Oleh: edratna | Oktober 8, 2008

Teh, kopi atau susu coklat panas?

Setiap orang umumnya mempunyai kebiasaan rutin yang dilakukan untuk memulai kehidupan di pagi hari. Ada yang merasa “tak hidup” bila belum mengisap rokok sebatang, ada yang mesti lari pagi, atau mendengarkan berita. Membaca tulisan Yoga di blog nya, membayangkan jangan-jangan karakter Yoga mirip denganku, apalagi kebiasaan Yoga seperti menyukai teh poci, dan belakangan teh orange pekoe (kali ini saya belum tahu jenis teh macam apa pula ini).

Saya pernah mendapat kritikan dari teman sekamar saat mulai kost di awal karirku, gara-gara saya rasanya “belum melek” atau “belum hidup” jika belum minum teh panas manis atau bahasa Jawanya “nasgitel” (panas, legi, kentel). “Itu kebiasaannya wong Londo yang menjajah kita mbak,” katanya. “Lho, kalau kebiasaannya Londo, kenapa….memang enak kok minum teh panas manis, kepala langsung kemepyar….dan hidup, gitu lho,” jawab saya, agak ngeyel. Mungkin karena teman saya dari daerah Jawa Barat, yang tidak suka manis-manis. Kebetulan saya besar di daerah banyak pabrik gulanya (memang ada pengaruhnya???), dan gadis penghuni pabrik gula terkenal manis-manis.

Begitulah, acara setiap pagi hari di mulai dengan teh panas manis dan susu coklat hangat. Dan rasa tehnya harus pas, untungnya saya tak sampai favorit merk tertentu seperti teman saya, yang sangat suka dengan teh merk “Tong ji”. Dan sayangnya si mbak yang bisa membuat teh sesuai selera saya hanya mbak Ti yang ikut di rumah Jakarta, entah kenapa si mbak di Bandung, biarpun di pesan dan di beri contoh, tetap saja sulit membuat teh yang rasanya pas di lidah. Padahal sebetulnya membuat teh yang enak sangat sederhana. Kita hanya menjerang air (konon kalau air pegunungan yang masih jernih rasanya lebih hueenaak lagi) sampai mendidih, kemudian buat “mbok-mbokan” (air di tuang dalam wadah yang telah di beri teh kira-kira satu sendok makan, dan ditutup), biarkan kira-kira 2-3 menit, baru teh di tuang dalam gelas. Rasa manis bisa disesuaikan selera. Dan menurut saya teh yang enak, adalah yang rasanya pas, tak terlalu kental dan tak terlalu bening.

Bagaimana dengan “hot lemon tea“? Rasa teh ini mulai saya kenal sekitar tahun 90 an, karena menurut seorang teman, jika teh ditambahkan dengan perasan jeruk nipis akan mengurangi masuk angin. Awalnya saya tak terlalu suka, namun belakangan saya menyukai rasa teh lemon ini. Namun, kembali lagi, rasa teh lemon ini, hanya pas di restoran tertentu, seperti di American Grill, di Izzi Pizza dan lain-lain. Dan saya lebih suka jika jeruk nipisnya dipisah, sehingga saya sendiri yang memerasnya, sehingga rasanya sesuai selera kita. Kemudian saya mengenal rasa teh jenis lain, seperti teh rasa mint dan lain-lain. Awalnya diajak si sulung makan pizza di Chitos sambil mencoba berbagai rasa teh…dan ternyata teh rasa mint enak sekali. Pernah mencoba teh tarik? Kali ini, ternyata rasanya tak sesuai lidah saya. Selain itu, saya juga menyukai rasa teh poci gula batu….rasanya sedaaap. Dulu, saat anak-anak kecil, di lantai dua Gramedia Blok M, ada counter yang menjual siomay dan teh poci gula batu. Anak-anak sering lupa waktu kalau pergi ke toko buku, jadi kalau bosan, mampir dulu untuk makan siomay dan minum teh poci, nanti dilanjutkan lagi membaca buku. Sayang akhirnya counter ini tak ada lagi, mungkin tak terlalu laku. Minum teh yang nyaris hampir selalu pas di lidah adalah jika kita bepergian ke daerah Yogya atau Solo, rasa teh nya pas….. begitu juga teh poci gula batunya.

Nahh bagaimana dengan kopi? Sejak dulu saya tak selalu harus minum kopi, bahkan jarang sekali dan hanya sesekali. Apalagi belakangan, penyakit maag saya sering muncul gara-gara telat makan. Ada beberapa pendapat tentang minum kopi ini, tapi dahulu saya minum kopi agar tekanan darah naik, dan badan terasa segar. Ini gara-gara saya suka pusing dan saat pergi ke dokter perusahaan, sang dokter menyarankan agar jika pusing saya minum kopi panas atau teh. Tentang manfaat kopi saya pernah menulis nya di sini. Walau membuat minuman kopi dapat dilakukan secara mudah, namun rasa kopi ini bisa berbeda tergantung pembuatnya. Dulu, kalau saya diundang mengajar di Pusdiklat perusahaan, saya selalu pesan kopi yang di buat oleh pak Antori, rasanya benar-benar lezat….padahal sebetulnya racikannya sama dengan cara meracik kopi di rumah saya. Si mbak yang pintar membuat kopi di rumah adalah mbak Jum, yang sekarang telah menikah dan punya anak, sehingga tak tinggal lagi di rumah saya. Mbak Ti, yang enak kalau bikin teh, ternyata kopi bikinannya masih kalah enak dengan mbak Jum. Sedang dari keluarga, yang pintar bikin kopi adalah adik iparku, yang berprofesi sebagai tentara.

Bagaimana dengan susu coklat? Selain suka minum teh, kadang-kadang kopi, maka minum susu coklat panas, adalah kebiasaan yang kalau belum dilakukan, terasa hari saya belum lengkap. Saya dan si bungsu benar-benar penggila susu, sehari bisa minum beberapa gelas. Namun si bungsu bisa minum susu apa saja, pernah dari penerbangan Padang-Jakarta, dia minum susu sampai ber gelas-gelas, sampai pramugari nya tertawa. Dia juga suka mencoba susu apa saja, dari susu coklat, sampai teh susu. Sedangkan saya, hanya suka susu coklat panas, namun didiamkan sebentar dan baru diminum selagi hangat-hangat kuku. Saat anak-anak kecil, mereka setiap pagi hari selalu minum susu coklat buatan ibu, dan ini adalah cara saya membangunkan mereka. Dan mereka selalu merindukan susu hangat buatan ibu, yang menurut mereka rasanya pas. Agar anak-anak tak protes, setiap ada si mbak baru, saya memberi contoh adonan susu, yang terdiri dari dua sendok teh susu bubuk, setengah sendok teh coklat bubuk, dan dua sendok teh gula, kemudian di tambah air panas yang baru mendidih. Di luar waktu pagi, saya bisa minum susu apa saja, dan yang sekarang selalu ada adalah susu kedelai.

Kebiasaan di atas ternyata juga merepotkan kalau saya lagi bertugas ke luar kota. Biasanya saya lebih memilih minum susu dicampur kopi, karena jarang sekali teh yang rasanya pas. Agar perut tak berontak, saya mewajibkan diri sendiri untuk makan nasi atau roti lebih dulu, agar perut tak kosong. Kenapa kopi dan bukannya teh? Entah kenapa, kalau rasa kopi kurang sedap, lidah saya masih bisa menyesuaikan dibanding rasa teh yang aneh. Akibat kebiasaan ini pula, jika saya bepergian, pagi sekali sudah pesan minuman panas, padahal saya rasanya iri melihat teman yang tenang-tenang saja memulai harinya tanpa harus minum sesuatu, dan bisa minum apa saja, bahkan hanya air putih dingin dari lemari es.

Dari pengamatan saya, kenapa ada orang yang bisa menyediakan minuman yang pas, ternyata karena orang tersebut juga mempunyai kebiasaan minum minuman tersebut. Kalau dirumah, mbak Jum lebih suka minum kopi, sedang mbak Ti memang penyuka teh. Karena suka minum minuman tertentu tersebut, secara tak langsung lidah bisa merasakan rasa yang pas, dan merasakan perbedaaannya, walau sekedar minum teh atau kopi.

Catatan:

Nasgitel= istilah yang diambil dari singkatan panas, legi (manis) dan kentel (kental)
Kemepyar= kepala menjadi lebih enteng (ringan, tidak pusing), dan mata lebih terang
About these ads

Responses

  1. (mudah-mudahan) pertama…

    kalo saya suka teh dengan sedikit kopi…, kalo kopi saja perut bisa ga karu-karuan…

    gbaiquni,
    Ada ya teh campur kopi…enakkah? Apa kopi bubuk dan tehnya dicampur? Bagaimana cara membuatnya….. wahh perlu dicoba nih.

  2. kalau saya bu, sukanya kopi, cara membuatnya pun harus saya tentukan. Tidak boleh membuat kopi dengan air panas dispenser, harus direbus pake kompor hingga benar-benar mendidih. Setelah mendidih harus langsung dituangkan ke kopinya. Menurut saya air yang mendidih inilah yang akan mematangkan kopi dan mengeluarkan aroma kopi.
    Saya juga punya pengalaman tentang kopi (bubuk), menurut saya kopi yang enak itu adalah kopi yang ketika dituangkan air panas kepadanya, seluruh bubuk kopi akan terangkat keatas dan berangsur-angsur mengendap seiring dengan turunnya suhu kopi.

    Adipati Kademangan,
    Wahh perlu mencoba racikan kopinya mas Adipati nih, pasti enak ya. Memang betul, kopi yang enak adalah yang berasal dari air mendidih, yang dididihkan di atas kompor…dan langsung dituangkan setelah oblok-oblok (mendidih), dan diendapkan sebentar setelah diaduk, agar rasa kopi menyatu.
    Mungkin upacara ini, yang kadang tak dipahami orang yang bikin kopi, padahal proses ini membuat rasa kopi berbeda hasilnya.

  3. Wow … Bu Ratna piawai amat tu nulis, bikin ngiler sembari berimajinasi minum he he

    Ersis,
    Hahaha…ntar bisa menyaingi mas Bondan dong pak….
    Tapi saya banyak belajar gaya menulis melalui tulisan bapak, pak Sawali dan lainnya….bagaimana hal yang sederhana bisa menjadi ide tulisan…..ini kan gara-gara liburan, jadi menikmati minum teh sambil makan pisang goreng yang baru mengepul, hasil masakan si mbak….

  4. Pagi Bu, baru saja saya sarapan, satu mug susu coklat dan satu mug teh manis hangat yang dibuat tea lady kami di kantor. :)

    Sebenarnya saya menyukai bermacam-macam teh. Dahulu saya memiliki koleksi teh yang cukup lengkap, mulai dari earl grey, daarjeling, hingga teh untuk teh poci, bahkan infussion. Lantas saya sempat prihatin dengan kenyataan bahwa teh-teh berkualitas no. 1 di Indonesia dikirim ke negera-negara asing dalam bentuk bulk yang tidak memberikan keuntungan banyak bagi bangsa kita. Tidak ada nilai tambah. Tidak pernah negara kita dikenal sebagai penghasil teh merk anu yang tersohor. Teh-teh terbaik di dunia, kebanyakan dilabeli dengan merk yang berasal dari negara yang justru tidak menghasilkan teh.

    Pikiran sederhana saya, jika sekiranya bangsa Indonesia lebih melek teh, seandainya lebih banyak penikmatnya terutama teh yang berkualitas, maka tidak menutup kemungkinan hal ini akan mendorong produsen teh lokal untuk menyediakan teh berkualitas baik di pasaran lokal–yang tidak perlu di impor dari mana pun, yang tidak perlu mengkonsumsi biaya transportasi yang besar yang membebani konsumen (selain itu menimbulkan jejak karbon yang panjang). Ya prinsipnya demand dan supply Bu.

    Nah sekarang, saya tergoda menikmati lagi. Maklum lidah ini telah kenal rasa dan sekali-sekali ingin merasakan kenikmatan teh itu lagi.

    Btw, saya juga susu coklat hangat, apalagi pas hujan malam-malam ditambah sedikit marshmallow hmmm lezaaat.

    Kopi? Ah saya juga coffee addict Bu… black coffee especially, ada sedikit koleksi kopi di rumah. Selama puasa kemarin saya manfaatkan untuk detok caffeine, hingga kini saya belum minum kopi lagi. Tapi nanti mungkin saya butuh, untuk membuat pikiran lebih “kemepyar”.

    Jadi kapan kita minum teh bareng-bareng Bu? ;)

    Yoga,
    Aduhh …Yoga ini benar-benar tea addict…..
    Kapan ketemuan? Di Chitos? Atau PIM? Kan Yoga juga tinggal di Jakarta Selatan kan? Japri ya…tinggalkan nomor hape, ntar kita sms an. Pasti menarik mengobrol antar dua generasi, membahas teh sampai kopi…hahaha

  5. Ah saya jadi ingat, ketika di Sorong–salah satu staff kantor kami yang asli Serui (nama salah satu suku di Papua), bercerita ia tidak bisa makan nasi tanpa kuah walau seenak apa pun lauknya. Kalau tak ada makanan berkuah, ia dengan santai akan menuangkan teh manis ke nasinya dan mulailah ia makan dengan lahap. :D

    Yoga,
    Saya pernah mendengar juga cerita tentang itu…dan itu benar adanya….

  6. wah sama bu, saya penggemar teh dan susu tapi ga terlalu suka kopi (tapi masih doyan). sejauh ini masih teh indonesia yang aroma dan kesegarannya tiada tanding. Di Tegal dulu banyak warung-warung buat moci, istilah buat menikmati teh dari poci. Tiap orang dikasih satu poci dari tanah yang berisi teh nas-tel, trus dikasih juga cangkir (dari tanah juga) dan glondongan gula batu, jadi sambil ngobrol kesana kemari silakan dihabiskan teh dan gula batunya, kalo kurang ya tambah teh-nya, mungkin mirip-mirip tradisi angkringan di solo/jogja.
    Kalo dinas ke makassar coba beli teh malino deh bu, teh-nya hitam pekat dan agak berat rasanya, mungkin cocok dengan selera ibu :D

    Iway,
    Iya, kalau kita lewat Pantura, memang banyak dijual poci teh dari tanah liat…konon katanya agar rasa tehnya enak, saat mencuci hanya dibilas dengan air bersih dan tak boleh pake sabun. Teh Malino? Wahh mudah2an kapan-kapan bisa dapat tugas ke Makassar….

  7. wah.. kalo sarapan pagi, kopi gak pernah ketinggalan (kecuali pada saat puasa, kebiasaan ini saya tinggalkan)

    resep favorit saya, kopi instant+gula+krimer yang di-mix sedikit dengan kopi-kopi beraroma (mochacinno, caribbean nuts, vanilla latte ato kopi-kopi lain yang dicampur perasa tertentu). Dan kemarin dapet resep baru dari teman, yaitu di-mix dengan kopi yang nggak instant (lebih harum jadinya) :D

    *oot= bu enny, blognya saya add linknya ya :) *

    Darnia,
    Silahkan di link, makasih….
    Wahh resepnya boleh juga di coba….

  8. saia juga harus minum teh manis hangat setelah bangun tidur (walau belum mandi), entah kebiasaan itu aku lakukan sejak kapan…

    Gajahpesing,
    Konon minum hangat di pagi hari membuat mata lebih melek, dan kepala lebih enteng…..

  9. Saya ini orang yang (sudah) nggak punya kebiasaan harus minum sesuatu yang khusus di pagi hari. Selama belasan tahun, saya terbiasa dibuatkan susu coklat hangat oleh Ibu. Tapi kemudian sejak kuliah (masuk asrama, sering nginep dan pernah kost), jadi minum susunya sesekali aja.

    Satu yang pasti, tiap pagi mesti sarapan. Bubur ayam cianjur yang dianjurkan, sebab enak :mrgreen:

    Nonadita,
    Bubur ayam Cianjur? Wahh yang ini jelas saya suka…dulu di Dbest ada, tapi udah lama ga jualan mungkin peminatnya kurang…..

  10. Bunda ..setiap pagi..aku buatkan kopi untuk diriku..dan teh manis untuk suamiku..dan bubur saring untuk anakku hhihi..

    Kopi itu nendang banget buat recharge semangat di pagi hari bunda..

    Yessy Muchtar,
    Minuman hangat di pagi hari memang membuat badan segar…tapi kalau saya juga harus sarapan, kalau nggak kepala pusing.

  11. Saya selalu minum kopi bu. Apalagi sejak ke Jepang, dosen pembimbing minum kopi udah seperti air putih dan tidak pakai gula lagi. Saya selalu mengantongi gula sendiri.
    Tapi kalau saya lagi sakit leher, sakit perut atau masuk angin saya selalu minum teh panas manis.
    Bahkan kalau musim panas selalu minum teh dingin sebagai gantinya air putih. Tapi memang kalau tidak minum kopi sehari segelas rasanya gimanaaaaa gitu. Berhubung saya tidur jam 2-3 pagi, bangun jam 5-6 pagi, sulit dibilang saya minum kalau bangun. Karena bisa jadi sebelum tidur malah saya minum kopi hehehe.
    emiko a.k.a ikkyu_san

    Emiko,
    Sebelum penyakit maag ku parah, saya juga penyuka kopi…sekarang dikurangi, dan hanya minum kopi setelah perut kenyang. Dan minum kopi di luar rumah memang lebih nikmat, kalaupun rasa kurang tak terlalu terasa, beda dengan minum teh, kalau nggak pas, malah bikin bete. Syaratnya harus makan roti atau kue sebelumnya…dan menyeruput capuccino plus croisant…rasanya hemmm

  12. waduh..saya malah prefer minum campuran air dan madu pada setiap bangun tidur di pagi hari dan sebelum tidur…
    pastinya sih berasa lebih sehat aja bu.. :-)

    Katarsisku,
    Ini jelas minuman yang menyehatkan, karena madu banyak kegunaannya.
    Kalau udah kepepet saya baru minum madu, tapi langsung madu doang sesendok makan, untuk menambah tenaga. Kalau mau enak, madu dicampur air kelapa hijau, untuk menurunkan penyakit demam.

  13. edratna writes : “memang enak kok minum teh panas manis, kepala langsung kemepyar …”

    Ini bener banget ibu …
    Saya termasuk penggemar Teh Panas Manis …
    kental atau tidak … saya kurang begitu memperhatikan …

    But yang jelas …
    Satu gelas besar Teh Panas manis … hukum nya wajib setiap pagi dan malam hari …

    Salam saya ibu …

    Nh18
    ,
    Betul sekali…sayangnya tak semua restoran bisa menyediakan teh yang cocok di lidah….banyak juga yang asal menyediakan teh, rasanya nggak karuwan. Jadi saya malah menyukai minuman teh bikinan sendiri….

  14. Saya suka semua… tapi saya suka meng-explore Teh Susu, paling enak teh tarik kalau di KL, entah kenapa rasanya kok pas… bahkan yang instant buatan Nestle Malay juga enak… kalau disini yang saya suka teh susu di Eaton… ngga terlalu manis…

    Buat penggemar kopi, coba beli kopi merk UCC blend No.14… ada di ranch market/farmer market… kopi illy/starbuck/dll menurut saya kalah enak… apalagi kalau sering buat kopi dirumah… tapi membuat kopi supaya enak itu memang airnya harus mendidih sekali >100celcius, kalau pakai air minum hot/cold kurang jadi… penginnya sih punya coffe mesin jadi bisa buat macam2… rasanya seperti ada seninya,tapi mau beli jarang kepake juga…

    Andy,
    Wahh makasih infonya….
    Kalau teh susu saya tak terlalu suka, tapi susu kopi masih oke….
    Tentang resep kopinya boleh juga kapan-kapan saya coba…

  15. kebiasaan saya kalo abis bangun pagi, ya mandi.

    kopi, teh, tau susu kalo ada yang nyiapin ya diminum. sayang, saat ini belum ada yang khilaf buatin minuman di pagi hari.

    Sofianblue,
    Wahh hebat…bisa memulai hari tanpa minum…
    Dimanapun berada, saya selalu berusaha minum hangat setiap bangun pagi, apalagi tekanan darah rendah…supaya ada tenaga untuk memulai hari…

  16. Teh, kopi atau susu coklat panas…. semua enak diminum pagi hari.
    Kopi yang saya suka ya kopi instant, yang dalam satu sachet sudah ada gula, krim atau susu.
    Semasa kecil di Surabaya, tiap pagi ibu saya juga selalu menyediakan susu coklat hangat yang mengawali pagi kami sebelum berangkat ke sekolah. Cuma takarannya beda dengan buatan bu Enny. Kalau ibu, takaran susunya 2 sendok makan.
    Nah sore hari, beliau membuatkan kami teh. Merknya Teh Bandulan. Wanginya wangi melati. Enak. Sampai-sampai teman saya tergila-gila belajar di rumah saya supaya bisa disuguhi secangkir teh buatan ibu.
    Serupa dengan saya, kedua anak saya juga penggemar ketiganya lho bu.

    Irna,
    Teh bandulan? kayaknya pernah saya dengar….boleh juga tuh di coba….
    Kalau sulit tidur, saya minum susu sebelum tidur, dijamin tidurnya bakalan nyenyak…

  17. Teh emang oye!
    Bagi saya, teh tubruk adalah minuman terenak di dunia. Tapi berhubung cara bikinnya kurang praktis (terutama kalo lagi di tempat kerja), ya terpaksa minumnya teh celup. Dan teh celup yang rasanya paling mendekati teh tubruk, ya.. TongTji atau Gopek yang aromanya melati… (Dari jaman dulu namanya Gopek, ga pernah ganti jadi Goceng atau Ceban)..

    Nurrosyidah,
    Teh tubruk memang enak, cuma minumnya tak praktis.
    Teh tongji, gopek juga enak….tapi teh celup saya nggak suka.

  18. Di Bloomington dulu kita anak2 Indonesia pernah diundang seorang cewek Taiwan yang sedang ultah. Kita disuruh bawa photo album, dan dia menyediakan seduhan teh (ada 200+ jenis !!) gratis sekenyang kita sambil kita bertukar photo album dengan teman lain yang hadir. Wah..ternyata super seru…judulnya “Tea and Photo Party”…

    Di rumah setelah senang dengan Teh Sosro merah (ini yang disebut Orange Pecco alias fermented tea alias teh hitam), juga senang dengan Teh Sosro Premium (campuran Orange Pecco dengan Green Pecco), akhirnya sekeluarga jatuh cinta dengan Teh Tjelup Tong Tjie (ada di Indomaret, harga sekitar Rp 4500). Wah ternyata Tong Tjie ini tidak terlalu pekat, tidak terlalu merawang, pas saja. Ditambah dengan 2 sendok peres gula…wah..kalau minum…kita bisa lupa mertua !!!!! (kalau anaknya mertua : memang sudah lama kita lupa…hahahaha..!!)…

    Kalau ngajar di depan kelas (contohnya kelasnya Agung), saya selalu cerita tentang “What is the meaning of the drink drank by your boyfriend/girlfriend ?”. Setiap mahasiswa punya ceritanya masing-masing dan saya tambahkan cerita tentang minuman yang diminum saat pacaran. Ternyata mahasiswa menjadi terbahak-bahak… Lha wong artinya gini : Kopi Cappucino (“cinta kita biasa-biasa aja, tidak akan meningkat ke level yang lebih tinggi”), Kopi Expresso (“cinta kita sepantasnya meningkat ke jenjang perkawinan”), Teh Botol Sosro (“Aku akan membunuhmu !!!” Karena cerita Sumanto yang makan orang, setelah ditanya mengapa memakan orang ? Dia jawab, “Apapun makanannya, yang penting minumnya Teh Botol Sosro !!!”..hahaha..), Aqua (“kita jalani pacaran ini dengan ngirit”), air kendi (“pacaran kita cuman sebentar, segera setelah kamu aku nikahi toh aku akan segera menjadi dukun !”)…

    Dst..dst..sebenarnya pantas ditulis tersendiri…

    Tridjoko,
    Memang pada akhirnya setiap keluarga punya merk teh atau kopi yang disenangi keluarga tsb. Teh Tongji memang enak, harganya relatif lebih mahal dibanding yang lain, rasanya memang pas. Keluarga Cilandak lebih suka teh botol biru, bukan hijau….hehehe.

