Oleh: edratna | April 23, 2009

Meninjau usaha tanaman hias di Lembang

Bunga anggrek yang menawan

Bunga anggrek yang menawan

Peninjauan kali ini adalah pada usaha tanaman hias yang bernama “Rumah Bunga Rizal”, terletak di jl. Raya Maribaya km 2,4 Lembang, Bandung. Pak Rizal (pemilik usaha ini), adalah seorang arsitek, yang memulai usahanya sejak tahun 1985. Pada awalnya, daerah Lembang lebih banyak ditanami sayur-sayur an, sehingga usaha pak Rizal ini hanya dilihat sebelah mata.

Pak Rizal, yang memang hobi menanam bunga ini memulai usaha dari tak punya tanah sama sekali, secara bertahap usahanya berkembang, dan saat ini lokasi usahanya di Lembang terletak di atas tanah seluas 2,2 hektar, dengan karyawan tetap 22 orang. Rumah Bunga Rizal (disingkat RBR), mengajak para petani dilingkungannya sebagai mitra, saat ini pak Rizal sebagai Ketua Kelompok yang terdiri dari 120 orang. RBR mendapatkan bantuan pembiayaan dari salah satu Bank BUMN setempat. Usaha ini masih dijalankan secara perorangan.

Bunga dengan media cangkang bekicot

Bunga dengan media cangkang bekicot

Pada umumnya pemasaran melalui agen, dan sebagian besar konsumen merupakan masyarakat pencinta bunga (Hobiis). Pemasaran terbanyak ke Jakarta dan Bali. Pak Rizal juga mempunyai lokasi usaha di Bali. Beberapa tahun lalu pernah ekspor ke beberapa negara, namun tak dilanjutkan karena kesulitan dalam pengurusan ijin dan birokrasi.

Krisis finansial secara tak langsung juga membuat penjualan melambat, dan beberapa agen meminta penundaan pembayaran. Untuk mempertahankan usahanya, RBR mulai melakukan beberapa diversifikasi usaha, antara lain mencoba membuat usahanya bisa sekaligus sebagai wisata bunga dan kuliner, dengan membangun restoran, agar pengunjung dapat beristirahat sambil makan minum dan menikmati hamparan bunga yang indah. RBR juga mengadakan pelatihan budidaya tanaman bunga, yang terdiri dari beberapa paket: a) Paket kalangan pelajar, dimaksudkan agar anak-anak sekolah dapat mengenal sejak dini dan mencintai tanaman, sebagai bagian dari makhluk hidup. Waktu: minimal 2 jam kunjungan untuk penyampaian materi. b) Paket kalangan umum. Ditujukan kepada hobiis tanaman hias, ibu-ibu rumah tangga, pelaku usaha pemula dan lain-lain. Waktu: minimal 3 (tiga) jam kunjungan untuk penyampaian materi. c) Paket pelatihan lanjutan. Paket ini ditujukan bagi penyuka tanaman hias yang telah memiliki pengetahuan teknis budidaya, dan ingin melanjutkan proses perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan. Waktu: 1 (satu) hari penuh.

Materi yang diberikan: 1) Teknis budidaya: Pengenalan, rumah tanam, sarana produksi, mengenal media tanam, pengolahan media, menanam, menyiram, memupuk, atasi hama dan penyakit, serta perbanyakan secara umum. 2) Perencanaan usaha. 3) Perencanaan pemasaran. Materi disampaikan langsung oleh bapak Rizal Djaafarer, pemilik RBR, yang telah berpengalaman secara profesional lebih dari 20 tahun di bidang budi daya tanaman hias, dibantu instruktur terampil dilapangan.

Tanaman hias yang berada di lokasi RBR antara lain terdiri dari berbagai jenis anggrek, kaktus, dan lain-lain. Di area yang luas terdapat bermacam-macam kaktus hasil persilangan, yang warnanya sangat menarik.

Koleksi kaktus yang beraneka ragam

Koleksi kaktus yang beraneka ragam

Untuk berbisnis tanaman hias ada beberapa pilihan: a) Sebagai pedagang, minimal memahami sedikit pengetahuan tentang tanaman yang akan dijualnya. b) Petani, memerlukan product knowledge. c) Pembibit, tuntutan keahlian dan pengetahuan lebih tinggi dibanding a dan b. Paling tidak harus menguasai taksonomi, genetika, serta memerlukan investasi cukup besar untuk membangun laboratorium, serta punya visi kedepan untuk memperkirakan apa yang akan dikuasai di Indonesia dalam 10 tahun ke depan. Dari ketiga hal di atas, yang masih kurang di Indonesia adalah bagian c karena memang memerlukan keahlian, dan kemampuan untuk menyenangi bidang pekerjaannya secara mendalam.

Setelah bincang-bincang dengan pak Rizal, dan disuguhi teh panas manis, kami berkeliling melihat berbagai aneka ragam tanaman hias.

Budi daya kaktus yang beraneka warna

Budi daya kaktus yang beraneka warna

Yang menarik adalah koleksi kaktus warna merah hasil dari persilangan, yang sangat menyejukkan mata. Teman saya sangat tertarik untuk membeli beberapa koleksi tersebut, sayang kaktus warna merah darah yang indah di bawah ini belum dapat dijual.

Kaktus merah yang indah (sayang tak dijual)

Kaktus merah yang indah (sayang tak dijual)

Saya tak membeli satupun, karena halaman yang sempit, dan juga kaktus hasil persilangan memerlukan perawatan yang intensif. Besoknya di kelas diadakan diskusi dari hasil peninjauan ini, dari sisi manajemen, teknik produksi, pemasaran dan sebagainya. Sayang saya tak bisa membahasnya disini.

Catatan:

Tulisan di atas berdasarkan hasil peninjauan di lokasi dan wawancara dengan bapak Rizal.

About these ads

Responses

  1. wah bu, udah jepret dan tanya sana-sini tapi koq ga beli. apa bilang mau di post di blog sekaligus promosi? hehe.

    taman yang sempit bukan berarti tidak bisa di kreasikan kan bu? (baca: rumah saya taman nya sempit juga :p).

    Trian,
    Sulitnya kalau kita punya tanaman yang banyak variasinya, maka harus ada waktu untuk merawat sendiri. Sedang belakangan ini saya sibuk keluar (hehehe….biasa cari tambahan….). Jadi saya harus berpkir…kasihan tanamannya kalau ntar mati….
    Kalau nggak sibuk, kan tiap hari merawat tanaman dulu baru mengerjakan yang lain….

  2. Saya paling suka sama kaktus, Bu.
    Karena nggak butuh air terlalu banyak tapi justru butuh kain lap untuk membersihkan permukaannya.

    Liputan yang menarik, eh tapi ngomong-omong soal tanaman saya juga suka bonsai meski secara filosofi kasian karena bonsai berarti tanaman yang dikerdilkan :)

    DV,
    Sebenarnya itu bagian dari pelatihan, meninjau ke lokasi uaha, dan nanti didiskusikan di kelas, ditinjau dari berbagai segi. Ternyata hal ini menarik, peserta juga senang,…dan pengajar juga seneng juga…lha lihat tanaman dan bunga indah bagaimana gak seneng.

    Btw, saya juga punya bonsai beringin, dikasih kenang2an oleh anak buahku saat mau pensiun. Karena halaman sempit, saya taruh di depan pagar…alhamdulillah sampai saat ini masih aman.

  3. salah satu cita2 saya (terus terang saya kebanyakan cita2 bu, hehehe) adalah mempunyai rumah yang mempunyai halaman yang luas. bukan lain karena saya senang bunga dan tanaman. melihat photo2 liputan bu Enny ini, semakin membuat saya ngiler… :D

    Goenoeng,
    Wahh itu juga impianku saat gadis…punya tanah luas, nanti rumahnya kecil aja bertingkat dua, bercat putih dan berjendela lebar. Di halaman depan ditanami rerumputan dan berbagai bunga2an, dan halaman belakang ditanami sayuran, biar ga usah beli, kayak zaman saya masih kecil dulu.
    Sayangnya, biar udah dua2nya kerja, dari pagi sampai malam, kadang tidur di kantor, uangnya hanya cukup untuk beli rumah dengan halaman sempit. Tapi semua harus disyukuri, biar sempit, dekat kemana-mana….dekat pasar tradisional, dekat terminal, dekat rumah sakit, dekat Bank (entah ada berapa Bank)…dan ternyata waktuku banyak di depan kompie…ntar jalan kalau janji ketemu klien atau meeting untuk tugas berikutnya.

  4. saya dan istri sangat sukadengan anggrek dan koleksi anggreklumayan komplit. tapisejakhijrah di luar. satu tanaman pun gak ada di apartemen kami.

    Boyin
    ,
    Memang merawat tanaman harus kontinyu…terbayang jika sekarang lagi di LN, tak mudah melakukannya karena kemungkinan lahan atau kesempatan yang terbatas.

  5. Benar-benar marketing yang sangat efektif. Melalui blog ini beliau pintar sekali, hanya boleh dipotret namun tidak (belum) dijual. Mbikin penasaran dan pengen aja

    Adipati Kademangan,
    Sebetulnya beliau ga niat marketing lewat blog kok. Saya yang ijin kalau hasil kunjungan akan saya tuangkan di blog. Kaktus yang warna merah memang masih baru, sehingga pak Rizal belum berani melepas ke pembeli, karena masih diteliti terus….

    Memang bikin ngiler, tapi saya juga sadar waktu saya untuk merawat tanaman terbatas…masih banyak urusan lainnya…hehehe…alasan….

  6. saya kok suka liat photo bunga dengan pot cangkang bekicot…he he..besar sekali

    Iman Brotoseno,
    Iya, saya memotret juga karena tertarik, kok cangkangnya gede banget…..dan anggreknya mau berbunga….

  7. wah..wah.. tempatnya bagus banget bu..
    btw, di situ koleksi bunga2nya sampe berapa banyak ya?

    Billy Koesoemadinata
    ,
    Wahh saya nggak menghitung, lha yang punya juga lupa….tapi area nya memang luas.
    Saya tertarik hasil penyilangan kaktusnya, dan di RBR ada lab nya untuk membuat percobaan penyilangan antara beberapa varietas tanaman.

  8. seneng juga lihat hamparan buka itu bun..
    tapi juga cara nya Pak Rizal mengembangkan bisnis ini.
    Well, ada pengalaman yang bisa dipetik dari tinjauan bunda kesana. :D

    Puak,
    Jika menjadi wirausaha tak boleh pantang menyerah. Krisis finansial ini membuat laju ekonomi menurun, tapi pebisnis harus kreatif dan memutar otak melakukan diversifikasi usaha, efisiensi, menggenjot marketing dsb nya. Sifat ini harus dipunyai orang yang mau jadi wirausaha.

  9. Sayang sekali ya Bu, kalau sudah sampai level ekspor tiba2 terhenti begitu saja hanya karena masalah birokrasi dan perijinan yang sulit. Seharusnya pemerintah memberikan kesempatan dengan mempermudah urusan ini agar pengusaha terutama pengusaha kecil mampu bersaing tak hanya di dalam negeri saja. Apalagi kalau yang di ekspor merupakan produk lokal, harusnya bangga…

    Mufti AM,
    Ekspor tanaman memang tidak mudah. Saya pernah berkunjung ke luar negeri, pas baru keluar dari pesawat langsung digonggong anjing besar-besar untuk mencari narkoba…terus di imigrasi, sepatu dan jaket di copot…sepatu di semprot cairan. Ada yang bawa makanan (semacam rendang) harus dibuang. Negara tsb adalah negara yang hasil PDB nya dari agribisnis, jadi wajar harus mengecek, meneliti apakah tanaman atau makanan tadi tak mengandung virus atau penyakit. Harus diingat, begitu virus masuk, maka bisa merusak tanaman ber hektar-hektar.

    Jadi ekspor tanaman memang aturannya berliku, mesti melalui karantina dsb nya

  10. ah, jadi pengen ke lembang… katanya pemandangan perkebunan tehnya bagus, ya? suasananya yang sejuk…jadi bener2 kepengen…

    v(^_^)

    pemerintah seharusnya lebih memerhatikan UMKM, ya bu

    Farijs van Java,
    Pemerintah memang sudah memperhatikan UMKM, bahkan ada aturan BI yang meninta prosentase tertentu untuk UMKM.
    Penggalakan ini juga harus didukung oleh aparat di daerah masing-masing, juga semangat dari orang yang berwirausaha sendiri.

  11. Wah BUnda kerjaannya ngapain saja sich..

    KOk pake peninjauan segala…

    Hhmm…Tapi menarik sekali tuwh..BUnga-bunganya sangat Indah, dan saya yakin Pak Rizal dengan sangat tekun menggelutinya karena sudah sejak tahun 1985 ya..
    Yang bisa saya ambil di sini adalah semangat juang untuk memperjuangkan sesuatu itu memerlukan waktu yang tidak sebentar dan membutuhkan kegigihan,….

    Salam hangat Bocahbancar….

    Bocahbancar,
    Kerjaan? Kerjaannya jalan-jalan….hehehe

  12. Wah hebat ya pak Rizal.
    mmmm jadi inget umi nich, Umi saya juga suka banget sama tanaman hias.

    Retie,
    Lha Retie sendiri apa suka memelihara tanaman?

  13. Cangkang bekicotnya itu lho…. unik banget…

    Kunderemp
    ,
    Memang unik…dan cangkangnya gede banget, padahal selama ini kalau ketemu bekicot, cangkangnya kecil-kecil

  14. Wow … tanamannya bagus-bagus. Sayangnya kalau kami beli tanaman/bunga di cihideung cuma tahan beberapa waktu saja, setelah itu, wes ewes ewes … bablas … hehehe :)

    Oemar Bakrie,
    Setiap varietas tanaman memang memerlukan pemeliharaan, dan kalau cuma disiram aja, tumbuhnya nggak bagus. Jadi, seperti makhluk hidup lain, butuh disayangi…..
    Ini juga terlihat dari tanamanku, kalau rajin, setiap hari dirapihkan, dibuang daun keringnya, gantian dipupuk dan disiram, tanaman akan tumbuh subur. Jika ga punya waktu, cuma disiram doang, hasilnya berbeda

  15. salut dg kreatifitas RBR dalam menghadapi krisis… tidak meratapi keadaan, tapi justru mencari celah dalam kesempitan, inspiring… :)

    saya penyuka tanaman, tapi sering gagal kalau menanam, kata orang tangan saya tidak berjodoh dg tanaman… hehehe… mitos apa pulak itu… :)

    Vizon,
    Memang seharusnya kita tak meratapi keadaan, namun berjuang dan berpikir apa yang harus diperbuat untuk mengatasi semuanya. Apalagi jika menjadi pengusaha, punya anak buah, yang menjadi gantungan keluarganya, harus berpikir kreatif untuk mengatasi hal tsb.
    Yang senang, setiap pertemuan dengan para pengusaha kecil ini, semangat juangnya yang tak pernah menguap.

  16. Wah
    Saya selalu salut sama orang2 yang berwirausaha
    Merintisnya dari nol hingga dijadikan ajang pembelajaran bagi orang-orang yang ingin memulainya

    Achoey,
    Apalagi beliau ini latar belakangnya arsitek….tapi kan sebetulnya terkadang sekolah itu sebagai dasar pengembangan diri, dalam pekerjaan nanti bisa bermacam-macam

  17. Di luar keindahan yang disuguhkan soal tanaman, aku tertarik sekali dengan usaha Pak Rizal ketika merintis RBR sejak awal.

    Pionir memang bakal memetik hasil. Kapan-kapan ke sana ah…

    Makasih, Bu.

    Daniel Mahendra,
    Boleh kok berkunjung kesana…kalau berminat, seingatku saya dikasih kartu namanya (semoga nggak nyelip)…ntar japri aja.
    Yang saya suka, kalau mengadakan peninjauan ke usaha langsung seperti ini, adalah semangat juangnya, bagaimana berpikir kreatif terus menerus, untuk menyelesaikan hambatan yang ada.

  18. akoe ya duwe kaktus, koq dadine, huelek – kuru lan meyedihkan ya ? sekolah nem tahun ra diajari nanem kaktus karo bu Dr. Sri H.
    Mom Enny, apa ya banyak koleksi kaktus, atau sing liyane (gelcin, aglo, euph, pakis, palem dsb dsb dsb) akoe nanem tebu lan sawit koq ya ra dadi apik ya ?

    Iwan sw
    ,
    Kenyataan nya koleksi kaktus ku malah masih bagus saat di asrama putri IPB dulu, yang ada sekitar 60 an, dan saat lulus terpaksa diwariskan pada penghuni junior….lha belum punya rumah, mau di bawa pulang kampung terlalu jauh.
    Sekarang, cuma ada sedikit, itupun belakangan ini agak kacau, karena sibuk….hehehe…saat awal pindah rumah dan pensiun, semangatnya mau punya taman (walau kecil)…tapi ternyata ada pekerjaan lain yang menarik. Tapi kalau ada waktu, ya masih suka kok ngurus tanaman, walau ga bisa setiap hari.

  19. duhhhh……klo liat bunga duh…pengen banget karna di rumah juga lumayan banyak tuh ampe gamuat halaman ..

    Mrpall,
    Melihat tanaman memang menyenangkan, apalagi jika tumbuh dengan subur

  20. Tadi pagi kepikiran buat “MLM gratis tanaman”, meskipun koleksi bungaku masih sedikit tapi dari dulu saya punya hobby bagi-bagi jenis tanaman ke teman-teman, terutama ibu-ibu di lingkungan rumah, bukan bermaksud untuk mencari muka atau sombong namun hanya ingin membangun warisan saja.

    Tadi baru bisa berbagi sirih merah dan beberapa jenis sansivera, kapan-kapan mau bagi-bagi tanaman anggrek buat tetangga dan keluarga.

    Panjenengan menang luar biasa. Maturnuwun sudah menyempatkan berkunjung ke blog saya yang masih teramat sangat sederhana.

    Selamat berjuang! Bersemangat!

    Puspita W,
    Sampai saat inipun saya suka tuker2an tanaman dengan tetangga…kadang2 juga beli kalau kebetulan jalan2 ke Puncak atau Lembang.
    Siapa bilang blog mu sederhana, itu suatu awal yang baik, teruslah menulis…

  21. Makasih untuk tulisannya Bunda. Memberikan pengetahuan dan inspiratif.. :)

    Jadi pengen menikmati udara segar Lembang, Makan Nasi Hangat dan Ayam Goreng + Sambal (+ sepapan Pete Bakar, kalo nekad) didepan Pasar Lembang… Udah akh.. jadi laperrr… :D

    Nug,
    Yang paling menyenangkan dalam pekerjaanku sekarang, sering melihat berbagai usaha UMKM, dan melihat bagaimana mereka berusaha untuk kreatif dan melakukan terobosan-terobosan dalam kondissi laju ekonomi menurun dan persaingan yang makin ketat. Ini juga menginspirasi, bahwa kita harus berjuang dan tak hanya mengeluh…

  22. Bunda….apa kabar???
    kangennya aku udah lama gak main2 kesini ^_^

    dan tau gak bunda salah satu keinginan terbesarku adalah memiliki usaha perkebunan bunga aka tanaman hias yang mimpinya nanti bisa di ekspor ke luar negeri…*mimpi disiang bolong* huhehehehe

    Ria,
    Siapa tahu mimpimu bisa menjadi kenyataan?

  23. [...] sumber Posted in Jalan – Jalan Tags: lembang « Euphorbia, Agar Semarak Berbunga Kembang Bokor, Kembang Cantik » You can leave a response, or trackback from your own site. [...]

  24. saya tertarik dengan media tanam dengan cangkang bekicotnya, lucu juga..

  25. Aku sangat suka dengan bunga kaktus merahnya … jadi pingin beli… benar-benar usaha yang bagus … cocok dengan suasana Lembang …. !!

    Memang indah

  26. keren banget, kami siswa-siswi dari MAN 1 Bandung bisa mendapat pengetahuan IPA disini .
    dan sungguh bijaksananya Pak Rijal ketika dia berbicara, two thumbs up deh .
    kapan-kapan mampir lagi ah :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 215 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: