Oleh: edratna | Maret 22, 2009

Hujan angin, genteng bocor dan sulit cari tukang

Cuaca di Jakarta akhir-akhir sering tidak dapat diduga. Kondisi yang cerah tanpa terlihat mendung menggantung, sore hari atau bahkan siang hari bisa berubah mendadak menjadi hujan deras. Tak tanggung-tanggung, hujan deras disertai petir membuat situasi makin ramai. Setiap kali petir menggelegar, langsung disambut dengan riuh rendah bunyi alarm mobil.

Hujan angin membuat genting yang menaungi rumah terangkat, dan bocorlah rumah kami. Awalnya cuma bocor sedikit, dan dengan aqua proof (betulkah tulisannya?), semua menjadi beres. Maklum rumahku banyak sekali lubang angin, dan menggunakan glass block di beberapa tempat, yang karena panas seringkali antara kaca dan tembok menjadi ada ruang yang menyebabkan air bisa masuk. Di satu sisi, penempatan kaca glass block ini menyebabkan di dalam rumah saat siang hari terang, sehingga tak perlu ada penerangan lampu.

Seminggu yang lalu, di wilayah Jakarta Selatan turun hujan besar bercampur petir dan angin. Saya tak terlalu merasakan karena sedang bepergian ke luar rumah. Kembali ke rumah disambut dengan si mbak, yang menyatakan agar saya segera ngecek kamar tidur, jangan-jangan bocor. Ternyata kamar kering kerontang. Kemarin, hari Sabtu sore, hujan kembali mengguyur Jakarta…..dan kamar tidur saya bocor, air menetes dari langit-langit yang awalnya cuma sedikit, lama-lama lumayan banyak. Terpaksa kasur diangkat, dan malam itu saya pindah kamar tidur, kawatir malamnya kena bocoran lagi kalau hujan. Ternyata tidur di kamar lain, walau rumah sendiri, tetap ada perasaan berbeda. Biasanya saya bisa bekerja dengan tenang sampai kadang melewati tengah malam sambil mendengarkan radio. Kali ini saya berangkat tidur jam 00.30 am, lampu sudah dimatikan, ternyata mata masih melotot sampai mendekati jam 3.00 am. Mau bangun kawatir tambah nggak bisa tidur, apalagi saya tak terbiasa bangun siang, betapapun kurang tidur, pagi-pagi sudah terbangun. Segala bunyi2 an kedengaran, suara burung mencicit (mungkinkan burung gereja bersuara malam hari?), suara tikus mengerat, suara kucing mengejar tikus, dan dengkingan anjing. Akibatnya badan terasa ”agak melayang” saat bangun pagi, yang syukurlah dengan sarapan pagi, minum segelas susu coklat, badan terasa agak enakan.

Pagi ini sibuk mencari tukang, pertama-tama menelepon kenalan yang biasa menggunakan tukang, ternyata tukangnya sedang banyak pekerjaan. Saya mungkin terbiasa nyaman tinggal di rumah dinas, yang setiap kali perlu perbaikan rumah dinas, tinggal menelepon, dan nanti tinggal mengisi formulir, bagian rumah mana yang telah dibetulkan. Tukang dari kompleks ini sebetulnya bisa dipinjam kalau hari libur, yang artinya hanya hari Minggu, namun sayangnya hari Minggu ini bosnya sedang hajatan, jadi pak tukang sibuk membantu sang bos. Anak asuh suami yang sekarang sudah menikah, dan bisa membantu perbaikan, sekarang sedang pulang kampung karena isterinya sakit.

Siang ini hujan turun lagi dengan deras, ditambah petir menyambar-nyambar. Saya mencari perlak (penutup kasur dari plastik, untuk bayi atau orang sakit), untung masih ada. Perlak tersebut saya beli awal tahun 2007, sepulang si sulung di rawat di rumah sakit, karena demam berdarah. Saya siap menghadapi kebocoran, dengan menaruh beberapa ember di tempat strategis. Ternyata tak ada setetespun air merembes ke bawah. Padahal angin menderu-deru. Rupanya biarpun hujan angin, jika anginnya dari arah selatan, rumah saya aman. Rumah saya di bagian belakang bertingkat dua, dan diapit oleh rumah tetangga di belakang dan kanan rumah, sehingga kalau hujan angin dari arah selatan (rumah menghadap ke utara), maka rumah aman. Namun sebaliknya jika seperti hari Sabtu sore, arah angin dari utara, tidak ada halangan satupun, sehingga dorongan angin yang kuat membawa air hujan, langsung bisa masuk melalui sela-sela lubang angin. Kebetulan pula di kiri kanan atap, ada bagian yang mendatar, kemungkinan saat hujan, air tak segera turun ke bawah karena derasnya, akhirnya air mencari aliran melalui retakan apa saja.

Duhh…padahal umur rumahku baru 2 (dua) tahun, bagaimana pula jika sudah bertahun-tahun. Semoga segera mendapat tukang yang benar-benar memahami bangunan dan bisa membuat rumah tak bocor lagi.

About these ads

Responses

  1. hoho. memang kebiasaan itu seringkali membawa pengaruh yang demikian banyak dalam hidup kita, bu.

    sekarang malah saya kena gangguan insomnia, nih bu.

    v(^_^)

    untungnya ga banjir, bu.

    Farijs van Java
    ,
    Hmm…saya kayaknya memang perlu punya kenalan beberapa tukang, yang mudah dihubungi jika diperlukan….
    Selama ini urusannya kan berkutat pada: tukang pijat, dokter, psikolog dll.
    Setelah punya rumah sendiri, memang perlu punya tukang yang bisa dipanggil sewaktu-waktu.

  2. Rumahku Syurgaku, masih tetep kan Bu, meskipun bocor… :D

    Mangkum,
    Wahh iya tuh…tetap rumahku, istanaku….biar bocor tetap kucinta

  3. Belum ada ya Bu tukang online, jadi kalo rumah bocor bisa langsung kirim email. Hehehe

    Prameswari,
    Sayangnya iya…padahal kalau servise mobil, masih bisa pake “Toyota Home Service” yang dikirim ke rumah. Bahkan dulu, dokter pun bisa diundang kerumah, saat anak-anak kecil, jadi mirip seperti dokter keluarga. Biayanya pun langsung masuk rekening.

  4. masih bagus bu.rumahnyma.kalo gitu pindah aja bu ke bogor .wah sering hujan lho.eh nga nyambung.maksudnya hujan disana kadang pohon sampe tumbang .Banyak juga pohon yang udah puluhan tahun.
    bu btw kampung banjaran dimana bu.pengen kesana.Salam kenal bu.mampir ya

    Kawanlama95,
    Lha kegiatan banyak di Jakarta…..dan lokasi rumah lumayan dekat mana-mana.
    Ini juga karena hujan angin, yang kemungkinan membuat gentengnya tersingkap.

  5. Kemaren (Sabtu) dan hari ini Bandung hujan gede sore hari Bu, sampai rumah saya ada bagian yg kena limpasan air dari luar, basah deh beberapa buku sehingga sekarang sibuk ngeringin pakai hair dryer … hehehe …

    Oemar Bakrie,
    Wah jangan-jangan rumah di Bandung juga seperti itu…tapi anakku kok tenang aja…atau cuek. Dan kebetulan suami di Jakarta.

  6. Ya memang hujan dengan angin kencang lagi rajin menyapa Jakarta, wajar Bu meski usia rumah Ibu relatif masih baru. Biasanya itu hanya genteng yang sedikit bergeser dan perlu dikembalikan ke posisi normal dan menambahkan water proof yang memang mesti dilakukan berkala dan tak usah khawatir karena bukan masalah kerusakan struktur utama. Moga-moga segera teratasi.

    Yoga,
    Sebetulnya cuma masalah tukang yang belum sempat…kayaknya kok para tukang lagi penuh kerjaan ya. Di satu sisi, ini merupakan tambahan penghasilan dia.

  7. Waduh bu, baru 2 tahun udah bocor ? Developernya ngakalin spec kali gak bu ?
    Tapi kalo di jaksel emang heboh hujannya. Apalagi kalo dekat2 pohon tinggi kayak rumah saya, pernah atap hancur ketiban pohon yg rubuh kena angin…
    Mudah2an cepat teratasi :D

    Lyra,
    Rumahnya dibangun sendiri, walau yang membangun kontraktor. Masalahnya bukan karena spec, tapi karena hujan angin, kemungkinan gentengnya ada yang sempat tersingkap atau bergeser.

  8. Rumah bocor memang sepertinya jadi soalan utama ya. Wah, mbaca tulisan Ibu jadi inget rumah orang tua di Klaten.

    Mereka menempati rumah tua, rumah yang sangat tua sekali, setiap hujan mereka dan saya (dulu) berlomba mengeluarkan ember untuk menadah di sana-sini.

    Dan setiap itu pula aku berdoa semoga bisa membelikan rumah yang lebih layak bagi mereka.

    Ibu, tolong doakan supaya doa saya terkabul ya:)

    DV,
    Betul, apalagi setelah merasakan tinggal di rumah sendiri. Dulu, kan cuma pesan pada si mbak, dan membuat surat permohonan perbaikan, dan tahu-tahu udah beres.
    Tapi di satu sisi, saya menjadi lebih memahami seluk beluk urusan bangunan, mau tak mau karena harus sering diskusi dengan tukang.

    Saya terharu baca komentar Donny, saya doakan cita-citamu yang mulia itu terkabul, pasti orangtua mu akan bahagia sekali.

  9. semoga ibu segera mendapat tukang yang bisa memperbaiki ya bu.

    EM

    Ikkyu_san,
    Makasih…hehehe…pikiran menjadi bercabang….
    Hari ini si mbak, saya suruh nongkrongi tukang, biar sore pun masih mau datang ke rumah.

  10. genteng bocor: masalah umum yang bikin kepala pusing tidak umum. hehehe. jadi ingat rumah saya yang di jogja. kalau hujan kadang air memaksa menetes dari celah2 genting. karena lebih percaya sama tukang yg dari Madiun, akhirnya kami memboyong tukang langganan Ibu dari Madiun. tak apalah, asal tidak pusing lagi mikir genteng bocor.

    Krismariana,
    Urusan tukang ini memang susah-susah gampang, sebetulnya tak apa membayar lebih mahal, asal benar-benar mampu mengerjakan dengan baik. Kadang kalau yang tak biasa, begitu membetulkan yang bocor, bocornya malah jadi pindah.
    Makanya orang sering mengambil tukang dari daerahnya yang betul-betul telah dikenal kualitasnya.

  11. waduh… kamar depan bocor?
    Dari atas?
    Dari sela-sela kaca atap kah?

    Kunderemp,
    Kayaknya kemungkinan ada beberapa:
    1. Genteng tersingkap atau bergeser, sehingga membuat air masuk melalui celah genteng. Kenyataannya saat hujan deras, dan angin dari selatan (belakang rumah) tak ada bocor sedikitpun
    2. Karena hujannya deras, lubang air untuk meneruskan air kebawah tersumbat, atau kurang besar, menyebabkan kecepatan air masuk dan keluar tak seimbang. Apalagi model rumah kita ada bagian yang datar di kiri kanan genteng bagian depan…dan ibu lupa, untuk rumah di Iklim tropis, sebaiknya genteng curam kebawah, karena angin dan intensitas hujannya tinggi.
    Yang bocor kamar ibu…jadi pindah kekamarmu, dan di ruang kerja….karena disitu pasti aman dari kebocoran.

  12. coba ibu kontak saya
    saya coba berdoa agar hujan dihentikan

    jadi kan g bocor lagi :)

    Achoey,
    Jangan dong kalau hujannya dihentikan…karena hujan diperlukan untuk kesuburan tanah dan tanaman

  13. Kalau sudah seperti itu, terasa sekali perlunya ada orang laki-laki di rumah ya, Bu. He-he-he. Buat suruh-suruh mbetulin genteng dan pekerjaan laki-laki lainnya.

    Mamaku selalu begitu soalnya. He-he.

    Dan biasanya pertanyaanku persis dengan komennya kunderemp: nanya aja dulu. Hi-hi-hi. Baru mamaku teriak: “Terus kapan mbetulinnyaaaa….?” Hi-hi-hi.

    Daniel Mahendra,
    Kalau laki-lakinya nggak suka manjat memanjat, atau nggak ngerti urusan pertukangan, bukan malah bener, malah jadi kacau. Tapi keberadaan laki-laki dibutuhkan, karena terasa rumah lebih secure…hahaha…
    Tadi si mbak udah berhasil menghubungi pak tukang……nanti sore selepas kerja di kompleks, pak tukangnya mau ke rumah, semoga tak hujan dulu…
    Saya baru sadar, dalam kamusku belum ada nomor hape yang bisa dihubungi untuk panggilan darurat, khusus urusan pertukangan…inilah kalau kelamaan tinggal di rumah dinas, jadi kurang paham hal-hal beginian.

  14. Ternyata rumah pun kadang minta perhatian ya Bun? :D

    Upik,
    Ternyata iya….dan hal baru buatku…..biasanya terima jadi….hehehe

  15. untungnya beberapa tetangga sini profesinya memang tukang jd klo bocor2x atau malah ngambilin buah mangga(tinggal bagi hasil bayarannya) di rumah tinggal panggil aja :D..

    Eric,
    Duhh nikmat banget.. bisa meinta tolong sewaktu-waktu….kapan mangganya nyampe ke Kayu Agung ya

  16. iya bu…belakangan cuaca tidak menentu
    hujan yang berintensitas besar dan angin kencang seringkali membuat genteng bergeser
    dan akhirnya terdengan tetesan2 air hujan…

    alhamdulillah saya ada langganan tukang spesialis perbaikan genteng sesudah hujan bu….
    walaupun atap kami juga baru beusia 3 tahun…tetap saja si bocor krn retakan atau geseran genteng sulit dihindari.

    Tini,
    Hehehe…saya baru merasakan repotnya mengurus rumah ya baru sekarang…dulu nggak pernah mikir karena udah ada yang mengurus…sayangnya bukan rumah sendiri.
    Tapi jadi belajar banyak….

  17. Wah urusan Tukang ini (handy man) yang bisa dikatakan urusan sepele namun ‘tricky’, sebab kalau kita kurang faham malah bisa dikibulin mereka.

    Nyawanya sebuah rumah tinggal adalah ke-apik-dan-resik-an penghubinya, semoga perbaikan itu tidak membawa tagihan yang besar dan membuat penghuninya nyaman tinggal didalam.

    Omong2 soal beberes dan mendandani rumah, jadi kangen dengan rumah di Bogor nih! :D

    Luigi
    ,
    Betul kang…dan bikin pusing, apalagi seperti saya yang tak tahu urusan bangunan. Namun semua harus diselesaikan. Dan entah karena cuacanya, entah karena bangunannya kurang semen…yang jelas Aqua proof jadi laku sekali (kata penjual bahan bangunan). Risikonya saya tak mendapatkan aquaproof yang warna abu-abu atau putih…dan yang ada hanya warna merah. Nggak apa-apa, nanti sebulan lagi bisa dibetulkan, yang penting tak bocor lagi…

  18. Iya bu …
    Kami mengalaminya juga waktu hari minggu itu …

    dan …
    akhirnya di depan rumah kami agak banjir bu … walaupun cuma se betis …

    Akhirnya jadilah …
    Kami berwisata banjir …
    Berjalan-jalan keliling kompleks … sambil lihat air …
    Tak lama kemudian airnya surut … wisata air pun terhenti.

    Salam saya

    NH18
    ,
    Iya nih…bener2 deh hujannya…ramalan di Kompas, daerah Jakarta Selatan dan Depok masih akan kena hujan deras dan petir…. Siap2 menutupi pake perlak…hehehe…
    Dan kalau hujan, lingkungan penuh air, kebetulan daerah rumah saya agak tinggi dibanding tetangga, jadi semua air mengalir ke arah jalan Cilandak paling ujung….

  19. rumah bocor memang merepotkan, semoga pak tukangnya bisa mengatasinya ya bu. dirumah sini kalau hujan yang paling meribetkan cucian hehehe, penghuninya banyak

    Ami,
    Iya…padahal masih bersyukur nggak kena angin topan, yang membawa terbang genteng….tak terbayang. Mungkin supaya saya lebih sabar, karena halangan bocor aja, sudah mengacaukan jadual yang lain.

  20. Aduh Bu…
    saya paling nggak nyaman kalo berada dalam suasana hujan petir seperti itu, apalagi kalo sendiri…aduh rasanya nelongso gitu.

    Ibu hebat, bisa trampil dan survive dalam menghadapi suasana begitu.

    Btw Bu… lagunya bukan lagi .. “tik tik tik bunyi hujan diatas genting”
    tapi
    “tik tik tik, bunyi hujan didalam kamar”
    hihihi…

    Semoga tukangnya udah dapat dan rumah Ibu segera beres dan nyaman saat hujan tiba.

    Tanti,
    Begitu hujan mulai…komputer dimatikan, kabel ke arah modem di cabut, listrik juga kabel2 yang lain. Apalagi daerah Jakarta Selatan memang disenangi hujan plus petir. Kalau udah begitu, mendingan menghentikan kegiatan, berdiam di atas tempat tdur, dan kalau terpaksa jalan, harus pake sandal.

    Tapi harus dinikmati kok..siapa tahu supaya saya lebih santai, tak kemrungsung…dan memang harus mengelola semua masalah yang ada, toh nanti satu per satu akan terpecahkan juga.

  21. hihihi jd inget rumah saya yg sering bocor, tapi bocornya engga dr atas melainkan dr bawah a.k.a BANJIR! :

    Bu, rumah cilandak dr dulu sampe sekarang harganya muahaaalll.. bocor dikit tp tetep yg nyari bejibun hehehe

    mudah2an ga bocor lagi ya Bu rumahnya..

    Idawy
    ,
    Iya…saya memerlukan kerja bertahun-tahun agar bisa beli tanah di daerah Cilandak…kecil tapi menyenangkan karena dekat dengan mana-mana.
    Berniat cari rumah di Cilandak?

  22. itulah gunanya Feng-Shui.. hihihi..

    konsep arsitektur juga harus melihat kondisi alam juga yak, supaya bisa mengatasi hal-hal semacam arah angin berbeda, efek kebocoran juga berbeda.. :D

    Zam,
    Waduh…saya malah nggak mikir feng shui….katanya yang bagus rumah menghadap selatan ya?

  23. gangguan cuaca memang seringkali membuat hunian kita terasa kurang nyaman disinggahi, bu, apalagi di kota besar. utk cari tukang secepatnya tentu saja bukan hal yang mudah. meski demikian, kehadiran tukang memang amat dibutuhkan. semoga ibu segera mendapatkannya.

    Sawali Tuhusetya,
    Akhirnya bisa merayu tukang untuk bekerja saat jam istirahat, habis kalau menunggu liburan hari Kamis nanti, kawatir makin parah bocornya…Semoga hujan nggak turun dulu, biar kering hasilnya.

  24. wah, agaknya krisis vocational workers mulai merambah negara kita ya, bu? *hiperbola*

    apa mungkin para pekerja mulai menuntut penyesuaian tarif seperti di negara-negara maju, ya? hehe…

    mudah-mudahan masalah ibu cepat beres.

    Marsmallow
    ,
    Tarif mereka memang sudah cukup mahal, apalagi tukang yang senior.
    Masalahnya banyak orang yang rumahnya bocor gara2 cuaca yang ekstrim ini..lha nyari aqua proof aja, tinggal yang warna merah. Nggak apa-apa, yang penting nggak bocor dulu…toh warnanya kalau dilihat dari atas jadi meriah…hahaha

  25. klo udah ngebaca judulnya,
    pasti yakin deh, KOMPLIT BGT PENDERITAAN ini.. :)

    Okta Sihotang,
    Hahaha… orang yang baca merasakan penderitaanku ya….
    Saya mungkin memang harus sabar, orang lain banyak yang mengalami hal lebih serius…dan harus dinikmati….

  26. Kemarin Jakarta (setidaknya di Sudirman dan sekitarnya) Hujan Badai gitu deh Bunda..
    Hari sebelumnya juga, pohon2 pada tumbang..

    Dan kalo lagi gini Tukang2 emang lagi laku dan susah nyari mereka..
    Semoga cepet beres ya Bunda.. :)

    *Hm.. mesti siap2 jas hujan nih sepertinya, buat ride ke Jogja long weekend ini.. ;) *

    Nug,
    Mau jalan-jalan ke Yogya ya…..
    Harus siap perbekalan, karena cuacanya masih tidak menentu…

  27. wah bu,, andai saja ada blogger yang juga jadi tukang.. atau tukang2 yang juga ngeblogs..

    kaya’nya seru deh.. ;-)

    Billy Koesoemadinata,
    Betul juga ya…jika ada blogger yang menjadi penyedia jasa….berbagai macam jenis jasa.

  28. Haii bun..gimana bocornya?..udah dibenerin belom?..entar sore kayaknya mulai hujan lagi.
    Semoga udah kelar ya..bun..

    Puak,
    Baru dibetulkan sebagian, maklum tukangnya juga kerja, dan membetulkannya mesti pas hari libur. Yang penting sementara nggak bocor dulu, baru nanti pas libur diperiksa semuanya.

  29. sabar ya bu. usul mas daniel mahendra oke banget, apalagi bila laki-laki itu mas daniel sendiri. mas daniel biasa perbaiki genting bocor kok bu. he he

    Zulmasri,
    Hehehe….saya nggak yakin DM bisa urusan panjat memanjat, jangan-jangan didelegasikan pada orang lain

  30. salam kenal. ternyata banyak yang jadi korban hujan angin kemarin ya? duh semoga ga lagi lagi deh…ini ada urusannya ama rumahnya si kaca ga ya?

    Produk perlebahan,
    Salam kenal juga, makasih telah berkunjung

  31. Hujan yang pake angin kencang sering membuat posisi genteng bergeser. Yang bahaya kalau ada angin puting beliung. Ini yang ngeri, karena sekuat apapun jenis gentengnya tetap saja bisa beterbangan.

    Hujan yang turun beberapa hari sempat merobohkan sebuah bangunan tua yang ada di sekitar perempatan tugu Yogyakarta.

    Mufti AM,
    Beberapa minggu lalu memang hujan deras, angin kencang campur petir, banyak baliho yang roboh…juga pohon tersambar petir.
    Masih bersyukur, genteng hanya bergeser…tak terbayang jika beterbangan di bawa angin, mana cari tukang susah.

  32. di medan juga gitu bun
    siangnya panas banget
    e tiba2 malamnya hujan deras

    Realilife,
    Semakin panas cuaca siang, semakin cepat penguapan yang tidak merata, dan ada risiko awan nya berubah menjadi awan yang menyebabkan hujan angin.

  33. memang rasanya sediiiih, kalo pas hujan rumah tiba2 jadi pancuran. kalo saya, esoknya pasti cepat2 naik genteng. ya sekedar naik sih, masalah pembetulan diserahkan pada ahlinya, hehehe…

    betul kata mas Zul, kayaknya disini memang DM yang paling ahli dalam hal per-genteng-an. :D

    Goenoeng,
    Hehehe….saya juga merasakan punya rumah di Jakarta baru dua tahun, selama ini rumah sendiri di Bandung lebih banyak dihuni suami dan si bungsu, saya hanya kalau akhir pekan (gantian sama suami yang ke Jakarta), atau pas bisa cuti libur panjang. Dan selama ini tahu beres aja, maklum tingal di rumah dinas plus semua isinya…hahaha…pindahnya cuma bawa koper.
    Ternyata memang harus pandai mengelola urusan rumah dan pertukangannya

  34. dulu waktu anak-anak sih, jadi penonton saja. biar ortu yang selesaikan masalah rumah. sekarang udah jadi ortu, kepala keluarga lagi. kerjaan yang tidak menyenangkan harus dilakukan sendiri deh.

    Iwan Awaludin
    ,
    Yup betul pak….walau fungsi saya sebagai isteri, rumah di Jakarta praktis lebih banyak saya tempati dan anak-anak karena suami kerja di Bandung.
    Dan urusan rumah memang baru dua tahun ini….kalau yang lain sih beres, dari dokter, rumah sakit, tukang pijat, udah punya langganan. Sekarang mesti mikir punya beberapa tukang yang kompeten, yang bisa dipanggil sewaktu-waktu.

  35. Hujan belakangan ini semakin sangar, untung aku belum punya rumah sendiri jadi tidak perlu khawatir rumah bocor atau rusak akibat hujan deras he…he…he…

    Semoga cepat selesai masalahnya Bu. Trus perlu dipertanyakan tuh tukang yg mengerjakan rumahnya dulu, masak baru 2 tahun sudah bermasalah?

    Coretan pinggir,
    Masalahnya karena genteng bergeser kena angin….hahaha…
    Dan semua tetangga juga mengalami..para tukang laris deh

  36. renov disaat cerahhh :)

    Sejenak saja,
    Maksudnya?
    Lha rumahnya masih baru…hanya karena genteng bergeser…dan air jadi menetes-netes

  37. saatnya beres beresn genteng, saya aja sampai pusing…dirumah udah ditambal diperbaiki tetep aja tembok pas perbatasan ma tetangga bocor terus

    Omiyan,
    Membayangkan rumah di kampung yang tanahnya luas, sehingga rumah berdiri tak mepet dengan dinding tetangga…dan ini menyenangkan. Sekarang, karena tembok menyatu dengan tembok tetangga, kadang kalau tetangga memperbaiki, dia juga menginjak genteng kita..ini juga menyebabkan genteng bisa rusak.
    Memang harus sabar, tinggal di Jakarta, sudah harus bersyukur bisa punya rumah sendiri, dengan segala risikonya

  38. Kenalan tukang memang perlu bu. Berbagai macam tukang. Mulai dari tukang kayu, tukang ledeng hingga tukang listrik. Sewaktu-waktu mereka pasti akan dibutuhkan.

    Kalau saya di sini, yang kecil2 seperti genteng bocor sih masih bisa saya tangani sendiri, atau kabel listrik yang kendor di stop kontak bisa saya tangani sendiri. Tetapi kalau harus naik2 masuk ke dalam atap genting melalui eternit langit2 rumah untuk betulin kabel listrik bersama tikus2 kalo sekarang sih mendingan manggil tukang aja… huehehehe…..

    Yari NK
    ,
    Hebat uey…..kang Yari nyaris bisa melakukan semuanya sendiri…
    Sebetulnya tukang adalah tenaga yang selalu kita butuhkan, dan sebetulnya biaya mereka per hari kalau di Jakarta sudah cukup mahal….

  39. Siap tukang sebelum hujan :-) Semoga cepat dibetulkan bocornya supaya tidak merembet ke tempat-tempat strategis yang ada listrik. Bisa gawat kalau harus berurusan dengan yang satu ini.

    Barry,
    Syukurlah secara bertahap sudah mulai dibetulkan….namun hanya yang penting dulu, maklum pak tukangnya juga kerja sebagai tenaga outsourcing di perkantoran…bisanya pas hari libur

  40. OK bu,kalo gitu gentengnya aja yg saya tambal
    Biar ga bocor lagi :D

    Achoey,
    Bener nih…..hehehe…
    Profesi baru ya?

  41. nyebelin banget ya mbak…
    mudah2an cepet dapet tukang n yg bocor bisa segera diperbaiki…

    Elly,
    Iya…memang.
    Tapi syukurlah secara bertahap udah bisa diselesaikan…memang harus latihan sabar….

  42. ngeri donk deh
    kemarin malam tempatku juga
    byme

  43. Untung yang bocor cuma rumah, ya, Bu. Coba kalau yang bocor jantung, seperti yang dialami teman saya yang rumahnya mewah bertingkat dua. Wah, betapa susahnya.
    Salam kenal, ya, Bu, dari warga baru Kampung Blagu.

    Racheedus,
    Wahh makasih kunjungannya.
    Iya, walau bocor masih bersyukur, apalagi cuma rumah, yang masih mudah ditambal pake semen.
    Kalau jantung…wahh…walau kaya tetap aja nggak nyaman, kalaupun operasinya berhasil, tetap harus menjaga apa yang dimakan…

  44. wah kalo saya punya banyak persediaan tukang bu.. yang lucunya, waktu ada angin kencang, kanopi rumah saya yang emang ga kepake, yang cuma disandarkan ditembok genteng atas, terbawa angin sampai keujung gang…lucu plus serem juga

    Cutemom cantik,
    Berarti kapan-kapan bisa pinjam tukang ya….hehehe

  45. Bu buuuuu di jambi hujannya malem terus bu….bisa dipastikan turunnya antara jam 11 malam sampai jam 1 dini hari. atau jam 4 pagi hujan berhenti jam 9 pagi. Temen2 saya malah banyak yang kesiangan, karena mereka masuk kerja pakai motor.

    Pakde,
    Hujan di Jakarta juga nggak jelas pak..mungkin akibat pemanasan global…
    Harus sabar, dan bisa menikmati..itu aja kuncinya….

  46. Bunda…aku pernah ngalamin yang beginia…
    bayangin aja jaman dulu waktu papa berlayar
    dirumah itu cewek semua ada cowok cuman adikku yg paling bungsu umur 5 thn.
    kebayang gak bunda kalo lagi genteng bocor begini, yang manjat2 dan naik2 ke atep aku dibantuin mama…hehehehehe

    memang butuh banget cowok deh apalagi dalam keadaan tidka terduga seperti ini :D

    Ria,
    Adanya laki-laki di rumah tak ada korelasi bahwa bisa urusan panjat memanjat dinding lho.
    Saya tetap mengandalkan pada tukang, karena temanku ada yang jatuh dari genteng (padahal jabatan dia GM)…hasilnya tangannya digendong selama sebulan…dan jadi ledekan terus setiap kali meeting.

    Masalahnya memang selama ini kalau ada apa-apa saya punya anak asuh laki-laki yang memang disekolahkan di STM bangunan, dan karena tinggal di rumah dinas selama 23 tahun (baru pindah ke rumah sendiri awal 2007), saya tak punya koneksi tukang. Di rumah dinas, semua diurus kantor, jadi memang terlalu manja. Sekarang udah beres, dan juga sejak sekarang harus punya tukang yang siap sewaktu-waktu bisa dihubungi jika diperlukan.

    Tapi, kalau cuaca jelek, dan banyak rumah rusak…maka tukangpun sibuk luar biasa.

  47. [...] Hujan angin, genteng bocor dan sulit cari tukang Cuaca di Jakarta akhir-akhir sering tidak dapat diduga. Kondisi yang cerah tanpa terlihat mendung menggantung, sore [...] [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 210 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: