Oleh: edratna | Oktober 4, 2009

Bagaimana agar perusahaaan tetap eksis dengan pengendalian SDM

Bagi sebuah perusahaan, maka unsur Sumber Daya Manusia saat ini bukan hanya sebagai unsur biaya, namun sebagai unsur “Human Capital“. Banyak perusahaan yang tetap eksis karena memperhatikan tentang unsur SDM ini. Perusahaan saat ini telah menyadari unsur pentingnya SDM ini untuk kelanjutan organisasi, dan dalam menyiapkan kadernya, ada berbagai pendekatan yang digunakan.

Secara umum ada dua pendekatan yang dapat dilakukan oeh organisasi dalam menyiapkan kadernya, yakni pendekatan “build” atau “buy“. Build kependekan dari “build from within, yaitu lebih menekankan pencetakan kader dari dalam perusahaan. Perusahaan yang build oriented akan merekrut kadernya di tingkat bawah, yang selanjutnya melalui pendidikan dan pelatihan, dipersiapkan untuk suatu ketika dapat menduduki jenjang jabatan sampai yang paling tinggi.

Sementara, buy, adalah singkatan dari buy from outside, yaitu pendekatan yang mengutamakan perekrutan kader dari luar perusahaan. Perusahaan yang buy oriented akan merekrut kader, bahkan sampai jajaran Top Management, dari luar perusahaan. Pada umumnya dalam merekrut kader dari luar ini, perusahaan menggunakan para head hunter.

Dari kedua hal tersebut, tentunya ada sisi positif dan negatifnya. Namun yang perlu dipahami adalah, bahwa bisnis di saat sekarang dan yang akan datang menghadapi tantangan, yang akan memperberat usaha mewujudkan usaha yang kompetitif, karena terjadi perubahan yang sangat cepat. Tantangan itu akan mengakibatkan:

  1. Persaingan bisnis menjadi semakin berat dan tajam, dengan mengarah pada bisnis global, karena isu-isu bisnis internasional semakin besar pengaruhnya pada bisnis lokal dan internasional.
  2. Bisnis lokal dan internasional semakin kuat keterikatannya pada peraturan dan ketentuan perundang-undang an untuk memberikan identitas bisnis yang memberikan manfaat besar, tidak saja kepada organisasi, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa dan negara masing2.
  3. Semakin berkembangnya isu sosial politik global yang berpengaruh pada kegiatan bisnis secara operasional.

Dengan demikian dunia bisnis memerlukan kemampuan untuk memahami, menerima dan menyesuaikan diri dengan berbagai pergeseran dan perubahan lingkungan/iklim bisnis, melalui manajemen SDM yang mampu menghargai martabat dan harkat manusia. Dalam pendekatan SDM berarti semua dan setiap organisasi harus mampu menciptakan rasa aman dan kepuasan dalam bekerja (Quality of Work Life disingkat QWL), agar SDM dilingkungannya menjadi kompetitif.

Dalam QWL ada 9 aspek pada SDM dilingkungan perusahaan yang perlu diciptakan, dibina dan dikembangkan, sebagai berikut:

  1. Dilingkungan setiap dan semua perusahaan, pekerja sebagai SDM memerlukan komunikasi yang terbuka dalam batas-batas wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Komunikasi yang lancar untuk memperoleh informasi-informasi yang dipandang penting oleh pekerja dan disampaikan tepat pada waktunya, dapat menimbulkan rasa puas dan merupakan motivasi kerja yang positif. Informasi dapat disampaikan langsung melalui bentuk pertemuan, atau melalui pertemuan kelompok, dapat pula melalui sarana publikasi perusahaan, seperti papan buletin, majalah perusahaan dll.
  2. Setiap dan semua pekerja memerlukan pemberian kesempatan pemecahan konflik dengan perusahaan atau sesama karyawan, jujur dan adil. Untuk itu perusahaan perlu mengatur cara penyampaian keluhan secara terbuka atau melalui proses pengisian formulir khusus.
  3. Setiap dan semua karyawan memerlukan kejelasan pengembangan karir masing-masing dalam menghadapi masa depannya. Untuk itu dapat ditempuh melalui penawaran untuk memangku suatu pekerjaan/jabatan, memberi kesempatan mengikuti pelatihan atau pendidikan di luar perusahaan atau pada lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Perlu ditempuh Penilaian Karya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya dalam bekerja yang dilakukan secara obyektif.
  4. Setiap karyawan perlu diikut sertakan dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan, sesuai dengan posisi, kewenangan dan jabatan masing-masing. Perusahaan dapat membentuk tim inti dengan mengikut sertakan karyawan, dalam rangka memikirkan langkah-langkah bisnis yang akan ditempuh.
  5. Karyawan perlu dibina dan dikembangkan perasaan bangganya pada tempatnya bekerja, termasuk juga pekerjaan dan jabatannya. Perusahaan berkepentingan menciptakan dan mengembangkan identitas yang dapat menimbulkan rasa bangga karyawan pada perusahaan. Dalam bentuk sederhana dapat dilakukan melalui logo, lambang, jaket perusahaan dll.
  6. Setiap dan semua karyawan harus memperoleh kompensasi yang adil/wajar dan mencukupi. Untuk itu diperlukan kemampuan menyusun, menyelenggarakan sistem dan struktur pemberian kompensasi langsung, serta tidak langsung yang kompetitif, dan menyejahterakan kehidupan karyawan sesuai posisi/jabatannya di perusahaan dan status sosial di masyarakat.
  7. Setiap dan semua karyawan memerlukan keamanan lingkungan kerja. Perusahaan berkewajiban menciptakan dan mengembangkan, serta memberi jaminan lingkungan kerja yang aman.
  8. Setiap atau semua karyawan memerlukan rasa aman atau jaminan kelangsungan pekerjaannya.
  9. Setiap atau semua karyawan memerlukan perhatian terhadap pemeliharaan kesehatannya, agar dapat bekerja secara efektif, efisien dan produktif.

Dalam bisnis global kerap kali mengharuskan industri mengalihkan atau mengganti bidang bisnisna, bukan saja karena tidak kompetitif, tetapi juga disebabkan produknya tak sesuai lagi dengan perkembangan keinginan dan kebutuhan konsumen global. Dalam keadaan seperti itu, dilihat dari segi SDM perlu diambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mempertahankan personil kunci yang memiliki kemampuan bisnis tinggi
  2. Memprogramkan penyesuaian kemampuan tenaga kerja dengan bisnis baru, terutama jika diintroduksikan penggunaan teknologi baru
  3. Menyelesaikan masalah-masalah sosial yang timbul, terutama jika terdapat sejumlah tenaga kerja yang tidak dapat ditempatkan dalam reorganisasi berdasarkan bisnis baru
  4. Diperlukan usaha memilih dan menempatkan para manager yang profesional dalam menghadapi bisnis global yang penuh tantangan.

Keempat langkah untuk mengantisipasi perubahan terhadap bidang bisnis, tak boleh mengabaikan ketentuan perundang-undangan, agar tak menimbulkan masalah yang merugikan.

Totalitas Manajemen Sumber Daya Manusia

 Manajemen SDM bukan komponen yang berdiri sendiri dilingkungan sebuah industri atau perusahaan. Manajemen SDM pada dasarnya merupakan penunjang bagi komponen utama perusahaan berupa strategi bisnis perusahaan, baik strategi jangka panjang, jangka sedang maupun jangka pendek.

Strategi Bisnis Jangka Panjang sebagai acuan utama strategi Manajemen SDM pada dasarnya memuat komponen-komponen sbb:

1. Rumusan Filsafat Perusahaan

Komponen ini berisi nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan utama bagi perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis. Norma-norma ini memberikan gambaran tentang dasar dari eksistensi perusahaan

 2. Rumusan tentang identitas, tujuan dan sarana perusahaan

Komponen ini memuat tentang identitas berupa penegasan dari Misi yang dijalankan perusahaan. Penegasan itu secara konkrit akan menggambarkan bidang bisnis utama yang dipilih dan ditekuni perusahaan. Selanjutnya perlu dirumuskan tujuan utama bisnis yang akan dijelajahi, yang harus dijabarkan menjadi sasaran2 yang dikaitkan dengan interval waktu untuk mencapainya. Dengan demikian akan terlihat volume dan beban kerja, yang akan mempermudah dalam menyusun struktur organisasi perusahaan berupa unit2 kerja, baik secara vertikal maupun horisontal.

3.Evaluasi kekuatan dan kelemahan

Komponen ini memuat hasil evaluasi mengenai kekuatan yang dimiliki untuk mensukseskan bisnis perusahaan, sekaligus juga mengenai kelemahan atau keterbatasan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

4.Merumuskan desain pembidangan dan pembagian kerja

Komponen ini berisi penetapan unit kerja-unit kerja sehingga dihasilkan struktur organisasi, yang jelas volume dan beban kerja yang harus dilaksanakannya. Demikian juga jelas hubungannya satu dengan yang lain dalam rangka mencapai sasaran dan mewujudkan misi organisasi

 5. Pengembangan strategi

Komponen ini berisi tentang cara mencapai tujuan secara bertahap dan cara menilai/mengukur tingkat pencapaiannya, tidak saja secara kuantitatif, tetapi juga kecepatannya dalam arti tingkat ketepatannya dilihat dari segi waktu.

6.Penjabaran program

Komponen ini tentang program setiap unit kerja, dan cara menilai tingkat efektivitas pelaksanaannya.

Selain komponen tsb, dalam strategi bisnis sebuah perusahaan, juga dimuat uraian tentang kondisi lingkungan/iklim bisnis yang dihadapi, untuk mempersiapkan usaha mengantisipasinya jika diperlukan, dalam rangka mengatasi atau mengurangi hambatan-hambatan. Pada tahap berikutnya, manajemen SDM harus diintegrasikan dengan strategi bisnis tsb, karena sifatnya sebagai penunjang utama, bagi berhasilnya perusahaan mencapai tujuannya.

Untuk itu strategi manajemen SDM harus memuat unsur-unsur sbb:

Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia

Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia

Dari tulisan di atas dapat disimpulkan, agar perusahaan tetap eksis, maka Manajemen harus membuat Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia jangka panjang, yang melibatkan juga unsur-unsur lainnya, serta tak bisa berdiri sendiri-sendiri.

Sumber Bacaan:

  1. H. Hadari Nawawi. “Manajemen Sumber Daya Manusia: untuk bisnis yang kompetitif. Gajah Mada University Press: 2008. Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
  2. Goestiandi, Ekuslie. ” Menyiapkan Kader Macan atau Kuda.” Kontan, No.1-XIV, 2-8 Oktober 2009, hal. 21

 

 

 

About these ads

Responses

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    wekekekekekek
    Bingung mo komen apa sebabe belum pernah ngerasain punya perusahaan

  2. Salam Takzim
    Pikiran sederhana saya SDM jantungnya perusahaan bila SDM nya baik dan profesional maka perusahaan itu akan baik juga, sementara bila SDM nya tidak baik tetapi profesional perusahaan itu akan berjalan pincang. Apalagi jika SDM nya tidak baik dan tidak profesional perusahaan akan tetap berjalan ditempa bahkan menurun secara perlahan.
    Salam Takzim Batavusqu

  3. Bu, saya pernah dipercaya menjadi salah satu pemimpin perusahaan sewaktu di Indonesia… dan memang benar, SDM adalah salah satu kunci pengembangan perusahaan itu sendiri terlebih waktu itu perusahaannya adalah jasa….

  4. Wah Bunda… meski sudah sibuk dengan pekerjaannya, namun masih konsisten untuk menulis…Salut dech…
    Hhmm..mengenai SDM itu memang sangat benar sekali, saya tidak bisa berkomentar banyak, malahan mungkin akan saya jadikan referensi untuk tugas2 kuliah he he :)

    Salam semangat Bocahbancar
    http://garasiusaha.wordpress.com/

  5. saya pernah baca buku ‘strategi maps’ dibahas lebih banyak mengenai human capital bu dan alat untuk mengukur kinerjanya.

  6. Untuk SDM dengan sistem Buy, dalam beberapa komentar agaknya perusahaan sedang mencari selamat. SDM yang didapatkan hanya dipakai untuk sementara saja sesuai dengan kebutuhan perusahaan, apalagi untuk tingkat operator produksi dan staff.
    Sekarang banyak sekali lembaga penyedia pekerja (SDM outsource) bermunculan, ditambah lagi perusahaan tidak mau repot-repot melakukan test masuk. Semua test dan persyaratan administrasi sudah ditangani oleh lembaga outsource, perusahaan terima beres. Banyak sekali lulusan SMU atau D3 bekerja melalui penyedia jasa tersebut, yang untuk bisa bekerja di perusahaan saja harus menyetor dana 1 ~ 2 juta. Praktek membayar sejumlah dana tersebut sudah dilarang dalam peraturan ketenagakerjaan, namun sayang banyak sekali pekerja yang tidak tahu dan atau tidak punya pilihan kepada pihak outsourcing, membayar atau tidak dapat pekerjaan. Selain itu juga jarang sekali yang melapor sebagai korban.
    Di lingkungan perusahaan sendiri, karyawan outsourcing (dari lembaga outsourcing) mempunyai prioritas kelas 2 baik dari segi kompensasi, keamanan kerja dan pemeliharaan kesehatan. Operator produksi, staff bahkan sampai level supervisor pun kalau masih statusnya oursourcing akan menjadi prioritas kelas 2. Karyawan dari lembaga outsourcing tidak diikutkan dalam pembagian bonus, tidak diikutkan dalam asuransi perusahaan dan menjadi sasaran utama pada kasus pengurangan karyawan. Mudah memang, jika perusahaan sedang bermasalah maka tinggal mencari karyawan outsourcing untuk dipilih dan dikembalikan ke lembaga oursourcing.
    agaknya perusahaan seperti itu harus benar-benar menerapkan 9 aspek pada SDM untuk mencapai QWL.
    (ha kok curcol neng kene sih ?)

  7. Strategi perekrutan SDM yang integratif ya bunda?
    Kalau saya amati perusahaan2 jepang menerapkan strategi build sedangkan perusahaan US biasanya buy.
    well mana yang baik ya sepeeti kata bunda, banyak aspek yang bergantung dari strategi yg dipilih.

  8. Cuma manggut-manggut..
    *bingung soalnya >,<*

  9. Saya sangat setuju dengan pembinaan karyawan agar mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan sehingga loyalitasnya tetap terjaga apapun yang terjadi dengan perusahaan tempatnya bernaung. Tentunya ini juga dibarengi dengan kompensasi yang wajar dalam bentuk apapun dari perusahaan yang bersangkutan.

  10. wah lengkap banget penjelasannya bu

  11. Berguru SDM sama Pak Hadari Nawawi juga ya mbak…

    Sama dong.. saya juga dulu berguru sama beliau.

  12. Bagus dan inspiratif. Perlu belajar neeh…

  13. ga sempet ambil MSDM so………bookmark!

  14. Perusahaan tidak akan dapat berjalan dengan sukses tanpa SDM yang kompeten. Jadi aku setuju banget dengan pelatihan dan kaderisasi diberikan pada semua karyawan sesuai bidang dan keahliannya.

  15. Nice posting Bunda.. Thank you for sharing.. :)

  16. semuanya tergantung HRD nya ya bun…
    aku kayak kuliah management sumber daya manusia…hehehehe…

    bagus bun postingan ini jadi punya beberapa cara pandang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: