Oleh: edratna | Januari 26, 2010

Pasar kue Bubat di pagi hari

Entah sejak kapan, depan eks toko Hero di jalan Buah Batu, Bandung,  menjadi pasar kaget untuk penjual kue di pagi hari. Saya mendengar tentang jualan kue itu sudah beberapa bulan lalu, kalau tak salah awalnya dari DM, namun melihat sendiri baru seminggu yang lalu. Saat itu karena ada keperluan, saya dan suami pagi-pagi dari Jakarta mesti kembali ke Bandung, tentu saja dengan perut kosong. Saat di perempatan jalan Buah Batu-Sukarno Hatta, suami nyeletuk..”Bagaimana jika kita mampir ke pasar kue, sebelum sampai rumah?” Saya setuju…Lokasi penjual kue ini terletak persis di depan toko Trina, yang kemudian menjadi lokasi toko Hero.

Jenis kue yang dijual

Kuenya lumayan murah, dan masih bisa ditawar, walau sebetulnya dari harga semula tak terpaut banyak. Dan rasanya nggak tega untuk menawar sampai rendah, terbayang para penjual itu sudah sejak malam menyiapkan kue agar pagi-pagi bisa segera dijual. Seperti layaknya pasar kaget, waktu untuk jualan kue hanya sekitar 3 (tiga) jam, dari jam 5 s/d 8 pagi.

"Menawarnya jangan murah-murah pak, nanti nggak kembali pokok," kata si penjual

Ibu penjual kue lapis

Menunggu barang dagangan

Saya membeli arem-arem, kue lumpur dan onde-onde, yang satu lagi tak tahu namanya. Dari keempat kue tersebut, saya paling suka dengan onde-onde…kue lumpurnya juga lumayan. Hmm pagi itu lumayan juga, perut bisa diisi dengan kue dan minum teh panas manis.

About these ads

Responses

  1. wah sudah lama sy ndak makan jajanan pasar, pasti punya cerita dan pasti punya makna :)

    Hmm rumahku dekat pasar…jadi masih suka kue jajan pasar…dan yang jelas kolesterolnya sedikit.

  2. Namanya menawar, kalau tak tahu harga, bisa kebablasan ya Bu. Tapi belanja tanpa nawar di mana asyiknya? :)

    Kayaknya itu salah satu kelemahanku paman, nggak tega sama penjualnya…lha kalau di supermarket nggak di tawar kok sama penjual kelas sederhana begitu mesti ditawar….hehehe

  3. kalo penjualnya difoto gitu justru dapet diskon atau harus nambah bayar? haha

    Hahaha..mereka senang aja mejeng ikut difoto….harganya sih teteup

  4. Wah menyenangkan, Bu..
    Foto2nya mbikin pengen pulang ke Indonesia.

    Di Sydney sebenarnya ada juga dijual jajanan ala Indonesia karena di sini banyak tinggal orang Indonesia. Tapi ya meski rasanya hampir menyamai tapi tetap tak bisa betul2 sama :)

    Australia memang banyak makanan Indonesia ya..mungkin karena benua itu tetangga Indonesia. Bahkan bumbu dapurpun mudah ditemui, seperti bawang merah, bawah putih, laos.. saya pernah mampir supermarket di Bne, saat nengok si sulung.
    Jajan pasar ada juga? Paling tidak bisa mengurangi kangen rumah…

  5. baru kesana? setelah sekian lama hehehe :P
    Baru tau kalo bisa ditawar, karena harganya sudah murah kalo dibandingkan toko kue Mirasa langganan mas awi. Setahuku yang boleh nawar hanya orang-orang yg belinya dalam partai besar ato buat yg mau dijual lagi. Memang enak klo ke situ, tapi bisa bikin laper mata :P Waktu ke sana bareng de ani, dia malah bingung saking banyaknya kue…akhirnya dia bilang “tante yg pilihin aja deh” :))

    Bisa ditawar, tapi nggak banyak, dan nggak tega…biasalah kalau belanja ke pasar tradisional, jatuhnya lebih mahal dari si mbak gara-gara nggak tega sama penjualnya

  6. Salm Takzim
    Hampir mirip dengan kue subuh di senen ya, hanya di senen lebi semrawut deh dibanduing di Bubat
    Salam Takzim Batavusqu

    Udah puluhan tahun di Jakarta, saya belum pernah ke pasar kue di Senen pagi-pagi..di pasar Blok M juga ada sejak jam 5 Subuh.
    Mungkin kalau ada acara, bisa pesan ke teman sih, yang kebetulan pintar masak dan dijamin enak.

  7. salam takzim
    kenapa komentar saya selalu hilang kalau disini ya, nasib nasib
    Salam Takzim Batavusqu

    Udah dimunculkan kok

  8. aku cuma mau bilang saja, tanpa kita sadarin jenis makan tradisional seperti ini sudah nggak dijaga lagi kandungan bahan buatnya. maksudnya sering kali mereka mengganti bahan dengan jenis kimiawi yang bukan untuk dikonsumsi.

    pasalnya karena harga semakin tinggi sementara mereka harus bikin kue dengan harga murah.

    Kita saja yang harus bisa memperkirakan. Kalau onde-onde kan nggak mungkin pakai pengawet, juga kue lumpur, karena kue tadi termasuk kue basah, yang memang tak tahan lama.

  9. ini mengingatkan saya pada pasar kranggan di Jogja. kalau pagi banyak sekali penjual kue basa spt itu. kalau di madiun, di pasar lama (pasar kawak) juga ada.

    Jadi mengingatkan Pasa Kawak…dulu sepulang kurus sering mampir ke pasar kawak untuk belanja, supaya pagi2 bisa masak untuk sarapan sekaligus untuk makan siang.
    Saat saya SMA tak ada pembantu, dan ayah ibu bekerja, jadi kami mesti pandai mengatur waktu

  10. waduh jadi pengen bu… ntar kalo ke Bandung mampir ahhh

    EM

    Hehehe…tentu Imel

  11. aku suka banget jajanan pasar…
    umm..bole dicoba tuw kalo maen kesana :)

    Boleh…..harganya pun murah

  12. Kangen Bandung!
    Kangen Kue ‘basah’!
    Kangen makanan Indonesia!

    Arrgghhh…
    *padahal baru 4 bulan di sini hihihihi…

    Posisi sekarang dimana? Di Jepang?

  13. Kalau mengingat keadaan akhir akhir ini saya jadi takut, kita kehilangan entrepreneur entrepreneur semacam ibu ibu ini :(

    Sebetulnya saya masih tak kawatir, karena dalam setiap perjalanan, saya menemukan orang-orang yang berwirausaha seperti ini, bahkan sampai ke pasar perbatasan Skouw (anatara Jayapura dan Papua New Guinea). Disana ada wirausaha yang telah belasan tahun berjualan di pasar perbatasan, berasal dari Blitar, dan pulang kampung 6 bulan sekali.

  14. jadi inget pasar subuh Senen atau pasar subuh Blok M!

    Hehehe…iya…saya malah belum pernah nengok ke sana…padahal Blok M cukup dekat. Kalau Pasar Bubat ini kira-kira 200-300 meter dari rumah saya.

  15. hmmm…. wah kalo aku main ksitu pasti dompet jebol deh.. abis lapar mata :-p

    Murah-murah kok…10 buah hanya sekitar Rp.5000,- sampai Rp.6000,- Bandingkan jika beli di toko kue untuk kue yang sama….

  16. jajan pasar memang enak. sarapan pagi.

    Betul Sandy….hmm…masih krasan di Yokohama? Pasti kangen kue basah seperti ini ya

  17. berarti kayak pasar kue pagi di pasar senen jakarta

    Yup…betul


  18. Saya tinggal di desa buk, macem2 jajan pasar banyak yg jual..
    ..
    Kalo saya nggak pernah nawar tapi minta bonus..
    He..he..

    Atau malah Septa yang ikutan jualan.
    Dulu saya sempat tinggal di Gedong Kuning, Yogya…kalau ke pasar senengannya beli getuk…..

  19. huaaaa!!! saya suka bamget kue-kue jajanan pasar!kebayang deh kalau ke sana saya pasti panic attack!

    Saya bisa membayangkan…kapan Marsmallow ke Bandung…lokasinya dekat rumahku kok, juga rumah DM (padahal saya tak tahu dimana rumah DM, hanya ancer2nya saja)

  20. Sudah lama enggak berkunjung ke blog ini, ech menemukan artikel tentang jajanan pasar, salah satu jajanan kesukaan saya. Kapan nraktir jajanan pasar bu?

    Hehehe..lha kapan bapak ke Bandung?

  21. Hmmmmmmm. . Nyammy!

    Yup

  22. wah….jajan pasar…
    saya pasti laper mata deh kalau banyak pilihannya begini, dan murah-murah lagi….hmm….

    Kemarin itu saya juga beli banyak…
    Akhirnya sehari itu malah makan kue melulu…hehehe

  23. Kue lumpur? Sungguh saya gak ngeh *masih katrok*

    Kue lumpur termasuk jenis kue basah…terbuat dari kentang, telor, gula dikocok dan dipanggang dalam panggangan, bentuknya bulat2 mirip serabi kecil. Rasanya enak, manis, dan empuk…ini termasuk kue kesukaanku

  24. jajan pasar memang enak2 ya Bu, krn kebanyakan macam2 kue tradisional.
    saya baru tau kalau di Buah Batu sekarang sudah ada jajan pasar seperti di Pasar senen dan Pasar Blok-M kalau di Jakarta.
    salam.

    Katanya sih udah lama, cuma saya juga baru kemarin mencobanya….
    Keterlaluan ya, padahal dari rumahku hanya sekitar 200-200 meter…soalnya kalau jalan-jalan pagi, saya lebih suka ke arah perumahan, yang lebih sepi.

  25. wah, kue Indonesia, alhamdulillah disini ibu2 sering buat utk pengajian mingguan jd ga terlalu ngiler, kecuali yg onde2 :D.
    Oh Bu Enny pernah di Gedong Kuning? Tante saya juga tinggal disana,kebetulan beliau kerja di BRI juga, namanya Wiwiek.

    Kalau di Amsterdam, kayaknya mencari makanan khas Indonesia tak sulit ya, cuma tinggal mikir harganya. Saya dulu pernah makan di restoran “Selecta” (kalau tak salah namanya), saat ke Eropa bersama rombongan Sespibank….
    Saya di Gedong Kuning hanya sekitar 6 bulan…itupun udah lebih dari 20 tahun yang lalu….saya pernah ditempatkan di Cabang Katamso setahun sebelum pindah ke Kantor Pusat.
    Wiwik? Mungkin kalau melihat wajahnya, ada kemungkinan kenal.

  26. nama dan avatar fotonya mirip guru esempe saya,,namanya juga bu ratna,,,
    salam kenal bu,,,
    blognya bagus,,,

    O, iya? Nama dan wajah saya memang kodian…hehehe…..jadi mestinya mudah kalau mau menyamar
    Salam kenal juga, makasih telah berkunjung

  27. waduh duh, Ibu… kue-kuenya menggoda.. saya suka kalap kalo lihat jajanan seperti itu. lewat warung makan atau bakso sih bisaa santai, tapi kalo lewat penjaja kue… aih, godaan… :D

    Ya, kapan jalan-jalan ke Bandung?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 203 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: