Oleh: edratna | Mei 18, 2010

“PERGULATAN KELAS”

Di awal tahun ini saya mendapat email dari teman narablog (Bangaip), apakah saya bersedia menyempatkan waktu untuk menulis kata pengantar pada bukunya, yang diperkirakan akan terbit pada akhir Februari 2010. Buku tersebut akan diterbitkan secara Indie, dan tidak diniatkan untuk komersial. Jika saya bersedia, teman tadi akan mengirimkan mockup draft tulisan pdfnya. Saya termenung, bukan karena tak punya waktu, tapi terus terang saya belum pernah membuat kata pengantar pada buku yang akan diterbitkan.  Saya agak kawatir apakah kata pengantarku nantinya sesuai, namun akhirnya saya memberanikan diri untuk menjawab “Ya” sehingga teman tadi dapat mengirimkan mockup draft tulisannya lewat email.

Cilincing Brotherhood I dan II (Tujuh Keajaiban Cilincing)

Teman ini saya kenal sejak awal saya menulis di blog, dan berlanjut menjadi pertemanan sampai saat ini, walau beda usia kami sangat jauh, bahkan dia layak dianggap sebagai anakku. Tulisan-tulisannya menggelitik, serta membuat saya memahami dunia yang selama ini jarang bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari, dunia tempat dia dibesarkan sebelum melanglang buana. Dan kehidupan masa kecilnya ini memungkinkan teman tadi lancar menggunakan bahasa dan logat Betawi dalam tulisannya. Lingkungan Betawi Cilincing ini, yang sebagian besar terdiri dari masyarakat kelas bawah, sangat mengilhami tulisan-tulisannya. Dan tulisan dalam gaya bahasa Betawi ini sudah semakin sulit kita temui dalam tulisan di blog, bahkan dalam ranah novel dan sastra.

Tulisan Bangaip banyak menceritakan keadaan sehari-hari dilingkungannya, menuliskan kekonyolan yang terjadi, terutama dalam dua minggu perjalanan nya pulang kampung ke Indonesia. Bangaip, saat ini berdomisili di suatu negara yang mempunyai empat musim, dalam pekerjaan yang sering membuatnya keliling dunia, menemukan berbagai hal yang mempengaruhi tulisannya. Perjalanan mudiknya setelah tiga tahun tak pernah pulang, digambarkannya sebagai ziarah pulang ke Cilincing. Dalam mengemas tulisannya, menceritakan keadaan sehari-hari lingkungan yang ditemui bersama kehidupan teman-temannya, menggunakan bahasa sehari-hari yang kocak, menyentil, membuat pembaca tersenyum dan terkadang ikut merasakan emosinya.  Cerita dalam tulisannya sering menggambarkan masyarakat kelas bawah yang harus berjuang untuk hidup, yang terkadang berbuat apa saja agar tetap bisa hidup. Namun kelas bawah ini juga kental dengan rasa saling menolong, kesetiakawanan, memahami kesulitan orang lain, walau terkadang rasa kebersamaan tetangga atau kawan tersebut dirasakan mengganggu, seperti dalam cerita seorang tetangga yang membuka bengkel di perkampungan padat penduduk, karena usaha perikanan (menangkap ikan di laut) jatuh. Pemahaman ini membuat pada akhirnya masyarakat kelas bawah hanya bisa membantu untuk lebih memahami, karena dalam keterbatasannya, mereka tak bisa membantu dalam bentuk nyata. Namun kebersamaan, perasaan saling memahami inilah, yang membuat masyarakat kelas ini masih bisa meneruskan hidupnya.

Kata pengantar yang saya tulis oleh Bangaip di beri judul “Pergulatan Kelas” . Selain saya,  Bangaip juga mendapat kata pengantar dari  dua orang nara blog lain, salah satunya adalah mas Mbel, yang  diberi judul “Kuda Binal“. Mas Mbel mengatakan dalam kata pengantarnya, bahwa membaca tulisan Bangaip adalah mengikuti pengembaraannya ke berbagai tempat di seluruh penjuru tanah air dalam arti kata yang sesungguhnya. Akan lebih nikmat, kalau kita juga memiliki pemahaman atau mendengar latar belakang tempat Bangaip bertutur. Kita akan dibawanya mengingat kembali tempat dimana pengalaman Bangaip dituturkan. Maka kitapun akan dibawanya menertawakan, menyesali, mengumpat, atau bahkan menangisi diri sendiri. Ciri khas Bangaip dalam bercerita sulit ditandingi penulis lain, yaitu pengalamannya yang kaya dengan adat kebiasaan masyarakat setempat, adaptasinya yang luar biasa, keberaniannya menyentil, menyindir kesana kemari dalam satu tulisan tanpa terasa menggurui. Apabila sindiran itu terasa tajam,  Bangaip akan merendah “membodohkan diri sendiri” atau menambahinya dengan dialog kesukaannya seolah sedang berbicara kepada orang lain…”sori men”. Untuk menggambarkan Bangaip yang paling pas, mas Mbel mengajak kita membayangkan dia sebagai kuda binal yang menendang kesana kemari, membebaskan diri dari kungkungan.

Sedangkan mas Harry Sufehmi, menuliskan kata pengantar yang diberi judul “Jakarta adalah sebuah pelangi di Indonesia.”  Mas Harry, sejak kecil hidup dalam lingkungan yang cukup steril, bahkan sampai dengan masa kuliahnya. Sampai suatu ketika mas Harry tiba di Birmingham, Inggris, kemudian mulai membuat blog, dan menemukan blog-blog lainnya. Saat kembali ke Jakarta, menemukan blog Bangaip. Dengan tercengang mas Harry membaca dan menemukan wawasan baru. Jakarta, ternyata adalah sebuah dunia yang penuh warna dan warni. Dan yang paling warna-warni dari semua sudutnya sepertinya adalah sebuah daerah kecil di sebelah utaranya, yang bernama Cilincing. Mengintip dunia Jakarta, terutama Cilincing, melalui blog Bangaip, benar-benar merupakan keasyikan tersendiri. Ada dahaga yang akhirnya terpuaskan setelah demikian lama terbiarkan. Disitu kita bisa tertawa, meringis, meratap, merenung. Begitu banyak yang bisa didapatkan, tidak hanya yang cemerlang, namun juga sisi-sisi gelapnya. Membuat kita jadi ingat tentang betapa banyaknya nikmat yang selama ini tidak kita syukuri, membuat kita sadar mengenai betapa beruntungnya kita. Dan membuat kita berpikir mengenai bagaimana kita bisa berbuat sesuatu untuk mereka.

Catatan Bangaip

Catatan Bangaip

Buku  “Cilincing Brotherhood II” memang telah diterbitkan secara Indie, dalam kalangan terbatas, karena memang niatnya tidak untuk komersial, walau menurut saya perlu dipikirkan agar buku ini nantinya juga bisa dibaca oleh masyarakat luas. Buku yang menyentil, yang membuat kita bisa tersenyum, tertawa, meringis, menyeringai, menangis ataupun merenung…seperti yang dikatakan oleh mas Harry Sufehmi. Dan buku ini memang didedikasikan Bangaip dalam rangka pernikahan Uul, adik perempuan satu-satunya…mohon maaf Bangaip,  saya terpaksa tak dapat hadir di acara pernikahan tersebut. Semoga buku ini bermanfaat bagi orang yang membacanya, buku yang ditulis di sela-sela kesibukan Bangaip sebagai seorang ayah dari bayi berusia 18 bulan, dan di sela-sela kesibukannya sebagai suami, dan buruh pabrik (istilah Bangaip yang tak ingin menonjolkan diri), yang mencari nafkah di kampung orang diseberang laut.

About these ads

Responses

  1. ntar kalo saya bikin buku, minta dibikinin kata pengantar juga yaaaa….

    huahahaha entah kapan juga bikin bukunya… :P

    Boleh…boleh..saya tunggu…
    Btw, sebetulnya saya sering membuat kata pengantar Redaksi, karena saya pernah menjadi pemimpin redaksi di suatu majalah…..

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Kapan saya bisa bikin buku dan minta dibuatkan kata pengantar dari Mbak Edratna, ya??

  3. asyikkk…
    Saya juga menunggu buku yang dikarang oleh bu Enny, tapi kalau ttg Bank sih saya angkat tangan hihihi.

    EM

    Halah! Lha baru sibuk terus je….
    Kapan tuh sama teman jalan-jalan ke Gramedia, baca berbagai buku…dan kami asyik diskusi…yang akhirnya, dia berkata…”ternyata kita bisa menilai, namun kurang berani untuk memulai menulis buku ya”….hahaha

  4. Pastinya suatu kehormatan diberikan kesempatan untuk membuat kata pengantar dalam tulisan orang lain. Tidak mudah karena kadang kita ada perasaan was2 apabila kata pengantar yang kita buat tsb tidak sesuai dengan selera si penulis. Tapi kalau yang membuat sudah berpengalaman seperti ibu, sepertinya tidak ada masalah dan mungkin itu suatu kehormatan juga dari penulis

    Sebetulnya saya juga deg2an..jadi saya bilang, jika pengantarnya kurang baik tolong di edit….
    Untuk membuat kata pengantar memang harus membaca dulu seperti apa isi buku tsb

  5. Wahh, ini satu “pelayanan” yang tak semua orang bisa. “Pelayanan” yang tak dapat dibilang ringan karena menjembatani penulis dengan pembaca agar dapat berjumpa dalam satu komunikasi tulis. Selamat, Bu! Salam kekerabatan.

    Saya baru belajar pak….walau sering membimbing dan menguji makalah…namun membuat kata pengantar untuk buku, baru mencoba kali ini. Biasanya catatan redaksi untuk majalah yang diterbitkan oleh Divisi saya, walau majalah tsb juga dijual ke pasaran

  6. Bikin kata pengantar itu sepertinya tidak mudah ya bu, tapi seperti kata Arman, saya mau juga tar minta dibuatkan kata pengantar… kalau buku saya jadi keluar :D.

    Hahaha….mungkin karena teman tadi sudah mengenal saya walau hanya melalui blog…sehingga percaya, saya mengenal karakternya, untuk bisa membuat kata pengantar

  7. sekarang diminta tolong utk membuat kata pengantar, besok2 Bu Ratna yang akan menjadi pengarang bukunya. :D
    salam

    Amien….bunda. Doakan aja…tapi kapan ya?

  8. Wah, meski diterbitkan secara indie, harusnya buku itu diterbitkan secara onlen pula, Bu :)
    http://edratna.wordpress.com/wp-admin/edit-comments.php?apage=3#comments-form
    Selamat, Bu Eny sudah dipercaya memberi kata pengantar.. :)
    Selanjutnya, bikin buku sendiri ya Bu :)

    Sebetulnya Donny bisa membaca tulisan2nya di bangaip.org. Dalam buku tadi, sebagian merupakan tulisan yang pernah ditulis di blognya, dan ada tambahan cerita baru.

  9. bukunya bercerita mengenai apa ya..jadi penasaran..kalo ada onlinenya boleh tuh..

    Bisa dilihat disini

  10. menulis kata pengantar dari sebuah buku..? hm.. tugas yang ngga mudah kalo kata saya. tapi saya percaya bu Enny bisa menaklukkannya.. :)
    sukses utk Cilincing Brotherhood II..

    Yuyun,
    ini juga baru pertama buat saya

  11. Ibu enny memang hebat kok hingga bangaip mempercayakan kata pengantarnya kepada bu enny.
    Saya juga sudah membaca bukunya bu, benar-benar perjalanan sosial yang kaya akan kondisi masyarakat. Akhir cerita selalu memberikan wacana bagi pembaca untuk ikut merasakan apa yang sedang terjadi. Ya, setiap kali akhir cerita saya tercekat.
    Benar-benar ajaib buku itu.

  12. hmmm jadi penasaran pingin baca bukunya, sayang diterbitkan secara Indie

    wah tentu kehormatan besar dimintai kata pengantar ya Bu Enny, tapi itu juga sekaligus menunjukkan kelasnya Bu Enny yg gak main-main tentu saja

    salam,

    Tulisannya sebagian berasal dari blognya…jadi kalau mau kenal, bisa dibaca disini.

  13. Wah bunda Ratna berarti dipercaya oleh si pengarang buku nich bunda :) :) :)

    Nanti dikulas dalam blog yach bunda, alau bukunya sudah didistribusikan penulisnya :) :) :)

    Oyach bunda Ratna, nanti Sabtu, tgl 22 Mei 2010 mulai jam 18.00 ada acara Gading Nite Carnaval di Mall Kelapa Gading. Saya akan turut menampilkan atraksi di Carnaval tsb. Hem…kalau bunda Ratna ingin melancong pada hari itu, saya sarankan bunda nonton acara ini dech. Pasti heboh dech bunda. Siapa tahu bunda Ratna juga bisa mengabadikan kita-kita, hem pasti seneng banget dech bunda :) :) :)

    Ok, dech bunda Ratna sampai jumpa :)

    Best regard,
    Bintang

    Bukunya hanya diterbitkan secara Indie..dan tulisan saya sebetulnya sudah menggambarkan seperti apa cerita dalam buku tsb. Jika ingin tahu lebih detail, seperti apa gaya tulisan di bukunya dapat dilihat disini. Maaf Linda, kebetulan minggu ini acara saya penuh, bahkan mau datang ke acaranya launching buku wayang di Newseum sudah nggak kuat…semoga sukses ya.

  14. Bu, motivasi saya donk tuk bikin buku
    Meski saya akui kemampuan menulis saya masih sangat sahaja

    Ibu pandai bikin kata pengantar :)

    Kenapa Achoy tak mencoba aja dulu? Terus terang, saat ini saya belum punya waktu, ada beberapa pekerjaan yang masih tumpang tindih..

  15. ..
    Kapasitas Bu Enny memang hebat..
    Nulis serius ok, nulis ringan bisa..
    Kalo humor..? :-)
    ..
    Buku cilincing brother hood II sepertinya menarik..
    Jadi pengen baca..
    ..

    Septa bisa baca melalui blognya…sebagian besar dari isi buku merupakan kumpulan tulisan beliau disini.

  16. mmhh…bagaimana sih membuat kata pegantar yang bagus..dan sesuai EYD..(eleh..eleh…EYD…naon deui EYD euy.. :-) )

    Maksudnya apa????

  17. Bikin penasaran juga ya…

    Apanya…???
    Kurang jelas maksudnya

  18. wuah, ibu keren..
    ibu benar tentang tulisan bangaip :)
    fety mengintip di blognya..

    Blognya asyik kan…menyentil sana sini dengan bahasa halus…tapi kalau kita nggak paham, melihatnya hanya dari sisi lucu saja.

  19. dulu saat masih pelajar dan disuruh ada tugas kata pengantar blue pasti urring uringan kagak ngerti soalnya.heheh
    salam hangat dari blue

    Tapi, sekarang udah tak uring2an kan?

  20. Wah, bagus. Nanti saya cari di Mbah Google buku Bangaip itu.

    Bapak bisa cari disini.

  21. membaca beberan kata pengantarnya saja sudah menarik, apalagi isinya ya bu?
    penasaran dah.

    Isinya lebih menarik lagi…dan beliau komentar di bawah ini

  22. tentu nama Bu Enny bakal dikenal di berbagai kalangan

    selamat Bu Enny

    Dikenal? Wahh enggaklah..ini karena pertemanan aja kok

  23. *buru2 nanya bangaip cara merayu bu enny*

    Beliau tak perlu merayu, karena sejak dulu telah mengenal saya walau hanya lewat blog, dan saya juga kenal beliau melalui tulisan2nya

  24. yang jadi pertanyaan saya, apakah bunda juga menulis kata pengantar dalam bahasa betawie???

    salam hangat bunda :D

    Jawabannya jelas tidak, karena saya tak menguasai bahasa Betawi

  25. Rupanya Bu Enny sudah dipercaya untuk menuliskan kata pengantar oleh sahabat…

    Saya tidak meragukannya, Bu Enny…kehebatan Ibu dalam menulis sudah terbukti antara lain waktu menulis tentang sarasehan dengan DM, juga yg di TVRI itu..

    wah, sayang bukunya tidak dikomersialkan ya, Bu?

    Betul…bukunya hanya untuk kalangan terbatas…banyak juga blogger yang dapat bukunya.
    Nana bisa membaca di blognya bangaip, karena sebagian besar tulisan berasal dari kumpulan tulisan di blog.
    Jadi, kalau Nana serius, kumpulan tulisanmu suatu ketika bisa dibukukan.

  26. Jadi tertarik juga tuh Buk, dengan bukunya. tapi bagaimana cara mendapatkannya ya Buk…..

    Bisa baca di blognya bangaip….beliau juga sudah komentar di bawah ini.

  27. Bunda kapan buku bunda sendiri keluar? :)

    Wahh..kapan ya..belum terpikir…hehehe..
    Masih sibuk kesana sini…jadi belum prioritas..entah nantinya

  28. baru pertama kali nih ke sini..
    salam kenal ya.. ;)

    Salam kenal juga, makasih kunjungannya

  29. Dari tulisan2 bu ratna yg saya baca, keknya Bu ratna dah pantes untuk nulis buku sendiri!!!
    Moga sukses ya bu…

    Salam kenal dari saya…

    Shanti, salam kenal juga…makasih ya kunjungannya.
    Nulis buku sendiri? Mungkin nanti..entah kapan..sekarang masih sibuk kesana kemari…

  30. wah, bukunya bagus nih keknya……., soalnya ada kontroversinya dalam pembuatan kata pengantar..hiks…

    Kontroversi?
    Kok kayaknya nggak ada kontroversi ya.
    Setiap penulis atau pengamat, akan mempunyai pandangan yang berbeda, yang tentu saja dilandasi dari latar belakang pengetahuan, minat, juga pengalamannya. Menurut saya, pilihan siapa yang membuat kata pengantar dari 3 (tiga) orang yang karakternya berbeda, malah membuat menarik, karena yang dilihat lebih luas cakrawalanya

  31. Untuk teman-teman yang berniat mendapatkan dan memesan buku Cilincing Brotherhood, terimakasih banyak atas kesediannya. Mohon maaf apabila buku tersebut memang disebarkan secara terbatas. Saat ini bahkan sudah habis sisanya.

    Untuk Ibu Enny, terimakasih atas reviewnya, Bu.

    Terimakasih banyak.
    salam dari sini :)

    Hahaha…akhirnya penulis bukunya muncul juga….
    Makasih Bangaip

  32. saya ingin menerbitkan kumpulan puisi tapi belum kesampaian juga

    Saat ke Gramedia, saya melihat buku kumpulan puisi karangan Hanna Fransisca (atapsenja.wordpress.com).
    Kapan nih mas Narno bukunya terbit?

  33. wah inspirasi tambahan bagi saya untuk buat buku….

    Mangga….bisa dilanjutkan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 210 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: