Oleh: edratna | Agustus 22, 2010

Sepatu, makin lama makin nyaman dipakai

Sepatu seperti apakah yang kau senangi? Seperti cewek pada umumnya, apalagi jika telah dewasa, ada beberapa sepatu yang wajib dimiliki: sepatu untuk bekerja (tertutup, sopan, hak sedang), sepatu jalan-jalan, sepatu pesta (berhak tinggi dengan berbagai macam model), sepatu olahraga, sandal jalan-jalan, sandal (selop) untuk berpakaian nasional dsb nya…cukup banyak ya. Inipun minimal…paling tidak untuk setiap acara minimal punya satu. Jika mahasiswa paling tidak hanya perlu punya dua sepatu wajib, plus sandal jalan-jalan. Postingan ini diilhami oleh tulisannya Arman, tentang sepatu apakah yang kita senangi. Banyak sedikitnya sepatu yang dipunyai seseorang, menunjukkan bagaimana gaya hidup orang tersebut.

Seperti apakah sepatu yang saya miliki? Zaman masih sekolah dan mahasiswa, kepemilikan sepatu sangat terbatas, maklum jenis kondangan paling-paling hanya diundang makan-makan oleh teman, saya juga termasuk yang jarang berpakaian nasional lengkap dengan pakai sanggul.  Saat mahasiswa, saya punya sepatu untuk harian,  juga sandal serta sepatu sport. Sepatu dan sandal yang walaupun namanya untuk kegiatan sehari-hari berhak cukup tinggi, antara 5-7 cm, entah saat itu rasanya tak ada masalah dengan kaki.  Setelah bekerja, kemudian menikah, saya punya tambahan koleksi sepatu untuk kondangan dan pakaian resmi. Pernah saya membeli berbagai warna sepatu agar sesuai dengan gaun yang dipakai, kenyataannya, yang namanya sepatu warna merah, pink, biru, jarang sekali dipakai…ujung-ujungnya koleksi sepatu yang sering saya pakai hanya yang berwarna hitam, coklat dan cream. Dan semuanya berhak tinggi…rasanya jika berjalan dengan sepatu hak tinggi terasa lebih anggun…..hahahaha…benarkah ada hubungan tentang berjalan anggun dengan sepatu tinggi?

Sampai suatu ketika….

Di perusahaan tempatku bekerja, untuk mencapi level tertentu harus mengikuti pendidikan, dan sebelum pendidikan in class dimulai, maka peserta wajib mengikuti outbound. Bayangkan, bagi saya yang tak pernah melakukan kegiatan panjat memanjat dan olah raga berbahaya harus mengikuti acara outbound ini. Sebelum outbound, saya diperlihatkan foto-foto senior yang sedang memanjat tali, yang menghubungkan dua pohon,  kegiatan menaiki tebing, serta membuat perahu dari beberapa tong kosong disambung tali menali….duhh…langsung hati ini terasa keciiil sekali…. Namun, apapun harus dilalui. Ternyata saya bisa melalui semua, namun dalam suatu acara hiking, saya sempat terperosok, dan tak berakibat apa-apa. Selesai outbound, ada istirahat sehari sebelum pelatihan di kelas, saya menyempatkan diri untuk pijat. Si mbok pijat berkomentar..”Ibu niki nopo kemawon to, kok  babak belur kados ngeten?” (Ibu ini ngapain aja, kok badannya babak belur begini). Setelah dipijat, saya menganggap, segala memar, keseleo, sudah beres.

