentu bisa mendapat diskon, jadi saya dan si bungsu mencoba nonton “Hancock” karena film yang lain sudah pernah nonton. Berdua membayar Rp.25.000,- sangat murah karena kalau di Pondok Indah Mall hanya untuk satu orang. Selesai menonton berjalan-jalan di seputar Mal, melihat segala macam benda yang selama ini jarang saya tengok, beli pernak pernik untuk tempat kosmetik, beli blouse yang murah meriah karena ada diskon…dan akhirnya mencoba menikmati aneka sushi di Sushigroove, dan mengambil tempat duduk di luar agar bisa bisa menikmati keindahan. Lama-lama kok terasa dingin, padahal obrolan belum selesai….dan saat mau pesan minuman panas, adanya hanya teh panas dan ocha…akhirnya saya membayar……dan pindah ke Cafe Oh la la…… pesan minum hot coklat praline dan croissant, sambil menikmati film dari tayangan HBO.
Sambil mengobrol si bungsu menceritakan program kedepannya, apa rencana selanjutnya, tentu saja sebagai orangtua, saya mendukungnya sepanjang rencananya positif. Saya juga menganjurkan, untuk lebih mengenali diri sendiri, apa sebetulnya yang paling diinginkannya. Apa prioritas selanjutnya? Karena si bungsu saat ini pada tahap untuk memilih langkah selanjutnya, yang akan sangat menentukan kehidupan karir dan keluarga di masa depannya. Tak terasa sore makin menjelang, saya dan si bungsu keluar dari pelataran Mal PVJ, dan menyeberang jalan Sukajadi, namun lama menunggu tak ada satupun angkot yang lewat. Mungkin karena jalanan macet, akhirnya jalur angkot dipindahkan, jadi saya dan si bungsu berjalan kaki ke arah utara, sampai dipertigaan jalan Sukajadi dan jalan Jurang, terlihat ada tiga angkot berjejer, kami memilih yang ke arah Kebon Kelapa, dan turun di Lengkong Besar- Cikawao, untuk kemudian meneruskan ganti angkot ke arah Buah Batu. Ternyata naik angkot, apalagi jika tidak hujan cukup menyenangkan, dan yang paling menyenangkan adalah bisa mengobrol santai dengan si bungsu, karena besok paginya anakku sudah punya acara yang tak bisa diganggu, dan saya sendiri harus kembali ke Jakarta karena suami ada janji ketemu temannya, yang dulu satu asrama saat masih kuliah di kampus gajah. Saya bisa mengajak jalan-jalan si bungsu karena teman dekatnya lagi ada tugas ke luar kota, biasanya ibu sudah tak punya kesempatan untuk jalan-jalan dengan si bungsu terutama di akhir pekan. Thanks ya nak, rasanya kebahagiaan ibu terasa lengkap, berjalan-jalan dan mengobrol denganmu.

Wah … Ibu memang sangat perhatian pada putra-putrinya.
Saya juga lumayan sering jalan ke PvJ dengan anak2 untuk nonton, ke toko buku dan belanja. Pernah juga dengan teman2 nongkrong di kafe sambil kerja bareng.
Pak Oemar Bakrie,
hehehe…iya pak, yang butuh dan kangen kan ibunya…dan selama ini seringnya ke BIP melulu. Jadi kemarin mencoba yang lain, asyik juga nongkrong di Cafe sambil melihat orang berlalu lalang….cuma kemarin lagi dingin banget, akhirnya pindah ke tempat lain yang didalam ruangan.
Kemarin saat di Sogo, kayaknya melihat pak Ary (dosen elektro), karena tak terlalu yakin ga berani menegur, maklum saya cuma sekali ketemu saat ikut seminar sharing vision tahun 2005 di hotel Preanger. Anak sayapun ragu-ragu padahal dia dari elektro….jadi ya cuma melirik-lirik…hehehe….
Oleh: Oemar Bakrie on Juli 7, 2008
at 11:40 am
Bu, angkot di depan PVJ [jl. sukajadi] memang kalau sudah jam 16.00 dialihkan ke arah jalan sederhana.. dan ini sudah berlangsung dari zaman saya masih SD [sekarang saya sudah lulus kuliah..].. hehehe..
salam kenal, bu..
Mona,
Udah lama ya…? Dulu tante saya tinggal di Cihampelas, kalau libur kuliah di IPB (Bogor) saya ke Bandung, belanja nya di pasar Sederhana atau pasar Ciumbuleuit…dulu masih sepi. Terus ada teman yang rumahnya daerah Sukajadi, seingatku angkotnya dari Ledeng langsung turun ke arah sebelah barat stasiun kereta api.
Sekarang tante saya pindah rumah ke daerah Sulaksana (Cicadas), dan rumah saya di daerah Buah batu. Anak saya kalau kuliah di Ganesha angkotnya tak lewat Sukajadi…dan yang pernah naik angkot sama saya, dari Ciwalk. Tapi kemarin menjadi pengalaman, asyik juga naik angkot, dan seneng ngobrol dengan anak sampai sepuasnya.
Salam kenal juga, makasih ya kunjungannya.
Oleh: Mona on Juli 7, 2008
at 12:36 pm
Wah, ternyata naik angkot kalau sekali2 menyenangkan ya..Kalau tiap hari suka sebel juga karena kebanyakan ngetem…Hi hi…
Wah, PVJ memang top banget kalau malam….
Lampu2nya itu, kayaknya yang paling indah deh di Indonesia…(sok tau.com)…
Kemarin saya ke Bandung dari Sabtu, tapi nggak sempat jalan2 karena ada 2 acara kondangan.
Lain kali aja deh…
Siapa tahu nanti ketemu Ibu sedang jalan2 dengan si bungsu di sana…(ih…nggak ada siaran ulangan ya Bu…)
Heryazwan,
Anakku yang bungsu pencinta angkot sejati, bahkan sempat memposting tulisan posisi duduk di angkot yang paling nyaman. Maklum tiap hari mondar mandir kuliah naik angkot…
Oleh: heryazwan on Juli 7, 2008
at 4:23 pm
hii met kenal mbak naik kuda dimana tuh
Ulfa,
Selamat kenal juga….naik kudanya di Bromo….
Oleh: ulfa on Juli 7, 2008
at 4:29 pm
keakraban hubungan antara ibu dan anak semacam ini yang bikin iri, bu eny, hehehehe
mudah2a saya bisa meniru langkah bu enny yang bisa memahami dunia anak2nya. Yang pasti, kalau pertemuan berlangsung setelah sekian lama tdk bertemu, selalu saja ada topik menarik yang diperbinacangkan. sukses dan bahagia selalu buat ibu dan keluarga.
Pak Sawali,
Kalau kita tak terlalu mencampuri urusan pribadi mereka, mau mendengarkan curhatan mereka, dan selalu siap menjadi pendengar setia tanpa komentar…mereka akan selalu datang ke ortunya. Bahkan setiap mau ujian, si bungsu selalu sms, minta didoakan agar lancar. Si sulungpun, setiap mau pergi bekerja, tak lupa mencium pipi ibunya (dan ayahnya kalau ada di Jakarta), dan mohon doanya.
Itu bisa dilatih kok pak, yang penting kita tak menggurui, dan bisa menyesuaikan langkah sesuai perkembangan kedewasaan mereka.
Oleh: sawali tuhusetya on Juli 7, 2008
at 4:42 pm
Film Hancock itu jelek, 0-10 nilainya 6 lah.
alurnya maksa di setangah akhir nya.
jalan2 naik angkot di bandung menyenangkan, tapi kalau tersesat karena banyak angkot bandung ga konsisten, bisa menyesakan Bu.
Trian,
Hancock menurutku lumayan, dan memang akhirnya jagoan ceweknya memilih berpisah karena Hancock sejak awalnya sangat ingin jadi pahlawan. Jika tetap berpasangan, maka kesaktiannya hilang dan menjadi manusia biasa. Ini memang bukan film tentang super hero seperti biasanya, namun dilihat dari sisi psikologinya…. (ehh kok jadi sok tahu).
Tersesat? Apa Trian pernah tersesat saat naik angkot di Bandung? Kalau dinikmati, tersesatpun tak perlu jadi masalah…memang jadi masalah karena suka ngetem, dan jika pergi kuliahnya terburu-buru.
Oleh: trian on Juli 7, 2008
at 4:43 pm
pengen ke Bandung euy… btw nonton Hancock gmana ceritanya tuh, aku dah beli DVDnya kagak enak nontonnya, jd males
Wku,
Resensi tentang “Hancock” bisa dilihat di blog nya Bagus disini
http://www.baguskd.com/2008/07/resensi-film-hancock.html
Oleh: wku on Juli 7, 2008
at 5:03 pm
Ngngatkan kenangan lama di Bandung deh (saya 6 tahun sekolah dan berusaha di Bandung)
Pak Ersis Warmansyah Abbas,
Betulkah? Walau punya rumah di Bandung, saya tak terlalu kenal dengan Bandung. Dulu sih rencananya setelah pensiun mau tinggal di Bandung, namun kenyataannya masih sering ada tugas di Jakarta….jadi ya cuma mondar mandir aja.
Oleh: Ersis Warmansyah Abbas on Juli 7, 2008
at 6:08 pm
ah… manis benar bu… jalan jalan berdua saja… saya kalo jalan jalan ramean dan gandeng soalnya adek ada 3 ekor huehueheuhe
senangnya menikmati bandung
Natazya,
Dulu saat si bungsu masih di Jakarta, jalan-jalannya bertiga dengan kakaknya…kadang berempat jika ada ayahnya. Kalau udah jalan-jalan bisa seharian, dari mulai menemani kursus piano, ke toko buku, makan, menonton dll….
Oleh: natazya on Juli 7, 2008
at 8:21 pm
hiks hiks
belum pernah jalan2 ke bandung bu
(
Sigit,
Suatu ketika pasti ada kesempatan ke Bandung….padahal dekat ya. Tugas Sigit malah ke Medan, Makassar dsb nya…
Oleh: sigit on Juli 7, 2008
at 8:40 pm
wah … dah lama ngga jalan2 ama bundaku , mau jalan2 lagi ah bareng bundaku
o iya bun , kapan mau jalan2 ke Medan lagi ?? biar ditemenin ama bloggersumut yang bisa nemenin
Realylife,
Iya ya, kapan sempat ke Medan lagi?
Oleh: realylife on Juli 7, 2008
at 9:59 pm
waaaahhh.. jadi pengen ajakin bunda ku jalan-jalan..
Ratutebu,
Pasti beliau senang deh. Dulu, saat masih bujangan dan sudah bekerja, saya kalau pulang kampung suka mengajak ibu jalan-jalan. Beliau senang sekali, kalau selama ini beliau yang mentraktir, ganti saya yang mentraktir. Begitu juga saat beliau sempat ke Jakarta, beliau senang diajak jalan-jalan disekitar rumah tinggal kami….
Oleh: ratutebu on Juli 7, 2008
at 10:44 pm
sejak jadi mahasiswa saya sendiri sudah lama tidak jalan2 dengan ibu, alhamdulilah musim liburan ini bisa menemaninya jalan2 walaupun cuma berbelanja di pasar
memang benar, kalau ada anak-ibu berpisah, yang lebih merasa rindu sebenarnya si ibu
Hamka,
Pasti ibumu senang sekali, kepasar diantar putranya….
Oleh: hamka on Juli 7, 2008
at 11:29 pm
Duuuh..tulisan ibu mengingatkan saya kepada ibunda tersayang saat saya kecil dulu..cuma beda latarnya, di Palembang. Tapi jadi rindu sama bandung lagi nih..Dulu sempat nge-kost di Cihampelas, pindah ke Sukajadi, terakhir di Geger Kalong, dan kampusnya di UPI.
Asyae,
Tulisan ini memang untuk mengingatkan, bahwa sekedar jalan-jalan bersama, hubungan antara anak dan orangtua bisa menjadi erat…. sebetulnya orangtua bisa menjadi sahabat anak-anaknya, asalkan tak mencampuri urusan pribadi.
Oleh: asyae on Juli 8, 2008
at 2:05 am
Wah…. memang asyik ya jalan2 pakai angkot…. selain juga ikut melindungi lingkungan hidup.
