Oleh: edratna | Januari 11, 2009

Alergi dingin

Saya lahir dan dibesarkan di kota yang hawanya panas, di dataran rendah, diantara gunung Lawu dan gunung Wilis. Namun karena rumah dipinggiran kota, halaman cukup luas, serta sekeliling masih banyak pepohonan, panas ini tak terlalu terasa. Penyakit satu2nya yang mudah menyerangku adalah pusing, jika harus berdiri berjam-jam saat upacara bendera, atau harus ke pasar tradisional bagian penjualan ikan.

Di kotaku ini, pada bulan-bulan tertentu, jika pagi hari dingin sekali, begitu bangun tidur langsung bersin. Ini pula yang membuat ibu dulu kawatir saat saya diterima kuliah di Bogor, yang terkenal sebagai kota hujan. Bagaimana saya bisa melewati tahun-tahun kuliah di Bogor, yang saat itu masih mengikuti program 6 tahun (Tk. persiapan I, Tk. Persiapan II, Tk. Sarjana Muda I, Tk. Sarjana Muda II, Tk. Sarjana I, Tk. Sarjana II), tentu bisa dibayangkan. Untuk mengatasinya, saya selalu tidur menggunakan pakaian kebesaran, dari mulai pakai sweater, celana panjang, kaos kaki dan saputangan besar. Pada saat bangun pagi (saya terbiasa bangun jam 3 pagi untuk belajar), maka sebelum keluar dari selimut harus menutup hidung dengan saputangan, agar hidungnya tak bereaksi. Maklum saat itu, namanya kost nggak satu kamar sendiri, tapi untuk 3-4 orang, dengan kamar cukup luas, karena rata-rata rumah di Bogor saat itu adalah peninggalan Belanda zaman dulu, yang ruangannya luas, dan terbuka.

Suatu ketika, karena terburu-buru kawatir kesiangan, saya terbangun mendadak, dan langsung keluar dari selimut. Langsung deh bersin tak berhenti-henti dan membangunkan seisi kamar. Kelemahan lain adalah bagian perut, perutku mudah sakit jika masuk angin (selain mudah pusing yang memang langganan). Jadi saya selalu sedia minyak telon (biasanya digunakan untuk bayi, dioleskan di badan setelah selesai mandi), dan setiap mau tidur mengoleskan ke perut dan bagian tertentu yang mudah dingin. Jadi, saat si bungsu kemarin jalan-jalan ke Jawa Tengah dan Jatim, dan terkena sakit perut, mungkin itu menurun dari ibunya. Padahal selama ini dia jarang sakit perut, paling-paling pusing.

Beberapa hari ini Jakarta terasa lebih dingin, karena hujan turun setiap hari. Rumah yang saya tempati ini memang di desain untuk tempat tinggal pensiunan, dengan memberi banyak ventilasi guna udara masuk, agar kalau siang hari tak perlu ada lampu dinyalakan, dan tak perlu AC. Namun akibatnya, pada saat cuaca seperti ini, saya harus bergelung di dalam selimut agar tak kedinginan. Di dalam rumahpun jika hujan terasa dingin sekali, jadi saya sudah beberapa hari ini agak pilek. Kalau mau tidur, di dekat bantal, sudah siap sapu tangan, obat gosok (tentu sebelumnya sudah digosokkan duku ke perut), serta kaos kaki. Temanku banyak yang ketawa, di Jakarta tidur pake kaos kaki?

Jika melakukan tugas perjalanan jauh naik pesawat terbang bersama teman, temanku ketawa. “Mbak, kok rapet banget,” katanya. Karena selain memakai baju hangat, kaos kaki, penutup kepala (biar angin nggak kena ke kuping), juga selimut menutupi seluruh badan. Kalau nggak begitu, sampai di tempat tujuan bisa sakit, dan kalau dingin badan saya bentol-bentol (seperti biduren). Jadi, menjadi kebiasaan, sebelum bepergian menemui dokter, dan mempersiapkan obat lebih dulu. Dengan persiapan yang matang, biasanya di jalan akan lebih nyaman (bahkan seringnya obat nggak dipakai), dan tidak menganggu teman seperjalanan karena sakit.

Pertanyaannya, bagaimana pekerjaan saya selama ini agar produktif? Tentu saja, saya punya langganan dokter (dari dokter umum, dokter gigi, dokter kandungan dll), langganan tukang pijat (yang bisa dipanggil ke rumah atau ke kantor….jadi bisa pijat pas jam istirahat). Teman saya sampai geli, katanya setelah pusing dan dikeroki (atau dipijat), saya bisa bertahan untuk meneruskan meeting sampai tengah malam.

Ada pengalaman yang lucu, suatu ketika jam istirahat, badan saya sejak pagi terasa kurang sehat, pilek (cuaca memang dingin), dan meriang. Saya terpaksa tetap masuk, karena banyak pekerjaan yang tak memungkinkan di tinggal. Jadi pas istirahat, saya memanggil tukang pijat, sedang tengah dipijat, pintu ruang kerja di gedor-gedor. Saya pikir siapa, karena kalau staf atau sekretaris pasti nggak akan mengganggu. Setelah memakai baju, saya mengintip lewat pintu. Ternyata satpam, dan mengatakan kalau saya ditunggu Direktur. “Celaka,” pikir saya. “Baik pak,” kata saya sama Satpam. Kemudian saya sms sama Direktur, mohon waktu 10 menit lagi. Tak berapa lama, Direktur menelepon. “Mbak, lagi kerokan ya?” suaranya terdengar geli. Apa boleh buat, saya terpaksa mengaku, dan bapak Direktur ini menyarankan agar saya meneruskan dipijat karena rapatnya ditunda jam 14.00 wib. Ternyata sejak itu, beliau malah dekat, saling tukar menukar info tulang pijat mana yang enak.

Yahh pada saat itu, waktu kerja di kantor sering melebihi waktu kita berada di rumah, karena berangkat jam 6.30 wib dan pulang paling cepat jam 21.00 wib. Justru karena itu, akhirnya banyak persediaan yang disimpan di kantor, dari mulai obat gosok, obat pusing, obat sakit perut, obat merah, sampai bahan makanan. Maklum, kadang kita terpaksa kerja sampai malam, dan sering lupa nggak pesan makan, tahu-tahu sudah malam sekali.

Apakah anda juga punya kelemahan atau alergi seperti saya? Bagaimana mengatasinya, karena kelemahan pada dasarnya adalah untuk diatasi.

About these ads

Responses

  1. Saya belajar lagi dari tulisan Ibu, masalah sawang sinawang. Yang nampak kuat kerja sebenarnya juga punya kelemahan yang nampaknya sepele tapi mesti diatasi. Kalau udara dingin, rasanya enak dipakai untuk berpikir dan tidur, hehehe… Jadi kalau Jakarta sedang dingin, saya lebih senang di rumah. Nice Post Bu.

    Yoga,
    Kalau orang melihatku sedang memimpin rapat, atau mengajar, tak pernah terbayangkan kalau secara fisik saya banyak kelemahan. Justru itu saya harus disiplin, jika mau pergi bawaan terbanyak adalah obat2an dan baju hangat. Juga mesti bawa marie regal dsb nya agar perut tak kosong.

  2. Dulu waktu sekolah nadin begitu bu…sama persis sama ibu, padahal di jakarta loh bu! tapi nadin obatnya bukan cuma minyak tawon/ minyak kayu putih bu…tapi teh/kopi susu panas dan roti. Asal udah mulai bersin2, kedinginan dan teman-temannya itu, oma atau mama biasanya langsung membuatkan minum panas dan snack ringan. Menurut mereka semua penyakit awalnya dari perut, jadi kalau perut baik, penyakit hilang….he…lucu juga kan bu…

    tips lain yang mungkin berguna juga, saya tidak mau minum obat kalau tidak terpaksa sekali…selama sakit masih bisa ditahan, saya hindari minum obat bebas. Alhasil, kalaupun demam yang sampai menggigil sekali, saya minum obat bebas 1 butir saja, ditambah tidur 2-3 jam, langsung sembuh!
    He…moga – moga berguna ya bu!

    Nadin,
    Obat biasanya untuk persediaan saja, entah kenapa kalau obatnya lengkap, menjadi lebih tenang, dan rasanya lebih kuat. Sugesti kali ya.
    Saya memaksa diri makan teratur kalau tugas (saya termasuk sulit makan), juga minum yang hangat.

    Dan jangan sekali-kali minum es…hahaha…padahal es cream enak banget ya. Kalau tugas udah selesai, tinggal besok pulang, boleh deh malam itu minum es.

  3. Beda dengan Samson Betawi yang kelemahannya di bulu ketek. Hehe. Kelemahan saya di bagian perut, Bu.

    Cara mengatasinya:
    Kalau perut yang sensitif, makannya harus benar-benar dikontrol. Tidak bisa jajan sembarangan. Kalau terpaksa harus makan daging, maka harus daging segar sebelum dimasak.

    Tempat makan pun harus hiegienis. Kalau saja pisau yang digunakan memasak sedikit berkarat, atau piringnya tidak begitu bersih dicuci, perut saya langsung bereaksi cepat. :)

    Karena itu, kadang sering dipandang aneh oleh orang-orang. Dianggap sombong. Tidak mau jajan pinggir jalan. Hehe. Yah kalau dengar begitu, saya mah pasrah saja. Daripada jajan sembarangan, lalu diare dua minggu setelahnya. :)

    Bangaip,
    Iya, saya juga sangat berhati-hati memilih makanan dan tempat makan. Dan lebih suka makanan rumah. Tapi kadang bandel juga, pernah mencoba makan di Amigos (Agak Minggir Got Sedikit)…ehh dapatnya typhus 2 minggu…habis itu lebih berhati-hati deh.

    Kalau mau pergi, makan harus dikontrol, jangan makan pedas, dingin dsb nya…payah banget ya, tapi kalau sehat sih mau kerja sampai semalaman pun hayoo aja.

  4. ” banyak persediaan yang disimpan di kantor, dari mulai obat gosok, obat pusing, obat sakit perut, obat merah, sampai bahan makanan.”

    hahahaha jadi inget dulu waktu kerja, meja kerja saya dulu ada lacinya 3 susun.

    1 laci paling atas isinya alat tulis,agenda,obat-obatan juga balsem dan tempat untuk simpan hape, laci kedua isinya makanan dan laci terakhir untuk simpan tas saya :)

    dari 3 bersaudara, saya bersih istilahnya ga punya alergi apa-apa.
    Sejak kecelakaan motor 9 th yg lalu saya jadi rada alergi dgn udara dingin ya meskipun ga selalu sich, tangan saya yang dulu patah suka ngilu kalau dingin. 6 th lalu wkt saya kerja, meja kerja saya persis dibawah ac uhhh sejak saat itu uhhh kalau dingin nafas saya kadang bunyi :(

    dan baru 2 bulan ini saya jadi punya alergi seafood padahal itu favoritku :(

    ya karena sekarang musim dingin juga dan kemarin sempat berlibur ke rumah mertua di bogor selama 1 minggu, saya ga merasakan ngilu di tangan dan nafasku ga bunyi, caranya cukup gosokkan balsem di tangan dan gosok minyak yang hangat di dada :)

    Kalau seafood yaaa udah dech aku terima aja dech….. :(

    Retie,
    Kadang makanan yang dulu tak membuat alegi, sekarang bisa membuat alergi…atau mungkin ketahanan tubuh kita berubah ya?
    Dulu, saya suka sekali makanan yang asam, buah2an asam, makan rujak dsb nya. Sekarang perutnya nggak kuat, jadi mesti makan cukup karbohidrat dulu, baru makan yang asam tapi sedikit aja. Akhirnya sekarang senangnya ya buah yang manis, rambutan, durian (ga boleh banyak…kolesterol), mangga, pisang, semangka dll.

  5. bu eni…berobat ama MARSHMALLOW tuh…atau ama DM. Kalo Marshmallow pake pendekatan medis…kalo DM jangan-jangan bisa pake pendekatan supranatural hehehehe (becanda bu..)

    Imoe,
    Kenapa mesti sama mereka berdua….hahaha….lagi pula berjauhan.
    Alergi sebetulnya bisa dihindari jika kita bisa tahu apa penyebab alergi tadi muncul..atau meningkatkan daya tahan tubuh.
    Apa boleh buat, hari2 seperti ini mesti pakai sweater lengkap.

  6. memang berat bila alergi dingin bu. saya yang divonis dokter asma untunglah tak terlalu masalah dengan dingin. lain halnya bila mengirup debu atau bebauan menyengat, langsung deh bersin-bersin.

    jaga kondisi fisiknya bu. semoga rasa dingin akibat perubahan cuaca tidak membuat kondisi ibu ambruk.

    Zulmasri,
    Dulu hobi saya beberes rumah, rasanya mata sepet lihat rumah berantakan. Makin tua ternyata saya nggak kuat debu, jadi ya sekarang terpaksa didelegasikan pada orang lain.

    Hmm iya, nih, mesti pakai pakaian lengkap…apa boleh buat, Jakarta memang lagi dingin, apalagi jika hujan turun terus menerus.

  7. Kalau saya malah suka dingin bu. Saya bisa tidur dengan AC disetel 24°C tanpa selimut. Mungkin saya sudah terbiasa dengan cuaca dingin dari kecil. Pagi ini cuaca di Bandung juga lumayan dingin, 24°C di dalam ruangan, dan 22,5°C di luar ruangan. Dan saya semalam tidur tidak pakai selimut…… huehehe……. asyik deh ‘dinginnya’…..

    Yari NK,
    Itulah…karena kang Yari terbiasa dingin. Anak bungsuku sekarang juga kuat dingin, karena telah lima tahun tinggal di Bandung. Begitu juga suami, yang sejak tahun 70 tinggal di Bandung.

    Dan jika saya ke Bandung, pasti siap bawa sweater kalau bepergian kemana-mana walau lagi musim kemarau.

  8. Wah kalau saya sudah langganan kedinginan di sini, Bu. Bule-bule itu bilang ini summer, saya pun setuju tapiii kalau sudah sore dan angin selatan berhembus, wah summer pun serasa winter!

    Saya paling nggak tahan pada angin dingin tapi cukup kuat pada cuaca dingin tanpa angin.

    Dan kalau sudah demikian, anggota tubuh saya yang paling sensitif adalah leher, makanya meski jalan2 pake celana pendek, saya selalu siapkan syal di tas supaya ketika angin melanda, leher bisa tertutup rapat meski kaki masi telanjang, tak mengapa!

    Kalau hidung, itu yang repot.
    Saya punya sinus yang cukup merepotkan setiap pagi apalagi kalau harus mandi.. wah bisa gubras-gubras bersin nggak keruan..

    Makanya saya jarang mandi pagi, Bu!
    Hahahaha …

    DV,
    Kau kayak si sulung, walau saat itu di Brisbane musim panas, tapi dia selalu bawa jaket…hahaha.

    Saya pernah seminar ke Brisbane akhir bulan Juni, musim dingin….wahh terasa sekali dinginnya. Tapi tetep aja saya tak bisa kalau nggak mandi, jadi tetap mandi dua kali sehari. Hari kelima badanku agak meriang, gatal-gatal, saya tak sadar, hanya minum paracetamol, ternyata itu reaksi karena dingin….dan bekas gatalnya sampai di Indonesia baru sembuh dan sampai sekarang masih ada bekasnya.

    Pengalaman tsb membuatku mendatangi dokter lebih dulu, sebelum berangkat London untuk seminar (saat itu musim semi)…Alhamdulillah aman sampai pulang. Ganti temanku yang gatal-gatal, tapi saya tak berani memberi obatku, lha iya kalau cocok, kalau nggak cocok lebih berbahaya, apalagi di negara orang.

  9. saya juga punya kelemahan fisik mudah masuk angin apalagi kalau terkena hawa dingin. Waktu muda *sekarang sdh ngerasa tua* :mrgreen: saya senang yoga, dan saat2 itu lebih sehat jarang terkena masuk angin. Cuma sekarang dg tambahnya anak jadi malas yoga, udah deh kambuh lagi suka masuk anginnya

    Tomyarjunanto,
    Olahraga memang membuat daya tahan tubuh lebih baik. Jadi kita memang harus rajin olahraga…walau hidup di Jakarta, waktunya hanya Sabtu Minggu.

  10. HHmmmm …
    Ibu alergi Dingin …
    Memang repot ya Bu …
    Mesti sedia Baju “kebesaran” terus

    Tapi biarlah … yang penting kan bisa menghindarkan diri dari Alergi tersebut

    Salam saya

    NH18,
    Yang penting tahu kelemahan kita dan bisa mengatasinya…Jangan sampai kelemahan ini jadi hambatan untuk beraktifitas.
    Salam kembali.

  11. Hmmm …
    The lesson is …
    Selalu siap Pakaian “Kebesaran” ya Bu …

    Daripada sakit

    Salam saya

    NH18,
    Walau nggak hujan, kalau nonton film di bioskop mesti kedinginan. Jadi saya selalu sedia “Vicks”, kaos kaki nylon (tipis tapi cukup hangat), syal lebar tapi bisa dilipat kecil….jadi kapanpun mau nonton oke aja….

  12. Saya yang juga dilahirkan di Madiun, juga alrgi terhadap dingin, sepertinya mewarisi alergi yang dimiliki oleh nenek dari anak-anak saya… :)
    Ujung telinga dan ujung jari tangan maupun kaki, jadi gatal dan merah-merah. Dulu sering sekali saya paksakan untuk bermalam di Cemoro Sewu ketika malam minggu, dan hasilnya kaku dan yang sebelumnya hanya gatal menjadi sakit, tetapi ketika sudah mendapat udara yang agak hangat kembali normal. Setelah sering bermalam di Cemoro Sewu itu, gejala gatal ketika ada ditempat dingin, hilang sementara.
    Sekarang tinggal di Sidoarjo, ketika kena hawa dingin, bahkan hanya dari AC dirumah dengan suhu 24C, gejala gatal sering muncul lagi.

    Saya waktu itu bermalam bukan di hotel, tetapi di pos keberangkatan para pendaki gunung. Jangankan untuk sewa hotel, untuk beli bensin dan rokok aja, sulit… :)

    Sapimoto,
    Yang penting kita tahu bahwa kita alergi apa, dan bagaimana mengatasinya. Karena kadang kita tak bisa menghindarinya, tetapi jangan sampai kita nggak produktif hanya gara-gara alergi ini.

  13. Saya juga alergi dengan hawa dingin dan debu. Reaksinya bisa bersin2, hidung tersumbat sampai meriang hingga demam.

    Intinya memang dengan cara menghangatkan badan serta menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan tidak menurun. Capek dan kurang tidur jelas akan memperberat reaksi alergi ini.

    Kalau keadaannya tidak berat biasanya akan sembuh sendiri dengan tidur nyenyak dengan pakaian hangat. Kalau agak berat saya melakukan pijat seluruh badan kemudian tidur. Nah, kalau sudah berat mesti dibantu dengan obat juga nih…

    Mufti AM,
    Betul….yang penting kita memahami kelemahan kita dan bagaimana mengatasinya.

  14. wah, tempat kelahiran saya juga sama bu, antara wilis dan lawu.

    tapi kok beda ya, saya malah alergi panas, tahan dingin….

    kalo sedikit kepanasan saya sering pusing dan tenggorokan kering banget, mirip dehidrasi, tapi kalo dingin, dipuncak lawu pun saya bisa tidur cuma pake kaos tipis tanpa jaket tanpa selimut….

    Ndaru Alqaz,
    Malah bersyukur dong…karena kalau ada kesempatan ke negara empat musim tak ada masalah dengan hawa dingin.
    Cuma masalahnya, di Indonesia sebagian besar wilayahnya ber cuaca panas.

  15. hmm aku kelemahannya sekarang alergi dairy products yg tiba2 baru muncul sejak ke Amerika, mungkin karena kadarnya terlalu banyak kali disini karena semua makanan disini pasti ada tambahan susu atau keju, dan ternyata toleransi badanku gak seperti orang amerika yang memang makanan sehari2nya keju dan susu setiap hari dari kecil …
    Kemarin malam baru pulang training dari Puerto Rico dan karena kebanyakan makan di luar (resto) jadi kacau lagi dietnya tapi gak parah2 bgt sih dampaknya.. walaupun harus cepet balik ke diet yang banyak makan sayuran dan buah dan sedikit daging …. Tapi untungnya bisa lepas dari obat dokter skrng dan treatment nya pakai lotion2 yg buat bayi .. lumayan bisa membantu..

  16. hemmm….
    gimana klo saling tukeran alergi……
    klo saya sering kali alergi bentol-bentol ketika cuaca panas/pengab…
    seandainya aj bentolnya dikit….mungkin saya masih sanggup menahan alerginya akan tetapi satiap x alerginya datang seluruh sekujur tubuh pasti dipenuhi bento-bentol yang sangat gatal….
    MOga2 az dibalik penyakit ini ada hikmahnya…….

  17. slm.Alergi suhu dingin,olah raga 45mnt s/d 94mnt

  18. saya kalo dingin suka gatel2 atau mlah jdi pusing kepalanya dsn sekarang musing kemarau tp dingin sekali wlapun siang angin bertiup kencang.

  19. Saya baru kelas 2 SMA, sama seperti tante, saya juga sepertinya alergi dingin, setiap pagi, atau ketika hujan, pasti ujung”nya sakit perut, tapi kalo ketemu selimut, sakit perutnya pasti lekas sembuh.
    Nah, kalo lagi di sekolah, setiap kelas kan ber-AC (karena sekolah saya, termasuk sekolah favorite – sbi) tersedia 4 AC d masing” kelas, nah, kalo udah masuk kelas, perut langsung sakit, mana udah disekolah, bingung ngatasinnya gimana, di kelas ga boleh pake jaket, udah dikasi minyak kayu putih, tapi tetep sakit aja, ngeganggu banget, padahal lg belajar, kalo minta acnya dimatiin, temen” saya yang malah kepanasan.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 220 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: