Profil bisnis sangat penting untuk diketahui karena pemahaman terhadap bisnis secara umum sangat penting dalam menilai kelayakan usaha. Profil bisnis dari masing-masing jenis usaha sangat spesifik, bahkan jenis usaha sama namun dikelola dengan manajemen yang berbeda akan memperoleh hasil yang berbeda. Bagi seorang AO, pemahaman atas profil bisnis debitur sangat penting dalam melakukan pembinaan yang tepat.
Secara garis besar kita harus mengenali bagaimana sebuah produk atau jasa tersebut di pasar: a) Dibutuhkan banyak konsumen, b) Tidak dilarang, c) Bersifat umum/unik. Kemudian kita mulai memitigasi risiko terhadap produk atau jasa tersebut, apakah ada risiko reputasi (misalnya menjual barang terlarang, narkoba), risiko legal, risiko pasar (pengaruh naik turunnya kurs valas terhadap rupiah), serta risiko operasional.
Untuk memahami profil risiko bisnis, maka AO harus memahami proses bisnis sejak dari mulai memperoleh sumber bahan baku, produksinya, pemasarannya. Paling mudah adalah mencoba menganalisa sbb: 1) Prospek bisnis secara umum: kemungkinan muncul barang substitusi, pengaruh teknologi dsb nya, 2) Faktor lingkungan: Tren dan perubahan selera masyarakat, perubahan gaya hidup, isu lingkungan hidup dsbnya, 3) Faktor eksternal: Pengaruh regulasi pemerintah, gejolak ekonomi dunia, keamanan, dll.
Untuk memahami bagaimana profil bisnis suatu usaha, serta menilai risikonya, mau tak mau seorang AO harus terjun langsung di lapangan, mewawancarai, melihat langsung bagaimana operasional usaha dijalankan, melihat titik-titik risiko yang ada (misalnya: apakah antara pembelian bahan baku, proses produksi, dan pemasaran sudah match, dan saling terkait). Banyak pertanyaan diajukan, karena kita sadari, bahwa yang lebih tahu tentang bagaimana sebuah usaha dijalankan adalah para manager perusahaan tadi. Namun jika kita belajar, mengapa seorang konsultan kadang lebih tahu, titik risiko yang ada di perusahaan, dan bisa memberikan solusi pemecahan dibanding pemiliknya, maka sebetulnya seorang AO dituntut untuk memahami keahlian seperti konsultan ini, selain juga harus memahami unsur risiko, masalah hukum dsb nya.
Saya akan mencoba memberikan suatu contoh:
1. Usaha Departemen Store
Untuk memahami bagaimana usaha Departemen Store dijalankan, tentu harus memahami darimana barang-barang yang akan diperdagangkan berasal. Pada umumnya produk yang dijual tak seluruhnya milik perusahaan, karena ada beberapa barang konsinyasi. Ruang toko sebagian juga disewakan pada pihak lain, misal: untuk barang-barang kosmetik, jam, perhiasan dan lain-lain. Perputaran usaha relatif cepat karena hampir seluruhnya tunai, sedang penjualan secara kredit pada umumnya menggunakan kartu kredit. Produk dipengaruhi oleh mode, sehingga pengusaha perlu memahami kira-kira tren apa yang sedang dan akan berjalan untuk beberapa bulan ke depan. Untuk pembiayaan, sebetulnya perusahaan tidak terlalu memerlukan modal kerja, karena bagi Departemen Store yang besar dan telah dikenal, maka pemasok dibayar secara kredit. Kemungkinan perusahaan memerlukan Bank Garansi pengadaan barang, dan jika memerlukan pembiayaan, pada umumnya berupa kredit investasi.
2. Jasa usaha perhotelan.
Yang perlu diperhatikan adalah occupancy rate, serta pangsa pasar di wilayah nya. Jika hotel tadi merupakan hotel bisnis, maka perlu diperhatikan berapa sales coefficientnya (pendapatan di luar kamar dibanding dengan pendapatan kamar). Hotel akan mampu bertahan jika sales coefficiennya di atas 300%, karena banyak tamu yang datang ke hotel tersebut tidak harus menginap, namun juga melakukan temu bisnis dengan relasinya. Perhatikan pula struktur pendapatan dan biaya yang wajar, bandingkan dengan bisnis yang sejenis. Untuk lebih memahami tentang hotel, bedakan apakah hotel bisnis, hotel resor atau hotel butik. Ada apa tidak dukungan dari chain hotel, dan pengaruh dari travel agent. Untuk hotel, yang terutama diperhatikan adalah lokasi dan kualitas pelayanan, termasuk rasa makanan yang disediakan di hotel tersebut. Ada beberapa hotel, yang setiap kali kembali dikunjungi tamu tertentu, karena selain makanan yang enak, pelayanan juga bagus.
Pahami juga jenis wisatawannya, yang dapat dibedakan dari:
- Free Individual Traveller (FIT) : 1) Bepergian sendiri tanpa di atur travel, 2) bebas memilih obyek wisata, 3) masa tinggal tidak terbatas.
- Group Individual Traveller (GIT); 1) Segala keperluan diatur travel, 2) Masa tinggal & akomodasi tertentu
- Tour series: datang sesuai jadual/periode travel
- Convention: Meeting, training session , conference dll
- Package: 1) Kelompok wisata, diatur travel, 2) Pada saat low session, 3) Murah
Apakah hotel memerlukan kredit modal kerja? Dari pemaparan tersebut, yang diperlukan adalah kredit investasi, baik untuk pembangunan hotel baru, ataupun renovasi serta maintenance. Sedang kredit modal kerja kemungkinan tak diperlukan, karena para tamu akan membayar tunai atau melalui kartu kredit.
Yang perlu dipahami, bisnis yang sama bisa menghasilkan hasil yang berbeda oleh karena gaya manajemen berbeda, dan cara pengelolaan yang beda. Oleh karena itu, pemahaman, pendalaman, dan tentu saja seorang AO harus pandai memperoleh informasi yang diberikan oleh pemilik usaha dengan sukarela.
Setelah membaca di atas, anda dapat melatih memahami berbagai profil bisnis usaha, untuk itu anda harus banyak terjun dilapangan, membaca dari berbagai sumber, agar memahami bisnis usaha yang akan dinilai.
Catatan: (tambahan untuk memudahkan pemahaman)
- AO disini adalah singkatan dari Account Officer, ada juga yang menamakan dengan Analis Kredit, yang tugasnya antara lain menilai kelayakan suatu usaha.
- Kedua jenis usaha di atas merupakan salah salah satu contoh, namun bila anda ingin menilai, pelajari dulu proses bisnis masing-masing jenis usaha, menggunakan model “Kotller”, siapa pemasoknya, bagaimna entry barriernya, apakah ada kemungkinan produk substitusi, dan siapa buyernya. Dan jangan lupa persaingan diantara sesama bisnis yang sama, peraturan atau kebijakan pemerintah, yang dapat mempengaruhi usaha tsb.
- Pertanyaan kemungkinan tak bisa dijawab dengan tepat, karena untuk memahami profil bisnis, materi ini diajarkan minimal 3 sesi, serta disertai berbagai case study.

Bunda .. untuk daerah² tertentu, jasa perhotelan ada yang aneh bu. Misalnya .. tarif kamar koq cuma berlaku 6-8 jam aja bu. Kalo lebih dari jam tersebut, dianggap 2 hari. Piye toh bu?
Erander,
Kenal hotel jam-jam an? Yang memang tarifnya dihitung berdasar jam penggunaannya? Adakah di Balikpapan seperti itu? Ini termasuk yang harus menjadi perhatian lho…karena bukan pasar sasaran….hmm…tahu sendiri deh.
Oleh: erander on Desember 14, 2008
at 8:41 am
“mengapa seorang konsultan kadang lebih tahu, titik risiko yang ada di perusahaan,”
Betul, Bu Enny. Dalam konteks yang berbeda, hal ini kerap terjadi di ranah penerbitan. Ada pemilik penerbitan yang tidak percaya pada analisis konsultan penerbitan. Bisa jadi karena sebagai pemilik, ia merasa perusahaannya sehat-sehat saja.
Aku catat poin-poinnya yang, Bu.
Oya, resensi buku untuk Lis sudah?
Daniel Mahendra,
Ahh kau mengingatkanku terus…masih dibaca..lha baca bukunya Andrea Hirata aja lamaaa banget, entah kenapa kalau baca mesti ngantuk.
Sebetulnya bukunya menarik, dan kayaknya mesti dibagi menjadi beberapa postingan, hal yang baru sekali sih nggak ada, cuma karena satu buku ya lebih detail. Sebetulnya saya sudah pernah mengulas Merger disini.
Oleh: Daniel Mahendra on Desember 14, 2008
at 8:44 am
Ulasannya simpel bu dan saya jadi sedikit mengerti ttg apa itu profil usaha..
pinginnya nanti punya usaha sendiri tp mesti banyak baca2 dulu ya bu soalnya org IT kyk saya kerjanya di back end terus, ga terjun ke lapangan.
Idawy,
Sebetulnya ada beberapa bisnis lain yang bisa dibahas, berdasar pengalaman dilapangan. Ntar deh pelan-pelan, karena membuat menjadi lebih sederhana untuk hal seriuss lebih sulit…hehehe…dasar saya sendiri yang nggak bisa kayaknya.
Oleh: idawy on Desember 14, 2008
at 9:02 am
pengen buka usaha..
tapi takut2 mulu..
habis modal keci; seeeh…
takut malah ambles…
saran nya dong mbak…
Elly S.,
Saya bukan wirausaha, jadi sulit juga memberi saran……
Tapi pelajari dulu, kira2 mau buat apa, pelajari juga risikonya, dan modal berapa yang diperlukan. Dan untuk awal usaha, jangan pernah mengharapkan modal dari hutang
Oleh: elly.s on Desember 14, 2008
at 10:02 am
Mmmm kalau ngomongin AO membuka luka lama saya,bu.
3 tahun yang lalu, ayah saya sempat menjadi AO untuk perusahaan keluarga milik sahabatnya.
Dari pagi sampai malam, ayah saya bekerja keras.Semuanya ayah saya yang memikirkan sampai berhasil mendapat sertifikat ISO 9001 juga berkat ayah saya tapi balasan si pengusaha ga sebanding dengan jasa ayah saya
Tau-tau ayah saya diberhentikan tanpa konfirmasi apa2
Semoga para AO yang lain tidak ngalami seperti ayah saya ya
Retie,
Saya tak jelas pemahaman Retie tentang AO. Yang saya maksud singkatan AO di atas adalah Account Officer atau ada yang menyebutkan sebagai analis kredit, yaitu suatu jabatan di Bank yang bidang pekerjaannya menganalisis kelayakan suatu usaha. Saya tak menjelaskan lagi, karena dalam tag Manajemen, pada tulisan sebelumnya, saya sudah mengulas panjang lebar tentang arti AO dan peranannya, serta bagaimana dapat berfungsi mendorong perkembangan sektor riil.
Jadi kayaknya berbeda dengan yang dimaksud Retie.
Oleh: retie on Desember 14, 2008
at 10:22 am
hehehe…
saya mungkin ngawur dari dulu ya bunda.
karena resiko selalu sesuatu yang saya taruh belakangan.
pemikiran saya simple. berfikir resiko terkadang membuat kita takut berbuat. saya cenderung lebih memilih untuk memperhatikan strong point yang saya miliki dulu, baru memikirkan weak point saya (nah, ini baru terkait resiko) agar saya bisa mengantisipasi weak point tersebut.
mungkin terlalu confidence. tapi saya meyakini, segala sesuatu yang dimulai dengan positive thinking, atas itikad dan niatan yang baik, akan mendapatkan jalan yang baik pula. bismillah.
apapun pilihan yang kita ambil toh memiliki konsekwensi. apapun itu. termasuk resiko.
mungkin sudah tipikal saya, ngga suka milih jalan “aman” hehehe..
dan salah satu kenapa saya suka baca blog bunda adalah, karena saya merasa mendapatkan balance dari tulisan-tulisan bunda yang (Terkadang) menurut saya mengajari saya untuk lebih berhati-hati.
toh, segala sesuatu yang berlebihan tidak ada yang baik. ya ngga bunda?
Edo,
Memang bidang yang berbeda membuat kita bisa mendapatkan keseimbangan, karena dari sisi saya, budaya risiko telah ditegakkan sejak awal. Minimal setiap langkah harus legal (tidak melanggar hukum), pelajari dulu sebelum melakukan sesuatu, cari pembanding. Namun latihan tsb tak membuat kita tak berani mengambil keputusan, tapi setiap keputusan didasarkan atas analisis sebelumnya.
Btw, untuk masuk ke blogmu kok susah sekali ya….
Oleh: edo on Desember 14, 2008
at 3:53 pm
bagaimana tanggapan bunda tentang hotel leasing dari segi AO misalnya untuk permintaan kucuran kredit renovasi misalnya.
Boyin,
Saya tak paham pertanyaanmu.
Hotel leasing, apa maksudnya? Pembelian barang2nya secara leasing? Karena pemahaman kita tak sama, saya tak mungkin menjawab pertanyaanmu.
Pls check dulu tag di manajemen & keuangan, ada tulisan untuk memahami tentang Leasing, modal kerja, investasi dsb nya.
Memang seharusnya ini didiskusikan dalam kelas…maklum pendidikan untuk AO, khusus analisis kredit minimal 40 sesi. (maaf, karena sebetulnya tulisan ini by request, buat beberapa orang yang ingin memahami tentang analisis profil bisnis, dan telah bekerja sebagai AO)
Oleh: boyin on Desember 14, 2008
at 4:50 pm
rumah makan termasuk mana bun
Thevemo,
Rumah makan termasuk usaha jasa, untuk memahami mesti mengetahui proses bisnisnya, serta segmen bisnis ditujukan pada siapa. Seingatku, saya pernah membahas usaha jasa ini….bisa di cari di tag manajemen & keuangan.
Oleh: thevemo on Desember 14, 2008
at 5:05 pm
wah kalo saya yg ga sekolah tinggi sih analisis bisnis bikin njlimet… saya cuma taunya konsumen minta apa..trus kalo dia seneng ya saya ulangi lagi… hehehehe… selebihnya ga tahu bu… asli lho…
salam
ono kimunk
http://www.seleratourtravel.blogspot.com
Oleh: Selera Tour & Travel on Desember 14, 2008
at 9:29 pm
kalo usaha di dunia internet seperti apa bu? apa sama kayak di dunia real?
Arul,
Intinya…pahami bisnisnya. Segmen mana yang dituju, karena saya tak tahu persis maksudmu gambaran dunia internet yang mana? Karena ada bermacam-macam, ada yang berusaha di bidang web design, ada yang membuka warung internet (penyediaan jasa), ada warung internet plus (ada taman bacaan, cafe dsb nya), dll.
Setiap jenis usaha analisanya akan berbeda. Coba Arul memulai analisis, mana yang dimaksud, mudah kok….
Oleh: aRuL on Desember 14, 2008
at 10:07 pm
Ternyata dalam menilai profil bisnis di dunia perbankan, tak terlalu berbeda dengan sektor lainnya. Terimakasih sharingnya Bu. Jadi seorang AO ini ibaratnya harus terus melengkapi ilmunya, karena bisnis yang distudy feasibility-nya bermacam-macam. Hebat, seperti profesi lawyer dan konsultan bisnis.
Ternyata juga dalam melaksanakan FS di perbankan juga sama dengan yang kami lakukan, mesti mengenali faktor social & lingkungan, teknologi, micro & macro ekonomi dan regulasi.
Tugas AO ini menantang sekali.
Yoga,
Antara perbankan dan sektor riil sangat erat kaitannya. Jadi sebagai orang perbankan harus bisa menilai kelayakan usaha sektor riil dan memitigasi risiko. Untuk itu ada beberapa jenis pembiayaan, dari sektor mikro (yang tentu lebih sederhana) sampai dengan nasabah korporasi (kadang melalui sindikasi, baik antar perbankan dalam negeri maupun campuran dengan luar negeri).
Caranya bagaimana? mau tak mau harus terjun dilapangan, memahami proses bisnis masing-masing usaha, melakukan perbandingan, memahami titik risikonya, karena kegagalan akan menyeret pada risiko kedua belah pihak.
Yup, tugas AO menantang, dan berat….
Oleh: agoyyoga on Desember 15, 2008
at 7:44 am
Bu, betul tidak tulisan ini semacam introduction? Sebenarnya tulisan ini masih bisa diulas jadi 3SKS bukan? Kalau Ibu berkenan mohon dibahas mengenai feasibility study yang lebih detail.
Dan saya pikir banyak AO dan pembelajar yang membutuhkan, bagaimana jika membuat blog khusus untuk membahas dunia perbankan seperti saran Ndoro Kakung & Mas Iman? Saya akan jadi pengunjungnya… Captive reader hehehe…
*Bahasannya dicarikan yang general saja Bu, jadi tak perlu menyinggung hal-hal yang sensitif.
Yoga,
Entahlah, kalau tulisan ini dibaca teman perbankan, terutama yang sudah advance, seolah-olah menjadi terlalu menyederhanakan. Tapi saya mencoba menuliskannya agar yang awampun memahami, bahwa perbankan juga menanggung risiko, dan tetap harus sesuai asas Prudential Banking, karena kegagalan sebuah Bank akan menyebabkan akibat yang sistemik.
Tulisan ini memang masih sederhana, dan masih sangat basic.
Oleh: agoyyoga on Desember 15, 2008
at 7:54 am
hehehe jadi inget waktu masih jadi AO bunda.. kalo nanya ke calon debitur seperti orang lagi interogasi..
Oleh: inos on Desember 25, 2008
at 5:36 am
[...] karakteristik masing-masing segmen bisnis Apabila sebelumnya saya pernah menulis di sini tentang bagaimana seorang AO harus memahami profil nasabah, kali ini saya ingin mengajak, melihat [...]
Oleh: Memahami karakteristik masing-masing segmen bisnis « on Maret 18, 2009
at 7:18 am
Slm knl bu sblmnya…
sy pengen bgt bs jd seorang AO tp sy msh minim ilmunya…
bisa ga ibu memberi saya tulisan atau buku2 yg bs menambah wawasan saya utk bs mnjd seorang AO…
Thx ya bu sblmnya…
Kendie Gonzales,
Anda bisa cari di toko buku ….juga bisa lihat di internet
Atau ikut pelatihan di LPPI
Oleh: kendie_gonzales on April 25, 2009
at 9:12 am
Thx bgt ya bu…
Doain ya spy sy berhasil mjd seorang AO…
Oleh: kendie_gonzales on April 25, 2009
at 10:31 pm