<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Suka duka ditinggal asisten saat anak masih kecil</title>
	<atom:link href="http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/</link>
	<description>Kenangan, pengalaman, dan perjalanan hidup seorang ibu..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Ikkyu_san</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8661</link>
		<dc:creator>Ikkyu_san</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 16:05:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8661</guid>
		<description>Mau dong bu asistennya dikirim satu ajaaaa ke Tokyo hehehe. Kalau saya sih memang tidak ada masalah dengan asisten karena tidak ada. Yang pernah bermasalah adalah ketika saya harus mengajar malam, padahal bapaknya tidak bisa jemput ke penitipan krn dia juga ada rapat. Terpaksa saya jemput dan dengan bermobil 2 jam bawa anak saya. Untung di lingkungan sekolah Indoensia, jadi ada orang Indonesia yang bisa saya minta tolong (tentu saja saya bayar) selama mengajar 2 jam. Sayang sekali orang Jepang sama sekali &lt;b&gt;tidak toleransi &lt;/b&gt; dengan kehadiran anak-anak. Even in the train.... sakit hati deh bu tinggal di Tokyo. Makanya Jepang punya masalah besar dengan generasi penerusnya (demografi terbalik). Tinggal tunggu saja SD ditutup.
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Ikkyu_san&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Disitulah suka dukanya, karena Jepang negara maju, mereka sangat dikejar waktu. Akibatnya menunda pernikahan, atau menunda atau bahkan tak ingin punya anak, agar karirnya tak terganggu. Semua ada &lt;em&gt;pro&#039;s&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;con&#039;s&lt;/em&gt; nya. Di satu sisi, mereka lebih mandiri, tak tergantung pada orang lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau dong bu asistennya dikirim satu ajaaaa ke Tokyo hehehe. Kalau saya sih memang tidak ada masalah dengan asisten karena tidak ada. Yang pernah bermasalah adalah ketika saya harus mengajar malam, padahal bapaknya tidak bisa jemput ke penitipan krn dia juga ada rapat. Terpaksa saya jemput dan dengan bermobil 2 jam bawa anak saya. Untung di lingkungan sekolah Indoensia, jadi ada orang Indonesia yang bisa saya minta tolong (tentu saja saya bayar) selama mengajar 2 jam. Sayang sekali orang Jepang sama sekali <b>tidak toleransi </b> dengan kehadiran anak-anak. Even in the train&#8230;. sakit hati deh bu tinggal di Tokyo. Makanya Jepang punya masalah besar dengan generasi penerusnya (demografi terbalik). Tinggal tunggu saja SD ditutup.<br />
<em><br />
<strong>Ikkyu_san</strong></em>,<br />
Disitulah suka dukanya, karena Jepang negara maju, mereka sangat dikejar waktu. Akibatnya menunda pernikahan, atau menunda atau bahkan tak ingin punya anak, agar karirnya tak terganggu. Semua ada <em>pro&#8217;s</em> dan <em>con&#8217;s</em> nya. Di satu sisi, mereka lebih mandiri, tak tergantung pada orang lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ersis Warmansyah Abbas</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8627</link>
		<dc:creator>Ersis Warmansyah Abbas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 16:49:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8627</guid>
		<description>Di setiap etape kehidupan memang ada masalahnya, kiranya bagaimana kita menyikapi saja. Aku suka Bu Ratna dapat bos yang begitu paham.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ersis Warmansyah Abbas&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Betul pak, jika anak sudah besar yang menjadi pikiran adalah jika belum kembali pulang, walau sudah malam. Sebetulnya sih hanya kawatir ada apa-apa di jalan. Ya, inilah perbedaannya, orangtua kawatir, tapi anak-anak menganggap mereka sudah besar, tak perlu memberitahu orangtua kalau terlambat pulang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di setiap etape kehidupan memang ada masalahnya, kiranya bagaimana kita menyikapi saja. Aku suka Bu Ratna dapat bos yang begitu paham.</p>
<p><em><strong>Ersis Warmansyah Abbas</strong></em>,<br />
Betul pak, jika anak sudah besar yang menjadi pikiran adalah jika belum kembali pulang, walau sudah malam. Sebetulnya sih hanya kawatir ada apa-apa di jalan. Ya, inilah perbedaannya, orangtua kawatir, tapi anak-anak menganggap mereka sudah besar, tak perlu memberitahu orangtua kalau terlambat pulang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: konsultasi kesehatan</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8626</link>
		<dc:creator>konsultasi kesehatan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 13:48:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8626</guid>
		<description>perlakukan manusia sebagai manusia, perlakukan seperti kita diperlakukan oleh orang lain. Mungkin ini Kunci dari Ibu sehingga banyak asistennya  senang dan betah
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Konsultasi kesehatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Yup...setuju...itulah kuncinya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perlakukan manusia sebagai manusia, perlakukan seperti kita diperlakukan oleh orang lain. Mungkin ini Kunci dari Ibu sehingga banyak asistennya  senang dan betah<br />
<em><br />
<strong>Konsultasi kesehatan</strong></em>,<br />
Yup&#8230;setuju&#8230;itulah kuncinya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: david faisal</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8623</link>
		<dc:creator>david faisal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 08:55:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8623</guid>
		<description>gak pernah ngalami susahnya ditinggal asisten karena tinggal di pelosok desa di Blitar Jawa Timur

dan yang lebih seru saat lebaran rumah malah dijadikan jujugan mudin keluarga dari jakarta jadi pasti rame

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;David Faisal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Jika masih dilingkungan kampung, umumnya hubungan antar tetangga dekat....jadi bisa saling menitip anak jika ada keperluan sewaktu-waktu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gak pernah ngalami susahnya ditinggal asisten karena tinggal di pelosok desa di Blitar Jawa Timur</p>
<p>dan yang lebih seru saat lebaran rumah malah dijadikan jujugan mudin keluarga dari jakarta jadi pasti rame</p>
<p><em><strong>David Faisal</strong></em>,<br />
Jika masih dilingkungan kampung, umumnya hubungan antar tetangga dekat&#8230;.jadi bisa saling menitip anak jika ada keperluan sewaktu-waktu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mamavino</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8620</link>
		<dc:creator>mamavino</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 07:35:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8620</guid>
		<description>pagi ini sy sungguh shock, krn asisten sy ternyata malah direcall  keluarganya, dan mendadak sekali, pdhl kmr pulang tujuannya cm mengantar kk nya pulang. tp pagi td kembali hanya utk mengemas barang2nya dan pamitan krn sdh tdk boleh bekerja lg oleh orantuanya..
alhamdulillah.. mertua dr Solo segera mengirimkan balabantuan asistennya untk &#039;dipinjam&#039; sementara mengasuh anak sy..
sedikit legaa...  :((

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mamavino&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Masih beruntung, ada bala bantuan datang.
Dulu, saat tinggal di kompleks, karena anak-anak sudah besar, rumahku sering jadi penitipan anaknya tetangga yang masih kecil, jika asistennya belum datang sedang mamanya harus sudah ngantor. Maklum, asisten saya pulangnya gantian, jadi ada satu yang tinggal di rumah. Dan si asisten juga senang dititipi anak, karena mendapat imbalan yang memuaskan dari ibu yang menitip tadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pagi ini sy sungguh shock, krn asisten sy ternyata malah direcall  keluarganya, dan mendadak sekali, pdhl kmr pulang tujuannya cm mengantar kk nya pulang. tp pagi td kembali hanya utk mengemas barang2nya dan pamitan krn sdh tdk boleh bekerja lg oleh orantuanya..<br />
alhamdulillah.. mertua dr Solo segera mengirimkan balabantuan asistennya untk &#8216;dipinjam&#8217; sementara mengasuh anak sy..<br />
sedikit legaa&#8230;  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (</p>
<p><em><strong>Mamavino</strong></em>,<br />
Masih beruntung, ada bala bantuan datang.<br />
Dulu, saat tinggal di kompleks, karena anak-anak sudah besar, rumahku sering jadi penitipan anaknya tetangga yang masih kecil, jika asistennya belum datang sedang mamanya harus sudah ngantor. Maklum, asisten saya pulangnya gantian, jadi ada satu yang tinggal di rumah. Dan si asisten juga senang dititipi anak, karena mendapat imbalan yang memuaskan dari ibu yang menitip tadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tren di bandung</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8619</link>
		<dc:creator>tren di bandung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 06:35:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8619</guid>
		<description>lebaran menjelang, pembantu pun pulang.
sebelum berlebaran...
temukan 

BOM di Malam Lailatul Qadr

http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tren di bandung&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Tak masalah, waktunya melatih anak untuk kerja sama mengerjakan pekerjaan rumah tangga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lebaran menjelang, pembantu pun pulang.<br />
sebelum berlebaran&#8230;<br />
temukan </p>
<p>BOM di Malam Lailatul Qadr</p>
<p><a href="http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/" rel="nofollow">http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/</a></p>
<p><em><strong>Tren di bandung</strong></em>,<br />
Tak masalah, waktunya melatih anak untuk kerja sama mengerjakan pekerjaan rumah tangga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suciutami</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8610</link>
		<dc:creator>suciutami</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 01:38:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8610</guid>
		<description>haloo..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>haloo..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Iwan Awaludin</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8609</link>
		<dc:creator>Iwan Awaludin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 01:37:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8609</guid>
		<description>wah, kalau saya asisten saya pulangkan karena sudah mulai membahayakan. Akhirnya hidup tanpa asisten, apalagi sekarang di luar negeri. Ngga ada orang yang bisa diminta bantuan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dengan bayaran terjangkau seperti di Indonesia. Jangankan membantu pekerjaan rumah, cuma meriksa genteng bocor aja sudah minta bayaran 500 ribu. Mending mengerjakan sendiri semuanya, dan memang tambah cape apalagi ada satu tambahan bayi.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Iwan Awaludin&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Hidup di luar negeri memang risiko nya semua dilakukan sendiri, karena biaya tenaga kerja mahal....tapi di satu sisi melatih anak-anak lebih mandiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, kalau saya asisten saya pulangkan karena sudah mulai membahayakan. Akhirnya hidup tanpa asisten, apalagi sekarang di luar negeri. Ngga ada orang yang bisa diminta bantuan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dengan bayaran terjangkau seperti di Indonesia. Jangankan membantu pekerjaan rumah, cuma meriksa genteng bocor aja sudah minta bayaran 500 ribu. Mending mengerjakan sendiri semuanya, dan memang tambah cape apalagi ada satu tambahan bayi.</p>
<p><em><strong>Iwan Awaludin</strong></em>,<br />
Hidup di luar negeri memang risiko nya semua dilakukan sendiri, karena biaya tenaga kerja mahal&#8230;.tapi di satu sisi melatih anak-anak lebih mandiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suciutami</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8607</link>
		<dc:creator>suciutami</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 01:32:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8607</guid>
		<description>salam kenaal..
&lt;em&gt;
&lt;strong&gt;Suciutami&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Salam kenal juga....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenaal..<br />
<em><br />
<strong>Suciutami</strong></em>,<br />
Salam kenal juga&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oemar Bakrie</title>
		<link>http://edratna.wordpress.com/2008/09/17/suka-duka-ditinggal-asisten-saat-anak-masih-kecil/#comment-8605</link>
		<dc:creator>Oemar Bakrie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 00:33:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edratna.wordpress.com/?p=809#comment-8605</guid>
		<description>Saya juga sering bawa anak ke kantor Bu, kalau kebetulan tidak ada yg nunggu di rumah. Untungnya ITB nggak se-ketat dan se-angker kantor lain atau perusahaan swasta. Anak2 jadi familiar dengan lingkungan kantor dan lumayan akrab dengan teman2 di TU sehingga bisa saya tinggal untuk ngajar atau rapat ...

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oemar Bakrie&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,
Lingkungan pendidikan memang lebih ramah pak, anak-anak juga dulu sering diajak ayahnya ke Dikti, dan kemudian ke tempat sang ayah mengajar. Saat saya masih kecil, sering dibonceng ayah, diajak ke tempat beliau mengajar, demikian juga saya sering main ke sekolah tempat ibu mengajar, yang kebetulan persisi di belakang SMA I, kali ini ibu mesti memberi uang untuk jajan....biasanya kesana kalau habis olah raga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga sering bawa anak ke kantor Bu, kalau kebetulan tidak ada yg nunggu di rumah. Untungnya ITB nggak se-ketat dan se-angker kantor lain atau perusahaan swasta. Anak2 jadi familiar dengan lingkungan kantor dan lumayan akrab dengan teman2 di TU sehingga bisa saya tinggal untuk ngajar atau rapat &#8230;</p>
<p><em><strong>Oemar Bakrie</strong></em>,<br />
Lingkungan pendidikan memang lebih ramah pak, anak-anak juga dulu sering diajak ayahnya ke Dikti, dan kemudian ke tempat sang ayah mengajar. Saat saya masih kecil, sering dibonceng ayah, diajak ke tempat beliau mengajar, demikian juga saya sering main ke sekolah tempat ibu mengajar, yang kebetulan persisi di belakang SMA I, kali ini ibu mesti memberi uang untuk jajan&#8230;.biasanya kesana kalau habis olah raga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