    Cerita tentang hubungan minuman dan pacaran, kayaknya lebih asyik jika ditulis dalam posting tersendiri, kayaknya seru….hehehe, saya baru dengar.

  19. Ah, Teh dan kopi, keduanya punya banyak kafein sehingga saya makin jarang saja meminumnya (dikecualikan untuk teh lemon)..

    Sebagai pengganti susu coklat kalau tidak ada, saya mengandalkan susu kental manis. Kalau beruntung, tambahkan soda. :D

    Mihael “D.B.” Ellinsworth,
    Kopi memang mengandung cafein dan teh mengandung tannin…. Tapi dalam skala kecil pengaruhnya malah bagus dari segi kesehatan, terutama bagi orang yang bertekanan darah rendah, justru saya dianjurkan minum kopi atau teh jika pusing karena tekanan darah menurun.
    Susu jelas bagus, karena untuk menguatkan tulang….Namun soda berpotensi mengeroposkan tulang, sejak memahami masalah ini, anak-anakku termasuk saya, menghindari minuman bersoda.

  20. Kalau di Batam ada teh yang namanya teh Prendjak. Rasanya dan aromanya beda dengan teh kebanyakkan. Saya nggak tahu apakah ibu Edratna sudah pernah mencicipi teh Prendjak ini?

    Rafki RS,
    Saya baru mendengar nama teh prenjak ini pak…kapan-kapan kalau ke supermarket akan coba saya cari…siapa tahu cocok rasanya. Thanks infonya.

  21. akhir2 ini sy suka teh panas…..memang menyegarkan……tapi biasanya cepet abisnya…hehe

    ohya bu, mo ngucapin met lebaran ajah neh;

    Gendang melayu bunyinya lantang,
    Dara di hilir menari Zapin
    Ramadhan berlalu Syawalpun datang
    Mohon maaf lahir & batin

    Berharap padi dalam lesung,
    Yang ada cuma rumpun jerami,
    Harapan hati bertatap langsung,
    Hanya bermimpi dari sini.

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429H.
    Taqobalallahu minna waminkum wataqabbal ya karim.
    Alex

    Alex,
    Saya juga mohon maaf lahir batin, jika ada kata atau komentar yang kurang berkenan di hati.
    Teh panas manis, kalau menyeruputnya pelan-pelan, sambil dinikmati tak cepat habisnya, Alex…

  22. Saya tak bisa memulai hari tanpa segelas teh manis panas setiap pagi. Tak lengkap sebagai hari. Bahkan pada siang yang panas pun, terkadang saya kerap menyeduh teh manis. Sementara malam harinya, biasanya membeli sebotol teh manis kemasan yang dingin. Dan jika makan di luar, tak bisa tidak: selalu memesan es teh manis. Apa boleh buat, teh sudah begitu melekat dalam keseharian.

    Kalau kopi, sangat suka tapi tidak maniak. Selalu gemar mencoba kedai-kedai kopi. Ingin tahu cita rasa seperti apa yang mereka tawarkan. Tapi tak minum kopi dalam sehari, tak merasa rugi. Tapi kalau teh, ouw, mutlak mesti ada.

    Bahkan di lemari meja kerja kantor, isinya kotak-kotak teh berbagai merk. Tinggal diseduh disesuaikan dengan waktu yang pas untuk menyeruput teh hangat. Hmmm…

    Daniel Mahendra,
    Jadi ingat saat masih aktif, saya juga menyediakan kotak teh, yang saya titipkan di pramubakti, sewaktu-waktu diperlukan tinggal menyeduhnya. Rasanya memang nyaman, pikiran jadi terang, dan siap bekerja sampai malam….

  23. ikutan nimbrung ah.. hehehe
    dulu, saya bangun tidur yang saya cari adalah 1 linting rokok dan secangkir kopi. harus kopi tubruk. ngga bole ngga. dan ditambah dengan kebiasaan begadang, makan tak teratur, kerja gak karuan plus turunan maag dari leluhur, saya lalu mencoba untuk gak sebronoan lagi kekek..

    jadi inget, saya kedokter karena sakit maag. dokter melarang seluruh yang saya suka. dan saya marah2 balik
    “ngapain saya bayar mahal2 kalo hanya untuk dilarang2. saya itu bayar dokter supaya gimana caranya sakit saya sembuh, bukan dilarang macem2. kl gitu duang mah dok, nenek saya juga bisa”
    untunglah si dokter sangat penyabar, dan bukannya mengusir saya dari ruang prakteknya heheheh. pak dokter akhirnya hanya menyarankan, jangan pernah mengkonsumsi kopi dan rokok ketika perut benar2 kosong seperti bangun tidur. bangun tidur isilah dengan segelas besar air putih, sebelum gosok gigi. dan itulah yang saya lakukan beberapa tahun terakhir, dan baru mencari kopi setelah tiba dikantor :)

    kopi, teh, susu, semua saya suka. soal manfaat, saya percaya tidak ada dari minuman2 itu yang tidak bermanfaat, jika dilihat dari sisi manfaat.
    tapi kl soal addict, saya memang parah soal kopi :(. sampai saya mengkoleksi berjenis2 kopi dalam dan luar negeri. saat ini baru ada 17 jenis kopi dalam negeri dan 2 kopi luar negeri. mau dicampur seperti capuchino atau tidak ok ok saja. tapi yang paling suka jelas kopi tubruk asli Indonesia. sejauh segala macem kopi yang sudah saya coba, yang bener-bener nyantol dihati ya kopi aceh, kopi luwak lampung dan kopi timor-timor.

    setuju dengan adipati tentang memasak kopi. bahkan ada jenis kopi yang lebih enak jika dia dimasak langsung diatas tungku. begitu air mendidih, langsung tuang kopi diatas tungku. asli sedap :)

    duh, kok saya malah curhat yah? hihihi

    kl teh, saya pernah diajak oleh ibu irama di tea addict di daerah selatan. ada macem2 teh tuh bu :)

    Edo,
    Tea addict dimana alamatnya? Boleh juga dicoba Edo..
    Saya juga mulai mengurangi kopi, daripada perutnya berontak. Kalau perut kosong minum teh atau susu panas tak masalah, tapi kalau langsung kopi, bisa tambah berabe….jadi mesti makan kue dulu sepotong. Tapi saya termasuk orang yang harus sarapan pagi, kalau nggak sarapan bisa pusing seharian.

  24. nambahin dikit
    inget kalo saya dari malang ke jakarta, orang tua teman saya selalu minta titip teh cap naga.
    wanginya enak banget. ada melati2nya gitu deh kayaknya heehhe

    to orange mood : thank for info. boleh dicoba tuh.
    tapi asli, kapan2 kl ada teman dari timor-timor, mintalah bawakan kopi. asli ngga ada matinye heheh..
    atau, cari teman asli lampung yang masih punya kebun kopi, dan nenek yang suka mengumpilkan piece by piece biji kopi yang digigit luwak
    hm…. coba deh kl ngga percaya :)
    atau kl punya teman di aceh, mintakan kopi aceh yang sudah ditambahkan “bumbu aceh”. itu juga enak kekekkekek

    Edo
    ,
    Teh cap naga? Baru dengar…enakkah?
    Wahh kalau kopi luwak memang mahal harganya dan dijamin enak. Kopi Aceh? Jelas sangat uenaak….tapi jangan lupa harus makan lebih dulu.

  25. @ Rafki RS.
    Aha teh Prendjak, salah satu favorit saya….
    Ada beberapa jenis, salah satunya yang bungkus kuning itu punya aroma vanila.

    Memang teh-teh yang dibuat di Sumatra selain ada yang dibubuhi aroma melati juga ada yang dibubuhi aroma vanila. Tapi kalau di Jawa sepertinya semuanya hanya beraroma melati.
    :)

    Yoga,
    Sekarang banyak juga rasa teh yang bermacam-macam (rasa jeruk, vanila, mint dsb nya)…tapi saya baru ketemu di Izzi Piza, Mal Chitos.

  26. nanti kalo kerumah akan saya buatkan kopi Aceh ya Bunda … pasti ketagihan, apalagi buatan saya :)

    Rindu,
    Boleh…kapan ya??

  27. untuk ke semua minuman itu saya menyukai sesuai kondisi…
    misalnya kalo lagi2 cuaca panas2nya es teh pas bagnet..
    kalo mo begadang kopi atau kopi susu mantap..
    kalo nyante ama teman, teh hangat manis itu mantap banget….

    yah itu kalo ada yg sediain, soalnya kalo bikin sendiri kadang malas, sukanya yg instant

    Arul,
    Iya sih, kalau cowok kan malas kalau bikin sendiri…kalau cewek sih suka diuber kalau udah makanan atau minuman kesukaan.

  28. memang enak seh keknya …..

    klo kebiasaan di rumah memang spt itu, tp pas masuk dunia kuliah, ntah hilang kemana ….. mungkin krn co lebh males untuk nuangin sendiri kali yak :)

    Afwan auliyar
    ,
    Ini seperti pendapat Arul…berarti memang belum ketagihan…kalau udah kebiasaan, mau tak mau mesti bikin sendiri walau sendirian.

  29. hihi jadi kangen ama teh buatan ibuku :(

    zoel chaniago,
    Teh bikinan ibu dijamin lain dari yang lain, karena ada bumbu kasih sayang….

  30. Wah.. kalo di jkt, tiap hari maunya hazelnut latte terus… soalnya di smg ga ada starbuck sih..

    Kalo di rumah, ya pake orange latte dari good time aja.. pake 2 sachet utk 1 gelas.. tambah es batu dan sedotan.. serasa setarbak gadungan..

    hihihi..

    Andi Sugiarto,
    Semarang belum ada Starbuck ya….malah ketinggalan dong sama Makassar.
    Kalau bapak-bapak pada umumnya ingin yang praktis, kecuali yang benar-benar udah ketagihan (menjadi kebiasaan), seperti Andy, sampai tahu bagaimana cara bikin kopi yang enak.

  31. Kalau saya memulai hari dengan kopi, bahkan jika tidak sempat kopi to go. Kalau teh biasanya sore hari sambil makan kue. Wah susah juga ya Bunda kalau mbak Ti cuti… :) Terkadang memasak atau meracik minuman seperti seni. Sudah dibikin persis seperti resep dan takaran tetapi rasa tertap berbeda karena tangan pembuatnya. Thanks

    Yulism,
    Kebetulan saya tak tergantung pada orang, sehingga kalau mbak Ti cuti, bisa bikin sendiri.
    Betul…meracik minuman atau masakan memang seni tersendiri, dan harus ada rasa kasih sayang atau memberi pada saat membuatnya…karena rasanya akan berbeda….

  32. Sebelum ngantor paling enak minum teh hangat, apalagi yg buat istri. Segelas saja cukup, kalau kebanyakan takut kebelet di tengah jalan, maklum kemacetan di Jakarta enggak kenal ampun.

    Kalau kopi, sudah lama saya menguranginya. cukup sesekali saja.

    Aris,
    Berbahagialah yang bisa minum teh hangat buatan isteri…apalagi jika membuatnya dengan penuh kasih sayang….

  33. emang kopi itu enak. palagi ada temen ngobrolnya pas nyruput kopinya….

    Gus,
    Betul sekali..minum kopi sendirian, sama minum kopi ada temannya jelas punya sensasi yang beda…ini yang akan membuat rasa berbeda….

  34. saya pusing kalau minum kopi jadinya ya lebih suka teh, beda sama suami saya yg penggemar kopi berat plus minum teh juga

    Elys Welt,
    Jangan-jangan Ely juga seperti saya, punya penyakit maag….
    Karena sebetulnya minum kopi itu nikmat kok…tapi gara-gara penyakit maag, bukannya nikmat, malah buat pusing…jadi kita minum teh manis panas saja ya?

  35. Saya tak suka kopi, hampir tidak pernah minum…
    Kebiasaan saya di pagi hari ya minum susu coklat panas. Jarang sekali yang lain. Untuk teh biasanya diminum di sore hari setelah maghrib, nikmat sekali rasanya :)

    Ardianto,
    Segelas susu coklat, memang dapat memulai hari dengan nyaman. Minum teh di sore hari, apalagi ditemani sepiring pisang goreng atau ubi rebus…duhh sedaaap

  36. Teh ato Kopi ato Susu- coklat. Jangan- jangan minumnya teuteup depan kompi…
    hi hi..
    Ngga lagi tapi…

    Aki Herry,
    Bukan tak mungkin minumnya di depan kompie, apalagi kalau dikejar dead line…..

  37. Saya setuju dengan Pak Rafki …
    Tanpa bermaksud untuk iklan …
    Teh Prendjak itu … sungguh luar biasa nikmat sangat …
    terutama aromanya …

    ini sungguh membuat kepala kita … (seperti ibu bilang …) “kemepyar” …

    NH18,
    Jadi pengin mencoba teh prenjak….yang bisa kepala “kemepyar itu”. Adakah di supermarket Jakarta?

  38. secangkir teh hangat (dan bukan panas) dgn merk yg cukup sederhana tong tji kalau saya

    Aprikot,
    Apalagi minumnya di udara dingin, dilingkungan kebun teh ya? Pasti sedaaap sekali….

  39. Saya paling suka teh….. baik itu teh instan ataupun teh kental. Baik teh hijau ataupun teh hitam. Diminum polos atau pakai creamer. Kalau kopi entah kenapa akhir2 ini kurang suka, apalagi setelah melihat di Animal Planet tentang ‘kopi luak’ yang katanya biji kopi tersebut dimakan oleh binatang sejenis kucing namanya civet, lantas civet tersebut buang kotoran. Nah, biji kopi yang sudah “dicerna” dan sudah tercampur hasil ekskresi dari si civet ini yang kemudian diolah jadi ‘kopi luak’. Waduh…. no thanks deh… hehehe….

    Yari NK,
    Lho! Kang Yari sebelumnya apa nggak tahu, kalau yang disebut kopi luwak itu memang sebetulnya kopi yang sisa dimakan luwak…hehehehe…dan karena luwaknya tinggal sedikit, tentu saja kopi luwak tak bisa di budi dayakan sebagaimana halnya tanaman pertanian biasa..lha harus ada gabungan luwaknya.

    Ya…memang sebaiknya beralih ke minum teh saja…bagaimana, kapan ke Jakarta? Nanti menikmati teh bersama Yoga?

  40. Sebenarnya saya pernah dengar bu… tapi agak terlupakan karena memang saya bukan penggemar kopi. Sampai beberapa bulan yang lalu saya lihat di Animal Planet, lengkap dengan visualisasi detail pada saat si luwak (civet) buang hajat. Ya ampun!! Huehehe………

    Saya lagi ada di Jakarta nih bu. Sampai hari Minggu nanti. Memang Yoga ada di Jakarta ya?? Saya ada di Bintaro bu.

    Kang Yari NK,
    Saya sudah japri, mudah2an Yoga menanggapi….Bintaro dekat rumah saya lho…jika lewat jalan Tol Simatupang, tinggal keluar tol di jalan Fatmawati, terus melalui Chitos, rumahku belakangnya Chitos, atau kalau dari jl. Fatmawati, di belakang Dunkin Donat

  41. kalau saya sih cuma air putih saja sebagai pembuka….. he he irit banget

    Hermanussugianto,
    Wahh hebat…air putih kan sehat…..

  42. wah…..saya minum susu, kopi pun nggak bisa lagi dijakarta, nggak ada duit ;))

    Okta Sihotang,
    Kalau minumnya di luar rumah, tentu lebih mahal. Lebih sedap jika bikin sendiri, seperti cara Andy Orangemood (lihat komentar nya di atas).

  43. seru banget kebiasaan bu enny.
    jadi kebayang gimana orangnya.
    saya adalah penyuka kopi, bu, banget! walaupun gak mudeng soal ragam kopi. yang penting suka aja.
    kesukaan saya adalah caramel latte, diminum saat udara dingin.
    hmm… hangat dan manis.

    saking sukanya kopi, sepulang dari liburan lalu saya balik bawa berbungkus-bungkus kopi instan buatan indonesia yang enak, yang jadi favorit saya, hampir satu koper isinya kopi melulu.
    untung lolos costom, karena seorang teman yang gak suka kopi tapi entah kenapa bawa juga, dua bungkus kopinya disita petugas. aneh memang, seperti tau saja mereka siapa yang kopinya pantas diloloskan. haha!

    kalau teh saya lebih suka yang dingin, sehingga teh yang disediakan tiap pagi pasti masuk kulkas, diminum sepulang beraktivitas.

    mari, bu enny. selamat menikmati minuman hangatnya.

    Marshmallow,
    Hahaha…jadi sudah bisa membayangkan ya….lihat aja blognya Narpen, yang mengatakan bahwa dia pendiam jika dibandingkan penghuni rumah lainnya, terutama jika dibandingkan ibu dan kakak laki-laki nya.
    Saya sebetulnya juga suka minuman dingin, asalkan badan sedang fit, karena kalau tidak, mudah sekali kena radang tenggorokan…saya termasuk alergi dingin.
    Ntar kalau Yulfi cuti ke Jakarta, kita bisa ngopi bareng…..

  44. Hai Ibu…

    Saya bukan pecinta teh, tapi pecinta teh botol sosro.. Setiap makan dimanapun, saya mirip Sumanto, Bu.. karena apapun makanannya, setiap sedang makan di warung makan, saya selalu memesan es batu dan teh botol. Haha… kemakan iklan banget ya Bu?

    Saya ini harus memulai hari dengan kopi, Bu. Semacam sugesti; kalau nggak minum, bisa ngglambyar kemana-mana pikirannya.. :) Tapi kadang, kalau nggak minum sama sekali, jantung bisa berdebar-debar. Addicted kah? Aduh, nggak tahu, Bu…

    Yang jelas, kebiasaan minum kopi yang sampai bergelas-gelas sehari ini sedang berusaha saya kurangi. Sejak sakit maag yang parah, saya harus segera meninggalkan kopi. Tidak bisa tidak!

    Padahal…
    Padahal… kopi tuh enak sekali..huhuhu…

    Jeunglala,
    Betul….kopi sebaiknya dikurangi jika punya penyakit maag…kalau sekali-kali boleh aja, asalkan perut telah diisi oleh makanan.
    Teh botol sosro? Saya juga suka, terutama jika diperjalanan…tapi tak boleh dingin, karena saya alergi minuman dingin, mudah kena radang tenggorokan atau pilek, jadi berani minum dingin jika badan betul-betul fit.

  45. Wah, bu…
    sepakat deh

    teh musti ada di sore hari
    kopi harus siap di malam dan pagi hari

    keduanya juga jd doping saya saat ujian datang :lol:

    Wennyaulia,
    Betul sekali….minum teh bikin kepala kemepyar dan rasanya mudah memasukkan pelajaran ke otak…hehehe.
    Kopi? Boleh juga, tapi saya tak ada pengaruh untuk bertahan belajar…..minum kopipun bisa langsung tertidur kalau udah ngantuk. Jadi kalau belajar saya tak bisa dadakan, mesti dicicil jauh hari….

  46. pilih susu murni aja bu. kalau kopi kan ada kafeinnya. teh juga begitu. coklat? hemm kalau kebanyakan jadi gak bagus. Kalau susu murni kan gak ada efek sampingnya. apalagi dengan madu asli. sayang keduanya harganya mahal

    Zetta172,
    Entah kenapa saya tak bisa minum susu murni, mesti ada campuran coklat atau kopi…rasanya bau susu gitu….hehehe
    Sekarang saya suka susu kedelai, rasanya segar….tapi tetap, kalau pagi harus minum teh panas, dan susu juga….kalau nggak begitu rasanya belum hidup….

  47. saya lebih suka seduhan kopi hangat setiap pagi, bu. paling suka ketika habis sowan sama ortu. mereka biasa membawakan oleh2 kopi bubuk asli, bukan kopi instan yang beli di toko. rasanya nikmat dan membuat semangat kerja tumbuh setiap harinya, hehehe ….

    Sawali Tuhusetya,
    Kopi memang enak yang berasal dari seduhan kopi bubuk pak….saya juga nggak suka kopi instant, kecuali kepepet nggak ada yang lain di kantor. Sayang saya harus mengurangi kopi, setelah punya penyakit maag, dan diganti dengan teh.

  48. saya suka Teh Yanti, istri saya.
    Kalo teh tarik, bikin eneg. Mendingan air bening

    Iwan Awaludin,
    Hahaha…iya di Jabar memang banyak teh alias teteh ya. Ada teh Yanti, teh Nani, teh Aan dsb nya….

  49. Saya pernah berhenti minum kopi sekitar dua tahun tapi kemudian tak tahan dan memulai pagi sekarang-sekarang ini lebih optimis setelah segelas kopi tandas kuhabiskan.

    Donny Verdian,
    Kalau tak ada penyakit darah tinggi atau sakit maag, sebetulnya minum kopi tak ada masalah kok. Dan banyak juga manfaatnya (http://edratna.wordpress.com/2006/12/10/seputar-cerita-tentang-kopi)…salah satunya untuk obat pusing.
    Kalau punya penyakit darah tinggi memang harus berhati-hati, dan kalau punya sakit maag, sebelum minum kopi perut tak boleh dibiarkan kosong.

  50. Kalo aq ; pagi bangun tidur minum air putih so sholat, trus rilex– (sambil menunggu sarapan siap) yah kadang2 ngaji or, bersih2 mobil, or baca buku, nonton berita/baca koran, trus mandi…

    Setelah mandi– yah sarapan (blum sah kalo yg dimakan bukan nasi)…

    Sebelum berangkat kerja musti NGOPI (pengopi tulen), sambil baca koran and nonton.

    Itu mah kebiasaan aq…. Tapi klo lagi malas wihhhhh payahhhhh. Sholat musti wajib. Yg lain lain banyak lewat.

    Jay,
    Jadi tetap ngopi juga kan?
    Sarapan memang sebaiknya dilakukan sebelum berangkat sekolah atau bekerja, karena akan membuat oksigen cukup dan membuat pikiran terang.

  51. saya peminum semuanya bu, ya kopi, ya teh, ya susu. tp semenjak hidup sendiri di jkt ibu saya selalu wanti2 buat minum susu tiap pagi dan malam sebelum tidur, supaya fit dan ga gampang sakit.
    bbrp bulan yg lalu saya sempat menghentikan kebiasaan minum susu ke teh krn pipi saya jd tembem tp ibu saya komplain, akhirnya saya mix aja, susu plus seduhan teh, jdnya teh susu ato susu teh ya, ya pokoknya seperti itulah hehehe :smile:

    Pimbem,
    Ibu saya alm dulu selalu pesan agar saya kost yang sudah termasuk makan, karena kawatir makannya tak teratur (saya suka malas makan). Nanti saya tinggal menambahkan beli susu, coklat dan gula. Kebetulan dulu kost nya ditempat yang memang suka minum teh pada sore dan pagi hari…jadi ya lumayan juga.

    Kalau teman-teman dulu punya persediaan lengkap di kantor, dari teh, susu, coklat sampai jeruk nipis (kami urunan beli kulkas)….jadi ya kayak pindah rumah, maklum di kantor sering pulangnya malam-malam, sampai rumah tinggal mandi, terus tidur.

  52. saya paling suka dan paling sering minum teh!!! terutama yang konon kabarnya bisa menguruskan badan dan bagus buat kulit :lol: asli deh niatannya minum teh buat itu ajah hehehe kalo teh biasa malah rada jarang minum… buka puasa aja males musti pakai teh dulu! hehe

    kalau kopi sukanya yang pakai cream… yang sachet an aja deh biasanya.. terutama yang vanilla… sama paling suka almond coffee!!! dulu sih suka bikin kopi robusta pagi pagi gara gara kata ngkoh yang jualan di Kopi Aroma kalau sarapan kopi bagus buat diet… eh tapi setelah merasa ga ada pengaruhnya, kebiasaan itu dihentikan hhehe

    nah… kalo susu… AKU TAK SUKA SUSU SEJAK LEPAS BALITA!!! :D tapi kalau makanan dan minuman yang ditambahi susu sedikit2 sih tapapa.. cuma kalau disuruh minum susu sebagai susu tidak mau… cenderung berpendapat susu bikin gemuk jadi menolak mentah mentah hehehe

    bu btw… mohon maaf lahir dan batin ya :)

    Natazya,
    Siapa bilang susu bikin gemuk, kan bisa pilih yang low fat? Saranku usahakan minum susu karena bagus untuk tulang, dan menunda pengeroposan tulang….. Si bungsu tak suka teh maupun kopi (beda dengan kakaknya), tapi suka air putih…dan susu.
    Saya juga mohon maaf lahir batin….

  53. saya tidak minum kopi dan tidak merokok, bu. (mengingat keduanya adalah kombinasi terbaik yg pernah ada).

    minum kopi kalo diajak ke Ngoedoel atau Starbucks.

    kalo teh manis anget… so pasti! dan teh tong ji emg rasanya mantap, trasa gimana gt ketimbang teh sariwangi. (subjektif saya pribadi)

    minum susu udah berkurang. males buatnya euy!

    Winnu Ayi,
    Apa maksudnya Ngoedoel? Saya tahunya ngudud (merokok)…tapi alinea pertama Winnu tak suka merokok… syarat menantuku juga tak boleh merokok lho……
    Teh tong ji memang enak, harganya juga lumayan (agak mahal).
    Susu sebaiknya tetap dipertahankan, kan banyak dijual susu kedelai yang sudah jadi (tapi hati-hati jangan dicampur melamin)…hehehe…susu bermanfaat untuk mengurangi osteoporosis (pengeroposan tulang).

  54. bunda libra juga..

    hihi sama donn..aku anakku dan adekku..keluarga libra :)

    Yessymuchtar,
    Iya, saya dan si bungsu Libra…sedang ayah dan si sulung Capricorn, bintang yang sebetulnya tak cocok sebagai pasangan Libra, tapi nyatanya Oke-oke aja….

  55. Wah, sama nih. Kebetulan saya juga pecinta teh dan kopi. Teh ginastel, Solo jagonya. Klo si Solo ada teh yang rasanya nggak enak, menurut saya yang jual kebangeten banget, hehe.
    Baca juga pengalaman saya ngeteh di Karanganyar: http://dolankesolo.blogspot.com/2008/07/wedangan-mbah-loso-karanganyar.html

    Dony Alfan S,
    Wahh kalau daerah Solo memang tehnya enak-enak. Di Karanganyar…boleh juga dicoba, sekaligus main ke Tawangmangu terus ke Sarangan- Magetan-Madiun, pulang kampung deh.

  56. wuaduh bu, saya juga penggemar teh. tapi es teh lemon @ ice lemon tea. Makan apapun dimanapun minumnya memang lebih pas pake es teh lemon, ga tau kenapa ya…es teh lemon itu bumbu pelengkap semua masakan :)

    shierlynikodemus,
    Kalau makan di luar, saya juga lebih suka pesan hot lemon tea (soalnya ga kuat es…padahal es sedap ya). Maklum kalau bukan daerah Yogya-Solo, rasa teh kurang pas…lebih enak buat sendiri. Tapi kalau pakai lemon kan teh nya tak terlalu kental….

  57. observasi manusia yg bagus sekali bu. setiap orang mungkin memiliki defini dia sendiri soal apa itu rahasia memulai hari. Ada yg sesudah bangun langsung merokok. Ada yg mandi seperti lagu “habis bangun ku terus…mandi”

    hmm kalau sy, tanpa memandang jam berapa bangun apa itu pagi, siang, atau malah sore. Halyg pertama kali sy lakukan adalah menghidupkan laptop sy hahaha

    soal pilihan apakah kopi atau teh atau susu atau coklat ? atau kombinasi diantaranya hmm pilihan sulir hehehe boong banget tentu saja kopi! minuman mistis ini adalah bahasa universal orang orang yg bergadang : no coffe no conversation :)

    btw, mu soal komentar ibu disalah satu posting bakawan, sy ucapin terima kasih : bahkan sy baru aja redesign template karena komentar ibu hehehe mungkin ngak langsung berhubungan sih tapi bagaimanapun sy ucapkan teima kasih

    uwiuw,
    Manusia memang individu yang unik, jadi mengamati perilaku manusia merupakan hal yang mengasyikkan. Dan justru karena ini, mengamati kebiasaan masing-masing orang ternyata menarik, bahkan diantara anggota keluarga sendiri, punya kebiasaan yang berbeda-beda.

    Saya juga sering dapat ide menulis dari komentar teman-teman….

  58. Saya juga suka minum teh, Bu… *Lho kok sok akrab gini ya? Siapa yang nanya saya? :D*

    mathematicse,
    Memang teh enak kan pak? Bikin kepala pusing jadi kemepyar…..

  59. Waduh :D ketinggalan (ga muncul)

    mathematicse,
    Ketinggalan icon nya pak??

  60. waduh… begitu selesai membaca tulisan Ibu saya jadi harus berhenti dulu untuk membuat secangkir teh hangat dan menikmatinya sambil menuliskan komen ini… hhmm…
    Saya juga penggemar teh Bu, selalu memulai hari dengan teh panas.
    Kalau lagi mudik ke Jogja dengan teh nasgitel,
    kalau hari kerja biasanya green tea dengan satu sendok madu… dan pagi haripun menjadi sempurna untuk dimulai :)

    Tantikris,
    Madunya merk apa sih yang enak? Madu ini sebenarnya bagus untuk kesehatan, dan berfungsi memperkuat daya tahan tubuh. Saat anak-anak kecil, sering saya beri madu dicampur perasan kunir, konon berfungsi jika kena deman tak sampai panas tinggi yang menyebabkan step (bagaimana ya tulisannya?)

    Membayangkan teh hangat manis aja, udah pengin lagi….

  61. di kampung biasa dingin, walaupun sudah di jakarta yang panas ini tetap senang yang minuman yang menghangatkan badan. Gimana bu?

    Treen,
    Mungkin faktor kebiasaan…saya juga heran lihat bule, yang bangun pagi langsung buka kulkas dan minum air dingin. Anak sulung saya sekarang kagok…karena baru datang di Amerika, dan teman-temannya langsung minum ambil dari air kulkas….padahal di Jakarta biasa disediakan ibu susu coklat panas dan teh manis hangat. Itupun masih suka minum teh nya ibu, yang baru setengah diminum…karena katanya dapat restu…hohoho

  62. wah klo diriku sih sbg anak kosn lebih prefer ke teh manis setiap paginya scr diriku mahasiswa…hiihihhi
    oiya ibu, diriku mohon maaf lahir batin ya atas kesalahan2 yg telah diperbuat..

    Hanggadamai
    ,
    Betul…karena kalau kopi harus benar-benar dari air mendidih, biar enak. Kecuali kalau kopi instant. Bukankah kalau tinggal di tempat kost atau asrama, si bibi tinggal menyiapkan air panas di termos dan diganti pagi sore…….saya dulu begitu, jadi malam-malam masih bisa bikin susu coklat, malah bisa bikin mie rebus dengan cara indomie dimasukkan dalam rantang yang berisi air panas dan ditutup…nanti tinggal di beri bawang goreng (bisa dibeli di supermarket).

    Saya juga mohon maaf lahir batin…

  63. teh dan lainnya bikin gigi coklat. Ane selain ngisep samsoedji, mingum kopi, juga teh, maka beberapa bulan sekali selalu scalling ke dokter gigi. :P

    Mas Kopdang,
    Justru karena itu harus rajin membersihkan karang gigi, minimal tiga bulan sekali ke dokter gigi….dan setelah itu suka tersenyum, karena mulut terasa lebih segar….

  64. saya milih kopi! hwehe…

    (^_^)v

    Sehubungan dengan adanya kerusakan pada ponsel saya, dengan ini diberitahukan bahwa lebaran kali ini saya, Farijs van Java, hanya bisa mengucapkan:

    “Selamat Idul Fitri 1429 H.”
    “Mohon maaf lahir dan batin.”

    (^_^)v

    Farijs van Java,
    Kopi tubruk? Kopi instant?
    Saya juga mohon maaf lahir batin jika ada komentar yang kurang berkenan.

  65. Sehabis melakukan perjalanan jauh saya biasa minum teh manis panas. Rasanya bikin segar dan ‘kemepyar’ itu tadi bu, apalagi kalau gulanya pake gula batu. Saya hampir tidak pernah minum kopi, tapi bukannya tidak doyan kopi. Saat musim dingin lebih segar menikmati wedang secang.

    Mufti AM,
    Teh dengan gula batu memang terasa lebih nikmat, rasa lelah dan pusing (jika ada) berkurang. Kepala lebih enteng.
    Wedang secang sama nggak dengan wedang jahe?

  66. hallo ibu…
    lama gak mampir ke sini :)
    klo saya suka teh hijau, merk apa saja. juga susu dancow atau milo 3in1… dicampur regal yang dihancurin..
    enak….

    Winnie,
    Kalau lagi hamil muda, tiap pagi suka pusing…maka minum teh sambil roti marie regal dicelupkan…bisa menambah semangat.

  67. Saya pernah uji coba satu merek teh POCi di seduh dijam sama dengan cara yang sama, tapi dulakukan di iklim atau cuaca kota yang berbeda. rasanya ternyata sama! yang membedakan suasananya saja. Jadi inget pegunungan babeh di daerah Gamung Jawa Barat nih Bun…Tapi aneh ya…leluhur pada minum teh, saya koq sejak balita di biasakan air putih. Jadi kalo sekarang menikmati teh…paling-paling saat ketemu ceremony aja. Kayak Tea Time habis ngantor.
    Meskipun jarang di lakukan..tapi moment pengen nge-teh suka muncul juga….tuh kan…saya jadi pengen nge-teh nih…bentar ya…ambil dulu teh BOTOL ah.

    Pakde,
    Makanya para pemasar pandai menjual suasana…sebetulnya rasanya sama, tapi karena situasi berbeda…menjadi terasa berbeda….

  68. kalau pagi2 dsini aku lebih sering makannya buah :-p antara pisang, apel atau pear. Klo agak bosen, ganti cereal sama soy milk.
    Kadang ikut ngopi espresso sama temen2 di kantor sekitar jam 3 sore.
    Kalau teh, pinginnya minum teh hijau tiap hari biar sehat tapi kadang minum kadang nggak :-p.
    Teh hijau disini ada yg dicampur buah gitu, buah peach atau promegranate.. nah teh hijau rasa buah pomegranate ini menurut temen2ku the best green tea..

    Lis,
    Pantesan Ari kaget, perutnya terasa kayak masuk angin…lha di Jakarta, bangun tidur ada teh dan susu coklat hangat. Disana katanya suka minum langsung dari kulkas…entah nanti di Fairfield…hehehe

  69. “Tea addict dimana alamatnya? Boleh juga dicoba Edo.”

    yang saya pernah diajak beberapa kali di jalan gunawarman bu, daerah kebayoran baru. dan setau saya sekarang mereka juga ada di kemang raya.
    disitu ada lebih dari 100 jenis teh, dalam luar negeri, dengan model penyajian yang unik-unik.
    tempatnya yang jelas asik. cozy lah :)

    Edo,
    Bolehlah, kapan-kapan bisa di coba…..pulang ngajar di kemang, bisa mampir…:P

  70. Teh cap naga? Baru dengar…enakkah?

    saya sih nyoba bu. emang enak. bentuknya sangat tradisional. dibungkus pake kertas kecil2. 1 paket isinya 10 bungkus. wanginya itu lo yang bikin pikiran jadi enak heheheh

    Edo,
    Wahh gara-gara menulis tentang teh, jadi tahu merk teh lain yang pantas dibeli.
    Thanks sharingnya.

  71. “… jika kita bepergian ke daerah Yogya atau Solo, rasa teh nya pas….. begitu juga teh poci gula batunya…”

    Hehe, sepakat, Bu. Jadi inget masa kuliah dulu : teh poci panas, diskusi sampai larut malam, atau sekedar baca buku. Duh, kangennya sama kampung. Ga mudik soalnya. Kalo di sini (Sukabumi, red), lebih suka minum teh tawar bening ya. Pantesan pada sehat-sehat.

    Untuk kopi, saya juga cukup tersugesti : kalo belum minum, pasti ngantuk dan ga bisa mikir. Barusan malah meng-kudeta kopi suami – diiringi dengan tatapan protes. Wong dalam hitungan hari mau melahirkan kok masih tega minum kopi, hehe.

    Minum susu? Duh, susyah. Susu ibu hamil saja jarang sekali diminum. Ada aja alasannya : udah kenyang-lah, eneg, takut gemuk, dll. Padahal buat janin juga ya, bu. Gimana donk, saya lebih suka susu kemasan anak-anak, seperti ultra, indomilk, frisian. Paling yang pas di lidah lactamil kemasan. Kalo beli yang bubuk, ga pinter meramunya sih.

    Sanggita,
    Orang Sunda tehnya memang tidak kental, karena diminum tanpa gula…jadi kalau minum teh tanpa gula, harus dibuat encer….
    Saya tak terpengaruh dengan kopi, kecuali perut agak mulas jika belum makan…saat masih muda, setelah kerokan, minum kopi..malah terus bisa tidur nyenyak. Opo tumon?

    Sebaiknya dibiasakan minum susu, susu murni lebih bagus…jika neg (apa ya bahasa Indonesia nya?), campurkan madu, coklat, atau sirup, taruh di kulkas (kalau saya tak bisa minum es, kecuali badan lagi fit)…baru diminum. Ingat lho, susu bisa menunda osteoporosis….

  72. [...] inilah percobaan pribadi penulis mengenai teh dan kopi…, terinspirasi oleh tulisan dan pertanyaan dari seorang ibu yang juga blogger [...]

  73. kopi instant yang ditubruk, bu. tapi biasanya sih kopi tubruk yang diinstantkan alias diracik sendiri. hwehe…

    (^_^)v

    Farijs van Java,
    Kopi tubruk yang diinstankan apa maksudnya…kopi bikinan sendiri?

  74. [...] menerus, membuat pagi saya lebih ceria dan kepala terasa “kemepyar” – kalo pinjem istilahnya bu Enny. Hehe, just kidding… Ditulis dalam Human Capital. Tag: fasilitator, kopi, telur, trainer, [...]

  75. Saya suka minum teh panas. Pernah dirumah teman di Jakarta disuguhin teh panas wuuaah eunak tenan. Kata teman saya merk tehnya Cap Prenjak. Barang kali ada teman or sobat yang tahu tempat jual teh cap Prenjak di Bandung sms ke saya 022 70771828 saya mau beli kok rasanya ketagihan.

  76. ternyata banyak yang suka Teh Prenjak ya di jawa, kalau masih berminat, kebetulan tempat tinggal saya dekat dengan pabriknya Teh Cap Prenjak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 201 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: