Hari Rabu, saat setiap warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih, menggunakan hak nya, adalah hari dimana keluarga kecil kami dapat berkumpul. Untuk mengumpulkan empat orang dalam waktu dan tempat yang sama bukan hal mudah, apalagi masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri. Nahh…pada saat seperti ini, sayang kalau tak diabadikan. Apakah keluarga kami memilih capres yang sama? Jawabannya bisa ya, bisa tidak, karena kami masing-masing menghormati hak pilih, walaupun itu anak atau suami, atau isteri.
Pagi-pagi sekali si sulung sudah mandi, dan meninjau lokasi, padahal anggota keluarga yang lain belum mandi. Dan saat yang lain baru mandi, dia sudah selesai mencontreng dan menunjukkan jari tangannya yang ditandai dengan tinta.

TPS-20, tempat kami sekeluarga mencontreng
Si sulung bahkan belum sarapan, saat pergi mencontreng di TPS 20, yang hanya berjarak 3 (tiga) rumah dari tempat tinggal kami.
Kira-kira jam 9 pagi, setelah makan pagi bersama-sama, kami siap meninggalkan rumah untuk mencontreng. Dan mumpung keluarga lengkap, kami berempat foto bersama di depan rumah.

Ari-Ayah-Ibu-Ani di depan rumah
Dua kali foto, dua kali pula si bungsu merem, apa boleh buat.

Ibu diikuti si bungsu dan ayah, mulai mendaftar
Selanjutnya si sulung yang membuat foto kegiatan ayah, ibu dan adiknya, sejak mendaftar sampai dengan selesai mencontreng.

Si bungsu tersenyum, siap mencontreng, bersebelahan bilik dengan ayah dan ibu yang juga siap mencontreng
Setelah selesai mencontreng, kertas dilipat dan siap dimasukkan ke kotak suara.

Si bungsu dan ayah selesai menggunakan hak pilih dan mencelupkan jari di tinta
Selanjutnya untuk menunjukkan bahwa telah melakukan pencontrengan, maka jari tangan dicelupkan pada tinta.

Tanda tinta di jari si bungsu

Tanda tinta di jari Ayah
Bagaimana dengan anda? Apakah telah menggunakan hak pilih dan kewajiban sebagai seorang warga negara dengan baik? Setelah selesai, kami kembali ke rumah. Si bungsu segera kembali ke Bandung, padahal sebelumnya sudah pesan tiket untuk hari Kamis pagi. Berhubung dia harus segera menyelesaikan penulisan thesis, agar bisa mengejar persyaratan beasiswa, si bungsu mencoba mencari kendaraan yang ada untuk pulang ke Bandung. Syukurlah, tak lama kemudian saya mendapat sms, kalau dia bisa naik Citi Trans, sehingga hati saya terasa tenang.

kira-kira ada putaran kedua gak ya, bu? kagak nyentang, nih. pengennya sih waktu putaran kedua aja nyentangnya.
v(^_^)
Farijs van Java,
Hmm..kita tunggu aja keputusan KPU
Oleh: Farijs van Java on Juli 8, 2009
at 3:32 pm
saya tentu nyontreng bu…abis ini lalu masukkan pos. Enak di sini tidak perlu dicelup tinta.
EM
Ikkyu_san,
Wahh nyontrengnya tak perlu tengok kanan kiri ya?…hehehe
Oleh: Ikkyu_san on Juli 8, 2009
at 3:54 pm
hehehe.. maap merem, abisnya silau bu.. :p
Ngomong2 mas Ari ko keliatan langsing di situ? apa tipuan kamera ya..
Narpen,
Jakarta memang panas ya…dan rumah kita memang terkena langsung matahri pagi….
Oleh: narpen on Juli 8, 2009
at 4:59 pm
Bundaaaaa aku udh nyontreng dunk
dan nyelupin tintanya malu2..
alias dikit aja di ujung kelingking kiri :p
ngerusak kuteks bun hehehe
Eka Situmorang,
Iya nih..yang di kuku masih nempel….
Oleh: Eka Situmorang-Sir on Juli 8, 2009
at 5:25 pm
Enak saja tipuan kamera..
Emang sudah berkurang gemuknya. Makanya, besok harus naik angkutan umum lagi biar ada alasan lari2. Hehehehe
kunderemp,
Hayoo…lari pagi..jangan molor aja..
Bagaimana kalau tiap minggu lari di senayan?
Oleh: kunderemp on Juli 8, 2009
at 5:49 pm
aduh lucu amat deh baca anggota keluarga saling komentar di sini. Kapan ya keluargaku bisa begini hehehhe
EM
Ikkyu_san,
Sabar Imel…nunggu Kai bisa menulis di blog….kira2 8-10 tahun lagi ya?
Oleh: Ikkyu_san on Juli 8, 2009
at 5:57 pm
Saya juga nyontreng, tapi kali ini tidak dapat nomor urut 1 dan 2 karena memang tidak berrencana kabur setelah nyontreng …
Oemar Bakrie,
Karena besoknya hari kerja ya pak?
Oleh: Oemar Bakrie on Juli 8, 2009
at 6:50 pm
abiz sebelum berkembang putaran kedua tidak ada blaszzz…. SBY menag KO MUTLAK
selamet mencontreng dan salam kenal adri adik inda dan indi di tigaw.wordpress.com
tigaw,
Salam kenal juga
Oleh: tigaw on Juli 8, 2009
at 7:32 pm
saya golput nih kayaknya. ngga terdaftar lagi di dpt, entah siapa yang menghapus setelah ikutan pileg kemarin.
semoga siapapun presidennya, Indonesia tambah baik.
Iwan Awaludin,
Yang penting doakan pak, semoga siapapun yang terpilih bisa membawa Indonesia lebih baik
Oleh: Iwan Awaludin on Juli 8, 2009
at 11:03 pm
Wah foto keluarganya mbikin saya kangen rumah. Komposisi keluarga ibu dengan ayah-ibu saya sama, dua anak pria dan wanita
Saya ndak milih, Bu… Sibuk kerja
DV,
Iya…saat baca cerita tentang adikmu, komposisi keluaraga Donny sama dengan keluargaku….
Gpp nggak milih….doakan aja yang terpilih memang mendapat amanah dan bisa membawa Indonesia ke arah kebaikan
Oleh: DV on Juli 9, 2009
at 4:29 am
saya kemaren juga nyontreng dong, bu..
tapi sayang, aspirasi saya ternyata kalah oleh citra dan figur..
yah.. meski begitu tetap harus didukung siapa pun yang menang.. demi negeri ini
Billy Koesoemadinata,
Tak penting siapa yang kita pilih kan?
Karena dipilih oleh rakyat, siapapun yang dapat suara terbanyak, diharapkan dapat memimpin negeri ini dengan lebih baik
Oleh: Billy Koesoemadinata on Juli 9, 2009
at 10:21 am
seru banget buk, nyontreng rombongan satu keluarga..
kalo keluarga saya gak bisa bareng, kesibukannya beda2 sih..
Septarius,
Ya..pada kesempatan seperti inilah, keluarga kami dapat berkumpul…jadi karena langka, sayang kalau tak di foto
Oleh: septarius on Juli 9, 2009
at 10:53 am
Saya Nyontreng Bu …
TPS di tempat saya kayak Bazaar tujuh belasan …
ada stand penjualan … ada orgen tunggalnya pula …
Salam saya
NH18
NH18,
Di tempat saya sepi2 aja pak…jadi kaget juga, dikira antri panjang kayak pilihan legislatif sebelumnya
Oleh: nh18 on Juli 9, 2009
at 12:54 pm
hahaha pasti nyontreng nomor 4 kan bun hahaha
Imoe,
Siapapun yang kita contreng, rahasia kan?
Oleh: imoe on Juli 9, 2009
at 5:51 pm
waaaah sempet-sempetnya photo-photo bu
Chic,
Karena kesempatan langka, bisa berkumpul seluruh keluarga, makanya di foto…hehehe
Oleh: Chic on Juli 9, 2009
at 6:11 pm
ini baru keluarga indonesia tulen dan menjunjung demokrasi smoga lanjutkan ya he he he
Bisnis,
Lha harus dong…kan itu kewajiban warga negara untuk menggunakan hak pilihnya
Oleh: Bisnis on Juli 10, 2009
at 12:29 am
ada yg unik ga Bu di TPS-nya
kebetulan TPS dirumah, petugas2nya berpakaian adat Sunda gitu … jadi mirip Kabayan hehehehe
lebi prefer pilpres ketimbang pillegislatif kemaren, kertasnya kecil, pilihannya cuman 3 … yg kemaren ituh udah kertasnya segede gaban (buka dan nutup aja makan waktu), belum lagi pilihannya buaanyaak buangedd …
walhasil kemaren dateng langsung nyontreng, pdhal pemilu leg kemaren datang mesti antri dulu 20 menit weeewww …. mungkin klo gitu lagi di tiap TPS harus disediain layar tancep ^^
Aldi,
Dari baca di media, banyak juga TPS yang seru…ada yang sekaligus bazaar, ada yang pakai panggung ada penyanyi nya dsb nya…
Oleh: aldi on Juli 10, 2009
at 8:01 am
seneng juga akhirnya sukses mencontreng…keluarga saya pas ada pileg kmrn ada yg ga masuk DPT tp pilpres ini,,sudah bs nyontreng semua..
Mel,
Keluarag kami termasuk aktif, mengecek DPT ke Kelurahan, jadi sejak pilihan legislatif tak ada masalah
Oleh: mel on Juli 10, 2009
at 8:39 am
saya juga nyontreng dan dikirim via pos…..selalu begitu, karena jarak rumah ke Konsulat kira2 4 jam…..termasuk naik ferry nya….
dan lagi saya harus kerja pada hari pen contreng an..
Wieda,
Kalau di luar negeri, di kirim lewat pos ya? Cerita Imel di Jepang juga begitu
Oleh: wieda on Juli 10, 2009
at 12:19 pm
Bu Eni..salam kenal..
Boleh konsultasi nggak..secara pribadi mengenai perbankan. Lagi bimbang nih..
Emailnya apa ya..kalau seandainya berkenan
Thanks
Ayya,
Salam kenal juga..
Maaf waktu saya tak cukup untuk konsultasi pribadi..kenapa nggak ke psikolog?
Oleh: Ayya on Juli 10, 2009
at 12:33 pm
Pilpres harus nyontreng… kalau pil legislatf, ntar dulu, abis banyak jadi bingung…. salam kenal dari Yogya
Listiana,
Salam kenal juga
Oleh: Listiana advokat on Juli 10, 2009
at 12:46 pm
putaran satu aja.. hehe repot.. nanti namaku tetep salah lagi dan aku nggak bisa contreng
Huang,
Tergantung dari keputusan KPU
Oleh: Huang on Juli 10, 2009
at 12:49 pm
Ada salah satu anggota keluarga saya yang gak bisa ikut nyontreng karena ada tugas luar kota, tapi yang lain Alhamdulillah bisa ikutan. Tapi sayangnya kita gak bisa foto-foto kayak keluarga ibu, asik banget ya kayaknya bisa kompak kayak gitu.
Turisuna,
Hehehe…ini kan kebiasaan blogger… yang narcis…..
Dan kapan lagi foto-foto, kesempatan bisa ketemu bersama udah menjadi barang langka, setelah anak-anak besar
Oleh: turisuna on Juli 10, 2009
at 2:28 pm
bisa dibuat sinetron ini bu
piss
“keluarga mencontreng”
ridhobustami,
Dan sudah dipastikan sinetronnya nggak laku..lha nonton sinetron aja males kok
Oleh: ridhobustami on Juli 10, 2009
at 3:52 pm
saya nyontreng juga bu di KBRI…dapat makan pastel sama kue sus gratis…heee
Boyin,
Asyik dong dapat pastel..bagi2 dong!
Oleh: boyin on Juli 10, 2009
at 5:17 pm
saya nyontreng dong Bu.. Ini kan pesta demokrasi milik seluruh warga negara. Kitalah yang jadi pemenang dalam pilpres 2009. Namun sangat disayangkan kalau di tps tempat saya nyontreng, sekitar 116 warga memilih untuk tidak mengambil bagian yang menjadi haknya. Tapi ya sudahlah, itu juga hak mereka dan pilihan hidup mereka. Bangga rasanya, selama pilpres saya belum pernah absen sekalipun. Satu lagi Bu.. pilpres kali ini terbilang aman, tertib dan lebih meriah.
Bangdel,
Setiap orang bebas menggunakan hak pilihnya…
Dan saya juga senang situasi aman dan damai…
Oleh: bangdel on Juli 10, 2009
at 7:12 pm
wah 1 keluarga . kerenn sekalian foto lagi . hihihihi
Rivanlee,
Mumpung ada kesempatan ketemu….hehehe
Oleh: Rivanlee on Juli 10, 2009
at 11:47 pm
Ya ampuuuunnnn difoto dong bok
Si Bulet,
Dan masmu senang banget saat menunjukkan jarinya…hehehe
Oleh: Sibulet on Juli 11, 2009
at 8:40 am
Alhamdulillah. Anak sulungku sudah berhak nyontreng. Namun kami ndak sempat foto, jadi iri nih.
Selamat berbahagia mbak.
Puspita,
Jadi udah ada tiga orang yang berhak mencontreng?
Oleh: Puspita W on Juli 11, 2009
at 9:08 am
wah… benar2 keluarga yang kompak…
saya cuma pergi berdua sama istri… ya iyalah, lha wong yang baru punya hak kan cuma kami berdua, hehehe…
Vizon,
Tunggu uda..tak lama lagi bisa sekeluarga mencontreng
Oleh: vizon on Juli 11, 2009
at 10:15 am
saya mencontreng ditemani si kecil….dia yang asyik mencelupkan jarinya ke tinta bun…
Tini,
Terbayang betapa asyiknya si kecil, ikutan mencelupkan tangannya ke tinta
Oleh: tini on Juli 14, 2009
at 4:20 pm
Wah, seneng sekali bisa lihat foto lengkap Mbak Enny sekeluarga.
Ari antusias banget ikut pilpres ya. Saya dansuami sengaja berangkat siang, sudah jam 11-an, supaya nggak usah antri lama …
Tutinonka,
Hehehe…jarang kami bisa foto lengkap seperti ini
Oleh: tutinonka on Juli 14, 2009
at 11:46 pm
Akh.. jadi tersenyum geli inget pesan Risa, anak terkecilku menjelang aku berangkat nyontreng yang ‘ngotot’ dengan pesannya agar aku memilih JK.
Dan saat ku tanya kenapa? Dia bilang “JK itu peduli warga2 Yah..”
Aku tersenyum: “Dari mana Adek tau..?” tanyaku lagi.
“Iya itu dia bilang, waktu ngomong2 di TV (maksudnya kampanye, kali), kita harus mendukung produk dalam negeri..” Trus dia mencopot sepatunya yg bermerek JK dan menunjukkannya di TV, sambung anakku lagi.
“Tapi ayah males akh, JK badannya kecil.. Ayah pilh SBY aja deh..” godaku.
“SBY badannya juga kecil.. JK pinter Yah..” sambung anakku maksa, sambil pasang gaya ngotot aja.com gitu deh…
Hahaha… sedemikian besar anak2 bisa terpengaruh oleh siaran TV yaa.. Tapi hasil pemilihan sepertinya bercerita lain..
Nug,
Situasi Pilpres kali ini memang menyenangkan…dan karena sebelumnya banyak iklan…maka anak-anak yang belum punya hak suara berpesan pada ortu agar mencontreng tokoh idolanya sesuai yang dilihat di iklan…hehehe
Oleh: Nug on Juli 16, 2009
at 10:01 am
Selamat malam Bu.
Melihat foto keluarga utuh begini,
sy seperti melayang …
Waktu contreng, berangkat dan pulang sendiri.
Anak2 kebetulan tak mendapat jatah memilih.
Dan sy ga’ perlu complain. Meski tetangga yg bertanya, seperti-nya lebih riweh dibanding sy yg adem ayem. “harus diminta hak-nya dan ditanya kenapa tidak terima hak pilih “, demikian katanya dengan nada tinggi.
Salam untuk keluarga.
Dinda27,
Keluarga kami sudah mengecek DPT sejak jauh hari di Kelurahan dan karena semua nama sudah ada, ya tinggal tenang-tenang aja.
Sejak dulupun kami memang selalu mengurus hal2 seperti ini, bukankah memang dianjurkan agar masing2 mengecek daftar namanya?
Oleh: dinda27 on Juli 16, 2009
at 7:07 pm
Pesta demokrasi memang sudah selayaknya kita manfaatkan sebaik2nya, guna menjaga demokrasi itu sendiri. Demokrasi dimulai dari rumah. Pilihan berbeda, tetapi tidak perlu saling mencacad pilihan orang lain. Bahkan kita tidak perlu merahasiakan atau malu2 mengatakan apa pilihan kita. Semua pilihan tidak ada yang salah. Yang salah adalah jikalau kita mencacad pilihan orang lain dengan pertimbangan yang sangat subyektif…..
Yari Nk,
Betul…demokrasi dari rumah, walau tahu pilihan masing-masing beda, ya tetap ketawa-ketawa aja. Kita berhak punya pendapat berbeda kan?
Oleh: Yari NK on Juli 17, 2009
at 3:37 pm
saya ndak nyontreng!! DPT-nya kacrut!
Zam,
Memang seharusnya kita sudah mengecek apakah nama kita tercantum di daftar DPT di kelurahan jauh hari, sehingga masih bisa diperbaiki. Keluarga kami selalu menyempatkan untuk mengecek…bahkan suami mengurus agar si mbak yang terdaftar di Bandung bisa mencontreng di Jakarta.
Oleh: zam on Juli 18, 2009
at 2:28 pm