Pagi hari Sabtu itu berlangsung aman, saya agak bermalas-malasan menikmati kompie baru, internet yang lancar sambil mendengarkan radio. Mendadak penyiar mengatakan bahwa akan ada pemadaman listrik untuk wilayah..bla..bla…bla dan wilayah tempat tinggalku disebut. Saya, yang saat itu belum mandi langsung loncat ke kamar mandi, apalagi siang itu sudah ada janji, adikku sekeluarga akan ke rumah.
Baru saja selesai mandi…brrt…listrik padam. Si mbak sedang mencuci pakaian, yang tentu saja tak bisa dihentikan mendadak. Saya tak tahu sampai kapan listrik ini padam, yang jelas acara hari ini tak bisa dilanjutkan. Kompie ku yang masih baru, masih belum banyak dimasukkan beberapa software seperti anti virus, belum disambungkan ke scanner, dsb nya. Buat saya yang gaptek, maka terpaksa menunggu adik…apa boleh buat, terpaksa buat janji lagi agar kapan-kapan ke rumah untuk menambahkan beberapa tambahan fitur ke kompie. Memang enak sih, karena isi komputer tak aneh-aneh, kesannya lebih cepat, beda sekali dengan sebelumnya yang dipenuhi berbagai hal oleh anak-anak.
Pagi ini, membaca Kompas membuatku terperangah, pemadaman listrik akan dilakukan hingga bulan Desember. Dan sebagian warga Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Tangerang terpaksa menghabiskan akhir pekan ini tanpa listrik. Waduhh bagaimana ini….padahal pekerjaan lagi menumpuk, dan mengerjakan laporan, membuat bahan presentasi dan lain-lain juga tak mudah, karena mesti memerlukan ketenangan dan waktu yang cukup. Mudah-mudahan hari ini listrik tak padam, setelah kemarin seharian dari jam 8.00 s/d 15.00 wib listrik padam. Dan berharap malam ini listrik menyala, karena minggu ini juga ingin agak bersantai sejenak…..dan baru sore atau malamnya mau mengerjakan tugas lagi.
Aliran listrik ini putus karena ada gangguan di Gardu Induk Tegangan ekstra tinggi Kembangan, Jakarta Barat…dan kenapa ya kerusakannya kok baru bisa diatasi hingga bulan Desember 2009. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Tadi pagi saya sudah buru-buru membersihkan bak kamar mandi, sebelumnya air ditampung dulu dalam ember plastik, kawatir listrik mati sewaktu-waktu…duhh…duhh repot sekali. Ayo…PLN, cepat berulkan ya…

(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Di tempat saya. listrik juga sering kali padam.
Dan…katanya sampai Desember
Oleh: alamendah on November 8, 2009
at 7:40 am
wah semua daerah kek pemadaman, di lombok kemaren parah juga, digilir sehari nyala, sehari ngak
Iya nih….perbaikannya cukup lama juga, menurut Kompas, masih sampai bulan Desember 09
Oleh: aRuL on November 8, 2009
at 8:41 am
Aduh.. lagi parah ya. Sedihnya..
Kenapa masih byar pet aja ya listrik negara kita
Aduhh…
Untungnya ga butuh pemanas ruangan ya bu
Klo lagi pas cuaca dingin2nya.. maknyus juga klo listrik mati, ga ada penghangat..
Sekarang merasakan kedinginan ya…untung pernah tinggal di Bandung. Kalau di Jakarta lagi panas-panasnya, air hujan yang ditunggu tak datang juga.
Jadi siap2, semua makalah diberesi dulu, supaya tinggal perbaikan kalau pulang
Oleh: narpen on November 8, 2009
at 9:12 am
untung Gunungkelir ada Genset jadi jarang ada mati listrik paling cuman beberapa detik Bu
salam untuk keluarga
Wahh asyik dong…teman2ku juga pada pasang genset. Tapi saya menikmati aja, karena yang dirumah cuma berdua si mbak, mas lebih banyak di Bandung, sepanjang air di bak mandi penuh juga di persediaan lainnya…aman kok
Oleh: genthokelir on November 8, 2009
at 9:24 am
…
Waduh maaf saya telat mampir kesini, padahal kemaren saya yg protes2 kapan update hehe jadi malu..
Kalo listrik padam kasihan pengusaha2 kecil yg gak ada genset, pasti merugi deh
Gpp Septa, tenang aja…baru aja mulai kemarin
Oleh: septarius on November 8, 2009
at 9:53 am
Wah, kedai ku siap2 selalu sedia lilin
Atau malah bisa tidur sore-sore
Oleh: achoey on November 8, 2009
at 11:40 am
Gak usah bingung ….. pasangi komputernya dng UPS yang bisa backup 8-10 jam. Meski listrik PLN tdk ada arus listriknya, tapi masih bisa internitan sampai nagntuk.
Waduhh…mendingan istirahat aja....
Oleh: sosro on November 8, 2009
at 11:42 am
Saya kangen merasakan listrik padam, Bu hehehe pasti menjengkelkan tapi ditengah rasa jengkel itu herannya sering mencuat rasa-rasa yang lain…
Iya nih….justru jadi ada yang diceritakan ya
Oleh: DV on November 8, 2009
at 11:46 am
baru baca dari sebuah buku judulnya A Fortune-Teller Told Me,
“neon holds nothing back. it clips the wings of anyone who still yearns to let his spirit take flight”
jadi kalau mati lampu mungkin itu adalah sebuah kesempatan untuk slow down, menikmati secangkir kopi/teh hangat di suasana remang-remang…:grin:
Benar juga Syafig, terkadang kita lupa karena listrik terang benderang terus, dan dikejar target terus….
dengan listrik mati, ada alasan untuk berhenti sejenak, menikmati hidup, merenung dan istirahat
Oleh: Syafiq Irsyadi on November 8, 2009
at 6:50 pm
FENOMENA yang sudah biasa dilakukan, mungkin dari bagian plan menghemat listrik…he…he…ya kan bu? Salam kenal.
Ya, kita memang sudah sangat tergantung pada listrik untuk kehidupan sehari-hari. Dan yang paling susah adalah masalah air…padahal di kampung dulu, air bisa ditimba, jadi listrik mati pun tak masalah.
Oleh: kikis on November 9, 2009
at 6:22 am
Bunda
hiks aku juga nih bakalan kena pemadaman. Untungnya (inilah sifat orang Indonesia selalu untungnya
hahaha) ada jadwalnya jadi bisa antisipasi deh.
Kalo mati lampu, kerjain laporannya di kafe aja bun? Gimana?
Eka,
Sekarang tak berani nyimpen barang2 yang mudah busuk, seperti daging dsb nya banyak2 di kulkas….si mbak malah seneng, ada kesempatan ke pasar tiap hari. Dan yang lebih utama, jangan sampai air kosong….bak mandi dipenuhi semua.
Untung (lha ini orang Jawa), yang menggunakan sistem Bathtub kamar mandi nya cuma satu, yang lain pake bak mandi semua….dan untung (lagi) suami suka membangun kamar mandi…kamar mandiku ada lima, walau rumahnya kecil. Lumayan untuk persediaan, disamping ada persediaan air di tower.
Oleh: Eka Situmorang-Sir on November 9, 2009
at 9:31 am
memang repot… pot…pot… kalau mati listrik. saya jadinya berpikir, apakah besok kalau punya rumah sendiri lebih baik saya pasang panel surya saja ya? biar kalau ada pemadaman listrik dari PLN tetap bisa beraktivitas? tapi sptnya panel surya itu mahal banget… tp sepertinya sudah saatnya masyarakat untuk lebih kreatif. jika masyarakat kompak, katakanlah 1 RT atau 1 RW bisa bikin septi tank bersama, kan bisa buat biogas tuh? siapa tau selain utk memasak, bisa dimanfaatkan energinya utk listrik. sampah yg menggunung, sebenarnya jg bisa dimanfaatkan utk membangkitkan listrik (dari gas metan yg dihasilkan).
Hahaha…betul Kris, apalagi kita terbiasa mudah. Air pake pompa air yang digerakkan dengan listrik, kulkas untuk menyediakan bahan makanan, AC dsb nya. Jadi kayaknya kita memang mesti hidup hemat, siapa tahu dengan listrik sering mati, kita dipaksa hemat, membuat perencanaan (minimal bak air mesti penuh dsb nya). Pekerjaan harus dikerjakan jauh sebelumnya, tidak mepet
Oleh: krismariana on November 9, 2009
at 9:59 am
masih mending kalau ada pengumuman, di tempatku justru lebih sering tanpa ada berita apa-apa tahu-tahu listrik padam
Walau ada pengumuman, tapi kan mati nya nyaris tiap hari…jdi gunakan kesempatan selagi listrik menyala untuk melakukan hal2 yang tergantung pada listrik
Oleh: sunarnosahlan on November 9, 2009
at 11:49 am
Kalau pakai notebook bisa terus kerja lumayan 2-3 jam setelah listrik mati, asal selama ada listrik batere di-charge dulu … hehehe …
Betul pak….jadi kita mesti ingat untuk mencharge terus…begitu juga handphone dsb nya.
Atau waktunya kita menikmati istirahat aja dulu?
Oleh: Oemar Bakrie on November 9, 2009
at 12:11 pm
waaa…klo ditempat saya listriknya mati, lumpuhlah segalanya…pernah terjadi pas winter…sehari listrik mati dan saya harus masak diluar make kompor yg ada di BBQ…dan harus make pemanas minyak tanah….
ga bisa nyuci, untung masih ada air panas…(hanya sehari itu, esoknya sudah ga panas)
yg parah rumah teman saya listrik mati 4 hari..semua makanan di frizzer harus dibuang semua..karena terlanjur ga frozen lagi
Semoga listrik di Indonesia ngga byar pet lagi
Walah….saya pikir listrik mati cuma di negara berkembang. Ternyata di Kanada juga ada ya?
Oleh: wieda on November 9, 2009
at 12:23 pm
prihatin memang , kondisi krisis energi di negara kita, padahal sumber daya energi kita banyak namun di jual keluar sementara rakyat sendiri harus nerima keadaan yang minim ini
Kali ini memang ada kerusakan, dan pembetulan nya diperkirakan baru selesai Desember 2009. Daripada susah, mendingan dinikmati aja…
Oleh: ruanghatiberbagi on November 9, 2009
at 2:31 pm
Ass, apa kabar MbAK, semalam di tempatku juga mati lampu…. untungnya pas mau makan sahur nyala lagi……………., kita kudu ber sabar kali ya…., sepekan ini udah beberapa kali mati lampu di daerah Lenteng Agung.
Memang sabaar….hanya itu yang membuat kita tetap waras…hehehe
Oleh: effi on November 9, 2009
at 3:21 pm
Sama bener sama tulisan saya yang ini nih Bu …
http://theordinarytrainer.wordpress.com/2009/11/08/mati-lampu/
agak menjengkelkan memang …
tapi ya mau gimana lagi ???
Harus sabar mas…saya geli baca tulisannya, membayangkan wajah si bungsu yang sangat kuciwa….
Oleh: nh18 on November 9, 2009
at 4:28 pm
waduh bun….kembali lagi cerita lama…
Hmm…memang harus sabaar
Oleh: imoe on November 9, 2009
at 6:46 pm
PLN memang payah…Disini ada info tentang pemadaman listrik Bulan November :
http://oddityroom.wordpress.com/2009/11/09/jadwal-pemadaman-listrik-pln-tgl-9-sampai-13-november-2009/
Salam
Thanks infonya….menurutku kita nikmati aja…
Oleh: oddityroom on November 9, 2009
at 11:26 pm
di duri sudah tidak seberapa sering bunda…paling seminggu sekali… di pekanbaru tiga hari sekali…ternyata di jakarta juga ngalamin ya? mmmm….
Lha ini malah nyaris tiap hari…
Hari Sabtu mati dari jam 8-16.00 wib…hari Minggu libur nggak mati…tapi hari Senin mati jam 00 s/d 6.30 wib.
Ini deg2an…jadi pagi2 jam 4 udah loncat dari tempat tidur terus ngebut menyelesaikan kerjaan supaya selesai sebelum listrik mati…hahaha…malah jadi rajin
Oleh: Ria on November 10, 2009
at 8:31 am
Kalo lagi gini, yang tersiksa user (masyarakat) vendornya cuma bilang maaf, tapi gak ada gantirugi. Kalo pengguna rumah tangga masih maklum, cuma kalo industri skala besar gimana? bisa2 kabur tuh para investor. SBY sebagai presiden RI seharusnya mengamankan pasokan Energy nasional, bukan tebar pesona terus… sedih jadinya.
Yang terkena memang yang industri…kalau rumah tangga seperti saya, ya dinikmati aja, dan lama-lama terbiasa
Oleh: Resi Bismo on November 12, 2009
at 1:51 pm
Wah, sama dengan yang saya alami Bu, sekarang malah 3x dalam 24 jam listrik padam. masing-masing durasi padam 3-5 jam..
semoga saja, alat-alat listrik nggak pada rusak…
Senasib Bu, di sini juga diperkirakan samapi akhir tahun…
Yang dikawatirkan memang peralatan listriknya. Belanjapun sekarang terpaksa harian (tapi mang Sayur senang…ada juga hikmahnya)….daripada busuk jika ditaruh di kulkas
Oleh: nanaharmanto on November 14, 2009
at 9:29 am
PLN ini memang menyedihkan. Bayar telat langsung diputus, eeee … giliran listrik padam, seenaknya sendiri. Untuk rumah tangga, mungkin masih bisa diatasi, meskipun sangat repot-pot-pot. Yang kasihan adalah pengusaha, karena nggak bisa berproduksi dan harus menanggung kerugian.
Saya lihat di teve, katanya komponen pengganti yang rusak harus dipesan dari Jepang dan Perancis, itulah sebabnya butuh waktu lama. Instalasi PLN memang sudah tua, dan rehabilitasi instalasi membutuhkan biaya sekitar 4,5 trilyun. Kalau pemerintah bisa mengucurkan dana 6,7 trilyun untuk bank Century, mestinya bisa juga dong mengucurkan dana 4,5 trilyun untuk PLN demi kepentingan rakyat banyak.
Itulah mbak, walau katanya dapat kompensasi 10% dari tagihan, tetap aja saya pilih yang listriknya byaar terus…tanpa pet…
Oleh: tutinonka on November 19, 2009
at 8:02 pm