Sayapun sekarang jikalau tujuan bisa ditempuh dengan satu kali naik angkot, berapapun jauhnya, saya akan naik angkot kecuali kalau membawa barang2 berat atau anak2 lagi rewel atau minimal lagi hujan hehehe…..
Tapi terkadang ada sebalnya juga naik angkot, terkadang ngetemnya lama sekali, tapi sebaliknya terkadang kalau kita nyetop dia, dia malah nggak mau berhenti (nggak lihat kali sopirnya) padahal angkot belum terisi penuh………
Kang Yari NK,
Kita justru terlatih kesabarannya saat menghadapi sopir angkot, ada yang ngetem, ada yang ngebut. Agar kita tak menunggu lama saat ngetem, diusahakan berjalan agak jauh, dan menyetop angkot yang lewat (sedang berjalan). Namun kalau kita punya waktu longgar sebenarnya menyenangkan, duduk di depan, mengobrol dan mendengarkan cerita sopir angkot, membuat kita bisa melihat sisi lain dari kehidupan diluar keseharian kita. Anak saya malah ga membayar gara-gara mengobrol sama sopir saat naik angkot, katanya si sopir lagi dapat rejeki…hehehe
Oleh: Yari NK on Juli 8, 2008
at 6:49 am
uhhh… jadi kangen pengen jalan2 ke bandung lagi… diitung2 kayaknya sudah hampir lima tahun saya nggak ke bandung… hiks!
Qizinklaziva,
Pasti kaget, Bandung sekarang penuh jika akhir pekan, karena banyak Factory Outlet.
Oleh: qizinklaziva on Juli 8, 2008
at 8:48 am
Dulu saya sering ke Bandung. Terakhir kesana, keadaan sudah banyak berubah sehingga harus duduk disamping pengemudi saja menikmati macetnya kota kembang ditambah kejutan melihat banyaknya jalan yang satu arah.
Barry,
Iya, polisi lalu lintas di Bandung hobi merubah aturan arah jalan, jadi membuat tersesat kalau tak hafal. Namun Bandung tetap jadi tujuan wisata, harganya banyak yang lebih murah, lebih kreatif dan selalu ada hal-hal baru.
Oleh: BARRY on Juli 8, 2008
at 8:59 am
Sekali-kali jalan-jalan pake angkot memang perlu. Selain untuk variasi, juga membantu para supir angkot. Kasihan mereka setelah sepeda motor jadi primadona, penumpang mereka kian sepi. Di sisi lain BBM naik dan setoran ikut naik.
Indra Kh,
Betul….dan naik angkot di Bandung, terutama jika cuaca cerah masih mengasyikkan….
Oleh: indra kh on Juli 8, 2008
at 9:41 am
Kalau ke Bandung juga, saya suka ke sini…
Salam kenal
Harjo,
Salam kenal juga, makasih telah mampir….
Oleh: Harjo on Juli 8, 2008
at 10:03 am
Bisa membayangkan asyiknya obrolan Ibu dan anak…
mungkin week end kemarin Bandung lagi crowded ya Bu, mengingat kemarin masih musim libur anak sekolah dan masih tanggal muda.
Yoga,
Bandung memang rame banget….tapi di PVJ masih lumayan longgar kok, mungkin karena besar ya.
Saya cuma dua malam di Bandung, jadi waktunya dimanfaatkan dengan si bungsu…..sebenarnya banyak dapat ide yang ingin di tulis…tapi mesti disesuaikan dulu. Tapi si bungsu malah ga sempat baca blog ibunya, lagi sibuk banget……musim UAS, dan mau mulai penelitian.
Oleh: Yoga on Juli 8, 2008
at 10:23 am
Seandainya ibu masih ada, akan saya kenalkan juga dengan teman-teman kuliah saya
ibu, lihatlah saya sudah dewasa.
Rindu,
Jangan sedih, mungkin bunda di sana juga bisa melihat Rindu. Mau ketemuan?…mungkin kita juga bisa ketawa-ketawa bersama….
Oleh: Rindu on Juli 8, 2008
at 12:02 pm
Wah, Ibu jalan-jalan ke Bandung rupanya…
Daniel Mahendra,
Cuma sehari, itupun setengah hari udah habis untuk acara kondangan, jadi setelah itu baru jalan-jalan, berdua aja biar seru. Ayahnya pun tak boleh ikut, karena nggak seru kalau ada cowoknya….hehehe
Oleh: Daniel Mahendra on Juli 8, 2008
at 12:33 pm
Hiks .. jadi kangen naik angkot di Bandung …
jadi inget .. kalo di bandung jarang sekali motor .. biasanya pada naik angkot semua .. kalo di Surabaya atau jawa timuran .. waduh .. motor roda dua banyak cekali ..
Tintin,
Di Bandung sepeda motor juga makin banyak….tapi masih banyak juga yang naik angkot.
Oleh: tintin on Juli 8, 2008
at 1:35 pm
saya sudah lama tidak ke Bnadung. Baca posting ini jadi ingin ke sana dan naik angkot keliling Bandung juga…
Artja,
Boleh juga tuh idenya…
Oleh: artja on Juli 8, 2008
at 1:37 pm
Waa… jadi kangen jalan-jalan sama ibu saya.
*persiapkan tiket pulang weekend ini*
Emyou,
Pasti seneng deh jalan-jalan sama ibu…banyak yang bisa dilihat, walau cuma sekedar belanja ke pasar, masak bareng sambil mengobrol….
Oleh: emyou on Juli 8, 2008
at 2:56 pm
waaah…asyiknya jalan berdua bersama. saya juga ingin… *menunggu saat-saat liburan bersama mama*
CK,
Bukankah Chika masih serumah dengan mama? Jadi banyak waktu untuk merencanakan liburan…
Oleh: cK on Juli 8, 2008
at 3:16 pm
bagus itu, orang tua harus mendukung program kerja si anak, dah kayak calon legislatif aja yak..
Okta Sihotang,
Sudah bukan masanya orangtua berlagak sok tahu, dan mengarahkan anaknya. Apalagi anak-anak saya sudah lulus S1, jadi sudah bisa memilih jalan hidupnya sendiri sesuai impiannya.
Oleh: okta sihotang on Juli 8, 2008
at 3:44 pm
senangnya bisa jalan-jalan berdua ya bu…
jadi kepingin
Itikkecil,
Biasanya ibu kalah sama pacar…nahh mumpung pacarnya lagi tugas keluar kota, bisa jalan-jalan sama ibu.
Oleh: itikkecil on Juli 8, 2008
at 4:27 pm
saya terkesan deh ama ibu ini… amat dekat dengan putra putrinya… kesannya sangat memahami dunia anak muda deh
tapi jujur bu… saya hampir histeris
ternyata ibu ini lulusan ipb toh… faperta ya? (Faculty of Agriculture)
waduh… jangan jangan kenal ayah saya nih 
Sahatmart,
Saya dari Faperta IPB angkatan 7 (tahun 1970)…..udah lama banget ya..sayangnya anakku tak ada yang melanjutkan di IPB. Nama ayahnya siapa? Saya mengingat-ingat teman yang nama belakangnya Tampubolon…tapi angkatanku kayaknya nggak ada, adanya Siregar, Hutabarat, Sinaga….Angkatan 6, 7 dan 8 masih sering ketemu, minimal melalui milis….
Oleh: sahatmrt on Juli 8, 2008
at 5:47 pm
belum pernah ke bandung, pengen ngerasain juga seperti ibu deh
Arul,
Coba deh Arul…..kan banyak blogger Bandung, dan harga makanan di Bandung relatif murah…mungkin sama dengan di Surabaya.
Oleh: aRuL on Juli 8, 2008
at 7:17 pm
Nggak mampir ke acara Bersih Bersih Batagor bu ?
Mas Iman,
Acara Bersih-bersih Batagor tanggal 29 Juni 2008, saat itu saya ada 3 acara di Jakarta. Ke Bandung tanggal 4 Juli dan tanggal 6 Juli 08 pagi-pagi udah balik ke Jakarta, karena ada acara lagi di Jakarta. Benar-benar terbelenggu oleh acara.
Oleh: iman Brotoseno on Juli 8, 2008
at 7:18 pm
Saya barusan ke Bandung tanggal 10 Juli 2008 kemarin. Nggak naik angkot, soalnya nggak kenal medan, waktu terbatas, dan banyak tempat yang pengin saya lihat. Jadi carter taksi, keliling ke Gedung Sate, Gedung Asia Afrika, ITB, Masjid Raya, Gallery Nyoman Nuarta (yang patung-patungnya sangat heibaat), dan akhirnya …. walking around di outlet-butik Jl. Riau. Satu hari di Bandung, lumayan …. bisa mengunjungi banyak tempat (sampe nggak sempat makan, kelaparan deh … hehehe).
Tutinonka,
Wahh saya malah belum pernah ke galerinya Nyoman Nuarta…biasalah kalau di Bandung kan penuh acara dari pagi sampai malam.
Sayang nggak menikmati wisata kuliner di Bandung….
Oleh: tutinonka on Juli 8, 2008
at 10:19 pm
Maap Mbak Enny … salah, tanggal 3 Juli, bukan 10 Juli (gimana seeh, sekarang juga baru tanggal 8 Juli, kok jadi ‘binun’ …)
Tutinonka,
Nggak apa-apa mbak….
Oleh: tutinonka on Juli 8, 2008
at 10:22 pm
Jalan-jalan bersama anak juga romantis ya…
Ratna,
Betul…dunia serasa milik berdua, bergandengan, mendengarkan musik sambil menikmati makanan, melihat orang yang berlalu lalang dengan beraneka gaya dan cara berbusana….seru sekali….
Oleh: Ratna on Juli 9, 2008
at 12:27 am
Lama juga saya tidak jalan-jalan bersama dia Bu ^_^
Adebayu,
Kalian sama-sama sibuk ya…bukankah lab nya berdekatan….
Dan hobinya masih ngelab sampai tengah malam, membuat bokap pusing, takut ada apa-apa…..akhirnya si mbak yang nongkrong nungguin di dalam mobil di depan lab el…
Oleh: Ade Bayu on Juli 9, 2008
at 9:52 am
ayah saya ngajar Bu
ayah saya B.H. Tampubolon.
Sahatmart,
Saya udah lupa-lupa ingat….atau pas zaman saya kuliah, beliau sedang tugas ke luar negeri….
Yang jelas saya ingat dan punya banyak kenangan (saya dulu kost di Rumah Sakit II no.I) adalah pak Andi Hakim Nasution, beliau rajin nongkrongi angkatan saya saat ada mapram…dan seniornya tak berani galak tiap kali ada pak Andi…akibatnya cuma nyanyi dan baris berbaris…hehehe
Oleh: sahatmrt on Juli 9, 2008
at 2:53 pm
[...] Komentar di Jalan-jalan naik angkot di kota Bandung bersama si… Betul…dunia serasa milik berdua, bergandengan, mendengarkan musik sambil menikmati makanan, melihat orang yang berlalu lalang dengan beraneka gaya [...]
Oleh: 10 Kan S » Komentar di Jalan-jalan naik angkot di kota Bandung bersama si… on Juli 10, 2008
at 3:14 am
Hmmm, momen yang baik untuk ngobrol dari hati ke hati dengan anak ya bu…
Boleh juga tuh kiatnya, suatu hari nanti mungkin saya akan melakukannya dengan anak-anak saya:)
Wulan,
Kalau mengobrolnya di rumah, entah kenapa rasanya kurang nyaman, banyak gangguan. Saya lebih suka melakukannya saat santai, sambil makan setelah jalan-jalan…dan obrolan menjadi asyik, mengalir dengan sendirinya…..
Kadang juga melalui YM…..
Oleh: wulan on Juli 10, 2008
at 8:09 am
Wah, lagi di Bandung Bu ?
Sudah 8 bulan di Bandung, dan sering banget pulang pergi ke hotel milih naik angkot ketimbang taksi.
Selain menikmati pengalaman, seringkali menikmati mahluk manis dalam angkotnya (Bandung euy!)
