Oleh: edratna | Oktober 12, 2008

Apa yang harus dipelajari untuk mendukung kemampuan seorang AO?

Seorang gadis (kita sebut namanya Tia) baru diterima bekerja di salah sebuah Bank, yang berdomisili di Indonesia. Walau sudah diterima, tidak berarti semuanya menjadi lancar, karena Tia harus mengikuti serangkaian pendidikan, baik di kelas maupun job training di Kantor Cabang Bank tersebut, yang menggunakan sistim gugur. Tia juga harus berusaha mencari informasi, ilmu dan pengetahuan apa saja yang harus dipelajari, agar dia bisa melalui pendidikan dengan baik, serta mendapat nilai yang termasuk dalam kategori “the Big Five“. Nilai yang baik dalam pendidikan, dan kemudian diimbangi berkinerja baik dilapangan, merupakan tiket sukses untuk berkarir di dunia kerja.

Pendidikan di kelas memudahkan Tia memahami masalah ekonomi dan perbankan, karena telah diketahui secara umum, bahwa untuk bekerja di Perbankan tidak harus mempunyai pendidikan yang berlatar belakang ilmu ekonomi. Ilmu apakah yang harus dipelajari Tia selama pendidikan? Untuk mempermudah menjawab pertanyaan Tia, di bawah ini adalah ilmu atau materi yang harus dipelajari Tia, sebagai calon AO level elementary.

Pendidikan secara klasikal.

Pada tahap awal, untuk menyamakan persepsi, dari berbagai calon AO yang memiliki latar belakang pendidikan yang bervariasi, Bank akan memberikan pendidikan dasar yang dilakukan di kelas. Adapun materi pelajaran yang diberikan, antara lain:

  1. Filosofi Kredit
  2. Aspek Perkreditan, terdiri dari: 1) Aspek Hukum, 2) Aspek pemasaran, Manajemen, Produksi, 3) Aspek keuangan (termasuk analisis sensitivitas dan financial recasting), 4) Aspek Collateral
  3. Data Collection dan teknik wawancara
  4. Memorandum Analisa Kredit
  5. Perhitungan Kebutuhan Kredit
  6. Pembinaan dan Pengawasan Kredit
  7. Restructuring, Reconditioning and Reschedulling (3 R)

Namun sebelum seorang AO mendapat pendidikan di kelas, mereka harus dikenalkan dulu dengan budaya kerja yang ada di Bank tersebut, etika perbankan, agar mereka bisa memahami dimana posisi mereka, serta risiko yang ada. Disadari, bekerja di Bank, merupakan high risk, sehingga diperlukan Sumber Daya Manusia yang bertanggung jawab dan sadar risiko, karena setiap hari pekerjaan yang dilakukan selalu berhubungan dengan risiko. Para AO juga harus memahami peraturan dan perundang-undangan, agar mereka tidak terjebak dalam permasalahan yang akan berisiko bagi dirinya sendiri dan juga Bank yang mempekerjakannya.

Pendidikan job training

Para AO yang telah lulus klasikal (yang tidak lulus biasanya gugur), maka mereka dibagi dalam kelompok, dan ditempatkan pada Kantor Cabang Bank tersebut. Disini para calon AO dilatih untuk memahami operasional Kantor Cabang, sekaligus bisa belajar, ilmu yang telah diperoleh di kelas dan penerapannya dilapangan. Setiap bulan diadakan evaluasi, dan disinipun berlaku sistim gugur, sehingga para calon AO benar-benar harus memperhatikan dan bekerja dengan sepenuh hati.

Ada beberapa Bank yang menerapkan target bagi para AO tersebut, untuk juga bisa memasarkan pinjaman dan hal ini merupakan salah satu dasar penilaian keberhasilan calon AO tersebut. Blog ini pernah mendapat pertanyaan dari para calon AO, namun hal ini memang sulit dijawab melalui blog. Mengapa? Ilmu perbankan adalah gabungan dari teori dan penerapan dilapangan. Materi yang diberikan hanya sebagai “tool” yang nantinya disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Yang paling baik adalah belajar secara aktif dan mempraktekkan dilapangan, dengan dibimbing oleh mentor.

Para calon AO, selain telah mendapatkan ilmu di atas, juga harus belajar sendiri, dan juga belajar komunikasi yang baik, karena tanpa komunikasi yang baik, tak akan mendapatkan informasi dari para karyawan di Kantor Cabang. Oleh karena itu, seorang AO, tak hanya sekedar pandai saat kuliah, namun dia juga harus supel, dan bisa mengetrapkan teknik komunikasi serta teknik wawancara dengan orang disekitarnya.

Apakah ilmu atau pengetahuan yang ditulis di atas telah cukup memadai?

Jawabannya sangat jauh dari memadai. Seorang AO, harus memahami ilmu berbagai macam, bukankah nasabah yang dibiayai juga bergerak di bidang usaha yang bermacam-macam? Ada yang bergerak di bidang usaha perkebunan (berbagai jenis tanaman perkebunan, yang berbeda cara pengelolaannya), berbagai jenis industri, perdagangan, IT dan sebagainya. Materi di atas hanya sebagai dasar acuan, dan para calon AO juga harus membeli sendiri buku-buku terkait dengan ilmu hukum, seperti KUHP, KUHD dsb nya. Bagi yang bukan berlatar belakang ilmu ekonomi, juga harus menyiapkan diri dengan membaca buku-buku yang terkait dengan materi ilmu ekonomi yang akan diterapkan pada pekerjaan sehari-hari.

Seorang AO tak boleh berhenti belajar, karena bisnis juga terus berkembang. Oleh karena itu, AO juga mempunyai tingkatan pengetahuan, tingkatan jabatan, yang semuanya harus dilakukan delegasi wewenang, agar pengelolaan keuangan sesuai dengan kemampuan dan kompetensi AO yang bersangkutan.

Catatan:

Postingan ini dibuat untuk menjawab pertanyaan teman-teman pada tulisan yang berkaitan dengan AO, dan mohon maaf tak bisa menjawab pertanyaan, karena bila anda sebagai calon AO atau seorang AO, maka anda harus mempelajari di kelas, yang berdiskusi dipandu oleh seorang mentor atau supervisor. Pada umumnya Bank yang bersangkutan, telah melakukan pendidikan bagi para AO nya, bisa dilakukan secara internal training, ataupun kerjasama dengan lembaga pelatihan yang khusus mengelola pelatihan perbankan, seperti LPPI (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia) dan sebagainya. Dan bila belum memahami ilmu ekonomi, anda bisa ikut pelatihan, seperti di LM FE-UI, LPPM, dan lain-lain.

Postingan terkait yang dapat dipelajari bagi seorang AO:

  1. http://edratna.wordpress.com/2008/01/09/apa-yang-perlu-diketahui-dari-rahasia-bank/
  2. http://edratna.wordpress.com/2008/01/11/apa-yang-dimaksud-tentangprinsip-mengenal-nasabah-dan-anti-pencucian-uang
  3. http://edratna.wordpress.com/2007/09/04/kebijakan-perkreditan-merupakan-dasar-pemberian-pinjaman-yang-sehat/
  4. http://edratna.wordpress.com/2007/06/04/account-officer-bank–ujung-tombak-untuk-membangun-sekto-riil/
  5. http://edratna.wordpress.com/2006/12/15/menilai-karakter-bisakah
  6. http://edratna.wordpress.com/2007/11/15/apa-peran-analis-bank-untuk-membantu-perbaikan-perusahaan-yang-sedang-menurun
  7. http://edratna.wordpress.com/2007/11/14/masihkah-perusahaan-ini-dapat-diselamatkan
  8. http://edratna.wordpress.com/2007/09/05/apa-yang-perlu-diperhatikan-dari-pemasaran-produkjasa-perbankan
  9. http://edratna.wordpress.com/2008/03/17/mengapa-diperlukan-manajemen-risiko-kredit
  10. http://edratna.wordpress.com/2008/03/15/auditor-sebagai-strategic-business-partner
  11. http://edratna.wordpress.com/2008/05/01/perlukah-seorang-front-liners-memahami-aspek-hukum
  12. http://edratna.wordpress.com/2008/04/16/early-warning-signals/
  13. http://edratna.wordpress.com/2008/03/19/masihkah-diperlukan-kemampuan-teknis
  14. http://edratna.wordpress.com/2008/03/19/credit-risk-rating
  15. http://edratna.wordpress.com/2008/08/15/manajemen-risiko-finansial-pada-oil-company
  16. http://edratna.wordpress.com/2008/07/18/faktor-manusia-dalam-manajemen-risiko
  17. http://edratna.wordpress.com/2008/03/25/sekilas-mengenai-usaha-pembiayaan
  18. http://edratna.wordpress.com/2008/01/07/bank-garansi-apa-dan-bagaimana-kegunaannya
  19. http://edratna.wordpress.com/2007/12/13/mengapa-harus-selalu-memperhatikan-cash-flow
  20. http://edratna.wordpress.com/2007/09/21/perlukah-memahami-analisis-sumber-dan-penggunaan-dana
  21. http://edratna.wordpress.com/2007/09/06/perlukah-melakukan-analisis-sensitivity
  22. http://edratna.wordpress.com/2007/07/17/mengapa-harus-bisa-membaca-apa-yang-ada-dibalik-laporan-keuangan
  23. http://edratna.wordpress.com/2007/04/14/apa-perbedaan-dan-kegunaan-pembiayaan-untuk-investasi-dan-modal-kerja
  24. http://edratna.wordpress.com/2007/02/09/perlukah-mengambil-kredit-dari-bank/
About these ads

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 220 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: