<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Apakah  telemarketing efektif untuk menjaring konsumen?</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: rinaldi oscar</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-14775</link>
		<dc:creator>rinaldi oscar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 04:57:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-14775</guid>
		<description>Sebenarnya telemarketing adalah salah satu usaha penjualan yang bagus, hanya saja seringkali cara yang dipakai tidak sopan sehingga menimbulkan image yang negatif. terkadang kita perlu informasi tentang sesuatu, namun saat saat itu kita tidak membawa laptop atau smart phone, sehingga bingung mau cari info tentang sesuatu,..nah seandainya pada saat seperti itu ada penawaran via sms atau telepon, bukankah hal itu sangat membantu ? 

tapi memang, seringkali cara2 yang dipakai seorang telemarketing cenderung nyerocos dan ga bisa menjawab pertanyaan apalagi yang berhubungan dengan sesuatu yang berhubungan dengan complain atau kemungkinan kekurangan produk tsb. 
pada intinya, tetap telemarketing tidak buruk, hanya saja etika yang dipakai perlu diperbaiki dan ini penting bagi para trainer jangan sampai anak buahnya di telemarketing bukannya menarik pelanggan...eh malah dibenci orang..susah khan bangun image yang baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya telemarketing adalah salah satu usaha penjualan yang bagus, hanya saja seringkali cara yang dipakai tidak sopan sehingga menimbulkan image yang negatif. terkadang kita perlu informasi tentang sesuatu, namun saat saat itu kita tidak membawa laptop atau smart phone, sehingga bingung mau cari info tentang sesuatu,..nah seandainya pada saat seperti itu ada penawaran via sms atau telepon, bukankah hal itu sangat membantu ? </p>
<p>tapi memang, seringkali cara2 yang dipakai seorang telemarketing cenderung nyerocos dan ga bisa menjawab pertanyaan apalagi yang berhubungan dengan sesuatu yang berhubungan dengan complain atau kemungkinan kekurangan produk tsb.<br />
pada intinya, tetap telemarketing tidak buruk, hanya saja etika yang dipakai perlu diperbaiki dan ini penting bagi para trainer jangan sampai anak buahnya di telemarketing bukannya menarik pelanggan&#8230;eh malah dibenci orang..susah khan bangun image yang baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: septyani</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-12376</link>
		<dc:creator>septyani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 10:17:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-12376</guid>
		<description>Database memang kata kuncinya, jadi tidak bisa asal tembak kepada siapa yang kebetulan ada.. Pendekatan, atau istilah &quot;permisi&quot; sangat dibutuhkn diawal komunikasi. Etika manusiawi dalam berkomunikasi sangat diperlukan untuk menjadikan telemarketing &quot;bermanfaat&quot; bagi customer dan bukannya &quot;pengganggu&quot;. Tapi apa yang Ibu sampaikan sangat bermanfaat bagi kami para telemarketing agar bisa instropeksi bagaimana seharusnya bersikap. Semoga kedepan ada keselarasan.. Salam hangat untuk keluarga...

