Bagi orangtua yang anak-anaknya sudah besar-besar dan tidak tinggal serumah, maka seringkali kita terpaksa makan sahur dan berbuka sendirian. Betapa senangnya jika kita mempunyai kesempatan berbuka puasa dengan anak. Setahun yang lalu, saya nyaris setiap kali berbuka puasa dan sahur sendirian, karena anak bungsu dan suami sebagian besar waktunya berada di Bandung, dan si sulung masih berada di luar negeri.
Kesempatan bisa berbuka bersama anak tentunya tak di sia-siakan. Suatu saat saya sempat mengunjungi anak ke Bandung, mengajaknya jalan-jalan ke “Paris van Java“, suatu Mal di bagian Barat kota Bandung (jika dilihat dari tempat tinggal saya di Bandung). Saya teringat pengalaman saat mengajak anak-anak (saat itu anak-anak masih kecil), saya dengan pedenya mengajak mereka berbuka puasa di Sizzler (sekarang namanya American Grill), dan tanpa pesan tempat lebih dahulu. Begitu kurang dari 15 menit, semua restoran penuh, tak terkecuali Sizzler, masih ada dua pengunjung yang belum mendapat kursi. Saat itu restoran di Pondok Indah Mal masih terbatas dan belum ada PIM II. Saya pikir paling-paling hanya menunggu 15 menit, toh makan tak perlu waktu lama, ternyata kami harus menunggu sampai 45 menit. Untungnya, Sizzler memberikan kudapan berupa makanan kecil yang disediakan di konter, sehingga anak-anak tak kelaparan.
Kali ini saya tak terlalu memilih, kami mencari restoran yang terlihat lumayan enak, dan masih ada kursi kosong. Pilihan jatuh pada “Sushi Tei” yang berada di bagian depan Mal PVJ.

Makanan yang dipesan, hanya boleh dipandangi, menunggu waktu berbuka puasa

Si bungsu sedang memandangi makanan yang dipesannya
Kami memesan makanan, dan minta dihidangkan 10 menit sebelum waktu berbuka puasa. Sambil menunggu waktu berbuka, kami mengobrol santai, yang berlangsung sangat menyenangkan. Dan tentu saja tak lupa saya memotret makanan yang disajikan, serta si bungsu yang lagi memandangi makanan (maklum belum boleh dimakan). Sayang hasil jepretan tak terlalu bagus, selain restoran lampunya temaran, juga menggunakan Handphone sederhana.

selamat bisa menikmati kebersamaan dalam keluarga
Iya, saya juga bersyukur
Oleh: sunarnosahlan on Agustus 25, 2009
at 8:14 pm
Walaupun difoto dengan kamera sederhana …
namun foto itu sukses … menggugah selera …
membuat saya ngiler bu …
untung sudah berbuka … hahah
Yang jelas …
Berbuka atau Sahur bersama keluarga itu nikmatnya tak terkira …
Salam saya ibu …
Hehehe…dan wajah si bungsu yang udah kelihatan pengin banget itu….makanannya memang enak kok….
Oleh: nh18 on Agustus 25, 2009
at 8:16 pm
Kok aku yang nggak puasa jadi ikutan ngeces lihat makanan itu ya, bu..
ho’oh nih, tukang makan bener…
Sushi Tei juga ada di Jakarta Lho….
Btw, kok blogmu sulit dibuka ya…
Oleh: p u a k™ on Agustus 25, 2009
at 8:22 pm
Sushi Tei itu enak bu. Saya rasa di situ yang masih bisa menyajikan sushi dengan rasa yang segar dan asli Jepang. Yang lain terlalu “funky”.
Tapi kelihatannya yang dipesan bukan ikan mentah ya hehehe. Katsu-don?
EM
Saat buka nggak berani pesan sashimi, padahal anak-anak suka. Kawatir perutnya berontak setelah kosong seharian, jadi ingin makanan yang hangat
Oleh: Ikkyu_san on Agustus 26, 2009
at 2:03 am
Wah enaknya berbuka puasa pake Sushi di Sushi Tei pula!
Selamat berpuasa, Bu! Salam untuk anak-anak…
Hmm…benar Don….memang enak dan segar…ntar salamnya disampaikan
Oleh: DV on Agustus 26, 2009
at 5:59 am
Memang banyak hikmah yg dapat dipetik saat bulan puasa..
Salah satunya kebersamaan dengan keluarga..
Kapan ngajak saya buka puasa bersama buk..?
Lha kapan?
Oleh: septarius on Agustus 26, 2009
at 7:11 am
Asyik bisa buka bareng anak yach bunda
Terkadang kebersamaan kita bersama anggota keluarga jadi sa’at-sa’at yang paling dinantikan, apalagi jika mereka sdh punya kesibukkan juga, hahaha….
Puasa memang membawa berkah dan nikmat yang tak terkira. Selamat menjalankan ibadah puasa bunda Ratna
Best regard,
Bintang
Kalau anak-anak sudah benar, memang sudah punya acara sendiri dengan teman-temannya, jadi kebersamaan bersama anak sangat terasa sekali.
Oleh: elindasari on Agustus 26, 2009
at 7:19 am
bu enny, suasana makan bersama inilah yang selalu diminta-minta oleh ibu saya. ya, makan bersama dengan anak-anaknya yang sudah merantau kemana-mana. selalu ada rasa bersalah di hati ini, karena tidak pernah kunjung bisa mewujudkannya. selalu saja ada yang tidak komplit. selalu saja ada salah satu yang tidak bisa datang…
makanya, dari pengalaman kedua orangtua saya itu, saat ini mumpung anak-anak masih kecil-kecil, dan masih bersama kita, sayapun berusaha sekuat tenaga untuk selalu berbuka dan sahur bersama di rumah. bila ada undangan buka bersama di luar, saya akan sangat pertimbangkan sekali. bila tidak begitu penting, saya tidak ikut… egois ya? tapi, begitulah…
Betul Uda, jika sejak kecil kita bisa dekat dengan anak, saat mereka besar, kita seperti bersahabat, mereka bisa cerita apa saja, tanpa kawatir orangtua kecewa atau apapun
Oleh: vizon on Agustus 26, 2009
at 8:34 am
iya bu terasa menyenangkan berbuka puasa bersama orang-orang tercinta:) btw, kalau mau nanya-nanya tentang Jepang silahkan aja, Bu. fety masih berada di Jepang sampai April 2011.
Betul Fety, hal yang nanti akan saya rindukan jika si bungsu udah jauh
Btw, saya sudah sms anakku, biar nanti dia berhubungan langsung dengan Fety
Oleh: fety on Agustus 26, 2009
at 10:47 am
untung masih H + 4 , masih ada kesempatan untuk mengajak anak – anak berbuka puasa di luar. walaupun si sulung masih puasa 1/2 hari , tapi suasana berbuka di magrib tetap meriah buat dirinya …
Buka bersama anak memang menyenangkan, apalagi jika anak dilatih sejak kecil, walau mereka belum ikut berpuasa
Oleh: titin on Agustus 26, 2009
at 11:25 am
oh indahnya kebersamaan
indahnya berbuka puasa
selamat menunaikan ibadah puasa
Iya, memang indah….dan membahagiakan
Oleh: Zulhaq on Agustus 26, 2009
at 12:02 pm
heheheh sibungsu kayaknya dah ngiler banget tuh bu…lihat aja matanya hahahah
Hahaha….memang udah lapar….
Oleh: omiyan on Agustus 26, 2009
at 12:31 pm
Selama 3 hari ditinggal kedua putraku pondok ramadhan rasanya sepi sekali, terasa ada yang hilang, bahkan sempat malas masak padahal masih ada suami.
Kebersamaan memang mahal harganya, tak ternilai namun seringkali kita lupa mensyukurinya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu bersyukur.
Betul …kita harus mensyukuri kebersamaan dalam keluarga
Oleh: Puspita on Agustus 26, 2009
at 1:04 pm
Salah satu rejeki dalam hidup adalah bisa berkumpul dengan keluarga. Apalagi bila orang tua mampu memposisikan diri sesuai kebutuhan sang anak, bisa sebagai panutan, teman curhat, atau sahabat. Ah baru terasa begitu beruntungnya saya memiliki orang tua yang seperti itu, mudah2an saya pun bisa meniru langkah mereka kepada anak saya. Trims pencerahannya, bu.
Betul…anak bisa menjadi sahabat orangtua….dan sebetulnya kita bisa dekat dengan anak sejak kecil sampai mereka dewasa
Oleh: indra kh on Agustus 26, 2009
at 1:33 pm
huahahahaaa… narpen mupeng bangeeeett…
saya juga ding.
Hehehe….kelihatan ya dari wajahnya…..huahuahua
Oleh: marshmallow on Agustus 26, 2009
at 3:09 pm
Itulah yang sedang saya harapkan sekarang bunda, soalnya sejak saya kuliah di Bandung, Kesempatan utk buka bareng seluruh anggota keluarga sangat jarang sekali. Dan pernah tidak bisa dilakukan karena kedatangan saya pas sering telat (soalnya libur juga sering mepet dengan lebaran)..
Makanya sekrang saya berharap agar dapat cuti dan dapat merasakan buka bersama dengan keluarga tercinta..
Memang betul, kalau anak sudah besar, kesempatan ketemu dan bisa bersama-sama menjadi lebih sulit
Oleh: Soni Satiawan on Agustus 26, 2009
at 3:10 pm
Wahhh pasti asyik dan berkesan bgt, berbuka dengan anak-anak bun, apalagi ada si bungsu hehehehehe
Btw, pas nunggu buka, crita crita apaan bun ?
Pembicaraan bisa apa saja….dari yang ringan sampai berat…..hehehe
Oleh: imoe on Agustus 26, 2009
at 3:44 pm
Kalau kami buka puasa terutama week-end gantian diantara rumah orang-tua, saya dan adik-adik saya yg di Bandung. Demikian pula dengan adik-adik yg di Jakarta. Kalau sudah dekat dengan lebaran dan sudah semua kumpul di Bandung hampir tiap hari buka bersama di rumah ortu … cuma sesekali di luar …
Wahh senengnya pak, masih ada orangtua dan bisa lengkap kumpul keluarga. Saya cuma tiga bersaudara, saya dan adik bungsu tinggal di Jakarta, yang tengah di Semarang. Ayah ibu dan ayah ibu mertua semua sudah almarhum….dan karena anak-anak sudah besar, sudah punya acara sendiri-sendiri.
Oleh: Oemar Bakrie on Agustus 26, 2009
at 10:38 pm
Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Semoga amal ibadah kita di bulan puasa diterima oleh Allah swt
Oleh: KangBoed on Agustus 27, 2009
at 1:25 am
Sungguh nikmat berbuka puasa bersama keluarga, kendati makanan dan tempatnya sederhana, semua itu tidak akan mengalahkan nikmatnya kebersamaan. Apalagi jika ditambah dengan makanan dan tempat yang WAH ^_^
Bisa berbuka puasa bersama keluarga patut disyukuri, terutama jika anak-anak sudah besar dan punya acara sendiri-sendiri
Oleh: Bang Aswi on Agustus 27, 2009
at 6:47 am
Pagi-pagi mbaca artikel makan ,jadi slendep-slendep perut dan ngeses mbak..ha..ha..ha
Saya sering ke Bandung nengok mertua,sama adik ipar diajak makan terus.
Salam hangat dari Surbaya mbak.
Waduhh…harus ingat puasa pak…sepanjang cuma kemecer sih nggak apa-apa.
Dan anehnya, kalau puasa malah kita malah sering ngobrol tentang makanan ya…
Oleh: Pakde Cholik on Agustus 27, 2009
at 7:03 am
hehehehe….makan bersama kluarga…pasti aseek banget..
saat ini saya lagi mbayangin waktu saya masih dirumah ibu saya…buka pasti meriah…sahur rasanya enak….
selamat puasa mbak Eny…..
Saya terbayang jika puasa lagi di luar negeri, aura nya pasti beda. Kalau puasa di tanah air, memang meriah sekali, dan rasanya sepanjang malam tetap rame
Oleh: wieda on Agustus 27, 2009
at 11:00 am
Nikmat Bu…berbuka puasa dengan seluruh keluarga.
sampai dengan H+5, kami berbuka puasa di rumah.
dengan menu sederhana, sambil berbuka mendengarkan cerita-cerita kegiatan selama ditinggal kerja si kakak (3,5thn) walaupun blm ikut berpuasa tapi selalu menunggu Ayah + Bundanya makan bareng, jadi terasa nikmat…
Selamat menjalankan ibadah puasa Bu
Memang, buka puasa bersama keluarga, sangat nikmat, walau yang dimakan sederhana. Dan sebetulnya memang makanan tetap yang kita makan sehari-hari kan?
Terimakasih, semoga dalam menjalankan puasa, amal ibadah Dwie diterima oleh Allah swt.
Oleh: dwie on Agustus 27, 2009
at 1:05 pm
Jadi laper nih bunda
saya bukan muslim bunda tapi kalo puasa pasti ikut buka bersama dengan teman2.
Ntar malam mo ke Sushi groove hehehe
Hmmm, suatu kebersamaan yang indah dengan putrinya ya bunda
Selamat berpuasa bunda…
Wahh Eka, aku juga mau kok diajaki buka puasa di Sushi Groove…atau nanti tak harus buka puasa juga bisa kok.
Oleh: Eka Situmorang - Sir on Agustus 27, 2009
at 3:56 pm
Salut untuk ibu yang masih sempat ngeblog di tengah hiruk pikuk Jakarta. Anak2 saya ma masih kecil, jadi kalau sahur terasa ‘rahat’ (orang Pekalongan bilang).
Selamat puasa dan tetap semangat!
Ngeblog itu penting karena bisa mengurangi stres…..hehehe
Selamat berpuasa juga, semoga puasa dan amal kita di bulan Ramadhan diterima Allah swt
Oleh: M Mursyid PW on Agustus 27, 2009
at 9:49 pm
Senangnya bisa berbuka bersama.. inilah sesuatu yang saya sedang berangan-angan.. insyallah dalam 2 minggu lagi kesampean..
Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga dimudahkan. Amiin – salam hangat dari afrika barat!
Berarti Lebaran ada di Indonesia ya kang? Kabar-kabari ya, siapa tahu sempat ketemu…
Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt. Amien.
Oleh: Domba Garut! on Agustus 27, 2009
at 9:49 pm
sibungsunya aja dah gede segitu…..apalagi sulungnya……
Asyik kan, jadi malah berasa bersahabat dengan anak
Oleh: m4stono on Agustus 27, 2009
at 11:26 pm
Pa kabar bu? Met puasa ya..
gimana kabar Narpen? jadi ke Jepang?
semoga semuanya lancar ya..
Kabar baik. Narpen mesti menyelesaikan dulu thesisnya, doakan ya
Oleh: sakuralady on Agustus 29, 2009
at 4:56 pm
Fotonya bagus kok Mbak … ekspresi Narpen kelihatan sekali kalau udah sangat napsu …
Memang betul, berbuka puasa paling nikmat di rumah, atau kalaupun di luar rumah, bersama dengan keluarga. Sama seperti Uda Vizon, saya juga selektif menghadiri undangan buka puasa. Kalau kehadiran saya nggak penting pada acara itu, saya lebih memilih berbuka di rumah.
Hehehe…..kelihatan sekali kalau udah nyaris nggak tahan, ingin segera melahap makanan….
Saya juga termasuk malas hadir di acara buka bersama, kecuali jika buka bersama itu memang ada kaitan dengan pekerjaan…misalnya mesti meeting, yang harus menelurkan sebuah keputusan, yang terpaksa diselenggarakan di sore hari, yang dilanjutkan buka bersama.
Oleh: tutinonka on Agustus 29, 2009
at 10:38 pm
Waaah…uenaaknya…saya jadi teringat Anien anak bungsu saya. Suatu saat mengajak saya buka puasa di susi Tei…eh..saya tidak bisa menikmati…rasanya lebih nyaman dan tentram buka puasa dirumah…
Betul mbak, memang asyik buka bersama anak
Oleh: dyah suminar on Agustus 30, 2009
at 8:44 pm