Paling sebel sama ngetemnya angkot bandung…
Salam
Aresto,
Saya cuma ke Bandung akhir pekan kemarin….benar nggak kata Narpati, 9 diantara 10 cewek Bandung cantik…dan yang satu nya cuantiiik banget….
Oleh: aresto on Juli 10, 2008
at 1:53 pm
kalo saya lagi ketemu ibu saya juga suka gitu, dunia milik berdua deh.. sampe bobonya pun masih kelon, alias para suami tergusur keluar, wekekeke
Nungqee,
Memang enak kok kelonan sama ibu, saya dulu kalau pulang kampung juga maunya tidur sama ibu….hehehe
Oleh: nungqee on Juli 11, 2008
at 12:29 pm
bu, jangan bilang tidak bermanfaat, tetap menjadi pelajaran untuk kami, ibu2 muda.
sekarang anak2 masih kecil selalu menuntut jalan2 di sabtu & minggu, karena kami berdua bekerja, namun setelah mereka dewasa ternyata sulit ya bu untuk berjalan bersama.
terima kasih untuk berbagi ya bu………..
Tini,
Memang rasanya tulisannya ringan, cuma keseharian…
Syukurlah kalau bermanfaat….dan anehnya di hits lebih dari seribu orang…..saya sampai melongo…:P
Oleh: tini on Juli 11, 2008
at 6:04 pm
apa kabar mbak Eny Diah ? Memang asyik kok klau jalan-2, apalagi jalannya dengan kaki naik tangga gunung Bromo, G.Pananjakan dan cuaca sekarang ini duuiingin banget. Klau ke Bandung jangan se-kali2 ya, tapi harus sering kali lho, krna misoa kan di Bandung? tgl. 07 Juli 2008 kemarin Tutiani dng klg bertemu dng teman2 di sbya. Banyak yang 40 th bru ktmu,Drajat,Parno,Menit, Cinta, Han hOw dll. Asyiik juga.
Sosro,
Kabar baik….entah kapan saya ke Surabaya lagi.
Sebetulnya pengin banget liburan bersama keluarga mendaki gunung Bromo, tapi sulit menyesuaikan waktunya. Untuk bisa jalan-jalan setengah hari sama si bungsu aja, harus pesan jauh hari, padahal dia juga kangen, tapi sibuk….
Oleh: sosro on Juli 12, 2008
at 8:55 am
Ngobrol dengan anak memang menyenangkan! Koreksi … SANGAT MENYENANGKAN! Betul kan bu? Saya jadi kangen anak sulung saya … hik hik hik
Budi Rahardjo,
Betul pak……dan saya menjadi orangtua yang nelongso, betapa banyaknya hal dari si bungsu yang baru saya ketahui….dan betapa dia tak ingin menyusahkan orangtua, karena ingin menyelesaikan persoalannya sendiri. Tapi kemarin, setelah sekian lama digagas, tapi meleset terus karena kesibukan masing-masing, sekedar jalan-jalan dan minum coklat panas membuat hal yang sangat menyenangkan.
Saya jadi ingin ke Bandung lagi…tapi si bungsu hobi banget ke kampus, bahkan di hari Sabtu dan Minggu….memang ada apa sih pak disana…atau mau ketemu pak Budi dan pak Dimitri?
Oleh: Budi Rahardjo on Juli 13, 2008
at 8:10 am
Kund gak diajak, Bu?
Wah asyiknya jalan-jalan ama anak Bu ya!
Di Bandung pula, surga belanja dan makanan, hehehehe
Meiditami,
Si sulung sedang ada acara di Jakarta, temannya menikah. Tiap minggu dia udah jalan-jalan sama ibu…pasti saya merasa kehilangan kalau dia udah menyusul isterinya nanti…tapi itu kan memang sudah waktunya, dan dia perlu mulai membuat sarang sendiri.
Oleh: meiditami on Juli 18, 2008
at 8:44 pm
tahun depan saya kebandnung……….tp saya takut bgt……..abizzzzzzzzdah terbiasa dirumahhhhhhhhhh………………….saya pengen cr kerja disana……….susah ga cr kerja di Bandunggggggggggggggggggggggggggggggggg……
Oleh: freddy chinaga on Agustus 18, 2008
at 4:28 pm