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Septyani&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Benar..mestinya kalau tahu nomor hape kita, bisa mengirim sms pendahuluan (dan sampaikan tahu nomor kita darimana...pertanyaan ini yang tak pernah dijawab)  untuk memperkenalkan diri, apa kita berminat apa tidak. Tapi kebanyakan sms juga menyebalkan, karena kita sibuk kan...apalagi tipe kayak saya, kalau butuh baru akan cari infonya, jadi tak perlu dikirimi sms.
Bagiku adalah lebih penting &lt;em&gt;need &lt;/em&gt;daripada&lt;em&gt; want&lt;/em&gt;...dan nomor hape adalah privacy. Jadi bawaannya udah kesel dulu kalau dapat sms atau telepon yang cuma naarin barang aneh-aneh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Database memang kata kuncinya, jadi tidak bisa asal tembak kepada siapa yang kebetulan ada.. Pendekatan, atau istilah &#8220;permisi&#8221; sangat dibutuhkn diawal komunikasi. Etika manusiawi dalam berkomunikasi sangat diperlukan untuk menjadikan telemarketing &#8220;bermanfaat&#8221; bagi customer dan bukannya &#8220;pengganggu&#8221;. Tapi apa yang Ibu sampaikan sangat bermanfaat bagi kami para telemarketing agar bisa instropeksi bagaimana seharusnya bersikap. Semoga kedepan ada keselarasan.. Salam hangat untuk keluarga&#8230;</p>
<p><em><strong>Septyani</strong></em>,<br />
Benar..mestinya kalau tahu nomor hape kita, bisa mengirim sms pendahuluan (dan sampaikan tahu nomor kita darimana&#8230;pertanyaan ini yang tak pernah dijawab)  untuk memperkenalkan diri, apa kita berminat apa tidak. Tapi kebanyakan sms juga menyebalkan, karena kita sibuk kan&#8230;apalagi tipe kayak saya, kalau butuh baru akan cari infonya, jadi tak perlu dikirimi sms.<br />
Bagiku adalah lebih penting <em>need </em>daripada<em> want</em>&#8230;dan nomor hape adalah privacy. Jadi bawaannya udah kesel dulu kalau dapat sms atau telepon yang cuma naarin barang aneh-aneh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: endar</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-8230</link>
		<dc:creator>endar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 06:28:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-8230</guid>
		<description>saya sendiri telemarketing tapi saya ingin menjadi yang baik, bisa dihargai dan menghargai orang yang ditelpon...tlg kasih tips biar bisa jadi telemarketer yang baik...thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sendiri telemarketing tapi saya ingin menjadi yang baik, bisa dihargai dan menghargai orang yang ditelpon&#8230;tlg kasih tips biar bisa jadi telemarketer yang baik&#8230;thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-7306</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 15:35:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-7306</guid>
		<description>kok bisa2nya mereka dapat nomor hp ibu, ya? bisa jadi itu juga pengaruh dari kemajuan teknologi yang disalahgunakan, bu. mereka yang memang punya naluri tipu2 seringkali menggunakan teknik marketing sebagai kedoknya. biasanya kalau saya ndak begitu kenal, hp langsung saya matikan, bu.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pak Sawali&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Kadang mereka sekedar mencoba, karena mereka tak tahu pada siapa dia bicara...lha bagaimana jualan kalau tak tahu siapa yang dihubungi. Biasanya juga langsung saya matikan hp nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok bisa2nya mereka dapat nomor hp ibu, ya? bisa jadi itu juga pengaruh dari kemajuan teknologi yang disalahgunakan, bu. mereka yang memang punya naluri tipu2 seringkali menggunakan teknik marketing sebagai kedoknya. biasanya kalau saya ndak begitu kenal, hp langsung saya matikan, bu.</p>
<p><em><strong>Pak Sawali</strong></em>,<br />
Kadang mereka sekedar mencoba, karena mereka tak tahu pada siapa dia bicara&#8230;lha bagaimana jualan kalau tak tahu siapa yang dihubungi. Biasanya juga langsung saya matikan hp nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nh18</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-7288</link>
		<dc:creator>nh18</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 08:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-7288</guid>
		<description>Telemarketing perlu data base yang jelas ...
Supaya tidak wasting time ..

dan ini yang sulit ...

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Nh18&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Benar, sehingga orang yang dihubungi bukannya malah membenci produk.jasa yang ditawarkan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Telemarketing perlu data base yang jelas &#8230;<br />
Supaya tidak wasting time ..</p>
<p>dan ini yang sulit &#8230;</p>
<p><em><strong>Nh18</strong></em>,<br />
Benar, sehingga orang yang dihubungi bukannya malah membenci produk.jasa yang ditawarkan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tomy</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-7287</link>
		<dc:creator>tomy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 08:03:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-7287</guid>
		<description>perusahaan yang bijak dalam menghubungi calon konsumen seharusnya hanya perkenalan singkat &amp; bertujuan meminta waktu untuk bertemu. nah approachnya saat bertemu muka dengan klien. lebih santun &amp; mengena

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tomy&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Harusnya seperti itu...&quot;Bu, saya tahu nomor hape ibu dari x...saya ingin menawarkan yyy dan ingin ketemu ibu. Apakah ibu bersedia?&quot; dengan cara ini kita tahu, bahwa dia paling tidak telah mengenal kita, dan tahu nomor hape kita dari orang yang kita kenal, dan orang ini yakin kita akan tertarik dengan produk/jasa yang ditawarkan. Terus terang, saya tak berani memberikan nomor hp orang lain pada sembarang orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perusahaan yang bijak dalam menghubungi calon konsumen seharusnya hanya perkenalan singkat &amp; bertujuan meminta waktu untuk bertemu. nah approachnya saat bertemu muka dengan klien. lebih santun &amp; mengena</p>
<p><em><strong>Tomy</strong></em>,<br />
Harusnya seperti itu&#8230;&#8221;Bu, saya tahu nomor hape ibu dari x&#8230;saya ingin menawarkan yyy dan ingin ketemu ibu. Apakah ibu bersedia?&#8221; dengan cara ini kita tahu, bahwa dia paling tidak telah mengenal kita, dan tahu nomor hape kita dari orang yang kita kenal, dan orang ini yakin kita akan tertarik dengan produk/jasa yang ditawarkan. Terus terang, saya tak berani memberikan nomor hp orang lain pada sembarang orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pimbem</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-7283</link>
		<dc:creator>pimbem</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 06:32:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-7283</guid>
		<description>aq ga pernah dapet yg ginian, apa gr2 ga punya kartu kredit yak??!! du du du :cool:

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pimbem&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Ga ada kaitan dengan kartu kredit kok....memang dia menghubungi nya pake hape pasca bayar...yang nomor pra bayar belum pernah dihubungi......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aq ga pernah dapet yg ginian, apa gr2 ga punya kartu kredit yak??!! du du du <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Pimbem</strong></em>,<br />
Ga ada kaitan dengan kartu kredit kok&#8230;.memang dia menghubungi nya pake hape pasca bayar&#8230;yang nomor pra bayar belum pernah dihubungi&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Catshade</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-7273</link>
		<dc:creator>Catshade</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 01:57:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-7273</guid>
		<description>Kemarin saya baru saja dapet  sms marketing... yang menawarkan proses pembuatan/perpanjangan paspor yang lancar dan mudah! Buset daaah... :lol:

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Catshade&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Padahal sekarang imigrasi makin ketat....saya baru selesai mengurus pindah alamat dan perpanjangan paspor. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya baru saja dapet  sms marketing&#8230; yang menawarkan proses pembuatan/perpanjangan paspor yang lancar dan mudah! Buset daaah&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Catshade</strong></em>,<br />
Padahal sekarang imigrasi makin ketat&#8230;.saya baru selesai mengurus pindah alamat dan perpanjangan paspor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sigit</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-7269</link>
		<dc:creator>sigit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 15:48:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-7269</guid>
		<description>waaa, 
saya sering banget bu
sampe saya simpen nomernya and saya black list,
yang saya bingung adalah darimana mereka mendapatkan nomer saya
saya pernah tanyakan dan mereka menjawab
&quot;sudah ada dalam database kami, pak&quot;
saya tanya lagi
&quot;darimana dapetnya?&quot;
mereka menjawab
&quot;tidak tahu, pak&quot;

tapi telemarketing ini memang sepertinya sudah tren di beberapa perusahaan

untuk mengukur efektifitasnya mungkin hanya dilihat dari rasio jumlah call berbanding jumlah konsumen yang terjaring

intinya sih, efektifitas bisa dihitung dari rasio resource yang terpakai (lama call kemudian dihitung dalam rupiah, lama presentasi dihitung dalam rupiah jika ada atau yang lain)
berbanding nilai rupiah yang didapatkan dari customer

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sigit&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Memang kayaknya masih sulit mengukur efektifitasnya, bahkan marketing yang dilakukan melalui media cetak maupun elektronik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waaa,<br />
saya sering banget bu<br />
sampe saya simpen nomernya and saya black list,<br />
yang saya bingung adalah darimana mereka mendapatkan nomer saya<br />
saya pernah tanyakan dan mereka menjawab<br />
&#8220;sudah ada dalam database kami, pak&#8221;<br />
saya tanya lagi<br />
&#8220;darimana dapetnya?&#8221;<br />
mereka menjawab<br />
&#8220;tidak tahu, pak&#8221;</p>
<p>tapi telemarketing ini memang sepertinya sudah tren di beberapa perusahaan</p>
<p>untuk mengukur efektifitasnya mungkin hanya dilihat dari rasio jumlah call berbanding jumlah konsumen yang terjaring</p>
<p>intinya sih, efektifitas bisa dihitung dari rasio resource yang terpakai (lama call kemudian dihitung dalam rupiah, lama presentasi dihitung dalam rupiah jika ada atau yang lain)<br />
berbanding nilai rupiah yang didapatkan dari customer</p>
<p><em><strong>Sigit</strong></em>,<br />
Memang kayaknya masih sulit mengukur efektifitasnya, bahkan marketing yang dilakukan melalui media cetak maupun elektronik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/07/09/apakah-telemarketing-efektif-untuk-menjaring-konsumen/#comment-7268</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 14:03:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=475#comment-7268</guid>
		<description>Saya juga bukan ahli marketing bu, tapi saya pernah membaca artikel tentang sebuah penelitian atau survey, saya lupa lagi, di majalah Asiaweek kalau nggak salah yang intinya menegaskan bahwa telemarketing lebih efektif apabila produk yang ditawarkan sudah kita kenal terlebih dahulu, dan juga masyarakat yang lebih familiar dengan telepon akan lebih efektif. Yang sedikit agak mengejutkan (sebenarnya nggak mengejutkan juga sih) adalah jikalau sebuah masyarakat semakin terbiasa dengan telemarketing maka semakin efektif sebuah telemarketing....... (hmmm ya iyalah masuk akal juga sih)

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kang Yari NK&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Menurut saya, kesalahannya adalah mereka menawarkan tanpa mau mendengar...atau mungkin latihannya kurang ya. Jadi seolah-olah hanya nyerocos menawarkan dagangannya, kan seharusnya pakai basa basi dulu, ngobrol dulu.....baru masuk ke inti persolan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga bukan ahli marketing bu, tapi saya pernah membaca artikel tentang sebuah penelitian atau survey, saya lupa lagi, di majalah Asiaweek kalau nggak salah yang intinya menegaskan bahwa telemarketing lebih efektif apabila produk yang ditawarkan sudah kita kenal terlebih dahulu, dan juga masyarakat yang lebih familiar dengan telepon akan lebih efektif. Yang sedikit agak mengejutkan (sebenarnya nggak mengejutkan juga sih) adalah jikalau sebuah masyarakat semakin terbiasa dengan telemarketing maka semakin efektif sebuah telemarketing&#8230;&#8230;. (hmmm ya iyalah masuk akal juga sih)</p>
<p><em><strong>Kang Yari NK</strong></em>,<br />
Menurut saya, kesalahannya adalah mereka menawarkan tanpa mau mendengar&#8230;atau mungkin latihannya kurang ya. Jadi seolah-olah hanya nyerocos menawarkan dagangannya, kan seharusnya pakai basa basi dulu, ngobrol dulu&#8230;..baru masuk ke inti persolan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