Dua tahun kemudian…

Saya seringkali merasa pusing, dan kaki terasa kebas….kadang sakit sekali untuk melangkah. Awalnya saya pikir asam urat (sok tahu), seperti yang dikeluhkan teman-teman, telapak kaki terasa bengkak dan sakit. Saya mendatangi dokter perusahaan, oleh dokter saya hanya diberi pengantar untuk ke dokter ahli tulang di RS Siaga, Jakarta Selatan. Waduhh…sakit apa ini. Oleh dokter saya disuruh periksa darah lengkap,  air seni, dan juga air ludah…saya sempat kawatir. Syukurlah yang dikawatirkan dokter tidak terjadi. Kemudian saya diminta agar setiap kali jalan, berhenti dulu untuk olah raga dengan menggerak-gerakkan telapak kaki jika terasa sakit, serta dianjurkan mengganti semua sepatu dengan hak rendah dan ber alas  empuk. Kata dokter, saat keseleo,  kemudian muncul serabut-serabut (entah apa nama nya)…..sehingga membuat sakit. Saya harus mengikuti beberapa kali terapi…kaki saya dipijit, kemudian dibungkus kain..dicelupkan pada cairan seperti lilin yang panas….begitu dilakukan sampai beberapa kali.  Setelah terapi sebulan saya menganggap sudah bisa mengelola urusan kaki ini, dan mengganti sepatu dengan hak yang flat. Beberapa teman berkomentar, apalagi saat itu di kantor bagi perempuan belum diperbolehkan mengenakan celana panjang, jadi memang rasanya aneh pakai rok, blazer dan sepatu berhak datar. Bagi saya yang penting kepala tak nyut-nyut an, walau setiap kali berjalan jauh, saya memerlukan waktu sebentar untuk menggerak-gerakkan telapak  kaki, memutar-mutar nya….kemudian baru berjalan lagi.

Sepatu yang nyaman dipakai, udah berapa tahun ya

Sandal, yang setia menemani jalan-jalan

Masalah lain muncul, mencari sepatu hak datar yang terlihat pantas untuk sepatu kerja tak mudah, apalagi untuk sepatu yang alasnya terasa empuk. Jika ada yang bagus, alasnya cukup keras, dan ini membuatku sering terkena sakit kepala. Sepatu yang paling nyaman adalah sepatu merk scholl, namun ukurannya jarang pas dengan kakiku, sehingga sering ditambah dengan alas lain agar pas…menjadi tak nyaman karena alasnya suka hilang atau lepas. Apalagi mencari sepatu tertutup merk Scholl sekarang makin sulit, jadi akhirnya saya mencoba merk lain, dan untungnya kegiatan saya sekarang tak  banyak melakukan kegiatan lapangan saat seperti masih aktif dulu. Kesulitan mencari sepatu beralas kaki empuk (yang umumnya buatan LN) yang pas ini, membuatku malas untuk berbelaja sepatu…akhirnya semakin lama sepatu, terasa semakin menyatu dengan kakiku. Dan ini menimbulkan pertanyaan, atau mungkin rasan-rasan ya, oleh stafku saat saya masih aktif bekerja.

Bu, mohon maaf, ibu kelihatannya senang dengan sepatu ini ya?” tanya seorang staf perempuan.

Iya, memang. Kenapa?” jawab saya

Soalnya ibu sering banget pakai sepatu ini, jadi pasti ibu suka sekali, karena saya yakin ibu tak masalah jika ingin beli sepatu baru,” katanya dengan wajah merona.

Waduhh …gawat nih. Saya akhirnya cerita masalah kakiku…akibatnya jika ada obralan sepatu yang dianggap cocok buatku, di suatu Mal terkenal, sekretaris dan stafku antusias menyeretku pergi sebentar saat istirahat untuk melihat-lihat. Hehehe…rupanya mereka malu ya, punya bos kurang rapih atau dianggap tak bisa membawakan diri. Padahal pakai sepatu lama itu nikmat banget, tapi selama kita masih dalam kondisi bekerja harus juga memenuhi persyaratan yang dianggap sesuai di mata masyarakat.

Saya baru menyadari, bahwa sejak tak aktif bekerja, saya belum beli sepatu baru..duhh jangan-jangan sepatuku juga sudah tak memadai ya untuk dilihat orang…..

About these ads

Responses

  1. haha si ibu yg satu ini memang jaraaaang bgt bli sepatu dan tas, tp klo beli baju “umbruk’an” a.k.a banyak banget krn saking seringnya ;) itu sepatu “mbladus”nya akhirnya masuk blog jg…meskipun “mbladus” tp sangat bersejarah dan berjasa ya? hehe…

    Hehehe….kan mau ikutan tulisan Arman…dia mau beri hadiah buat blogger yang punya koleksi sepatu buluk…paling buluk..hahaha..
    Kalau saya menang, berarti parah pisan…hahaha..mesti beli sepatu baru…

  2. (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Saya juga termasuk yang jarang gonta ganti sepatu. Kalau masih ada ya dipakai….
    hehehehe

    Biasanya kalau cowok memang nggak banyak punya koleksi sepatu….asal nyaman dipakai dan masih bagus.
    Yang suka koleksi sepatu tuh cewek

  3. hehhe
    kalau aku beda sedikit sloganya
    sepatu semakin lama dipakai semakin tidak nyaman
    trasanya ada yang teriak ayoo ganti aku
    jangan pakai aku lagi gitu
    hehehe :D

    Betulkah?

  4. saya juga senangnya pakai sepatu yang udah lama, nggak lecet lagi dan udah kenal sama kaki kita, jdai lebih nyaman

    Apalagi untuk kerja seharian ya mbak…

  5. hehe bener tuh bu.. sepatu yang udah lama dipake emang jadi tambah nyaman ya. rasanya jadi pas banget ama kaki. :D

    tapi emang rata2 perempuan rela kakinya sakit yang penting sepatunya bagus ya. haha. temen saya dulu pernah lho bilang gitu. gpp sakit, yang penting sepatunya keren. :D

    anyway, thanks ya bu udah ikutan nulis tentang sepatu…. :D

    Hehehe…tulisanmu menggelitik, membuatku ikutan menulis hal yang sama

  6. kan bentar lagi lebaran….
    pastinya bakal beli sepatu baru nih….

    Sepatu baru, baju baru kan untuk anak kecil…..hehehe

  7. saya punya 1 sepatu, yha buat ngantor , dulu yha buat kuliah hihihi, yg jelas saya gak suka yg hak tinggi bu :D dan sepatu ini kl belum bener2 jebol, belum diganti, pernah jebol saya lem, saya pakai lagi hihihih, akhirnya jebol di halte busway diijek orang hiks..

    saya juga punya 1 sendal yg buat pergi2, sendal selop gitu, buat kondangan juga, trepes juga hihih

    saya juga punya 3 sendal lg, yg ini favorit, SENDAL JEPIT hihihhi, dikantor 1, di rumah 1, di kamar mandi 1 :D

    begitu bu sharing dr saya :D

    Vink…
    Sebetulnya sepatu hak tinggi itu keren
    Masalahnya …kakinya udah nggak kuat hahaha….
    Jadi sekarang jadi penyuka sepatu hak datar…kalaupun ada hak cuma 3 cm

  8. Bener mbak. Sepatu itu kayak jodoh. *lebay*
    Kalau udah ketemu yang cocok, mendingan buru-buru beli lagi aja. Soalnya kalau udah agak lama, biasanya model yang sama nggak keluar lagi *curhat*

    Yup betul…
    Dan kadang …kalau udah enak, males ganti lagi

  9. ahahahahaha ternyata perempuan sama aja ya.. saya mungkin sedang ada di masa Ibu waktu muda dulu, punya segala macam jenis sepatu. mulai dari yang teplek sampe boots. Ga pernah sadar punya sepatu banyak sampe suatu hari si mbak di rumah bilang : “bu, lemari sepatunya udah penuh, ga muat”. padahal itu lemari sepatu 4 tingkat. Abis si mbak ngomong gitu, besokannya saya bongkar deh itu lemari. Sepatu-sepatu yang sudah lama saya tidak pakai tapi masih layak pakai saya hibahkan yang pengen, yg sudah tidak layak pakai saya kasih ke pemulung.

    Dari situ aman-aman saja, sampe si mbak komen yang sama lagi suatu hari.. *tepok jidat* berasa ga punya sepatu mulu sih ya..

    akhirnya saya sekarang punya blog yang isinya khusus sepatu-sepatu saya. bukannya mau pamer, tapi mengingatkan diri kalo nanti mau beli sepatu, inget kalo punya yang hampir mirip dan jarang di pake! :lol: :lol:

    Ssst…Chic, sebetulnya saya suka sepatu hak tinggi…..cuma kakinya ini lho.
    Saya tetap suka lihat cewek pakai sepatu atau sandal dengan hak…jalannya tetap beda…
    Kenapa kalau kondangan nggak pakai sepatu tretes..lha kainnya kan malah nyrimpetin…hehehe

  10. Hah …
    Saya tau …
    Ini pasti ajakan dari Om Arman ya BU ….
    hehehe

    Yang jelas Ibu EDRatna betul …
    Sepatu itu semakin lama semakin enak dipakai …

    namun memang sayang … secara fisik kelihatan sudah usang jadi kadang agak malu memandangnya … padahal yang memakai tenang-tenang saja … hawong nyaman banget ya

    Salam saya Bu

    Hehehe….
    Walau saya tahu, pasti nggak menang….
    Tapi jadi ingat kenapa akhirnya saya jadi pakai sepatu datar tanpa hak…dan sungguh sedih..
    Karena pakai sepatu dengan hak tetap lebih nyaman, jalannya juga lebih anggun…bagaimana pendapat om?

  11. Saya sih kalo bisa ga usah ganti sepatu.. xixixi.. soalnya kalo sudah sepatu lama sudah pas di kaki. Kalo sepatu baru kadang emsti lecet2 dulu baru pas..

    Saya bukan pengoleksi sepatu.. sepatu cuma dicocokkan dengan kebutuhan, buat pesta, kantor, buat olah raga. Warnanya pastinya yang netral, jadi mau pakai baju apa saja dia cocok :)

    Clara,
    Wahh ini memang khas cewek yang suka dilapangan..
    Saya dulu suka sepatu hak tinggi, kantor ber AC…dan ini kesampaian.
    Tapi..kadang harus kelapangan, jadi punya juga sepatu datar…
    Sering juga harus menghadiri kondangan langsung dari kantor..punya juga sepatu hak tinggi…

    Namun sejak kaki terpeleset, semua jadi harus berubah..
    Dan memang..sepatu hak datar nyaman…tapi kita jadi cenderung berjalan seenaknya (nggak anggun)..hehehehe

  12. Hehe… ako ngomongin masalah sepatu, saya jadi malu :oops:
    Sepatu saya bisa dipake kemana aja, buat kerja atau jalan2. Sendal saya sangat jarang kepake.
    Sebelum sepatu saya terkoyak2, saya nggak akan berhenti memakainya 8O
    Hehe… karena memang sudah nyaman sekali memakainya…

    Akin..
    Pekerjaan Akin kan memang harus jalan cepat, cekatan..jadi wajar jika Akin akan menyesuaikan sepatu dengan pekerjaan.
    Terbayang jika bekerja di bidang medis, yang langsung ketemu pasien, pakai sepatu tinggi…bisa terpeleset kan?

  13. Dulu sewaktu masih muda memang begitu Bu, segala warna dan model sepatu pasti punya, dan yg penting matching dgn tas dan pakaian.
    Namun, krn dulu keseringan pakai sepatu high heels, akhirnya , seperti Ibu Ratna juga, saya sempat punya masalah dgn lutut saya, yg memerlukan terapi perawatan lumyayan lama (2 thn).
    Akhirnya sekarang, high heels hanya dipakai utk ke pesta saja :)
    salam

    Hehehe….
    Ini mungkin khas cewek ya…
    Dan memang sepatu tinggi membuat badan lebih seimbang, terlihat enak dilihat kalau lagi jalan..
    Ke pestapun, langsung copot sandal atau sepatu jika udah masuk mobil ya bunda? Hehehe

  14. Eh bunda.. apa kabar?
    Sama bun.. punya sepatu warnanya macem2.. bahkan ada yg motif leopard si macan tutul itu.. tapiiii yg dipake yah yang warna warni netral ajah :D hehehe

    Nahh ..kalau Eka, pasti suka sepatu high heel…..hehehe..
    Dan memang kereen kan?

  15. Sepatu lama petaka bagi ane mbak, udah alus sih alasnya jadi kepleset dah…

    Hmmm..kan bisa dibetulkan di tukang sepatu…?

  16. Sama, sepakat!
    Sepatu makin lama memang makin enak dipake, tapi ironisnya, semakin lama ia, semakin cepat ia rusak dan… tak bisa dipake lagi :)

    Iya Don..sepatu baru enak dilihat, tapi nggak nyaman dipakai
    Sepatu lama, enak dipakai, yang lihat yang sebel…hahaha

  17. sama kayak kaos mbak,, makin lamaaaaaa makin enak bgt di badan kita yah, apalagi kalo buat tidur, hehehe…

    soal sepatu ini, saya selalu anti memakai high heels, entah kenapa, saya merasa gak pantas memakainya, tapi ternyata dengan pake sepatu datar, aman buat kaki saya n lebih nyaman,, hehehhe….

    *buruan ganti ah sepatunya, malu kan ama sekretaris,, ihikk… *

    Yup..apalagi jika kaos makin lama…makin adem…cuma tak pantas dipakai keluar rumah…
    Sepatu juga begitu….
    Makin lama makin enak dipakai

  18. sekretaris dan staf ibu, begitu perhatian, ya….
    Salam kekerabatan.

    Hehehe….iya pak….malah dia yang suka malu, kalau lihat bos pakai sepatu atau baju sembarangan…hahaha
    Akhirnya, dia yang suka membelikan baju, membawakan sepatu, bos tinggal membayar harganya…..hehehe..
    Jadi alasan sebenarnya, males belanja…

  19. dulu saat masih di Indonesia hanya punya sepatu ke kantor, sandal keluar, dan sandal ke kamar mandi [maklum, bu, masih anak kos :)] Sekarang lumayan lah nambah koleksi sepatu dengan sepatu olahraga [persiapan untuk musim dingin]

    Kalau tinggal di negara 4 musim, mau tak mau, sepatu nya pun bermacam-macam ya…

  20. Mirip sepatu ibu saya bu …
    walaupun lama nggak diganti tetapi sepatunya merk bagus dan harganya mahal …
    di ibaratkan harga sepatunya Rp.2000.000,- tahan pakai sampe 2 Tahun …. heeee.

    Sebetulnya…
    Kalau beli sepatu, sebaiknya yang ber merk, atau yang dikenal kualitasnya, karena untuk kenyamanan kaki.
    Sedang untuk baju..baju murahpun tak masalah…
    .

  21. Mbak Enny, sepatunya seperti sepatu anak sekolah … hihihi … :D *maaf Mbak, bercanda*

    Saya pengin juga nulis tentang sepatu, tapi malu, dan nggak enak, nanti dikira sombong. Soalnya sepatu saya banyaak … :D

    Dulu saya paling suka memakai highheel, tapi sejak 5 tahun terakhir, kaki mulai terasa lelah kalau kelamaan memakai highheel. Jadi sekarang sering juga pakai sepatu flat, terutama kalau hanya pergi untuk acara santai …

    Hahaha…
    Saya sebetulnya iri lihat sepatu mbak Tuti saat ke rumahku….sayang kakiku tak memungkinkan untuk pakai sepatu seperti itu..
    Yang dipajang kan memang untuk ke kantor…dan mesti sederhana, tertutup seluruhnya….dengan warna netral…
    Sepatu bertali dilarang untuk dipakai ke kantor…
    Jadi…karena pekerjaan sekarang masih erat kaitan dengan bidang sebelumnya, jadi sepatu bertali tetap tak ada…adanya sandal bertali hak sedang (tak dipajang, kan yang dipajang yang buluk…hahaha)

    Ohya, koleksi sepatu saya hampir segala warna Mbak, sampai warna pink, merah, ungu, hijau, kuning dan biru pun ada. Kayak lagu ‘balonku ada lima’ deh … :D

  22. emang ,biarpun punya banyak,pasti yg sering dipakai yg nyaman deh bu enny. saya juga begitu kok ,kalau soal model sih nomer dua,yg penting nyaman.

    punya converse jarang dipakai gara2 ribet buka pasangnya,kebanyakan tali sih soalnya :D

    Betul…
    Walau mesti dipikirkan juga…
    Karena kadang diundang makan ke restoran Jepang..yang sepatunya mesti di copot dan dijejer…
    Terlihat mana sepatu yang paling butut…hahaha

  23. ..
    Saya suka beli sepatu murahan yg dijual dipinggir jalan, 50rb bisa ditawar.. :-)
    Karena cepat rusak jd sering beli deh.. :-D
    ..

    Ahh Ata kayak anakku aja..
    Akhirnya, bisa saya bujuk untuk beli sepatu berkualitas, namun umurnya bisa sampai 2-3 tahun
    Lha duludia suka beli sepatu murahan di alun-alun Bandung, sebulan udah jebol..hahaha…di hitung-hitung akhirya sama saja…

  24. saya sebenarnya penggemar sepatu..tapi berhubung di rantauan, saya paling males bawa2 barang yang masih bagus dan kebanyakan, biasanya saya cicil dulu kalo mau deket2 pulang ke indo saya beli sepatu baru dan yang lama saya bawa ke indo dan tak tinggal disana…haaa

    Ahh terbayang…kalau setiap pindah nentengin kardus sepatu..hehehe

  25. salam kenal…
    artikelnya menarik…
    Gw juga gitu, gatau napa kalo udah lama dipake *entah itu sepatu, celana or baju* emg enak makenya, kaya ngerasa nyaman gitu…hehehe

    Mungkin karena sudah terasa menyatu dengan badan kita….

  26. Saya sebenernya seneng sih mbeli sepatu, kebanyakan sepatu saya berasal dari jenis sneaker, saya jarang2 punyak sepatu cewe’. Entah kenapa saya jarang sekali merasa nyaman dengan sepatu yang sebenarnya dikodratkan buat saya pakek itu.selama hidup saya, saya ndak pernah mbeli sepatu jinjit, ato sepatu dengan tinggi hak lebih dari 1 cm. Saya lebih nyaman nyatut sepatu olahraga ato sneaker. ato sepatu dengan alas yang trepes.

    -Salam kenal ibu-

    Saat ini, karena kuliah boleh pakai celana panjang dan jeans, saya lihat banyak mahasiswi yang tak punya sepatu cewek…anakku juga seperti itu…
    Dan sepatu model sneaker memang nyaman dipakai, karena hangat dan bisa untuk jalan-jalan kemanapun.
    Kadang, ke kondanganpun pakai sepatu sneaker ini, hanya blouse kaos diganti dengan blouse kain, celana panjang tetap jeans.
    Hal ini akan berubah jika nanti diterima bekerja di suatu perusahaan yang mengharuskan berpakaian rapih, seperti kerja di Bank dan lembaga keuangan lain. Saat ikut test aja diwajibkan berpakaian rapih dan pakai blazer.

  27. betul betul betul..hehehhe…
    saya lebih suka pakai sneakers conv*rse, apalagi yang sudah lama sampai belel-belel, makannya bertahun saya tak ganti itu sepatu…
    andai saja di kantor boleh ber-sneaker ria…
    jadinya saya akali sepatu kantor hitam dibeli yang bawahnya karet, lebih enjoy…

    kalo sendal,,hmmm tetep lebih comfort menggunakan swallow jepit..hhehehehe

    Kalau di kantor memang tak boleh pakai sneaker….
    Mesti sepatu kulit warna hitam atau coklat…
    Dulu ada manager cowok yang suka bersepatu warna putih..kita terkikik-kikik melihatnya…

  28. hehehehe…bunda enny…
    aku adalah satu dari sekian banyak wanita penyuka sepatu :D di ruangan kerjaku sekaran sepatu cadangan ada 4 pasang dengan berbagai warna, terus aku juga tipe orang yg sangat menggilai sepatu…kalau ada yg menurutku bagus dan tidak kubeli karena ragu idich bisa2 aku mimpi…

    hehehehe…segitunya aku ya bun, tetapi walaupun aku pengoleksi sepatu aku punya bujed berapa sepatu paling mahal yg harus kubeli aku gak suka sepatu yg terlalu mahal :D

    dan satu lagi cari sepatu memang agak2 susah bun, apalagi yg nyaman :D

    Berarti kapan-kapan kalau Ria ke Jakarta bisa menemani saya beli sepatu nih..
    Saya paling bingung deh kalau disuruh belanja…
    Dulu, yang suka menemani Yoga..tapi dia juga sibuk….
    Hahaha…payah ya, alasannya males belanja…

  29. Pastinya bu yang lama itu enak untuk dipakai karena kita telah terbiasa. Kalau yang baru, kadang merasa tidak nyaman saja dan sering lecet memakainya.

    Yup…betuul..

  30. ehehehe..untung pekerjaan saya lebih banyak di lapangan…dan dikantorpun saya ndak harus pakek pakean formal a la cewe’ :p

    Iya, semua memang tergantung pada pekerjaan kita.
    Saya mengenal cewek, yang sangat ingin bekerja di kantor yang berpakaian rapih, lengkap dengan blazer….
    Tapi ada juga yang lebih suka berpakaian attractive, terutama untuk yang bekerja di bidang periklanan.

  31. sebuah ide yang menggoda untuk dikomentari… salam kenal ya

    Salam kenal juga

  32. iya ya semakin lama makin pas di hati :D

    Maksudnya??

  33. biarpun namaku Imelda, aku tak punya 1000 pasang sepatu!!!

    dulu memang aku punya beberapa sepatu bu. Tapi sejak punya anak cuma 2 yang sering dipakai, sneaker dan sepatu mochasin. Itu aja yang aku pakai ke mana-mana. Kalau naik mobil baru berani pakai hak tinggi hahaha.

    aku juga pernah keseleo dan tampaknya mulai menjadi-jadi nih bu. Bengkak terus kakinya sekarang…. hiks

    EM

    Wahh harusnya pas di Jakarta pijat Imel..saya kenal tukang pijat yang bisa urusan salah urat seperti ini.
    Suamiku pernah stroke, tangannya kaku, tiap minggu dipijat..dalam sebulan dia sembuh.
    Tapi ya, tempat memijatnya begitu aja..saya kawatir Imel tak cocok, tapi menyembuhkan…
    Kalau ke kondangan, saya masih pakai sandal atau sepatu hak tinggi, karena rasanya nggak nyaman dan bisa kesrimpet pake kainnya…tapi ya begitu masuk mobil sepatu atau sandalnya dilepas….hahaha

  34. [...] Edratna [...]

  35. waduh…
    beneran nih mba setelah 2 tahun maksa pake sepatu high heels efek nya bisa kayak begitu ya?

    ckckck…parah juga yaaaa…

    Untung lah aku sekarang udah jarang pake sepatu hak…
    Selain karena emang udah gak kerja lagi…
    Susah banget ngejar2 anak ku yang baru bisa jalan kalo maksa pake sepatu hak…hihihi…

    Salam kenal mba :)

    Sepatu ber hak tinggi memang menunjang penampilan, tapi tidak, untuk kesehatan
    Dan jika pakai baju pesta, kebaya, pakai sepatu tinggi memang lebih nyaman…..asalkan kakinya kuat


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 220 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: