Oleh: edratna | Oktober 29, 2008

Musim hujan telah tiba…..macet dimana-mana

Sabtu sore beberapa hari lalu adalah hari pertama kali hujan beneran turun di wilayah Jakarta Selatan, setelah beberapa bulan tak turun hujan dan panas terasa menyengat. Kenapa beneran? Karena sejak beberapa minggu, mendung sering menggantung, kadang gelap sekali, namun nanti hilang lagi terbawa angin, atau sekedar gerimis, yang tak sampai 10 menit tanah sudah kering kembali. Hujan benar-benar seperti dicurahkan dari langit, dan syukurlah saya baru saja sampai di rumah sepulang kondangan.

Melihat hujan dari jendela kamar, merupakan pemandangan yang sangat menarik. Saya membayangkan pasti bunga Mianaku akan kembali segar, yang walau sudah sehari dua kali disiram tetap saja daunnya tak se subur biasanya. Dan…kebetulan lagi, kemarin seharian tanaman bunga baru saja dibongkar dan dipupuk oleh Agus, anak asuh yang ikut tinggal di rumah kami di Bandung. Tapi kadang hujan juga menyertakan kesenduan, entah kenapa……apakah anda juga merasakan demikian? Atau karena kalau hujan, gerakan kita menjadi terbatas, hanya bisa duduk termangu di depan jendela, atau membaca? Mau menyalakan komputer juga tak berani, karena hujan bercampur petir, bahkan kabel yang tersambung ke televisi pun mesti di lepas.

Pernah suatu ketika, saat hujan rintik-rintik, anakku tetap meneruskan kegiatan di depan komputer…tahu-tahu…blaaar….dia meloncat ke arahku, dan kami berdua melompat ke atas tempat tidur. Belum hilang kagetnya……blaar…blaar….dan bunyi telepon berdering-dering, juga alarm mobil. Setelah hujan berhenti, ternyata modem, telepon rusak semua. Dan urusan internet menjadi tersendat…..walau langsung dibelikan modem baru, dan telepon ke Kabel Vision serta telepon ke Indosat IM2…..tetap baru berjalan normal setelah dua minggu. Sejak itu, begitu hujan mulai turun, mbak Ti mulai teriak untuk mengingatkan supaya mematikan komputer, dan mencabut kabel ke arah modem, maklum majikannya suka lupa kalau sudah di depan komputer. Dan musim hujan, berarti harus mengelola kapan di depan komputer…karena biasanya cuaca aman saat pagi hari, seperti saat ini. Dan karena pekerjaanku, banyak berhubungan dengan komputer, dan dikerjakan di rumah, maka mengecek dan mengirim email harus dilakukan pagi hari. Seperti mengirim materi pelajaran, soal ujian, dan setelah selesai mengajar dan mengoreksi ujian, mengirim hasil koreksinya sehari setelah selesai ujian, semuanya dilakukan melalui email.

Musim hujan juga membuat jalanan macet. Perjalanan dari Kemang Raya ke rumah, yang biasanya cuma sekitar 15-20 menit, kemarin mencapai satu jam. Tapi perjalanan paling lama yang pernah saya rasakan adalah dari daerah Mayestik ke Cilandak…yang perlu waktu 2 (dua) jam, yang biasanya hanya perlu waktu 30 menit. Entah kenapa, jika hujan, dimana-mana macet, apalagi jika hujan deras yang membuat genangan di sana sini.

Catatan:

Mohon maaf jika banyak komentar teman yang belum ditanggapi. Selain kesibukan, hujan membuat tak berani membuka internet, apalagi sering hujan petir…..dan akhir minggu ini adik bungsuku akan menikahkan putri sulungnya, jadi kegiatan ngeblog tertunda (walau udah menyiapkan beberapa draft tulisan).

About these ads

Responses

  1. hujan memang terkadang membawa nuansa kelabu, bu. meski terkadang juga membawa keceriaan. terutama bagi anak2. musim hujan tiba berarti musim permainan baru yg mengasyikkan telah tiba. ah, jiwa anak2 itu…

    (^_^)v

    tapi alhamdulillâh, bu. rasa takutku akan hujan sudah mulai berkurang. hwehe. musim hujan selain menambah kemacetan, juga membawa bahaya banjir. waspadalah! waspadalah! waspadalah!

    Farijs van Java
    ,
    Kalau anak-anak memang senang hujan, supaya bisa ber hujan2an…dan herannya nggak masuk angin ya…..coba kalau udah tua, kena gerimis aja bisa sakit “flu”
    Semoga hujannya tak membawa banjir

  2. Hujan telah tiba… bersiaf fula dengan tradisi banjir di Jakarta… dan sebentar lagi blog akan difenuhi dengan tulisan yang menyoal banjir di jakarta. bagaimana pak Gubernur??

    Cabe rawit,
    Syukurlah rumahku bukan termasuk daerah banjir…memang antara senang dan deg2an jika musim hujan tiba, terutama yang daerah banjir….

  3. Payung, Raincoat, Sweeter, pasti jadi berguna lagi.
    Sekarang kalo saya perhatikan, kenapa kota yang sudah metropolis Suka banjir ya…?
    Jakarta salah satunya, Medan, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Surabaya juga kini banjir.
    Coba bandingkan dengan kota yang belum besar/metropolis. Biasa aja, nggak pernah banjir.

    Pakde,
    Betul pakde…Jambi udah mulai suka banjir? Padahal dulu pas kesana, kayaknya sungainya jernih….
    Karena pernah hidup di kota hujan (Bogor), di tas selalu ada payung kecil.

  4. Pagi, Bu Enny…

    Hujan di Surabaya belum sehebat Jakarta, tapi setiap hari langit mendung, jadi hawanya sudah nggak sepanas yang kemarin-kemarin.

    Eniwei,
    Saya ini seorang Pecinta Hujan. Suka sekali dengan harum bau tanah basah yang ditinggalkan oleh rintik hujan *haduh, puitis banget sih! hihi*
    Maknya, ketika mood saya down beberapa waktu yang lalu, ajaibnya, hujan turun malamnya… dan believe it or not, saya langsung back on my feet again. Ya… sampai sedahsyat itu, Bu.. Canggih ya?

    Hmm… semoga hujan kali ini tidak membawa banjir seperti sebelumnya…
    Amin.

    Sun sayang,
    LALA

    Jeunglala,
    Inilah bedanya penulis dan bukan penulis. Kalau penulis, begitu hujan idenya muncul, sama seperti jika terang bulan…..kenapa ya, nggak terang matahari?
    Karena udah musim hujan, berarti Lala makin “in” dalam berkarya…….

  5. saya masih baru soal pemakaian internet…

    benar kah…, klo petir itu bisa mengganggu koneksi internet..?

    gbaiquni
    ,
    Harusnya yang menjawab si bungsu, yang kuliah di elektro.
    Tapi mungkin begini (kira-kira nih)…
    Karena internet saya pake Kabel Vision, jadi kabel yang menggantung diluar bisa tersambar petir. Kabel tadi akan terhubung ke modem…jadi kalau kabelnya masih tersambung, yang terkena modemnya..lha kalau modemnya terkena, ya koneksinya terputus. Terus salah satu kabel kompie nyambung ke colokan listrik, nahh ini juga harus dicabut…dulu sih sering nggak dicabut..tapi sejak terkena petir ya mendingan dicabut aja (entah kenapa kalau dikantor kok nggak perlu dicabut ya?…mungkin ada ahlinya yang bisa jawab). Daerah tempat tinggal saya (terutama kompleks rumah dinas dulu di Cipete), memang daerah yang sering terkena sambaran petir..

  6. Pagi Bu, Benar Bu, Jakarta ini sensitif terhadap hujan, sekecil apa pun hujannya pasti menimbulkan kemacetan. Kemarin teman kantor kami mesti rela macet 4 jam, dari Sudirman ke TB Simatupang, sopir taksi yang dinaiki langsung curhat ke saya yang kebetulan tengah berada di depan lobi kantor. Jam sembilan malam, teman lain yang menuju ke arah Pondok Kelapa via Casablanca juga mengeluhkan hal yang sama. Belum lagi kalau ada pohon tumbang, kabel listrik menjuntai ke tanah, walah lebih ribet lagi deh. Saya jadi lebih bersyukur, bisa tinggal tak jauh dari kantor dan jalan yang saya lalui tak macet.

    Tentang hujan, saya salah satu pecinta hujan. Harum tanah yang baru tersiram hujan, bau hutan yang baru disiram hujan, bau biji pinus yang masih agak basah, selalu membuat saya rindu. Di tempat tinggal yang sekarang, sesudah hujan, saya bisa mendengarkan suara air di sungai kecil, di belakang rumah– yang cukup ajaib, karena ada di Jakarta dan bersih. Suara serangga dan kodok, sungguh melenakan. Selain itu tak ada suara apa-apa. Bagi saya ini relaksasi istimewa. Kurangnya hanya satu, di saat seperti ini, sinyal GPS & 3G di rumah bermasalah. Akhirnya saya memilih mengerjakan kegiatan lain atau tidur. :)

    Yoga
    ,
    Nggak usah dari Sudirman…lha dari Blok M ke Simatupang aja bisa 2 jam (bukan hujan lho)…..apalagi dari Sudirman, muterin jembatan Semanggi bisa 1,5 sampai 2 jam….
    Lha Kemang-Cilandak kan dekat sekali, tapi entahlah rasanya makin banyak aja kendaraan bermotor.

    Hujan memang membuat hati nyaman, bau tanah basah…tapi kalau hujannya campur petir ya malah bikin seram, apalagi kita nggak bisa ngapa-ngapain…paling-paling baca dan tidur.

  7. Kemacetan memang mengganngu
    Sebenarnya bukan hujan yang menjadi masalah
    Tapi antisipasi pemerintah akan hal itu

    achoey,
    Betul…hujan, kemudian selokan dan sungai tertutup sampah, yang menyebabkan air tak mengalir dengan lancar….
    Menurut saya tak hanya pemerintah, namun masyarakat kita yang harus dididik membuang sampah pada tempatnya

  8. Memprihatinkan ya bu .. seharusnya hujan itu mendatangkan rahmat untuk manusia dimuka bumi seperti yang tercantum dalam Al Qur’an bu.

    Entah mengapa .. sekarang banyak orang² mengeluh ketika hujan turun. Mungkin yang keliru bukan hujannya ya bu ato memang hujannya yang keliru .. koq turun :mrgreen:

    Ah .. seandainya oh seandainya .. kita semua sadar. Tidak saja hanya saya, ibu dan teman² blogger. Tapi semuanya. Rakyatnya dan pemerintahnya .. karena kita hidup ditanah yang sama, dinegeri yang sama.

    Erander,
    Memang kita tak bisa menyalahkan orang lain, atau pemerintah, tapi kita bersama-sama harus membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan secara rutin….
    Karena hujan adalah rahmat dari Allah swt.

  9. Saya sangat bersyukur bahwa hujan masih diturunkan di bumi Indonesia ini, meski kemarin terjebak macet. Butuh 2 jam hanya untuk keluar dari pintu tol.

    Adipati Kademangan,
    Memang kita harus selalu bersyukur…..karena sebetulnya hujan menyuburkan tanah dan membersihkan kotoran.

  10. walah bunda, sama aja nhe di mlg jg srg ujan, cucian q jd ga kering hiks… pake deterjen yang anti apek aja deh heheh :D . makasih dah mmpir ke blog aq bun

    Perempuan,
    Hujan selalu ditunggu, namun juga membuat baju bau apek karena tak bisa kering sehari.
    Tapi sebetulnya saya suka hujan, karena pernah tinggal di Bogor yang juga dijuluki sebagai kota hujan.

  11. kemarin saya bisa menempuh 2,5 jam dari airport ke rumah karena hujan dan macet dimana mana…Jakarta memang semakin tak nyaman, dan sekaligus menunggu bom waktu meledak. Stuck !

    Iman Brotoseno,
    Memang sudah seharusnya Public transport dibenahi, sehingga tak banyak yang menggunakan mobil pribadi…termasuk orang kayak saya, akan senang sekali jika kendaraan umumnya bagus dan aman.

  12. bandung udah mulai musim hujan neh bu ….

    Hedy,
    Tapi hawanya jadi enak kan, sejuk….

  13. paling enak kaluk hujan kita udah di rumah mbak, paling susah kaluk masih di jalanan…

    Ernut,
    Yup…setuju…meluk guling, sambil baca buku….
    Atau makan pisang goreng dan minum segelas teh manis hangat…..

  14. untungmya dikampung saya ujannya selalu malam hari. lagian kampung. gak ada macetnya :D

    Mantan Kyai,
    Dan bau tanah yang basah dan lembab…ngangeni….

  15. Saya seneng sekali hujan karena suhu Jakarta bisa dingin…

    Mang Kumlod,
    Apalagi untuk orang yang pernah tinggal di Bogor ya….

  16. hati2 bentar lagi banjir….

    Qisink,
    Benar..mulai siap-siap….mencari peta banjir di Jakarta…

  17. saya juga akhir2 ini lagi hobi muter lagu yang judulnya ada hujan hujan rain rain an nya bu ;)

    huhuhuhu saya sih senang sekali Bandung udah mulai hujan kaya sekarang! damai dan sejuk banget rasanya! tapi emang sih itu kalau di rumah… begitu musti beraktivitas akan agak keganggu… tapi saya lebih rela ribet karena hujan daripada panas panasan…

    suasana romantis yang dibawa hujan itu indah sekali ;) macet? ah.. ya wayahna heheheh

    *berani bilang begini karena masih di bandung bandung juga yang ga pernah macet lebih dari satu jam-an di hari biasa… ya ya ya pasti beda dengan jakarta tentunya hehe

    Natazya
    ,
    Jakarta sebenarnya juga enak kalau hujan, sejuk….tapi terus jadi macet….dan ini bisa berjam-jam…jika umumnya dapat ditempuh 30 menit, dalam kondisi macet bisa 3-4 jam….lha kalau dari rumah saya lewat Tol Cikunir terus Cipularang, kan udah sampai Bandung

  18. Tidak ada lain, yang mesti kita lakukan adalah berhati-hati. Tapi marilah kita berbagi, bahwa kedatangan si tuan hujan merupakan hal yang ditunggu-tunggu petani. Betapa mereka mendabakan hal tersebut. Tetap berhati-hati dan bersyukur adalah jalan nikmat.

    Daniel Mahendra,
    Walau jalanan macet, saya tetap mendambakan hujan…seperti saat hidup di Bogor, tiap hari hujan….dan nggak hujan hanya beberapa jam saja sehari, terutama jika musim hujan. Tapi karena memang namanya kota hujan, ya tiap hari masyarakat tetap melakukan aktivitas sehari-hari, bawa payung (yg akhirnya jadi kebiasaanku sehari-hari)…..

  19. Waktu aman dari hujan adalah pagi hari? Ibu kurang beruntung. Di Bandung hujan nonstop bertebaran sedari petang di hari lalu hingga siang hari di keesokan harinya.

    Tetapi saya senang, karena rintik – rintik hujan serta dinginnya Parijs van Java mengingatkan saya pada waktu kecil dulu. Bermain dengan embun dan hujan – hujanan. :P

    Mihael “D.B.” Ellinsworth
    ,
    Iya….tapi Bandung makin dingin (terutama buatku), jika musim hujan…..

  20. Hujan memang sangat menyebalkan Ibu di Jakarta. Hujan pasti macet dan air tergenang dimana pasti macet deh. Menurut saya Ibu memang Pemda DKI dan Pemerintah Pusat tidak mampu mengatasinya. Kesadaran masyarakat rendah dalam menjaga lingkungannya juga sangat kuat (bagaimana menimbulkan rasa pedulinya Ya Ibu). Tanpa itu semua kita hanya akan berkutat pada masalah yang sama terus menerus dari waktu ke waktu.
    Bila Hujan datang kita harus waspada dan Radio Elshinta teman setia dalam informasi.

    Salam

    David Pangaribuan,
    Kita memang tak bisa hanya menggantungkan pada pemerintah, tapi semuanya secara bersama-sama harus menyingsingkan lengan….

  21. bentar lagi pasti banjir tuh bu…hati-hati banyak penyakit kalo banjir…btw say ngak di bandunglho….tapi PADANG

    Imoe,
    Berarti saya salah duga ya, saya pikir di Bandung.
    Wahh Padang kota yang elok…saya, suami dan anak-anak terkagum-kagum dengan keindahan alam Minangkabau

  22. Hujan jika disertai petir saya juga sangat takut Bunda. Apalagi jika dalam perjalanan, sedih banget sama hujan. Tetapi jika tidak disertai petir dan sedang berada didalam ruamah saya menyukainya dan menikmatinya karena udara menjadi lebih sejuk. thans

    Yulism,
    Betul…kalau hanya hujan, saya menikmati bunyi hujan dan kabut yang turun….tapi kalau udah pake petir jadi serem….

  23. Sebelum ke Sydney saya singgah di Jkt sebulan ini. Wah, berkendara roda 4 di Jakarta memang melelahkan.

    Masa, kemarin lusa dari Klapa Gading ke Malll Taman Anggrek ditempuh dalam waktu 2.5 jam.

    Busyet….

    Donny Verdian
    ,
    Kalau bepergian di Jakarta, memang harus sabar, dan nggak terburu-buru…atau lebih baik datang lebih awal walau risiko menunggu.

  24. iya nih ibu,,,di Jogja sudah lumayan sering hujan…dan cukup deras, saya pesankan ke masyarakat untuk waspada genangan sangat nyaman untuk sarang nyamuk.Juga sampah sampah kaleng dan botol botol yang terisi air….tempat ternyaman juga untuk perbanyakan jentik..Hati hati DBD..
    Waah..serba sulit ya bu…hujan terlalu banyak..bisa banjir…gak ada hujan,petani yang menderita…

    Dyahsuminar,
    Betul bu, biasanya jika mulai musim hujan, juga harus hati-hati terhadap Demam Berdarah.

  25. Ampun deh…. kemarin2 sempat ke Jakarta lagi…. dari Hotel Borobudur sampai ke rumah saya moso sampai 2 jam lebih. Nginjek koplingnya sampai pegel. Maklum belum mampu beli mobil yang automatic transmission huehehehe…. Itu belum ditambah banjirnya nanti bulan Januari – februari. Kalau sudah ditambah banjir…. wah nggak usah dibayangin lagi deh….. :(

    Yari NK,
    Jadi, semacet-macet nya Bandung masih lumayan ya Kang?

  26. Untung ga terjadi apa2 ya Bu…
    Saya jg sering diingetin kl lg hujan sebaiknya tidak menggunakan telpon, alasannya simpel, supaya ga kesambar petir…
    mudah2an kt lebih berwaspada krn udah masuk musim penghujan.

    Pimbem,
    Betul…mesti hati-hati…..karena kalau udah hujan campur petir, maka barang elektronik yang terkait dengan aliran listrik, dicabut dulu kabelnya…terutama yang relatif mudah disambar petir seperti internet(modemnya).

  27. Hujan itu rahmat ya bu, memang paling nyaman kalau hujan kita berada dirumah, sambil ditemani kopi atau teh panas ya bu.

    Namun buat kami paling menderita kalau hujan pas pulang kantor bu, …. sudirman – rumah bisa 3 jam lebih bu.

    Tini,
    Itulah manusia, kalau nggak hujan malah lebih susah…tapi kalau hujannya besar, jadi banjir (tapi ini kan kesalahan manusia juga ya)

  28. Pernah tetangga sebelah hingga 5 rumah TV nya pecah, radio gosong dan dinding rumahnya kemasukan aliran listriknya gara-gara petir menggelegar dengan suara yang sangat keras. Walau tidak terkena secara langsung namun efeknya sampai terjadi demikian. Ada yang sampai trauma, jika hujan lebat disertai angin atau kilat segera mengungsi ke rumah yang lrelatif ebih aman.

    Mufti AM,
    Betul…tetangga saya juga mengalami seperti itu….jadi saya pilih nggak nonton TV (kabel dicabut)….mendingan baca buku aja.

  29. Untung saya lebih sering berada di rumah…
    atau berkeliaran di daerah mayestik, RSPP, rumah saja…jadi tdak usah menempuh jarak jauh waktu hujan. Naik bajaj lebih cepat nyampenya heheheh.
    tapi bu…bukan saya yang bawa hujan yang gini loh hehhehe….
    semoga tanggal 4 nanti ngga hujan deh…malas ke bandara pagi-pagi padahal pesawat dr singapore ke Tokyo baru jam 11 malam. bisa tua di jalan nih
    tabik

    EM

    Ikkyu_san,
    Bukan Imelda kok yang membawa hujan…tapi hujan juga memberikan berkah pada petani kan? Tanaman menjadi subur….

  30. Biar sibuk masih kebagi juga waktunya buat posting….Luar biasa, kreative sekali…
    Salam dari jauh.

    michaelsiregar,
    Hmm…selama masih ada waktu, daripada belum ngantuk…bisa untuk menulis….

  31. di Malang juga mulai suka banjir nih bunda.. sepertinya banyak bangunan didirikan dengan menyalahi masterplan tata kota.

    Inos,
    Padahal dulu tak kedengaran Malang banjir ya….

  32. biar musim hujan tetap semangat

    indratopklik,
    Terus semangat sih wajib….

  33. Saya paling suka ‘bau hujan’. Menghirup udara setelah hujan di luar rumah yang banyak pohon rindang, baunya enak sekali. Dan segar… :)

    Waktu saya kecil, paling suka jika hujan besar datang, ngumpul di kamar orang tua saya. Berselimut lebar rame-rame. Itu berlangsung sampai sekarang setelah kami dewasa jika kebetulan sedang berada di rumah orangtua…

    Ratna,
    Bau tanah sehabis hujan memang mempunyai ciri khas…yang membuat kita suka kangen…
    Kebiasaan yang sama denganku…berselimut rame-rame

  34. hujan, becek, gak ada ojhek…

    paling sedih kalau jemuran gak kering. haduuh, saya tidak punya mesin cuci di kosan.

    sedih juga kalau pulang malem hujan gak dapet taksi.

    tapi gak ada yang lebih sedih dari ngeliat jakarta banjir lagi,…aaaah. jangan macet.

    Ikankering,
    Memang paling susah jika hujan sore hari pas jam pulang kantor…macet dimana-mana ….dan nggak ada taksi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: